Anda di halaman 1dari 20

OSILATOR

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA FISIS DASAR II

Nama NIM / Kelompok Nama Asisten

: Nur Harmila Sari : H21109015 / 1 : Wilda Angraeni

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2010

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG Pada beberapa rangkaian dibutuhkan sederetan pulsa clock dengan frekuensi tertentu. Deretan pulsa clock ini dapat dibangkitkan dengan menggunakan suatu osilator yang dibentuk dengan menggunakan gerbang logika ataupun dengan menggunakan piranti lain seperti LM555 yang pada awalnya dirancang unutk digunakan sebagai pewaktu (timer).Pada beberapa pemakaian, seperti pada jam digital, frekuensi dari osilator ini harus sangat presisi karena ketepatan dari jam ini hanya ditentukan oleh ketepatan dari frekuensi clock. Untuk keperluan seperti ini biasanya digunakan osilator yang menggunakan kristal kwarsa yang memiliki ketepatan dan kestabilan frekuensi yang sangat tinggi. Rangkaian osilator menghasilkan arus bolak-balik (ac) dengan daya kurang dari satu watt sampai dengan ribuan watt. Bila diperlukan tegangan ac frekuensi daya dan berdaya besar (10 sampai dengan 100 Hz, dapat digunakan berbagai jenis alternator elektromagnetik. Untuk frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi di dalam daerah frekuensi-radio, digunakan rangkaian osilator transistor atau tabung.

I.2 RUANG LINGKUP Ruang lingkup pada praktikum ini meliputi pengukuran resistansi pada resistor berdasarkan warna cincin yang tertera pada resistor tersebut dan membuat rangkaian osilator kemudian melakukan perhitungan frekuensi ( berdasarkan parameter yang ada.

I.3 TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan telah memiliki kemampuan berikut: a. Pengaturan penguatan dan umpan balik. b. Penapisan dan penalaan frekuensi isyarat suatu gelombang. c. Stabilitas osilasi dan titik kerja serta daerah kerja suatu penguat. d. Adanya distorsi harmonik yang terdapat pada suatu sistem osilasi.

I.4 WAKTU & TEMPAT PRAKTIKUM Praktikum Osilator ini dilakukan pada hari Senin, 13 Desember 2010, pukul 14.00 16.00 WITA, di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1

PENDAHULUAN Osilator adalah suatu rangkaian yang menghasilkan keluaran yang amplitudonya berubah-ubah secara periodik dengan waktu. Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam-macam, yaitu bentuk sinusoida, persegi, segitiga, gigi gergaji, atau denyut. Osilator berbeda dengan penguat, oleh Karena penguat memerlukan isyarat masukan untuk menghasilkan isyarat keluaran. Pada osilator tak ada isyarat masukan, hanya ada isyarat keluaran saja, yang frekuensi dan amplitudo dapat dikendalikan. Seringkali suatu penguat secara tak disengaja menghasilkan keluaran tanpa maukan dengan frekuensi yang nilainya tak dapat dikendalikan. Dalam hal ini penguat dikatakan berosilasi. Osilator digunakan secara luas sebagai sumber isyarat untuk menguji suatu rangkaian elektronik. Osilator seperti ini disebut pembangkit isyarat, atau pembangkit fungsi jika isyarat keluarannya dapat mempunyai berbagai bentuk. Osilator juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jarak dengan gelombang mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonic (sonar). Selain itu, hampir semua alat digital seperti jam tangan, digital kalkulator, computer, alat-alat pembantu komputer, dan sebagainya menggunakan osilator. Pesawat penerima radio dan televisi juga menggunakan osilator untuk mengolah isyarat yang datang. Isyarat yang datang ini dicampur dengan isyarat dari osilator lokal sehingga menghasilkan isyarat pembawa informasi dengan frekuensi lebih rendah. Isyarat yang terakhir ini dikenal sebagai isyarat if (intermediate frequency).

II.2

RANGKAIAN OSILATOR 1) Osilator RC


Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian frekuensi yang rendah. Rangkaian osilator RC yang paling sederhana dapat dibangun dengan menggunakan satu gerbang seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut.

