Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK 8 :

Abdul Rachman Nazah


(3334140517)
Febri Arnanda
(3334140279)
Nurul Huda
(3334141730)
Rizki GaniHarto
(3334140363)
M. Rizqi Murdhiansyah
(3334110195)
Taufik Hidayat
(3334142013)

OUTLINE

DEFINISI MAGNET DAN KEMAGNETAN

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR KRISTALNYA


SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN STRUKTUR KRISTALNYA
KEGUNAAN KERAMIK YANG BERSIFAT MAGNET DAN
APLIKASINYA

DEFINISI MAGNET DAN KEMAGNETAN

Magnet adalah suatu objek yang mempunyai suatu

medan magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari


bahasa Yunani magntis lthos yang berarti batu Magnesian.
Kemagnetan secara umum didefinisikan sebagai kemampuan
suatu benda untuk menarik benda-benda lain yang berada
disekitarnya.
Sifat kemagnetan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Paramgnetik,
Ferromagnetik,dan Antiferromagnetik.

PARAMAGNETIK

Bahan paramagnetik adalah bahan bahan yang memiliki


suseptibilitas magnetik Xm yang positif dan sangat kecil. Paramagnetik
muncul dalam bahan yang atom atomnya memiliki momen magnetik
hermanen yang berinteraksi satu sama lain secara sangat lemah.
Apabila tidak terdapat Medan magnetik luar, momen magnetik ini akan
berorientasi acak. Dengan adanya medan magnetik luar, momen
magnetik ini arahnya cenderung sejajar dengan medannya, tetapi ini
dilawan oleh kecenderungan momen untuk berorientasi acak akibat
gerakan termalnya. Perbandingan momen yang menyearahkan dengan
medan ini bergantung pada kekuatan medan dan pada temperaturnya.
Pada medan magnetik luar yang kuat pada temperatur yang sangat
rendah, hampir seluruh momen akan disearahkan dengan medannya.

PARAMAGNETIK

Momen Magnetik dari Sifat Paramagnetik

Karakteristik dari bahan yang bersifat paramagnetik adalah memiliki


momen magnetik permanen yang akan cenderung menyearahkan
diri sejajar dengan arah medan magnet dan harga suseptibilitas
magnetiknya berbanding terbalik terbalik dengan suhu T adalah
merupakan hukum Currie.

FERROMAGNETIK

Bahan Ferromagnetik merupakan bahan yang memiliki nilai suseptibilitas


magnetikpositif yang sangat tinggi. Dalam bahan ini sejumlah kecil medan
magnetik luar dapat menyebabkanderajat penyearahan yang tinggi pada
momen dipol magnetik atomnya. Dalam beberapa kasus, penyearahan ini
dapat bertahan sekalipun medan kemagnetannya telah hilang. Hal ini terjadi
karena momen dipol magnetik atom dari bahan bahan ferromagnetik ini
mengarahkan gaya gaya yang kuat pada atom disebelahnya.Sehingga
dalam daerah ruang yang sempit, momen ini disearahkan satu sama lain
sekalipun medan luarnya tidak ada lagi. Daerah ruang tempat momen dipol
magnetik yang disearahkan ini disebut daerah magnetik. Dalam daerah ini,
semua momen magnetik disearahkan, tetapi arah penyearahnya beragam
dari daerah sehingga momen magnetik total dari kepingan mikroskopi bahan
ferromagnetik ini adalah nol dalam keadaan normal.

FERROMAGNETIK

Momen Magnetik dari Sifat Ferromagnetik

ANTIFERROMAGNETIK

Bahan anti Ferromagnetik adalah suatu bahan yang memiliki

susebtibilitas positif yang kecil pada segala temperatur, tetapi


perubahan suscepbilitas karena tempratur adalah keadaan
yang sangat khusus. Susunan dwikutubnya adalah sejajar
tetapi berlawanan arah.
Momen Magnetik dari Sifat Antiferromagnetik

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit (BaO.6Fe2O3)

Cara paling sederhana untuk memahami kisi kristal adalah


dengan membayangkan atom-atom dalam kristal berupa titiktitik. Setiap titik-titik mempunyai lingkungan yang seba sama,
sehingga satu sama lain tidak dapat dibedakan walaupun
dipandang dari segala arah. Bila tiap titik tersebut
dihubungkan maka akan diperoleh kisi-kisi yang teratur dan
periodik memenuhi ruang.

