Anda di halaman 1dari 35

Sunday, April 12, 2009

Laporan Praktikum FOTOSINTESIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi
fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan
energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena
adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa
spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya
terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan
cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya
mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi
suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut
tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2,
suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis
agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).

Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari
oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena
menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik.
Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut
dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya
menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball, 1992).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida
serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan
oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau
pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball, 1992).
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya.
Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme
heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul
organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992).
Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan
dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang
berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data
yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis, 1986).

1.2 Tujuan

Tujuan percobaan tentang fotosintesis ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis
dihasilkan oksigen (O2), lalu mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen
pada proses fotosintesis, dan untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun
yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda.

BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum fotosintesis ini berlangsung pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008 pada pukul 13.30–
15.30 WITA, bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Lambung Mangkurat.

2.2 Alat dan Bahan

Alat – alat yang digunakan dalam praktikum tentang fotosintesis ini adalah beaker glass, corong kaca,
tabung reaksi, cawan petri, lampu spiritus/kompor, kaki tiga dan penjepit, juga kawat dan cutter.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Hydrilla verticillata, air kolam, larutan 0,25 %
NaHCO3, Daun tumbuhan segar, larutan JKJ, alkohol 95 %, air, dan kertas karbon/aluminium foil.

2.3 Prosedur kerja


Fotosintesis
1. Dimasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm ke dalam
corong kaca

2. Dimasukkan corong kaca (a) ke dalam beaker glass yang berisi medium, dimana setiap 100 ml air
ditambahkan 2 ml NaHCO3 0,25 %, dengan posisi corong menghadap ke bawah.

3. Ditutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan dari sebagian besar medium,
dalam keadaan terbalik (di dalam bak yang berisi air)
4. Ditandai masing-masing perlakuan dengan label A, B, C, dan E, dimana :
a. A = Medium air dan diletakkan didalam ruangan (tanpa cahaya)
b. B = Medium air dan diletakkan ditempat terbuka (cahaya)
c. C = Medium air + larutan NaHCO3,diletakkan didalam ruangan (tanpa cahaya)
d. D = Medium air + larutan NaHCO3, diletakkan ditempat terbuka luar ruangan(cahaya)

5. Diamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang
terjadi selama 5’, 10’ , dan 15’. Banyaknya gelembung yang muncul per satuan waktu dapat
digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. Dilakukan perhitungan sebanyak 3 kali dan mengambil
rata-ratanya.

6. Hasil pengamatan atau data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik. Dibuat pembahasan
dan kesimpulan.

Pembentukan Karbohidrat pada Fotosintesis


1. Ditutup sebagian daun tumbuhan yang belum kena sinar matahari dengan aluminium foil / kertas
karbon dan dijepit selama 2 x 24 jam(sore hari I s.d pagi hari III)

2. Direbus air dalam beaker glass sampai mendidih pada lampu spiritus/panci berisi air mendidih
diatas kompor.

3. Dipanaskan alkohol di dalam beaker glass kecil pada air mendidih (2)

4. Dimasukkan daun tumbuhan yang akan diuji ke dalam air panas (5 menit) sampai layu, kemudian
dalam alkohol panas (5 menit).
5. Diulangi percobaan ini dengan menggunakan daun lain yang tidak diberi perlakuan air panas.

6. Dicuci daun (4) tersebut dengan air panas dan memasukan kedalam larutan JKJ selama beberapa
menit.

7. Dicuci daun tersebut dengan air panas dan kemudian dibentangkan dan diamati perubahan yang
terjadi (amilum + JKJ memberikan warna biru sampai kehitam-hitaman).

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Hasil Pengamatan

-------------------------------------------------------------------------------------------------

3.2 Pembahasan

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah
ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke
dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan
cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak,
sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya
dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan
gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit. Dalam hal ini penambahan larutan
NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan
persamaan reaksi sebagai berikut :

NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O

Dari kedua tabel, dapat dilihat perbandingan banyak gelembung gas yang timbul. Percobaan yang
ditambah larutn NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Fungsi larutan NaHCO3
disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1. Ketersediaan air
Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan
karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya
Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat
fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi
kecepatan fotosintesis.

3. Konsentrasi karbondioksida (CO2)


Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

Semua faktor tersebut mempengaruhi fotosintesis, yang paling membatasi hanyalah faktor
ketersediaan air. Perbedaan warna antara daun yang tertutup kertas karbon dengan bgian daun yang
terbuka yaitu pada daun yang tidak ditutupi karbon akan tampak warna biru kehitam-hitaman yang
menandai bahwa pada daun telah terjadi proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena kertas karbon
mempunyai sifat memantulkan cahaya matahari sehingga fotosintesis tidak dpat berlangsung.
Berbeda dengan daun yang tidak mendapat perlakuan, akan tampak bercak-bercak ungu kehitam-
hitaman yang menandakan ada amilum.

Pada daun yang ditutupi oleh kertas karbon masih dapat melakukan respirasi dan transpirasi
walaupun tidak mendapat sinar matahari yang cukup, hal ini jelas terlihat adanya amilum pada daun
dengan jumlah yng sedikit. Namun pada daun yang tidak mendapat perlakuan terdapat banyak
amilum sebagai tanda melakukan proses fotosintesis.

Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang
berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari, sehingga daun tersebut tidak
dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Dengan kata lain, secara umum
fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan
daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun.

Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air
mendidih 30 selama menjadikan sel-sel± menit, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati dan daun
lebih permeabel terhadap iodium atau JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk
melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu
meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai
merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan
adanya amilum dalam jaringan daun.

