Anda di halaman 1dari 4

Nama : Achmad Giffari G

NIM

: 1301113992

Jurusan

: Hubungan Internasional

Mata Kuliah : Politik Pemerintahan Asia


Selatan

1. Budaya Politik di Negara-negara Asia Selatan

A. Budaya Politik di India


Kebudayaan Politik di India telah mengalami banyak perubahan
sepanjang sejarahnya, dari masa sebelum kemerdekaan hingga era
kontemporer sekarang. Tingginya tingkat keberagaman di India menjadi
bagian integral dari kebudayaan politik disana.
India mencapai
kemerdekannya ditahun 1947 setelah mengalami masa perjuangan yang
panjang atas penjajahan Inggris yang dimana berlangsung selama 2 abad
disana.
Politik di India sebelum era kemerdekannya bisa dikatakan baru
bermula sejak disahkannya Keputusan Dewan tahun 1861 (Indian Council
Act of 1861) yang dimana kemudian dilanjutkan dengan disahkannya
Pembaruan Morley-Minto tahun 1909, Pembaruan Monatgue-Chelmsford
tahun 1919, dan juga Keputusan Pemerintahan India tahun 1935
(Government of India Act of 1935). Dalam setiap pembaruan dan ketetapan
ini peran kaum pribumi India terus semakin ditingkatkan dalam
pengambilan keputusan India (walaupun masih dalam status jajahan
Inggris).
Dalam perkembangannya, kebudayaan politik India hingga saat ini
masih sangat terpengaruh dengan sistem yang diperkenalkan dan
diterapkan Inggris selama era penjajahan. Seperti dengan diterapkannya
sistem negara Federasi, dan diterapkannya sistem Parlementer yang dimana
diadopsi dari Ingris, juga yang terpenting adalah diterapkannya sistem
politik Demokrasi, yang dimana saat ini India merupakan negara Demokrasi
terbesar di dunia.
Kasta dan agama merupakan faktor integral dalam sistem politik
India dan juga membentuk kebudayaan politik di India hingga saat ini.
Terdapat beberapa komunitas dan kasta yang dimana sangat berpengaruh
dalam perpolitikan kontemporer India. Setelah kemerdekaanPartai Kongres
Nasional India (India National Congress) yang dimana terus mendominasi
kursi parlemen India dari tahun 1950-1990. Selain INC terdapat jyga Partai
Bharatiya Janata (BJP) dan Partai Komunis India yang dimana juga cukup

berpengaruh, terutama baru-baru ini dengan kemenangan BJP dalam Pemilu


tahun 2014 dengan naiknya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri baru
India.
Akan tetapi, secara umum kesadaran politik di India masih sangatlah
beragam, di beberapa kawasan terutama di pedesaan kebanyakan
masyarkatnya masih bersikap apatis atau bersifat Parokial-Kaula. Hal ini
dipenagruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan. Sementara dikawasan
perkotaan kebanyakan masyarakatnya sudah bersikap aktif (Budaya Politik
Partisipan) dan peduli terhadap kondisi perpolitikan negaranya.
Sangat tingginya tingkat keberagaman dari perbedaan Suku, Agama,
Bahasa, dan Kasta sangatlah mempengaruhi kebudayaan politik di India
yang dimana membuatnya masih bersifat primordial. Walaupun di era
kontemporer saat ini dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan
kebanyakan masyarkat disana, mengakibatkan semakin maju dan
canggihnya kebudayaan politik di sana.
B. Budaya Politik Pakistan
Seperti layaknya di India, kebudayaan politik di Pakistan didefinisikan
oleh terdapatnya multi-etnis, multi-bahasa, dan juga orientasi terhadap
agama terutama karena dasar terbentuknya Pakistan sendiri ialah karena
terdapatnya perbedaan dengan India yang didominasi oleh agama Hindu
dengan kaum Muslim disana yang dimana kemudian memutuskan
membentuk negara sendiri.
Dan juga serupa dengan India, faktor-faktor ini jugalah yang menjadi
alasan lambat dan tidak berkembangnya kebudayaan politik dan identitas
nasional di Pakistan. Dalam perkembangannya bahkan kondisi perpolitikan
di Pakistan lebih buruk dibandingkan dengan tetangganya India.
Setelah terbentuk, Liga Muslim (Muslim League) yang dimana
merupakan kekuatan politik utama di Pakistan dengan cepat kehilangan
pengaruh. Hal ini disebabkan para tuan tanah yang dimana merupakan
penyokong utama partai ini sebelumnya, masih menganut sistem feudal
yang kuat hingga persaingan diantara mereka terjadi setelah terbentuknya
Pakistan. Dan juga kurang terorganisirnya masih Liga Muslim terutama di
kawasan pedesaan yang dimana hal ini juga menjadi faktor utama
runtuhnya pengaruh Liga Muslim di Pakistan dan digantikan oleh
pemerintahan Militer yang mendominasi perpolitikan Pakistan bahkan
hingga saat ini.
Hal ini memicu sentralisasi politik yang sangat parah di Pakistan,
terutama dengan hampir mendominasinya pegawai sipil dan birokrat yang
berasal dari satu provinsi yaitu Punjab dibandingkan daerah lain. Dan
seperti layaknya India, masih primordialnya kebudayaan politik Pakistan

memperburuk perkembangan
orientasi kesukuan.

negara

disana

dengan

masih

kuatnya

Berbeda dengan di India, pegaruh sekte berkurang sejak


kemerdekaan terutama karena kuatnya kekuatan elit politik yang didominasi
kaum militer. Sementara Agama yang dimana merupakan ideologi utama
pembentukan Pakistan jusru hingga saat ini masih tidak jelas dalam
penerapannya dalam sistem politik Pakistan. Justru Agama malah digunakan
sebagai alat oleh kelompok elit politik pakistan demi mempertahankan
dominasi politik mereka.

