Sastra Indonesia

Sastra Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.

Sampul Buku "Deru Campur Debu" karya Chairil Anwar - sastrawan Indonesia Angkatan 45 Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara.Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Periodisasi 2 Pujangga Lama

2.1 Karya Sastra Pujangga Lama

2.1.1 Sejarah

   • • • • • • • • • • • • ○

2.1.2 Hikayat 2.1.3 Syair 2.1.4 Kitab agama

3 Sastra Melayu Lama 3.1 Karya Sastra Melayu Lama 4 Angkatan Balai Pustaka 5 Pujangga Baru
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

5.1 Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru 6.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 7.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 - 1960-an 8.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 9.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 - 1990an 10.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi 11.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000

6 Angkatan 1945 7 Angkatan 1950 - 1960-an 8 Angkatan 1966 - 1970-an 9 Angkatan 1980 - 1990an 10 Angkatan Reformasi 11 Angkatan 2000-an 12 Cybersastra 13 Pranala luar 14 Referensi

[sunting] Periodisasi
Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
• •

lisan tulisan Angkatan Pujangga Lama Angkatan Sastra Melayu Lama Angkatan Balai Pustaka Angkatan Pujangga Baru Angkatan 1945 Angkatan 1950 - 1960-an

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan: • • • • • •

• • • •

Angkatan 1966 - 1970-an Angkatan 1980 - 1990-an Angkatan Reformasi Angkatan 2000-an

[sunting] Pujangga Lama
Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20.Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan.Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin arRaniri.[1]

[sunting] Karya Sastra Pujangga Lama
[sunting] Sejarah

Sejarah Melayu (Malay Annals) Hikayat Abdullah Hikayat Aceh Hikayat Amir Hamzah Hikayat Andaken Penurat Hikayat Bayan Budiman Hikayat Djahidin Hikayat Hang Tuah Hikayat Iskandar Zulkarnain Hikayat Kadirun Syair Bidasari Syair Ken Tambuhan Syair Raja Mambang Jauhari Syair Raja Siak Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai

[sunting] Hikayat

• • •

Hikayat Kalila dan Damina Hikayat Masydulhak Hikayat Pandawa Jaya Hikayat Pandja Tanderan Hikayat Putri Djohar Manikam Hikayat Sri Rama Hikayat Tjendera Hasan Tsahibul Hikayat

• •


• •

• • • •


• •

[sunting] Syair

• •
• • •

[sunting] Kitab agama

Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri

[sunting] Sastra Melayu Lama
Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.

[sunting] Karya Sastra Melayu Lama
• • • • • •
• •

Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio • • • • • • • • •
• •

Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S.J Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo Nyai Permana Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya

• • • • •


[sunting] Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka.Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar).Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa

Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu.yaitu bahasa Melayu-Tinggi. Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka: • Merari Siregar • • • Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956) Tanah Air (1922) Indonesia. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang. dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.Dalam perkembangannya.[2] Pada masa ini. bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934) Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932) • Marah Roesli • • • • Muhammad Yamin • • • • • Nur Sutan Iskandar • • • • • • • • Tulis Sutan Sati • • • • . dan bahasa Madura. bahasa Batak. dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera". novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali. tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulispenulis lainnya pada masa itu.

Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu : 1. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru • Sutan Takdir Alisjahbana ○ ○ ○ ○ • Roestam Effendi ○ ○ Dian Tak Kunjung Padam (1932) Tebaran Mega . terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.1942). Karyanya Layar Terkembang.Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual. Selain Layar Terkembang. nasionalistik dan elitis. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah 2. terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane.kumpulan sajak (1935) Layar Terkembang (1936) Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) • • Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan Pertjikan Permenungan Kalau Tak Untung (1933) Pengaruh Keadaan (1937) Ni Rawit Ceti Penjual Orang Sariamin Ismail ○ ○ ○ • Hamka ○ Anak Agung Pandji Tisna . pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang.Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 . Pada masa itu.• Djamaluddin Adinegoro • • Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928) Pertemuan (1927) Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933) Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935) • • Abas Soetan Pamoentjak • • • Abdul Muis • Aman Datuk Madjoindo • • • [sunting] Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. Armijn Pane dan Rustam Effendi.

pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati .kumpulan cerpen (1953) Pancaran Cinta (1926) Puspa Mega (1927) Madah Kelana (1931) Sandhyakala Ning Majapahit (1933) Kertajaya (1932) Nyanyi Sunyi (1937) Begawat Gita (1933) Setanggi Timur (1939) • Sukreni Gadis Bali (1936) I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) Rindoe Dendam (1934) Kehilangan Mestika (1935) Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941) Palawija (1944) J.Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang".Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani.sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia .○ ○ ○ • Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940) (1935) ○ ○ • • • Armijn Pane ○ ○ ○ ○ ○ Belenggu (1940) Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa .Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik.E. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 • Chairil Anwar ○ ○ Kerikil Tajam (1949) Deru Campur Debu (1949) .Tatengkeng ○ ○ ○ ○ Fatimah Hasan Delais Said Daeng Muntu • Sanusi Pane ○ ○ ○ ○ ○ Karim Halim ○ • Tengku Amir Hamzah ○ ○ ○ [sunting] Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Selain Tiga Manguak Takdir.Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar.

