Anda di halaman 1dari 17

Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya

kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

RINGKASAN MATERI MPK AGAMA ISLAM


SEMESTER DUA (MATERI UAS)

DIMENSI SOSIAL AJARAN AGAMA ISLAM


2010

A. Keluarga dan Masyarakat Islami


1. Keluarga Islami
a. Pengertian dan Karakteristik Keluarga Sakinah, Mawaddah Warahmah
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang anggota-anggotanya
terikat secara lahir dan batin serta terikat secara hukum karena pertalian darah
dan perkawinan.
Keluarga inti : terdiri dari suami, istri dan anak-anak
Keluarga besar : keluarga inti ditambah dengan kakek, nenek, paman, bibi,
keponakan baik dari pihak ayah maupun ibu.
Dalam ajaran Islam, suatu keluarga yang islami adalah keluarga yang sakinah,
mawaddah dan rahmah.
Sakinah : berasal dari bahasa Arab yang berarti ketenangan. Beberapa
pengertian sakinah :
• Al-Jurjani mengemukakan satu defenisi mengenai sakinah, yaitu
adanya ketentraman bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang
selalu dilimpahkan kepada makhluk-Nya ke dalam hati pada saat
datangnya goncangan dan cobaan.
• Secara keseluruhan sakinah merupakan ketentraman jiwa dan
ketenangan bathin
• Sakinah merupakan suatu ketenangan yang harus didahului oleh
gejolak karena dalam setiap rumah tangga diwarnai gejolak bahkan
kesalahpahaman, namun ia dapat segera tertanggulangi lalu melahirkan
sakinah (tenang).
Sakinah dapat tercapai jika di dalam keluarga ada rasa saling mencintai, rasa
kasih sayang, pengertian dan tenggang rasa.
Mawaddah :
• Mawaddah memiliki arti kelapangan dada dan terhindarnya jiwa
seseorang dari kehendak yang buruk.

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 1
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

• Mawaddah adalah cinta sejati yang tidak lengkap kecuali semua unsur
terpenuhi, yaitu perhatian, tanggung jawab, penghormatan serta
pengetahuan.
Warahmah : kasih sayang yaitu kondisi psikologis yang muncul di dalam hati
2010

karena menyaksikan ketidakberdayaan sehingga mendorong yang


bersangkutan untuk memberdayakannya
Keluarga Sakinah, Mawaddah Warahmah : keluarga yang di dalamnya penuh
dengan ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan sebagai akibat dari
menyatunya pemahaman dan kesucian hati serta bergabungnya kejelasan
pandang dengan tekad yang kuat.

Karakteristik Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah :


Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kebahagiaan
manusia atau keluarga yang sakinah akan tercapai bila memenuhi beberapa
hal, yaitu :
a. Rumah yang luas, maksudnya bukan rumah yang secara fisik berukuran
luas, tetapi merupakan tempat tinggal yang memberikan kenyamanan,
ketenangan dan kelapangan hati.
b. Kendaraan yang layak, maksudnya tidak terbatas kepada mobil pribadi
atau kendaraan lain, tetapi kendaraan yang bias menghantarkan pemiliknya
ke tempat-tempat yang baik dan diridhai oleh Allah SWT.
c. Istri yang sholehah dan suami yang sholeh, yaitu pendamping hidup yang
senantiasa beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah serta selalu
mengingatkan jika salah satu di antaranya melakukan kesalahan.
Beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh keluarga yang sakinah,
mawaddah dan wa rahmah adalah :
 Mampu membina keluarga dan kehidupan secara mandiri sesuai dengan
perintah Allah SWT.
 Mampu mendidik keluarga dan anak-anak agar menjadi generasi penerus
yang sholeh, beriman dan bertaqwa.
 Anak-anak yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Dalam
pandangan Islam berbakti kepada orang tua merupakan suatu keharusan
yang harus selalu dijaga dengan baik.dalam beberapa ayat Al-Qur’an

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 2
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

disebutkan bahwa berbakti kepada orang tua demikian pentingnya,


sehingga diletakkan pada posisi yang signifikan setelah kita berbakti
kepada Allah SWT (Surah Luqman ayat : 14).
b. Fungsi dan Tujuan Keluarga
2010

