Anda di halaman 1dari 15

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KOSAKATA

MELALUI MEDIA KARTU PADA KELOMPOK A DI TK.


HIDAYATUT THOLIBIN
TERBAN TAHUN 2014/2015
ANNA TRI HASTUTI
NIM. 823291902
annatrihastuti12@gmail.com
ABSTRAK
Usia TK adalah masa yang paling efektif dalam mengembangkan potensi
yang dimiliki anak. Dilatar belakangi rendahnya kemampuan mengenal kosa kata.
Permainan mengenalkan kosa kata di TK diharapkan tidak hanya berkaitan
dengan kemampuan berbahasa saja tetapi juga kesiapan mental, sosial dan
emosional anak. Maka dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan menarik.
Permainan pengenalan kosa kata di TK dengan metode bermain akan bermakna
bagi anak. Anak merasa senang mengetahui secara nyata dan akan menemukan
hal baru tanpa disadari anak tanpa terbebani, sehingga anak mampu dan
memahami kosa kata melalui bermain. Penelitian ini mengkaji penggunaan media
kartu dalam kegiatan pengenalan kosa kata pesertadidik kelompok A TK
Hidayatut Tholibin tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian adalah penelitian
tindakan kelas (PTK), dengan prosedur: perencanaan, tindakan, pengamatan dan
refleksi. Pengumpulan data dengan observasi terhadap proses dan hasil peserta
dalam mengenal kosa kata dengan media kartu. Hasil penelitian menyimpulkan:
penggunaan media kartu cukup tepat untuk meningkatkan kemampuan
mengenal kosa kata. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan mengenal kosa kata
dinilai belum baik pada prasiklus sebesar 17% meningkat menjadi 69% pada
siklus I dan meningkat lagi 86% pada siklus II.
Kata kunci: bahasa, kosa kata, media kartu
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Program

SI

PG-PAUD

UT

menargetkan

tulisannya

menjadi Tenaga Pendidik PAUD Profesional, yaitu dapat


mengembangkan program PAUD dan mampu melaksanakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Pementapan Kemampuan
Professional

(PKP)

sebagai

bentuk

kualitas pembelajaran
Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

upaya

meningkatkan

Taman kanak-kanak bertujuan membentu peserta didik


mengembakan potensi baik psikis dan fisik meliputi moral dan
nilai-nilai agama, sosial, emosial, kognitif, bahasa, fisik
motorik, dan seni. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik
memiliki kesiapan melanjutan tugas perkembangan pada
jenjang SD. Ada beberapa kegiatan yang perlu dikenalkan di
TK yaitu kegiatan membaca permulaan yang dilaksanakan
dengan prinsip belajar seraya bermain, dengan bermain anak
memiliki

kesempatan

menemukan,

untuk

berkreasi,

mengungkapkan

berekplorasi,

perasaan

dengan

menyenangkan sesuai dengan usianya.


Pendidikan TK berupaya melakukan berbagai usaha
pengembangan

potensi

perserta

didik,

termasuk

mengenalkan kemampuan berbahasa terutama kemampuan


membaca. Kegemaram membaca harus ditanamkan sejak dini
dengan cara karakteristik anak dan menyenangkan.
Berbagai

persoalan

yang

dihadapi

guru

dalam

mengajarkan cara membaca, yang diantaranya anak sering


bosan dan tidak berminat seperti mengenalkan huruf dan
kata, membca kata dengan simbol dan lain-lain. Sebagaimana
terjadi pada pengembangan bahasa di kelompok A TK
Hidayatut Tholibin tahun pelajaran 2014/2015 pada semester
II

banyak

anak

yang

belum

mampu

dalam

membaca

sederhana. Dari hasil pengamatan selama pembelajaran


dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:
1. Saat kegiatan mewarnai menunjukan hasil yang tidak
sesuai harapan
2. Sebagian besar anak kurang fokus dalam mengikuti
kegiatan pengenalan kosa kata

