Anda di halaman 1dari 17

HPLC (High Performance Liquid Chromatography)

Alat instrument HPLC merupakan alat yang berfungsi untuk pemisahan suatu komponen yang saling bercampur. Prinsip kerja dari alat ini ialah cairan dialirkan melalui kolom ke detektor dengan menggunakan bantuan pompa berupa fasa gerak. Fasa gerak dalam HPLC berfungsi sebagai pembawa komponen-komponen campuran menuju detektor. Fasa gerak inilah yang dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan proses pemisahan. Kemudian cuplikan dimasukkan dengan cara penyuntikan melalui aliran fasa gerak, proses pemisahan komponenkomponen campuran berlangsung didalam kolom. Pada alat HPLC, digunakan juga alat pendukung yaitu computer yang dapat digunakan sebagai pengontrol kerja sistem HPLC dan mengumpulkan serta mengolah data hasil pengukuran HPLC.

Gambar 1. Alat Instrumen HPLC

Tabel Alat Penunjang pada HPLC Nama Alat Pompa Vacuum Fungsi Sebagai alat untuk proses penyaringan sampel Gambar

Ultrasonic Cleaner

Menhomogenisasi, membersihkan pengotor, dan menghilangkan gelembunggelembung udara

Syringe

Alat untuk menginjeksi sampel

Keterangan : Pompa Vacuum Cara Pengoprasian : 1. Disambungkan kesumber arus 220 V 2. Dirangkai corong Buchner 3. Disambungkan selang tempat udara masuk kedalam pompa vakum 4. Masukkan larutan 5. Tekan tombol power Pemeliharaan Pompa vacuum : 1. Dibersihkan setelah digunakan 2. Diletakkan pada meja permanen 3. Apabila udara dilingkungan kotor, maka dilakukan filter pada selang 4. Pada proses penyaringan, larutan tidak masuk kedalam vacuum (60% dari volume Erlenmeyer) kerena dapat dikhawatirkan terjadinya proses korosi Ultrasonic Cleaner Tipe ultrasonic cleaner berdasarkan frekuensi :

Frekuensi rendah Frekuensi sedang Frekuensi tinggi

: 20-100 KHz : 100 KHz-2 MHz : 2 MHz-10 MHz

Cara Pengoperasian : 1. Sambungkan kesumber arus 220 V 2. Diisi air 60% air dari volume wadah 3. Sampel yang ada dilabu takar direndam dalam wadah 4. Diatur waktu 5-10 menit 5. Setelah selesai, cabut dari sumber arus 6. Diambil air dengan menggunakan gelas piala Pemeliharaan Ultrasonic Cleaner : 1. Setelah digunakan dibilas dengan aquabides untuk mencegah korosi 2. Letakkan ditempat permanen

Syringe Cara Penggunaan : Disiapkan tempat sampel, tangan kiri memegang labu takar dengan menggunakan dua tangan, tangan kanan memegang syringe, jarum diletakkan dalam larutan, tetapi jangan terlalu dalam. Lakukan tarik dorong sampai tiga kali. Tarik sampel hingga skala yang diinginkan.

Berikut bagian-bagian dari alat HPLC : 1. Reservoir (Tandon) Reservoir yang baik seharusnya dilengkapi dengan degassing system. Degassing dilakukan dengan cara mengalirkan gas inert dengan kelarutan yang sangat kecil. 2. Pompa

Pompa digunakan untuk memompa fase gerak masuk kedalam kolom dengan bantuan aliran yang bersifat konstan dan reproducible. Pompa perlu dirawat dengan cara : Solvent yang digunakan bebas debu Pompa tidak dibiarkan kering, menjaga agar tidak terjadinya geseran yang mungkin bisa menyebabkan kebocoran pada pompa. Dilarang untuk menjalankan pompa pada waktu kering

