Anda di halaman 1dari 5

NAMA

NIM
Kelas

: Maulidha Prasastining Prima


: 135020301111043
: Teori Akuntansi / CA

Bab 10
Reactions of Capital Markets to Financial Reporting
(Reaksi Pasar Modal terhadap Pelaporan Finansial)
Bab ini memeriksa tentang dampak akuntansi finansial dan keputusan disclosure dalam
user laporan finansial. Secara spesifik, kita akan melihat riset-riset yang memfokuskan diri pada
dampak alternatif akuntansi dan pilihan-pilihan disclosure dari keputusan investasi user laporan
financial. Dan juga dalam bab ini kita akan memperhitungkan riset pasar modal (yang termasuk
reaksi pada level agregat atau level market).
An overview of capital market research
Riset pasar modal mengeksplorasi peranan akuntansi dan informasi finansial lainnya
dalam pasar ekuitas. Tipe riset semacam ini akan melibatkan pemeriksaan hubungan statistik
antara informasi finansial, dan harga saham atau return. Reaksi investor dibuktikan dalam
transaksi pasar modal mereka. Perbedaan penting lain antara pasar modal dan riset perilaku
adalah bahwa riset pasar modal hanya memperhitungkan investor, sementara riset perilaku
seringkali digunakan untuk memeriksa pengambilan keputusan oleh tipe user laporan finansial
lainnya seperti misalnya manajer bank, petugas peminjaman (loan officers) atau auditor. Riset
pasar modal mengandalkan pada asumsi-asumsi bahwa pasar ekuitas termasuk efisien. Efisiensi
pasar didefinisikan sesuai dengan Efficient Market Hypothesis (EMH) sebagai sebuah pasar yang
beradaptasi cepat pada informasi tertampung ke dalam harga-harga saham ketika informasi dirilis
(Fama et al., 1969). Riset pasar modal dalam akuntansi berasumsi bahwa pasar ekuitas termasuk
efisien dalam bentuk semi-kuat (semi-strong form efficient). Yakni, semua informasi yang
tersedia secara publik, termasuk yang tersedia dalam laporan finansial dan disclosure finansial
lainnya, dengan cepat dan sepenuhnya ditampung ke dalam harga saham dalam cara yang tidak
berbias ketika dirilis.
The information content of earnings
Ketika sebuah perusahaan mengumumkan (announce) earning-nya untuk tahun tersebut
(atau paruh-tahun), apa dampaknya, jika memang ada, terhadap harga saham? Mengasumsikan
bahwa pasar kapital termasuk efisien bentuk semi-kuat (mereka akan bereaksi dengan cepat dan
dalam cara tanpa bias terhadap informasi yang tersedia secara publik), maka sebuah perubahan
dalam harga saham dianggap mengindikasikan bahwa informasi abru dalam public earning
announcement telah dimasukkan ke dalam harga sekuritas melalui aktivitas investor di dalam
pasar. Akan bermanfaat untuk menilai kembali cash flow entitas ini di masa mendatang.
Sejumlah studi penelitian telah menunjukkan bahwa informasi terkait earning terhubung dengan
perubahan-perubahan dalam harga sekuritas. Teori keuangan modern mengusulkan bahwa harga
saham dapat ditentukan sebagai jumlah cash flow masa depan yang diharapkan dari dividen,
didiskon ke nilai mereka saat ini menggunakan rate of return yang setaraf dengan level resiko
perusahaan. Selain itu, dividen adalah sebuah fungsi earning akuntansi, karena mereka pada
umumnya hanya dibayarkan untuk earning di masa lalu dan earning saat ini. Secara umum,