Fungsi dan tujuan keluarga tercermin dalam tanggung jawab keluarga, baik
secara internal maupun eksternal.
Tanggung jawab internal ( interaksi antara anggota keluarga )
Menurut Islam salah satu dari fungsi dan tujuan keluarga adalah untuk
mengintegrasikan individu yang dapat dicapai secara horizontal, dimana
antara suami, istri dan anak-anak mempunyai tanggung jawab masing-masing,
di antaranya :
 Hidup secara baik dalam rumah tangga, saling mencintai dan dicintai dan
saling menyayangi.
 Suami dan istri harus memelihara kesucian diri di dalam dan di luar rumah
tangga.
 Mempunyai hak dan kewajiban yang dilaksanakan sesuai dengan
kemampuan hak dan kewajiban tersebut.
 Kekayaan yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama
suami istri, dinikmati bersama dan digunakan untuk membesarkan anak-
anak yang (juga) menjadi tanggung jawab bersama.
 Suami istri bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pendidikan
anak mereka.
 Anak-anak harus mematuhi dan menghormati kedua orang tuanya.
 Anak-anak harus berbakti untuk orang tua selamanya dan senantiasa
berdo’a untuk kebahagiaan dan kebaikan mereka baik mereka masih hidup
ataupun telah wafat.
Tanggung jawab eksternal ( interaksi sosial )
Ada jalinan keserasian antara tanggung jawab keluarga dengan kehidupan
sosial karena keluarga adalah unit terkecil yang menjadi pendukung
lahirnya sebuah masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial, hidup dalam
suatu masyarakat yang para anggotanya saling berinteraksi dan
mempunyai ketergantungan satu sama lain, hal ini melahirkan suatu hak

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 3
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

dan kewajiban. Dimana kewajiban terhadap masyarakat harus


dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Diantara kewajiban itu adalah :
 Menegakkan keadilan dalam artian yang seluas-luasnya.
2010

 Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak yang dimiliki oleh orang


lain.
 Saling membantu dan tolong menolong ketika ada anggota masyarakat
yang mengalami kesulitan.
c. Upaya Pembentukan Keluarga
Di dalam ajaran Islam, keluarga islami dibentuk melalui suatu pernikahan /
perkawinan.
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai
suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia
dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa (UUP Perkawinan pasal
1/tahun 1974)
Sahnya pernikahan menurut Islam jika memenuhi beberapa hal berikut :
 Dipenuhinya semua rukun nikah
 Dipenuhi syarat2 nikah
 Tidak melanggar larangan perkawinan yang ditentukan oleh syari’at
Hikmah dan Tujuan Pernikahan :
a) Hidup tentram dan sejahtera
b) Menghindari perzinaan
c) mengatur hubungan laki-laki dan wanita ( yang secara fitrahnya saling
tertarik ) dengan aturan yang khusus.
d) Memelihara keturunan
e) Melindungi wanita
f) Menciptakan persaudaraan baru
g) Mengatur masalah kewarisan
2. Masyarakat Islami
a. Pengertian dan Karakteristik Masyarakat Islami
Masyarakat Islam adalah masyarakat yang seluruh atau sebagian besar
anggotanya merupakan orang-orang muslim yang berpedoman pada akidah
dan hukum Islam yang dibentuk berdasarkan ajaran dan tata nilai Islam yang

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 4
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

mengandung arti bahwa prinsip-prinsip dasar yang membentuk dan membina


masyarakat itu adalah nilai-nilai luhur ajaran agama Islam serta berorientasi
kepada fondasi tauhid.
Masyarakat Islami adalah masyarakat yang dibentuk berdasarkan etika
2010

Ketuhanan Yang Maha Esa yang bertopang pada :


