P. 1
SOP IMB

SOP IMB

|Views: 1,030|Likes:
Dipublikasikan oleh Arland Yusran

More info:

Published by: Arland Yusran on May 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

1.

1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENERBITAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN

PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG

KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU

Nomor SOP Tgl Pembuatan Tgl Revisi Tgl Pengesahan Disahkan Oleh Nama SOP

503/001/SOP/KP2T/2011 25 Juni 2010 14 Februari 2011 31 Maret 2011 Bupati Pinrang Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan

DASAR HUKUM :
1. 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan . Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Retribusi izin Mendirikan Bangunan.

DESKRIPSI KEGIATAN :
Izin mendirikan bangunan, yang selanjutnya disingkat IMB, adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada pemohon untuk membangun baru, rehabilitasi/renovasi, dan/atau memugar dalam rangka melestarikan bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. Pemerintahan daerah dalam penyelenggaraan IMB dikelola oleh satuan kerja perangkat daerah yang melaksanakan pelayanan perizinan terpadu satu pintu (PPTSP) atau Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T). Pemberian IMB diselenggarakan berdasarkan prinsip: 1. Prosedur yang sederhana, mudah, dan aplikatif; 2. Pelayanan yang cepat, terjangkau, dan tepat waktu; 3. Keterbukaan informasi bagi masyarakat dan dunia usaha; dan 4. Aspek rencana tata ruang, kepastian status hukum pertanahan, keamanan dan keselamatan, serta kenyamanan. Pemerintah daerah memanfaatkan pemberian IMB untuk: 1. Pengawasan, pengendalian, dan penertiban bangunan; 2. Mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan yang menjamin keandalan bangunan dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan; 3. Mewujudkan bangunan yang fungsional sesuai dengan tata bangunan dan serasi dengan lingkungannya; dan 4. Syarat penerbitan sertifikasi laik fungsi bangunan. Pemilik IMB mendapat manfaat untuk: 1. Pengajuan sertifikat laik jaminan fungsi bangunan; dan 2. Memperoleh pelayanan utilitas umum seperti pemasangan/penambahan jaringan listrik, air minum, hydrant, telepon, dan gas. Retribusi IMB merupakan retribusi golongan perizinan tertentu yang dikenakan pada setiap bangunan gedung dan bangunan bukan gedung kecuali bangunan milik Pemerintah atau pemerintah daerah. Kegiatan penyelenggaraan perizinan dilakukan secara terpadu oleh KP2T yang proses pengelolaannya mulai tahap permohonan sampai tahap terbitnya dokumen izin dalam satu pintu dan satu tempat. KP2T menyelenggarakan proses administrasi dan Dinas yang menangani Bidang Tata Ruang menyelenggarakan proses teknis melalui Tim Teknis. Apabila persyaratan administrasi dan teknis telah diterpenuhi, maka Kepala KP2T berdasarkan kewenangannya menerbitkan Izin Mendirikan bangunan.

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3.

PIHAK-PIHAK TERKAIT :
1. Kepala KP2T Dalam kegiatan ini, Kepala KP2T memiliki kewenangan untuk : a. Menandatangani Surat IMB atas nama Bupati Pinrang b. Menandatangani Surat keterangan terhadap penolakan permohonan Kepala Dinas yang menangani Bidang Tata Ruang Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas selaku pengguna anggaran memiliki kewenangan untuk : a. Menandatangani Gambar Rencana Bangunan b. Menetapkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) c. Kewenangan tersebut dapat dilimpahkan kepada Pejabat Bidang Tata Ruang

2.

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Perizinan

2

3.