perusahaan-perusahaan dengan earning masa depan yang diharapkan (expected future earning)
yang lebih tinggi akan memiliki harga saham yang lebih tinggi. Ekspektasi ini terbentuk,
setidaknya sebagian, dalam basis earning historis untuk perusahaan yang bersangkutan.
Results of capital market research into financial reporting
Riset pasar model telah menjadi fokus utama riset akuntansi financial. Riset semacam ini
telah menyelidiki konten informasi earning dan juga item akuntansi serta disclosure lainnya.
Hasil dari riset ini akan berguna untuk akuntan praktek dan juga para profesional keuangan
seperti misalnya analis sekuritas yaitu sebagai membuat keputusan pelaporan financial.
Historical cost income (pemasukan biaya historik) digunakan oleh investor
Ball dan Brown (1968) dalam publikasi riset pasar modal pertama dalam akuntansi,
menyelidiki kegunaan accounting earning dibawah model historical cost (biaya historik).
Sebelum riset mereka, terdapat anggapan luas bahwa metode akuntansi historical cost
menghasilkan informasi tak berguna yang tidak bermanfaat bagi investor dan user laporan
finansial lainnya. Ball dan Brown melihat perlunya bukti empiris mengenai apakah accounting
earnings, dihitung menggunakan prinsip akuntansi historical cost, akan memberikan informasi
yang bermanfaat bagi investor. Mereka menyatakan (p. 159):
Jika, seperti yang diindikasikan oleh bukti, harga sekuritas beradaptasi dengan
cepat terhadap informasi baru segera setelah informasi tersebut tersedia, maka
perubahan dalam harga sekuritas akan mencerminkan aliran informasi terhadap
pasar. Sebuah revisi yang teramati dari harga saham yang diasosiasikan dengan
perilisan laporan income akan memberikan bukti bahwa informasi yang tercermin
dalam angka income akan berguna.
Sebelum sebuah perilisan earning, investor mendapatkan banyak informasi yang mereka
butuhkan dari sumber-sumber lain
Selain mengkonfirmasi manfaat model akuntansi historical cost, Ball dan Brown juga
menemukan bahwa kebanyakan informasi yang terkandung di dalam earning announcement (8590%) telah diantisipasi oleh investor. Ketika mengambil keputusan pelaporan finansial, penting
untuk diingat bahwa, meski akuntansi tampaknya merupakan sumber informasi yang penting
bagi pasar saham, akuntansi (accounting) bukanlah satu-satunya sumber informasi.
Konten informasi dalam earning announcement akan tergantung pada tingkatan sumbersumber informasi alternatif
Yang juga merupakan fungsi pembeda adalah ukuran rata-rata perusahaan antara dua
negara. Perusahaan-perusahaan yang lebih kecil cenderung memiliki sumber informasi alternatif
yang lebih sedikit dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar, dan mereka juga
cenderung tidak diikuti oleh analis sekuritas. Perbedaan dalam tingkat sumber informasi
alternatif antara perusahaan kecil dan besar ini menyebabkan perbedaan manfaat yang diperoleh
dari earning announcement, dengan laporan ini menjadi lebih bermanfaat bagi perusahaanperusahaan kecil daripada perusahaan-perusahaan besar.
Dampak unexpected changes (perubahan tidak diprediksi) pasar modal dalam hal earning
akan tergantung pada apakah perubahan ini diharapkan bersifat permanen atau
sementara/temporer
Mengikuti hasil yang ditemukan oleh Ball dan Brown bahwa arah perubahan unexpected
earning terkait positif dengan arah return abnormal, riset lebih jauh dilakukan dalam hubungan
antara magnitude (besar kecilnya) unexpected change dalam earning, atau laba per saham, dan
magnitude return abnormal. Hubungan ini seringkali dirujuk sebagai koefisien respon laba
(earning response coefficient). Hasil yang ada menunjukkan bahwa hubungan ini bukan

