Anda di halaman 1dari 6

HIMPUNAN DAN OPERASI BINER

Disusun oleh : D. L. Crispina Pardede

Sebuah himpunan adalah kumpulan obyek atau simbol yang memiliki sifat yang sama.
Anggota himpunan disebut elemen.
Contoh 1 :
D himpunan nama hari dalam satu minggu.
M himpunan mahasiswa jurusan teknik informatika di Universitas Gunadarma.
N himpunan bilangan asli.

Sebuah himpunan dapat dinyatakan dalam bentuk daftar anggota (bentuk


pendaftaran) atau dengan menyebutkan sifat yang dimiliki oleh semua anggota
(bentuk pencirian).
Contoh 2 :
D = { Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu }
= { x | x nama hari dalam satu minggu }

Mahasiswa tingkat dua dari jurusan teknik informatika di Universitas Gunadarma


merupakan anggota dari himpunan M di atas. Jika P merupakan himpunan mahasiswa
tingkat dua tersebut, maka P merupakan himpunan bagian (subset) dari
M dan ditulis sebagai P ⊂ M. Dapat pula ditulis sebagai M ⊃ P dan dibaca
himpunan
M superset dari P atau P terdapat di dalam M .

Himpunan Saling Lepas


Dua himpunan dikatakan saling lepas (disjoin) jika mereka tidak memiliki anggota
bersama.
Contoh 3 :
Himpunan mahasiswa S1 Universitas Gunadarma dan himpunan dosen S1
Universitas Gunadarma merupakan himpunan yang saling lepas.

Himpunan Kosong
Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota dan dinyatakan sebagai
{ } atau ∅ .
Contoh 4 :
A = { x | x bilangan asli dan x < 1 } = ∅

Himpunan Semesta
Dalam rangka menyelidiki hubungan antara beberapa himpunan, seringkali dibutuhkan
pendefinisian sebuah himpunan yang disebut himpunan semesta. Himpunan-
himpunan lain yang dibicarakan merupakan himpunan bagian dari himpunan semesta
tersebut. Himpunan semesta biasanya dinyatakan sebagai himpunan S atau U .

Himpunan & Operasi Biner 1


D.L.C.P. Juni 2003
Contoh 5 :
Himpunan bilangan riil R merupakan semesta dari himpunan bilangan asli N dan
himpunan bilangan bulat Z .

Kesamaan Himpunan
Dua buah himpunan dikatakan sama jika keduanya memiliki anggota yang benar-benar
sama.
Contoh 6 :
{x| x+2=4} = {y| 3y=6}

Diagram Venn
Diagram Venn biasa digunakan untuk menggambarkan himpunan dan hubungan antar
himpunan. Anggota dari setiap himpunan ditempatkan dalam sebuah bentuk tertutup,
biasanya lingkaran. Himpunan semesta didefinisikan harus mengandung semua himpunan
lain dan biasa digambarkan dengan sebuah segi empat.
Contoh 7 :

S
Z S = himpunan bilangan riil.
N Z = himpunan bilangan bulat.
N = himpunan bilangan asli.

OPERASI PADA HIMPUNAN

Komplemen
Jika S adalah himpunan semesta dan himpunan A ⊂ S , komplemen dari A ,
ditulis A’ , adalah himpunan dari semua anggota S yang bukan merupakan anggota A .
A’ = { x | x ∉A }

Gabungan
Gabungan (union) himpunan A dan himpunan B, ditulis sebagai A ∪ B, adalah
sebuah himpunan yang anggotanya merupakan anggota A atau anggota B atau anggota
keduanya.
A ∪B={x | x ∈A atau x ∈B }

Irisan
Irisan (interseksi) himpunan A dan himpunan B, ditulis sebagai A ∩ B, adalah sebuah
himpunan yang anggotanya merupakan anggota bersama dari himpunan A dan B.
A ∩ B = { x | x ∈A dan x ∈B }

Himpunan & Operasi Biner 2


D.L.C.P. Juni 2003
Contoh 8 :
Diketahui
S = { k | k ∈ Z , 1 ≤ k ≤ 12 }
A = { x | x ∈ Z , 1 < x < 10 }.
B = { y | y ∈ Z , y kelipatan 3 dan 3 ≤ y ≤ 12 }.
Gambarkan diagram Venn yang memperlihatkan hubungan ketiga himpunan
tersebut dan hitung banyaknya anggota A ∪B, A ∩ B, A’, B’, A’ ∩B’ .
Jawab : ... diserahkan kepada pembaca ...

Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa keadaan yang mungkin terjadi.


Kondisi
A∩B≠ ∅ A∩B=∅ B⊂A
Operasi

A∪B
daerah
n(A ∪ B) =
berbayang
n(A) + n(B) – n(A ∩ B) n(A ∪ B) = n(A) + n(B) n(A ∪ B) = n(A)

A∩B
daerah
berbayang n(A ∩ B) = n(A ∩ B) = 0 n(A ∩ B) = n(B)
n(A) + n(B) – n(A ∪ B)

Selain ketiga operasi tersebut di atas, pada himpunan berlaku pula operasi selisih dan
operasi selisih simetri.