Tim Teknis Dalam kegiatan ini, Tim Teknis memiliki tugas untuk : a. Menerima berkas permohonan dari unit Pelayanan b. Melakukan penilaian/ evaluasi dokumen teknis c. Melakukan pemeriksaan lapangan d. Menandatangani Rekomendasi Tim Teknis e. Menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL) f. Menandatangani Nota Hitung dan Pengenaan retribusi Daerah g. Menyerahkan Rekomendasi , BAPL dan Nota hitung dan pengenaan retribusi daerah kepada Unit Pelayanan h. Menyerahkan Surat pengantar terhadap penolakan permohonan kepada Unit Pelayanan i. Menyerahkan SKRD kepada bendahara penerimaan Dinas yang menangani Bidang Tata Ruang dan Unit Pelayanan Unit Pendaftaran Dalam kegiatan ini, Unit Pendaftaran (Front Office) memiliki tugas untuk : a. Menerima berkas permohonan b. Memeriksa kelengkapan administrasi berkas permohonan c. Mencatat permohonan yang lengkap pada Buku A d. Menyerahkan tanda terima berkas permohonan e. Menyerahkan berkas permohonan yang lengkap kepada Unit Pelayanan Unit Pelayanan Dalam kegiatan ini, Unit Pelayanan (Back Office) memiliki tugas untuk : a. Menerima berkas permohonan dari Unit Pendaftaran b. Mencatat berkas permohonan pada Buku B c. Menyerahkan berkas permohonan kepada Tim Teknis d. Menerima dan memeriksa kelengkapan berkas permohonan dari Tim Teknis e. Mencatat Nomor Seri Permohonan pada Buku C f. Mencatat Nomor izin Permohonan pada Buku D g. Mencetak Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD) h. Mencetak Dokumen Izin Kasir Dalam kegiatan ini, Kasir memiliki tugas untuk : a. Menerima SKRD dari Unit Pelayanan b. Menerima pembayaran sejumlah uang yang tertera pada SKRD dari wajib retribusi c. Mencetak ruang validasi SSRD dalam rangkap 5 (lima) d. Menyerahkan SSRD kepada : • Wajib Retribusi (Asli) • BUD (Salinan I) • SKPD Teknis (Salinan II) • KP2T (Salinan III) • Bank yang ditunjuk (Salinan IV) Unit Pengambilan Izin Dalam kegiatan ini, Unit Pengambilan Izin memiliki tugas untuk : a. Menyerahkan SSRD kepada Pemohon b. Menyerahkan sertifikat IMB kepada pemohon c. Mencatat sertifikat IMB pada Buku E

4.

5.

6.

7.

MEKANISME PELAYANAN :
1. 2. 3. 4. Pemohon mengajukan berkas permohonan di Unit Pendaftaran. Pegawai di Unit Pendaftaran menerima dan memeriksa kelengkapan berkas permohonan, berkas yang lengkap akan dicatat pada buku A dan menerima tanda terima berkas sedangkan berkas tidak lengkap akan dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi. Unit Pelayanan menerima berkas permohonan dari unit pendaftaran dan selanjutnya dicatat pada Buku B dan diserahkan kepada Tim Teknis. Tim Teknis melakukan penilaian/evaluasi dokumen teknis dan pemeriksaan lokasi bangunan dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL) dan mengadakan Rapat Tim Teknis, apabila : a. Dinyatakan layak, maka diproses lebih lanjut yang dituangkan dalam rekomendasi Tim Teknis.

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Perizinan

3

Dinyatakan lanjut bersyarat, maka diberikan kesempatan untuk mengulang gambar rencana/arsitektur bangunan. Dinyatakan tidak layak, maka berkas permohonan dikembalikan disertai surat pengantar penolakan permohonan yang diketahui oleh Kepala Dinas. 5. Tim teknis menyerahkan Rekomendasi Tim Teknis, BAPL dan Nota hitung dan pengenaan retribusi daerah kepada Unit Pelayanan untuk diproses lebih lanjut. 6. Tim Teknis juga menyerahkan SKRD kepada bendahara penerimaan Dinas yang menangani Bidang Tata Ruang dan Unit Pelayanan. 7. Unit Pelayanan melakukan pencatatan pada Buku C dan Buku D, dan pencetakan SSRD dan naskah surat izin. 8. Kepala KP2T melakukan penandatanganan surat izin. 9. Pemohon melakukan pembayaran Retribusi di Kasir. 10. Pemohon menerima Surat Izin di Unit Pengambilan Izin dan dicatat pada Buku E.

b. c.

