Anda di halaman 1dari 68
Meningkarl<an ttrrocluksi Susu Kambirig Peranak;rn Fi.*" jtl iii pr'dtrksi S,sLr Kambirrg peranakan [itawa
Meningkarl<an ttrrocluksi Susu Kambirig Peranak;rn Fi.*" jtl
iii
pr'dtrksi S,sLr Kambirrg peranakan [itawa
,r*n,,rgr<arkarr
ffi
Prakata
AP 9539.11 .2008
Penulis: Dr. lr. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr dan lr. Zainal Abidin
Penyunting: Tetty Yullia & MulYono
Desain Sampul: Ug't
Begitu banyak buku tentang kambing, tetapi yang
Tata Letak: Setia Nawos
Fotografer: Eddy Targo
membahas mengenai kambing tipe dwiguna (dual-
purposes) sebagai penghasil susu dan daging, apalagi di
Penerbit: AgroMedia Pustaka
dalam negeri, bisa dikatakan sangat langka. Beruntung,
Redaksi:
Jl. H. Montong No. 57. Ciganjur, Jagakarsa
literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang kami
peroleh, terutama yang berkaitan dengan kambing
Jakarta Selatan 12630
Iipe dual pu,rposes (milk and meat purposes), cukup
Telp. (021) 7B8B 3030, ext.213,214,215,2"16
Faks. (02'l) 727 0996
memadai. ltulah sebabnya, buku ini kami tulis dengan
E-mai I : redaksi @agromedia. net
bersandar dari banyak buku atau jurnal ilmiah itu, yang
Distributor Tunggal:
PT. AgroMedia Pustaka
kebanyakan terbit di luar negeri. Beberapa jurnal yang
terbit di dalam negeri, turut pula menjadi sumber telaah
Bintaro Jaya Sektor lX
ilmiah buku ini.
*Jl.
lV Blok HD
No. 3,f
Rajawali
angerang1522
(o2't)
745 't.644,7486 3334
.
:
.
(02't) 7486 3332
Tidak kalah pentingadalah wawancara langsung dengan
E-mai I : pemasaran@agromedia. net
beberapa peternak kambing peranakan etawa (PE) yang
Cetakan pertama, 2008. '
berdomisili di Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa
Tengah, yang sudah terkenal sebagai sentra penghasil
Hak cipta dilindungi undang-undang
bibit utama kambing PE yang diarahkan sebagai
Buku ini tersedia secara online di www.agromedia.net
kambing perah. Tidak sedikit kambing PE yang keluar
dari tempat ini, kemudian dipelihara secara\khusus
untuk menghasilkan susu di tempat lain, meskipun
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Sodiq, Akhmad
meningkatkan produksi susu kambing peranakan etawa./ Dr. lr. Akhmad
kambing PE sangat jarang dipelihara sebagai kambing
perah di kecamatan ini.
Sodiq, M.Sc.Agr dan lr. Zainal Abidin; Penyunting; Tetty Y.--Cet 1-
Jakarta :AgroMedia Pustaka, 2008
Penjaringan informasi juga dilakukan kepada kelompok
vi+128Hal;15x23cm
ISBN : 979-006-209-5
tani di luar sentra pembibitan, yaitu kelompok tani
ternak kambing peranakan etawa Cumelar Banyumas
(PECUMAS) yang telah berhasil mengembangkan
1. Kambing.
L Judul
kambing peranakan etawa sebagai ternak dwiguna,
539
ll, Seri
Meningk;rtkan Proclr-rksi Sr-rsu Kanrbing f'erariakan et,.*n fi **","3katk;rn t,rotir_rksi susu Kambing
Meningk;rtkan Proclr-rksi Sr-rsu Kanrbing f'erariakan et,.*n fi
**","3katk;rn t,rotir_rksi susu Kambing peranakan Frarva
V
[f
penghasil susu dan daging. Para peternak dari anggota kelompok
Bapak Djiman dan kawan-kawan dari Kelompok Peternak Karya Maju
l, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, atas
ini menyandang predikat "peternak unggul" dan sudah menerapkan
teknologi pakan lengkap (complete-feed) serta sudah memperoleh
sambutan, berbagai pengetahuan yang juga berkaitan dengan kambing
kepercayaan perbankan dalam akses pembiayaan. Tidak heran,
PE.
dengan kelembagaan yang sangat solid kelompok ini dianugrahi "Juara
5 Bapak Hikmat Kurnia dari Penerbit AgroMedia Pustaka beserta seluruh
staf dan editor yang menyunting naskah menjadi buku yang layak
I Tingkat Nasional, Agrobisnis Peternakan Kambing".
baca.
6,
lstri dan anak kami masing-masing, Utari Widowati dan M. Riza
Harapan keberadaan buku ini dapat mewadahi kebutuhan kalangan
ABC (Akademik, Businessman, dan Coverment). Bagi kalangan
Mahendratama serta Susiati, S.Ag, (Een) Endang Purwati, dan Satrio
akademik menjadi bahan referensi (mahasiswa dan dosen) berkaitan
Dwi Wahyan (lan), special warm thank for everything.
Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, karena
dengan kambing tipe dwiguna yang masih sangat langka dalam Bahasa
tndonesia. Bagi businessman, merupakan peluang usaha yang prospektif
7,
keterbatasan halaman dan daya ingat kami.
dan market-demand yang luas. Untuk rekan-rekan di dinas maupun
penyuluh menjadi bahan pengayaan dan inovasi pengembangan
Tenpa bermaksud mengecilkan peran mereka, penulis mengambil alih
trnggung jawab atas seluruh isi buku ini. Tiada gading yang tak retak.
agrobisnis peternakan.
Bersandarkan kaidah keilmuan, bahwa ilmu berkembang dari pendapat dan
lenggahan, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan bukti-bukti nyata,
Kehadiran buku ini ditangan para pembaca, merupakan hasil kerja sama
buku ini hadir di hadapan pembaca. Segala kritik dan saran bisa disampaikan
berbagai pihak. Untuk itu, penulis merasa perlu menyampaikan ucapan
kepada penulis melalui alamat oriza@pacific.net.id atau ke alamat penerbit.
terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu, baik
Sepahit apa pun kritik yang Anda lontarkan, setidaknya ada satu hal yang
dalam menyediakan literatur dan jurnal ilmiah maupun memberikan
perlu penulis syukuri, yaitu perhatian Anda kepada tulisan kami.
pengetahuan berdasarkan pengalamannya. Terima kasih penulis
sampaikan kepada pribadi-pribadi berikut'
Belanjutnya, jangan percaya begitu saja kepada kata pengantar. Baca isi
buku ini sampai tuntas, kemudian do something, lakukan sesuatu. Jangan
1. Prof. Dr. Soedito Adjisoedarmo, M. Agr. Sc, seorang mahaguru
hanya berhenti setelah membaca. Karena Anda bukan belajar tentang
yang sampai saat ini masih selalu siap membantu segala kesulitan
beternak kambing perah, tetapi belajar bagaimana beternak kambing perah.
yang penulis hadapi di luar tugas-tugasnya yang masih cukup
fadl, ya do something. Learning by doing. Semoga Tuhan Yang Maha Esa
banyak menjelang pensiun.
lllemberikan jalan bagi orang yang mau belajar.
2. Rekan-rekan dari Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal
Soedirman dan Pengelola Program IPTEKDA-LIPl Jakarta, atas
inovasi dan fasilitasi pengembangan teknologi pakan Iengkap
(complete feed) untuk kambing peranakan etawa.
lekerta, Oktober 2oo8
3. BapakCarso Abdullah, A.Md.Pt. dan kawan-kawan dari
Tani Ternak Kambing "Pernakan Etawa Cumelar Banyumas
Akhmad Sodiq
(PECUMAS), Desa Cumelar, Kecamatan Cumelar, Kabupaten
Banyumas, atas sambutan untuk pemotretan dan pengetahudn
Ealnal Abidin
beternak kambing peranakan etawa sebagai ternak dwiguna,
VI [,'tr-'r rrr rlll.'rtl.,u r l'rutltr]*i u.u'[t l''.rr rl,i,.i i], r "rt.rJ: rr I i
VI [,'tr-'r rrr rlll.'rtl.,u r l'rutltr]*i u.u'[t l''.rr rl,i,.i i], r "rt.rJ: rr I i
.i
l
Daftar Isi
PRAKATA
111
1
PETERNAKAN KAMBING DAN PROSPEK SUSU
KAMBING DI INDONESTA
A. KarakteristikPendukungPeternakan
Kambing
3
B. Faktor Penghambat
5
C. Perkembangan Peternakan Kambing dan Prospek
Susu Kambing
6
11
KAMBING SEBAGAI PENGHASIL SUSU
11
A. Asal-usul Kambing
72
B. Kambing Penghasil Susu
C. Susu Kambing dan Manfaatnya
15
22
D. Faktor yang Membedakan Kuantitas dan
Komposisi Susu Kambing
28
SIMTEM PERKANDANGAN
A. Fungsi Kandang
28
Peternakan Kambing dan
B. Kriteria Kandang
30
38
C. Kegiatan di Sekitar Kandang
Prospek Susu Kambing
MEMILIH KAMBING PERAH
42
48 ai Indonesia
PEMBERIAN PAKAN
BIOLOGI LAKTASI
64
A.
Perkembangan Ambing
64
Persoalan manusia merupakan persoalan yang tidak
B.
JaringanPenopangAmbing
68
C.
pernah selesai, mengingat setiap perjalanannya
Sistem Hormonal
70
C.
72
Biosintesis Susu
senantiasa menimbulkan problematika tersendiri.
Itu lah sebabnya tema abadi perjalanan manusia adalah
75
PEMELIHARAAN
PENGELOLAAN PRODUKSI
PENGE NDALIAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT
PERENCANAAN DAN ANALISIS USAHA
kemanusiaan itu sendiri. Bukan suatu kebetulan jika
84
program pembangunan di negara kita mencanangkan
95
pembangunan manusia seutuhnya sebagai tujuan
107
-t 15
rrlama.
DAFTAR PUSTAKA
il9
I,NMPIRNN
't'tiN't'AN( ; l,tiNt,t,ts
t')(,