3. Katup Injektor Bagian ini merupakan tempat pada saat sampel diinjeksikan untuk selanjutnya dibawa oleh fas a gerak kedalam kolom. Berikut beberapa system injeksi : a. Syringe Injection Pada saat menginjeksi digunakan syringe untuk memompakan sampel dengan tekanan 1500 psi. b. Stop Flow Injection Alat ini termasuk kedalam jenis syringe injection, namun injeksi dilakukan dengan cara sampel dimasukkan kedalam ruang injeksi dengan menghentikan fase gerak untuk sementara. Setelah sampel masuk fasa gerak dialirkan kembali dan sampel akan terbawa. c. Auto Injector Sistem ini dikendalikan oleh control system. Dengan system HPLC akan melakukan analisis sendiri dengan system injeksinya setelah melakukan injeksi. 4. Kolom Terdiri dari : a. Bahan kolom, ukuran kolom dan ukuran partikel isi kolom. Kolom digunakan sebagai alat untuk memisahkan senyawa dalam campuran yang kompleks. Ukuran kolom antara 10 sampai 30 cm, berbentuk lurus, diameter dalam 4 sampai 10 mm dan ukuran partikel dalam kolom 5 sampai 10 um. Ada juga kolom dengan ukuran yang lebih kecil, panjang 3 sampai 7,5 cm; diameter dalam 1 sampai 4,6 mm, ukuran partikel 3 sampai 5 um.

b. Jenis Column Packing (Isi Kolom) Isi kolom yang berbentuk pellicular terdiri dari partikel berbentuk bola, non porous terbuat dari gelas atau polimer. 5. Detektor Komponen yang sudah terpisah akan melewati suatu detector dan akan dibaca kadarnya. Detektor ada 2 macam, yaitu :
a. Detektor UV

Prinsip kerja dari dtektor ini adalah spektrofotometri absorpsi. Detektor ini sifatnya spesifik, hanya dapat digunakan untuk zat-zat yang menyerap sinar UV. Panjang gelombang sinar UV yang biasa digunakan adalah 254 nm.
b. Detektor Fluoresensi

Prinsip kerja detektor ini adalah spektrophotometri. Intensitas sinar Fluoresensi ini akan sebanding dengan kadar sampel yang diamati. Detektor ini lebih sensitif daripada detektor UV.

GC (Gas Chromatography)
Gas kromarografi merupakan alat yang berfungsi untuk pemisahan komponenkomponen yang saling bercampur dengan bantuan eluen sebagai fasa gerak atau pembawa komponen. Eluen yang digunakan dalam gas kromatografi adalah gas hydrogen, gas helium, dan udara. Prinsip kerja dari alat ini ialah zat yang akan dipisahkan dilewatkan dalam suatu kolom yang diisi dengan fasa yang tidak bergerak.Gas pembawa mengalir melalui kolom dengan kecepatan tetap, memisahkan zat dalam gas atau cairan pada keadaan normal.

Cara Pengoperasian Gas Chromatography : Alat-alat disiapkan seperti kolom, alat pendeteksi, suhu dan aliran gas pembawa diatur sampai kondisi sesuai prosedur penggunaan, suntikkan larutan sejumlah yang tertera dan larutan disuntikkan dengan menggunakan syringe atau alat injeksi. Pemisahan hasil komponen-komponen dideteksi dan digambarkan dalam kromatografi. Kurva diletakkan pada kromatogram yang dinyatakan dalam waktu

retensi (waktu dari penyuntikan sampel sampai puncak kurva pada kromatogram) atau volume retensi (waktu retensi yang dibutuhkan kecepatan alir gas pembawa)yang tetap untuk setiap senyawa pada kondisi yang tetap.

Gambar 2. Gas Chromatography

Tabel Alat Penunjang Gas Chromatography Nama Alat Tabung gas Fungsi Sebagai fasa gerak Gambar

Kompresor

Untuk mengambil udara yang berada diruangan dan dijadikan gas

Syringe

Sebagai alat untuk injeksi

Keterangan : Tabung Gas Ada 2 macam Tabung gas yang digunakan pada gas chromatography, yaitu : 1. Tabung gas berwarna coklat : berisi gas Helium (sebagai gas pembawa inner) 2. Tabung gas berwarna merah : berisi gas Hidrogen ( sebagai gas pembakaran) Kompresor Terdiri dari baut yang berfungsi sebagai penahan uap air atau gas-gas pengganggu. Syringe Memiliki jarum yang lebih kecil, lebih runcing, dan relatif lebih panjang. Cara Penyimpanan : 1. Setiap selesai dipakai, jarum dibilas dengan aquabides 2. Kenudian dilanjutkan dengan dibilas menggunakan alkohol murni Cara Penggunaan : Jarum dimasukkan kedalam larutan, ditarik sampai tidak ada gelembung Skala tidak boleh terbalik karena akan mengganggu volume Masukkan jarum kedalam injection port