Mihardja ○ ○ ○ ○ ○ Trisno Sumardjo Utuy Tatang Sontani • Suman Hs. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan.H ○ W.1960-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. ○ ○ ○ [sunting] Angkatan 1950 . Jassin. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis.B. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 .• • Asrul Sani. bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar ○ Tiga Menguak Takdir (1950) Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan Atheis (1949) Katahati dan Perbuatan (1952) Suling (drama) (1948) Tambera (1949) Awal dan Mira .Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Rendra .kumpulan sajak 19501955 (1958) Priangan si Jelita (1956) Ramadhan K. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi.S.drama satu babak (1962) Kasih Ta' Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940) Idrus ○ ○ ○ • • • Achdiat K.1960-an • Pramoedya Ananta Toer ○ ○ ○ ○ ○ • Toto Sudarto Bachtiar ○ ○ Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) Bukan Pasar Malam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951) Keluarga Gerilya (1951) Mereka yang Dilumpuhkan (1951) • • Etsa sajak-sajak (1956) Suara . Sastra.

kumpulan cerita pendek (1963) • • • • ○ ○ ○ • • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Balada Orang-orang Tercinta (1957) Empat Kumpulan Sajak (1961) Ia Sudah Bertualang (1963) Simphoni (1957) Hujan Kepagian (1958) Rasa Sajangé (1961) Tiga Kota (1959) Angin Laut (1958) Dimedan Perang (1962) Laki-laki dan Mesiu (1951) Pulang (1958) Gugurnya Komandan Gerilya (1962) Daerah Tak Bertuan (1963) Mendarat Kembali (1962) Datang Malam (1963) Nh.8 cerita pendek pilihan (1955) Bianglala .○ ○ ○ • ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ • Perburuan (1950) Cerita dari Blora (1952) Gadis Pantai (1965) Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960) Dalam Sadjak (1950) Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) Tak Ada Esok (1950) Jalan Tak Ada Ujung (1952) Tanah Gersang (1964) Si Djamal (1964) Putra Budiman (1951) Pahlawan Minahasa (1957) Tahun-tahun Kematian (1955) Ditengah Keluarga (1956) Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) Cari Muatan (1959) Pertemuan Kembali (1961) Robohnya Surau Kami . Dini Subagio Sastrowardojo Nugroho Notosusanto Sitor Situmorang Trisnojuwono Mochtar Lubis ○ ○ ○ ○ Toha Mochtar Purnawan Tjondronagaro Bokor Hutasuhut • Marius Ramis Dayoh ○ ○ • Ajip Rosidi ○ ○ ○ ○ ○ • Ali Akbar Navis ○ ○ .

Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Taufik Ismail. Leon Agusta. dan absurd. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam. H. Surat Keputusan (1963) Lesbian (1976) Bukan Rumahku (1976) Pelabuhan Hati (1978) Pelabuhan Hati (1978) Monumen Safari (1966) Catatan Putih (1975) Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978) Hukla (1979) Ziarah (1968) Kering (1972) Merahnya Merah (1968) Keong (1975) Titis Basino ○ ○ ○ ○ ○ • Sutardji Calzoum Bachri ○ ○ ○ • Leon Agusta ○ ○ ○ ○ • Abdul Hadi WM ○ ○ ○ • Iwan Simatupang ○ ○ ○ ○ • Sapardi Djoko Damono ○ ○ • Goenawan Mohamad .B. Bur Rasuanto. Jassin. Wing Kardjo.1970-an Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Purnawan Tjondronegoro. dan banyak lagi yang lainnya. Darmanto Jatman. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik. arus kesadaran. Goenawan Mohamad.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Noer. Arifin C. Arief Budiman. Djamil Suherman. Hotel.○ ○ Hujan Panas (1964) Kemarau (1967) [sunting] Angkatan 1966 . Hamsad Rangkuti. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye. Goenawan Mohamad. Putu Wijaya. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 • Taufik Ismail ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Djamil Suherman ○ ○ Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Tirani dan Benteng Buku Tamu Musim Perjuangan Sajak Ladang Jagung Kenalkan Saya Hewan Puisi-puisi Langit O Amuk Kapak Meditasi (1976) Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975) Tergantung Pada Angin (1977) Dukamu Abadi (1969) Mata Pisau (1974) • Perjalanan ke Akhirat (1962) Manifestasi (1963) Dia. Ikranegara. Budi Darma. arketip. Wisran Hadi.

Balfas Danarto Mahbub Djunaidi ○ ○ ○ Nasjah Djamin Wildan Yatim Harijadi S. Hartowardojo Putu Wijaya ○ ○ ○ ○ ○ ○ • • Ismail Marahimin ○ ○ ○ Wisran Hadi [sunting] Angkatan 1980 .Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. Sastra.A Salmoen Parakitri Tahi Simbolon Chairul Harun Kuntowijoyo M. dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. . ditandai dengan banyaknya roman percintaan.○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ • Parikesit (1969) Interlude (1971) Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) Seks.1990an Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. dan Kita (1980) Seribu Kunang-kunang di Manhattan Sri Sumarah dan Bawuk Lebaran di Karet Pada Suatu Saat di Bandar Sangging Kelir Tanpa Batas Para Priyayi Jalan Menikung Godlob Adam Makrifat Berhala Hilanglah si Anak Hilang (1963) Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) Bila Malam Bertambah Malam (1971) Telegram (1973) Stasiun (1977) Pabrik Gres Bom • • • • • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • • • RT Nol/RW Nol Tegak Lurus Dengan Langit Masa Bergolak (1968) Ibu (1969) Warisan (1979) Khotbah di Atas Bukit (1976) Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Dari Hari ke Hari (1975) Pergolakan (1974) Perjanjian dengan Maut (1976) Dan Perang Pun Usai (1979) Empat Orang Melayu Jalan Lurus Umar Kayam M.

Salah satu ciri khas yang menonjol pada novelnovel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. Arifin Noor Hasby. La Barka. karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya. Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said. Diah Hadaning. Namun yang tak boleh dilupakan. Nh. dan Tajuddin Noor Ganie. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Noorca Mahendra. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Yudistira Ardinugraha. dan Oka Rusmini. Namaku Hiroko.Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado. Pertemuan Dua Hati. Tarman Effendi Tarsyad. Kurniawan Junaidi. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 . Yvonne de Fretes.Pada umumnya. antara lain: La Rose. Ahmad Fahrawie. dan Hati Yang Damai.B Mangunwijaya ○ ○ ○ Darman Moenir • Budi Darma ○ ○ • Sindhunata ○ . Seno Gumira Ajidarma. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Pipiet Senja. Lastri Fardhani. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya.1990an • Ahmadun Yosi Herfanda ○ ○ ○ ○ ○ Ladang Hijau (1980) Sajak Penari (1990) Sebelum Tertawa Dilarang (1997) Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) Sembahyang Rumputan (1997) Burung-burung Manyar (1981) Bako (1983) Dendang (1988) Olenka (1983) Rafilus (1988) Anak Bajang Menggiring Angin (1984) • • Y. Micky Hidayat. Noor Aini Cahya Khairani. pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop.