Proses pembentukan karbohidrat pada fotosintesis, daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan
pada air mendidih kemudian dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi
luntur. Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Hal ini dimaksudkan agar
ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan
larutan JKJ. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih
permeabel terhadap larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan
klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan
daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata.
Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya
amilum dalam jaringan daun. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar
dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. Setelah dimasukkan dalam
larutan JKJ, daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir –
pinggirnya dan di bagian – bagian yang tidak ditutupi lainnya, sedangkan bagian tengahnya atau
bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang
ditutup tidak terjadi proses fotosintesis, sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang
ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua
kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya, karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi
proses fotosintesis.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat
dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan
cahaya matahari dan klorofil.

2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan


oksigen.

3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada
proses ini.

4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari,
CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen.

5. Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman yang
menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis.

6. Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak
terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.

5.2 Saran
Sebaiknya dalam melakukan percobaan, daun yang akan digunakan ditutup dengan sebaik –
baiknya, agar hasil yang diperoleh tidak berlawanan dengan hasil yang diharapkan. Lalu sebaiknya
pemanas air yang dimiliki lebih dari satu, agar praktikum dapat lebih cepat selesai.

Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB,


Bandung.
JUDUL

Fotosintesis

<!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->TUJUAN

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Melakukan uji apakah cahaya daun tidak berfotosintesis

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Mengetahui hubungan intesitas cahaya dengan laju reaksi

<!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->LATAR BELAKANG

Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya matahari. Secara
sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan hewan yang dapat berlari dengan
cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan diketahui bahwa tenaga untuk berlari itu berasal dari
pemecahan karbohidrat yang terkandung di dalam daun rerumputan yang dimakan oleh hewan tersebut,
dan karbohidrat yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia didalam daun yang berlangsung dengan
menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi pembentukan karbohidrat ini dinamakan fotosintesis.

Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini
hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang
terdapat dalam kloroplas. Selain fotosintesis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kurangnya
pengetahuan tentang proses fotosintesis dan faktor-faktor yang mempengaruhinya baik faktor
internal maupun faktor eksternal yang melatarbelakangi dilakukannya percobaan tentang
fotosintesis ini.

<!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->TELAAH PUSTAKA

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan.
Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H 2O dan CO2 menjadi senyawa organik
yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang
mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari.
(Kimball, 2002)

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis
bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir
semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya
fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa
menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang
menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.
Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas
dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang
ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan
oleh sejumlah bakteri belerang. (http://id.wikipedia.org/wiki/fotosintesis)

Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan hijau
dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis makanannya
sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam rantai makanan menduduki sebagai
produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis adalah CO 2 yang
berasal dari udara dan H2O yang diserap dari dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto
“cahaya” reaksi ini membutuhkan cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis
produk (senyawa gula dan oksigen).

Menurut Stone (2004), reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul
karobondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk
dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang
dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil konversi energi
cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut. Glukosa
merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemen-elemen lain di dalam sel
untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting bagi organisme tersebut, seperti DNA,
protein, gula dan lemak. Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan
dalam ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-
proses di dalam tubuh.
Seperti organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit dasar penyusun
kehidupan tanaman. Sel-sel tanaman mengandung struktur yang disebut kloroplas (Chloroplast)
yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Kloroplas adalah organel khusus yang dimiliki oleh
tanaman, berbentuk oval dan mengandung klorofil (chlorophyll) yang dikenal dengan zat hijau
daun. Seluruh bagian tumbuhan yang merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan
buah memiliki kloroplas dalam setiap sel penyusunnya. Namun secara umum aktifitas fotosintesis
terjadi di dalam daun. Michael W. Davidson dalam websetnya menyatakan bahwa kepadatan
kloroplas di permukaan daun suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah juta per milimeter
persegi.

Fotosintesis memiliki dua macam reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Selama reaksi
terang, klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain di dalam kloroplas menyerap energi cahaya
matahari dan mengkonversinya menjadi energi kimia yang disimpan dalam ikatan kimia penyusun
glukosa. Energi yang diserap merupakan energi kaya elektron yang nantinya akan terlibat dalam
serangkaian rantai reaksi yang disebut transpot elektron. Menurut Stone (2004), air melalui reaksi
terang akan dipecah (fotolisis) menjadi proton, elektron dan O 2. Proton dan elektron yang
dihasilkan dari pemecahan ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP+ (nikotinamide
adenosine dinucleotide phosphate) membentuk NADPH. Beberapa proton bergerak melalui
membran kloroplas , dan energi yang dibentuk berupa ATP (Adenosine triphospat). NADPH dan ATP
adalah komponen yang masuk ke dalam reaksi gelap (siklus Calvin), yang merubah molekul CO 2
menjadi molekul gula berantai karobon tiga. energi kimia hasil konversi dari energi cahaya
matahari tersimpan dalam senyawa karbon tersebut.
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang
kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa,
monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana.
Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain.
Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida
(Kimball, 2002).

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai


kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses
yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang
memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber
energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari
tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang
berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan
berfungsi bila ada cahaya matahari.(Dwidjoseputro,1986)
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam
percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas
timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia
menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah
menandakan adanya amilum. (Malcome, 1990)

Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi
yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul
organik seperti karbohidrat. Untuk tujuan praktis, satu-satunya sumber molekul
bahan bakar yang menjadi tempat begantung seluruh kehidupan adalah
fotosintesis. Fotosintesis merupakan salah satu reaksi yang tergolong ke dalam
reaksi anabolisme. Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan makanan
(glukosa) yang berbahan baku karbondioksida dan air.

Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan ganggang hijau yang
bersifat autotrof. Artinya keduanya mampu menangkap energi matahari untuk
menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari precursor organik H2O dan
CO2. Sementara itu, hewan dan manusia tergolong heterotrof, yaitu memerlukan
suplay senyawa-senyawa organik dari lingkungan (tumbuhan) karena hewan dan
manusia tidak dapat menyintesis karbohidrat. Karena itu, hewan dan manusia
bergantung pada organisme autotrof. (http://metabolismelink.freehostia.com)

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastid


yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas
terdapat pada mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan
sel-sel jaringan bunga karang (spons). Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada
protein integral membrane tilakoid. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a
dan klorofil b. klorofil a merupakan hijau rumput (green grass pigment) yang
mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. Klorofil a ini sangat
berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan pigmen hijau-
kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Klorofil b
banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof.

Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. Pada umumnya


kloroplas itu berbentuk oval, bahan dasarnya disebut stroma, sedang butir-butir
yang terkandung di dalamnya disebut grana. Pada tanaman tinggi ada dua
macam klorofil, yaitu:

klorofil-a : C55H72O5N4Mg, berwarna hijau tua

klorofil-b : C55H70O6N4Mg, berwarna hijau muda

Rumus bangunnya berupa suatu cincin yang terdiri atas 4 pirol dengan Mg
sebagai inti. Rumus bangun ini hamper serupa dengan rumus bangun haemin
(zat darah), di mana intinya bukan Mg melainkan Fe. Pada klorofil; terdapat
suatu rangkaian yang disebut fitil yang dapat terlepas menjadi fitol C2H39OH, jika
kena air (hidrolisis) dan pengaruh enzim klorofilase. Fitol itu lipofil (suka asam
lemak), sedangkan biasanya disebut rangka porfin, sifatnya hidrofil (suka akan
air). (Dwidjoseputro, 1994:18)

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan klorofil:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Faktor pembawaan.

Pembentukan klorofil dibawakan oleh gen tertentu di dalam kromosom.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Cahaya.

Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada klorofil. Larutan yang


dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Hal ini juag dapat
kita lihat pada daun-daun yang terus terkena kena sinar langsung warna mereka
menjadi hijau kekuning-kuningan.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Oksigen


<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Karbohidrat.

Dengan tiada pemberian gula, daun-daun tersebut tak mampu menghasilkan


klorofil, meskipun faktor-faktor lain cukup.

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Nitrogen Magnesium.

Besi yang menjadi bahan pembentuk klorofil merupakan suatu condition sinc
qua non (kehausan). Kekurangan akan salah satu dari zat-zat tersebut
mengakibatkan klorosis kepada tumbuhan.

<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Air.

Air merupakan faktor keharusan pula, kekurangan air mengakibatkan


desintegrasi dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di
musim kering.

<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Unsur-unsur Mn, Cu, Zn, meskipun hanya di dalam


jumlah yang sedikit sekali, membantu pembentukan klorofil. Dengan tiada
unsur-unsur itu, tanaman akan mengalami klorosis juga.

<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Temperatur antara 3o-48oC merupakan suatu kondisi


yang baik untuk pembentukan klorofil pada kebanyakan tanaman, akan tetapi
yang paling baik ialah antara 26o-30oC.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:

1. Intensitas cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.

2. Konsentrasi karbon dioksida


Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt
digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

3. Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu
optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu
hingga batas toleransi enzim.

4. Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat
penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.

5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)


Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar
fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
6. Tahap pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang
sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan
tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

Pada umumnya sel fotosintesis mengandung satu atau lebih pigmen klorofil yang berwarna
hijau. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan bacteria, berwarna coklat,
merah dan ungu. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain di samping klorofil, yaitu pigmen
pelengkap, seperti karotenoid yang berwarna kuning, merah atau ungu dan fikobilin yang
berwarna biru atau merah (Muhammad Wirahadikusumah, 1985: 99)
Pada tahun 1962, Gustav Julius Von Sachs, membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk
karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium, amilum
dengan yodium memberikan warna hitam. Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau
dan terkena sinar.

Pada percobaaan Sachs, A daun yang sebagian tertutup x, terkena sinar sepanjang hari. B
daun tersebut setelah dipetik, direbus, direndam dalam alcohol untuk melarutkan klorofilnya dan
setelah itu dicelup dalam larutan yodium. Bagian yang tertutup tampak putih (berarti tanpa
amilum), sedang daerah sekitarnya berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum.

Jan Ingenhousz merupakan orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang fotosintesis
adalah Jan Ingenhousz (1730-1799). Ingenhousz memasukkan tumbuhan air Hydrilla verticillata ke
dalam bejana yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup denagn corong terbalik dan diatasnya di beri
tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama
kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air tersebut. Gelembung udara tersebut
menandakan adanya gas. Setelah diuji ternyata adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan
fotosintesis menghasilkan oksigen. (id.yahoo.answers.org)

Fotosintesis terjadi hanya di bagian hijau tanaman. Untuk efisiensi fotosintesis harus daun tipis
dan memiliki luas permukaan besar. Ini membantu dalam penyerapan cahaya dan difusi gas, dan
sarana untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan melalui stomata dan epidermis. Jumlah
besar kloroplas dalam sel-sel mesofil palisade menyediakan jaringan fotosintetik utama. Ruang
antara spons berbentuk tidak teratur di dalam sel-sel mesofil daun izin difusi gas gratis. Turgor sel
penjaga berubah menjadi gas mengizinkan pertukaran dengan atmosfer. Kutikula pada berlapis
tunggal transparan epidermis atas dan bawah melindungi daun dari pengeringan dan infeksi.

<!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->HIPOTESIS

1. Daun akan berfotosintesis bila mendapat cahaya matahari. Karena klorofil hanya akan berfungsi
bila ada cahaya matahari.

2. Semakin tinggi intensitas cahaya maka akan semakin meningkat laju fotosintesis.

<!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->ALAT DAN BAHAN


Uji Sachs:

Alat:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Beker gelas 500 ml

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Beker gelas 250 ml

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Pinset

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Pemanas

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Penjepit kertas (klip)

Bahan:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Alkohol 96 %

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Air/aquades

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Yod KI/lugol

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tanaman berdaun lebar (pacar air)

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Kertas timah

Uji Ingenhousz

Alat:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Beker gelas (1 liter)

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Tabung reaksi

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Corong gelas

Bahan:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tanaman Hydrilla sp.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Air

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Kawat

<!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->LANGKAH KERJA

Uji Sachs (kegiatan 4):

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Menutup sebagian helaian daun dengan kertas timah pada malam
atau saat subuh, menjepitnya dengan klip hingga rapat.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Memetik daun setelah daun terkena cahaya 2-3 jam.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membuka kertas penutup dan memasukkan dalam lipatan kertas
saring.