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

3. Pada kegiatan meniru tulisan hampir semua anak rebut dan


malas mengerjakan
4. Saat kegiatan menghubungkan gambar dengan tulisan
masih banyak anak yang kebingungan
Dari identifikasi masalah di atas, maka dirumuskan
pemecahan masalah yang harus dilakukan sebagai berikut:
1. Kurang jelasnya guru dan menjelaskan cara dan peraturan
dalam pembelajaran
2. Keengganan anak untuk menyelesaikan tugas karena
kurang adanya motifasi guru
3. Mudah bosannya anak karena kuarang adanya media baca
yang menarik 1
Untuk mengatasi hal tersebut perlu diadakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Untuk memecahkan permasalahan yang
melatar belakangi ketidak berhasilan proses pembelajaran
tersebut. Dalam hal ini peneliti memerlukan kerja sama
dengan teman sejawat dan konsultasi dengan pembimbing
agar proses penelitan tindakan kelas berjalan dengan baik.
Melihat permasalahan di atas penulis menggunakan media
kartu dalam meningkatkan kemampuan mengenal kosa kata,
karena media kartu merupakan media yang menarik dan
menyenangkan dan anak dapat terlibat langsung dalam
pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka perumusan masalah
yang menjadi focus perbaikan adalah: apakah media kartu
dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal kosa
kata di kelompok A di TK Hidayatut Tholibin Terban tahun
pelajaran 2014/2015.
C. Tujuan Penelitian

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah


untuk memenuhi mengetahui apakah media kartu dapat
dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal kosa
kata di kelompok A di TK Hidayatut Tholibin Terban tahun
pelajaran 2014/2015.
D. Manfaat penelitian
1. Manfaat bagi anak
Dengan menggunakan media kartu anak

dapat

meningkatkan kemampuan dalam membaca permulaan


dengan optimal tanpa paksaan ataupun tekanan juga jauh
dari kebosanan
2. Manfaat bagi guru
a. Menambah wawasan tentang alat peraga yang dapat
memacu kreatifitas guru untuk membuat alat peraga
yang lain
b. Mendapat
peraga

pengetahuan
kartu

untuk

tentang

penggunaan

meningkatkan

alat

kemampuan

membaca permulaan
c. Kemampuan

memperbaiki

pembelajaran

yang

dikelolanya.
d. Percaya diri dalam melaksanakan pembelajaran
3. Manfaat bagi sekolah
a. Meningkatkan mutu pendidikan di Taman Kanak-kanak
b. Sekolah menjadi maju karena kemajuan anak dan guru
yang kreatif
c. Kepercayaan

masyarakat

meningkat

pada

teknik

pelaksanaan pembelajaran mengenal kosa kota melalui


media kartu pada anak kelompok A di TK Hidayatut
Tholibin.

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

II. Kajian Pustaka


A. Membaca Permulaan Anak Usia Dini
Menurut Haratati (2005). Pendidikan anak usia dini
merupakan pembinaan yang dilakukan kepada anak sejak
lahir

melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk

membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan


rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan
lebih lanjut. Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas.
Menurut NAEYC (1992). Menyatakan usia dini adalah anak
yang berada pada rentang usia 0-8 th, meliputi teman
penitipan anak pendidikan pra sekolahbaik swasta maupun
negeri, TK dan SD.
Menurut

Kartadinata

(2003).

Ada

beberapa

titik

kritisyang perlu diperhatikan pada usia anak dini yaitu:


1.
2.
3.
4.

Membutukan rasa aman, istirahat dan makanan yang baik


Datang kedunia yang diprogram untuk meniru
Membutuhkan latihan dan rutinitas
Memiliki
kebutuhan
untuk
banyak
bertanya
dan

memperoleh jawaban
5. Cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa
6. Membutuhkan pengalam langsung
7. Trial and error menjadikan hal pokok dalam belajar
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
pendidikan usia dini adalah segala sesuatu pembinaan untuk
membantu

keseimbangan

dan

pertumbuhan

anak,

baik

jasmani maupun rohani.