Ada 2 Jenis kromatografi gas, yaitu : 1. Kromatografi gas-cair atau KGC fasa diamnya dapat berupa cairan yang diikatkan pada suatu pendukung sehingga solute akan terlarut dalam fasa diamnya. 2. Kromatografi gas-padat atau KGP fasa diamnya dapat berupa padatan dan dapat juga berupa polimerik. Sistem dari gas kromatografi yaitu : 1. Kontrol dan penyedia gas dari pembawa 2. Kolom yang ditaruh dalam oven dikontrol secara termostatik

3. System detector dan recorder 4. Komputer dilengkapi dengan perangkat pengolah data

Pemeliharaan Gas Chromatography: Digunakan secara berkala Tempat menyimpan harus permanen dan rata Tidak disimpan dengan suhu tinggi Tidak boleh dipindahkan terlalu sering

AAS (Atomic Absorption Spectroscopy)


Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) merupakan teknik analisis kuantitatif terhadap unsur-unsur dengan pemakaian yang sangat luas pada berbagai bidang karena prosedurnya paling selektif, dan spesifik. Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) adalah suatu alat yang digunakan pada metode analisis dalam penentuan unsur-unsur logam dan metaloid yang berdasarkan pada penyerapan absorbsi radiasi oleh atom bebas. AAS yang terdapat di Laboratorium Instrument Program diploma Institut Pertanian Bogor adalah AAS dengan merk Techomp dari China dengan tipe AA 6000. Alat penunjang dari AAS adalah : 1. Tabung Gas Asetilen

Pada tabung gas Asetilen terdapat dua meteran yaitu meteran yang digunakan untuk melihat isi tabung (satuan Psi) dan regulator yang berfungsi mengatur berapa banyaknya gas yang akan dikeluarkan. Tekanan pada tabung ini adalah 150 bar. Selang yang digunakan merupakan selang yang terbuat dari besi dengan tujuan agar pada saat mengalirkan gas tidak terjadi kebocoran karena tekanannya yang tinggi. Untuk memeriksa terjadi kebocoran atau tidak dapat digunakan air sabun terutama dengan air sabun yang berasal dari sabun colek. Pengecekan dengan cara penyiramanselang menggunakan air sabun,apabila terdapat gelembung gas berarti masih terdapat kebocoran. Pengecekan jangan menggunakan minyak karena minyak dapat menyumbat saluran sehingga kebocoran sulit dideteksi. Gas yang digunakan adalah gas Asetilen karena suhu gas tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 2000 K tetapi dapat juga menggunakan gas dengan suhu yang tinggi yaitu gas N2O (nitrooksida). Gas Asetilen mempunyai tekanan yang tinggi dan mudah sekali terbakar maka tabung gas ini harus disimpan di tempat yang tidak terjangkau sinar matahari secara langsung dan dijauhkan dari benda yang dapat mengeluarkan api atau pemanas. Tabung ini akan lebih baik disimpan dengan jarak 2 meter dari alat AAS untuk menghindari akibat yang dapat terjadi apabila terjadi ledakan. Apabila gas Asetilen habis maka harus segera diganti. Laju aliran gas pada AAS dapat diatur menggunakan software pada computer.