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Mememarkan daun dalam kertas saring tersebut dengan mortar
penggerus hingga memar merata, dan hancuran daun melekat pada kertas saring.

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Membuka lipatan kertas saring dan menggunting pada bagian
lipatannya.

<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Memasukkan kertas saring dalam beker gelas berisi pemutih,
membiarkan klorofil melarut dan memisahkan hancuran daun dari kertas saring.

<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Mengangkat kertas saring, meniriskan sebentar, menempatkan ke


cawan Petri, lalu menetesinya dengan lugol.

<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Mengamati perubahan warna yang ditunjukkan.

Uji Ingenhousz (kegiatan 5):

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Merakit alat seperti pada gambar (2 rakitan alat).

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Menempatkan satu rakit di tempat kena cahaya langsung dan
rakitan lainnya di dalam ruang yang tidak ada cahaya.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Membiarkan selama 20 menit. Kemudian mengamati ada tidaknya


gelembung di dalam tabung reaksi tersebut. Membandingkan jumlah gelembung pada kedua
rakitan tersebut.
<!--[if !supportLists]-->H. <!--[endif]-->DATA HASIL PENGAMATAN

Kegiatan 4 (Uji Sachs)

Hasil Uji lugol

Gejala pada Gejala pada bagian


No. Keterangan
bagian daun yang daun yang tidak
ditutup ditutup

Bagian yang
berwarna biru
kehitaman
menunjukkan
Berwarna putih Berwarna biru adanya amilum,
1.
pucat kehitaman sedangkan yang
berwarna putih
pucat menunjukkan
tidak adanya
amilum.

Kegiatan 5 (Uji Ingenhousz)

Data Pengamatan Kelompok 1 (+substrat)

Produksi Gelembung Oleh Tanaman


No. Terkena sinar Tidak terkena sinar Keterangan
langsung langsung

2 gelembung, 1 di
1. 528
tali 1 naik

2. 569 Tetap

+ substrat 5ml,
3. 971 tambah 1
gelembung naik

4. 1501 Tetap

Data Pengamatan Kelompok 2 (+ substrat)


Produksi Gelembung Oleh Tanaman
No. Terkena sinar Tidak terkena sinar Keterangan
langsung langsung

12 (mulai ada - jumlah lain 5


1 gelembung pada
1. pada menit ke- helai
menit ke-4
6)
-panjang Hydrilla
590 (vol air sp. 9 cm
2. sedikit Tidak ada
berkurang) - waktu adaptasi
2 menit
Ada 1 gelembung
yang menempel
pada tali tidak
3. 668 (+ NaHCO3)
keluar (berada
pada ujungcorong)
+ NaCO3

1403 (volume
air berkurang
4. Tidak ada
lebih banyak
0,5 ml)

Data Pengamatan Kelompok 3

Produksi Gelembung Oleh Tanaman


No. Terkena sinar Tidak terkena sinar Keterangan
langsung langsung

1 gelembung di - tangkai Hydrilla


atas, 4 gelembung sp. dalam
1. 426
di sekitar dinding keadaan
tabung reaksi ditekuk

1 gelembung di
atas, 2 gelembung
2. 1334
di sekitar dinding
tabung reaksi

3. 1754 1 gelembung di
atas, 4 gelembung
di sekitar dinding
tabung reaksi

2 gelembung di
4. 1718
atas

Data Pengamatan Kelompok 4

Produksi Gelembung Oleh Tanaman


No. Terkena sinar Tidak terkena Keterangan
langsung sinar langsung

1. 756 31 - tidak ada

2. 3552 4 waktu
adaptasi
3. 3050 1
- yang diamati
gelembung
4
yang keluar
4. 2385 dari patahan
di pangkal
tangkai
langsung

Data Pengamatan Kelompok 5

Produksi Gelembung Oleh Tanaman


No. Terkena sinar Tidak terkena Keterangan
langsung sinar langsung

1. 238 -

2. 622 1

3. 960 1

4. 2635 1
Data Pengamatan Kelompok 6

Produksi Gelembung Oleh Tanaman


No. Terkena sinar Tidak terkena Keterangan
langsung sinar langsung

1 gelembung - 5 tangkai
1. 298 besar sampai di Hydrilla sp.
atas
- panjang 8 cm
1 gelembung agak
2. 482 besar tidak ke - pada waktu 6
atas menit
terakhir
6 gelembung kecil
3. 622 terjadi
menempel
pengurangan
intensitas
caaya pada
percobaan
terkena
4 gelembung kecil cahaya
4. 1704
menempel langsung
karena
tertutup
pepohonan

I. Analisis Data

Kelom Tidak terkena sinar


Terkena sinar matahari
pok matahari

7mnt 7m 7m 7mnt 7mnt 7m 7m 7mnt


perta nt nt keem perta nt nt keem
ma ked keti pat ma ked keti pat
ua ga ua ga

1 528 569 971 1501 2 - 1 -

2 12 590 668 1403 1 - 1 -

133 175
3 426 1718 1 1 1 2
4 4

355 305
4 756 2385 31 4 1 4
2 0

5 238 622 960 2635 - 1 1 1

6 298 482 622 1704 1 1 6 4

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

->J. J. <!--[endif]-->PEMBAHASAN

Praktikum kali ini berjudul fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti
cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat
organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya.
Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang
berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. (Kimball, 2002)

Di dalam praktikum fotosintesis ini terdapat dua kegiatan yaitu uji Sachs dan uji Ingenhousz.