B. Definisi Kosa Kata


Menurut Chomsky dalam Pateda (1990) menyatakan
bahwa anak yang baru lahir telah membawa kepastian atau
potensi bahsa. Banyak pendapat berbagai sumber tentang
definisi kosakata, antara lain menurut Rahayu (1999: 6),

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

kosakata adalah seluruh kata atau perbendaharaan atau


istilah yang mengacu pada konsep tertentu yang dimiliki oleh
seorang atau suatu bahasa dalam suatu lingkungan. Menurut
Dawdowski

(1982:

1454)

berpendapat

bahwa:

kosakata

merupakan seluruh kata yang ada dalam bahasa, dan Kosa


kata adalah keseluruhan kata yang tersedia baik kosa kata
aktif maupun kosa kata pasif.
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas dapat
disimpulkan kosa kata adalah suatu aspek yag dimilki seorang
dan mengacu pada konsep tertentu,

serta memilki aturan

dan kaidah kaidah tertentu. Serta digunakan untuk member


dan menerima informasi.
C. Tujuan Pengembangan Kemampuan Membaca
Dalam kegiatan membaca pengenalan kosa kata sangat
berpengaruh menurut (Tarigan (1987: 7) memberi batasan
membaca adalah proses yang dilaksanakan serta digunakan
oleh pembaca untuk mendapat suatu pesan yang hendak
disampaikan penulis melalui media kosa kata/ bahasa tulis.
D. Pengertian Media
Media berasal dari bahasa latin dan merupaka bentuk
jamak

dari

akat

medium

yang

secara

harfiah

artinya

perantara atau pengantar. Menurut Briggs (1977) media


pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi
materi pembelajarn.
Jenis jenis media:
1. Media visual dua dimensi tidak transparan contoh :
gambar, foto, grafik dan lain-lain
2. Media visual dua dimensi yang transparan contoh : film
slide, film strip,
3. Media visual tiga dimensi contoh: benda sesunggunhnya

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

4. Media audio contoh: Radio, kaset


5. Media audio visual: film, tv, video
E. Media Kartu
Media kartu merupakan media visual dua dimensi tidak
transpara, media kartu merupakan alat bermain yang berupa
kertas buffalo berwarna yang dipotong persegi panjang. Kartu
yang berbentuk persegi panjang dan berwarna menarik,
kemudian tiap kartu diberi tulisan atau kata.
Untuk memainkan media kartu perlu disepakati dulu
cara memainkannya. yaitu:
1.
2.
3.
4.

Menentukan siapa yang main terlebih dahulu


Guru menyiapkan gambar di papan tulis.
Anak membaca sedehana kata yang ada dalam kartu,
Anak mencocokan tulisan dengan gambar yang ada di

papan tulis.
5. Anak menempelkan tulisan yang ada di media kartu
dengan gambar yang sesuai dengan kata.
III.Pelaksanaan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
A. Subjek, Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam kegiatan penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah
para peserta didik salah satu kelompok A di TK Hidayatut Tholibin yang
beralamat Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus dengan jumlah
peserta didik 23 anak didik
Adapun siklus I dilaksanakan hari Senin 9 April 2015 13 April 2015
dan dikembangkan dalam sklus II yang dilaksanakan hari Senin 16 April 2015
April 2015 yang di bantu oleh Ibu Kasiyati, S. Pd. AUD selaku penilai dan
Ibu Jumrotun. S. Pd. AUD sebagai supervisor 2 dalam pelaksanaan kegiatan
perbaikan pembelajaran yang penulis laksanakan.
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Prosedur pembelajaran ini dilaksanakan dengan Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus yaitu terdiri dari:
1. Siklus I

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

Dalam siklus ini terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan,


pelaksanaan, observasi atau pengamatan dan refleksi.
2. Siklus 2
Apabila siklus 1 tidak mencapai ketuntasan yang diinginkan maka
dilakukan pelaksanaan pembelajaran siklus 2. Dalam siklus ini terdiri atas
empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi atau pengamatan
dan refleksi.
Berdasarkan hal tersebut maka alur penelitian tindakan kelas dapat
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas

C. Teknik Analisis Data


Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan secara bertahap yaitu
melalui:
1. Tahap pertama melakukan pengumpulan data melalui observasi terhadap
proses kerja peserta didik dan beberapa disajikan melalui proses reduksi
2. Tahap kedua dengan mendiskripsikan hasil pengumpulan data dalam
bentuk narasi, tabel dan grafik.
3. Tahap ketiga dengan cara menarik kesimpulan dalam bentuk pernyataan
Berikut ini skema analisis data yang disusun dalam sebuah bagan unutk
memperjelas teknik analisis data yang penulis gunakan.

