Anda di halaman 1dari 13

Diposkan oleh Indria Retna Mutiar di 09.

02 pada hari kamir, 23 agustus 2013

http://materipembelajaransosiologi.blogspot.co.id/2013/08/nilai-dan-normasosial.html

Pengertian tentang Nilai dan Norma Sosial


Nilai Sosial
A. Pengertian nilai sosial
Nilai (value) mengacu pertimbangan terhadap suatu tindakan, benda, cara, untuk mengambil
keputusan apakah sesuatu yang bernilai itu benar (mempunyai nilai kebenaran), indah (nilai
keindahan/estetik), dan religius (nilai ketuhanan).
Pengertian nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat terhadap sesuatu yang
dianggap baik, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna fungsional bagi
masyarakat. Misalnya: kegiatan menolong orang lain dianggap pantas dan berguna, maka
kegiatan tersebut diterima sebagai sesuatu yang bernilai/berharga.
Pengertian lain mengatakan, bahwa nilai didefinisikan sebagai prinsip standar, atau kualitas yang
dianggap berharga atau diinginkan oleh orang yang memegangnya. Nilai merupakan kumpulan
sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku sosial orang yang memiliki nilai sosial
tersebut. secara umum, nilai berkaitan dengan kemerdekaan seseorang untuk bertindak.
Pendapat ahli sosiologi tentang nilai sosial
a.
Prof. Dr. Notonegoro, membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut:
1.
Nilai material
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani/unsur fisik manusia.
2.
Nilai vital
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan aktivitas.
3.
Nilai kerohanian
Yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian dibedakan
menjadi 4 macam, yaitu:
1) Nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada unsur akal manusia
2) Nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada perasaan manusia (nilai estetika)

3) Nilai moral (kebaikan) adalah nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau kemauan
(karsa dan etika)
4) Nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi, yang sifatnya mutlak dan abadi.

b.
Robert M. Z. Lawang
Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan memengaruhi
perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai sosial itu.
c.
C. Kluckhohn
Semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup:
1) Nilai mengenai hakikat hidup manusia
2) Nilai mengenai hakikat karya manusia
3) Nilai mnegenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
5) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya
d.
Walter G. Everett
Nilai dibagi menjadi lima bagian, yaitu sebagai berikut:
1)
Nilai-nilai ekonomi yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. Hal ini
berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
2)
Nilai-nilai rekreasi yaitu nilai-nilai permainan pada waktu sengggang, sehingga
memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran
jasmani dan rohani.
3)
Nilai-nilai perserikatan yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan
manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
4)
Nilai-nilai kejasmanian yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani
seseorang.
5)
Nilai-nilai watak yaitu nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan pribadi dan sosial
termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol
diri.
Setiap individu meyakini nilai-nilai tersendiri yang turut memberikan pengaruh pada nilai yang
dimiliki oleh masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai, antara lain:
a.
Evolusi dari suatu kepercayaan dalam beragama
b.
Perubahan dalam nilai moral
c.
Pengaruh media masa

d.
e.

Perubahan dalam ekonomi


Inovasi dalam teknologi

B. Ciri-ciri nilai sosial


Nilai sosial mempunyai ciri sebagai berikut:
a.
Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat, bahwasanya nilai sosial
diterapkan melalui proses interaksi antarmanusia yang terjadi secara intensif dan bukan perilaku
yang dibawa sejak lahir. Contoh: dengan memberikan contoh dan menanamkan kedisiplinan
semenjak kecil, seorang anak akan belajar dan menerima nilai penghargaan atas waktu
b.
Terbentuk melalui proses belajar (sosialisasi). Contoh: nilai menghargai persahabatan
dipelajari anak dari sosialisasinya dengan teman-teman sekolah.
c.
Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
d.
Berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan
sosial.Misalnya: tertibnya sebuah antrian menjadi ukuran bagaimana seorang atau sekelompok
masyarakat menghargai nilai antrian sekaligus merupakan aturan yang harus diikuti.
e.
Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain. Contoh: di negaranegara Barat waktu itu sangat dihargai sehingga keterlambatan sulit diterima (ditoleransi).
Sebaliknya di indonesia, keterlambatan dalam jangka waktu tertentu masih dapat dimaklumi.
f.
Dapat mempengaruhi pengembangan diri seseorang baik positif maupun negatif
g.
Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
h.
Cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk pola dan
sistem sosial.
i.
Dapat mempengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat. Contoh: nilai
yang mengutamakan kepentingan pribadi akan melahirkan individu yang egois dan kurang
peduli pada orang lain. Adapun nilai yang mengutamakan kepentingan bersama akan membuat
individu lebih peka secara sosial.

