Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Terminologi
2.1.1. Netting
Netting atau Webbing merupakan lembaran yang tersusun dari beberapa mata
jaring yang merupakan bahan dasar untuk membuat berbagai alat penangkapan ikan.
Menurut Supardi Ardidja (2007) Webbing adalah gabungan sejumlah mata jaring
yang dijurai baik dengan cara disimpul atau tanpa simpul, dibuat dengan menggunakan
mesin atau tangan, baik yang terbuat dari serat alami maupun serat buatan, juga
merupakan komponen utama alat penangkap ikan. Ukuran webbing dinyatakan dengan
panjang dalam satuan panjang dan kedalaman dalam satuan jumlah mata jaring.

2.1.2. Netting Twine


Netting Twine atau benang webbing merupakan jalinan tali jaring atau benang
mempunyai besaran atau diameter. Bahan dasar pembuatan benang adalah dari serat-serat
benang yang dijadikan satu menjadi single yarn, kemudian tiga single yarn dipintal
menjadi netting yarn. Netting yarn adalah istilah untuk semua material tekstil yang sesuai
untuk merakit alat penangkap ikan, yang mungkin secara langsung dijurai dengan mesin
atau dengan tangan, tanpa perlu proses lanjutan.

2.1.3. Ukuran Netting Twine


Diameter benang jaring yang sering digunakan untuk membuat alat tangkap ikan
berkisar 0,20 mm sampai 8 mm. Secara umum kontsruksi benang terdiri dari benang
jaring yang dipintal (twisted) dan dianyam (braided).
Untuk mengukur diameter benang selain pengukuran langsung dengan alat seperti
micrometer, kaca pembesar dan mikroskop, ada cara lain seperti dibawah ini dengan
menggunakan jangka sorong dan menggunakan penggaris sederhana.
Benang dimasukkan kedalam jangka sorong lalu lihat ukurannya atau lilitkan benang 20
kali pada pensil lalu ukur panjang lilitannya. Bila benang dililitkan 20 kali sepanjang 60
mm maka diameter benang adalah = 60/20 = 3 mm
Keterangan :
• Titre (denier): Td = berat (g) setiap 9000 m serat dalam bentuk yarn
• Metrik number: Nm = panjang (m) setiap 1 kg serat
• English number: Nec = panjang (kelipatan dari 840 untuk katun yard) setiap pon (lb)
serat
• International: Tex = berat (g) setiap 1000 m serat system

2.1.4. Mesh
Mata jaring (Mesh size) adalah jalinan tali jaring yang terdiri dari 4 knot dan 4
bar. Lebar Mata Jaring (Mesh size) ditentukan dengan mengukur jarak antara 2 knot yang
berjauhan pada sisi dalam mata jaring dan bahan jaring dalam keadaan basah. Pengertian
lain Mesh size adalah ukuran lubang pada jaring penangkap ikan. Ukuran mata jaring
minimum seringkali ditentukan dengan aturan untuk menghindari penangkapan ikan
muda yang bernilai setelah mencapai ukuran optimal untuk ditangkap.

Menurut Supardi Ardidja (2007) Mata jaring dibentuk oleh empat buah simpul
dan empat buah bar, simpul yang terletak pada arah benang disebut mesh (jika simpul
diurai benang jaring tidak terputus), dan yang tegak lurus dengan arah benang disebut
point (benang jaring). Ukuran mata jaring (mesh size) diukur dalam keadaan mata
tertutup (stretched mesh)
2.1.5 Bar
Bar merupakan empat buah sisi pada mata jarring (mesh) yang dihubungkan oleh
empat buah simpul yang membentuk mata jarring.

2.1.6 Panjang Mesh


Panjang mesh ditentukan dengan mengukur jarak antara 2 knot yang berjauhan
pada sisi dalam mata jaring dan bahan jaring dalam keadaan basah. Pengertian lain Mesh
size adalah ukuran lubang pada jaring penangkap ikan.

2.2. Sistem Penomoran


2.2.1. Sistem Penomoran Langsung D/Td
2.2.2. Tex
2.2.3. Sistem Penomoran Tidak Langsung
2.2.4. Sistem Penomoran Netting Twine

2.3. Jaring
2.3.1. Alat Pembuat Jaring
2.3.2. Mata Jaring
2.3.3. Bentuk/Jenis Simpul
Simpul adalah suatu ikatan pembentuk mata jaring atau suatu cara penyambungan
benang atau tali. Simpul pada pembuatan webbing umumnya terdiri dari empat macam,
yaitu :
a. Flat knot (reef knot, square knot),
b. Trawler knot (English knot, sheet bend, round knot),
c. Double trawl knot,
d. Special flat knot.