Tahap 1
PENGUMPULAN DATA

Tahap 2
PENYAJIA DATA

mendiskripsika
data
dalam bentuk narasi, tabel dan grafik
Melalui observasi terhadap proses dan hasil
kerja peserta
didik

Tahap 3

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang


PENARIKAN KESIMPULAN
REDUKSI DATA

Berupa pernyataan atau formula singkat

Gambar 3.1. Skema Analisis Data


Untuk mengetahui persentase ketuntasan maka digunakan rumus
sebagai berikut:
F
N
P=
x 100%
Keterangan
P

: persentase ketuntasan

: jumlah siswa yang tuntas

: jumlah siswa

IV. Hasil dan Pembahasan


A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1. Deskripsi pra siklus
Sebelum

mengadakan

penelitian

perbaikan

pembelajaran,

kemampuan mengenal kosa kata peserta didik sangat rendah. Masih


banyak anak yang belum dapat mengenali kosa kata. Hal ini disebabkan
karena pembelajaran yang kurang menarik, suasana pembelajaran yang
membosankan, dalam kegiatan belajar anak kurang berminat mengikuti
pembelajaran mengenal kosa kata. Belum tersedianya media pembelajaran
yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mengenal kosa kata pada
anak didik.
Dari hasil pra siklus diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.1. Nilai Kemampuan Mengenal Kosakata Siswa Kelompok A TK
Hidayatut Tholibin Pras Siklus
Nilai X

Frekuensi (F)

Jumlah (FX)

12

17.30%

10

20

43.40%

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

Persentase


Jumlah

39.30%

23

41

100.00%

Nilai rata-rata

1.783

Keterangan
Mampu

3 poin

Cukup mampu

2 poin

Kurang Mampu :

1 poin

Berdasarkan analisis nilai kemampuan mengenal kosakata pra


siklus menunjukan prosentase mampu 17,3%, cukup mampu 43,4% dan
kurang mampu 39,3% dengan rata-rata 1,7. Sedangkan analisis nilai
kemampuan mengenal kosa kata pada siklus 1 menunjukan prosentase
mampu 69,6%, cukup mampu 21,7%,dan kurang mampu 8,7 dengan nilai
rata-rata 2,6.
Setelah melaksanakan RKH dan mengobservasi kegiatan pra siklus
kemudian penulis melakukan refleksi kegiatan, antara lain: reaksi anak
terhadap proses pengembangan yang saya lakukan, anak kurang antusias
dalam proses belajar. Kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan
yang saya lakukan, saya kurang menguasai materi sehingga hasilnya tidak
sesuai yang diharapkan. Kelebihan saya dalam pengembangan yang saya
lakukan, saya selalu memberi motivasi pada anak didik agar selalu
bersemangat. Adanya anak yang sulit membedakan kata ba dan da. Guru
mencoba melakukan PTK dengan mengganti media pembelajaran
menggunakan media kartu.
Memperhatikan hasil nilai, analisis kemampuan peserta didik
dalam berhitung dan refleksi kegiatan, maka penulis merasa perlu untuk
melaksanakan perbaikan pembelajaran.
2. Deskripsi siklus I
Siklus 1 diawali refleksi atas pra siklus, kemudian melakukan
perencanaan. Setelah perencanaan dibuat maka dilakukan pelaksanaan
dalam pelaksanaan dilakukan pula observasi atau pengamatan yang
Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

berisikan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi diketahui kemampuan


mengenal kosakata melalui media kartu diperoleh hasil sebagai berikut: 1
Tabel 4.2

Analisis kemampuan berhitung peserta didik pada kelompok A


TK Hidayatut Tholibin pada RKH ke 5 siklus 1

Nilai

Frekuensi

Jumlah

Persentase

(F)
16

(FX)
48

69.60%

10

21.70%

8.70%

Jumlah

23

60

100.00%

Nilai rata-rata

2.609

Keterangan :
Mampu

3 Poin

Cukup mampu

2 Poin

Kurang Mampu :