C. Macam-macam nilai sosial


Nilai sosial berdasarkan ciri sosialnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu nilai
dominan dan nilai mendarah daging.
a.
Nilai dominan
Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya. Ukuran
dominan atau tidaknya didasarkan pada hal-hal berikut:

1) Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut. contoh: hampir semua orang/masyarakat
menginginkan perubahan kearah perbaikan di segala bidang kehidupan.
2) Lamanya nilai itu digunakan. Contoh: dari dulu sampai sekarang kota solo dan yogyakarta
selalu mengadakan tradisi sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang
diadakan di alun-alun keraton dan sekitar Masjid Agung
3) Tinggi rendahnya usaha yang memberlakukan nilai tersebut. contoh: menunaikan ibadah haji
merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan umat islam yang mampu.
4) Prestise/kebanggaan
orang-orang
yang
menggunakan
nilai
dalam
masyarakat. Contoh: memiliki mobil mewah dan keluaran terakhir dapat memberikan prestise
tersendiri.
b.

Nilai yang mendarah daging


Nilai yang mendarah daging merupakan nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan.
Biasanya nilai tersebut telah terisolasi sejak seseorang masih kecil. Jika ia tidak
melakukannyamaka ia akan merasa malu bahkan merasa sangat bersalah. Contoh: seorang guru
melihat siswanya gagal dalam ujian akhir akan merasa telah gagal mendidiknya.

D. Fungsi nilai sosial


a.
Sebagai alat untuk menentukan harga atau kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi
sosial.Misalnya: kelompok ekonomi kaya (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle
class), kelompok masyarakat kelas rendah (lower class)
b. Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada
dalam masyarakat.
c.
Dapat memotivasi dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan dirinya dalam
perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh peran-perannya dalam mencapai tujuan.
d. Sebagai alat solodaritas atau pendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untuk mencapai
sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri.
e.
Pengawas, pembatas, pendorong, dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.
Norma Sosial
A. Pengertian norma sosial
Kaidah atau norma yang ada di masyarakat merupakan perwujudan nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat tersebut. ada hubungan anatara nilai dan norma. Jika nilai merupakan sesuatu yang
baik, diinginkan, dicita-citakan oleh masyarakat maka norma merupakan aturan bertindak yang
dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. norma disebut pula
peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi
sosialnya. Keberadaan norma di masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar
bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk sejak lama.
Berdasarkan tingkat daya ikatnya, dibedakan menjadi:
a.
Cara (Usage)
Adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-individu dalam suatu
masyarakat. Norma ini berdaya ikat sangat lemah, sehingga pelanggaran terhadap norma ini
tidak mendapat sanksi yang berat. Contoh: bersendawa setelah makan bagi sekelompok
masyarakat dianggap tidak sopan, namun merupakan hal yang biasa bagi kelompok masyarakat
lain.
b.

Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama serta
dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas yang dianggap baik dan benar oleh
masyarakat. Contoh: kebiasaan seorang pelajar memberikan hadiah pada seorang temannya
yang sedang berulang tahun.

c.

Tata keakuan (mores)


Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sikap-sikap hidup dari
sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh
sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Contoh: melarang berbuat kriminal pada
setiap anggota masyarakat dengan disertai adanya sanksi agar masyarakat menjadi teratur dengan
adanya larangan tersebut.
Fungsi tata kelakuan adalah:
1) Memberi batasan-batasan pada perilaku individu dalam kelompok masyarakat tertentu.
2) Mendorong seseorang agar sanggup menyesuaikan tindakan-tindakan dengan tata kelakuan
yang berlaku dalam kelompoknya.
3) Membentuk solidaritas atas anggota-anggota masyarakat dan sekaligus memberikan
perlindungan terhadap keutuhan dan kerja sama dalam masyarakat tersebut.

d.

