Anda di halaman 1dari 16

ALAT TANGKAP TRAWL

Oleh taufiq

33 A.PENDAHULUAN 1.Definisi Alat Tangkap Kata trawl berasal dari bahasa prancis troler dari kata trailing adalah dalam bahasa inggris, mempunyai arti yang bersamaan, dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata tarik ataupun mengelilingi seraya menarik . Ada yang menterjemahkan trawl dengan jaring tarik , tapi karena hampir semua jarring dalam operasinya mengalami perlakuan tarik ataupun ditarik , maka selama belum ada ketentuan resmi mengenai peristilahan dari yang berwenang maka digunakan kata trawl saja. Dari kata trawl lahir kata trawling yang berarti kerja melakukan operasi penangkapan ikan dengan trawl, dan kata trawler yang berarti kapal yang melakukan trawling. Jadi yang dimaksud dengan jarring trawl ( trawl net ) disini adalah suatu jaring kantong yang ditarik di belakang kapal ( baca : kapal dalam keadaan berjalan ) menelusuri permukaan dasar perairan untuk menangkap ikan, udang dan jenis demersal lainnya. Jarring ini juga ada yang menyangkut sebagai jaring tarik dasar. Stern trawl adalah otter trawl yang cara operasionalnya ( penurunan dan pengangkatan ) jaring dilakukan dari bagian belakang ( buritan ) kapal atau kurang lebih demikian. Penangkapan dengan system stern trawl dapat menggunakan baik satu jarring atau lebih. 2. Sejarah Alat Tangkap Jaring trawl yang selanjutnya disingkat dengan trawl telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia sejak awal pelita I. Trawl sebenarnya sudah lama dikenal di Indonesia sejak sebelum Perang Dunia II walaupun masih dalam bentuk ( tingkat ) percobaan. Percobaan-percobaan tersebut sempat terhenti akibat pecah Perang Dunia II dan baru dilanjutkan sesudah tahun 50-an ( periode setelah proklamasi kemerdekaan ). Penggunaan jaring trawl dalam tingkat percobaan ini semula dipelopori oleh Yayasan Perikanan Laut, suatu unit pelaksana kerja dibawah naungan Jawatan Perikanan Pusat waktu itu. Percobaan ini semula dilakukan oleh YPL Makassar (1952), kemudian dilanjutkan oleh YPL Surabaya. Menurut sejarahnya asal mula trawl adalah dari laut tengah dan pada abad ke 16 dimasukkan ke Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, dan negara Eropa lainnya. Bentuk trawl waktu itu bukanlah seperti bentuk trawl yang dipakai sekarang yang mana sesuai dengan perkembangannya telah banyak mengalami

perubahan-perubahan, tapi semacam trawl yang dalam bahasa Belanda disebut schrol net. 3. Prospektif Alat Tangkap Perkembangan teknologi menyebabkan kemajuan- kemajuan pada main gear, auxillary gear dan equipment lainny. Pendeteksian letak jaring dalam air sehubungan depth swimming layer pada ikan, horizontal opening dan vertical opening dari mulut jaring, estimate catch yang berada pada cod end sehubungan dengan pertambahan beban tarik pada winch, sudut tali kekang pada otter board sehubungan dengan attack angel, perbandingan panjang dan lebar dari otter board, dan lain-lain perlengkapan. Demikian pula fishing ability dari beberapa trawler yang beroperasi di perbagai perairan di tanah air, double ring shrimp trawler yang beroperasi di perairan kalimantan, irian jaya dan lain-lain sebagainya. Perhitungan recources sehubungan dengan fishing intensity yang akan menyangkut perhitunganperhitungan yang rumit, konon kabarnya sudah mulai dipikirkan. Semakin banyak segi pandangan, diharapkan perikanan trawl akan sampai pada sesuatu benntukl yang diharapkan. B. KONSTRUKSI ALAT TANGKAP 1. Konstruksi Umum Gambar 1 2. Detail Konstruksi Gambar 2 3. Gambar Teknis Gambar 3 4. Bahan dan Spesifikasi Gambar 4 5. Karakteristik berdasarkan letak penarikan jaring yang dilakukan di kapal kita mengenal adanya stern trawl, dimana jaring ditarik dari buritan ( dalam segi operasionalnya ). Dimana banyak kapal trawl yang menggunakan cara ini, adapun karakteristik dari stern trawl ini antara lain: Stern trawl tidak seberapa dipengaruhi oleh angin dan gelombang dalam pelepasan jaring, tidak memerlukan memutar letak kapal Warp berada lurus pada garis haluan buritan sehingga tenaga trawl winch dapat menghasilkan daya guna maksimal sehingga pekerjaan melepas/ menarik dari jaring memerlukan waktu yang lebih sedikit, yang berarti waktu untuk jaring berada dalam air ( operasi ) lebih banyak

