Anda di halaman 1dari 12

Osteoporosis dan Fraktur

Kelompok 081121024 – 081121035


Osteoporosis
1. Defenisi
Gangguan tulang yg ditandai dgn penurunan masa
tulang dan kemerosotan mikroarsitektur yg
menyebabkan tulang mjd rapuh dan mudah patah

2. Klasifikasi
# Primer
- Ost. Pasca menopouse
- Ost. Senilis
- Ost. Idiopatik
# Sekunder
- Osteoporosis berhubungan dgn gangguan endokrin
3.Etiologi
1. Peningkatan usia
2. Menopouse
3. Kadar testosteron rendah
4. Kecenderungan genetik
5. Penyakit lain mis. Gagal ginjal
6. Obata--obatan mis. Hormon steroid
Obata
7. Berat Badan rendah
8. Pola makan buruk, kurang konsumsi kalsium
9. Merokok dan alkohol
10. Kurang olahraga
4. Patogenesis
• Sebagian besar penyebab tidak diketahui, tapi
bnyk faktor yg sebabkan hilangnya masa tulang.
Yaitu faktor genetik, perlambatan fungsi
osteoblas karna faktor usia dan peningkatan
aktivitas osteoklas krn pengaruh endokrin,
penurunan kadar estrogen serum, terapi
pergantian estrogen bersama suplemen kalsium
bila dimulai selama atau saat tjd menopouse dap
memperlambat atau mencegah kehilangan tulang
abnormal.
5. morfologi
• Tanda utama osteoporosis adalah hilangnya fungsi
tulang yang mengandung trabekular yang menyebabkan
tulang lebih tipis dan terpisah jauh dan menyebabkan
tulang rentan terhadap fraktur. Pada osteoporosis paska
menopouse pengurangan tulang terjadi paling parah di
korpus vertebra, mengalami fraktur dan kolaps.
Pengurangan tulang serupa terjadi di kolumna femuris.
Perubahan mikroskopis utama adalah menipisnya
trabekula dan melebarnya kanalis haversi. Pada
potongan mikroskopis aktivitas osteoklastik meningkat
secara drastis.
6. Gambaran klinis
• Pada tahap awal osteoporosis tidak menimbulkan gejala.
Diagnosis pada kasus dini memerlukan densitas tulang
secara radiografis.
• Pada tahap lanjut penyakit penurunan densitas tulang
mulai tampak pada radiografi rutin, pasien rentan
terhadap fraktur terutama di korpus vertebra, pelfis,
femur dan tulang penyangga beban lainnya.
7. Penanganan Osteoporosis
a. Perubahan gaya hidup dengan cara :
- makan dgn pola seimbang yg mengandung bnyk kalsium, lakukan
olah raga teratur, berhenti merokok, mengurangi konsumsi
alkohol, memaparkan tangan, lengan dan wajah pada sinar
matahari pagi slm 5-5-20 mnt.
b. Pencegahan patah tulang ( fraktur )
- lantai tdk kotor dan tdk menggunakan sepatu yang licin.
-beri cahaya lampu yang ckp pd ruangan.
c. Penanganan dengan obat
d. Penanganan nyeri dengan cara :
- pemberian analgesik, fisioterapi,latihan relaksasi, terapi
komplimenter ( akupuntur )
Fraktur
1. Defenisi
Terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang
rawan yg umumnya disebabkan oleh rudapaksa,trauma
atau tenaga fisik.
2. Etiologi
a.Trauma langsg tulg
b. Trauma tdk lgsg, jatuh bertumpu ditangan yg sebabkan
tulg klafikula atau radius distal patah.
c. Penyakit tulg
d. Manifestasi tumor.
3. Jenis Fraktur
1. Fraktur tertutup: Kulit tdk ditembus oleh fragmen
tulg, shg tempat fraktur tdk tercemar oleh lingkungan
2. Fraktur terbuka: Kulit dr ekstremitas yg terlibat telah
ditembus.
3. Fraktur komplit: tjd pd anak dan dewasa, grs patah
mengenai kedua kontak tulang.
4. Fraktur inkomplit : srg pd anak-
anak-anak, jenisnya
F.Hairline (retak), greenstik.
4. Gambaran Klinis
1.Nyeri
2.Deformitas
3. Bengkak
4. Ekhimosis (kebiruan)
5. Spasme otot
6. Kehilangan fgs normal
7. Krepitus
8. Mobilitas abnormal
5. Morfologi
1. Organisasi hematoma dilokasi fraktur
menghasilkan prokalus yg lunak.
2. Konversi prokalus mjd kalus
fibrokartilaginosa.
3. Penggantian kalus fibrokartilaginosa dgn kalus
oseosa, yg akhirnya menyatu mengikuti garis
penyangga bobot tbh utk menyelesaikan
perbaikan.
6. Penatalaksanaan Fraktur
1. Penanganan spesifik fraktur
a. Menghilangkan nyeri
b. Mempertahankan posisi fragmen fraktur yg
baik
c. Meningkatkan penyembuhan fraktur
d. Mengembalikan fgs scr kseluruhan