ll

2 t""'"gkatkan Produksi Susu Karnbing Peranakan Ftawa Meningkatkarr Produl<siSusu Kanrbing peranakan
2 t""'"gkatkan Produksi Susu Karnbing Peranakan Ftawa
Meningkatkarr Produl<siSusu Kanrbing peranakan *r*^ fi
3
f,f
Pada era globalisasi sekarang ini, masalah manusia
yang kontradiktif. Sampai saat ini, kita belum mampu
dan kualitas hidupnya merupakan masalah yang terasa
menghasilkan CPS (grand parent stock atau ayam bibit
semakin menonjol. Era globalisasi diharapkan menjadi
galur murni) sendiri. Seluruhnya masih diimpor dari luar
suatu era baru yang akan semakin mementingkan faktor
kualitas manusia secara global. Barangkali sekaranglah
negeri. Tepung ikan, sampai saat ini pun masih dipasok
dari luar negeri. Padahal negeri kita memiliki perairan
saat yang tepat untuk menengok kembali, sejauh mana
yang kaya dengan hasil perikanan.
berbagai kemajuan telah dicapai sambil menginventarisii
berbagai kesalahan langkah pada masa lalu, kemudian
menata kehidupan untuk hari esok yang lebih baik.
A. Karakteristik Pendukung Peternakan
Kambing
Berbagai kekurangan di beberapa sektor perlu dicarifaktor
penyebab dan jalan keluarnya. Kesalahan-kesalahan
Terkait beberapa permasalahan di atas, sudah saatnya kita
yang pernah dilakukan pada masa lalu, diupayakan untuk
tidak terulang lagi pada masa kini. Berbagai kemajuan
yang sudah dicapai diupayakan untuk terus ditingkatkan,
melakukan sesuatu yang bisa memberikan sumbangan
nyata bagi pembangunan subsektor peternakan dan
langsung menyentuh masyarakat dengan kemampuan
modal yang terbatas. Usaha peternakan kambing, rasanya
sambil terus mencari peluang-peluang baru yang masih
sangat relevan dengan tujuan di atas karena memiliki
dapat dikembangkan.
beberapa karakteristik pendukung sebagai berikut.
1. Modal awal yang dibutuhkan relatif lebih kecil
Sehubungan dengan hal tersebut, subsektor peternakan
dirasakdn perlu mendapat perhatian ekstra. Selama ini,
dibandingkan dengan ternak besar, seperti sapi dan
perhatian pemerintah lebih banyak diarahkan kepada
kerbau, sehingga usaha peternakan kambing relatif
lebih terjangkau oleh masyarakat bermodal kecil.
program peningkatan produksi hasil-hasil peternakan
2. Teknik pemeliharaan relatif mudah, sederhana, dan
yang melibatkan para pemodal besar dan sarat subsidi.
Hasilnya, subsektor ini, dalam program-program tertentu
tidak membutuhkan tempat yang luas. Selain itu,
usaha peternakan kambing skala kecil tidak perlu
mampu tumbuh pesat dengan tunjangan subsidi penuh
melibatkan tenaga kerja di luar
anggota
keluarga.
dari pemerintah, tetapi program lainnya lebih banyak
3. Perkembangbiakannya relatif lebih cepat dibanding-
berjalan di tempat, jika tidak bisa dikatakan merosot
tajam.
kan dengan ternak besar dan anak yang dilahirkan
umumnya lebih dari satu ekor.
4. Pada umumnya kambing dipelihara dengan tujuan
Sebagai -contoh, usaha peternakan ayam ras, sejak
dilakukan pengenalan kepada masya r<at sejak dekade
1950-an, telah tumbuh pesat dan me,,6gurita. Beberapa
dijadikan ternak potong, tetapi kini sudah mulai
berkembang usaha pemeliharaan kambing yang
bertujuan sebagai penghasil susu.
perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat
5. Hasil ikutan dari proses pemotongan kambing dapat
fantasiis dan kini bisa menguasai 907o pasar ayam ras
dipergunakan sebagai bahan baku industri yang
dari hulu ke hilir. Namun, pertumbuhan ini kini terasa
memberikan nilai tambah cukup tinggi sebagai
masih banyak kekurangannya. Tidak sedikit muncul hal
berikut.

4

ffi

t*,n',.,gkatkan f,r$dul<sl susi,r NdanrIrirr11 l)o|ilrrrhirrr lrt,rrVrr

Kulit bisa digunakan untuk bahan baku inclustri

sepatu, tas, dan aneka barang lainnya.

Tulang dan tanduk sudah lama digunal<an

sebagai bahan baku pembuatan lem atau llarang kerajinan lainnya.

Darah bisa diproses menjadi bahan pal<an

ternak.

6. Dalam praktiknya, kambing dipelihara scbagai

tabungan yang likuid dan sewaktu-waktu bisa dijual.