Adat istiadat (customs)


Adat istiadat adalah sekumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat
kekal dan berintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Diantara keempat
klasifikasi tersebut, adat istiadat memiliki konsekuensi yang paling keras bagi pelanggarnya.

B. Ciri-ciri norma sosial


a.
Umumnya tidak tertulis
b. Hasil dari kesepakatan masyarakat
c.
Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya
d. Apabila norma dilanggar maka yang melanggar norma harus menghadapi sanksi
e.
Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial, sehingga norma sosial bisa
mengalami perubahan.

C. Macam-macam norma sosial


a.
Menurut resmi tidaknya norma, dibedakan menjadi:
1) Norma resmi (formal)
Yaitu patokan atau aturanyang dirumuskan dan diwajibkan dengan tegas oleh pihak yang
berwenang kepada semua anggota masyarakat, bersifat memaksa bagi semua anggota
masyarakat. Contoh: seluruh hukum yang tertulis dan berlaku di indonesia
2) Norma tidak resmi (nonformal)
Yaitu patokan atau aturan yang dirumuskan secra tidak jelas dan pelaksanaanya tidak diwajibkan
bagi anggota masyarakat. Norma itu tumbuh dari kebiasaan masyarakat, norma ini bersifat tidak
memaksa. Contoh: aturan makan, minum, berpakaian.
b. Menurut kekuatan sanksinya, dibedakan menjadi:
1) Norma agama
Yaitu peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah karena
berasal dari wahyu Tuhan. Contoh: melaksanakan sembahyang, penyembahan kepada-Nya,
tidak berbohong, tidak berjudi, dan tidak mabuk-mabukan.
2) Norma hukum (laws)
Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu misalnya
pemerintahan atau negara. Contoh: wajib membayar pajak, bagi pengendara motor/mobil wajib
memiliki SIM, dll.
3) Norma kesopanan
Yaitu sekumpulan peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan
bagaimana seweorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan celaan, kritik, dll. Contoh: tidak membuang
ludah sembarangan dan selalu mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu.

4) Norma kesusilaan
Yaitu peraturan sosial yang berasal dari hati nurani. Norma ini menghasilkan akhlak, sehingga
seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik apa yang dianggap jelek. Pelanggaran
terhadap norma ini, berakibat sanksi pengucilan secara fisik (diusir) ataupun batin
(dijauhi).Contoh: berpegangan tangan, berpelukan di tempat umum antara laki-laki dan
perempuan.
5) Norma kelaziman
Yaitu tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa harus pikir panjang
karena kebiasaan itu dianggap baik, patut, sopan, dan sesuai dengan tata krama. Contoh: cara
berpakaian dan cara makan.
6) Norma mode (fashion)
Yaitu cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta
diikuti banyak orang. Contoh: mode pakaian, mode rambut, dll.

D. Fungsi norma sosial


a.
Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam masyarakat
b. Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial
c.
Sebagai sistem kontrol sosial dalam masyarakat
Dengan adanya norma, maka kita mengerti apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak boleh
kita lakukan
Sumber:
Qomariyah, Puji. 2008. Teori Ringkas Latihan dan Pembahasan Sosiologi SMA Kelas X, XI,
XII.Yogyakarta: Intersolusi Pressindo
Sudarmi, Sri. W. Indriyanto. 2009. Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

FUNGSI NILAI NILAI BUDAYA BAGI MASYARAKAT


06.38 | nuii azizah website
Label: Artikel AntropSosKes
Permalink

Selasa, 12 Februari 2013

http://nuiiners.blogspot.co.id/2013/02/artikel-antrososkes.html

1.
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
2.
3.
4.

5.
6.