Selisih
Selisih (difference) dari himpunan A dengan himpunan B, ditulis sebagai A - B,
adalah sebuah himpunan yang anggotanya merupakan anggota himpunan A yang bukan
merupakan anggota himpunan B.
A-B = {x | x ∈A dan x ∉B }.
Jelas bahwa
B - A= {x | x ∈B dan x ∉A }.

Selisih Simetri
Selisih simetri (symetric difference) dari himpunan A dengan himpunan B, ditulis
sebagai A ∆ B, adalah sebuah himpunan yang anggotanya merupakan anggota gabungan
himpunan A dan B, tetapi bukan merupakan anggota irisan himpunan A dan B.
A ∆ B = (A ∪ B )–(A ∩ B )
atau
Himpunan & Operasi Biner 3
D.L.C.P. Juni 2003
A ∆ B = (A – B ) ∪ (B - A ).
PERHITUNGAN ANGGOTA HIMPUNAN

Banyaknya anggota himpunan D (kardinalitas D ) dinyatakan sebagai n(D ) atau


|D|.
Contoh 9 :
Dari contoh sebelumnya,
n(D ) = 7,
n(N ) tak hingga.

Contoh 10 :
Sebuah survei dilakukan terhadap 30 siswa SD dan diperoleh data berikut :
B himpunan siswa yang memiliki sepeda, D himpunan siswa yang memiliki anjing.
n(B)=23 , n(D)=10, n(B ∩ D) = 6.
Tentukan :
a). banyaknya anak yang memiliki sepeda dan anjing.
b). banyaknya anak yang tidak memiliki sepeda maupun anjing.
c). banyaknya anak yang memiliki salah satu sepeda atau anjing, tapi tidak
keduanya.
Jawab : ... diserahkan kepada pembaca ...

OPERASI BINER

Operasi biner adalah operasi yang berkenaan dengan dua elemen. Beberapa operasi
biner yang dikenal dalam matematika adalah operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian
dan pembagian. Operasi gabungan, irisan, selisih dan selisih simetri merupakan beberapa
operasi biner pada himpunan.

Sifat Asosiatif
Sebuah operasi biner  pada himpunan A dikatakan asosiatif jika dan hanya jika
untuk setiap a, b, c ∈ A berlaku :
(ab)c = a(bc)

Sifat Komutatif
Sebuah operasi biner  pada himpunan A dikatakan komutatif jika dan hanya jika
untuk setiap a, b ∈ A berlaku :
(ab) = (ba)

Sifat Distributif
Sebuah operasi biner  dikatakan distributif operasi biner  jika dan hanya jika
untuk setiap a, b, c ∈ A berlaku :
Himpunan & Operasi Biner 4
D.L.C.P. Juni 2003
a  ( b  c ) = (a  b)  ( a  c ).

Elemen Identitas
Sebuah elemen e disebut elemen identitas bagi operasi biner , jika dan hanya
jika untuk setiap a ∈ A berlaku :
a  e = e  a = a.

Elemen Invers
Misalkan a, a’ ∈ A, dimana elemen identitas dari operasi biner  adalah e dan
a a’ = a’ a = e, maka a’ disebut sebagai elemen invers dari a untuk operasi
biner .

Hukum yang Berlaku pada Operasi Himpunan

Tabel berikut menampilkan hukum-hukum yang berlaku pada operasi himpunan.

Hukum Asosiatif (A∪ B) ∪ C = A∪ (B (A ∩ B)∩ C = A ∩ (B


∪ C) ∩ C)
Hukum Komutatif A ∪ B = B ∪ A A ∩ B = B ∩ A
Hukum Distributif A∪ (B∩ C)=(A∪ B) ∩ A ∩ (B ∪ C ) =( A ∩ B ) ∪
(A ∪ C ) (A ∩ C )
Hukum Involusi (A’)’ = A
Hukum A ∪ A = A A ∩ A = A
Idempoten
Hukum Identitas A ∪ ∅ = A A ∩ S = A
Hukum A ∪ A’ = S A ∩ A’ = ∅
Komplemen
Hukum de ( A ∪ B ) ‘ = A’ ∩ B’ ( A ∩ B )’ = A’ ∪ B’
Morgan

Contoh 9 :
Jika P, Q dan R adalah himpunan,
tunjukkan bahwa ( P ∪ Q ) ∩ ( P’ ∩ R )’ = P ∪ ( Q’ ∪ R )’ .
Jawab :
( P ∪ Q ) ∩ ( P’ ∩ R )’ = ( P ∪ Q ) ∩ ( (P’ )’ ∪ R’ ) hukum de Morgan
= ( P ∪ Q ) ∩ ( P ∪ R’ ) hukum involusi
= P ∪ ( Q ∩ R’ ) hukum distribusi
= P ∪ ( Q’ ∪ R )’ hukum de Morgan

Contoh 10 :
Himpunan & Operasi Biner 5
D.L.C.P. Juni 2003
Jika P, Q dan R adalah himpunan,
tunjukkan bahwa P’ ∪ (Q ∩ R)’ ∩ (P’ ∩ Q’ ) = P’ ∩ Q’
Jawab : ...diserahkan kepada pembaca....

Himpunan & Operasi Biner 6


D.L.C.P. Juni 2003