Trawl winch pada stern trawl terpelihara dari pengaruh angin dan gelombang, dengan demikian dalam cuaca buruk sekalipun operasi masih dapat dilakukan dengan mudah Pada stern trawl akibat dari screw current jaring akan segera hanyu, demikian pula otter boat segera setelah dilepas akan terus membuka Karena letak akan searah dengan garis haluan- buritan, maka di daerah fishing ground yang sempit sekalipun operasi masih mungkin dilakukan, dengan perkataan lain posisi jaring sehubungan dengan gerakan kapal lebih mudah diduga Pada stern trawl, pada waktu hauling ikan-ikan yang berada pada cod end tidak menjadikan beban bagi seluruh jaring, karena cod end tersendiri ditarik melalui slip way, dengan demikian jaring dapat terpelihara C. HASIL TANGKAPAN Yang menjadi tujuan penangkapan pada bottom trawl adalah ikan-kan dasar ( bottom fish ) ataupun demersal fish. Termasuk juga jenis-jenis udang ( shrimp trawl, double ring shrimp trawl ) dan juga jenis-jenis kerang. Dikatakan untuk periran laut jawa, komposisi catch antara lain terdiri dari jenis ikan patek, kuniran, pe, manyung, utik, ngangas, bawal, tigawaja, gulamah, kerong-kerong, patik, sumbal, layur, remang, kembung, cumi,kepiting, rajungan, cucut dan lain sebagainya. Catch yang dominan untuk sesuatu fish ground akan mempengaruhi skala usaha, yang kelanjutannya akan juga menetukan besar kapal dan gear yang akan dioperasikan. D. DAERAH PENANGKAPAN Didalam alat tangkap trawl yang memiliki syarat-syarat fishing ground, antara lain sebagai berikut:
Dasar

fishing ground terdiri dari pasir, Lumpur ataupun campuran pasir dan Lumpur. arus pada mid water tidak besar ( dibawah 3 knot ) juga kecepatan arus pasang tidak seberapa besar cuaca,laut, ( arus, topan, memungkinkan keamanan operasi gelombang, dan lain-lain )

Kecepatan

Kondisi

Perubahan

milieu oceanografi terhadap mahluk dasar laut relatif kecil dengan perkataan lain kontinuitas recources dijamin untuk diusahakan terus-menerus mempunyai daya prokdutifitas yang besar serta recources yang melimpah

Perairan

E.ALAT BANTU PENANGKAPAN Pada umumnya kapal-kapal trawl ini digerakkan oleh diesel ataupun steam. Kapal dilengkapi dengan trawl winch, sebagai tenaga penggerak ada yang menggunakan steam engine ( 45-75 HP ) bagi stream trawl dan ada pula yang memakai motor dari 60-90 HP bagi diesel trawl. Winch ini dihubungkan dengan warp, dan untuk mengontrol panjang warp dipasang brake. Besar jaring yang dipakai berbeda-beda, dan untuk menyatakan besar jaring dipakai penunjuk panjang dari head rope yang biasanya dengan satuan feet atau meter. F. TEKNIK OPERASIONAL ( SHOOTING & HAULING ) (1) kecepatan/lama waktu menarik jaring adalah ideal jika jaring dapat ditarik dengan kecepatan yang besar, tapi hal ini sukar untuk mencapainya, karena kita dihadapkan pada beberapa hal, antara lain keadaan terbukanya mulut jaring, apakah jaring berada di air sesuai dengan yang dimaksudkan ( bentuk terbukanya ), kekuatan kapal untuk menarik ( HP ), ketahanan air terhadap tahanan Air, resistance yang makin membesar sehubungan dengan catch yang makin bertambah, dan lain sebagainya. Faktor-faktor ini berhubungan antara satu dengan yang lainnya dan masing-masing menghendaki syarat tersendiri. Pada umumnya jaring ditarik dengan kecepatan 3-4 knot. Kecepatan inipun berhubungan pula dengan swemming speed dari ikan, keadaa dasar laut, arus, angin, gelombang dan lain sebagainya, yang setelah mempertimbangkan factor-faktor ini, kecepatan tarik ditentukan . Lama waktu penarikan di dasarkan kepada pengalaman-pengalaman dan factor yang perlu diperhatikan adalah banyak sedikitnya ikan yang diduga akan tertangkap., pekerjaan di dek, jam kerja crew, dan lain sebagainya. Pada umumnya berkisar sekitar 3-4 jam, dan kadang kala hanya memerlukan waktu 1-2 jam. (2) panjang warp