a. Mentaati perintah Allah SWT yang dicerminkan dengan kasih sayang
terhadap sesama anggota masyarakat.
b. Bersyukur terhadap rahmat dan nikmat Allah SWT, segala puji hanya
baginya semata yang dicerminkan pada upaya mewujudkan kesejahteraan dan
kemaslahatan masyarakat secara material dan spiritual berlandaskan pada
kaedah moral yang mulia.
c. Rasa dekat dengan Allah SWT yang dicerminkan dalam perasaan takut
pada larangan-Nya yang membentuk sikap dan jiwa yang adil dan bertanggung
jawab, menghindari tingkah laku curang dan menolak kejahatan dalam
anggota masyarakat. (Departemen Agama RI, 1997 : 50).
Karakteristik Masyarakat Islami :
 Masyarakat Islami adalah masyarakat terbuka, berdasarkan pengakuan
pada kesatuan umat dan cita-cita persaudaraan sesama manusia. Islam
menganggap rasisme, kastaisme, dan dinastiisme sebagai satu hal yang
mengingkari ketentuan Allah SWT dan merupakan pengkhianatan terhadap
sesame manusia.
Dalilnya : Surat An-nisa ayat 1 dan Surat Al-hujurat ayat 13.
 Masyarakat Islam adalah masyarakat yang terpadu, integratif, dimana
agama Islam menjadi perekat yang menyatukannya. Masyarakat terpadu
sendiri adalah masyarakat yang seimbang sebagaimana yang disebutkan dalam
Al-Qur’an Surat Ar-Rahman ayat 7-9.
 Masyarakat Islam adalah masyarakat yang dinamis dan progresif karena
manusia ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi yang seharusnya berfungsi
secara dinamis dan progresif dalam menciptakan sarana dan prasarana bagi
terwujudnya kesejahteraan manusia dalam segala aspek kehidupannya.
 Masyarakat Islami adalah masyarakat yang demokratis, baik secara
spiritual, sosial, ekonomi, maupun demokrasi politik.
 Masyarakat Islami adalah masyarakat yang berkeadilan, yang membentuk
semua aspek dari keadilan sosial baik di bidang moral, hokum, ekonomi dan
Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 5
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

politik yang telah ditetapkan dalam aturan dan kelembagaan yang telah
disepakati.
Dalilnya : Surat Al-Maidah ayat 8
 Masyarakat Islami adalah masyarakat yang berwawasan ilmiah dan
2010

terpelajar karena sangat menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.


 Masyarakat Islami adalah masyarakat yang disiplin karena Allah SWT
telah menetapkan segenap ajarannya berdasarkan aturan dan batasan yang
terang yang berkaitan dengan kedisiplinan baik dalam hal ibadah maupun
muamalah.
 Masyarakat Islam menentukan pada kegiatan keumatan yang memiliki
tujuan yang jelas dan perencanaan yang sempurna menggunakan
manajemen yang rasional dan efektif. Dilakukan dengan disiplin yang tinggi
dalam melaksanakan prinsip-prinsip kehidupan dan kemasyarakatan.
 Masyarakat Islami membentuk persaudaraan yang tangguh dan
menekankan kasih sayang antar sesama.
 Masyarakat Islami adalah masyarakat yang sederhana tetapi
berkesinambungan.
b. Peran Keluarga dalam Membentuk Masyarakat Islami
Keluarga adalah unit terkecil yang menjadi penyusun, pendukung dan
pembangkit lahirnya sebuah masyarakat. Masyarakat Islami merupakan misi
Al-Qur’an yang yang harus diwujudkan dan diusahakan oleh setiap pribadi
muslim. Individu yang islami tersebut dibentuk melalui didikan di dalam
keluarga yang islami pula. Menurut Islam, keluarga tidak hanya bertujuan
untuk mengintegrasikan individu tetapi sekaligus juga membentuk masyarakat
yang islami. Integrasi individu dapat dicapai secara horizontal sementara
masyarakat dicapai secara vertical dimana inidvidu dari semua lapisan
perkembangan manusia.
Keluarga merupakan sebuah sel pertama yang penting bagi berdirinya sebuah
masyarakat dan member pengaruh yang kuat dan mendasar dalam
terbentuknya sebuah masyarakat. . Kedudukan keluarga sangat penting dan
menentukan karena itu keberadaannya tidak mungkin untuk dihilangkan.
Keluarga merupakan pusat dimana seluruh aktivitas manusia berlangsung
dimana setiap anggota keluarga memiliki fungsi masing-masing secara
terstruktur dan teratur. Setiap anggota keluarga harus memaksimalkan
Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 6
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

perannya masing-masing dalam mencapai terwujudnya keluarga yang sakinah,


mawaddah wa rahmah.
Pada akhirnya ketika seluruh keluarga islam telah dapat mencapai tingkat
sakinah, mawaddah wa rahmah maka terwujudnya masyarakat yang Islami
2010

secara utuh dapat tercapai.


