Anda di halaman 1dari 1

Susunan Acara :

1. Pengajian
2. Siraman
Siraman atau mandi merupakan simbol upacara sebagai pernyataan tanda pembersihan
diri, baik fisik maupun jiwa. Pembersihan secara simbolis ini bertujuan membeba
skan calon ibu dari dosa-dosa sehingga kalau kelak si calon ibu melahirkan anak,
ia tidak mempunyai beban moral sehingga proses kelahirannya menjadi lancar.
3. Memasukkan telor ayam kampung ke dalam kain calon ibu oleh sang suami
Ritual ini sebagai simbol harapan agar bayi lahir dengan mudah tanpa aral melint
ang. Kalau telurnya pecah, berarti diramalkan bayi yang lahir perempuan, tapi ka
lau tidak berarti laki-laki.
4. Memasukkan kelapa gading muda
Upacara ini disebut juga brojolan, atau memasukkan sepasang kelapa gading muda y
ang telah digambari Kamajaya dan Dewi Ratih ke dalam sarung dari atas perut calo
n ibu ke bawah. Makna simbolis dari upacara ini adalah agar kelak bayi lahir den
gan mudah tanpa kesulitan.
5. Memutus lawe / lilitan benang / janur
Ritual ini meliputi adegan memutus lilitan janur/lawe yang dilingkarkan di perut
calon ibu. Janur/lawe dapat diganti dengan daun kelapa atau janur. Lilitan ini
harus diputus oleh calon ayah dengan maksud agar kelahiran bayi lancar
6. Ganti busana
Upacara ganti busana dilakukan oleh ibu dengan tujuh jenis kain batik dengan mot
if yang berbeda.
7. Rujakan
Terakhir adalah rujakan, di mana rasa rujak yg dibuat oleh calon ibu, juga menen
tukan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Jika rujaknya pedas, mengindikasi
kan si bayi berjenis kelamin perempuan.