hubungan one-on-one. Hubungan ini akan bervariasi, tergantung dari apakah perubahan dalam
earning diharapkan bersifat permanen atau sementara/temporer. Peningkatan permanen
diharapkan menghasilkan peningkatan dividen, dan karenanya juga meningkatkan cash flow di
masa mendatang, dan hal ini mengimplikasikan sebuah perubahan dalam nilai perusahaan. Di
sisi lain, peningkatan temporer didiskontokan atau diabaikan, karena mereka tidak diharapkan
untuk memberikan dampak yang sama terhadap dividen yang diharapkan di masa mendatang
(Easton dan Zmijewski, 1989).
Persistensi earning akan tergantung pada magnitude relatif komponen-komponen kas dan
akrual dari current earnings
Sistem akuntansi akrual akan berbeda dari akuntansi berbasis kas mengingat perbedaan
dimana cash flow dikenali dalam laporan financial. Oleh karenanya, proses akrual melibatkan
penyesuaian timing dimana inflow dan outflow kas dari sebuah perusahaan diketahui mencapai
sebuah kesesuaian antara revenue (pemasukan) dan expense (pengeluaran). Aplikasi sistem
akrual dapat menjadi subyektif jika dibandingkan dengan sebuah proses obyektif, dan tergantung
pada pilihan-pilihan yang dibuat, banyak angka earning yang berbeda yang dapat tercapai.
Menurut Sloan (1996, p. 291):
Sebuah uji yang berguna untuk mengetahui apakah harga saham sepenuhnya
mencerminkan informasi yang tersedia membutuhkan spesifikasi sebuah model ekspektasi
naif alternatif, dimana digunakan untuk menguji efisiensi pasar nol. Model naif yang
ditearpkan dalam studi ini adalah bahwa investor terpaku fixate pada earning dan
gagal membedakan antara komponen akrual dan cash flow dari current earnings. Model
nave earning expectation ini konsisten dengan hipotesis fiksasi fungsional, yang
menerima dukungan empiris dalam pasar modal, riset perilaku dan riset eksperimental.
Earning announcement perusahaan lain dalam industri yang sama memiliki konten
informasi
Ketika sebuah perusahaan mengumumkan earning tahunannya, hal ini biasanya
menghasilkan return abnormal tidak hanya bagi perusahaan yang bersangkutan, melainkan juga
bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang industri yang sama (Foster, 1981). Yakni, terdapat
konten informasi untuk perusahaan-perusahaan yang serupa dan juga untuk perusahaan yang
melakukan announcement. Fenomena ini, dikenal dengan istilah information transfer transfer
informasi, mengurangi elemen surprise (ketidaktahuan) dalam earning announcement
perusahaan lain dalam industri yang sama dan memilih untuk melakukan announcement di
tanggal setelahnya. Karena informasi diperoleh dari announcement perusahaan yang serupa,
maka informasi yang dirilis terkait perubahan sales/penjualan dan earning akan menghasilkan
reaksi harga untuk perusahaan lain dalam sebuah industri, serta untuk perusahaan yang membuat
announcement tersebut (Freeman dan Tse, 1992). Jika earning announcement oleh satu
perusahaan memberikan dampak terhadap harga saham perusahan lain dalam industri yang sama,
akan terdapat sebuah ekspektasi bahwa jika sejumlah perusahaan hendak merilis informasi
earning, maka dengan semua hal lain dianggap sama, reaksi harga saham terbesar dapat
dihasilkan oleh entitas yang melakukan perilisan pertama kali.
Prediksi earning memiliki konten informasi
Earning announcement yang diprediksi oleh analis manajemen dan sekuritas
diasosiasikan dengan return saham. Yakni, tidak hanya announcement earning aktual akan
tampak menyebabkan perubahan dalam harga saham, tapi announcement dari expected earning
sjuga akan dapat menyebabkan perubahan harga. Serupa dengan earning announcements,
prediksi earning juga diasosiasikan dengan return pasar dalam artian arah dan magnitude-nya