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Uji Sachs

Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis.
Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 500 ml, beker gelas 250
ml, pinset, pemanas, penjepit kertas (klip), alkohol 96 %, air/aquades, Yod KI/lugol, tanaman
berdaun lebar, dan kertas timah. Pada pagi hari sebelum praktikum, sebagian daun tanaman yang
sehat ditutup dengan kertas timah, dan dijepit dengan sebuah klip. Setelah terdedah cahaya
matahari selama 2-3 jam, daun itu kemudian dipetik. Kemudian daun dimasukkan dalam pada
beker gelas yang berisi larutan alcohol 100ml-150 ml yang dipanaskan di alat pemanas di sekitar
air yang mendidih selama beberapa saat (5menit). Daun dimasukkan dalam alcohol agar klorofil
larut sehingga daun menjadi pucat. Daun yang digunakan kelompok untuk percobaan sulit larut
klorofilnya. Hal ini disebabkan ketebalan daun dan larutan yang digunakan hanya alcohol yang
kadarnya kurang keras untuk dapat melarutkan klorofil pada daun yang tebal. Seharusnya semakin
tebal daun maka semakin keras pelarutnya, contoh pelarut yang keras adalah aseton. Maka data
percobaan menggunakan data kelas, karena hanya ada satu kelompok yang berhasil dalam
percobaan ini. Daun yang digunakan kelompok tersebut adalah daun tanaman pacar air. Setelah
beberapa menit, daun tersebut ditiriskan dan ditempatkan pada sebuah cawan. Daun tersebut lalu
ditetesi dengan larutan Yod-KI atau lugol sehingga terjadi perubahan warna seperti yang terlihat
pada gambar berikut:

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Pada percobaan digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
amilum pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan
berubah warna menjadi biru kehitaman. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang
sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya
menjadi biru kehitaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi
kertas timah terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak
terdapat amilum. Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada
bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis, sedangkan pada daun yang
tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis. Hal ini sesuai dengan percobaan
yang dilakukan oleh Sachs pada tahun 1860. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan
amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus
dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan
ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak
ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Fotosintesis adalah proses sintesis untuk menghasilkan makanan yang dilakukan oleh
tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari. Dari percobaan ini juga dibuktikan bahwa
hanya pada daun yang berklorofil dan terkena cahaya yang dapat melakukan ”memasak” atau
fotosintesis. Hal ini sesuai dengan literatur tentang fotosintesis oleh Dwidjoseputro(1986) : bahwa
tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan
pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang
dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki
klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang
diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan
mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak
dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya
matahari. (Dwidjoseputro, 1986)

<!--[if !supportLists]-->2. Uji Ingenhousz<!--[endif]-->

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Pada uji Ingenhousz ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju
fotosintesis. Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 1 liter, tabung
reaksi, corong gelas, tanaman Hydrilla, air, dan kawat. Pada percobaan ini digunakan 5 batang
tanaman Hydrilla dengan panjang yang sama. Daun-daun Hydrilla tersebut diikat menjadi satu
kemudian bagian atasnya ditutup dengan tabung reaksi. Setelah rakitan alat telah siap, satu
rakitan alat tersebut ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari sedangkan satu rakitan
lagi ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar atau gelap. Hal ini bertujuan untuk
membandingkan laju fotosintesis pada tanaman yag terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar
matahari.

Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan Hydrilla ke dalam gelas beaker yang
dilengkapi dengan corong penutup dan tabung reaksi, kemudian memasukkan air hingga
memenuhi gelas beaker dan tabung reaksi, hal ini dimaksudkan agar tidak ada gelembung dari
luar yang dapat mempengaruhi jumlah gelembung yang nantinya akan dihitung. Dalam hal ini
praktikan membuat dua perlakuan berbeda yaitu meletakkan gelas beaker berisi air dan Hydrilla
pada dua tempat yang berbeda. Gelas beaker pertama diletakkan di tempat yang terkena sinar
matahari, sedangkan gelas beaker kedua diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari
atau gelap. Hal ini bertujuan untuk membandingkan laju fotosintesis pada kedua tempat tersebut.
Perbedaan yang tampak dari keduanya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan. Perhitungan
terhadap gelembung yang keluar dilakukan selama 28 menit dan mencatat perubahannya setiap 7
menit sekali.

Adapun variabel pada percobaan ini antara lain:

Variabel bebas : tempat meletakkan Hydrilla

ontrol : volume air pada gelas beaker, jenis Hydrilla, ukuran Hydrilla

Variabel terikat : banyaknya gelembung udara

<!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Data yang diperoleh pada percobaan ini adalah menggunakan data kelas, di mana data dari
kelompok lain diikutsertakan dalam pembahasan sebagai pembanding agar data yang diperoleh
lebih akurat.

[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Percobaan Kelompok 1

Pada percobaan 1 tanaman Hydrilla yang digunakan sebanyak 5 batang. Berdasarkan


percobaan yang telah dilakukan oleh kelompok 1, diperoleh data sebaai berikut:

Pertama, pada tempat yang terkena sinar matahari pada tujuh menit pertama muncul 528
gelembung. Pada tujuh menit kedua muncul 569 gelembung dan volume air tabung reaksi
berkurang 0,3 ml. Memasuki tujuh menit ketiga, diberikan perlakuan berupa penambahan substrat
NaHCO3. Pada tujuh menit ketiga muncul 971 gelembung dan pada tujuh menit keempat muncul
1501 gelembung dan volume air berkurang 0,4 ml. Jadi selama dua puluh delapan menit
pengamatan muncul 2472 gelembung dari patahan pangkal batang Hydrilla dan volume air tabung
reaksi berkurang 0,7 ml. Gelembung-gelembung pada tujuh menit ketiga dan keempat lebih
banyak daripada sebelumnya. Hal ini disebabkan penambahan substrat NaHCO3. Penambahan zat
NaHCO3 akan menghasilkan lebih banyak gelembung karena NaHCO3 akan menjadi katalisator dan
akan menyebabkan reaksi yang menghasilkan CO2 sehingga bahan untuk fotosintesis akan lebih
banyak dan proses fotosintesis akan terjadi lebih cepat. (http://metabolismelink.freehostia.com)
Kedua, pada tempat yang tidak terkena sinar matahari didapatkan data pada tujuh menit
pertama muncul 2 gelembung, 1 gelembung naik dan 1 gelembung menempel di tali. Pada tujuh
menit kedua tidak ada gelembung yang muncul dari patahan pangkal batang Hydrilla. Memasuki
tujuh menit ketiga diberikan perlakuan berupa penambahan substrat NaHCO3. Pada tujuh menit
ketiga muncul 1 gelembung yang naik ke atas permukaan tabung reaksi. Pada tujuh menit
keempat tidak ada gelembung yang muncul.

