Anda di halaman 1dari 18

Penyakit trofoblas ialah penyakit yang mengenai sel-sel trofoblas

1. Penyakit trofoblas jinak


2. Penyakit trofoblas ganas

Mola hidatidosa Mola hidatidosa parsial Koriokarsinoma non villosum Koriokarsinoma klinik Koriokarsinoma villosum

Secara biologis, mola invasif merupakan bentuk antara (intermediate) dari mola jinak dan koriokarsinoma. Mola invasive ditandai oleh adanya udem villi chorionic dengan proliferasi trofoblastik yang menginvasi miometrium. Adanya villi pada jaringan trofoblas membedakan mola invasive dan koriokarsinoma.

Insiden dari penyakit trofoblas gestasional ditemukan di United States berkisar antara 1 dari 923 dan 1 dari 1724 kehamilan. Mola invasif 20 % terjadi pada pasien dengan mola hidatidosa komplet, dan sebanyak 4 % terjadi pada pasien dengan mola hidatidosa parsial

Ukuran uterus > 20 minggu

Involusi uterus dengan perdarahan setelah evakuasi

Faktor risiko

Umur > 40 tahun

Kadar B HCG > 100.000 IU/L

Terdapat kista teka lutein berukuran > 6 cm

Anamnesis Pemeriksaan fisis

Perdarahan pervagina terus menerus setelah evakuasi mola. Bila terjadi perforasi uterus, ditemukan adanya keluhan nyeri perut.

Uterus membesar dan lembek Ditemukan kista teka lutein pada kedua ovarium.

Pemeriksaan penunjang

Ditemukan kadar B hCG yang menetap atau meninggi. Histopatologik : invasive ke miometrium dan terdapat adanya struktur villi

Selama pengobatan, kadar B-hCG serum diukur setiap minggu. Asalkan kadar B-hCG terus menerus menurun setelah satu dosis kemoterapi, tunda pemberian dosis berikutnya. Ketika kadar B-hCG normal selama 3 minggu berturut-turut, ukur setiap bulan selama 6 bulan. Jika kadar B-hCG tetap normal Selma 12 bulan, hentikan follow up. Pasien harus menghindari kehamilan selama masa ini. Ulangi kemoterapi jika kadar B-hCG mencapai tinggi selama lebih dari 3 minggu berturut-turut, atau meningkat, atau terdeteksi metastase baru. Jika kadar B-hCG tinggi sete;lah 3 kali pemberian kemoterapi berturut-turut, atau jika meningkat selama pemberian obat, ganti dengan fragmen kemoterapi lain.

Skor factor risiko menurut FIGO (WHO) dengan staging FIGO Usia Kehamilan sebelumnya Interval dengan kehamilan tersebut (bulan) Kadar hCG sebelum terapi (mIU/mL) Ukuran tumor terbesar, termasuk uterus Lokasi metastasis, termasuk uterus Jumlah metastasi yang diidentifikasi Kegagalan kemoterapi sebelumnya

< 40 Mola <4 < 103 Paruparu 1-4 Abortus 4-6 103 104 3-4 Limpa, ginjal

Aterm 7-12 >104-105

>12 >105 -

Traktus gastrointestinal 5-8 Agen tunggal

Otak, hepar

>8 Agen multipel

6 7

low risk high risk

PTG risiko rendah

kemoterapi tunggal, dengan pilihan utama Methotrexate

PTG risiko tinggi

kemoterapi EMA-CO (etoposide, methotraxate, actinomycin, cyclophosphamid, dan oncovin ).

Histerektomi

Tindakan histerektomi dianjurkan untuk tumor yang masih berlokalisir pada uterus, atau tumor tanpa metastasis, namun tindakan histerektomi bersifat selektif, terutama pada wanita muda

Sekitar 10%-30% mola akan mengalami transformasi menjadi tumor trofoblas gestasional. Agar terjadinya TTG dapat terdeteksi secara dini, berlaku PROTAP follow up ketat pada kasus mola pascaevakuasi.

Mulai minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 pascaevakuasi jaringan mola, penderita dianjurkan untuk melakukan follow up setiap 2 minggu : Pemeriksaan yang dilakukan adalah : Pemeriksaan B hCG dengan cara RIA/IRMA atau EIA Pemeriksaan klinis meliputi: Besar dan involusi uterus Ada tidaknya perdarahan (pervaginam atau hemoptoe) Ada tidaknya tanda-tanda metastasis (vagina, paruparu, dll)

Mulai bulan ke-4 sampai dengan bulan ke-6 follow up dilakukan setiap bulan dengan tata cara follow up yang sama dengan yang sebelumnya. Pada bulan ke-6 dilakukan foto toraks AP untuk menyingkirkan kemungkinan metastasis di paru-paru. Bila perkembangan menunjukkan kearah yang baik maka selanjutnya : Mulai bulan ke-8 sampai dengan bulan ke-12 dianjurkan follow up setiap 2 bulan. Bulan ke-12 dilakukan lagi foto toraks AP untuk maksud yang sama dengan diatas. Penderita dianjurkan untuk tidak hamil sampai 12 bulan pascaevakuasi mola. Penderita dianggap sembuh bila sampai dengan follow up 12bulantidak ada tanda-tanda pertumbuhan baru jaringan trofoblas.

Prognosis

Makin dini diagnosa dibuat dan makin dini pengobatan dimulai makin baik prognosanya