Anda di halaman 1dari 11

Kapasitor dan Induktor- Page 1 of 11-

TUGAS MATA KULIAH ELEKTRONIKA INDUSTRI

KAPASITOR DAN INDUKTOR

Disusun Oleh :

AYUDIA RACHMA F.

I0309008

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 2 of 11-

KAPASITOR DAN INDUKTOR

A. KAPASITOR
• Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan atau energy
listrik. Listrik yang tersimpan dalam kapasitor merupakan hasil penyimpanan medan
listrik.
• Adapun hubungan antara kapasitas kapasitor, besarnya muatan, dan besarnya tegangan
adalah sbb :
Q
C=
V
Keterangan : C = kapasitas kapasitor (farad)
Q = besar muatan (coulomb)
V = tegangan (volt)

• Kapasitor sederhana tersusun dari dua permukaan konduktor yang dipisahkan oleh
suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara
vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Muatan diantara kedua buah plat tidak dapat
berpindah karena adanya bahan dielektrik di antara keduanya.
• Cara kerja kapasitor :
Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan
mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama
muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak
dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa
menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-
konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung
kakinya.
• Arus dan tegangan pada kapasitor

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 3 of 11-

a. Arus pada kapasitor


 Besarnya arus yang mengalir pada kapasitor (ic) akan meningkat menuju titik
tertinggi saat awal pengisian muatan dan kemudian nilainya akan berkurang
terus menuju nilai 0 secara eksponensial.
 Pada umumnya,waktu yang diperlukan oleh ic untuk menuju nilai 0 adalah
mendekati 5τ . τ adalah konstanta waktu yang besarnya ditentukan oleh
persamaan :

τ = RC (s)

 Dalam bentuk persamaan, ic dinyatakan sbb :

E −t /τ
ic = e
R
Keterangan : ic = arus pada kapasitor (ampere)
R = besarnya hambatan rangkaian (ohm)
C = kapasitas kapasitor (farad)
E = tegangan sumber (V)
t = waktu (s)

b. Tegangan pada kapasitor


 Tegangan Vc dari suatu kapasitor tidak dapat berubah secara tiba-tiba karena
pengisian muatan pada kapasitor berlangsung secara bertahap. Perubahan
tegangan Vc memerlukan waktu yang lamanya ditentukan oleh eleman
rangkaian. Pada umumnya, waktu yang diperlukan oleh tegangan Vc
mencapai nilai maksimum adalah 5 τ.
 Dalam bentuk persamaan, Vc dinyatakan sbb :

Vc = E (1 − e − t / τ )

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 4 of 11-

 Jadi, pada saat 5 τ tegangan mencapai nilai maksimum sebesar E dan arus
mencapai nilai 0.Pada saat itu, kapasitor berkarakteristik sebagai hubung
buka.

c. Hubungan antara arus dan tegangan pada kapasitor


 Arus ic tidak berhubungan secara langsung dengan besarnya tegangan pada
kapasitor akan tetapi besarnya ic berhubungan dengan laju perubahan
tegangan. Semakin besar laju perubahan tegangan , semakin besar pula ic nya.
Namun, jika dalam suatu rangkaian tidak terjadi perubahan tegangan
(tegangan konstan) seperti pada suatu rangkaian DC yang stabil, maka arus ic
dalam kapasitor besarnya 0.
 Adapun hubungan antara besarnya arus dan laju perubahan tegangan adalah
sbb :

dVc
ic = C
dt

• Besarnya kapasitas kapasitor keping sejajar ditentukan oleh persamaan berikut :

ε 0ε r A
C=
d
Keterangan : ε0 = permiabilitas udara (8,85 x 10-12 F/m)
εr = permiabilitas relative (ε/ε0)
A = luas permukaan keping (m2)
d = jarak antara dua keeping (m)

• Rangkaian kapasitor
a) Rangkaian seri

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 5 of 11-

Besarnya kapasitas total (Ct) pada rangkaian seri sejumlah n kapasitor adalah
sebagai berikut :
1 1 1 1 1
= + + + ..... +
Ct C1 C 2 C 3 Cn
b) Rangkaian parallel
Besarnya kapasitas total (Ct) pada rangkaian paralel sejumlah n kapasitor adalah
sebagai berikut :
Ct = C1 + C 2 + C 3 + ..... + Cn