7. Hasil samping usaha pemeliharaan kambing, yalcni kotorannya bisa dijual sebagai pupuk kandang yang

BE] T RNAK

KAN,1I]INC

PEI?ANAK,{N

EIAWA. Lebih

mengu ntur-igka r-r

karena selairr

rrrenghasilkan

daging,, juga meng-

haEilk.ln sucu

memiliki unsur hara yang sangat lengkap.

B. Adanya kebiasaan atau adat yang berkembang di

masyarakat lndonesia, yakni menyembelih kambing

saat upacara-upacara adat atau hari-hari besar

keagamaan.

r\,lc:n i nl4katka r.r Procl rr ks r S usu Ka

nllr i rt g Pet ali;r l<iitt filuw;l

B. Faktor Penghambat

D i I uar karakteri sti k pendu ku ng d i atas, usaha pemel i haraan

kambing ternyata memiliki beberapa faktor penghambat.

Beberapa faktor penghambat yang dimaksud sebagai

berikut.

1. Berkurangnya minat para petani atau peternak untuk

memelihara kambing, karena lahan pertanian yang

dimi liki semakin menyempit akibat banyak digunakan

sebagai lahan permukiman. Karena itu, mereka sulit mencari padang penggembalaan atau bahan pakan untuk kambing yang dipeliharanya.

2. Secara alamiah kambing memiliki bau khas yang

disebut prengus, sehingga tidak semua orang

menyukai daging atau susunya. Padahal, dengan

beberapa teknologi sederhana atau penanganan

pascapemotongan yang benar, bau tersebut tidak

akan timbul.

3. Adanya anggapan, yang tidak seluruhnya benar,

bahwa dagi ng kambi ng mengandu ng kolesterol ti nggi,

sehingga tidak baik bagi penderita penyakit darah

tinggi. Padahal, berdasarkan hasil penelitian yang

dipublikasikan di Oklahoma, di masyarakat Amerika

telah terjadi perubahan pola konsumsi

daging.

.lika

sebelumnya lebih banyak mengonsumsi daging sapi,

berubah menjadi mengonsumsi daging ayam dan

ikan. Namun, terjadinya kontaminasi salmonella

dan tingginya tingkat retensi hormon daging ayam/

menyebabkan tingkat konsumsinya juga menurun. Begitu juga dalam mengonsumsi ikan setelah terjadi

kontaminasi bahan beracun dan pestisida. Daging

kambing merupakan alternatif pilihan mereka karena kandungan lemaknya 50-60% lebih rendah daripada