2. Budaya Masyarakat Asia Selatan


Secara kebudayaan, Asia Selatan didominasi oleh kebudayaan India
yang dimana sudah berumur 5000 tahun dan salah satu peradaban dan
kebudayaan tertua dan paling berpengaruh di dunia. Dan hingga saat ini
karena berakar dari sejarah yang sama mengakibatkan terdapat banyaknya
kesamaan pandangan dan identitas kebudayaan di negara-negara modern
Asia Selatan.
Akan tetapi bukan berarti kawasan Asia Selatan terdiri dari
masyarakat yang Homogen, justru keberagaman atau tingkat Heteroginitas
di sana sangatlah tinggi dengan terdapatnya ratusan suku dengan bahasa
dan dialek yang berbeda, selain itu juga dengan agama yang berebda pula
dengan didominasi oleh agama Hindu, Budha, Sikh (yang berasal dari Asia
Selatan) dan juga Islam (yang didatangkan dari Timur Tengah).
Sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, peradaban di Asia
Selatan telah memberikan berbagai macam hasil kebudayaan seperti
Agama yaitu Hindu dan Budha yang dimana kemudian disebarkan ke
seluruh penjuru Asia baik Asia Timur maupun Tenggara. Bahkan kedua
agama ini kemudian selama berabad-abad hingga sekarang menjadi agama
utama di Asia.
Salah satu sistem unik yang diterapkan di Asia Selatan dan menjadi
basis dari sistem kebudayaan masyarakat Asia Selatan adalah terdapatnya
sistem Kasta. Basis dari terdapatnya sistem kasta ialah, anggapan kalau
setiap individu memiliki peran dan posisi yang bervariasi dalam masyarakat.
Terdapatnya tingkatan atau stratifikasi sosial ini menjadi dasar terbentuknya
sistem kasta.
Sistem kasta sendiri juga berakar dari pemikiran agama pertama di
Asia Selatan yaitu Hindu. Sistem ini didasari dari keturunan. Sistem ini
sangat berpengaruh dalam kebudayaan masyarakat Asia Selatan, dari
mengatur interaksi sosial hingga pekerjaan dan perang yang dimiliki oleh
masing-masing kasta.

Lima kategori kasta dari yang tertiggi hingga yang terendah ialah
kasta Brahmana (Pemuka agama), Ksatrya (Prajurit), Waisya (Pedagang),
Sudra (Petani), dan yang terendah ialah para pekerja kasar yang dimana
bahkan tidak termaksud dalam kasta, kelompok pekerja kasar ini sering
disebut sebagai yang tak tersentuh (Untouchable). Sistem Kasta yang
diskriminan ini perlahan terhapus di kawasan Asia Selatan dengan lahirnya
pemikiran lain (seperti Budha yang menolak sistem kasta) atau dengan
datangnya bangsa lain (Mughal yang membawa agama islam dan Inggris
yang membawa nilai-nilai barat dan modernitas).
Di era modern kontemporer saat ini, Asia Selatan menjadi kawasan
dengan penduduk terbesar di dunia dengan populasi mencapai 1,3 Miliar
jiwa (25% dari populasi dunia). Dan juga yang paling berpengaruh dalam
perubahan kebudayaan di Asia Selatan di era ini ialah terjadinya proses
modernitas.
Pada era modern ini, penduduk asia selatan terbagi dalam 2
kelompok yang memiliki kebudayaan dan cara hidup yang sangat berebeda.
Yang pertama ialah kelompok masyarakat pedesaan (kaum Rural), kelompok
ini mengalami perubahan budaya yang sedikit dan kebanyakan masih
memegang teguh cara hidup mereka yang sudah berabad-abad mereka
terapkan. Kelompok ini masih sangat bergantung dari cara hidup bertani.
Sementara kelompok yang lain ialah kelompok masyarakat perkotaan
(kaum Urban). Dalam beberapa tahun belakangan Negara-negara Asia
Selatan mengalami lonjakan luar biasa dalam proses urbanisasi disana,
dengan munculnya kota-kota berpopulasi jutaan seperti Mumbai dan Delhi
di India, Karachi di Pakistan, dan Dhaka di Bangladesh. Seperti layaknya di
belahan dunia lain, kebanyakan mereka berharap dengan pindah ke kota
akan dapat meningkatakan taraf hidup mereka. Akan tetapi tingkat
urbanisasi yang tinggi ini juga menghasilkan tantangan lain yaitu
meningkatnya polusi dan padatnya perkotaan hingga banyak yang tinggal di
kawasan kumuh tidak layak huni.
Perubahan kebudayaan terbesar sejak era modernisasi di Asia Selatan
mungkin adalah dengan semakin terkikisnya nilai-nilai kebudayaan lama,
seperti kasta, komunitas masyarakat feodal, dan yang terpenting ialah
semakin tingginya tingkat pendidikan masyarakat umum di sana. Hal ini
memicu perubahan besar dalam struktur masyarakat dan kebudayaan di
kawasan ini.