Asetilen/Acetylene (C2H2)adalah gas yang tidak berwarna, mudah terbakar, dengan bau mirip bawang putih. Asetilen adalah gas sintetis yang diproduksi dari reaksi kalsium karbid dengan air, dan disimpan dalam silinder yang berisi cairan aseton. Aneka Gas memasok asetilen dengan berat 4, 5 atau 6 kg per silinder. Asetilen banyak digunakan untuk pemotongan besi, pengelasan dan juga untuk mempercepat matangnya buah-buahan. 2. Kompresor

Kompresor berfungsi untuk mengambil udara dari luar, disaring kemudian dimasukkan ke dalam AAS. Selang yang digunakan ada dua tetapi bukan selang besi seperti yang terdapat pada tabung gas Asetilen tetapi memakai selang plastik. Selang berada di sebelah kanan menunjukkan selang yang berasal dari tabung gas Asetilen, jarum pada meteran yang terhubung dengan selang ini akan naik ketika sudah diatur pada program dari komputer. Selang yang berada di sebelah kiri merupakan selang tempat masuknya udara, jarum pada meteran akan langsung naik ketika kompresor dinyalakan. Pada kompresor terdapat tombol ON/OFF dan ada meteran yang digunakan untuk mengetahui besarnya udara yang dikeluarkan (MPa). Meteran ini dapat diatur dengan tombol yang ada di sebelahnya dengan mengangkat tombolnya kemudian diputar sampai terdengar bunyi klek Apabila kompresor dinyalakan akan keluar air dari selang dan di bagian belakang terdapat tabung yang digunakan untuk menyaring udara yang masuk.Kompresor digunakan untuk mengambil udara dari luar yang digunakan dalam proses pembakaran. Udara yang diambil kemudian disaring dan diteruskan ke AAS. Udara yang dikumpulkan ditekan sesuai dengan pengaturan tekanan yag sudah ditentukan pada kompresor yang mengakibatkan sebagian udara akan mengembun dan membentuk uap air. Kompresor memiliki 3 tombol pengatur tekanan, dimana pada bagian yang kotak hitam merupakan tombol ON-OFF Yang digunakan untuk menghidupkan dan mematikan kompresor, spedo pada bagian tengah merupakan besar kecilnya udara yang akan dikeluarkan, atau berfungsi sebagai pengatur tekanan, satuan dari tekanan udara pada alat ini adalah Pascal. Sedangkan tombol yang kanan merupakan tombol pengaturan untuk mengatur banyak/sedikitnya udara yang akan disemprotkan ke burner. Bagian pada belakang kompresor digunakan sebagai tempat penyimpanan udara setelah usai penggunaan AAS. Uap air yang dikeluarkan, akan memercik kencang dan dapat mengakibatkan lantai sekitar menjadi basah, oleh karena itu sebaiknya pada saat menekan ke kanan bagian ini, sebaiknya ditampung dengan lap, agar lantai tidak menjadi basah., dan uap air akan terserap ke lap.. Dibagian belakang kompresor terdapat tabung yang digunakan untuk menyaring udara sebelum dialirkan ke main unit. Cara penggunaan dari kompresor yaitu kompresor disambungkan ke sumber listrik. (kompresor harus dinyalakan sebelumnya terlebih dahulu sebelum memulai menggunakannya) kemudian kompresor dinyalakan . Setelah selesai digunakan, diamkan beberapa saat dan kompresor dimatikan dengan menekan tombol off. Tuas gas dibuka, gas dibiarkan keluar hingga suara gas mengecil dan sekrup ditutup. Cara pemeliharaan kompresor ada tiga cara, yaitu pertama Pelumasan: tekanan minyak pelumas kompresor harus secara visual diperiksa setiap hari, dan saringan minyak pelumasnya diganti setiap bulan. Kedua, saringan udara: saringan udara masuk sangat mudah tersumbat, terutama pada lingkungan yang berdebu. Saringan harus diperiksa dan diganti secara teratur. Ketiga, Traps Kondensat: Banyak sistim memiliki traps kondensat untuk mengumpulkan dan (untuk traps yang dipasang dengan sebuah kran apung) me