PERSYARATAN :
1. Persyaratan Administrasi a. Mengajukan Permohonan IMB yang ditujukan kepada Bupati Pinrang Cq. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dengan materai secukupnya. b. Surat Persetujuan Tetangga. c. Surat Pernyataan Pemohon dengan bermaterai secukupnya. d. Surat Keterangan tanah dari Kepala Desa/Lurah yang menyatakan tidak terdapat suatu masalah atau tidak dalam status sengketa tanah/bangunan diketahui oleh Camat. e. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). f. Fotocopy Surat Bukti Kepemilikan Tanah yang disahkan oleh pejabat yang berwenang g. Fotocopy Bukti Pelunasan SPPT PBB Tahun berkenaan h. Bagi pemohon yang mewakilkan untuk membuat surat kuasa dengan materai secukupnya. i. Dokumen analisis mengenai dampak dan gangguan terhadap lingkungan, atau upaya pemantauan lingkungan (UPL)/ upaya pengelolaan lingkungan (UKL) bagi yang terkena kewajiban. j. Pembangunan yang dilakukan oleh developer/pengembang melampirkan izin prinsip, izin peruntukan lahan dan dokumen lingkungan. k. Foto berwarna 3 x 4 cm 3 (tiga) Lembar Persyaratan Teknis a. Keterangan Situasi Bangunan (KSB) mengenai batas-batas dan garis sempadan bangunan b. Gambar rencana/arsitektur bangunan dalam 2 (dua) rangkap c. Gambar sistem struktur; d. Gambar sistem utilitas; e. Perhitungan struktur dan/atau bentang struktur bangunan disertai hasil penyelidikan tanah bagi bangunan 2 (dua) lantai atau lebih; f. Perhitungan utilitas bagi bangunan gedung bukan hunian rumah tinggal; dan g. Data penyedia jasa perencanaan.

2.

BIAYA :
1. Biaya retribusi IMB meliputi : a. Tarif Retribusi b. Tingkat penggunaan Jasa Tarif retribusi ditetapkan seragam untuk setiap bangunan, meliputi : a. Tarif retribusi rumah batu ditetapkan sebesar Rp. 350.000 / izin b. Tarif retribusi rumah kayu ditetapkan sebesar Rp.100.000 / izin Tingkat penggunaan jasa diukur dengan besarnya koefisien : a. Luas bangunan 1) Bangunan dengan luas s/d 100 M2 2) Bangunan dengan luas s/d 250 M2 3) Bangunan dengan luas s/d 500 M2

2.

3.

Koefisien Koefisien Koefisien

1,00 1,50 2,50

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Perizinan

4

4) 5) 6) 7) b.

Bangunan dengan luas s/d Bangunan dengan luas s/d Bangunan dengan luas s/d Bangunan dengan luas >

1.000 M2 2.000 M2 3.000 M2 3.000 M2 Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien

Koefisien Koefisien Koefisien Koefisien 1,00 1,50 2,50 3,50 4,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,50 2,00 2,00 2,50 2,75 3,00

3,50 4,00 4,50 5,00

Tingkat bangunan 1) Bangunan 1 Lantai 2) Bangunan 2 Lantai 3) Bangunan 3 Lantai 4) Bangunan 4 Lantai 5) Bangunan 5 Lantai ke atas Guna bangunan 1) Bangunan Sosial 2) Bangunan Perumahan 3) Bangunan Fasilitas Umum 4) Bangunan Pendidikan 5) Bangunan Kelembagaan/kantor 6) Bangunan Perdagangan/jasa 7) Bangunan Industri 8) Bangunan Khusus 9) Bangunan Campuran 10) Bangunan Lain-lain

c.

4.

Besarnya biaya retribusi yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif retribusi dengan tingkat penggunaan jasa (Pasal 9 Perda Nomor 21 Tahun 2000) atau dengan Rumus:

Koefisien LB x Koefisien TB x Koefisien GB x TR

NORMA WAKTU LAYANAN :
IMB dikeluarkan paling lambat 7 (Tujuh) hari kerja sejak permohonan dengan persyaratan lengkap diterima KP2T dengan rincian waktu layanan sebagai berikut : 1. Proses Penilaian/evaluasi dokumen administrasi dan pencetakan dokumen izin pada KP2T paling lambat 2 (dua) hari kerja. 2. Proses Penilaian/evaluasi dokumen teknis dan penerbitan rekomendasi Tim Teknis pada Dinas yang menangani Bidang Tata Ruang paling lambat 5 (lima) hari kerja. Penilaian/evaluasi dokumen dan penetapan retribusi IMB untuk bangunan yang pemanfaatannya membutuhkan pengelolaan khusus dan/atau memiliki kompleksitas tertentu yang dapat menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja.

PRODUK LAYANAN :
Dokumen perizinan yang diterbitkan adalah Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Dokumen Asli : - Kertas Putih 200 gram - Ukuran Folio - Format Bingkai warna Merah Muda (Kode : KP2T-01) - Latar belakang logo Kabupaten Pinrang warna kuning 2. Dokumen Salinan : Kertas HVS Putih 70 gram Ukuran Folio Format Bingkai warna Merah Muda (Kode : KP2T-01) Latar belakang logo Kabupaten Pinrang warna kuning

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Perizinan

5

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->