Anda di halaman 1dari 30

HIPERKES FAKTOR KIMIA

Drs. Petrus Widikarsana

BAHAYA FAKTOR KIMIA DI


TEMPAT KERJA
ADALAH SEMUA BAHAN
KIMIA YANG ADA DI
LINGKUNGAN KERJA, YANG
DAPAT MENIMBULKAN
GANGGUAN KESEHATAN
TENAGA KERJA

TOKSIKOLOGI INDUSTRI
ILMU YANG MEMPELAJARI ASAL DAN
CARA KERJA BAHAN KIMIA
BERBAHAYA YANG ADA DI INDUSTRI
FAKTOR KIMIA DI LINGKUNGAN KERJA
SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT
KERJA

SIFAT DAN TINGKAT RACUN BAHAN KIMIA


DITENTUKAN OLEH :

SIFAT FISIK
SIFAT KIMIAWI
SIFAT FISIOLOGIS
JALAN MASUK BAHAN
DALAM TUBUH
LAMA PEMAPARAN
FAKTOR TENAGA KERJA

KIMIA

KE

SIFAT FISIK BAHAN KIMIA

SIFAT FISIK : GAS, PADAT DAN CAIR


BAHAN KIMIA YANG ADA DALAM UDARA
LINGKUNGAN KERJA
A. GAS DAN UAP
B. PARTIKULATE / AEROSOL
DEBU
KABUT (MIST)
FUME (FOG)
ASAP

SIFAT KIMIA

JENIS PERSENYAWAAN
BESAR MOLEKUL
KONSENTRASI
DAYA LARUT KE DALAM DARAH DAN
JARINGAN

SIFAT FISIOLOGIS
BERDASARKAN EFEK BIOLOGIS
TERHADAP TUBUH :
IRITANT (PERANGSANG)
ASFIKSIA
ANASTETIK DAN NARKOTIK
RACUN SISTEMIK
MUTAGEN
CARCINOGEN

JALAN MASUK BAHAN KIMIA KE


DALAM TUBUH
SALURAN PERNAFASAN
SALURAN PENCERNAAN
KULIT

SALURAN PERNAFASAN
CARA MASUK PALING CEPAT
GAS DAN UAP DISERAP SANGAT
CEPAT
PARTIKEL DISERAP LEBIH LAMBAT,
TERGANTUNG DARI UKURAN
PARTIKEL DAN DAYA LARUT

DEBU

BERDASARKAN UKURAN PARTIKEL : DEBU


TOTAL ( 5 10 ),DEBU RESPIRABLE(< 5 )
BERDASARKAN EFEK TERHADAP
JARINGAN PARU-PARU :
DEBU FIBROGENIK (DAPAT MENIMBULKAN
FIBROSIS JARINGAN PARU
(PNEUMOKONIOSIS: CONTOH SILICA,
ASBES)
DEBU NON FIBROGENIK ( IRITANT,
ALERGENIK, INERT)

SALURAN PENCERNAAN
PARTIKEL YANG MASUK MELALUI
SALURAN PERNAFASAN DITELAN
BERUPA LUDAH ATAU DAHAK
KONTAMINASI PADA TANGAN
HATI ADALAH ORGAN YANG PENTING
UNTUK MENETRALISIR RACUN

KULIT
JALAN MASUK UNTUK :
BAHAN KIMIA CAIR
AEROSOL YANG MENGENDAP DI
PERMUKAAN KULIT
FAKTOR KIMIA DI LINGKUNGAN KERJA 80
90 % MERUPAKAN PENYEBAB PENYAKIT
KULIT AKIBAT KERJA.

FAKTOR TENAGA KERJA


USIA
JENIS KELAMIN
DERAJAD KESEHATAN
o STATUS GIZI
o PENYAKIT YANG SEDANG DIDERITA
PEMAPARAN DENGAN BAHAN KIMIA LAIN
SIFAT INTERAKSI
o SINERGESTIK
o ANTAGONISTIK

LAMA PEMAPARAN
AKUT
SUB AKUT
KRONIK

EFEK KERACUNAN AKUT


TERGANTUNG PADA TINGKAT
TOKSISITAS BAHAN
TINGKAT TOKSISITAS

DOSIS LETAL/Kg BB

1. NON TOKSIK

> 15.000 mgram

2. RINGAN

5.000 15.000 mg

3. SEDANG

500 5.000 mg

4. TINGGI

50 500 mg

5. SANGAT TINGGI

5 50 mg

6. SUPER TOKSIK

< 5 mg

FAKTOR TENAGA KERJA


USIA
JENIS KELAMIN
DERAJAD KESEHATAN
STATUS GIZI
PENYAKIT YANG SEDANG DIDERITA
PEMAPARAN DENGAN BAHAN KIMIA LAIN
SIFAT INTERAKSI
SINERGESTIK
ANTAGONISTIK

USAHA PENCEGAHAN
A.

TEMPAT KERJA : PENGENDALIAN TEKNIS


ELIMINASI
SUBSTITUSI
VENTILASI
HIGENE DAN SANITASI
UPAYA PENGENDALIAN TEKNIS DIPANTAU
DENGAN PENGUJIAN LINGKUNGAN KERJA,
HASIL DIBANDINGKAN DENGAN NAB (TLV)

TENAGA KERJA
PENDIDIKAN DAN LATIHAN
ALAT PELINDUNG DIRI
PEMERIKSAAN KESEHATAN

AWAL
BERKALA
KHUSUS
PEMANTAUAN BIOLOGIS HASIL
DIBANDINGKAN DENGAN NBB (BLV)
SANITASI PERORANGAN

ASFIKSIAN
(bahan yang menimbulkan anoksia
kekurangan oksigen) yaitu bahan yang
dapat mengurangi oksigen (O2) atau
meningkatkan karbon dioksida (CO2)
dalam darah atau jaringan

Berdasarkan mekanisme
terjadinya, anoksia dibagi 3 :
a.

b.

c.

Anoksia anoksik : kekurangan oksigen dalam udara


pernafasan dan darah, disebabkan penggantian atau
pengenceran oksigen dalam atmosfer. Zat-zat yang dapat
menimbulkan anoksia anoksik adalah ethane, helium,
hidrogen sulfida, nitrogen oksida
Anoksia anemik : kekurangan oksigen yang dapat diangkut
oleh hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah. Keadaan ini
dapat disebabkan oleh : perdarahan, yang menyebabkan
kehilangan sel-sel darah merah; gas CO, anilin, toluidine,
yang mempunyai daya ikat (afinitas) terhadap Hb lebih kuat,
sehingga Hb tidak mampu lagi mengikat oksigen
Anoksia histotoksik : disebabkan kerusakan pada sel,
sehingga tak mampu mengambil oksigen dari darah; misalnya
asam sianida, nitrites dll

ANASTETIK DAN NARKOTIK


Yaitu zat yang dapat menekan fungsi saraf pusat. Urutan
bahan kimia berdasarkan tingkat anastetiknya adalah
sebagai berikut :

etylene hidrokarbon
olefin hidrokarbon
etil-eter, iso propil eter
parafin hidrokarbon
keton alifatik
alkohol alifatik

RACUN SISTEMIK
Yaitu zat yang daya racunnya dapat menyebar ke bagian
tubuh atau organ lain disamping tempat kontaknya. Bahanbahan yang diklasifikasikan sebagai racun sistemik
berdasarkan organ target utama yang dikenai seperti :
hepatotoksik : racun terhadap hati (liver) seperti CCl4
nefrotoksik : racun terhadap ginjal, seperti Pb, Hg
Neurotoksik : racun terhadap saraf, seperti Pb, Hg
Hematotoksik : racun terhadap darah/sistem pembuat
darah, seperti Benzen
Pulmonotoksik : racun terhadap paru-paru