B. Fungsi Nilai-Nilai Budaya


Nilai mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia (adisubroto,
2000) yaitu sebagai berikut:
Nilai berfungsi sebagai standart, yaitu standart yang menunjukkan tingkah laku dari berbagai
cara, yaitu :
Membawa individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah social.
Mempengaruhi individu dalam memilih ideologi politik atau agama.
Menunjukkan gambaran-gambaran self terhadap orang lain
Menilai dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain.
Merupakan pusat pengkajian tentang proses-proses perbandingan untuk menentukan individu
bermoral dan kompeten.
Nilai di gunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya
Nilai sebagai standart dalam proses rasionalisasi yang dapat terjadi pada setiap tindakan yang
kurang dapat di terima oleh pribadi atau masyarakat dan meningkatkan self-esteem.
Nilai berfungsi sebagai rencana umum (general plan) dalam menyelesaikan konflik dan
pengambilan keputusan.
Nilai berfungsi motivasional. Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat seperti halnya
komponen kognitif, afektif, dan behavioral.
Nilai berfungsi penyesuaian, isi nilai tertentu di arahkan secara langsung kepada cara
bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada penyesuaiam. Nilai berorientasi
penyesuaian sebenarnya merupakan nilai semu karena nilai tersebut di perlukan oleh individu
sebagai cara untuk menyesuaikan diri dari tekanan kelompok. Di dalam proses penyesuaiannya
pertama-tama individu mengubah nilai secara kognitif ke dalam nilai yang dapat di pertahankan
secara social maupun personal, dan nilai yang demikian pasti akan mudah untuk penyesuaianm
diri dengan nilai yang berbeda.
Nilai berfungsi sebagai ego defensive. Di dalam prosesnya nilai mewakili konsep-konsep yang
telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan lancer dan mudah
Nilai berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri. Nilai sebagai modal tingkah laku atau
cara bertin dak secara eksplisit maupun implisit melibatkan fungsi aktualisasi diri. Fungsi
pengetahuan berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti, kecenderungan terhadap kesatuan
persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan dan konsepsi.

C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia Berkaitan dengan Kesehatan


Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982) ketika menjelaskan kebudayaan asli Indonesia
menyebutkan ada enam nilai, yaitu:
Nilai Ekonomi ; tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan kejadian-kejadian
secara efektif bagi kehidupan manusia
Niala Estetis; jika dikaitkan dengan masalah keindahan
Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks interaksi dan
komunikasi
Nial Kuasa; jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma dan nilai kita.
Teori; proses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadian
alam sekitar.
Agama; jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alam
semesta.
Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktik layanan kesehatan dapat
dilihat dari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh STA tersebut yaitu:
Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan
No
Nilai Budaya
Pelayanan Kesehatan
1 Ekonomi
Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan biaya, lat
produksi, atau imblana jasa. Kebutuhan terhadap layanan medis
atau obat, senantiasa menyertakan kebutuhan akan biaya
(ekonomi), pada konteks ini maka layanan kesehatan mengandung
nilai ekonomi.
2

Estetis

Solidaritas

Dalam menjalankan tugas profesinya, seorang perawat dapat


berkerja sama dengan pasien, keluarga pasien, dokter, bidan atau
pihak lain yang berkepentingan.
Sebagai manusia, pasien sesungguhnya membutuhkan teman untuk
berkeluh kesah.

Kuasa

Sebagai seorang perawat, memiliki peran dan fungsi yang berbeda,


demikian pula dokter dan bidan.
Terdapatnya struktur pengelola rumah sakit mulai dari direktur,
dokter, perawat, bidan, apoteker, gizi, sanitarian dan sebagainya

Teori

Lingkungan yang bersih serta ruangan yang nyaman dan harum


memberikan dukungan emosional terhadap proses penyembuhan
kesehatan. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan adanya
pengembangan aromaterapi untuk kesehatan, maka masalah
keindahan dan kenyamanan menjadi sangat penting untuk
kesehatan.

Dalam menjalankan tugasnya seorang dokter, perawat, dan bidan


dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang kesehatan.
Sebelum melaksanakan praktik, setiap lulusan pendidikan kesehatan

diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi.