lemak sapi atau domba. Begitu pula kadar lemak

6 *"n',lgkatf:arr Pror.fi'rl<si Susu K;rrnbing Petanak;rn Ft;.rwa Meningkalkan Pro<Juksi Susu
6
*"n',lgkatf:arr Pror.fi'rl<si Susu K;rrnbing Petanak;rn Ft;.rwa
Meningkalkan Pro<Juksi Susu Kanrbing Peran;rk"ln frnrun, fi
7
ffi
C. Perkembangan Peternakan Kambing
scbagai penghasil susu yaitu kambing PE dan kambing
#i"l:';lek susu Kambing di
snanen. Kambing etawa diperkenalkan Pemerintah
llindia Belanda sejak tahun 1908, dan dikembangkan
tlcngan pola grading up. Langkah ini dilakukan dengan
Perkembangan populasi ternak kambing, beberapa tahun
terakhir (2001-2006) cenderung meningkat. Pada tahun
lujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat yang dalam
2OO1, jumlahnya 12,46 juta ekor, meningkat menjadi
13,'lB juta ekor pada tahun 2006. Lebih dari setengah
;rcrkembangan selanjutnya dimanfaatkan sebagai ternak
<lwiguna, yakni sebagai sumber daging dan susu.
populasi kambing di lndonesia tersebar di Pulau Jawa,
sedangkan di Pulau Sumatera sekitar setengah dari
populasi kambing di Pulau Jawa.
Populasi kambing di Pulau Sumatera dan Jawa ada
sekitar 82,7"h dari total populasi kambing yang ada.
Sisanya, kurang dari 20"/o tersebar di beberapa pulau,
mulai dari yang paling banyak, yaitu Sulawesi, Bali, Nusa
Tenggara, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Jawa Tengah
merupakan provinsi dengan populasi ternak kambing
terbesar, sedangkan Bangka Belitung merupakan provinsi
dengan jumlah populasi terendah.
i
ri
Bangsa utama kambing yang ditemukan di lndonesia
adalah kambing kacang dan peranakan etawa (PE).
\
Kambing kashmir, angora, dan saanen telah diintroduksi
pada waktu lampau. Namun, hanya kambing etawa yang
dapat beradaptasi dengan kondisi dari sistem pertanian
PENCHASIL
SUSU. Kambing
peranakan etawa
lndonesia.
yang sedang
laktasi bisa
diperah susr-rnya
Kambing marica merupakan variasi lokal dari kambing
r-rntuk dikonsumsi
kacang yang ditemukan di Sulawesi. Kambing kosta
manuSta
ditemukan di Banten. Kambing gembrong yang berukuran
sedang antara kambing kacang dan etawa ditemukan
K,rrrrbing kacang bukan tipe kambing perah sehingga
secara khusus di Pulau Bali. Kambing kacang merupakan
prolifik, tetapi ukurannya relatif kecil dibandingkan
;rnrcluksinya relatip rendah (0,1--0,4 liter/ekor/hari)
dengan kambing etawa dan peranakan ctawa. Di
rlllrrrndingkan produksi susu kambing PE (0,45-2,2 liter/
lndonesia dikembangkan beberapa bangsa kambing
r,l<orlhari). Panjang masa laktasi sangat beragam yaitu 92-
g ,\4eningkatkarr l)rccluk:;i Susu lr".rnrlring, F]eran;ikarr f-tawa tj t] *,,n',,gkalkan Prodrtksi Susu
g
,\4eningkatkarr l)rccluk:;i Susu lr".rnrlring, F]eran;ikarr f-tawa tj
t]
*,,n',,gkalkan Prodrtksi Susu Karnbirrg ['t'r;rn;rk;rn l]tarv;t
frf
256
hari dengan rataan 156 hari. Dengan pengelolaan
l{p40.000 per liter, sedangkan harga susu sapi hanya
Il'rkisar antara Rpa.000 sampai Rp5.000 sedikit lebih
yang baik, induk kambing PE mampu berproduksi hingga
200
hari dalam satu tahun. Lama laktasi kambing etawa
di lndia berkisar 17O-2O0 hari dengan produksi per hari
1,5-3,5 kg. Rataan produksi susu kambing di lndonesia
rrr,rlrnl daripada harga eceran air mineral dalam kemasan.
ll,rhl<an, di beberapa lokasi peternakan kambing perah,
errrllh mulai dikembangkan sistem agrowisata, sehingga
;rt,lcrnakan kambing perah menjadi salah satu tujuan
jauh lebih rendah daripada produksi susu kambing di
wis,rla. Di tempat-tempat seperti ini, harga susu kambing
daerah subtropis yang dapat mencapai 5-6 liter/ekor/hari
pada kambing produksi tinggi atau sekitar 2-3liter/ekor/
hari. Total produksi susu 90 hari masa laktasi kambing
PE berkisar dari 26-74 kg per ekor dengan rataan a5 kg
lrlsir rlijual dengan harga tiga kali lipat daripada harga
ltrrsrrilh. Ternyata, yang paling menarik adalah pangsa
Jlrl'i,rr suSU kambing masih terbuka luas.
per ekor.
Ditinjau dari aspek pasar, pengembangan agrobisnis
kambing mempunyai prospek yang cukup baik untuk
dikembangkan. Untuk mencukupi kebutuhan konsumsi
di dalam negeri saja diperlukan tidak kurang dari 5,6
juta ekor/tahun. Ditambah dengan
perm intaan dari luar negeri, seperti
Malaysia, Brunei . Darussalam,
dan Arab Saudi, kebutuhan tersebut
il[
semakin sulit untuk dipenuhi. Untuk
memenuhi kebutuhan jamaah haji
pada hari raya ldul Adha, pemerintah
Arab Saudi memerlukan kambing dan
l
domba sebanyak 2,5 juta ekor/tahun.
I Sementara itu, Malaysia dan Brunei
Darussalam memerlukan 200 ribu/
tahun. Namun demikian, hampir semua
potensi permintaan ekspor tersebut
"
.'' r\ AN4 'rr Nl ; J.l5)l;,,'11;ij:;::l['ffi i'::] j,T: :;' ;T jli : n:,?,x:
belum dapat dipenuhi.
lf i lrrrkrrxrsia, hampir 90% kambing dipelihara untuk
Selain itu, dilihat dari aspek harga, .susu kambing PE
flfrr,rrr rnunghasilkan daging. Tentunya, kenyataan ini
memiliki harga lebih tinggi dibandingkan harga susu sapi.
FdnH,ll irorris deng,an fakta bahwa di negeri ini populasi
Hingga Oktober 2008, harga susu kambing di tingkat
konsumen di luar Jakarta sudah mencapai Rp20.000--
pel,rrr,rl<irrr l<lrnbing ctawa tcrmasul< tcrbesar di dunia,

1 0

ffi

*"","gkatkan

Procltrksi sustr Karnbirrg Perutrakatr [tawa

dan seperti diketahui kambing etawa adalah kambing penghasil susu yang cukup potensial. Di luar negeri,

seperti di lndia, kambing etawa juga dipelihara sebagai penghasil susu yang produktif. Rata-rata produksinya adalah 235 kg per masa laktasi (261 hari). Produksi susu kambing memberikan sumbangan sebesar 35% terhadap produksi susu di dunia.

Keberadaan kambing PE di lndonesia memiliki sejarah

yang cukup panjang dibandingkan dengan ternak-ternak

lainnya. Pada dekade 192}-an, pemerintah Belanda

melakukan impor pprtama kambing etawa yang lebih

terkenal dengan sebutan kambing benggala, dari lndia, dan

menitipkannya kepada para petani. Wilayah Perbukitan Menoreh (sekarang Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo) menjadi pilihan utama karena kondisi alam

yang sangat mendukung.