11 novel (1995-2005) Nyanyian Gaduh (1987) Matahari yang Mengalir (1990) Kepompong Sunyi (1993) Nikah Ilalang (1995) Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) Segi Empat Patah Sisi (1990) Segi Tiga Lepas Kaki (1991) Ben (1992) Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) Ca Bau Kan (1999) Kerudung Merah Kirmizi (2002) Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) Dinamika Budaya dan Politik (1991) Arsitektur Hujan (1995) Pistol Perdamaian (1996) Kalung dari Teman (1998) Hilman Hariwijaya • Dorothea Rosa Herliany ○ ○ ○ ○ ○ • Gustaf Rizal ○ ○ ○ ○ • Remy Sylado ○ ○ • Afrizal Malna ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ [sunting] Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri.28 novel (1986-2007) Lupus Kecil . puisi. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa . muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". yang bertema sosial-politik. cerpen.Di rubrik sastra harian Republika misalnya. khususnya seputar reformasi.• • Arswendo Atmowiloto ○ ○ ○ ○ ○ Canting (1986) Lupus . Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. maupun novel.13 novel (1989-2003) Olga Sepatu Roda (1992) Lupus ABG .

serta yang muncul pada akhir 1990-an. eseis. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000".2: Petir (2004) Pulau Cinta di Peta Buta (2003) Ziarah bagi yang Hidup (2004) Parang Tak Berulu (2005) • Seno Gumira Ajidarma ○ ○ ○ • Dewi Lestari ○ ○ ○ • Raudal Tanjung Banua ○ ○ ○ . dan novel -pada saat itu. Seratus lebih penyair. Bahkan. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an.atau sajak-sajak reformasi. cerpen. seperti Afrizal Malna. Ahmadun Yosi Herfanda. dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. Jakarta pada tahun 2002. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi • Widji Thukul ○ ○ Puisi Pelo Darman [sunting] Angkatan 2000-an Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul.puisi. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -.1: Akar (2002) Supernova 2. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara. dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya. Puteri dan Bintang Jatuh (2001) Supernova 2. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. novelis. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. Acep Zamzam Noer. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000 • Ayu Utami ○ ○ Saman (1998) Larung (2001) Atas Nama Malam Sepotong Senja untuk Pacarku Biola Tak Berdawai Supernova 1: Ksatria.Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. seperti Sutardji Calzoum Bachri. cerpenis.

baik yang dikelola resmi oleh pemerintah. Tiga Menguak Takdir oleh: SemMh • • • • More About :tiga menguak takdir Tiga Menguak Tak Pengarang: Chairil Anwar. organisasi non-profit.○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ • Gugusan Mata Ibu (2005) Ayat-Ayat Cinta (2004) Diatas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) Dalam Mihrab Cinta (2007) Laskar Pelangi (2005) Sang Pemimpi (2006) Edensor (2007) Maryamah Karpov (2008) Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) Negeri 5 Menara (2009) Ranah 3 Warna (2011) Lukisan Jiwa (puisi) (2009) Melan Conis (2009) Habiburrahman El Shirazy Andrea Hirata Ahmad Fuadi Tosa ○ ○ [sunting] Cybersastra Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Asrul Sani. Rivai Apin Summary rating: 4 stars (3 Tinjauan) Kunjungan : 528 kata:300 .Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet). Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya semisal : duniasatra(dot)com. maupun situs pribadi.

Karena itu. 1945. October 27..Soal benar-tidaknya tafsiran itu. serta Yang Terhempas dan Yang Luput (Yang Terempas dan Yang Putus). Buku ini berisi antara lain 10 puisi Chairil Anwar di antaranya: Catetan th. memahami dan menghayati misteri kehidupan manusia. 96 . Perjurit Jaga Malam..shvoong. No. Namun di lain pihak.. terlucut debu. Senja di Pelabuhan Kecil. karena menafsirkan karya sastra merupakan hak individual seseorang.Tiga Menguak Takdir adalah antologi puisi ketiga penyair (Chairil Anwar. 2003 Posted 6:34 AM by camar PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. Cintaku Jauh di Pulau. yang paling mengetahui adalah ketiga penyair itu sendiri. 2010 sumber: Tiga Menguak Takdirhttp://id. bahwabuku ini merupakan upaya ketiga penyair untuk menghadapi eksistensi sastra punjangga baru yang dimotori oleh Sutan Takdir ALisjahbana. Asrul Sani dan Rivai Apin). ada kelompok lain yang mencoba menafsirkan judul buku ini sebagai pencerminan jiwa ketiga penyair yang mencoba menguak. Waktu jalan..com/books/poetry/2010179-tiga-menguaktakdir/#ixzz1IRXpqdOL PUISI . Diterbitkan di: Juni06. Derai-derai Cemara (Cemara Menderai Sampai Jauh). Krawang-Bekasi. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat. Ada tafsiran dari beberapa kalangan. Mana yang benar?Kedua pihak penafsir dapat dikatakan benar. Th III. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi.PUISI CHAIRIL ANW kembali Archive AKU Monday. ketiga penyair dalam buku ini dianggap bahkan diakui sebagai pelopor sastra Indonesia Angkatan 45 dengan motor penggeraknya Chairil Anwar.Pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1950. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras..

Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. 11-12 20-30 Agustus 1957 KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Kami tidak tahu. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. kenanglah kami. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak . Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang. No.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?.

1957 DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. kenanglah kami Teruskan. No 16. Pedang di kanan. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai .Kenang. Jilid 7. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. Lawan banyaknya seratus kali. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. Sekali berarti Sudah itu mati. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu.

No. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty.Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. No 297. April 03. Th III. 2003 Posted 6:01 AM by camar AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang . 8 Agustus 1954 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. Jilid 7. 1954 Thursday. digarami lautmu Dari mulai tgl.

Sepi menekan mendesak. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut. Tak satu kuasa melepas-renggut .Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 Posted 6:01 AM by camar PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Lurus kaku pohonan. Maret 1943 Posted 5:59 AM by camar HAMPA kepada sri Sepi di luar.

Belum apa-apa Udara bertuba.Segala menanti. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa . Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Menanti. Menanti. Posted 5:59 AM by camar DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 Posted 5:58 AM by camar SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Sepi. Dan menanti. Setan bertempik Ini sepi terus ada.

masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. gadis manis. laut terang. Posted 5:58 AM by camar SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu . sekarang iseng sendiri Perahu melancar. bulan memancar. Kapal. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. rumah tua. di angin mendayu. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Di air yang tenang. Aku sendiri.. pada cerita tiang serta temali. Berjalan menyisir semenanjung.. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. Tiada lagi. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta.Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. angin membantu. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 Posted 5:58 AM by camar CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya.

rimba jadi semati tugu di Karet.a. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 Posted 5:57 AM by camar YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. di Karet (daerahku y. malam tambah merasuk. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 Posted 5:53 AM by camar DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan . 1946 Posted 5:57 AM by camar MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. dia mati iseng sendiri.Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. kalau 'ku mati.

Disebut demikian karena dialah orang Melayu yang pertama kali menguak tradisi lama dalam dunia karang mengarang. Sejak kecil pendidikannya diserahkan oleh ayahnya kepada kakeknya. Dalam karyanya masih tertuang bentuk lama yaitu “syair”.tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. Angkatan Balai Pustaka Sejarah berdirinya : . walaupun dalam isi ia telah menampakkan nafas baru. Ia mulai melukiskan sesuatu yang terjadi di luar istana.Dibawah asuhan kakeknyalah bakatnya berkembang. Masa Kesusastraan Baru 1. Dikatakan demikian karena kakeknya keturunan Arab.Mulailah tumbuh dengan subur benih – benih kepengarangan yang tertanam dalam dirinya. Dalam karangannya digoreskannya kehidupan sehari – hari atau kejadian – kejadian yang bergejolak di masyarakat. Dapat dikatakan bahwa satu kakinya menginjak pada zaman baru.Ia lahir di Malaka tahun 1796 dan meninggal di Jedah (Arab) pada tahun 1854 (dalam usia 58 tahun). Abdulah mulai merombak cara – cara lama yang telah dianggapnya usang. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 PERKEMBANGAN PUISI Sastra Masa Peralihan Kesusastraan masa peralihan dikenal pula dengan nama masa Abdullah. Dalam cita dan langkah yang melaju ia belum lepas sama sekali dengan unsur sastra lama. Riwayat Hidup Abdullah : Dalam dirinya mengalir darah campuran antara Melayu – Arab – Keling. namun yang sebelah lagi tercampak pada zaman lama. Ibunya dari keturunan Keling.

Amir Hamzah Faktor pendorong timbulnya Pujangga Baru 1) Adanya syarat yang berat dari Balai Pustaka 2) Hasrat yang keras dari para pelopor Pujangga Baru untuk menghimpun diri.Badan ini mempunyai anggota 6 orang. Para Pengarang Angkatan Balai Pustaka 1) I Gusti Nyoman Panji Tisna (A.A. Karena makin lama tugas badan ini makin banyak.Y. Rinkes. Armiyn Pane 3. yang bernafas alon – alon serta . yaitu : 1) Nama majalah yang khusus membicarakan masalah sastra dan kesustraan Indonesia. Iskandar) 9) Muhammad Kasim 10) Suman Hasibuan (Suman Hs. G. STA (Sutan Takdir Alisyahbana) 2. Lodewyk Van Deyssel. 2) Nama suatu angkatan / kelompok pengarang yang muncul sekitar tahun 1933 – 1945. S.Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan sebuah badan yang bernama : COMMISIE VOOR DE VOLK SLECTUUR (Komisi Bacaan Rakyat). Dr. Pengertian Angkatan ‘80 Angkatan ’80 adalah suatu yang muncul tahun 1880 di Negeri Belanda yang dipelopori oleh : Willem Kloos. Angkatan Pujangga Baru Pengertian Pujangga Baru : Mengenai istilah Pujangga Baru ada 2 macam. 3) Pengaruh Angkatan ’80 di Negeri Belanda.A Panji Tisna) 2) M. Dayoh (Marius Ramis Dayoh) 3) Sutomo Jauhar Arifia 4) Marari Siregar 5) Marah Rusli 6) Abdul Muis 7) Jamaludin Malik (dengan nama samaran : Adinegoro) 8) Nur Sutan Iskandar (N. St. D. maka pada tahun 1917 badan ini diganti namanya dengan Balai Pustaka. Hazcu dengan Sekretaris Dr. (Haji Said Daeng) Muntu 2.R. Mereka menerbitkan sebuah majalah yang bernama De Nieuwe Gids (Pandu Baru) pada tahun 1885 untuk menentang kesustraan pendeta dan kesenian sebelumnya. Para pelopor Pujangga Baru 1.) 11) Aman Datuk Majoindo 12) Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) 13) Sa’adah Alim 14) Fatimah Hasan Delais 15) Sariamin 16) Paulus Supit 17) L. Badan ini diketuai oleh Prof. Federik Van Eeden dan Albert Verwey. Prof. Sanusi Pane 4. Wairata 18) H.