Bagi masyarakat yang beragama praktik pelayanan kesehatan
merupakan bagian dari pelayanan kepada umat.
6

1.

2.

3.

4.

Agama

Selaras dengan kode etik, ilmu pengetahuan, dan keterampilan


profesi yang dimiliki merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu pelayanan kesehatan pun perlu dianggap sebagai
bagian dari ibadah.

Selain yang dipaparkan oleh STA, saya akan mencoba memberikan contoh nilai lainnya yang
berkaitan dengan kesehatan yaitu:
Dalam keperawatan komunitas, terdapat materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang
meliputi 10 point utama yaitu mengetahui pertolongan persalinan, memberi ASI Eksklusif,
menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mengetahui perilaku cuci tangan,
menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan sayur dan buah setiap hari,
melakukan aktivitas fisik sehari-hari, dan tidak merokok di dalam rumah. Sepuluh point-point
tersebut merupakan suatu nilai karena hal tersebut sangat penting bagi kehidupan kesehatan
masyarakat khususnya rumah tangga dan memiliki tujuan yang penting pula bagi kesehatan
masyarakat.
Membina trust (bina saling percaya), merupakan suatu nilai yang kecil tapi penting manfaatnya
bagi perawat dan kesembuhan klien. Terpikir membina rasa saling percaya itu merupakan hal
kecil, tapi itu merupakan hal terpenting yang tidak mudah bagi seorang perawat untuk mengenal
luar dan dalamnya klien. Dengan membina saling percaya, maka perawat akan mudah mengkaji,
memberikan asuhan keperawatan, dan tindakan medis lainnya kepada klien.
Setiap tindakan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat kepada klien itu semua
merupakan suatu nilai yang sangat penting. Salah satu contohnya, dalam keperawatan
maternitas; melakukan perawatan payudara yang diberikan kepada ibu yang baru melahirkan. Ibu
yang baru melahirkan sering merasakan ketidaknyamanan pada payudaranya, oleh karena itu
perawat memberikan perawatan payudara dengan tujuan yang berguna bagi ibu dan memberikan
kenyamanan pada ibu. Jika tidak dilakukan perawatan payudara, biasanya ibu akan merasakan
sakit yang luar biasa.
Membahas nilai di keperawatan jiwa, komunikasi terapeutik bagi klien dengan gangguan jiwa
merupakan suatu nilai yang sangat penting dan memiliki tujuan yang sangat bermanfaat bagi
klien tersebut. Mulai dari tahap orientasi sampai terminasi, merupakan tahapan yang penting
yang memiliki nilai tersendiri. Selain itu, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), merupakan nilai
yang penting dan bermanfaat pula bagi klien dengan gangguan jiwa.
Sebenarnya, masih banyak nilai-nilai yang berkaitan dengan bidang kesehatan khusunya
keperawatan. Saya pikir, semua tindakan keperawatan mengandung nilai yang sangat penting
bagi klien, mulai dari keperawatan medikal medah, keperawatan anak, keperawatan maternitas,
keperawatan jiwa, keperawatan geronitk, keperawatan keluarga, dan keperawatan gawat darurat.
Jika saja kita sebagai seorang perawat tidak melakukan tindakan keperawatan tersebut, bisa jadi
akan berakibat fatal bagi klien yang kita rawat. Oleh karena itu, mari kita menjadi perawat yang
profesional yang memberikan nilai yang penting, yang berguna, yang bermafaat, bagi klien yang
kita rawat.
Sedangkan untuk norma yang berkaitan dengan kesehatan yaitu, melihat dari tahapan norma
sosial bisa dikaitkan dengan kesehatan yaitu sebagai berikut:

1.