factor yang perlu diperhatikan adalah depth,sifat dasar perairan ( pasir, Lumpur), kecepatan tarik. Biasanya panjang warp sekitar 3-4 kali depth. Pada fishing ground yang depthnya sekitar 9M ( depth minimum ). Panjang warp sekitar 6-7 kali depth. Jika dasar laut adalah Lumpur, dikuatirkan jaring akan mengeruk lumpu, maka ada baiknya jika warp diperpendek, sebaliknya bagi dasar laut yang terdiri dari pasir keras ( kerikil ), adalah baik jika warp diperpanjang. Pengalaman menunjukkan bahwa pada depth yang sama dari sesuatu Fishing ground adalah lebih baik jika kita menggunakan warp yang agak panjang, daripada menggunakan warp yang terlalu pendek. Hal ini dapat dipikirkan sebagai berikut.bentuk warp pada saat penarikan tidaklah akan lurus, tetapi merupakan suatu garis caternian. Pada setiap titik titik pada warp akan bekerja gaya- gaya berat pada warp itu sendiri, gaya resistance dari air, gaya tarik dari kapal/ winch, gaya ke samping dari otter boat dan gaya-gaya lainnya. Resultan dari seluruh gaya yang complicataed ini ditularkan ke jaring ( head rope and ground rope ), dan dari sini gaya-gaya ini mengenai seluruh tubuh jaring. Pada head rope bekerja gaya resistance dari bottom yang berubah-ubah, gaya berat dari catch yang berubahubah semakin membesar, dan gaya lain sebagainya. Gaya tarik kapal bergerak pada warp, beban kerja yang diterima kapal kadangkala menyebabkan gerak kapal yang tidak stabil, demikian pula kapal sendiri terkena oleh gaya-gaya luar ( arus, angin, gelombang ) Kita mengharapkan agar mulut jaring terbuka maksimal, bergerak horizontal pada dasar ataupun pada suatu depth tertentu. Gaya tarik yang berubahubah, resistance yang berubah-ubah dan lain sebagainya, menyebabkan jaring naik turun ataupun bergerak ke kanan dan kekiri. Rentan yang diakibatkannya haruslah selalu berimbang. Warp terlalu pendek, pada kecepatan lebih besar dari batas tertentu akan menyebabkan jaring bergerak naik ke atas ( tidak mencapai dasar ), warp terlalu panjang dengan kecepatan dibawah batas tertentu akan menyebabkan jaring mengeruk lumpur. Daya tarik kapal ( HP dari winch) diketahui terbatas, oleh sebab itulah diperoleh suatu range dari nilai beban yan g optimal. Apa yang terjadi pada saat operasi penarikan, pada hakikatnya adalah merupakan sesuatu keseimbangan dari gaya-gaya yang complicated jika dihitung satu demi satu. G. HAL YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN TANGKAPAN Pada saat operasi, dapat terjadi hal-hal yang dapat menggagalkan operasi antara lain: Warp terlalu panjang atau speed terlalu lambat atau juga hal lain maka jaring akan mengeruk Lumpur Jaring tersangkut pada karang / bangkai kapal

Jaring atau tali temali tergulung pada screw Warp putus Otterboat tidak bekerja dengan baik, misalnya terbenam pada lmpur pada waktu permulaan penarikan dilakukan Hilang keseimbangan, misalnya otterboat yang sepihak bergerak ke arah pihak yang lainnya lalu tergulung ke jaring Ubur-ubur, kerang-kerangan dan lain-lain penuh masuk ke dalam jaring, hingga cod end tak mungkin diisi ikan lagi. Dan lain sebagainnya. DAFTAR PUSTAKA Ayodhyoa,A.U.1983.Metode Penangkapan Ikan. Cetakan pertama. Faperik. IPB. Bogor Subani,W. 1978. Alat dan Cara Penangkapan Ikan di Indonesia,jilid I. LPPL. Jakarta The Gourack Ropework,Co.,ltd.1961. deep sea trawling and wing trawling Ward,george,ed.1964. Stern trawling Email : afiq_mbo@yahoo.com

Sejarah
Referensi awal untuk tindakan konservasi perikanan berasal dari keluhan tentang bentuk trawl berasal dari abad ke-14, pada masa pemerintahan Edward III . Sebuah petisi telah disampaikan kepada Parlemen pada 1376 menyerukan larangan dari "alat kehalusan dibikin disebut wondyrchoum". Ini merupakan pukat balok dini dengan balok kayu, dan terdiri dari 6 jaring m (18 kaki) panjang dan 3 m (10 kaki) lebar,