Dr. Sanusi Pane : berorientasi ke India dan Indonesia Purba. M. Rustam Effendi 6. oktaf. dan sebagainya. sextet. Sebagai gantinya Jepang mendirikan kantor kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunka Shidosho. Muhamad Yamin 3. Idealistis (mempunyai ide untuk merombak hal – hal yang dianggapnya kurang baik. septima. Romantis (terharu/terpengaruh oleh keindahan) c. 3) Corak : romantis idealistis 4) Isi karangan : hal – hal yang terjadi di masyarakat. d. Tatenkeng (Yan Engelbert Tatengkeng) 7. Syair – syairnya bersorak lirik romantik dan umumnya dalam bentuk soneta. Persamaannya : a. Mozasa (Mohamad Zain Saidi) 10.H 2. Amir Hamzah : berpengaruh oleh kebudayaan Islam dan sastra Melayu lama. E. Corak / Karakter karangan Angkatan Pujangga Baru : 1) Tema : pertentangan antara Barat dan Timur (Belanda dan Indonesia) 2) Tendens/tujuan : kenasionalan / kebangsaan. Kesusastraan Masa Jepang Maret 1942 Jepang menduduki Indonesia. STA : mengagumi / berorientasi pada kebudayaan Barat / Eropa. Prof. Amir Hamzah 5. Bentuk – bentuk inilah yang kemudian mempengaruhi pengarang – pengarang Indonesia seperti STA. Armyin Pane yang kemudian memelopori Angkatan Pujangga Baru. Perbedaannya : a. Para Sastrawan Angkatan Pujangga Baru : 1. Kantor ini merupakan alat propaganda Jepang untuk memperkuat posisinya.Karangan yang diizinkan adalah karangan yang menguntungkan penjajah Jepang. Masih terikat oleh jumlah baris sehingga nama – namanya pun menurut jumlah barisnya sebait seperti : distichon. kwartrain. Y.Begitu Jepang menjajah Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana. quin. terzina. Para pelopor angkatan ini mempunyai perbedaan pandangan disamping persamaan dalam karya sastranya. Ali Hasyim 9. Sanusi Pane 4. S.Setiap karangan yang masuk disensor dengan ketat. Armiyn Pane 3. b. Armiyn Pane : searah dengan pandangan STA c. Syarat – syarat karangan yang boleh terbit : . majalah Pujangga Baru dilarang terbit.dikemudikan oleh pikiran yang berhati – hati. Abdul Hadi 8. Realistis (memaparkan kenyataan) b. 5) Konsepsi : internasionalistis universil.

Adapun titik berat perhatian angkatan ini adalah “Kebudayaan Dunia Yang Universil”.1) Tidak membahayakan penjajah Jepang 2) Dapat dijadikan alat propaganda 3) Dapat membangkitkan semangat pengabdian kepada Jepang. Kemudian organisasi Gelanggang inilah yang menjelma menjadi Angkatan ’45. Corak / karakter karangan zaman Jepang : 1) Bentuk dan isi masih bernafas Pujangga Baru. 4) Simbolis. janji – janji yang kosong dari penjajah Jepang. Namun setelah melalui diskusi yang cukup hangat akhirnya disetujui pula nama ini. 2) Individualistis. 9-1-1949 dengan alasan : Tahun 1945 merupakan tahun yang tak terlupakan oleh bangsa Indonesia. dengan para anggota : 1) Khairil Anwar 2) Rivai Avin 3) Mkhtar Apin 4) Baharudin 5) M. Setelah Indonesia merdeka.Menurut mereka seniman – seniman itu adalah manusia universil yang muncul dengan corak Indonesia. Amal Hamzah 5. Angkatan ’45 telah muncul sebagai akibat penindasan. pertumpahan darah serta peristiwa lain yang mengerikan. Maria Amin 4. Akbar Juhana 6) Henk Ngantung Tujuan organisasi ini adalah untuk menciptakan manusia indonesia yang dapat menyesuaikan diri atau dapat menghadapi dunia dalam zaman atom (dunia modern). Gagasan ini mendapat tantangan dari sastrawan yang lain dengan argumentasi : Tahun 1945 dalah tahun yang penuh kekejaman. Tahun ini merupakan tahun yang mulia dimana kemerdekaan Indonesia tergores dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. Angkatan ‘45 Riwayatnya : Sebenarnya setelah masuknya Jepang. hal inilah menimbulkan corak kesusastraan baru. 3) Ekspresionaistis. untuk memajukan kebudayaan pada umumnya serta seni dan sastra pada khususnya maka pada tanggal 19-11-1945 didirikanlah suatu organisasi sastrawan yang diberi nama : Gelanggang. Usmar Ismail 3. Para Sastrawan Angkatan Jepang : 1. Rosihan Anwar 4. Corak Karangan ’45 : 1) Individualistis . Nama ini dicetuskan pertama kali oleh Rosihan Anwar dalam majalah siasat. Dokter Abu Hanifah 2.

Kena Gempur (terjemahan dari sebuah buku karangan John Steinbeck. Realistis = bersifat relis / nyata. 1949) c. pembangunan 1949) b. Asrul Sani 2.Pendidikan : MULO di Medan.orangan / penonjolan pribadi. 2) Idrus (pelopor dalam bidang prosa) Para pengarang Angkatan ’45 yang lain : 1. Tiga Menguak Takdir (kumpulan sajak bersama Rivai Apin. Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang Putus (Pustaka Rakyat.2) Ekspresionistis 3) Realistis 4) Humanisme Universil.Janganlah seniman itu dijadikan alat politik. Penjelasan : Individualistis = bersifat menonjolkan individu / perse. Humanisme Universil = kata ini berasal dari kata ‘Humanity’ yang berarti kemanusiaan maksudnya menolak penindasan dari suatu bangsa terhadap bangsa lain.Kemanusian atau kebebasan yang diinginkan bukan hanya untuk orang – orang Indonesia namun untuk seluruh manusia yang ada di bawah kolong langit ini. BP 1951). Ciptaannya : a. Dia menginginkan kebebasan dalam melahirkan isi hati / dalam mencipta. Pulanglah Si Anak Hilang (terjemahan dari Le Retour de L Enfant Prodigue karya Andre Gide. Meninggal di Jakarta. kemudian pindah ke Jakarta. Pramudya Ananta Tur 6. 28 April 1949 (dalam usia 27 tahun). Ida Nasution 8. Akhidiat Karta Miharja 4. BP 1950) d. . Sitor Situmorang 7. Nuraini (Siti Nuraini) 9. Nama – nama lain yang pernah diusulkan untuk nama Angkatan ’45 : 1) Angkatan Kemerdekaan 2) Angkatan Pembebasan 3) Angkatan Perang 4) Angkatan sesudah perang 5) Angkatan sesudah Pujangga Baru 6) Angkatan Khairil Anwar 7) Angkatan Gelanggang. Deru Campur Debu (kumpulan sajak. Rivai Apin 3. Pelopor Angkatan ’45 : 1) Khairil Anwar Beliau pelopor puisi angkatan ’45. 26-7-1922. ST. Aoh kartahadimaja 5. Asrul Sani. Waluyati.Jadi humanisme universil artinya kemanusiaan yang berlaku bagi seluruh dunia. PR 1948) e. Lahir di Medan. Ekspresionistis = mengandung curahan perasaan.