Norma cara yang merupakan tata cara, dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan,
terdapat SOP (Standar Operasonal Prosedur) yang didalamnya terdapat tata cara/ prosedur dalam
melakukan seluruh tindakan keperawatan. Mulai dari tahap orientasi sampai tahap terminasi. Jika
perawat tidak melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan SOP yang telah ada, maka
perawat akan dikenakan sanksi/ hukuman berupa teguran dari pihak kepala ruangan/ ketua tim.
2. Norma kebiasaan yang merupakan suatu aturan. Dalam bidang kesehatan, khususnya
keperawatan terdapat kode etik keperawatan yang didalamnya terdapat suatu aturan yang
ditujukan kepada perawat, mengenai etika perawat dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada klien, aspek-aspek legal dalam penulisan dokumentasi keperawatan, serta etika perawat
terhadap tenaga medis lainnya. Tentunya, ada sanksi/ hukuman jika ada perawat yang
melanggarnya. Inipun bisa termasuk kedalam norma hukum, karena terdapat pula peraturan
undang-undang jika ada peraturan yang dilanggar oleh tenaga kesehatan.
D.

Tahapan Norma-Norma Sosial


Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial meliputi:
1. Norma cara (Usage)
Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu.
Contoh: cara makan, tidak mngeluarkan bunyi.
Sanksi bila melanggar, dianggap tidak sopan.
2. Norma kebiasaan (Folkways)
Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan masyarakat (biasa
dilakukan secara berulang-ulang).
Contoh :
Mengucapkan salam ketika bertamu
Menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang lain
Membuang sampah pada tempatnya
Sanksi bila tidak melakukan : dianggap sebagai penyimpangan.
3. Norma tata kelakuan (Mores)
Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat berkembang menjadi norma tata
kelakuan, norma tata kelakuan digunakan sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada
anggotanya.
Contoh: larangan membunuh atau memperkosa.
Sanksi, diberikan hukuman sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat dan sesuai dengan
peraturan undang-undang yang telah dibuat.
4. Norma Adat (Custom)
Adat merupakan norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat, apabila adat menjadi
tertulis ia menjadi hukum adat. Merupakan suatu aturan yang turun temurun.
Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang
Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan.
5. Norma hukum (Law)
Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman bagi seluruh warga negara.
Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-undangan termasuk peraturan pemerintahan
baik pusat maupun daerah dan keputusan-keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman
dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik
penjara, denda atau hukuman mati.
Contoh: peraturan lalu lintas.

DAFTAR PUSTAKA
Saputra, Wira. 2011. Nilai Budaya, Sistem Nilai, dan Orientasi Nilai Budaya. Diperoleh
darihttp://wirasaputra.wordpress.com/2011/10/13/nilai-budaya-sistem-nilai-dan-orientasi-nilaibudaya/ (diakses tanggal 13 Januari 2013).
Soekanto, Soerjono. 1996. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.
Supardiyadnya.
2011. Perkembagan
Nilai
Budaya. Diperoleh
darihttp://meyadnya.blogspot.com/2011/10/perkembangan-nilai-budaya.html (diakses tanggal 13
Januari 2013).

07 JANUARY 2015
Diposkan oleh Adlan Zaman di 9:31 AM

http://dzakibelajar.blogspot.co.id/2015/01/pranata-sosial.html

B. Fungsi pranata sosial


1. Fungsi utama pranata sosial adalah sebagai sarana kebutuhan masyarakat.
2. Fungsi umum pranata sosial:
a) Memberikan pedoman atau petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana mereka harus
bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.
b) Menjaga keutuhan dan integrasi masyarakat, sehingga kehidupan masyarakat menjadi kukuh
dan kuat.
c) Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk sistem pengendalian sosial.
3. Penggolongan fungsi pranata sosial:
a) Berdasarkan atas disadari atau tidaknya fungsi suatu pranata oleh masyarakat, pranata
sosial dibedakan menjadi:
1) Fungsi manifes (nyata) adalah fungsi pranata sosial yang nyata, tampak, disadari dan menjadi
harapan sebagian besar anggota masyarakat.
2) Fungsi laten (terselubung) adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak, tidak disadari dan
tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada.
b) Berdasarkan positif atau tidaknya kontribusi pranata sosial bagi kelangsungan hidup
masyarakat, pranata sosial dibedakan menjadi:
1) Pranata sosial yang bersifat fungsional.
2) Pranata sosial yang bersifat disfungsional.