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Berikut ilustrasi yang menunjukan kisi sebuah sistem kristal


Barium heksaferit

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium heksaferit (BaO.6Fe2O3) yang memiliki parameter kisi a = b


= 5,8920 Angstrom, dan c = 23,1830 Angstrom. Barium heksaferit
(BaFe12O19) dikenal sebagai magnet permanen dengan struktur
heksagonal yang sesuai dengan space group P 63/mmc (Babalola,
O.A, 2010). Seperti kelompok oksida lainnya, material ini memiliki
sifat mekanik yang sangat kuat dan tidak mudah terkorosi. Senyawa
ini biasanya digunakan sebagai perekam magnetik, divais
gelombang mikro (microwave) dan absorber. Magnet ini sangat
diminati, sehingga banyak usaha dilakukan untuk memproduksi
subtitusi kation yang mungkin ke dalam BaFe12O19 guna
meningkatkan sifat magnetiknya.

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit tipe M (BaFe12O19)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit tipe W (BaMe2Fe16O27)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit tipe X (Ba2Me2Fe28O46)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit tipe Y (Ba2Me2Fe12O22)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Barium Heksaferit tipe Z (Ba2Me2Fe24O41)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Strontium Heksaferit (SrFe12O19)

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Mangan Oksida adalah suatu unsur kimia yang mempunyai

nomor atom 25 dan memiliki melting point 1250 C. MnO


merupakan oksida logam transisi yang memiliki anisotropi
yang kuat, keras dan merupakan material yang bersifat
antiferomagnetik. Warnanya merah kehitam-hitaman dan
memiliki sistem kristal tetragonal. Selain itu juga MnO memiliki
daya hantar listrik yang baik.
Berikut struktur kristal MnO

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Titanium Oksida merupakan kristal berwarna putih dengan indeks bias yang
sangat tinggi dan memiliki melting point 1855 C. Kristal ini merupakan
bahan semikonduktor yang memiliki selisih band gap sebesar 3,2 eV (energi
celah) dengan rentang -1.2 eV 2 eV. Titanium Oksida (TiO2) digunakan
sebagai bahan absorber karena inert, tidak berbahaya dan merupakan
semikonduktor yang murah. Titanium Oksida (TiO2) mempunyai 3 bentuk
kristal rutile, anatase dan brookite. Rutile dan anatase mempunyai struktur
tetragonal dengan kisi kristal dan sifat fisika yang berbeda. Struktur rutile
lebih stabil pada temperatur tinggi, sedangkan anatase lebih stabil pada
temperatur rendah. Brookite mempunyai struktur ortorombik yang sulit
dibuat dan jarang ditemukan. Titanium Oksida (TiO2) relatif melimpah
dalam kulit bumi yaitu sekitar 0,6%.

CONTOH SENYAWA DAN STRUKTUR


KRISTALNYA

Berikut sttruktur kristal TiO2

SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN


STRUKTUR KRISTALNYA

Sifat intrinsik beberapa logam dan paduannya, Ms dan K1 pada


pada suhu kamar :

SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN


STRUKTUR KRISTALNYA

Kurva histeresis magnetik tergantung pada berbagai faktor: (1)

apakah spesimen adalah kristal tunggal atau polycrystalline;


(2) jika polikristalin, orientasi disukai dari biji-bijian (3) adanya
pori-pori atau partikel fase kedua; dan (4) faktor-faktor lain
seperti marah- Karakteristik dan, jika stres mekanik diterapkan,
keadaan stres. Sebagai contoh, B (atau M) versus H kurva
untuk kristal tunggal dari bahan ferromagnetic tergantung
pada orientasi kristalografi yang relatif terhadap arah bidang
H diterapkan. Perilaku ini ditunjukkan pada Gambar dibawah

SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN


STRUKTUR KRISTALNYA

Magnetisasi kurva untuk kristal tunggal besi dan nikel. untuk


kedua logam, kurva yang berbeda dihasilkan ketika medan
magnet diterapkan di setiap [100], [110], dan
[111]kristalografi arah.

SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN


STRUKTUR KRISTALNYA

Magnetisasi kurva untuk kristal tunggal kobalt. kurva yang


dihasilkan ketika medan magnet diterapkan di [0001] dan
[1010] [1120] arah kristalografi.

SIFAT MAGNET KERAMIK BERDASARKAN


STRUKTUR KRISTALNYA

Kristal nikel (FCC) dan besi (BCC), di mana medan magnetizing diterapkan dalam
[100], [110], dan [111] arah kristalografi; dan pada Gambar 20.18 untuk kobalt (HCP) di
[0001] dan [1010] [1120] arah. Ini ketergantungan magnetik prilaku IOR orientasi
kristalografi disebut magnetik (atau kadang-kadang magnetocrystalline) anisotropi. Untuk
masing-masing bahan tersebut ada satu kristalografi arah di mana magnetization paling
mudah-yaitu, kejenuhan (M) dicapai di lapangan H terendah; ini disebut arah magnetisasi
mudah. Sebagai contoh, untuk Ni (Gambar 20.17) ini arah adalah [ 111 ] karena kejenuhan
terjadi pada titik A ;sedangkan , untuk [ 110 ] dan [ 100 ] orientasi , titik saturasi sesuai ,
masing-masing , dengan titik B dan C. Sejalan dengan itu, arah magnetisasi mudah untuk
Fe dan Co adalah [ 100 ] dan [ 0001 ] , masing-masing ( Gambar 20.17 dan
20.18 ) .Sebaliknya, arah keras kristalografi adalah bahwa arah yang magnetisasi saturasi
yang paling sulit arah keras untuk Ni , Fe , dan Co adalah [ 100 ] , [ 111 ] , dan [ 1010 ]
[ 1120 ] . Seperti disebutkan dalam bagian sebelumnya , insets Gambar 20.13 merupakan
domain konfigurasi pada berbagai tahap sepanjang B ( atau M ) versus kurva H selama
magnetisasi dari bahan feromagnetik / ferrimagnetik .Di sini , masing-masing anak panah
mewakili arah domain magnetisasi mudah;dan domain yang arah magnetisasi mudah
diselaraskan paling dekat dengan bidang H tumbuh , dengan mengorbankan dari domain
lain yang menyusut ( insets V melalui X ) .Selain itu , magnetisasi dari domain tunggal
dalam inset Y juga sesuai dengan arah yang mudah .dan saturasi dicapai sebagai arah
domain ini berputar dari arah yang mudah ke arah medan listrik ( inset Z ) .

KEGUNAAN KERAMIK YANG BERSIFAT


MAGNET DAN APLIKASINYA

Magnet kekuatan tinggi


Magnetic resonance imaging
Hard disc magnetic storage
Kenderaan listrik
Komponen elektronik dengan UHF
Magneto optic materials
Adsorber gelombang mikro

KESIMPULAN

Keramik adalah salah satu material teknik yang memiliki

beragam sifat.
Sifat magnet keramik memberikan nilai lebih pada keramik
sehingga pengaplikasian keramik menajdi lebih luas.
Terdapat 3 sifat magnet pada keramik, yaitu paramagnetik,
ferromagnetik dan antiferromagnetik.
Berdasarkan sifatnya masing-masing pengaplikasian keramik
dapat lebih spesifik sesuai kebutuhan.

REFERENSI

http://www.snf-unj.ac.id/files/2714/4628/4590/SNF2015-VII-93-96.pdf
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/196810151994031-DADI_R
USDIANA/Material_Magnet_%
5BCompatibility_Mode%5D.pdf
http://
xa.yimg.com/kq/groups/21707178/790751182/name/FERRI+DAN+ANTIFERROMAGN
ETIK.doc
http://pdm-mipa.ugm.ac.id/ojs/index.php/jfi/article/download/833/912
http://lib.unnes.ac.id/588/1/1612.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/44013/4/Chapter%20II.pdf
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/196810151994031DADI_RUSDIANA/Material_Magnet_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf
http://sobronlubis.blogspot.co.id/2013/05/penggunaan-bahan-keramik-dalambidang.html
http://ellyawan.dosen.akprind.ac.id/?p=3

TERIMAKASIH