[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Percobaan kelompok 2

Pada percobaan kelompok 2 tanaman Hydrilla yang digunakan sebanyak lima batang dengan
panjang 9 cm. Daun-daun tesebut diadaptasi selama dua menit. Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan oleh kelompok 2 diperoleh data sebagai berikut:

Pertama, pada tempat yang terkena sinar matahari diperoleh data pada tujuh menit pertama
muncul 12 gelembung. Gelembung-gelembung udara tersebut mulai muncul pada menit ke enam.
Pada tujuh menit kedua muncul 509 gelembung dan volume air pada tabung reaksi berkurang.
Memasuki tujuh menit ketiga dierikan perlakuan dengan memberikan substrat berupa NaCO3. Pada
tujuh menit ketiga muncul 668 gelembung. Pada tujuh menit keempat muncul 1403 gelembung
dan volume air pada tabung reaksi berkurang lebih banyak dari sebelumnya yaitu 0,5 ml. Jadi
selama 28 menit pengamatan muncul 2673 gelembung. Setelah penambahan substrat berupa
NaCO3 gelembung yang keluar menjadi semakin banyak, dapat dilihat pada tujuh menit keempat
gelembung yang muncul sebanyak 1403. Hal ini berarti penambahan substrat berupa NaHCO 3
mempercepat laju fotosintesis.

Kedua, pada tempat yang tidak terkena sinar matahari. Sebelum diamati
jumlah gelembung yang keluar, diberikan waktu adaptasi selama 2 menit. Pada
tujuh menit pertama terdapat 1 gelembung yang muncul pada menit keempat.
Pada tujuh menit kedua tidak ada gelembung yang muncul. Selanjutnya
diberikan perlakuan yaitu dengan menambahkan substrat berupa NaHCO3, Pada
tujuh menit ketiga terdapat 1 gelembung yang menempel pada tali tetapi tidak
keluar hanya berada pada ujung corong. Pada tujuh menit keempat tidak
didapati adanya gelembung yang keluar. Penambahan substrat berupa NaCO3
tidak berpengaruh terhadap jumlah gelembung yang keluar, dapat dilihat pada
tujuh menit keempat tidak ada gelembung yang keluar. Hal ini disebabkan tidak
adanya cahaya matahari yang mengenai batang tanaman Hydrilla, sehingga
fotosintesis tidak terjadi.

[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Percobaan kelompok 3

Pada percobaan kelompok 3 tanaman Hydrilla yang digunakan dibengkokkan


sehingga gelembung udara yang keluar dari patahan pangkal batang tidak
semuanya naik ke atas tabung reaksi. Hal ini disebabkan gelembung-gelembung
tersebut terhalang oleh daun-daun Hydrilla. Berdasarkan percobaan yang telah
dilakukan oleh kelompok 3, diperoleh data sebagai berikut:

Pertama, pada tempat yang terkena sinar matahari gelembung-gelembung


udara yang muncul pada tujuh menit pertama adalah 426. Pada tujuh menit
kedua gelembung yang muncul sebanyak 1334. Pada tujuh menit ketiga muncul
gelembung sebanyak 1754, dan pada tujuh menit keempat muncul gelembung
sebanyak 1718. Jadi selama dua puluh delapan menit pengamatan muncul 5232
gelembung dan volume air pada tabung reaksi berkurang 1,4 ml. Seharusnya
gelembung yang dapat dihitung lebih banyak, tetapi karena terhalang daun-
daun Hydrilla. gelembung-gelembung tersebut tidak dapat naik ke atas tabung
reaksi sehingga tidak dapat dihitung.

Kedua, pada tempat yang tidak terkena sinar matahari pada tujuh menit
pertama mucnul 1 gelembung di atas dan 4 gelombang di sekitar dinding tabung
reaksi. Pada tujuh menit kedua terdapat 1 gelembung di atas dan 2 gelembung
di sekitar tabung reaksi. Pada tujuh menit ketiga terdapat 1 gelembung di atas
dan 4 gelembung di sekitar dinding tabung reaksi. Pada tujuh menit keempat
terdapat 2 gelembung di atas.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Percobaan kelompok 4

Pada percobaan kelompok 4 tanaman Hydrilla yang digunakan sebanyak lima batang dengan
ukuran yang sama, dan tidak diberi waktu untuk adaptasi. Gelembung udara yang diamati pada
percobaan ini yaitu gelembung yang muncul langsung dari patahan pangkal batang Hydrilla bukan
yang naik ke atas permukaan tabung reaksi. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan,
diperoleh data sebagai berikut:

Pertama, pada tempat yang terkena sinar matahari diperoleh data pada tujuh menit pertama
gelembung-gelembung udara yang muncul sebanyak 756. Pada tujuh menit kedua gelembung
yang dihasilkan sebanyak 3552 dengan volume air pada tabung reaksi berkurang. Pada tujuh
menit ketiga jumlah gelembung yang muncul sebanyak 3050 dan pada tujuh menit keempat
gelembung yang muncul sebanyak 2385. Jadi selama dua puluh delapan menit pengamatan
terdapat 9743 gelembung yang muncul. Jumlah gelembung yang lebih banyak dari kelompok
lainnya ini karena gelembung yang diamati adalah yang muncul langsung dari patahan pangkal
batang Hydrilla bukan yang naik ke atas tabung reaksi. Gelembung yang muncul dari patahan
pangkal batang Hydrilla banyak sekali sehingga tidak semuanya dapat terhitung dengan counter
karena keterbatasan praktikan dalam memencet counter tidak sebanding dengan jumlah
gelembung yang keluar dari 5 batang Hydrilla.

