Anda di halaman 1dari 21
REDOKS DAN ELEKTROKIMIA DEFINISI REDOKS: Reaksi reduksi adalah: 1. Reaksi pelepasan oksigen 2. Reaksi penerimaan
REDOKS DAN
ELEKTROKIMIA
DEFINISI REDOKS:
Reaksi reduksi adalah:
1.
Reaksi pelepasan oksigen
2. Reaksi penerimaan elektron
3. Reaksi yang mengalami penurunan bilangan
oksidasi
Contoh:
a. 2FeO
b. Cl2 + 2e-
 2Fe + O2
 2 Cl-
DEFINISI REDOKS: Reaksi oksidasi adalah: 1. Reaksi penerimaan oksigen 2. Reaksi pelepasan elektron 3. Reaksi
DEFINISI REDOKS:
Reaksi oksidasi adalah:
1. Reaksi penerimaan oksigen
2. Reaksi pelepasan elektron
3. Reaksi yang mengalami kenaikan bilangan
oksidasi
Contoh:
a. 2Mg + O 2
b. Na
 2MgO
 Na + + e -
Reaksi reduksi dan oksidasi selalu terjadi bersamaan, dan karenanya dinamakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks).
Reaksi reduksi dan oksidasi selalu terjadi
bersamaan, dan karenanya dinamakan reaksi
reduksi-oksidasi (redoks).
Dalam reaksi redoks: 2Na  2Na + + 2e - (oksidasi) Cl 2 + 2e
Dalam reaksi redoks:
2Na  2Na + + 2e -
(oksidasi)
Cl 2
+ 2e -  2 Cl -
(reduksi)
2Na + Cl 2  2NaCl
Cl 2 bertindak sebagai oksidator (zat pengoksidasi)
natrium bertindak sebagai reduktor
(pereduksi)
BILANGAN OKSIDASI (BILOKS) adalah bilangan yang menyatakan muatan yang dipunyai oleh suatu atom untuk membentuk
BILANGAN OKSIDASI (BILOKS)
adalah bilangan yang menyatakan muatan yang
dipunyai oleh suatu atom untuk membentuk
senyawa. Selanjutnya bilangan oksidasi mengarah
pada definisi keadaan oksidasi.
Contoh: Tentukan biloks:
A. Mn dalam MnO 2 , MnO 4 - , MnO
B. Cr dalam Cr 2 O 3 , K 2 Cr 2 O 7 , HCrO 4
-
C. O dalam H 2 O, H 2 O 2 , OF 2
PENYETARAAN REAKSI REDOKS 1. Metode Ion elektron a. Tulis reaksi secara terpisah, lengkap dengan perubahan.
PENYETARAAN REAKSI REDOKS
1.
Metode Ion elektron
a.
Tulis
reaksi
secara
terpisah,
lengkap
dengan
perubahan.
b.
Setarakan jumlah atom.
c.
Jika reaksi berlangsung dalam suasana asam, ruas
yang kekurangan oksigen ditambah H 2 O dan yang
kekurangan H ditambah H +
d.
Jika reaksi berlangsung dalam suasana basa, ruas
yang kekurangan oksigen ditambah OH- dan yang
kekurangan H ditambah H 2 O.
e.
Samakan
jumlah muatan sebelum dan sesudah
reaksi.
f.
Samakan jumlah elektron dan jumlahkan reaksi.
Contoh: setarakan reaksi: + Fe 2+  Cr 3+ + Fe 3+ Cr 2 O
Contoh: setarakan reaksi:
+
Fe 2+  Cr 3+
+
Fe 3+
Cr 2 O 7 2-
a. Pisahkan kedua reaksi menjadi setengah reaksi reduksi
dan setengah reaksi oksidasi.
Cr
Cr 3+
2 O 7 2-
Fe
2+
Fe 3+
b. Setarakan atom selain H dan O
2Cr 3+
Cr 2 O 7 2-
Fe 2+
Fe 3+
c. setarakan O dengan menambahkan H 2 O  2Cr 3+ + 7H 2 O
c. setarakan O dengan menambahkan H 2 O
2Cr 3+
+ 7H 2 O
Cr 2 O 7 2-
Fe 2+
Fe 3+
d. setarakan H dengan menambahkan H+
+ 14H +
Cr 2 O 7 2-
 2Cr 3+
 Fe 3+
+ 7H 2 O
Fe 2+
e. setarakan muatan dengan menambahkan elektron
Cr 2 O 7 2- + 14H + + 6e -
Fe 2+
 2Cr 3+
 Fe 3+
+ 7H 2 O
+ e -
f. samakan elektron yang diterima dan yang dilepaskan
Cr 2 O 7 2- + 14H + +6e -  2Cr 3+
+ 7H 2 O
6(Fe 2+
 Fe 3+
+
e-)
2. Metode Perubahan biloks Tahapan penyetaraan reaksi adalah: a. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks
2. Metode Perubahan biloks
Tahapan penyetaraan reaksi adalah:
a. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks
b.Tentukan
jumlah
biloks
masing-masing
unsur
yang
mengalami perubahan biloks
c. Tentukan perubahan jumlah biloks
d. setarakan muatan dengan cara:
- Jika muatan di sebelah kiri lebih negatif, maka
ditambahkan ion H+. Hal ini berarti reaksi berlangsung
dalam suasana asam.
-
Jika
muatan
di
sebelah
kiri
lebih
positif,
maka
ditambahkan ion OH- (suasana basa)
e. Setarakan hidrogen dengan menambahkan H 2 O
2. Metode Perubahan biloks Setarakan reaksi: Cr 2 O 7 2- + Fe 2+ 
2. Metode Perubahan biloks
Setarakan reaksi: Cr 2 O 7 2- + Fe 2+  Cr 3+ + Fe 3+ (asam)
Tahap 1: Setarakan jumlah Cr
+ Fe2+
 2 Cr3+
+
Fe3+
Cr 2 O 7 2-
Tahap 2,3 dan 4: Menentukan biloks krom untuk 2 atom Cr
dan menyetarakannya:
Cr 2 O 7 2- + 6Fe 2+
 2 Cr 3+
+
6Fe 3+
(asam)
12
+2
+6
+3
(-6) x 1
(+1) x 6
Tahap 5 dan 6: Muatan ruas kiri = +10 dan muatan ruas
kanan = +24, ruas kiri kurang -14, tambahkan 14 H+ di kiri
supaya muatan setara dan di kanan tambahkan 7 H 2 O
supaya H setara.
Cr 2 O 7 2- + 6 Fe 2+ + 14H + 
2 Cr 3+
+ 6 Fe 3+
+ 7H 2 O
Latihan: 1. Setarakan reaksi di bawah ini dengan metoda setengah reaksi redoks dan Perubahan Biloks