Sepuluh tahun kemudian, dilakukan kembali impor

kambing etawa dari lndia dengan pola warna dominan merah cokelat. Tujuannya adalah memanfaatkan limbah

tanaman perkebunan (yang banyak ditanam penduduk

akibat program tanam paksa) sebagai hijauan pakan

ternak. Perkawinan kambingetawa asal lndia dan kambing

lokal secara tidak terkontrol menyebabkan munculnya kambing jenis baru yang dikenal sebagai kambing PE.

Saat semua orang berpikir cara keluar dari krisis ekonomi, sudah saatnya kita memanfaatkan semua potensi yang kita

miliki untuk bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki

nilai tambah yang besar. Dalam kaitannya dengan hal

ini, usaha peternakan kambing sebagai penghasil susu

sangat relevan untuk dikembangkan. Ketersediaan bibit yang cukup banyak di dalam negeri, kebutuhan pakan

yang tidak tergantung impor dari luar negeri, serta harga

Meningkatkatr Proclulcsi Susu Kanrfring Peranakatr rtawa ljj

11

produk yang cukup tinggi merupakan faktor pendorong mulai berkembangnya usaha peternakan kambing perah di beberapa
produk yang cukup tinggi merupakan faktor pendorong
mulai berkembangnya usaha peternakan kambing perah
di beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Bogor flawa
Barat), Kulonprogo (Yogyakarta), dan Crati (Jawa Timur).
Peternakan kambing dengan tujuan utama sebagai
penghasil susu, mulai dikembangkan pada awal tahun
2000. Ketika itu, belum banyak peternak melakukannya
mengingat berbagai teknik pengelolaan masih serba coba-
coba. Setelah berjalan hampir delapan tahun, peternakan
kambing sebagai penghasil susu sudah mulai menemukan
bentuk terbaiknya. Beberapa peternak atau kelompok
peternak sudah mulai mengembangkannya
ke skala usaha
yang lebih besar. Di Bogor, Sukabumi, Bandung, dan
beberapa lokasi di Pulau Jawa, sudah banyak peternak
mandiri yang memiliki populasi kambing PE di atas 100
ekor.
Pertama kali diperkenalkan, belum, terlalu banyak
masyarakat yang familiar dengan kebiasaan minum
susu kambing. Setelah berjalan beberapa tahun, dengan
publikasi yang sangat gencar melalui media massa,
seperti koran, majalah, radio, bahkan televisi, kebiasaan
minum susu kambing semakin memasyarakat. Apalagi
ditunjang dengan kesaksian sebagian pengguna susu
kambing yang berhasil sembuh dari berbagai penyakit
yang dideritanya.
Beberapa khasiat susu kambing yang telah dibuktikan
oleh para pengguna setianya adalah sebagai obat dan
sebagai minuman tambahan yang mampu meningkatkan
daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah diserang
penyakit. Survei dari United States Departement of
Agriculture (USDA) menyebutkan susu kambing sangat
baik untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.
t'] n,r,,,r1,, ,1'.,1,.ax1,:.,trt Pttu,tttr,:si l\tt';t.r
t']
n,r,,,r1,, ,1'.,1,.ax1,:.,trt Pttu,tttr,:si l\tt';t.r fi"^atrt't'rtrttt\r'i'!oIt\;\'t,,\r,t l:L)',\'it
ftf
Bahkan, para penderita penyakit TBC, asma (sesak napas),
anemia (kekurangan darah), hepatitis, kram otot, dan
tukak lambung sangat dianjurkan untuk mengonsumsi
susu kambing secara rutin. Anjuran ini tidak hanya
dilakukan oleh para ahli non-medis, tetapi juga para
medis. Di lndonesia, beberapa dokter menganjurkan
para pasiennya untuk mengonsumsi susu kambing untuk
mempercepat proses pengobatan, selain mengonsumsi
obat-obatan.
Saat ini, susu kambing dapat dikonsumsi dalam berbagai
bentuk. Selain dalam bentuk segar, susu kambing juga
bisa dikonsumsi dalam bentuk produk turunan seperti
susu pasteurisasi, kefir (susu asam), yoghurt, ice cream,
susu bubuk, dan dodol susu.
Kambing ffiwtumgmfr
rl
I
Penghasil Susu
l
A. Asal-usul Kambing Domestikasi kambing merupakan domestikasi yang paling awal dilakukan umat manusia, seielah
A. Asal-usul Kambing
Domestikasi kambing merupakan domestikasi
yang paling awal dilakukan umat manusia, seielah
domestikasi anjing. Asal mula kambing yang
ada sekarang adalah kambing liar yang hidup di
pegunungan yang ada di Asia Barat, Persia, dan
sekitarnya. Sebagian ahli menduga kambing-kambing
yang banyal< dibudidayakan saat ini berasal dari
l<r'lrrrrrn.rn l<irrn[;ing hias rl;rri spcsies Capra aegagrus
,\,4crrrrlBlt;lI[;lt Fonrs]tll(si Susu l(arllhirl5 l'errarlaltall [:tarr,"l fuleningl<atkan
,\,4crrrrlBlt;lI[;lt Fonrs]tll(si Susu l(arllhirl5 l'errarlaltall [:tarr,"l
fuleningl<atkan f:'rorirrl,;l1 l"iri-ru Kailrbing f'er;ln.rl,:.in ["*r
1 5
tj
yang hidup di Asia Kecil dan daratan Persia, Capra
falconeri dari sekitar Pegunungan Himalaya, dan Capra
prisca yang hidup di sekitar Pantai Mediterania.
lk'r.rt badan kambing etawa jantan bisa mencapai 90
1.1i, sedangkan betinanya hanya 60 kg. Pada kambing
ct,rwa betina, ambing tumbuh secara baik dengan puting
rrrcrnanjang. Produksi susunya sangat tinggi, yakni
Dalam perkembangannya, tipe kambing diklasifikasikan
rrrcncapai 235 kg per masa laktasi (261 hari). Pada masa
berdasarkan produk utamanya, misalnya kambing tipe
lrrrrrcak laktasi, produksinya mencapai 3,8 kg per hari.
potong, tipe perah, tipe dwiguna (gabungan tipe potong
dan perah), dan kambinB tipe bulu atau kulit bulu.
I )iscbabkan tingkat produksi susu dan laju pertumbuhan-
ny,r yang tinggi, serta didukung oleh daya adaptasi yang