• Besarnya energi yang tersimpan dalam kapasitor adalah sbb :


1
Wc = CV 2
2

• Macam-macam kapasitor yang tersedia di pasaran antara lain :


1. Kapasitor Kertas
Kapasitor ini terdiri dari dua pelat timah yang disekat oleh kertas dan kemudian
digulung sehingga berbentuk silinder. Dalam hal ini kertas berfungsi sebagai
dielektrik yang memisahkan kedua pelat timah.
2. Kapasitor Elektrolit
Kapasitor ini terdiri dari pelat alumunium dan alumunium oksida yang dipisahkan
oleh kertas yang direndam dalam larutan alumunium berat. Pelat ini kemudian
digulung membentuk silinder.
Ciri – ciri dari kapasitor elektrolit :
 Memiliki polaritas yakni positif dan negatif
 Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam µF dan dengan tegangan kerja tertentu
yang tidak boleh dilampaui.
 Kerusakan yang sering terjadi adalah konslet,kering,bocor,atau meletus.

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 6 of 11-

3. Kapasitor Variabel
Kapasitor ini terdiri dari dua tumpukan pelat konduktor yang dipisahkan oleh
udara. Kumpulan pelat yang satu dapat di putar terhadap kumpulan pelat yang
lain dan ini akan menyebabkan kapasitas dari kapasitor ini berubah. Kapasitor ini
digunakan antara lain untuk memilih frekuensi gelombang pada pesawat radio
penerima.
4. Kapasitor Tantalum
Ciri–cirinya antara lain :
 Memiliki polaritas positif dan negatif
 Berfungsi sama dengan kapasitor elektrolit
 Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam µF
 Mempunyai unsur logam yang kuat
5. Kapasitor Trimer
Ciri – cirinya adalah:
 Penyetelan dilakukan menggunakan obeng
 Kedua keping logamnya diisolasi menggunakan lapisan tipis
 Memiliki kapasitas antara 20 pF hingga 100 pF
 Dimanfaatkan pada penerima radio maupun pesawat komunikasi
 Berfungsi sebagai pemilih gelombang / tunning.
6. Kapasitor Film
Ciri – cirinya adalah:
 Tegangan kerjanya sangat tinggi
 Tidak memiliki polaritas
 Nilai kapasitasnya dinyatakan dalam µF
 Kapasitas ada yang tertulis langsung dan ada menggunakan kode warna
 Banyak digunakan pada lampu blitz kamera
7. Kapasitor Keramik
Ciri – cirinya adalah:
 Tidak memiliki polaritas / nonpolar

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 7 of 11-

 Bentuk bulat tipis ( seperti kancing baju )


 Kapasitasnya dinyatakan dalam pF
 Tegangan kerjanya mulai dari 25 volt, 50 volt , 100 volt , 150 volt , 200 volt ,
400 volt bahkan sampai ribuan volt.
 Nilai kapasitasnya ada yang tertulis langsung dan ada yang menggunakan
hitungan.

B. INDUKTOR

• Induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan


berbentuk kumparan) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.
• Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya
dan dinyatakan dalam satuan Henry.
• Pada umumnya, induktor berupa sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi
kumparan. Lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan
dikarenakan hukum induksi Faraday.
• Induktor merupakan salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam
rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor
untuk memproses arus bolak-balik.
• Karakteristik induktor dalam menyimpan medan magnet kurang lebih sama dengan
kapasitor dalam menyimpan medan listrik. Namun, penentuan arus dan tegangan pada
inductor berbeda dengan kapasitor.
• Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan
tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari
induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi.
• Arus dan tegangan pada inductor

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 8 of 11-

a. Arus pada induktor


 Besarnya arus yang mengalir pada induktor (iL) tidak dapat berubah secara
tiba-tiba. saat awal terhubungnya rangkaian dan kemudian nilainya akan
berubah secara perlahan seiring bertambahnya waktu.
 Pada umumnya, waktu yang diperlukan oleh iL untuk menuju nilai maksimum
adalah mendekati 5τ . τ adalah konstanta waktu yang besarnya ditentukan oleh
persamaan :

L
τ= (s )
R
 Dalam bentuk persamaan, iL dinyatakan sbb :