"Dari begitu kecil mesh, tidak ada cara ikan, betapapun kecilnya, masuk di dalamnya dapat keluar dan dipaksa untuk tetap didalamnya dan harus diambil ... dengan cara yang tersebut di atas instrumen nelayan mengambil kelimpahan begitu besar yang disebutkan di atas ikan kecil, bahwa mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mereka, tapi makan dan menggemukkan babi dengan mereka, untuk kerusakan besar milik bersama seluruh kerajaan, dan penghancuran perikanan di tempat-tempat seperti, yang mereka berdoa obat ". [1 ] Sumber lain menjelaskan wondyrchoun sebagai "Tiga membayangkan kaki panjang dan sepuluh mens 'lebar, dan bahwa itu sinar sepuluh kaki panjang, pada akhir dua frame yang dibentuk seperti colerake, bahwa tali bertimbal tertimbang dengan banyak batu besar itu tetap pada bagian bawah dari jaring antara dua frame, dan bahwa tali lain adalah tetap dengan kuku pada bagian atas balok, sehingga ikan memasuki ruang antara balok dan bersih yang lebih rendah tertangkap. bersih telah maskes dari panjang dan lebarnya dari jempol dua laki-laki " [2] Tanggapan dari Crown adalah untuk "membiarkan Komisi dilakukan oleh orangorang yang memenuhi syarat untuk bertanya dan sertifikasi pada kebenaran tuduhan ini, dan biarkan atasnya tepat dilakukan di Pengadilan Chancery". Jadi, sudah kembali di Abad Pertengahan, argumen dasar tentang tiga isu paling sensitif saat ini sekitar trawl - efek trawl pada lingkungan yang lebih luas, penggunaan ukuran mesh kecil, dan industri penangkapan ikan untuk pakan ternak - sudah dibesarkan . Sampai akhir abad ke-18 kapal berlayar hanya mampu trawls kecil penarik. Namun, di tahun-tahun terakhir abad bahwa jenis kapal muncul yang mampu penarik pukat besar, di perairan yang lebih dalam. Perkembangan dari jenis kerajinan, pukat berlayar, dikreditkan kepada para nelayan dari Brixham di Devon. Metode baru terbukti jauh lebih efisien daripada tradisional lama-lapisan. Pada awalnya penggunaannya terbatas pada setengah bagian barat dari Selat Inggris, tetapi sebagai orang Brixham memperluas jangkauan mereka ke Laut Utara dan Laut Irlandia itu menjadi norma di sana juga. Pada akhir abad ke-19 ada lebih dari 3.000 kapal pukat berlayar di komisi di perairan Inggris dan praktek telah menyebar ke tetangga negara-negara Eropa. Meskipun ketersediaan uap, trawl bawah berlayar terus secara ekonomi efisien, dan trawl berlayar terus dibangun sampai pertengahan 1920-an. Beberapa masih beroperasi di perairan Inggris sampai pecahnya Perang Dunia II, dan di Skandinavia dan Kepulauan Faroe sampai 1950-an. Komisi Inggris di abad ke-19 ditentukan bahwa harus ada pembatasan ada di trawl. Mereka percaya bahwa trawl bawah, seperti mengolah tanah, produksi justru meningkat. Sebagai bukti, mereka mencatat bahwa kedua pukat sering mengikuti pukat pertama, dan bahwa pukat kedua sering akan panen ikan bahkan

lebih dari yang pertama. Alasan untuk kekhasan ini adalah bahwa kerusakan yang disebabkan oleh pukat pertama mengakibatkan organisme mati dan sekarat banyak, yang menarik sementara sejumlah besar spesies tambahan untuk memberi makan pada massa sekarat. Bawah trawl telah banyak terlibat dalam runtuhnya populasi dari berbagai spesies ikan, secara lokal dan seluruh dunia, termasuk jeruk roughy , barndoor meluncur , hiu , dan banyak lainnya. [3]

[ sunting ] Perikanan gigi


Eksternal gambar
Demersal trawl

Persyaratan desain dari pukat dasar yang relatif sederhana, sebuah mekanisme untuk menjaga mulut terbuka bersih dalam dimensi horisontal dan vertikal, "tubuh" bersih yang menuntun ke dalam ikan, dan "cod-end" dari ukuran mesh yang cocok , di mana ikan dikumpulkan. Ukuran dan desain bersih yang digunakan ditentukan oleh spesies menjadi target, kekuatan mesin dan desain kapal penangkap ikan dan peraturan lokal ditegakkan. [ sunting ] Beam trawl