Kedua, pada tempat yang tidak terkena sinar matahari pada tujuh menit pertama terdapat 31
gelembung dan pada tujuh menit kedua muncul lagi 4 gelembung. Pada tujuh menit ketiga muncul
1 gelembung dan pada tujuh menit ke empat muncul 4 gelembung. Jadi selama dua puluh delapan
menit pengamatan terdapat 40 gelembung yang keluar. Pada percobaan di tempat yang tidak
terkena sinar matahari seharusnya tidak dihasilkan gelembung karena tidak fotosintesis tidak akan
terjadi tanpa adanya cahaya matahari. Tanpa ada cahaya matahari, tumbuhan tidak akan mampu
melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada di dalam daun tidak dapat
menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari
(Dwidjoseputro, 1986) Tetapi karena pada percobaan ini tidak dilakukan adaptasi sehingga pada
saat pengambilan air dan perakitan alat di kolam, daun-daun Hydrilla sempat terkena sinar
matahari. Sehingga gelembung yang muncul pada percobaan di tempat gelap ini karena Hydrilla
terkena sinar matahari pada saat perakitan alat.

5. Percobaan Kelompok 5

Pada percobaan kelompok 5 tanaman Hydrilla yang digunakan sebanyak 5 batang.


Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh kelompok 5, diperoleh data sebagai berikut:

Pertama, pada percobaan di tempat yang terkena sinar matahari pada tujuh menit pertama
muncul 238 gelembung. Pada tujuh menit kedua muncul 622 gelembung. Pada tujuh menit ketiga
muncul 960 gelembung dan tujuh menit keempat muncul 2635 gelembung. Jadi selama dua puluh
delapan menit pengamatan terdapat 4455 gelembung.

Kedua, pada percobaan di tempat yang tidak terkena sinar matahari pada tujuh menit
pertama tidak ditemukan adanya gelembung yang muncul dari patahan pangkal batang Hydrilla.
Pada tujuh menit kedua muncul 1 gelembung. Pada tujuh menit ketiga dan tujuh menit keempat
muncul 1 gelembung.

6. Percobaan Kelompok 6

Pada percobaan kelompok 6 tanaman Hydrilla yang digunakan sebanyak 5 batang dengan
panjang 8cm. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh kelompok 6, diperoleh data
sebagai berikut:

Pertama, pada tempat yang terkena sinar matahari pada tujuh menit pertama muncul 298
gelembung dan pada tujuh menit kedua muncul 482 gelembung. Pada tujuh menit ketiga muncul
622 gelembung dan pada tujuh menit keempat muncul 1704 gelembung. Jadi selama dua puluh
delapan menit pengamatan terdapat 3106 gelembung yang muncul. Memasuki tujuh menit
keempat terjadi pengurangan intensitas sinar matahari karena tertutup oleh pepohonan, sehingga
mempengaruhi laju fotosintesis. Pada saat tertutup pepohonan tidak ada gelembung yang muncul
dari patahan pangkal batang Hydrilla, setelah terkena sinar matahari gelembung muncul lagi.

Kedua, pada tempat yang tidak terkena sinar matahari pada tujuh menit
pertama terdapat 1 gelembung besar yang sampai ke atas permukaan tabung
reaksi. Pada tujuh menit kedua muncul 1 gelembung agak besar. Pada tujuh
menit ketiga terdapat 6 gelembung kecil. Pada tujuh menit keempat terdapat 4
gelembung kecil. Jadi selama dua puluh delapan menit pengamatan terdapat 12
gelembung yang muncul.

Hydrilla termasuk tumbuhan autotrof, yaitu dapat mensintesis makanan langsung dari
senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula
dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah
menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk
mereduksi CO2 menjadi glukosa. Dengan persamaan reaksi:

klorofil
<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Cahaya matahari

(Syamsuri, 2000)

Pada percobaan ini batang tanaman Hydrilla dipatahkan. Dari patahan


tersebut akan muncul gelembung-gelembung gas. Gelembung-gelembung gas
yang dihasilkan pada percobaan tersebut merupakan gas oksigen (O2). Gas ini
terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen
berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi:

2 H2O(l)  4 H+ (aq) + O2 (g)

Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
(http://metabolismelink.freehostia.com)

Percobaan ini telah sesuai dengan percobaan Ingenhousz yaitu muncul gelembung udara dari
patahan pangkal batang Hydrilla. Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas. Setelah
diuji ternyata adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesis menghasilkan oksigen.
(id.yahoo.answers.org)

Hydrilla yang diletakkan di tempat yang intensitas cahayanya tinggi mampu melakukan
fotosintesis secara optimal, sedangkan pada Hydrilla yang diletakkan di tempat yang intensitas
cahayanya rendah tidak mampu melakukan fotosintesis secara optimal sehingga hasil fotosintesis
yang dihasilkan sedikit. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan
untuk proses fotosintesis. Tanpa ada cahaya matahari, tumbuhan tidak akan mampu melakukan
proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada di dalam daun tidak dapat
menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari
(Dwidjoseputro, 1986)

Berdasarkan data percobaan 6 kelompok di atas diperoleh data bahwa pada tanaman Hydrilla
yang diletakkan di tempat yang intensitas cahayanya tinggi mengalami kenaikan laju fotosintesis
yang ditandai dengan makin bertambahnya gelembung-gelembung yang dihasilkan. Sedangkan
pada tanaman Hydrilla yang diletakkan di tempat yang intensitas cahayanya rendah, laju
fotosintesisnya terhambat, hal ini ditandai dengan sedikitnya jumlah gelembung udara yang
dihasilkan. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses
fotosintesis. Intensitas cahaya yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis, intensitas cahaya
yang rendah akan menurunkan laju fotosintesis. (http://www.tutorvista.com)