B. Pranata Sosial Islam
1. Mesjid dan Fungsinya bagi Masyarakat
Istilah masjid berasal dari kata sajada, yasjudu yang berarti bersujud atau
menyembah, jadi secara harfiah masjid dapat diartikan sebagai tempat sujud.
Masjid yang sesuai dengan konsep ajaran agama Islam adalah fungsi masjid yang
dicontohkan oleh Rasulullah saw, yaitu :
a. Pusat pendidikan dan penerangan, sebagai tempat Nabi saw menjelaskan
wahyu, menjawab berbagai pertanyaan, memberikan fatwa dan mengajarkan
agama Islam.
b. Tempat bermusyawarah dalam berbagai urusan masyarakat
c. Pusat makamah hukum dan peradilan dalam menyelesaikan berbagai perkara
dan perselisihan.
d. Markas militer, tempat mengatur dan membuat strategi militer.
e. Kantor sekaligus pusat pemerintahan dalam menyelenggarakan administrasi
kenegaraan.
f. Pusat keuangan dan perbendaharaan negara (baitul mal)
g. Tempat tinggal bagi mereka yang ingin mendalami Islam (semacam pesantren)
h. Tempat penampungan orang tidak mampu, masjid nabawi memiliki suatu
ruangan yang disebut dengan suffah sebagai tempat menyantuni kaum fakir.

Masjid masa depan


Pada dasarnya fungsi mesjid pada zaman modern relatif sama dengan fungsi
mesjid pada zaman Rasulullah. Hanya saja memasuki millenium baru, mesjid
harus menata dirinya dengan menampilkan sosok yang mengagumkan baik dari
segi bangunan fisik, sarana, arsitektur dan nilai seninya. Aktivitasnya harus
dikelola dengan manajemen modern yang mencontoh fungsi mesjid pada zaman
Nabi SAW dengan cara melakukan aktualisasi pemahaman, dari pemahaman
tekstual menuju konstektual sampai konseptual. Misalnya dengan :

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 7
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

 pembangunan sarana fisik yang memadai


 kegiatan ibadah mahdhah harus berjalan dengan teratur
 menyiapkan sarana audio visual untuk pendidikan sejarah Islam yang
2010
dilengkapi dengan VCD, DVD, film dan sebagainya.
 Sebagai pusat informasi Islam yang dikelola secara modern dengan
internet, dilengkapi dengan faks, email, website dan sebagainya.
 Pembentukan lembaga dakwah, diskusi2 rutin, kegiatan remaja masjid,
penerbitan buku2, majalah2, brosur dan media2 lainnya.
2. Lembaga Ekonomi Keumatan dalam Mensejahterakan Umat
Lembaga Ekonomi Keumatan dalam mensejahterakan Umat dapat kita
aplikasikan dalam bentuk mengeluarkan zakat. Secara teknik, zakat adalah
kewajiban keuangan seorang muslim untuk mengeluarkan sebagian kekayaan
bersihnya atau hasil usahanya apabila kekayaan yang dimilikinya telah melebihi
nishab (kadar tertentu yang telah ditetapkan). Zakat bukan hanya berhubungan
dengan Allah (habluminallah), tetapi juga berhubungan dengan manusia
(habluminannas) secara langsung. Syariah Islam sangat menekankan adanya
suatu distribusi kekayaan dan pendapatan yang merata sebagaimana yang
tercantum dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 7. Salah satu cara yang dituntut
oleh Syariah Islam atas kewajiban kolektif perekonomian umat Islam adalah
"lembaga zakat". Di Indonesia kita mengenal adanya Badan Amil Zakat (BAZ).
3. Madrasah, Pesantren dan Organisasi Sosial Keagamaan
Madrasah : sekolah dengan basis / dasar islami
Pondok pesantren : pendidikan Islam tradisional khas Indonesia. Pondok berarti
“rumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bambu”, di samping itu,
“pondok” mungkin juga berasal dari bahasa Arab “fanduk” yang berarti “asrama”.
Sedangkan pesantren menurut pengertian dasarnya adalah “tempat belajar para
santri”
Organisasi Sosial Keagamaan : Di Indonesia, telah lahir dan berkembang
organisasi sosial keagamaan yang berperan penting dalam pembaruan kehidupan
masyarakat muslim. Terdapat dua organisasi di Indonesia yang masih eksis yaitu
Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. Nahdatul Ulama (NU) menganut paham
Ahlussunah Wal Jama'ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara
ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 8
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur'an, Sunnah, tetapi juga


menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.
Muhammadiyah , prinsip dasar organisasi ini jelas, yakni menjalankan perintah
Al-Qur’an, melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Maksudnya, mengajak orang
2010

berbuat baik dan menjauhkan dari perbuatan dosa. Tujuan uta-manya adalah
untuk meredam dua faham yang kontroversial yang terjadi diantara dua kubu
(santri dan abangan) yang sama-sama tumbuh di dalam masyarakat Jawa. Mereka
beranggapan bahwa pengajaran Islam secara tradisional, terutama di tingkat
pedesaan sudah sangat kolot sekali, sehingga menyebabkan ketidakmampuan
menghadapi tantangan-tantangan modern. Tetapi juga mereka tidak senang
melihat kultur Jawa terlalu banyak mencelup pendidikan dan prilaku-prilaku ke-
Islaman yang mengajak orang untuk kembali kepada Qur’an secara murni.