1 Poin

Maka dapat disimpulkan analisis nilai kemampuan berhitung siswa


pada pra siklus menunujukan peningkatan dari 1,7 menjadi 2,6. Tetapi
peningkatan belum mencapai target yang diinginkan sehingga diperlukan
siklus 2. Dari hasil siklus 1 dapat direfleksikan sebagai berikut: Reaksi
anak sangat bervariasi ada yang cepat daya tangkapnya dan ada yang
lambat daya tangkapnya. Kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan
yang saya lakukan, kurangnya persiapan media yang menarik. Kelebihan
saya, saya selalu melakukan pendekatan kepada siswa yang kurang
mampu mengenal kosakata. Hal unik yang saya temui adanya siswa yang
cadil atau sulit berkatar. Saya akan berusaha untuk lebih matang
mempersiapkan bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran.
3. Deskripsi Siklus 2
Berdasarkan hasil dan refleksi dari siklus 1, maka diputuskan
dilanjutkan ke siklus 2. Langkah awal yaitu perencanaan atas refleksi
siklus 1. Setelah perencanaan pelaksanaan dari perencanaan yang dibuat.

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

Langkah berikutnya observasi atau pengamatan. Langkah terakhir yaitu


refleksi atas kegiatan di siklus 2. Dari hasil siklus 2 diperoleh kemampuan
mengenal kosakata melalui media kartu sebagaimana berikut:
Tabel 4.3

Analisis kemampuan berhitung peserta didik pada kelompok A


TK Hidayatut Tholibin pada RKH ke 5 siklus 1 Tholibin pada
RKH 5 siklus II.

Nilai
X

Frekuensi
(F)
20

Jumlah
( FX)
60

Persentase

8.70%

4.30%

Jumlah

23

65

100.00%

Nilai rata-rata

87.00%

2.826

Keterangan :
Mampu

: 3 Poin

Cukup mampu

: 2 Poin

Kurang Mampu

: 1 Poin

Analisis kemapuan berhitung pada siklus II menunujukan


prosentase mampu 87%, cukup mampu 8,7% dan kurang mampu 4,3%.
Nilai di atas menunjukan adanya peningkatan dengan nilai rata-rata pras
siklus 1,7 sedangkan siklus I 2,6 dan siklus II 2,8.
Berdasarkan tabel gambar didapatkan hasil bahwa kemampuan
mengenal kosa kata dengan media kartu di TK Hidayatut Tholibin di
kelompok A mengalami peningkatan yang signifikan dan sesuai yang
diharapkan. Ini terlihat banyak anak yang dapat nilai baik, dari data di atas
dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengenal kosa kata dengan media
kartu di kelompok A TK Hidayatut Tholibin sudah sesuai apa yang
diharapkan oleh guru.
Hasil refleksi dari siklus 2 yaitu Reaksi anak mulai antusias
terhadap proses pengembangan yang saya lakukan. Kelemahan saya