Gelembung-gelembung gas oksigen yang dihasilkan di tempat yang terkena cahaya akan
lebih banyak. Penyebabnya adalah bila klorofil terkena cahaya, maka klorofil tersebut akan
menangkapnya dan menggunakannya dalam proses fotosintesis. Fotosintesis hanya dapat terjadi
pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi
cahaya matahari. (Kimball,2002)

Pada percobaan yang dilakukan kelompok 1 dan 2 diberikan perlakuan yaitu penambahan
substrat berupa NaHCO3. Penambahan zat NaHCO3 akan menghasilkan lebih banyak gelembung
karena NaHCO3 akan menjadi katalisator dan akan menyebabkan reaksi yang menghasilkan CO 2
sehingga bahan untuk fotosintesis akan lebih banyak dan proses fotosintesis akan terjadi lebih
cepat menurut persamaan reaksi:

(http://metabolismelink.freehostia.com)

->K. <!--[endif]-->K. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan tentang fotosintesis yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak dapat melakukan
fotosintesis.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin meningkat laju
fotosintesisnya.
->L. L. <!--[endif]-->DAFTAR PUSTAKA

Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Bandung: Ganeca Exact.

Campbell, N. A., Reece. 2002. Biologi. Jakaera: Erlangga.

Dwidjoseputro. 1984. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Kimball, J. W. 1993. Biologi umum. Jakarta: Erlangga.

Kimball, J. W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Malcome, B. W. 1990. Fisiologi Tanaman. Bandung: Bumi Aksara.

Simbolon, Hubu, dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Syamsuri. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Diunduh pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2010 dari http://id.yahoo.answers.org.

Diunduh pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2010 dari http://metabolismelink.freehostia.com.

Diunduh pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2010 dari http://id.wikipedia.org/wiki/fotosintesis.

Diunduh pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2010 dari http://www.tutorvista.com.

Diposkan oleh sinau online di 00:38

Label: Biologi

4 komentar:

Anonim mengatakan...

thank you. so helpful :)

28 Sep 2010 03:00:00


rani mengatakan...

mkch udh membantu saya :)

27 Okt 2010 02:56:00

sinau online mengatakan...

trimakasih kembali sudah mengunjungi blog ini :)

28 Okt 2010 22:23:00

Anonim mengatakan...

maturnuwun sanget atas infonya

7 Mar 2011 03:31:00

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Clock

Asmaul Husna

Calender
Pengunjung

Arsip

Perbedaan Drosophila melanogaster (lalat buah) jantan dan betina

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Pola Pengembangan Paragraf

Hubungan Antar Spesies

Ekologi

Kekentalan Jenis Zat Cair

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

Kalimat Mayor dan Minor

METODE MEMBACA BUKU

Teknik Isolasi

Media

Kesetaraan Kalor Listrik

PLASMOLISIS

PENDIDIKAN IPA YANG BERORIENTASI PADA PESERTA DIDIK DENGAN WAWASAN LINGKUNGAN

Permainan Sepak Bola


Cathode Ray Oscilloscope (CRO)

LAJU REAKSI

Lempar Cakram

Keanekaragaman Hewan

Pengenalan alat dan teknik Sterilisasi

CONTOH KEANEKARAGAMAN INTRA SPESIES

Laporan Praktikum Fotosintesis (Sachs dan Ingenhousz)

Praktikum Pembelahan Mitosis

Pendidikan IPA yang Berwawasan Lingkungan

SIfat Keelektronegatifan

Drosophila melanogaster (Lalat Buah)

PERMUKAAN DAUN

PLANTS

TEROPONG

STRUKTUR TUMBUHAN MONOKOTIL & DIKOTIL

Merancang Termometer

Labels

• Bahasa (3)

• Biologi (14)

• English (1)
• Fisika (5)

• Kimia (2)

• laen2 (1)

• Makalah (2)

• Orkes (3)

SINAU ONLINE

DJOGJA, INDONESIA

semoga blog ini membantu kalian dalam belajar ^^

LIHAT PROFIL LENGKAPKU

Chat

networkedblogs

Follow this blog

My BLog

• Sugeng Pinarak

• cimodcimud

Links

• MCT Group

• Nurul Hidayah

• Sego Kucenx
Followers

Google Translate

Pilih Bahasa

Diberdayakan oleh Terjemahan

Blog Archive

• ▼ 2010 (31)

○ ► September (7)

 Perbedaan Drosophila melanogaster (lalat buah) jan...

 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

 Pola Pengembangan Paragraf

 Hubungan Antar Spesies

 Ekologi

 Kekentalan Jenis Zat Cair

 Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

○ ► Agustus (5)

 Kalimat Mayor dan Minor

 METODE MEMBACA BUKU

 Teknik Isolasi

 Media

 Kesetaraan Kalor Listrik

○ ► Juni (4)

 PLASMOLISIS

 PENDIDIKAN IPA YANG BERORIENTASI PADA PESERTA DIDI...

 Permainan Sepak Bola

 Cathode Ray Oscilloscope (CRO)


○ ▼ Mei (12)

 LAJU REAKSI

 Lempar Cakram

 Keanekaragaman Hewan

 Pengenalan alat dan teknik Sterilisasi

 CONTOH KEANEKARAGAMAN INTRA SPESIES

 Laporan Praktikum Fotosintesis (Sachs dan Ingenhou...

 Praktikum Pembelahan Mitosis

 Pendidikan IPA yang Berwawasan Lingkungan

 SIfat Keelektronegatifan

 Drosophila melanogaster (Lalat Buah)

 PERMUKAAN DAUN

 PLANTS

○ ► April (2)

 TEROPONG

 STRUKTUR TUMBUHAN MONOKOTIL & DIKOTIL

○ ► Maret (1)

 Merancang Termometer

Feedjit