C. Kerukunan Umat Beragama


Di dalam Al-Qur’an, kata ’akh’ (saudara) dalam bentuk tunggal ditemukan sebanyak 52
kali. Kata ini dapat berarti saudara kandung, saudara yang dijalin dari ikatan keluarga,
saudara dalam arti sebangsa walaupun tidak seagama, saudara semasyarakat walau
berselisih paham, dan persaudaraan seagama. Berdasarkan pengertian ini, paling tidak
ada tiga macam ukhuwah, yaitu:

1. Ukhuwah Islamiyah, yaitu ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan Islam.
2. Ukhuwah Insaniyah (basyariyyah), yaitu dalam arti seluruh umat manusia adalah
saudara karena mereka berasal dari seorang ayah dan ibu.
3. Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.

UKHUWAH ISLAMIYAH

Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.
Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam.
Hakekat Ukhuwah Islamiyah antara lain, nikmat Allah, perumpamaan tali tasbih, merupakan
arahan Rabbani, dan merupakan cermin kekuatan iman. Sedangkan manfaat dari ukhuwah
Islamiyah yaitu, kita dapat merasakan lezatnya iman dan mendapatkan perlindungan Allah di
hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi), serta mendapatkan tempat khusus di
surga.

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 9
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah:


1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.
2. Memohon didoakan bila berpisah.
3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. 2010
4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim).
5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara).
6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu.
7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya.
8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya.
9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan.

Tahapan-tahapan dari ukhuwah Islamiyah yaitu:

1. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama muslimin yang merupakan wujud nyata ketaatan
kepada perintah Allah SWT.
2. Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan
saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena
pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.
3. Ta’awun adalah saling membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

Ukhuwah atau persaudaraan dalam Islam bukan saja mencirikan kualitas ketaatan
seseorang terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga sekaligus merupakan
salah satu kekuatan perekat sosial untuk memperkokoh kebersamaan. Fenomena
kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan inspirasi solidaritas sehingga
tidak ada lagi jurang yang dapat memisahkan silaturahmi di antara sesamanya.
Meskipun demikian, dalam perjalanan sejarahnya, bangunan kebersamaan ini
seringkali terganggu oleh godaan-godaan kepentingan yang dapat merusak keutuhan
komunikasi dan bahkan mengundang sikap dan prilaku yang saling berseberangan.
Karena itu, semangat ukhuwah ini secara sederhana dapat terlihat dari ada atau tidak
adanya sikap saling memahami untuk menumbuhkan interaksi dan komunikasi.

1. Ukhuwah Islamiyah
Pengertiannya :
 Persaudaraan sesama muslim
 Persaudaraan bersifat islami
 Persaudaraan secara islami

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 10
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

 Persaudaraan sesama saudara seiman


 Secara bahasa ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang didasarkan
ajaran Islam. Artinya, Islam telah mengajarkan bagaimana menjaga
2010
persaudaraan: baik dalam konteks sesama pemeluk agama Islam (ukhuwah
al-Muslimin); persaudaraan sesama manusia (ukhuwah fi al-insaniyah);
persaudaraan sesama makhluk ciptaan Tuhan (ukhuwah fi al-‘ubudiyah);
maupun persaudaraan dalam hal kebangsaan (ukhuwah fi al-wathaniyah
wasy-sya`b).

2. Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan antar bangsa dan Ukhuwah Insaniyah,


yaitu persaudaraan sesama manusia.
Kerja sama antarbangsa mesti dijalin sebaik mungkin dalam rangka menuju
perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia. Hubungan antar bangsa ini
penting tanpa membedakan latar belakang agama bangsa2 tersebut. Islam adalah
agama yang mengajarkan kerukunan antar umat beragama dalam menjalankan
kehidupan di dunia ini. Islam menganggap bahwa seluruh umat manusia, tanpa
harus membedakan suku, ras, warna kulit, bahkan agama, adalah saudara yang
harus dilindungi dan saling melindungi. Islam mengharamkan penganiayaan
terhadap orang lain di luar Islam dan mengharuskan untuk saling hormat-
menghormati dan memiliki sifat toleransi.