E
iL = (1 − e −t / τ )
R
Keterangan : iL = arus pada induktor (ampere)
R = besarnya hambatan rangkaian (ohm)
L = induktansi induktor (henry)
E = tegangan sumber (V)
t = waktu (s)

b. Tegangan pada inductor


 Tegangan VL dari suatu induktor berubah secara tiba-tiba hingga mencapai
nilai maksimum pada awal pengisian muatan dan VL berkurang terus-menerus
menuju nilai 0 secara eksponensial. Pada umumnya, waktu yang diperlukan
oleh tegangan Vc mencapai nilai 0 adalah 5 τ.
 Dalam bentuk persamaan, VL dinyatakan sbb :
−t /τ
V L = Ee

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 9 of 11-

 Jadi, pada saat 5τ tegangan mencapai nilai 0, dan arus mencapai nilai
maksimum sebesar E/R. Pada saat itu, induktor berkarakteristik sebagai
hubung pendek.

c. Hubungan antara arus dan tegangan pada induktor

 Tegangan VL tidak berhubungan secara langsung dengan besarnya arus iL akan


tetapi besarnya VL berhubungan dengan laju perubahan arus. Semakin besar laju
perubahan arus , semakin besar pula VL nya. Pada kasus tegangan searah (setelah
terjadi keadaan stabil) tegangan bernilai nol. Ini berarti induktor dalam sistem DC
dapat dianggap sebagai sebuah hubung pendek.
 Adapun hubungan antara besarnya arus dan laju perubahan tegangan adalah sbb :

diL
VL = L
dt

• Besarnya induktansi induktor bentuk silinder ditentukan oleh persamaan berikut :

N 2 µA
L=
l

Keterangan : N = jumlah lilitan


µ = permiabilitas inti (henry/m)
A = luas inti (m2)
l = panjang inti(m)

Permiabilitas (µ) adalah ukuran properti kemagnetan dari bahan dan nilainya ditentukan
dengan persamaan :

µ = µ r µ0

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 10 of 11-

Adapun µ0 adalah permiabilitas udara sebesar 4πx10-7 wb / Am dan µr adalah


permiabilitas relative bahan yang nilainya tergantung dari kemampuan bahan tersebut
untuk menyerap energi magnet.

• Rangkaian induktor
a) Rangkaian seri
Besarnya induktansi total (Lt) pada rangkaian seri sejumlah n induktor adalah
sebagai berikut :
Lt = L1 + L2 + L3 + ..... + Ln

b) Rangkaian parallel
Besarnya induktansi total (Lt) pada rangkaian parallel sejumlah n induktor adalah
sebagai berikut :
1 1 1 1 1
= + + + ..... +
Lt L1 L 2 L3 Ln

• Besarnya energi yang tersimpan dalam induktor adalah sbb :


1
WL = LI 2
2
• Penggunaan induktor :
1. Induktor sering digunakan pada sirkuit analog dan pemroses sinyal. Induktor
berpasangan dengan kondensator dan komponen lain membentuk sirkuit tertala.
2. Penggunaan induktor besar pada pencatu daya untuk menghilangkan dengung
pencatu daya, hingga induktor kecil yang terpasang pada kabel untuk mencegah
interferensi frekuensi radio melalui kabel. Kombinasi induktor-kondensator
menjadi rangkaian tala dalam pemancar dan penerima radio.
3. Dua induktor atau lebih yang terkopel secara magnetik membentuk transformator.
4. Induktor digunakan sebagai penyimpan energi pada beberapa pencatu daya moda
sakelar. Induktor dienergikan selama waktu tertentu, dan dihabiskan pada sisa

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo


Kapasitor dan Induktor- Page 11 of 11-

siklus. Perbandingan transfer energi ini menentukan tegangan keluaran. Reaktansi


induktif XL ini digunakan bersama semikonduktor aktif untuk menjaga tegangan
dengan akurat.
5. Induktor juga digunakan dalam sistem transmisi listrik, yang digunakan untuk
mengikangkan paku-paku tegangan yang berasal dari petir, dan juga membatasi
arus pensakelaran dan arus kesalahan. Dalam bidang ini, indukutor sering disebut
dengan reaktor.

Ayudia Rachma F – I0309008 – Industrial Engineering UNS Solo