2.3.4. Bentuk/Jenis Jaring


a. Pukat Udang (Shrimp Trawl)
Pukat udang adalah jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya
udang. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board)
dan Turtle Excluder Device/TED, tujuan utamanya untuk menangkap udang dan ikan
dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya menyapu dasar perairan dan hanya boleh
ditarik oleh satu kapal motor.
b. Pukat Ikan (Fish Net)
Pukat Ikan atau Fish Net adalah jenis penangkap ikan berbentuk kantong bersayap
yang dalam operasinya dilengkapi (2 buah) papan pembuka mulut (otter board), tujuan
utamanya untuk menangkap ikan perairan pertengahan (mid water) dan ikan perairan
dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya ditarik melayang di atas dasar hanya
oleh 1 (satu) buah kapal bermotor.
c. Pukat Kantong (Seine Net)
Pukat Kantong adalah alat penangkapan ikan berbentuk kantong yg terbuat dari
jaring & terdiri dari 2 (dua) bagian sayap, badan dan kantong jaring. Bagian sayap pukat
kantong (seine net) lebih panjang dari pada bagian sayap pukat tarik (trawl). Alat tangkap
ini digunakan untuk menangkap berbagai jenis ikan pelagis, dan demersal. Pukat
Kantong terdiri dari Payang, Dogol dan Pukat Pantai.
d. Pukat Cincin (Purse Seine)
Pukat cincin atau jaring lingkar (purse seine) adalah jenis jaring penangkap ikan
berbentuk empat persegi panjang atau trapesium, dilengkapi dengan tali kolor yang
dilewatkan melalui cincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring (tali ris bawah),
sehingga dengan menarik tali kolor bagian bawah jaring dapat dikuncupkan sehingga
gerombolan ikan terkurung di dalam jaring.
e. ]aring Insang (Gillnet)
Jaring insang adalah alat penangkapan ikan berbentuk lembaran jaring empat
persegi panjang, yang mempunyai ukuran mata jaring merata. Lembaran jaring
dilengkapi dengan sejumlah pelampung pada tali ris atas dan sejumlah pemberat pada tali
ris bawah. Ada beberapa gill net yang mempunyai penguat bawah (srampat/selvedge)
terbuat dari saran sebagai pengganti pemberat. Tinggi jaring insang permukaan 5-15
meter & bentuk gill net empat persegi panjang atau trapesium terbalik, tinggi jaring
insang pertengahan 5-10 meter dan bentuk gill net empat persegi panjang serta tinggi
jaring insang dasar 1-3 meter dan bentuk gill net empat persegi panjang atau trapesium.
Bentuk gill net tergantung dari panjang tali ris atas dan bawah.
f. Jaring Angkat (Lift Net)
Jaring angkat adalah alat penangkapan ikan berbentuk lembaran jaring persegi
panjang atau bujur sangkar yang direntangkn atau dibentangkan dengan menggunakn
kerangka dari batang kayu atau bambu (bingkai kantong jaring) sehingga jaring angkat
membentuk kantong.
g. Muroami
Muroami adalah alat penangkapan ikan berbentuk kantong yg terbuat dari jaring
dan terdiri dari 2 (dua) bagian sayap yg panjang, badan dan kantong jaring (cod end).
Pemasangannya dng cara menenggelamkan muroami yang dipasang menetap
menggunakan jangkar. Pada setiap ujung bagian sayap serta di sisi atas kedua bagian
sayap dan mulut jaring dipasang pelampung bertali panjang. Untuk menarik jaring ke
arah belakang, menggunakan sejumlah perahu/kapal yg diikatkan pd bagian badan dajn
kantong jaring. Muroami dipasang di daerah perairan karang untuk menangkap ikan-ikan
karang.

2.4. Hanging Rate (HR)


Hanging rate merupakan perbandingan antara panjang jaring dengan panjang tali
jaring yang dinyatakan dengan persen. Panjang jaring yang di ukur dalam keadaan mata
jaring tertutup nantinya dirangkaikan dengan tali (rope) jaring yang lebih pendek dengan
tujuan agar saat jaring di air, mata jaring membuka dengan sempurna.
2.4.1. Shortening
Shortening merupakan perbandingan panjang jaring dengan panjang jaring yang
dikurangi panjang tali ris dikalikan 100%. Perhitungan shortening bertujuan untuk
memprediksi rentangan jaring saat dilaut. Prediksi panjang jaring dapat di hitung dengan
mengalikan jumlah mata jaring dengan panjang mata jaring.
2.4.2. Pengaruh hanging rate terhadap kedalaman

2.5. Tali
2.5.1. splicing
2.5.2. Tali temali jaring