AGAMA ISLAM, BUDAYA, IPTEK DAN SENI


A. Agama Islam dan Budaya
a. Pengertian dan Ruang Lingkup Budaya Islam
“ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “ kebudayaan” adalah
hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan,
kesenian dan adat istiadat. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan
keseluruhan kecakapan ( adat, akhlak, kesenian , ilmu dll). Sedang ahli sejarah
mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi.
Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk
berkarya, berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Di sini, Islam mengakui bahwa
budaya merupakan hasil karya manusia. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk
kemaslahatan manusia itu sendiri. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk
mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat, berkemajuan,

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 11
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Islam mengajarkan kepada
umatnya untuk selalu beramal dan berkarya, untuk selalu menggunakan pikiran yang
diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi
kepentingan manusia. Dengan demikian, Islam telah berperan sebagai pendorong manusia
2010
untuk “ berbudaya “. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah, norma dan
pedoman.
b. Konsep Pengembangan Budaya Islam
Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam.
Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya
bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat, yang merupakan bagian
dari budaya manusia, mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum.
Tetapi yang perlu dicatat, budaya tersebut tidak bertentangan dengan Islam.
ketika terdapat kebudayaan yang bertentangan dengan islam, maka
kebudayaan itu harus dihindari. Seperti ngaben di Bali yang mengandung
unsur-unsur syirik.
B. Agama Islam dan Seni
a. Perspektif dan Hakikat Seni dalam Islam
Seni adalah suatu ungkapan (ekspresi) jiwa yang halus, indah, dan lembut,
sehingga dapat menimbulkan suasana yang tentram dan sejuk. Oleh sebab itu seni
dimiliki oleh setiap manusia yang normal. Seni didalam agama islam
mendapatkan tempat yang istimewa hampir seluruh aspek ajaran islam
mengandung unsur seni.
Tetapi seni didalam islam harus di arahkan kepada hal yang positif,
menimbulkan budi pekerti, sopan santun yang lemah lembut, tidak mengarahkan
kepada hal yang negatif, seperti menimbulkan syahwat dan kemungkaran.
Semua aspek kehidupan manusia sebenarnya mengandung unsur seni seperti ;
pada pakaian tutur kata, kendaraan, perumahan, alat-alat rumah tangga, alat tulis,
dan lainnya.

b. Perspektif Alquran dan As-sunnah tentang Seni


Karya seni bagi umat islam dapat ditunjukan dengan bentuk bangunan yang
indah, seperti istana raja dulunya,masjid, menara, kubah, dan lain-lain. Ada juga
yang mewujudkan dengan seni lukis, seperti : lukisan keindahan alam, kaligrafi,

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 12
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

bentuk-bentuk lukisan indah, dan gambar-gambar, dll, seperti seni suara qasidah,
keroncong, MTQ, ada pula yang berbentuk seni tari, seni rabana, dan seni musik.

c. Konsep Pengembangan Seni Islam


2010

Islam selalu memiliki batasan-batasan tertentu untuk mengatur umatnya agar


tidak melenceng dari ajaran Islam. Seni yang dikehendaki islam adalah seni yang
bisa mendatangkan manfaat, bukan mendatangkan mudarat seperti menimbulkan
kemungkaran, syirik, menimbulkan syahwat, dan lain sebagainya.

C. Agama Islam dan IPTEK


Sumber – sumber Ilmu Pengetahuan :
• Al-Quran
• As-sunnah
• Alam semesta

a. Motivasi Islam Mengembangkan IPTEK


Agama Islam adalah agama yang sangat memperhatikan ilmu pengetahuan.
Ia sangat mendorong umatnya agar terus menuntut ilmu pengetahuan dan
tekhnologi, menggunakan akal fikiran, menggali dan menganalisis setiap aspek
ilmu pengetahuan dalam setiap sisi kehidupan.
Ayat-ayat Alquran memerintahkan manusis untuk terus meningkatkan
kemampuan ilmiahnya. Nabi Muhammad SAW pernah berdoa kepada Allah
(Taha:114) yang artinya : Tuhanku, tambahkan ilmu pengetahuan ku..”
Manusia sendiri juga memiliki naluri haus akan ilmu pengetahuan
sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW : ” ada dua keinginan yang tidak
pernah terpuaskan yaitu kenginan untuk mendapatkan pengetahuan dan mencari
harta”.

b. Perspektif Alquran dan As-sunnah tentang IPTEK


Ilmu dalam Islam merupakan hal-hal yang bisa membuat manusia menyadari
akan ke Esaan Allah sebagai Sang Pencipta. Ilmu pengetuan memiliki kedudukan
yang penting dalam Islam.