Jadi angkatan ’66 lahir dari pergolakan politik.5. Dengan kata lain protes terhadap kecerobohan politik. ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Ia anti tirani (kesewenang – wenangan). Poppy Hutagalung 18) Sapardi Joko Damono 19) Bur Rasuanto 20) Abdal Wahid Situmeang 21) Jamil Suherman 22) Satyagraha Hurip Suprobo 23) Yusach Ananda 24) Hartoyo Andang Jaya Angkatan Pujangga Baru (Angkatan 30-an) . kegoncangan – kegoncangan. 30 S/PKI). Para Sastrawan Angkatan ‘66 1) W. Namun disamping ukuran politik ia pun mempunyai nilai dalam bidang kesusastraan. Ardan 7) Nh. Noor 5) Taufik Ismail 6) S. penyalahgunaan kekuasaan dan penyelewengan telah lama dilancarkan.Jadi kehadirannya adalah suatu peristiwa politik. Corak Angkatan ’66 : 1) Isinya : protes sosial dan politik 2) Konsepsinya : Pancasila. telah banyak kita jumpai. Angkatan ‘66 Latar Belakang timbulnya Angkatan ’66 : Kalau kita telusuri perkembangan kesusastraan masa lalu maka akan tampak bahwa protes – protes sosial dari para sastrawan sebenarnya jauh sebelum meletusnya Gerakan Tiga Puluh September (G. Dini 8) Umar Khayam 9) Nugroho Notosusanto 10) Iwan Situmorang 11) Toto Sudarto Bakhtiar 12) Ayip Rosidi 13) Trisnoyuwono 14) Trisno Sumarjo 15) Mokhtar Lubis 16) Gerson Poyk 17) M.S Rendra (Willibrodus Surendra Rendra) 2) Motinggo Busya 3) Gunawan Muhamad 4) Arifin C.M. penyelewengan yang terjadi pada waktu itu.

Berjejak di dunia yang nyata. 7) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. 3) Alurnya lurus. 3) Bentuk puisinya adalah puisi bebas. pepatah. dan tentram. 3) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. 2) Temanya tidak hanya tentang adat atau kawin paksa. 6) Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga. Deskripsi fisik sudah sedikit. 5) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. 2. 4) Tidak banyak sisipan-sisipan cerita sehingga alurnya menjadi lebih erat. dan mulai digemari bentuk baru yang disebut soneta. Bentuk karya sastra angkatan pujangga baru yaitu: a. kisah. berdasarkan kebenaran dan kenyataan. suku kata. dan sebagainya. 7) Mengekspresikan perasaan. 7) Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan. kehidupan kaum intelek. tanah air. cerpen. 2) Bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris. yaitu puisi dari Italia yang terdiri dari 14 baris. 4) Bahasa kiasan utama ialah perbandingan. Cirinya adalah 1) Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia modern. 2) Himne adalah puisi pujaan untuk tuhan. tetapi mencakup masalah yang kompleks. banyak digresi (pelanturan). 2) Masalah yang diangkat adalah masalah kehidupan masyarakat sehari-hari. atau pahlawan. mengungkap adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh. Puisi baru berdasarkan isinya yaitu : 1) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. 4) Pengaruh barat terasa sekali. Puisi Ciri-ciri puisi pada angkatan pujangga baru yaitu : 1) Puisinya berbentuk puisi baru. terutama dari Angkatan ’80 Belanda. Prosa Ciri-ciri puisi pada angkatan pujangga baru yaitu : 1) Berbentuk prosa baru yang bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat). mementingkan keindahan bahasa. pelukisan alam yang indah. 6) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. 5) Aliran yang dianut adalah romantik idealisme. dan 6) Setting yang menonjol adalah masyarakat penjajahan. 3) Persajakan (rima) merupakan salah satu sarana kepuitisan utama. alur bercabang-cabang. Bentuknya roman. 9) Terutama dipengaruhi oleh kesusastraan Barat 10) Dipengaruhi siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas. dan 11) Tertulis Prosa baru berdasarkan isinya yaitu : 1) Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati. Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan . 5) Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung. seperti emansipasi wanita. drama. b. 5) Pilihan kata-katanya diwarnai dengan kata-kata yang indah. 6) Hubungan antara kalimat jelas dan hampir tidak ada kata-kata yang ambigu. bukan pantun dan syair lagi. novel. maupun rima. 4) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.1. dan peribahasa.