,,,rrrgat baik terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem,
B. Kambing Penghasil Susu
a. Kambing Eftiwa
l*,rrrrbing ini banyak digunakan untuk memperbaiki mutu
lr,rrrrbing-kambing lokal di suatu negara. Di lndonesia,
lrr,rbaikan mutu genetik kambing lokal dengan kambing
Kambing etawa berasal dari wilayah Jamnapari (lndia),
r,t,rwa menghasilkan kambing peranakan etawa (PE).
sehingga kambing ini disebut juga sebagai kambing
'1('nlra terbesar kambing PE adalah di wilayah Kaligesing,
jamnapari. Kambing ini merupakan kambing yang paling
populer di Asia Tenggara. Di negara asalnya, kambing
l'r l worejo, Jawa Tengah.
SOSOK
etawa termasuk kambing tipe dwiguna, yakni sebagai
penghasil susu dan daging. Kambing etawa memiliki
beberapa tahun lalu, muncul sentra baru peternakan
KAMBINC
"r'j,rl<
PERANAKAN
l.,rrnbing PE di wilayah Jawa Tengah, yaitu Kecamatan
ETAWA,
postur tubuh besar, telinga panjang menggantung, benfuk
( ,rrnrelar, Banyumas. Sentra baru ini bahkan sudah mulai
Lebih Lresar
muka cembung, serta bulu di bagian paha belakang
rrr,rrjual kambing-kambing PE yang dikembangkannya ke
dibandingl<an
dengan sosol<
sanBat panjang.
,l,rr,rah lain, seperti Bogor, Sukabumi, Bandung, Lampung,
karnbing lokal
rl,rrr l'alembang. Di Jawa Timur, Banyuwangi sudah
rrrrrl,ri berkembang menjadi sentra peternakan kambing
I'l , yang dilakukan oleh kelompok ternak Harapan Kita.
l'.r'r lrra sentra baru peternakan kambing PE ini berkembang
lr.rk.rt tingginya keinginan atau minat masyarakat serta
r lr rkrrngdn pemerintah daerah.
b. Kambing Alpin
l,.,rrrrlring alpin, sesuai dengan namanya, berasal dari
I'r'lirrrrungan Alpen di Swiss. Sebagian besar kambing
\j,urll nrenyebar di daratan Eropa merupakan keturunan
l.,rrnlrirr13 alpin dan diberi nama tambahan negara
lr,r r r; r,r I nyl lx,rl<t'rnl rir rrg, m isa I nya l<ambi ng alpi n inggris,
,rlp,rrr it,rli,r, rl,rn,rlpirr pr,urr is.
1 6 *"''ngkatkan f'rodrrksi strsu KarnLri'g Peran'rkan l:tawa Mt-.ningkatl<an Procluksi
1 6
*"''ngkatkan f'rodrrksi strsu KarnLri'g Peran'rkan l:tawa
Mt-.ningkatl<an Procluksi Susur Karnbing Peranakan r,tarva ljl
17
ffi
Kambi ng alpi n prancis mem i I i ki ci ri-ci ri tel i nga beru kuran
sedang dan mengarah ke atas dengan warna bulu
depan, hidung agak cembung, warna bulu merah tua
atau cokelat dengan bercak putih di beberapa bagian
dominan putih, hitam, cokelat, atau gradasi dari warna-
warna tersebut. Berat badan kambing alpin jantan bisa
tubuh (seperti telinga dan bagian atas mata). Berat
badan kambing jantan mencapai B0 kg dan betinanya
mencapai 90 kg, tetapi betinanya hanya mencapai 65 kg.
hanya mencapai 60 kg. Paling menonjol dari kambing
Kambing alpin prancis merupakan kambing perah dengan
toggenburg adalah kehalusan kulit dan bulunya. Produksi
produksi susu lebih dari 600 kg dalam masa laktasi
256 hari. Kambing alpin prancis ini banyak diimpor ke
lusunya mencapai 600 kg dalam 267 hari masa laktasi.
Amerika Serikat.
C. KambingAnglo-Nubian
Kambing anglo-nubian berasal dari wilayah Nubia di
c. Kambing Saanen
Fbelah timur laut Afrika. Sekarang, kambing ini juga
Kambing saanen berasal dari Lembah Saanen, Swiss
bagian barat. Kambing ini merupakan jenis kambing
banyak dipelihara di Mesir, Afrika Selatan, dan Abessinia.
Clrl fisik kambing ini di antaranya telinga menggantung
terbesar di Swiss. Kepekaannya terhadap sinar matahari
den ambing besar dengan warna bulu hitam, merah,
menyebabkan kambing ini sulit berkembang secara baik
€okelat, putih, atau kombinasi warna-warna tersebut.
di wilayah tropis. Beberapa ciri fisik antara lain telinga
tegak dan mengarah ke depan, bulu dominan putih dan
kadang-kadang ditemui bercak hitam di bagian hidung,
telinga, atau ambing.
Berat badan kambing anglo-nubian jantan mencapai 90
*g dan betinanya mencapai 7O kg. Produksi susu dalam
237
hari masa laktasi sekitar 700 kg.
t
Kambing Beetal
Kambing yang tidak bertanduk ini termasuk tipe dwiguna.
Kambing beetal ini banyak dikembangkan di Punjab
Hal ini disebabkan postur tubuh pejantannya re'latif
(lndia), Rawalpindi, dan Lahore (Pakistan). Diduga,
besar, tentu menghasilkan daging yang cukup banyak
kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing
jika dipotong dan betinanya bisa menghasilkan susu
€tawa dan kambing lokal, karena ciri fisiknya sangat
lebih dari TaOkgselama 250 hari masa laktasi. lndonesia
pernah mengekspor kambing jenis ini ke Australia pada
menyerupai kambing etawa. Produksi susunya mencapai
190
kg dalam 180 hari masa laktasi.
tahun 1978. Sementara itu, keturunannya banyak tersebar
diJawa Barat dan Jawa Tengah untuk memperbaiki mutu
genetik kambing lokal.
C. Susu Kambing dan Manfaatnya
d. Kambing Toggenburg
l,
Manfaat dan Khasiat Susu Kambing
Kambing toggenburg berasal dari wil.ayah Toggenburg
Valley, sebuah wilayah di sebelah timur laut Swiss.
Selain dijual dalam bentuk segar, sama halnya dengan
lUtu sapi, susu kambing bisa diolah menjadi berbagai
Kambing ini banyak diimpor ke AS dan lnggris. Ciri fisik
kambing ini di antaranya telinga tegak dan mengarah ke
pioduk lain, misalnya yoghurt, keju, dan mentega.
Eerbagai alternatif lain, misalnya upaya mengalengkan