Desain dari awal berkas trawl Metode paling sederhana dari bawah trawl, mulut jaring dipegang terbuka oleh sinar logam padat, melekat pada dua "sepatu", yang pelat metal yang solid, dilas pada ujung balok, yang meluncur di atas dan mengganggu dasar laut. Metode ini terutama digunakan pada kapal kecil, memancing flatfish atau udang , relatif dekat perairan pantai. [ sunting ] Otter trawl Otter trawl namanya berasal dari papan persegi panjang besar berang-berang yang digunakan untuk menjaga mulut terbuka jaring pukat. Otter papan terbuat dari kayu atau baja dan diposisikan sedemikian rupa sehingga kekuatan hidrodinamika, yang bertindak atas mereka ketika bersih adalah diderek di sepanjang dasar laut, mendorong mereka keluar dan mencegah mulut bersih dari

penutupan. Mereka juga bertindak seperti bajak , menggali sampai 15 cm ke dasar laut, menciptakan keruh awan, dan menakuti ikan menuju mulut jaring. Bersih ini diadakan terbuka vertikal pada pukat berang-berang oleh mengapung dan / atau layang-layang yang melekat pada "judul" (tali yang berjalan sepanjang atas mulut net), dan berbobot "kumparan" melekat pada "tali kaki" (yang tali yang berjalan di sepanjang mulut lebih rendah dari net). Bobbin ini bervariasi dalam desain mereka tergantung pada kekasaran dasar laut yang sedang memancing, bervariasi dari cakram karet kecil untuk yang sangat halus, tanah berpasir, untuk bola logam besar, sampai 0,5 m dengan diameter untuk tanah yang sangat kasar. Bobbin ini juga dapat dirancang untuk mengangkat bersih dari dasar laut ketika mereka menabrak rintangan. Ini dikenal sebagai "batu-gerbong" gigi.

Bobbin (kiri bawah) dan mengapung (kanan bawah - kanan atas) pada jaring trawl [ sunting ] Tubuh trawl yang Tubuh trawl adalah corong seperti, lebar di "mulut" dan penyempitan menjelang akhir cod, dan biasanya dilengkapi dengan sayap jaring pada kedua sisi mulut. Hal ini cukup lama untuk menjamin aliran air yang memadai dan mencegah ikan dari melarikan diri bersih, setelah tertangkap. Ini terbuat dari berlian kedap jaring, ukuran jala-jala menurun dari depan jaring terhadap codend tersebut. Ke dalam tubuh, ikan dan penyu lolos perangkat dapat dipasang. Ini dapat struktur sederhana seperti "panel jaring persegi", yang lebih mudah untuk ikan yang lebih kecil untuk melewati, atau perangkat yang lebih rumit, seperti bycatch panggangan. [ sunting ] akhir Cod Cod akhir adalah akhir trailing net mana ikan akhirnya "tertangkap". Ukuran mesh pada akhirnya cod merupakan penentu dari ukuran ikan yang jaring tangkapan. Akibatnya, pengaturan ukuran mesh adalah cara yang umum mengelola kematian dari anak-anak ikan di jaring pukat.

[ sunting ] Bagaimana bekerja trawls


Ide bahwa ikan secara pasif "meraup" umumnya diadakan, dan telah sejak pertama kali dikembangkan trawl, tetapi telah diturunkan menjadi keliru. Karena perkembangan scuba diving peralatan dan murah kamera video telah memungkinkan untuk secara langsung mengamati proses yang terjadi ketika sebuah pukat ditarik sepanjang dasar laut.

Struktur pukat berang-berang bentik Pintu pukat dasar laut mengganggu, menciptakan awan air berlumpur yang menyembunyikan jaring pukat mendekat dan menghasilkan suara yang menarik ikan. Ikan mulai berenang di depan mulut jaring, tetapi tampaknya tidak akan tertekan oleh itu. Sebagai pukat terus sepanjang ikan, dasar laut mulai ban dan menyelinap mundur ke net. Akhirnya, ikan menjadi kelelahan dan drop kembali, ke "akhir cod" dan tertangkap. Kecepatan yang trawl tersebut diderek pada tergantung pada kecepatan berenang dari spesies yang menjadi sasaran dan gigi yang tepat yang sedang digunakan, tetapi untuk sebagian demersal spesies, kecepatan sekitar 4 knot (7 km / jam) yang tepat.

