Anda di halaman 1dari 5

AGLAIA ODORATA Lour

Klasifikasi:

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Aglaia
Spesies: Aglaia odorata Lour.
(Plantamor, 2012).

Nama Tumbuhan:
Pacar cina
Sinonim:
Aglaia chaudocensis Pierre , Aglaia duperreana Pierre , Aglaia oblanceolata
Craib (Lemmers and Bunyapraphatsara, 2003).
Nama daerah:

Sumatra: Culan, Pacar cina (Melayu)


Jawa: Culan (Sunda), Pacar culan (Jawa)
Borneo: Bunga Maniran
Indonesia: Pacar cina
(Lemmers and Bunyapraphatsara, 2003).

Pertelaan:
Perdu, tinggi 2 5 m. daun majemuk terdiri dari 3 sampai 5 helai anak daun,
anak daun licin dan mengkilat terutama pada daun-daun yang masih muda. Berbentuk

sudip, bundar telur lonjong dan pada bagian pangkal sangat runcing. Panjang sampai
7.5 cm dan lebar 7 mm sampai 3,5 cm. pada tulang-tulang daun kadang-kadang
terdapt sisik yang berbentuk bintang atau tidak berambut, berwarna kuning, panjang
sisik lebih kurang 2 m; panjang tangkai 2 mm sampai 6 mm. Bakal buah berambut
rapat berbentuk bintang. Di Jawa sangat jarang berbuah, buah berwarna merah,
panjang 6 mm sampai 7 mm (Depkes RI, 1979).
Keanekaragaman:
Keanekaragaman kecil. Di Jawa tanaman pacar cina yang sering terdapat di
kebun hampir seluruhnya jenis jantan. Varietas microphyllina berbentuk pendek,
kadang-kadang terdapat ditanam di kebun (Depkes RI, 1979).
Ekologi dan Penyebaran:
Pacar cina bersal dari Asia Tenggara. Di Jawa sering ditanam di kebun dan
pekarangan (Depkes RI, 1979). Tumbuhan ini tersebar di Cina, Vietnam, Kamboja,
Thailand, Maluku, India, Sri Langka, Malaysia, Sumatera, dan Jawa (Sunarto, et al,
2002). Pacar Cina banyak tumbuh di bawah 300m di atas permukaan laut, dan
di Jawa tumbuhan ini berbunga sepanjang tahun (Shadily, 1984).
Budidaya:
Tanaman ini belum dibudidayakan orang di Indonesia. Untuk memperbanyak,
dapat digunakan cangkokan (Shadily, 1984).
Kandungan zat kimia:
Adanya akumulasi senyawa yang termasuk siklopentatetrahidrobenzofuran
yang disebut juga turunan rokaglamid merupakan suatu karakteristik pada marga
Aglaia.

Di

samping

itu

terdapat

pula

senyawa

yang

termasuk

siklopentatetrahidrobenzopiran yang disebut juga turunan aglain. Turunan rokaglamid


ditemukan pada bagian biji, daun dan bunga. Pada biji ditemukan rokaglamid A; pada

bunga: rokaglamid D, E, I, K, M, dan N; pada daun turunan rokaglamid antara lain


rokaglamid D, E, H, I, J, K, L, T, Aglain 1, 2, 3, dan 4. Di samping itu dalam daun
ditemukan pula senyawa alkaloid pirolidin yaitu odorin, odorinol, dan senyawa lignan
(siringaresinol). Senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun Aglaia odorata antara
lain: 3-hidroksi-4,5,7-trimetoksiflavon (Nugroho, et al, 1999).
Biji mengandung saponin dan fixed oil (terdiri dari -spinasterol, -ergosterol,
balsaminasterol, parinaric acid, minyak menguap, quercetin, derifat kaempferol, dan
naphthagonidin).

Bunga

mengandung

anthocyanin,

cyanidin,

delphinidin,

pelargonidin. Malvidin, kaempherol, quercetin. Akar mengandung cyanidin


monoglycoside (Dalimartha, 2003).
Gambar Tumbuhan:

Khasiat dan bagian yang dimanfaatkan:


Adapun bagian dari tumbuhan pacar cina yang sering digunakan untuk
pengobatan secara tradisional adalah bagian bunga, batang, daun, dan tangkainya.
Bunganya sering digunakan untuk mengharumkan teh dan pakaian. Daun pacar cina
dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti perut kembung, batuk, pusing,
mempercepat persalinan, memar, bisul, darah haid banyak, bau badan, diare, serta
beberapa penyakit infeksi pada kuku, yang harus diolah sesuai dengan kebutuhan dari
penderita seperti direbus atau ditumbuk bagian yang dibutuhkan dari tumbuhan pacar
cina tersebut (Herlina, 2011). Pacar cina berkhasiat menyembuhkan perut kembung,
sukar menelan, batuk, bisul dan mempercepat persalinan karena mengandung minyak
atsiri, alkaloid, serta garam-garam mineral (Wijayakusuma, et al, 1994).

DAFTAR PUSTAKA
Backer, C.A., and Bakhuizen v.d. Brink, R.C., 1963. Flora of Java. Vol.I,N.V.P.,
Noordhoff, Groningen.
Dalimartha, S. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta: Trubus
Agriwidya.
Herlina, Widyaningrum. 2011. Kitab Tanaman Obat Nusantara disertai Indeks
Pengobatan. Yogyakarta: MedPress.
Lemmens R.H.M.J, and Bunyapraphatsara N. 2003. Medicinal and Poisonous Plants
3. Bogor: PROSEA.
Nugroho, B.W., Edrada, R.A., Wray, V., Witte, L., Bringmann, G., Gehling, M.,
Proksch, P. 1999. An Insectisidal rocaglamide derivates and related compounds
from Aglaia odorata (Meliaceae), Phytochemistry,51, (367-376).
Plantamor.

2012.

Informasi

Spesies

Pacar

cina.

Tersedia

online

di

http://www.plantamor.com/index.php?plant=45 [Diakses pada 28 Mei 2016].


Shadily, Hassan. 1984. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve dan
Elsevier Publishing Projects.
Sunarto, Toto, Luciana Djaja, dan Hersanti. 2002. Pengujian Serbuk Daun Aglaia
Odorata lour., Melia azedarach linn., dan chromolaena Odorata linn.Terhadap
Penyakit Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) Pada Tanaman Tomat. Bandung:
Universitas Padjajaran.
Wijayakusuma, H.M Hembing, Setiawan Dalimartha, et al. 1994. Tanaman
Berkhasiat Obat di Indonesia. Jakarta: Pustaka Kartini.