Gambar Rangkaian Osilator RC dengan Inverter Inverter yang digunakan adalah inverter yang dilengkapi dengan Schmitt Trigger. Fungsi Schmitt Trigger disini adalah untuk

mempercepat transisi tegangan keluaran dan memberi efek hysteresis pada tegangan masukan. 2) Osilator LC Pada osilator LC (rangkaian resonansi) menggunakan rangkaian resonansi sebagai pembangkit gelombang dan penguat untuk mengatasi redaman oleh resistansi dalam induktor dan konduktansi kapasitor.

Gambar Osilator LC (Rangkaian Resonansi) Ada banyak model LC Oscillator namun tetap memiliki kesamaan dalam prinsip kerjanya. Salah satu diantaranya Oscillator LC model Hartley seperti terlihat pada gambar. 3) Osilator Harmonisa Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator harmonisa disebut juga dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa terdiri dari sebuah penguat dan sebuah filter yang membentuk umpan balik positif yang menentukan frekuensi output. Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulangulang, maka sinyal noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator. Macam-macam osilator harmonisa 1. Osilator Amstrong Osilator amstrong dinamai sesuai dengan nama penemunya Edwin Amstrong. Osilator amstrong terdiri dari sebuah penguat dan sebuat umpan balik rangkaian LC.

Gambar Osilator Amstrong Armstrong osilator (juga dikenal sebagai Meissner osilator menurut insinyur listrik Edwin Armstrong, Kadang-kadang disebut sebagai pengingat osilator karena umpan balik yang diperlukan untuk

menghasilkan osilasi ini disediakan menggunakan pengingat kumparan (T di diagram rangkaian) melalui kopel magnet antara kumparan L dan koil T. 2. Osilator Hartley

Gambar Osilator Hartley Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley tersusun dari dua buah induktor yang disusun seri dan sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator hartley adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah kapasitor variabel pada komponen kapasitornya. Selain itu amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator.

3. Osilator Colpits

Gambar Osilator Colpits Osilator Colpits termasuk jenis osilator LC. Osilator colpits tersusun dari dua buah kapasitor yang disusun seri dan sebuah induktor tunggal. Kelebihan osilator colpits adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah induktor variabel pada komponen induktornya seperti halnya penggunaan kapasitor variabel pada osilator hartley. Amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator. 4. Osilator Clapp

Gambar Osilator Clapp Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan satu buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama dengan osilator colpits namun ada penambahan kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L). Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp pada tahun 1948.

5. Osilator Pergeseran Fasa

Gambar Osilator Pergeseran Fasa Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator pergeseran fasa terdapat sebuah pembalik fasa total 180 derajat. Pembalik fasa ini di menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat dan memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya dibentuk oleh tiga buah rangkaian RC. 6. Osilator Kristal

Gambar Osilator Kristal Osilator Kristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakanan LC atau RC melainkan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian dalam kristal mewakili rangkaian R, L dan C yang disusun seri. Osilator Pierce ditemukan oleh George W. Pierce. Osilator Pierce banyak dipakai

pada rangkaian digital karena bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil. 7. Osilator Jembatan Wien Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Osilator jembatan Wien disebut juga osilator Twin-T karena menggunakan dua T sirkuit RC beroperasi secara paralel. Satu rangkaian adalah sebuah RCR T yang bertindak sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC T yang beroperasi sebagai penyaring bernilai tinggi. Bersama-sama, sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi osilasi yang diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang maju, di RCR itu tertunda, sehingga mereka dapat melemahkan satu sama lain pada frekuensi tertentu.

Gambar Osilator Jembatan Wien 4) Osilator Relaksasi Osilator Relaksasi merupakan osilator yang memanfaatkan prinsip saklar secara terus menerus dengan periode tertentu yang menentukan frekuensi output. Osilator relaksasi menghasilkan beberapa bentuk gelombang non sinus, yaitu gelombang kotak, segitiga, pulsa dan gigi gergaji. Osilator relaksasi adalah osilator dimana kondensator diisi sedikit demi sedikit dan lalu dikosongkan dengan cepat. Ini biasanya dibangun dari

sebuah resistor atau sumber arus, sebuah kondensator, dan sebuah peranti penahan seperti lampu neon, tiratron, DIAC, UJT, atau dioda Gunn. Kondensator diisi melalui resistor, menyebabkan tegangan yang membentangi kondensator mendekati tegangan pengisi pada kurva eksponensial. Peranti penahan dijajarkan dengan kondensator. Peranti sedemikian ini tidak akan menghantar sebelum tegangan yang