[ sunting ] Dampak Lingkungan


Memancing Bawah telah beroperasi selama lebih dari satu abad memancing atas dasar berat seperti Laut Utara dan Grand Banks . Meskipun penangkapan ikan berlebihan telah menyebabkan perubahan ekologi yang besar bagi komunitas ikan di Grand Banks, perhatian telah dibangkitkan baru mengenai kerusakan yang ditimbulkan trawl bentik pada komunitas dasar laut [4] . Sebuah spesies perhatian khusus adalah tumbuh lambat, dalam air karang Lophelia pertusa . Spesies ini adalah rumah bagi sebuah komunitas beragam organisme laut dalam, tetapi mudah rusak oleh peralatan memancing. Pada 17 November 2004 Majelis Umum PBB mendesak negara untuk mempertimbangkan pelarangan sementara atas bawah laut trawl. [5]

Citra satelit lumpur trawl melemah pantai Louisiana [ sunting ] Resuspension Bottom trawl membangkitkan sedimen di dasar laut. Para padat tersuspensi bulu bisa hanyut dengan arus selama puluhan kilometer dari sumber trawl. Bulu ini memperkenalkan kekeruhan yang mengurangi tingkat cahaya pada bagian bawah dan dapat mempengaruhi rumput laut reproduksi. [ kutipan diperlukan ] Sedimen laut adalah wastafel untuk banyak polutan organik yang persisten , biasanya lipofilik polutan seperti DDT , PCB dan PAH . [6] Bawah trawl campuran polutan ke dalam plankton ekologi di mana mereka dapat bergerak kembali ke rantai makanan dan ke dalam suplai makanan kita. [ kutipan diperlukan ] Fosfor sering ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam sedimen dangkal yang lembut. [7] Resuspending padatan hara seperti ini dapat memperkenalkan kebutuhan oksigen ke dalam kolom air, dan mengakibatkan kekurangan oksigen zona mati . [ kutipan diperlukan ] Bahkan di daerah dimana sedimen bawah adalah kuno, trawl bawah, dengan memperkenalkan kembali sedimen ke kolom air, dapat membuat mekar alga berbahaya . [8] [9] padatan tersuspensi Lebih diperkenalkan ke dalam lautan dari bawah trawl daripada manusia lainnya membuat sumber. [10] [ sunting ] Dampak laut dalam Lihat juga: efek Lingkungan perikanan dan konservasi Kelautan Para Sekretaris Jenderal PBB melaporkan pada 2006 bahwa 95 persen dari kerusakan gunung bawah laut ekosistem di seluruh dunia disebabkan oleh laut trawl bawah. [11] [12] [ sunting ] pembatasan Lancar Hari ini, beberapa negara mengatur bawah trawl dalam yurisdiksi mereka: [1]

The Amerika Serikat National Oceanic and Atmospheric Administration melarang trawl bawah dari sebagian besar pantai Pasifik pada awal 2006 dan telah membatasi praktek parah dari pantai lainnya juga. [2] Peraturan federal mempengaruhi daerah antara 300-300 mil dari pantai (daerah dalam jarak 3 mil (4,8 km) dari pantai yang diatur Negara). Para Dewan Uni Eropa pada tahun 2004 diterapkan "pendekatan pencegahan" dan menutup sensitif Darwin Mounds dari Skotlandia ke bawah trawl. Pada tahun 2005, FAO 's Jenderal Perikanan Komisi Mediterania (GFCM) melarang trawl bawah bawah 1.000 meter dan, pada Januari 2006, benar-benar tertutup ekologis daerah sensitif dari Italia, Siprus, dan Mesir untuk semua trawl bawah. Norwegia pertama kali dikenal pada tahun 1999 yang trawl telah menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap dingin airnya lophelia karang. Norwegia memiliki sejak didirikan sebuah program untuk menentukan lokasi air dingin karang dalam ZEE nya agar segera menutup daerah-daerah ke bawah trawl. Kanada telah bertindak untuk melindungi ekosistem terumbu karang rentan dari bawah trawl di Nova Scotia. Channel Timur Laut dilindungi oleh penutupan perikanan pada tahun 2002, dan daerah Gully dilindungi oleh penunjukan sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL) pada tahun 2004. Australia pada tahun 1999 mendirikan Tasmania seamounts Marine Reserve untuk melarang trawl bawah di selatan Laut Tasman. Australia juga melarang bawah trawl di The Australian Bight Laut Besar Park dekat Ceduna dari Australia Selatan. Pada tahun 2004, Australia didirikan area terbesar di dunia yang dilindungi laut di Taman Laut Besar Barrier Reef di mana kegiatan perikanan dan kegiatan ekstraktif lainnya dilarang. Selandia Baru pada tahun 2001 ditutup 19 seamounts dalam nya ZEE ke bawah trawl, termasuk di Chatham Naik, perairan sub-Antartika, dan lepas pantai timur dan barat dari Pulau Utara. Selandia Baru Menteri Perikanan Jim Anderton mengumumkan pada 14 Februari 2006 yang draft perjanjian telah dicapai dengan perusahaan perikanan untuk melarang bawah trawl di 30 persen dari Selandia Baru zona ekonomi eksklusif , luas sekitar 1,2 juta km mencapai dari subAntartika perairan sub-tropis yang. [3] Namun hanya sebagian kecil daerah yang diusulkan untuk perlindungan akan mencakup daerah-daerah benar-benar rentan terhadap trawl bawah. [4] Palau telah melarang semua trawl bawah dalam yurisdiksinya dan oleh Palauan atau Palauan perusahaan mana pun di dunia. [5] Presiden Kiribati , Anote Tong, mengumumkan di awal tahun 2006 pembentukan daerah pertama yang mendalam di dunia laut laut cadangan.