Latihan:

1. Setarakan reaksi di bawah ini dengan metoda setengah reaksi redoks dan Perubahan Biloks a. Cl 2 + Zn 2+ ClO 3 - + Zn dengan:

b. MnCl 2 + PbO 2 +HNO 3 HMnO 4 + Cl 2 +Pb(NO 3 ) 2 + H 2 O

c. Cl 2 + KOH KCl + KClO 2 + H 2 O

2. Semua besi dalam 2 gram sampel dari besi curah dilarutkan dalam larutan asam dan diubah menjadi Fe 2+ . Larutan kemudian dititrasi menggunakan 0,1 M KMnO 4 . Volume larutan KMnO 4 yang diperlukan 27,45 mL.

a. Hitung massa besi dalam sampel

b. Kadar besi dalam sampel

c. Jika besi yang ada dalam sampel adalah Fe 2 O 3 , hitung persen massa Fe 2 O 3 dalam sampel

sampel c. Jika besi yang ada dalam sampel adalah Fe 2 O 3 , hitung persen
sampel c. Jika besi yang ada dalam sampel adalah Fe 2 O 3 , hitung persen
sampel c. Jika besi yang ada dalam sampel adalah Fe 2 O 3 , hitung persen
ELEKTROKIMIA
ELEKTROKIMIA

Elektrokimia adalah bidang ilmu kimia yang

mempelajari hubungan timbal balik antara

perubahan/reaksi kimia dengan arus listrik.