membentanginya mencapai tegangan tahan (sulut). Peranti penahan lalu menghantar dan dengan cepat mengosongkan kondensator. Ketika tegangan pada kondensator jatuh hingga lebih rendah dari tegangan tahan, peranti penahan berhenti menghantar dan kondensator mulai diisi kembali. Jika unsur penahan adalah lampu neon, sirkuit juga menghasilkan kilasan cahaya setiap kondensator dikosongkan. Jika lampu neon atau tiratron digunakan sebagai peranti sulut, resistor tambahan dengan harga puluhan hingga ratusan ohm dipasang berderet dengan peranti sulut untuk membatasi arus dari pengosongan kondensator dan mencegah elektroda lampu untuk rusak dengan cepat karena pulsa arus tinggi yang berulang dengan cepat. Gelombang keluaran dari osilator relaksasi biasanya adalah gelombang gigi gergaji. Jika hanya sebagian kecil dari lereng eksponensial yang digunakan (tegangan sulut dari peranti penahan lebih rendah dari sumber tegangan), lereng kira-kira merupakan lereng linier, tetapi jika dibutuhkan gelombang gigi gergaji yang benar-benar linier, resistor pengisian harus diganti dengan sumber arus konstan. Peranti sulut dengan sambungan kendali ketiga, seperti pada tiratron atau UJT memungkinkan waktu pengosongan kondensator untuk

disesuaikan dengan pulsa kendali. Dengan demikian, keluaran gigi gergaji dapat disesuaikan dengan isyarat yang diproduksi oleh unsur sirkuit lainnya.

II.3

Prinsip Kerja Rangkaian Transistor Sebagai Oscillator (Prinsip Kerja Transistor Flip Flop) Salah satu penggunaan yang sangat penting dari transistor dalam dunia elektronika adalah fungsinya sebagai Oscillator atau pembangkit pulsa. Rangkaian oscillator biasanya digunakan untuk pemicu rangkaian counter atau pencacah, rangkaian lampu hias atau lampu berjalan serta sebagai pembangkit sinyal pembawa atau carrier pada rangkaian radio baik AM ataupun FM. Dari jenis dan variasi rangkaian oscillator banyak sekali jenisnya mulai dari yang sederhana hingga yang paling rumit bahkan banyak yang sudah langsung jadi yang dikemas dalam IC (Integrated Circuit).

Gambar Rangkaian Transistor Sebagai Oscilator | Flip Flop Rangkaian oscillator diatas adalah merupakan salah satu rangkaian oscillator yang sederhana. Pada dasarnya prinsip kerja rangkaian oscillator adalah sama, hanya saja beberapa variasi rangkaian terkadang dibutuhkan sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. Pada saat transistor Q1 mengalami cutoff atau terbuka kapasitor C1 akan melakukan pengisian dan kapasior C2 akan melakukan pelepasan muatan serta Q2 akan aktif dan membuat led D2 hidup, kemudian pada saat transistor Q1 aktif maka C1 akan melakukan pelepasan muatan melalui kolektor Q1 ke ground.

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

III.1 ALAT DAN BAHAN III.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. 1. Papan rangkaian berfungsi sebagai tempat untuk membuat rangkaian.

2. Catu daya berfungsi sebagai sumber tegangan DC.

3. Osiloskop berfungsi untuk mengukur dan menampilkan tegangan sinusoida, dan berbagai bentuk gelombang yang ditemukan dalam rangkaian yang dibuat.

4. Kabel jumper berfungsi sebagai penghubung dalam suatu rangkaian.

III.1.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut. 1. Transistor adalah komponen elektronika aktif yang berfungsi sebagai penguat tegangan dan penguat arus.

2. Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat aliran arus listrik.

3. Kapasitor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam bentuk medan listrik.

4. Induktor adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan arus listrik dalam bentuk induksi listrik.

III.2 PROSEDUR PRAKTIKUM Adapun prosedur pada praktikum osilator ini yaitu: a. menyiapkan alat dan komponen yang akan digunakan b. membuat rangkaian osilator dengan kapasitor 10 nF, seperti yang terlihat pada gambar berikut

c. menghubungkan rangkaian tersebut dengan catu daya dan osiloskop, seperti yang terlihat pada gambar berikut

d. mengamati bentuk isyarat keluaran dan terjadinya osilasi pada layar osiloskop e. mencatat nilai periode(T) f. membuat rangkaian osilator dengan kapasitor 39 nF g. menghubungkan rangkaian tersebut dengan catu daya dan osiloskop, seperti yang terlihat pada gambar berikut

h. mengulangi langkah d dan e i. menghitung besar frekuensi (f) dari masing-masing rangkaian yang telah dibuat dengan persamaan f = .