Mengukur ini-Kepulauan Phoenix Kawasan Lindung-menciptakan laut terbesar ketiga di dunia kawasan lindung dan dapat melindungi karang laut dalam, ikan, dan gunung laut dari bawah trawl. [6] Namun, batas-batas yang sebenarnya cadangan ini dan apa keterbatasan panen dapat terjadi di dalamnya belum rinci. Selain itu, Kiribati saat ini memiliki hanya 1 kapal patroli untuk memantau wilayah ini diusulkan. [ sunting ] Kurangnya regulasi Di luar yurisdiksi nasional, yang paling bawah trawl tidak diatur baik karena tidak ada Perikanan Daerah Manajemen Organisasi (RFMO) dengan kompetensi untuk mengatur, atau lain apa yang ada RFMOs belum benar-benar diatur. Pengecualian utama untuk ini adalah di wilayah Antartika, di mana Konvensi untuk Konservasi Sumber Daya Kelautan Hidup Antartika telah melembagakan bawah rezim yang luas trawl pembatasan. [7] Atlantik Timur Utara Komisi Perikanan (NEAFC) juga baru saja ditutup empat gunung laut dan bagian dari Ridge pertengahan Atlantik dari semua memancing, termasuk trawl bawah, selama tiga tahun. Ini masih menyisakan sebagian besar perairan internasional benar-benar tanpa aturan pukat bawah. Sebagai Mei 2007 daerah dikelola di bawah Pasifik Selatan Daerah Perikanan Manajemen Organisasi (SPRFMO) [8] telah memperoleh tingkatan baru dari perlindungan. Semua memancing negara di kawasan (akuntansi untuk sekitar 25 persen dari lautan global) sepakat untuk mengecualikan bawah laut trawl di daerah tinggi di mana ekosistem rentan mungkin atau diketahui terjadi sampai penilaian dampak spesifik dilakukan dan tindakan pencegahan telah dilaksanakan. Juga pengamat akan dibutuhkan pada semua trawl bawah laut tinggi untuk memastikan penegakan peraturan. [ sunting ] PBB Gagal larangan Palau Presiden Tommy Remengesau telah menyerukan larangan merusak dan tidak diatur bawah trawl di luar yurisdiksi nasional dan Palau telah memimpin upaya di PBB dan di Pasifik untuk mencapai konsensus oleh negara-negara untuk mengambil tindakan ini pada tingkat internasional. [9] [10] Palau telah bergabung dengan Federasi Serikat Mikronesia , yang Republik Kepulauan Marshall , dan Tuvalu dalam mendukung larangan bawah sementara trawl di PBB. [11] Usulan untuk larangan ini tidak menghasilkan apapun undang-undang yang sebenarnya dan diblokir. [12] Pada tahun 2006, Selandia Baru Menteri Perikanan Jim Anderton berjanji untuk mendukung larangan global terhadap trawl bawah jika ada dukungan yang cukup untuk membuat pilihan praktis. Trawl bawah telah dilarang di 1 / 3 dari perairan Selandia Baru (walaupun sebagian besar wilayah ini tidak layak untuk bawah trawl di tempat pertama) [13]

[ sunting ] Lihat juga


Memancing pukat Mincarlo sebuah Lowestoft Sidewinder pukat Deep Sea Konservasi Koalisi (DSCC) Orang jembel Industri perikanan Midwater trawl Pasangan trawl