nguras kondensat dari sistim. Traps manual harus secara berkala dibuka dan ditutup kembali untuk menguras fluida yang terakumulasi, traps otomatis harus diperiksa untuk me mastikan bahwa tidak ada kebocoran udara tekan. Pemeliharaan khusus yang harus dilakukan untuk menjaga agar kompresor mendapatkan dingin, kering dan bebas debu.Bila lokasi pengambilan udara bersih tidak tersedia, instalasi menggunakan filter yang dipasang pada ujung pipa pengambilan udara. Pipa dari filter ke kompresor harus dibuat besar. Langkah ini memungkinkan udara isap bersih disalurkan ke beberapa kompresor melalui kanal isap bersama.Kondisi udara isap yang bersih adalah salah satu faktor yang menentukan umur kompresor.Ukuran bervariasi tergantung kebutuhan udara peralatan pematik yang dihubungkan ke system dan harus ditambah kapasitas cadangan untuk keperluan peralatan pematik tambahan yang dihubungkan dalam waktu pendek serta 10-30 % untuk kebocoran-kebocoran yang terjadi. Kebutuhan udara dan ukuran pembangkit udara bertekanan merupakan kegiatan perencanaan yang sangat penting dan bukan perkara yang sederhana. Biaya yang tidak diperlukan dalam pembangkitan udara bertekanan dapat dihindari oleh perencanaan yang matang. Jika udara yang diperlukan besar, dapat memasang dua atau tiga kompresor lebih baik daripadasatu unit kompresor. Kegagalan satu unit kompresor akan menghasilkan seluruh peralatan komponen pematik gagal beroperasi atau bekerja dalam waktu singkat karena kapasitas udara yang tersedia di dalam tangki hanya cukup bekerja dalam waktu beberapa menit. Pembangkit udara bertekanan yang berisi beberapa unit, sistem pematik beroperasi secara kontinyu,meskipun ada kegagalan satu mesin. Penempatan kompresor harus dihindari dari air. 3. Ducting

Ducting berbentuk cerobong yang berada di atas alat. Ducting berfungsi untuk menyerap dan membuang gas sisa pembakaran dari karena logam yang dibakar akan menghasilkan asap yang mengandung gas yang beracun yang berasal dari burner yang terdapat pada Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Sisa pembakaran ada dua macam yaitu air yang tidak teruapkan akan masuk ke dalam buangan dan asap yang akan dihisap oleh Exhaust fan melalui ducting. Pada ducting terdapat penutup, apabila akan digunakan penutup ducting harus dibuka dengan cara memutar putaran yang berada di bagian kanan atas ducting. Setelah selesai digunakan ducting ditutup lagi supaya tidak ada burung atau sesuatu yang masuk ke dalam ducting karena dapat merusak exhaust fan. Ducting dipergunakan untuk mengeluarkan sisa pembakaran dari pecampuran gas Asetilen, udara dan api, yang berupa asap. Pada ducting terdapat klep untuk membuka dan menutup ducting. Ducting digunakan agar panas dan asap pembakaran tidak mengotori dinding dan ruangan sehinga asap hasil pembakaran akan dapat langsung dihisap dan di buang keluar. Ducting dipasang dengan ukuran dan jarak tertentu. Jarak ducting dari lantai diusahakan sekitar 4,5 sampai 5,5 m. Ducting merupakan bagian cerobong asap untuk menyedot asap atau sisa pembakaran pada AAS, yang langsung dihubungkan pada cerobong asap bagian luar pada atap bangunan, agar asap yang dihasilkan oleh AAS, tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Asap yang dihasilkan dari pembakaran pada AAS, diolah sedemikian rupa di dalam ducting, agar polusi yang dihasilkan tidak berbahaya. Cara penggunaan ducting adalah ducting disambungkan ke sumber listrik kemudian dibuka penutup ducting (slop )untuk mengalirkan udara keluar atau gas bahan-

bahan berbahaya dari AAS.Setelah udara dirasa sudah tidak ada atau setalah AAS dimatikan (diamkan sebentar hingga gas tidak ada), ducting dapat ditutup. Cara pemeliharaan ducting, yaitu dengan menutup bagian ducting secara horizontal, agar bagian atas dapat tertutup rapat, sehingga tidak akan ada serangga atau binatang lainnya yang dapat masuk ke dalam ducting. Karena bila ada serangga atau binatang lainnya yang masuk ke dalam ducting , maka dapat menyebabkan ducting tersumbat. Penggunaan ducting yaitu, menekan bagian kecil pada ducting kearah miring, karena bila lurus secara horizontal, menandakan ducting tertutup. Ducting berfungsi untuk menghisap hasil pembakara yang terjadi pada AAS, dan mengeluarkannya melalui cerobong asap yang terhubung dengan ducting. Ducting harus dibersihkan dari debu dan jika ada arang hitam dibersihkan pula karena arang hitam itu sisa-siasa gas yang menempl pada ducting. Contoh alat AAS (Atomic Absorption Spectroscopy)