(Penman, 1980; Imhoff dan Lobo, 1984). Hasil-hasil ini tidaklah mengejutkan karena prediksi
earning diharapkan mengandung informasi baru yang dapat digunakan dalam prediksi future
earnings. Prediksi terhadap expected future earnings tampaknya merupakan sebuah cara yang
efektif untuk mengkomunikasikan informasi ke dalam pasar saham. Selain itu, prediksi berita
buruk terkait future earning yang lebih rendah dari yang diharapkan juga dapat berguna dalam
menghindari tuntutan hukum pemegang saham yang potensial (Skinner, 1997).
Prediksi earning juga telah dieksplorasi dalam artian fenomena transfer informasi yang
dibahas diatas. Baginski (1987) memunculkan hasil yang menunjukkan bahwa harga saham
perusahaan di dalam industri yang sama yang tidak menyediakan sebuah prediksi earning yang
berkorelasi positif dengan perubahan ekspektasi earning yang diindikasikan oleh prediksi earning
yang dirilis oleh manajer perusahaan lain dalam industri yang sama.
Terdapat benefit yang diasosiasikan dengan pengungkapan informasi sukarela (voluntary
disclosure of information)
Voluntary disclosure (pengungkapan sukarela) termasuk inforamsi yang terkandung di
dalam laporan tahunan, dan juga yang dibuat dengan melalui media lain seperti misalnya press
releases, dan conference calls kepada analis sekuritas. Lang dan Lundholm (1996) menunjukkan
bahwa perusahaan-perusahaan dengan kebijakan pengungkapan (disclosure) yang lebih
informatif akan memiliki lebih banyak analis mengiktuinya dan memiliki prediksi earning analis
yang lebih akurat. Botosan (1997) menunjukkan bahwa meningkatnya voluntary disclosure di
dalam laporan tahunan diasosiasikan dengan penurunan biaya modal ekuitas, khususnya untuk
perusahaan-perusahaan yang memiliki sedikit analis pengikut.
Rekognisi diterima berbeda dari semata-mata pengungkapan catatan kaki
Mengakui (merekognisi) sebuah item dengan jalan mencatatnya di dalam laporan
finansial dan memasukkan jumlah numeriknya di dalam total laporan finansial dianggap berbeda
dari semata mengungkapkan jumlah ini dalam catatan kaki laporan. Cotter dan Zimmer (1999)
menunjukkan bahwa semata-mata pengungkapan current value terhadap tanah dan bangunan
akan mengindikasikan bahwa jumlahnya kurang pasti jika dibandingkan dengan current values
yang direkognisi (recognised) dalam laporan posisi finansial (neraca) melalui sebuah reevaluasi
aset. Hasil-hasil ini mengindikasikan bahwa investor lebih mengandalkan recognised amounts
dibandingkan disclosed amounts. Oleh karenanya, meski tidak perlu merekognisi informasi di
dalam neraca untuk kegunaannya, karena hanya dengan mengungkapkan (disclosing) informasi
di dalam catatan kaki saja berarti sudah menyampaikan informasi kepada investor, informasi
terungkap (disclosed information) dianggap kurang reliable daripada informasi terekognisi
(recognised information).
Ukuran (Size)
Terdapat bukti bahwa hubungan antara earning announcement dan perubahan harga
saham berbanding terbalik dengan ukuran sebuah entitas. Yakni, earning announcement dianggap
secara umum memiliki dampak yang lebih besar pada harga-harga saham perusahaan-perusahaan
kecil relatif daripada perusahaan-perusahaan besar.
Apakah current share prices (harga saham saat ini) mengantisipasi future accounting
earning announcement (pengumuman laba akuntansi di masa mendatang)?
Harga saham dan return (perubahan dalam harga dan dividen) oleh beberapa peneliti
dianggap memberikan benchmark yang bermanfaat untuk menentukan apakah informasi
akuntansi termasuk relevan untuk pengambilan keputusan investor. Harga saham dianggap
mewakili sebuah pengukuran benchmark atas nilai perusahaan (per saham), sementara return

saham mewakili sebuah pengukuran benchmark atas performa perusahaan (per saham).
Benchmark-benchmark ini secara bergantian digunakan untuk membandingkan manfaat
akuntansi alternatif dan metode pengungkapan (disclosure method). Masing-masing dari
pengukuran akuntansi performa ini dibandingkan dengan pengukuran performa sesuai
benchmark pasar (return) untuk menentukan pengukuran akuntansi mana yang lebih baik dalam
mencerminkan assessment pasar performa perusahaan.
Lebih jauh lagi, area riset ini memungkinkan peneliti untuk mempertimbangkan
pertanyaan-pertanyaan mengenai pengukuran laporan posisi finansial. Area riset ini didasarkan
pada sebuah framework teoretis yang diperoleh dari dasar alasan bahwa market value dan book
value sama-sama merupakan pengukuran terhadap nilai perusahaan (stock of wealth), meskipun
book value (nilai dalam buku) mengukur kekayaan tanpa luput dari sejumlah kesalahan. Jika
pasar diasumsikan efisien, market value memberikan sebuah pengukuran benchmark terhadap
mana pengukuran alternatif terhadap book value dapat dinilai.
Konsisten dengan sebuah pandangan bahwa harga pasar (market prices) tampaknya
mencerminkan current value dari aset entitas yang bersangkutan, seperti yang diindikasikan
dalam riset yang dibahas sebelumnya, menarik untuk mengetahui bahwa revaluasi aset tidak
tampak memberikan informasi terhadap investor melebihi informasi akuntansi historical cost.
Hasil ini menyatakan bahwa investor dapat mengestimasi informasi current value sebelum
informasi ini diungkapkan dalam laporan finansial. Oleh karenanya, meski ketentuan informasi
current value tidak memberikan informasi baru bagi investor, hal ini tampaknya mencerminkan
informasi yang digunakan oleh investor dalam membuat keputusan investasi mereka.