[ sunting ] Referensi
1. ^ Maret, Halaman 33 2. ^ Davis, F (1958) Sebuah Rekening Gear Penangkapan Inggris dan Wales 4 edisi., HMSO. 3. ^ Roberts, Callum (2007) Sejarah Unnatural Laut,. Pulau Press, hal 238 4. ^ "Beam trawl di Laut Utara" . . Diperoleh 2009/01/12. 5. ^ Majelis Umum PBB Laporan Verbatim pertemuan 56 sesi 59 halaman 4, Ms Kimball International Union untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam pada tanggal 17 November 2004 (diambil 2009-05-09) 6. ^ Schiff, KC (2000) Kimia Sedimen di Daratan Shelf dari California Selatan Bight Buletin Polusi, pp 268-276 Laut 40. 7. ^ Ruttenberg, KC (2003) Siklus Fosfor global. dalam Treatise on Geokimia, Volume 8 (Biogeokimia). Editor Schlesinger, WH; editor Eksekutif, Belanda, HD & Turekian, KK Pergamum, Oxford, hlm 585643. 8. ^ Giannakourou, A., Orlova, TY, Assimakopoulou, G., Pagou, kista dinoflagellata K. (2005) dalam sedimen laut terakhir dari Thermaikos Teluk, Yunani. Landas Kontinen Penelitian 25, 2585-2596. 9. ^ Weaver, Dallas E (2007) Dampak Remote Bawah Trawl . 10. ^ Palanques, A; Guillen, J dan Puig, P (2001) Dampak bawah trawl pada kekeruhan air dan sedimen berlumpur dari landas kontinen unfished Limnologi dan Oseanografi 46 (5), 1100-1110.. 11. ^ Laporan Sekretaris-Jenderal (2006) Dampak pada Ekosistem Kelautan Perikanan Rentan PBB. Diakses pada 10 Agustus 2008 12. ^ Reed JK, Koenig CC, Shepard AN, dan Gilmore RG Jr (2007) Pemantauan Jangka Panjang dari Coral Reef Deep-air: Efek Bawah Trawl Twenty-sixth Simposium Ilmiah Menyelam tahunan. Diakses pada 10 Agustus 2008

Dewan Riset Nasional (AS) (2002) Pengaruh Trawl dan Pengerukan pada Habitat dasar laut. Akademi Nasional Press. ISBN 0-309-08340-0

[ sunting ] Bacaan lebih lanjut

Benn AR, Weaver PP, Billet DSM, van den Hove S., AP Murdock et al. (2010). "Manusia Kegiatan di dasar laut dalam di Atlantik Timur Laut: Sebuah Penilaian Tingkat Spasial". PLoS ONE 5 (9): e12730. DOI: 10.1371/journal.pone.0012730 .

[ sunting ] Pranala luar


Trawl bawah citra gambar satelit Beranotasi dari sejumlah trawl bawah di seluruh dunia Deep Sea Konservasi Koalisi Kampanye larangan trawl dasar laut dalam Aksesoris FAO jenis lembaran fakta Aksesoris jenis lembar fakta pada berbagai jenis trawls bawah Greenpeace: fakta trawl bawah Oceana: fakta trawl bawah UNEP: Earthwatch Sistem-Wide Kelautan dan Wilayah Pesisir Di bawah trawl peran bermain di perikanan global Bibliografi dari Efek Gear Memancing di Dasar Laut Masyarakat dan Benthic Gambar kapal pukat balok dari pantai timur Inggris [hide] Industri perikanan

Komersial nelayan

Trawl Pasangan trawl Midwater trawl Bawah trawl pemukatan Longlining Trolling Pengerukan pembuluh Memancing blok Daya

Pabrik Ikan kapal Pabrik pelestarian Ikan Lumpur es ikan asin ikan diasap Filleting Pengolahan serpihan Ikan Gibbing Salmon ikan pengalengan ikan asin salt cod Kippers lebih ... Seafood Ikan sebagai makanan roe Ikan makan Ikan emulsi Ikan hidrolisat ikan Minyak ikan saus ikan Gravlax Hkarl Ikan produk Lox Lutefisk Rakfisk Udang pasta Surimi Surstrmming daftar Seafood Krustasea Moluska lebih. ..

Perdagangan ikan hidup pemasaran Udang Pemasaran Chasse-Maree penjual ikan wanita penjual ikan ikan Perusahaan memuja dari penjual ikan Ikan pasar Wilayah perikanan Billingsgate Fulton Maine Avenue, Inggris Pasar Scania Tsukiji lebih ... Dunia produksi ikan Memancing oleh negara bank Memancing Daerah lain