Spektrofotometer UV-VIS
Pada umumnya disetiap laboratorium yang melakukan analisis kimia selalu tersedia.spektrofotometer UV-VIS. Alat ini mencakup pengukuran absorbans atau transmitan pada daerah ultraviolet (UV) dengan kisaran panjang gelombang 180-380 nm visible (VIS). Alat ini mggunakan dua sumber cahaya yaitu wofram dan deuterium Alat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat mengikuti perkembangan teknologi modern, mulai dari yang paling sedrhana sampai kepada spektrofotometer modern yang dilengkapi dengan komputer, printer, serta plotter. Alat penunjang pada spektrofotometer :

1. Kuvet Kuvet ada yang berbentuk tabung atau persegi tergantung kompartmentnya. Tetapi kuvet yang bagus adalah yang berbentuk persegi Karena arah datang cahaya datar dan cahaya ada yang diabsopsi, dipantulkan dan diserap. Cara memelihara kuvet : 1. direndam agar tetap steril dan tidak kering, tidak mudah tergores. 2. pada saat mengelap kuvet harus satu arah dan dipegang oleh jari adalah yang bagian kasar. Bentuknya kotak dengan panjang 10cm. Terbuat dari bahan kuarsa yang sifatnya kuat jika menggunakan pelarut yang kuat seperti CCl4, kloroform, asetil asetat. Kuvet disimpan dalam alkohol atau etanol agar debu dan kotoran tidak mengotori permukaan kuvet. Kuvet mempunyai 2 permukaan yaitu permukaan yang terang dan permukaan yang buram (untuk memegang). Kuvet yang biasa digunakan adalah dari bahan gelas atau kuarsa. Dibandingkan dengan kuvet dari bahan gelas, kuvet kuarsa memberikan kualitas yang lebih baik, namun tentu saja harganya jauh lebih mahal. Serapan oleh kuvet ini diatasi dengan penggunaan jenis, ukuran, dan bahan kuvet yang sama untuk tempat blangko dan sampel. Jika ingin menggunakan kuvet pada Spektrofotometer UV-VIS tebal kuvet harus sama karena akan memepengaruhi daya serap larutan sesuai hukum Lambert-Beer. Jadi jika ada yang memecahkan kuvet, harus membeli kuvet sepasang. Hal yang tidak boleh dilakukan terhadap kuvet antara lain memanaskan kuvet, membesihkan dengan lap karena bisa mnggores permukaan yang terang dan tidak boleh dibiarkan dalam udara terbuka agar kotoran tidak menempel.

Contoh hasil percobaan dengan menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS

Spektrofotometer UV-VIS

DAFTAR PUSTAKA Adijuwana Hendra. 2005. Manajemen Laboratorium. Bogor:IPB Khopkar S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Saptorahardjo. Penerjemah. Jakarta:UI-press. Terjemahan dari: Basic Concepts Of Analytical Chemistry. http://teaching.shu.ac.uk/hwb/chemistry/tutorials/chrom/gaschrm.htm http://www.chem-is-try.org/?sect=belajar&ext=analisis05_04

Laporan Praktikum Pemeliharaan dan Pengoperasian Alat

Hari/Tanggal : Sabtu/170911 Waktu PJP Asisten : 10.30-14.00 : Wina Agustiani, Ssi : 1.Diah Daru 2.Doni Pranoto

HPLC ( High Performance Liquid Chromatography) Spektrofotometer GC (Gas Chromatography) AAS (Automic Absorption Spektrophotometry)

Kelompok : 1. Nur Kartika Ulfa (J3L110141) 2. Windy Arizal (J3L110129)

DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011