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

dalam kurang member motivasi pada anak. Kelebihan saya, saya ingin
lebih dekat dengan anak didik. Hal unik yang saya temui adanya siswa
yang sangat pemalu sehingga guru harus selalu aktif dalam member
motivasi. Saya akan berusaha lebih memotivasi anak untuk melakukan
kegiatan.
Setelah melaksanakan siklus II dan dilahat dari hasil kegiatan anak
yang sudah sesuai harapan guru maka dianggap bahwa bermain kartu
dapat menigkatkan kemampuan kognitif anak dalam berhitung. Dan tidak
dilanjutkan ke siklus III.
B. Pembahasan Hasil Dari Setiap Siklus
1. Pra Siklus
Berdasarkan anlisis nilai kemampuan mengenal kosa kata Pra
siklus menunjukan prosentase mampu 17,3%, cukup mampu 43,4% dan
kurang mampu 39,3% dengan rata-rata 1,7. Sehingga diperlukan PTK
untuk meningkatkan kemampuan mengenal kosa kata melalui media kartu
2. Siklus I
Sedangkan analisis nilai kemampuan mengenal kosa kata pada
siklus 1 menunjukan prosentase mampu 69,6%, cukup mampu 21,7%,
dan kurang mampu 8,7 dengan nilai rata-rata 2,6. Maka dapat disimpulkan
analisis nilai kemampuan berhitung siswa pada pra siklus menunujukan
peningkatan dari 1,7 menjadi 2,6
3. Siklus II
Analisis kemapuan berhitung pada siklus II menunujukan
peningkatan dengan prosentase mampu 87%, cukup mampu 8,7% dan
kurang mampu 4,3%. Nilai di atas menunjukan adanya peningkatan
dengan nilai rata-rata pra siklus dengan nilai rara - rata1,7 sedangkan
siklus I dengan nilai 2,6 dan siklus IIdengan nilai rata rata 2,8. Maka
dapat disimpulkan bahwa mengenal kosa kata melalui media kartu
menunujukan peningkatan.
4. Perbandingan
Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

Dari analisis kemampuan mengenal kosa kata melalui media kartu


maka dapat disimpulkan adanya peningkatan yang signifikan dengan hasil
anak yang mampu mengenal kosa kata hal ini dapat dilihat dari
perbandingan antar siklus:
No

Nilai

1
2
3

Nilai
Nilai
Nilai

Pra Siklu
Jml
%
4
17.30
10
43.40
9
39.30

Siklus 1
Jml
%
16
69.60
5
21.70
2
8.70

Siklus 2
Jml
%
20
87.00
2
8.70
1
4.30

Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran mengenal kosa kata


target untuk anak sebesar 80% terbukti adanya peningkatan prestasi belajar
anak dari Pra Siklus 17.30 pada siklus I menjadi 69.60%dan pada siklus II
dari 69.60% menjadi 87%.

V. Kesimpulan dan Saran


A. Kesimpulan
Dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui PTK yang
penulis lakukan dalam 2 siklus dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Media kartu dapat menigkatkan kemampuan mengeanal kosa kata peserta
didik hal ini ditunjukan hasil analisis nilai kemampuan berhitung siswa pra
siklus 17,3% yang mengenal kosa kata naik menjadi 69,6% (siklus I) dan
dari 69,6% menjadi 87% disiklus II.
2. Media kartu memberikan pengalaman belajar dengan bermain sehingga
anak tidak terbebani melakukan pengalaman kosa kata, hal ini dapat
berpengaruh pada peningkatan kemampuan berhitung anak.
B. Saran
Untuk meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik beberapa
saran dilakukan, antara lain:
1. Pendidik memilih metode pembelajaran yang cocok dengan kreatifitas
anak.
2. Pendidik sebaiknya menyiapkan diri secara maksimal
3. Pendidik sebaiknya menyajikan pembelajarn yang menarik sehingga anak
tertarik untuk mengikuti pembelajaran
4. Untuk peneliti selanjutnya bisa menambahkan
membedakan metodenya dalam pembelajaran
Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang

metodenya

atau

DAFTAR PUSTAKA
Bahri, Syaiful. 2014 pengertian media dan jenis media 17 April 2015 09.00.
http://www.pengertianahli.com
Montalalu. 2005. Bermain Dan Permainan Anak TK. Jakarta: Universitas terbuka
Munandar, Utamai. 1985. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah.
Jakarta:Gramedia
Nana, Sudjana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Depdikbud
Soegeng Santoso. 2008. Dasar-Dasar Pendidikan TK. Jakarta: Universitas
Terbuka
Tatminingsih, Sri, Dkk. 2014. Panduan Pemantapan Kemampuan Professional.
Jakarta: Universitas Terbuka
Winda Gunarti, Lilies Suryani, Azisah Muis. 2010. Metode Pengembangan
Perilaku Dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas
Terbuka
Zulkifli. 2015. Pengertian media menurut para ahli 17April 2015 09.30 https://
Zulkifli media pembelajaran.Word Press.com

Anna Tri Hastuti S1 PAUD UT Pokjar Semarang