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 HASIL IV.1.1 Tabel Pengamatan C (nF) 10 39 T (s) 10-2 5 x 10-3 f (Hz) 100 200

IV.1.2 Pengolahan Data a. Frekuensi untuk kapasitor 10 nF

( ( b. Frekuensi untuk kapasitor 39 nF

( ( IV.1.3 Gambar bentuk isyarat keluaran a. Gambar untuk kapasitor 10 nF

b. Gambar untuk kapasitor 39 nF

IV.2 PEMBAHASAN Pada praktikum ini menggunakan transistor, kapasitor, resistor, dan induktor sebagai komponen penyusun dalam rangkaian osilator yang dibuat. Adapun kapasitansi dari kapasitor yang digunakan yaitu 10 buah) dan 27 k (1 buah). Rangkaian osilator yang pertama dibuat adalah rangkaian yang menggunakan kapasitor 10 nF, dimana dari rangkaian tersebut diperoleh periode terjadinya osilasi sebesar T = 10-2 sekon sehingga frekuensinya f = 100 Hz. Rangkaian osilator yang kedua dibuat adalah rangkaian yang menggunakan kapasitor 39 nF, dimana dari rangkaian tersebut diperoleh periode terjadinya osilasi sebesar T = 5 x 10-3 sekon sehingga frekuensinya f = 200 Hz. Bentuk isyarat keluaran dari kedua rangkaian osilator tersebut yaitu sama-sama berupa gelombang sinusoida. Akan tetapi, besarnya osilasi yang terlihat di osiloskop dari kedua rangkaian berbeda karena kapasitansi dari kapasitor yang digunakan berbeda pula. Semakin besar kapasitansi kapasitor yang digunakan pada rangkaian osilator, maka semakin besar frekuensi osilasi yang dihasilkannya. , 10 nF, dan 39 nF. Sedangkan resistansi dari resistor yang digunakan yaitu 10 k (2

BAB V PENUTUP

V.1 KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini yaitu: a. Pengaturan penguatan dan umpan balik merupakan persyaratan bagi rangkaian osilator agar menghasilkan osilasi secara terus-menerus. b. Frekuensi isyarat suatu gelombang dapat dihitung dengan persamaan f = . c. Kapasitansi kapasitor yang digunakan pada rangkaian osilator

berbanding lurus dengan frekuensi osilasi yang dihasilkannya. d. Adanya distorsi harmonik adalah salah satu persyaratan utama bagi osilator gelombang sinus.

V.2 KRITIK DAN SARAN V.2.1 Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi Kritik dan saran untuk laboratorium elektronika dan

instrumentasi, yaitu: a. alat dan bahan praktikum sudah cukup banyak, akan tetapi sebaiknya perlu ditambah lagi. b. alat yang tidak dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti. V.2.2. Asisten Kritik dan saran untuk asisten, yaitu sikap asisten sudah cukup baik dalam membimbing praktikan selama praktikum berlangsung, akan tetapi perlu ditingkatkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2010.

Osilator.

http://www.ilmuku.com/mod/wiki/view.php?

id=1834&page=Osilator. diakses pada 19 November 2010, Makassar. Anonim, 2010. Osilator. http://id.wikipedia.org/wiki/Osilator. diakses pada 19 November 2010, Makassar. Chanshue, 2010. Rangkaian Osilator. http://chanshue.wordpress.com/2010/04/15/ rangkaian-osilator/. diakses pada 23 November 2010, Makassar. Malang, Telkompoltek. 2010. Osilator Armstrong.

http://elkakom.telkompoltek.net/2010/07/osilator-armstrong.html. diakses pada 23 November 2010, Makassar. Malang, Telkompoltek. 2010. LC Oscillator.

http://elkakom.telkompoltek.net/2010/07/lc-oscillator.html. diakses pada 23 November 2010, Makassar. Sabrina, Abi. 2010. Osilator. http://abisabrina.wordpress.com/2010/08/20/

oscilator/. diakses pada 23 November 2010, Makassar. Sutrisno. 1986. Elektronika Teori dasar dan penerapannya Jilid 2. Bandung: ITB.