Mangunwijaya. alur. Tatengkeng (kumpulan puisi Rindu Dendam (1934) Hamka (roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck) 4. Grota Azzura) 2) Amir Hamzah (kumpulan puisi Nyanyian Sunyi (1954). Contoh: Soeharto Anak Desa atau Prof. Contoh: karangan Sutan Takdir Alisjahbana: Kalah dan Manang. dll. B. 9) Resensi adalah pembicaraan/pertimbangan/ulasan suatu karya (buku. Pertjikan Permenungan (1957)) 7) Y. Grota Azzura. dan Dian yang Tak Kunjung Padam 2) Riwayat adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. drama. .E. sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati. Contoh: Melawat ke Jabar – Adinegoro. Puspa Mega (1971). kumpulan sajak Gamelan Jiwa (1960). 3. Sandhyakala Ning Majapahit (1971). film. Jiwa Berjiwa. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata.pelaku dalam cerita tersebut. Madah Kelana (1931/1970). tanggapan. Dr. 7) Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang-orang. Buah Rindu (1950). Dian Tak Kunjung Padam.menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi. Contoh Laut Biru Langit Biru karya Ayip Rosyidi 5) Kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan kejadian kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti cerita. Setanggi Timur (1939)) 3) Armin Pane (novel Belenggu (1654). Layar Terkembang. dll. ataupun komentar tentang budaya. Pancaran Cinta (1926). Coratcoret di Bawah Tanah karangan Idrus. Pelopor Angkatan Pujangga Baru adalah Sutan Takdir Ali Syahbana. Yamin (drama Ken Arok dan Ken Dedes (1951).I Habibie atau Ki hajar Dewantara. 10) Esei adalah ulasan/kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. 3) Otobiografi adalah karya yang berisi daftar riwayat diri sendiri. drama Jinak-Jinak Merpati (1950)) 4) Sanusi Pane (drama Manusia Baru. 4) Antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya terplih beberapa orang. renungan. Kertadjaja (1971)) 5) M. Armjin Pane. Catatan di Sumatera – M. seni. fenomena sosial. Indonesia Tumpah Darahku (1928). perwatakan. Kalah dan Manang. Isinya bisa berupa hikmah hidup. Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema. Pengarang dan karya sastra yang terkenal dalam angkatan tersebut adalah : 1) Sutan Takdir Ali Syhabana (roman Layar Terkembang (1948). Tanah Air) 6) Rustam Efendi (drama Bebasari (1953). dialog.). Contoh: Roromendut karangan YB. tokoh dalam cerita tersebut. Tebaran Mega (1963). Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yangs ifatnya objektif dan menghakimi. film. Contoh: Tamasya dengan Perahu Bugis karangan Usman. dll. dan Amir Hamzah. Rajab. 6) Cerpen adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan manusia. pementasan drama. pelaku. politik.

Rendra Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk. perkenankan aku membunuh perkenankan aku menusukkan sangkurku Malam dan wajahku adalah satu warna Dosa dan nafasku adalah satu udara. Tuhanku. Tak ada lagi pilihan kecuali menyadari -biarpun bersama penyesalanApa yang bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah ? Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai mendekap bumi yang mengkhianatiMu Tuhanku Erat-erat kugenggam senapanku Perkenankan aku membunuh Perkenankan aku menusukkan sangkurku *** AKU TULIS PAMPLET INI Oleh : W.S. .S. WajahMu membayang di kota terbakar dan firmanMu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal Anak menangis kehilangan bapa Tanah sepi kehilangan lelakinya Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia Apabila malam turun nanti sempurnalah sudah warna dosa dan mesiu kembali lagi bicara Waktu itu. Rendra Tuhanku.DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG Oleh : W.

Aku tulis pamplet ini karena kawan dan lawan adalah saudara Di dalam alam masih ada cahaya. Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka. Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah yang teronggok bagai sampah Kegamangan. Ketakutan. Matahari yang tenggelam diganti rembulan. Dan di dalam air lumpur kehidupan.dan ungkapan diri ditekan menjadi peng . toh. Kelesuan.Kecurigaan. Aku tidak melihat alasan kenapa harus diam tertekan dan termangu. Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki menjadi marabahaya menjadi isi kebon binatang Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi. aku melihat bagai terkaca : ternyata kita. Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.iya . manusia ! Pejambon Jakarta 27 April 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi *** .an Apa yang terpegang hari ini bisa luput besok pagi Ketidakpastian merajalela. Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ? Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan. Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api. Rembulan memberi mimpi pada dendam. Lalu besok pagi pasti terbit kembali. Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian. Tidak mengandung perdebatan Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan Aku tulis pamplet ini karena pamplet bukan tabu bagi penyair Aku inginkan merpati pos. Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar. maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.

Rendra Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh dan bencana Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Dengan tujuh lubang pelor diketuk gerbang langit dan menyala mentari muda melepas kesumatnya Gadis berjalan di subuh merah dengan sayur-mayur di punggung melihatnya pertama Ia beri jeritan manis dan duka daun wortel Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Orang-orang kampung mengenalnya anak janda berambut ombak ditimba air bergantang-gantang disiram atas tubuhnya Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Lewat gardu Belanda dengan berani berlindung warna malam sendiri masuk kota ingin ikut ngubur ibunya GUGUR Oleh : W.GERILYA Oleh : W. Rendra Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya .S.S.

Tiada kuasa lagi menegak Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya Ke dada musuh yang merebut kotanya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Ia sudah tua luka-luka di badannya Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Belumlagi selusin tindak mautpun menghadangnya. Bumi kita adalah tempat pautan yang sah. Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya. Bumi kita adalah juwa dari jiwa." Hari pun berangkat malam Bumi berpeluh dan terbakar . Ia adalah bumi waris yang sekarang. Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta Kita bukanlah anak jadah Kerna kita punya bumi kecintaan. Ia adalah bumi waris yang akan datang. Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata : " Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah. Ia adalah bumi nenek moyang. Bumi kita adalah kehormatan.