Sel elektrokimia adalah suatu sistem transfer

elektron pada reakasi kimia. Sel elektrokimia ada dua macam:

listrik. • Sel elektrokimia adalah suatu sistem transfer elektron pada reakasi kimia. Sel elektrokimia ada dua
listrik. • Sel elektrokimia adalah suatu sistem transfer elektron pada reakasi kimia. Sel elektrokimia ada dua
listrik. • Sel elektrokimia adalah suatu sistem transfer elektron pada reakasi kimia. Sel elektrokimia ada dua

1.

Sel Volta (sel galvani)

Pada sel volta, reaksi redoks akan menimbulkan arus listrik, contohnya baterai dan accu. Persyaratan berlangsung atau tidaknya suatu reaksi

redoks tergantung pada potensial selnya. Jika potensial sel > 0, maka reaksi dapat berlangsung dan jika sebaliknya tidak akan berlangsung. Harga potensial sel tergantung pada harga potensial standar masing-masing

elektroda yang dinamakan potensial elektroda standar (E o ) melalui hubungan:

E o sel = E o red - E o oks

E o sel = potensial sel

E o red = potensial elektroda yang mengalami reduksi

E o oks = potensial elektroda yang mengalami oksidasi

Catatan: E o dinyatakan dengan potensial reduksi

o o k s = potensial elektroda yang mengalami oksidasi • Catatan : E o dinyatakan
o o k s = potensial elektroda yang mengalami oksidasi • Catatan : E o dinyatakan
o o k s = potensial elektroda yang mengalami oksidasi • Catatan : E o dinyatakan

Sel elektrokimia mempunyai 2 elektroda:

Anoda: tempat berlangsungnya reaksi oksidasi. Pada sel Volta bertindak sebagai elektroda

negatif, sedang pada elektrolisis bertindak

sebagai elektroda positif.

Katoda: tempat berlangsungnya reaksi reduksi.

Pada sel Volta bertindak sebagai elektroda

positif, sedang pada elektrolisis bertindak sebagai elektroda negatif.

Catatan: Untuk memudahkan, pada elektrolisis

berlaku KNAP (Katoda Negatif, Anoda Positif)

negatif . • Catatan: Untuk memudahkan, pada elektrolisis berlaku KNAP ( K atoda Negatif, A noda
negatif . • Catatan: Untuk memudahkan, pada elektrolisis berlaku KNAP ( K atoda Negatif, A noda
negatif . • Catatan: Untuk memudahkan, pada elektrolisis berlaku KNAP ( K atoda Negatif, A noda

A. Potensial elektroda standar (E o ) Potensial elektroda standar adalah

besarnya potensial bila suatu elektroda (yang berupa logam /unsur) dicelupkan

ke dalam larutan elektrolitnya dengan

konsentrasi 1 molar dihubungkan dengan elektroda hidrogen pada suhu 25 o C dan 1 atm (E o H 2 = 0)

dengan konsentrasi 1 molar dihubungkan dengan elektroda hidrogen pada suhu 25 o C dan 1 atm
dengan konsentrasi 1 molar dihubungkan dengan elektroda hidrogen pada suhu 25 o C dan 1 atm
dengan konsentrasi 1 molar dihubungkan dengan elektroda hidrogen pada suhu 25 o C dan 1 atm