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 13
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

Ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam baik yang diperoleh melalui ilmu
pengetahuan maupun yang berasal wahyu Ilahi agama, keduanya berasal dan
bersumber dari Allah SWT, semua pengetahuan yang ada sesungguhnya berasal
dari Allah yang dijelaskan dalam Alquran dan juga As-sunnah.
2010

Seperti yang terdapat dalam QS.Al-Baqarah : 31 ; ”dan dia mengajarkan


kepada Adam nama-nama (baenda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakan
kepada para malaikat lalu berfirman : ”Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda
itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
Yang dimaksud dengan menyebutkan nama benda adalah pengetahuan akan
segal sesuatu, hakikat,fungsi, keadaan, dan lainnya.
QS. Al-baqarah: 32; ” Mereka menjawab,” Maha Suc Engkau, tidak ada yang
kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami;
sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

c. Konsep Pengembangan IPTEK


Islam mengajarkan umatnya untuk mempelajari dan memperdalam ilmu
pengetahuan yang ada. Adapun ilmu pengetahuan yang nantinya akan
dikembangkan menjadi tekhnologi baru tersebut haruslah berdasarkan akan akidah
kita yang berpedoman kepada Alquran dan Hadits Rasulullah SAW. Islam juga
mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana
ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang amanat
Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada
kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin).
Bahkan Allah menyebutkan tentang keutamaan orang-orang yang
mempunyai ilmu pengetahuan ini seperti : “Allah akan mengangkat derajat
orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.
Mujadillah [58] : 11 ).
Rasulullah SAW pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-
anaknya dengan sebaik mungkin. “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu
diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.”
(Al-Hadits Nabi SAW). “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin,
Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu.” (Al-Hadits Nabi SAW).
Berdasarkan Hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwasannya
kita sebagai umat Islam mempunyai kewajiban untuk menguasai IPTEK ini. Di
Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 14
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

tangan kitalah masa depan bumi ini kedepannya akan seperti apa. Sehingga perlu
dasar pengetahuan tentang bagaimana menjaga dan merawat bumi sebagaimana
tugas kita sebagai khalifahnya Allah SWT.
Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah
2010

Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus


bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits, tapi maksudnya adalah konsep iptek
harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits
dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi, 1996: 12).

d. Pengembangan IPTEK di dunia Islam


Sebagimana yang telah dijelaskan sebelumnya, pengembangan IPTEK
didunia islam sangat di anjurkan asalkan penggunaanya tidak bertentangan
dengan yang terdapat dalam ajaran Alquran dan As-sunah dan bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari.

e. Integrasi Iman, Ilmu, dan Amal


Iman secara bahasa berarti pembenaran dan keyakinan, tidak terkandung keraguan
di dalamnya. Pembenaran yang dimaksud dari iman ini meliputi dua perkara yaitu
membenarkan segala perintah dan larangan-Nya serta melaksanakan perintah-
perintah dan menjauhi larangan- larangantersebut. Iman merupakan kebutuhan
dasar kita dalam hidup untuk menentukan arah hidup kedepannya sebab iman
adalah fondasi utama dalam hidup ini. Lalu apakah hubungan dari masalah
sampah dan keimanan kita dalam kehidupan sehari-hari? Seperti yang telah kita
ketahui, kebersihan merupakan sebagaian dari iman. Agama dan ajaran dalam
Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah fisik maupun
batiniyah psikis. Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan
kebersihan batiniyah. Secara implisit dapat kita simpulkan bahwa iman
merupakan bagian analisis yang penting dalam kasus ini. Iman dapat menjadi
acuan utama kita dalam bertindak terhadap lingkungan. Iman akan membuat kita
sadar dalam bertindak, apakah itu sesuai dengan ajaran agama atau tidak, apakah
itu baik atau tidak. Keimanan akan menuntun kita untuk melakukan yang terbaik
terhadap lingkungan. Hal tersebut termasuk bagaimana analisis mengenai dampak
lingkungan terhadap perbuatan kita dan sampah yang kita hasilkan, apakah cara
kita mengolah limbah tersebut sudah cukup baik agar tidak merusak lingkungan
Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 15
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

dan melanggar apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga
kelestarian lingkungan.