kekasihku.S. berbendera pusaka. Maka di saat seperti itu kamu menyanyikan lagu-lagu perjuangan bersama kakek-kakekku yang telah gugur di dalam berjuang membela rakyat jelata **** . sementara dari jauh resimen tank penindas terdengar menderu. Rendra Engkau melayang jauh. Di dalam hujan tembakan mortir. menyandang senapan. kekasihku. Engkau menjadi suatu keindahan. Malam bermandi cahaya matahari. kita akan berpelukan buat selama-lamanya ! Nanti sekali waktu seorang cucuku akan menacapkan bajak di bumi tempatku berkubur kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur Maka ia pun berkata : -Alangkah gemburnya tanah di sini!" Hari pun lengkap malam ketika menutup matanya LAGU SEORANG GERILYA (Untuk puteraku Isaias Sadewa) Oleh : W. Aku di sini memandangmu. Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu. engkau berkudung selendang katun di kepalamu.Kerna api menyala di kota Ambarawa Orang tua itu kembali berkata : "Lihatlah. kehijauan menyelimuti medan perang yang membara. engkau menjadi pelangi yang agung dan syahdu Peluruku habis dan darah muncrat dari dadaku. hari telah fajar ! Wahai bumi yang indah. Engkau mandi cahaya matahari.

MENJADI ISI KEBON BINATANG APABILA KRITIK HANYA BOLEH LEWAT SALURAN RESMI MAKA HIDUP AKAN MENJADI SAYUR TANPA GARAM LEMBAGA PENDAPAT UMUM TIDAK MENGANDUNG PERTANYAAN TIDAK MENGANDUNG PERDEBATAN DAN AKHIRNYA MENJADI MONOPOLI KEKUASAAN AKU TULIS PAMPLET INI KARENA PAMPLET BUKAN TABU BAGI PENYAIR AKU INGINKAN MERPATI POS AKU INGIN MEMAINKAN BENDERA-BENDERA SEMAPHORE DI TANGANKU AKU INGIN MEMBUAT ISYARAT ASAP KAUM INDIAN AKU TIDAK MELIHAT ALASAN KENAPA HARUS DIAM TERTEKAN DAN TERMANGU AKU INGIN SECARA WAJAR KITA BERTUKAR KABAR DUDUK BERDEBAT MENYATAKAN SETUJU ATAU TIDAK SETUJU KENAPA KETAKUTAN MENJADI TABIR PIKIRAN ? KEKHAWATIRAN TELAH MENCEMARKAN KEHIDUPAN KETEGANGAN TELAH MENGGANTI PERGAULAN PIKIRAN YANG MERDEKA MATAHARI MENYINARI AIRMATA YANG BERDERAI MENJADI API REMBULAN MEMBERI MIMPI PADA DENDAM GELOMBANG ANGIN MENYINGKAPKAN KELUH KESAH YANG TERONGGOK BAGAI SAMPAH KEGAMANGAN KECURIGAAN KETAKUTAN . MENJADI MARABAHAYA. DAN UNGKAPAN DIRI DITEKAN MENJADI PENG-IYA-AN APA YANG TERPEGANG HARI INI BISA LUPUT BESOK PAGI KETIDAK PASTIAN MERAJALELA DI LUAR KEKUASAAN KEHIDUPAN MENJADI TEKA-TEKI.AKU TULIS PAMPLET INI AKU TULIS PAMPLET INI KARENA LEMBAGA PENDAPAT UMUM DITUTUPI JARING LABAH-LABAH ORANG-ORANG BICARA DALAM KASAK-KUSUK.

ada yang terluka ada yang duduk. ada yang terkuras dan kita disini bertanya : "maksud baik saudara untuk siapa ? saudara berdiri di pihak yang mana ?" kenapa maksud baik dilakukan tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya tanah . TOH.KELESUAN AKU TULIS PAMPLET INI KARENA KAWAN DAN LAWAN ADALAH SAUDARA DI DALAM ALAM MASIH ADA CAHAYA MATAHARI YANG TENGGELAM DIGANTI REMBULAN LALU BESOK PAGI PASTI TERBIT KEMBALI DAN DI DALAM AIR LUMPUR KEHIDUPAN AKU MELIHAT BAGAI TERKACA : TERNYATA KITA. ada yang diduduki ada yang berlimpah.orang kota .jakarta.tanah di gunung telah dimiliki orang . ada yang terhina ada yang bersenjata. MANUSIA ! RENDRA ( pejambon . 27 april 1978 ) **** Sajak Pertemuan Mahasiswa matahari terbit pagi ini mencium bau kencing orok di kaki langit melihat kali coklat menjalar ke lautan dan mendengar dengung di dalam hutan lalu kini ia dua penggalah tingginya dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini memeriksa keadaan kita bertanya : kenapa maksud baik tidak selalu berguna kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga orang berkata : "kami ada maksud baik" dan kita bertanya : "maksud baik untuk siapa ?" ya ! ada yang jaya.

perkebunan yang luas hanya menguntungkan segolongan kecil saja alat . ada yang mendera ada yang habis.alat kemajuan yang diimpor tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya tentu. 1 desember 1977 ) ***** Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya . ada yang mengikis dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana ! RENDRA ( jakarta. kita bertanya : "lantas maksud baik saudara untuk siapa ?" sekarang matahari semakin tinggi lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya : kita ini dididik untuk memihak yang mana ? ilmu .ilmu diajarkan disini akan menjadi alat pembebasan ataukah alat penindasan ? sebentar lagi matahari akan tenggelam malam akan tiba cicak .pertanyaan kita menjadi hutan atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra di bawah matahari ini kita bertanya : ada yang menangis.cicak berbunyi di tembok dan rembulan berlayar tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda akan hidup di dalam mimpi akan tumbuh di kebon belakang dan esok hari matahari akan terbit kembali sementara hari baru menjelma pertanyaan .

....pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis ............mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak ..kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .....gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .. menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam .sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .....

kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta ... kita mesti berhenti membeli rumus .desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .......juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra .rumus asing diktat .kanak tanpa pendidikan termangu .....penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya dan delapan juta kanak ...aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair ..bunga bangsa tahun depan berkunang .....diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa ..19 agustus 1978 ) ****** ...........mangu di kaki dewi kesenian bunga ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful