Referat: Legg-Calve-Perthes Disease

referat

Legg-Calve-Perthes Disease

Oleh

Dedy Tesna Amijaya, S Ked
H1A004011

Pembimbing Dr Rudi Febrianto, Sp OT DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA DI BAGIAN/SMF BEDAH RSU PROVINSI NTB FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2010
RSU Prov. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010

1

INSIDENSI Biasanya ditemukan pada anak-anak umur 4-8 tahun.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease PENYAKIT LEGG-CALVE-PERTHES A. Legg. LATAR BELAKANG Penyakit Legg.Perthes (LCP) merupakan penyakit osteokondrosis yang mengenai sendi panggul dan dapat sembuh sendiri. 4-5 kali lebih banyak pada pria daripada wanita. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 . Calve (Prancis).      Hip atau selangkangan rasa sakit.Calve.Perthes adalah nama gabungan dari para ahli orthopedi yang pertamakali mengemukakan tentang penyakit ini dalam waktu yang sama namun di tempat yang berbeda. Perthes (Jerman). Tujuan pengobatan adalah untuk menghindari artritis degeneratif parah. terutama gerakan rotasi internal dan abduksi  Nyeri saat berjalan 2 RSU Prov. 3 C. Legg (USA). Penyakit ini umumnya bersifat unilateral dan hanya 15% yang bersifat bilateral.3 B.Calve. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan vaskularisasi kaput femur dimana pusat kalsifikasi mengalami nekrosis dan absorbsi dan diganti dengan tulang yang mati. yang dapat menjalar ke paha nyeri ringan atau Intermiten di paha atau lutut anterior Pincang Biasanya tidak ada riwayat trauma Penurunan rentang gerak (ROM). GAMBARAN KLINIS Gejala penyakit Legg-calvé-Perthes biasanya telah ada selama berminggu-minggu namun anak sering tidak mengeluhkan. 1.

Calve. Sampai umur 4 bulan kaput femur mendapatkan suplai darah dari: 1. tetapi patogenesis terutama terjadi karena iskemia kaput femur. 2.3  D. 3. Antara umur 4-7 tahun vaskularisasi dari kaput femur dan drainase venosa berasal dari pembuluh darah ipifisis lateral.Perthes belum diketahui. pembuluh darah metafisis 2.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease     Atrofi otot paha karena disuse atrofi spasme otot Ketidaksetaraan panjang kaki karena nekrosis atrophia Paha: lingkar Paha yang sakit akan lebih kecil dari pada sisi sehat Perawakan pendek. ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Faktor pemicu yang menyebabkan penyakit Legg. yang menembus lempeng epifisis 2. pembuluh darah epifisis lateral yang masuk di dalam retinakulum 3. 4. 3 RSU Prov. vaskularisasi yang kecil di dalam ligamentum teres pembuluh darah metafisis akan berkurang secara perlahan dan pada umur 4 tahun sampai 7 tahun akan menghilang tetapi setelah itu maka pembuluh darah dari ligamentum teres bertambah. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 3 .

RSU Prov.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease Penghentian pertumbuhan epifisis secara temporer Nekrosis avaskuler dari kaput femur Berpotensi untuk menimbulkan penyakit LCP Revaskularisasi perifer Osifikasi lanjutan Trauma Resorpsi dibagian bawah tulang Fraktur patologis Pengantian tulang plastik biologis Akan menjadi LCP Deformitas E. tetapi tidak bertambah besar. Gambaran radiologik yang terlihat berupa peningkatan densitas tulang. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 4 . PATOLOGI Kelainan terjadi secara berangsur-angsur selama 2-4 tahun sampai terjadi resorpsi yang lengkap (biasanya dalam tiga tahun) berupa: 1. Iskemia dan kematian tulang semua bagian dari inti tulang kaput femur mengalami kematian. Revaskularisasi dan perbaikan dalam beberapa minggu. 2. mungkin beberapa hari terjadi infark dan kemudian bagaian dari tulang yang mati diganti oleh jaringan yang kadang-kadang disertai kalsifikasi. Pada pemeriksaan radiologist kaput masih terlihat normal.kemudian terjadi revaskularisasi tulang dengan lamella yang baru pada trabekula yang mati.

karena seluruh kaput terkena.4 F. fragmen dan kolaps dari kaput. 3 RSU Prov. Catreall IV : Merupakan tipe yang terberat. terlihat 3. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS Pada tahap awal gambaran radiologis masih ditemukan peleban terlihat normal dan hanya ditemukan pelebaran ruang sendi atau pusat osifikasi kaput femur menjadi asimetris. Gambaran radiologik selanjutnya bervariasi sesui dengan tingkatan nekrotikpada kaput femur yang menurut Catrall pada foto AP terbagi dalam 4 jenis yaitu: Caterall I : Epifisis tetap dalam tingginya dan sklerotik pada pusat osifikasi kurang dari setengah Caterall II : Sklerotik pusat ossifikasi sampai setengah dan mungkin sebagian kaput femur kolaps pada bagian sentral. sebelum kaput femur kehilanan bentuknya. Pada tingkat lanjut terlihat peningkatan densitas pada pusat osifikasi. Caterall III : Semua pusat osifikasi sudah menjadi sklerotik. Distorsi dan remodeling bilamana proses penyembuhan berjalan dengan cepat dan lengkap maka arsitektur tulan dapat kembali dengan baik. Juga mungkin terjadi resoprpsi maetafisis.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease 3. Pusat osifikasi berbentuk rata dan peningkatan densitas serta resorpsi metafisis hebat. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 5 .

Referat: Legg-Calve-Perthes Disease Plain x-ray pinggul sangat berguna dalam menegakkan diagnosis.2 RSU Prov. Beberapa radiografi ditunjukkan di bawah ini. Gambar 1. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 6 . menunjukkan subchondral sclerosis dan radiolucency di sebelah kiri kaput Femur (tahap II penyakit). Kaput femur sedikit lebih kecil di sebelah kiri daripada sebelah kanan.

4 H. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 7 . menunjukkan hilangnya integritas struktural kaput femur kanan.3. Kepala femoral jelas lebih kecil di sebelah kiri daripada di kanan. DIAGNOSIS BANDING 1. Transient sinovitis yang sebagian kecil dapat menjadi Legg-Calve-Perthes RSU Prov.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease Gambar 2.2 Gambar 3. Juga perhatikan ekstrusi lateral kepala femoral kanan. DIAGNOSIS Penyakit Legg-Calve-Perthes melalui pemeriksaan klinik dan radiologis1.2.2 G.

Yang akan menegah sublukasasi dan memeungkinkan asetabulum untuk mendapatkan penyembuhan secara biologis dari kaput femur. Penyakit Gaucher 6. Sebagian dari anak-anak yang lebih muda (3-4 tahun) mangalami resorpsi parsial dari kaput femur tetapi biasanya akan terjadi resorpsi yang lengkap. 3 Tindakan operatif berupa osteotomi femur dan osteotomi inominata dapt dipertimbangkan untuk mecegah subluksasi terutama pada anak yang lebih tua. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 8 .4 I. Epifisis displasia multiple 4. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan mempergunakan wight-bearing-abduction plaster. PROGNOSIS RSU Prov.4 K. Tuberculosis sendi panggul. Penyakit moruio 3. 2. PENGOBATAN Tujuan pengobatan adalah mencegah terjadinya deformitas kaput femur agar di kemudian hari tidak terjadi degenerasi panggul. Pada saat ini metode metode tersebut kurang bermanfaat. Metode pengobatan sebelumnya adalah mengurangi tekanan akibat beban tubuh dan mempertahankan sendi panggul di dalam ruang panggul melauai penggunaan penyangga (brace) selama beberapa tahun.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease 2. KOMPLIKASI • penyakit Legg-Calve-Perthes dapat mengakibatkan kaput cacat dan penyakit sendi degeneratif. Kaput femur dapat terdistorsi secara permanen. Penyakit sickle cell 5.2 • J.

2. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 9 .  Semakin muda usia onset penyakit Legg-Calve-Perthes. Prognosis tergantung dari kerusakan yang terjadi pada kaput femur dan ada atau tidaknya subluksasi pada sendi panggul. RSU Prov. sedang pada umur 5-7 tahun dan prognosisnya jelek apabila terjadi pada setelah umur 7 tahun. semakin baik prognosisnya.4    . Prognosis penyakit baik apabila onset terjadi dibawah 5 tahun. Anak-anak yang lebih tua dari 10 tahun memiliki risiko yang sangat tinggi berkembang osteoarthritis. Prognosis adalah sebanding dengan tingkat keterlibatan Radiologic.3.1..Referat: Legg-Calve-Perthes Disease Prognosis penyakit Legg-Calve-Perthes sangat bervariasi. Kebanyakan pasien memiliki hasil yang menguntungkan.

Cedera tungkai bawah. RSU Prov. Kelainan Epifisis dan Lempeng Epifisis. Jakarta. Jakarta 4. Salter. Legg-calve-Perthes. Widya Medika. Edisi ke-3. Robert. William and Wilkin. NTB/FK UNRAM/SMF Bedah© 2010 10 .com 3. Yarsif Watampone. Chairuddin. Rasjad. Apley. Dalam: Buku Ajar Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistim Apley. Baltimore.Referat: Legg-Calve-Perthes Disease KEPUSTAKAAN 1. Textbook of Diosorders and Injuries of the Musculoskeletal System. Third edition. Disitasi pada tanggal 22 Januari 2010 dari: http://emedicine. Graham. (emedicine). Solomon. 2. Nochimson. (2007). dalam Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Geofrey (2009). Edisi ke-7. Louis. USA.medscape. (1999)..