Untuk menuju kepada keimanan yang benar yaitu bagaimana seharusnya kita
2010
menempatkan diri sebagai makhluk terhadap Allah SWT, dibutuhkan ilmu sebagai
pedoman dan petunjuk jalan agar tidak tersesat dan menyebabkan kita termasuk
orang-orang yang merugi. Ilmu merupakan suatu kebutuhan manusia untuk
mengikuti perubahan dan perkembangan zaman yang terjadi. Adapun hubungan
ilmu tersebut dengan masalah sampah yaitu, bagaimana kita menggunakan dan
mengaplikasikan ilmu yang ada untuk menanggulangi permasalahan sampah
dengan cara yang tepat. Kita bisa menciptakan atau paling tidak mendayagunakan
teknologi tepat guna yang merupakan hasil dari ilmu dalam perkembangannya.
Teknologi yang digunakan dapat menyederhanakan hidup manusia. Namun, di
sisi lain, teknologi juga dapat menimbulkan efek negative terhadap lingkungan. Di
sinilah ilmu berperan penting, karena dengan kita mengerti kegunaan dan efek
dari teknologi tersebut secara seimbang, kita bisa lebih bijak dalam memanfaatkan
teknologi dalam kehidupan kita, yaitu dengan memperhatikan analisis mengenai
dampak lingkungan (AMDAL) yang dihasilkan, dan memperhatikan kelestarian
sumber daya yang rusak akibat teknologi dan ulah manusia melalui inovasi dalam
teknologi tersebut. Sehingga kita dapat menggunakan teknologi yang berinovasi
ini untuk memberikan kita manfaat dan kemudahan, tetapi juga tidak
mengeksploitasi lingkungan yang harus kita jaga ini, karena ilmu merupakan
penyokong bagi iman dan amal kita sebagai manusia.

Amal adalah perbuatan. Mengamalkan berarti melaksanakan, menerapkan segala


iman dan ilmu yang kita punya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa amal merupakan
bentuk perwujudan dari iman dan ilmu yang kita miliki. Apapun yang kita
lakukan di dunia ini merupakan amal perbuatan kita selama menjadi manusia, dan
apapun yang kita lakukan (kebaikan atau keburukan sekecil apa pun) tersebut
akan mendapatkan ganjarannya di akhirat nantinya. Maka dari itu kita harus selalu
berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini, membuang sampah atau
limbah semabarangan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan
tentunya merupakan suatu tindakan yang dikecam menurut agama dan hukum.
Kita harus selalu mempertanggungjawabkan perbuatan kita, maka kita harus
melakukan hal-hal yang terpuji dan menjauhi yang tercela. Iman dan ilmu kita
Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 16
Allah Maha besar dan Maha penyayang, berusaha dan Berdoalah, kemudian serahkan semuanya
kepada ALLAH SWT, Insya Allah akan memberikan yang terbaik buat hambaNya .

adalah dua hal yang akan terwujud dalam amalan kita sehari-hari. Iman akan
menjaga kita untuk melakukan yang diperintahkan oleh agama, dan menjauhi
yang dilarang. Sedangkan ilmu akan menjadi dasar amalan agar amal yang kita
lakukan tepat sasaran dan tidak merusak lingkungan kita, karena ilmu membuat
2010

kita mengetahui manfaat dan efek dari segala tindakan kita sehingga kita dapat
menjadi lebih berhati-hati.

Iman, Ilmu, Amal. Sebuah trilogi yang tidak dapat dipisahkan karena satu sama
lain saling terkait dan saling berhubungan. Iman sebagai dasar kita dalam
bertindak, ilmu sebagai penyokong dari iman dan amal, dan seluruhnya kita
wujudkan dalam bentuk amalan kita terhadap diri kita, masyarakat, lingkungan
dan terhadap Allah swt. Agar iman kuat, kita harus memupuknya dengan ilmu dan
amal. Semakin luas ilmu, dan semakin ikhlas amal kita, maka akan semakin kuat
pula iman kita. Dari uraian diatas, kita dapat mengerti betapa penting konsep
integrasi dari iman, ilmu dan amal dalam kehidupan kita sehari-hari terkait
masalah sampah yang telah diuraikan tersebut.

Materi UAS : Oleh FMA (Forum Muslim Angkatan) : JAWARA FISIP UI 2009 17