DIOXIN
NAMA LAIN : TCDD (2,3,7,8 Tetrachloro Dibenzo p-dioksin)
TERDAPATNYA :
Kertas (pemutih), pembakaran sampah yang mengandung
klor, tas kresek (plastik), PVC
SIFAT :
Mudah larut dalam lemak dan terakumulasi pada rantai
makanan kita
PENGARUH :
Penurunan produksi sperma manusia
Timbulnya kanker kelenjar testis
Endometrioses- kesakitan yang amat sangat yang terjadi di
luar uterus pada sel-sel normal terusan uterus (pada ibuibu)
Kanker payudara

BENZEN
PEMAKAIAN:
Dalam cat, pelarut, larutan pembersih, vernis, sirlak
PENGARUH
Mual, nadi cepat dan tidak teratur, gangguan keseimbangan
gerak (ataxia), pusing-pusing, gelisah, mengigau yang
mendorong terjadinya depresi dan koma
Dalam konsentrasi tinggi menyebabkan kematian disebabkan
karena kegagalan pernafasan dan jantung
Inhalasi yang kronis menyebabkan bintik-bintik pada kulit dan
pendarahan pada sendi dan selaput lendir, anemia

NAB : 10 ppm (A2)

PHENOL
NAMA LAIN :
Cresol, karbol, kreolin, lycresol
PEMAKAIAN
Desinfektan (pencegah hama), antiseptik (pembasmi
kuman), pembersih lantai dan kamar mandi/WC,
menghilangkan bau busuk
PENGARUH
Keracunan sistemik, mula-mula merangsang dan
menimbulkan depresi (penekanan) terhadap saraf pusat,
penyempitan pembuluh saraf dan terhentinya
pernafasan. Mempengaruhi terhadap sistem sirkulasi
jantung (sirkulasi peredaran darah dalam jantung)
NAB : 5 ppm (A4)

CARBON MONOKSIDA ( CO)


TERDAPATNYA
Pada pembakaran yang tidak sempurna
PENGARUH
Pusing-pusing
Tidak sadar drowsines), badan lemah
Muntah dan otot bergetar
Nadi melonjak dan nadi pada pelipis berdenyut-denyut
Tekanan darah meningkat
Manik mata membesar, kulit biru, bibir pucat
Napas sesak, kejang-kejang
NAB : 25 ppm

NITROGEN OKSIDA
(NO DAN NO2)
TERDAPATNYA
Las listrik, mesin diesel
PENGARUH :
Batuk-batuk, kelelahan, mual
Oedema pada paru-paru
Kulit biru-biru
Sakit pad mata, hidung, tenggorokan
Kekejangan yang hebat
Serangan asma dan bronkitis
Kekacauan mentas, mengantuk, tidak sadarkan diri
Kematian (pemblokiran pertukaran oksigen)
NAB : NO : 25 ppm; NO2 : 3 ppm; (A4); PSD ; 5 ppm

KEROSEN
PEMAKAIAN :
Sebagai minyak bakar, pelarut
PENGARUH
Menimbulkan europia (tertawa-tawa) yang menyerupai keracunan
alkohol
Rasa panas terbakar pada dada
Sakit kepala, tinitus, mual
Badan lesu, kurang adanya koordinasi dalam gerak, gelisah
Pusing-pusing, drowsiness (keadaan antara sadar dan tidak), koma,
kejang-kejang
Kulit kebiru-biruan
NAB (direncanakan) Kerosen/asap diesel : 350 mg/m3 (A3)

FORMALDEHID
PEMAKAIAN :
Sebagai antiseptik, untuk menghilangkan bau,
karpet, lem pada plywood, deterjen, kosmetik
PENGARUH
Iritasi pada mata
Dypsnea (sesak nafas)
Sakit kepala dan mati lemas
Oedema pangkal tenggorok, bronkitis
NAB (KTD) : 0,3 ppm (A2)

TERIMA KASIH
Thanks for your attention
Matur Nuwun Sanget