Daftar Potensial Elektroda Unsur

K + + e _

K

-2,92

Ba 2+ + 2e _

Ba

-2,90

Ca 2+ + 2e _

Ca

-2,87

Na+ + e_

Na

-2,71

Mg2+ + 2e_

Mg

-2,37

Al3+ + 3e_

Al

-1,66

Mn2+ + 2e_

Mn

-1,05

2H2O + 2e_

H2 + 2 OH- -0,83

Zn2+ + 2e_

Zn

-0,76

Cr3+ + 3e_

Cr

-0,71

Fe2+ + 2e_

Fe

-0,44

Cd2+ + 2e_

Cd

-0,40

Co2+ + 2e_

Co

-0,28

Ni2+ + 2e_

Ni

-0,25

Sn2+ + 2e_

Sn

-0,14

Pb2+ + 2e_

Pb

-0,132

H+ + 2e_

H2

0,00

Sb3+ + 3e_

Sb

+0,10

Bi3+ + 3e_

Bi

+0,30

Cu2+ + 2e_

Cu

+0,34

Hg2+ + 2e_

Hg

+0,62

Ag+ + 1e_

Pt2+ + 2e_

• Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_
• Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_
• Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_

Au3+ + 3e_

Ag

Pt

 Ag  Pt  Au

Au

• Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_  Ag  Pt

+0,80

+1,50

+1,70

Hg +0,62 • Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_  Ag
Hg +0,62 • Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_  Ag
Hg +0,62 • Ag+ + 1e_ • Pt2+ + 2e_ • Au3+ + 3e_  Ag
satu Sel Elektrokimia
satu Sel Elektrokimia
Fuel Cell sebagai salah satu Sel Elektrokimia
Fuel Cell sebagai salah satu Sel Elektrokimia
Fuel Cell sebagai salah satu Sel Elektrokimia

Reaksi Elektrolisis
Reaksi Elektrolisis

Reaksi Pada Katoda (Reduksi)

Ion-ion logam Alkali, logam alkali tanah, ion Al serta ion- ion logam yang memiliki Eo lebih kecil dari -0,833 volt

tidak direduksi dari larutan.Yang tereduksi adalah

pelarut (air) dan membentuk gas hidrogen (H2 ).

2H 2 O + 2e -

2 OH - + H 2

Ion H + direduksi menjadi : 2 H + (aq) + 2e -

H 2(g)

Ion logam positif sebelah kiri deret volta tidak direduksi kecuali: Fe, Ni, Sn, Pb. Ion logam yang memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.

memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.
memiliki Eo lebih besar dari -0,83 volt, direduksi menjadi masing-masing logamnya, yang diendapkan pada batang katoda.

Reaksi pada Anoda (oksidasi)

Ion sisa asam non oksigen seperti F- , Cl- , Br- dan I-

di oksidasi menjadi F2 , Cl2 , Br2 , dan I2 2X- X2 + 2e

Ion OH- (Basa) di oksidasi menjadi gas oksigen (O2)

4OH- 2H2O + O2 + 4e-

Anion lain seperti (SO 4 2- , NO 3 - ,PO 4 3 -) tidak dioksidasi yang mengalami oksidasi adalah pelarut (air)

2 H2O 4H+ + O2 + 4e-

Bila Anoda tidak inert (bukan Pt atau C) maka anoda (batang logam) dioksidasi menjadi ionnya yang larut. Contoh : Ag Ag+ + e-

Cu 
Cu 

Cu2+ + 2e-

Pt atau C) maka anoda (batang logam) dioksidasi menjadi ionnya yang larut. Contoh : Ag 
Pt atau C) maka anoda (batang logam) dioksidasi menjadi ionnya yang larut. Contoh : Ag 
Pt atau C) maka anoda (batang logam) dioksidasi menjadi ionnya yang larut. Contoh : Ag 

Hukum Faraday
Hukum Faraday

Hubungan kuantitatif antara jumlah arus listrik yang dilewatkan pada sel elektrolisis dengan jumlah zat yang dihasilkan elektroda (Katoda dan Anoda) dikembangkan oleh MICHAEL FARADAY (1791 - 1867). Hukum Faraday, dapat dinyatakan melalui persamaan: W = e .F

Dengan :

