Anda di halaman 1dari 2

B.

Shelf Life dan Expiration Date


1. Shelf Life
Shelf life (waktu simpan) adalah periode penggunaan dan penyimpanan yaitu waktu
dimana suatu produk tetap memenuhi spesifikasinya jika disimpan dalam wadahnya yang
sesuai dengan kondisi penjualan dipasar. Waktu simpan minimum adalah periode yang
dibutuhkan suatu produk yang berada pada batas spesifikasi saat pembuatan untuk mencapai
batas spesifikasi periksa. Suatu produk dinyatakan stabil jika tidak menunjukan degradasi
bermakna, tidak terjadi perubahan fisika, kimia, mikrobiologi, sifat biologi, dan produk tetap
dalam batas spesifikasi simpan. Suatu obat yang telah melewati waktu simpannya mungkin
masih aman untuk dikonsumsi, namun kualitasnya sudah tidak lagi terjamin. Waktu simpan
yang bervariasi dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan, seperti paparan panas, cahaya dan
kelembaban.
Penentuan waktu simpan produk pangan dapat dilakukan dengan menyimpan produk
pada kondisi penyimpanan yang sebenarnya. Cara ini menghasilkan hasil yang paling tepat,
namun memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Kendala yang sering dihadapi
oleh industri dalam penentuan waktu simpan suatu produk adalah masalah waktu, karena bagi
produsen hal ini akan mempengaruhi jadwal launching suatu produk pangan. Oleh karena itu
diperlukan metode pendugaan waktu simpan cepat, mudah, murah dan mendekati waktu
simpan yang sebenarnya.
Metode pendugaan waktu simpan dapat dilakukan dengan metode Accelerated Shelflife Testing (ASLT), yaitu dengan cara menyimpan produk pangan pada lingkungan yang
menyebabkannya cepat rusak, baik pada kondisi suhu atau kelembaban ruang penyimpanan
yang lebih tinggi. Data perubahan mutu selama penyimpanan diubah dalam bentuk model
matematika, kemudian waktu simpan ditentukan dengan cara ekstrapolasi persamaan pada
kondisi penyimpanan normal. Metode akselerasi dapat dilakukan dalam waktu yang lebih
singkat dengan akurasi yang baik.
2. Expiration Date
Expiration date (tanggal kadaluarsa) adalah waktu yang tertera pada kemasan yang
menunjukkan batas waktu diperbolehkannya obat tersebut dikonsumsi karena diharapkan
masih memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Suatu obat yang telah melewati tanggal
kadaluarsanya keamanannya sudah tidak lagi terjamin. Suhu penyimpanan sangat
mempengaruhi tanggal kadaluarsa obat.

Waktu simpan dan tanggal kadaluarsa ditentukan berdasarkan tiga hal, yaitu
kestabilan kimia, penguapan, dan faktor manusia. Kestabilan kimia tergantung pada jenis
bahan yang dipakai. Bahan-bahan tertentu dalam suatu produk dapat berubah secara kimia
sebagai fungsi waktu. Ini akan mempengaruhi fungsi dan guna produk itu. Yang dimaksud
dengan penguapan adalah penguapan cairan dalam produk. Penguapan dalam botol sukar
dihindari karena tutup botol biasanya tidak terlalu sempurna berfungsi. Penguapan dapat
mengakibatkan konsentrasi bahan kimia dalam produk itu mengalami perubahan. Sedangkan
yang dimaksud faktor manusia yaitu kelalaian kita, seperti lupa menutup botol produk,
mencampur suatu produk dengan produk lain tanpa sengaja, atau masuknya debu, bakteri,
dan sebagainya.
Perbedaan antara waktu simpan dan tanggal kadaluarsa obat suatu obat, yaitu waktu
simpan biasanya berkaitan dengan kualitas suatu obat selama periode waktu tertentu,
sedangkan tanggal kadaluarsa berkaitan dengan kualitas dan keamanan suatu obat pada waktu
tertentu. Umumnya, tanggal yang tertulis pada produk-produk adalah waktu simpan. Tanggal
kadaluarsa jauh lebih singkat dari waktu.
Labuza,T.P. 1982. Shelf Life Dating of Foods. Food and Nutrition. Press Inc.,
Westport, Connecticut.
Syarif, R dan Hariadi, H. 1992. Teknologi Penyimpanan Pangan. Arcan: Jakarta.
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/joshita.djajadisastra/material/kestabilanobatkulia
hs2.pdf