W = Berat hasil elektrolisis (gram)

e

= Berat ekivalen hasil elektrolisis = Ar/valensi

F

= Jumlah arus listrik (Faraday) = i.t/96500

i

= Kuat arus listrik (Ampere)

t

= Waktu (detik)

Arus listrik satu faraday = Jumlah arus dari 1 mol elektron. dengan demikian:

1 Faraday = Bila Avogadro x muatan 1 elektron = 6,02 x 10 23 x 1,602 x 10 -19 = 9,6486 x 104 Coulomb = 96.500 Coulomb Hukum Faraday dapat dinyatakan pula sebagai: W = e.i.t/96500

x 10 - 1 9 = 9,6486 x 104 Coulomb = 96.500 Coulomb Hukum Faraday dapat
x 10 - 1 9 = 9,6486 x 104 Coulomb = 96.500 Coulomb Hukum Faraday dapat
x 10 - 1 9 = 9,6486 x 104 Coulomb = 96.500 Coulomb Hukum Faraday dapat

Jika

beberapa

larutan

dielektrolisis

memakai

maka berlaku hubungan: W 2 /W 1 = e 2 /e 1

jumlah

listrik

arus

yang

1 F = 1 mol e

Soal Latihan

dengan

sama,

01. Arus listrik 0,02 Faraday dialirkan melalui 2

liter larutan Natrium Klorida selama 2 menit. Hitunglah pH larutan setelah elektrolisis ?

02. Arus listrik tertentu dapat mengendapkan 6,4

gram tembaga dari larutan CuSO mengen-dapkan 4,6 gram logam X

larutan garam sulfatnya. Jika Ar tembaga dan

dari

4 serta

logam X masing-masing 64 dan 92.

Tentukan rumus garam sulfat dari logam X!

sulfatnya. Jika Ar tembaga dan dari 4 serta logam X masing-masing 64 dan 92. Tentukan rumus
sulfatnya. Jika Ar tembaga dan dari 4 serta logam X masing-masing 64 dan 92. Tentukan rumus
sulfatnya. Jika Ar tembaga dan dari 4 serta logam X masing-masing 64 dan 92. Tentukan rumus

03.

Sejumlah

akan

mengendapkan 8 gram tembaga. Jika arus listrik tersebut dialirkan

melalui larutan XCl

. Logam X yang mengendap adalah 6,45 gram.

Hitunglah massa atom (Ar) logam X!

arus

listrik

jika

dialirkan

melalui

larutan

CuCl 2

4

04. Sejumlah arus listrik mengendapkan 0,72 gram perak dari larutan

serta mengendapkan 0,44 gram logam X dari larutan XCl 3 ,

AgNO

3

jika Ar perak = 108, Tentukan Ar logam X!

05. Pada elektrolisa larutan Kalium nitrat 0,1 M

selama

100

menit

dengan arus 2 Faraday, Tentukan volume gas (L)

anoda (STP)!

yang terbentuk di

06. Berapa lama arus 9,65 ampere dialirkan selama 50 menit ke larutan asam sulfat untuk membuat 2,24 liter oksigen ( STP ) ?

07. Pada proses elektrolisa NiSO

dalam

arus listrik 2 ampere dialirkan selama

selama

proses ini.

yang menggunakan elektroda platina

terbentuk endapan logam Cu sebanyak 3,175 gram pada katoda. Tentukan volume gas yang terjadi pada anoda jika diukur pada keadaan dimana 5 dm 3 gas N 2 massanya 7 gram,

9.650 detik, hitung jumlah mol elektron

4

yang

mengalir

08. Pada elektrolisa larutan CuSO

4

(Ar. Cu = 63,5 , N = 14)

gram, 9.650 detik, hitung jumlah mol elektron 4 yang mengalir 08. Pada elektrolisa larutan CuSO 4
gram, 9.650 detik, hitung jumlah mol elektron 4 yang mengalir 08. Pada elektrolisa larutan CuSO 4
gram, 9.650 detik, hitung jumlah mol elektron 4 yang mengalir 08. Pada elektrolisa larutan CuSO 4