.} U fiil

&l*nirrp,k;rtl';.rn ])rotlrrluri 5rrsrr K;rtirlritti'l't t,ttt,tl,,rttll,rrr',r

liltilin,"1l,,;llk;ln Flrujill'.t'l 5rrrrl 1'llilrtlltirll'; {rtlrilrlak;lrl {t,lrv;r 1 I fi
liltilin,"1l,,;llk;ln Flrujill'.t'l 5rrrrl 1'llilrtlltirll'; {rtlrilrlak;lrl {t,lrv;r
1
I
fi
susu kambinS/ sebenarnya iuBit llis,t tlil,rl.rrl\,ilr,rll,I rilltur Berdasarkan publikasi Small Ruminant Production
susu kambinS/ sebenarnya iuBit llis,t tlil,rl.rrl\,ilr,rll,I rilltur
Berdasarkan publikasi Small Ruminant Production System
Neetwork for Asia (SRUPNA), sebuah jaringan informasi
produk bisa bertambah lama.
' tentang penelitian dan pengembangan ternak ruminansia
kecil yang memiliki cabang di 13 negara, susu kambing
sangat baik untuk orang yang memiliki kelainan lactose
intolerance, yakni kelainan yang disebabkan oleh
kepekaan alat pencernaan terhadap susu sapi. Secara
fisik, perbedaan antara susu sapi dan susu kambing
terlihat lebih nyata, yaitu warna susu kambing lebih
putih daripada susu sapi karena susu kambing tidak
mengandung karoten.
1-_-,
Komposisi kimia susu kambing secara umum tidak berbeda
SLlSLr KAi!1BlNC.
Bisa langsung
dengan susu sapi atau air susu ibu (ASl). Perbedaannya
dikorrsumsi d;rlam
terletak pada persentase kandungannya saja. Butiran
keaclaan segar
lemak susu kambing berukuran antara 1-10 milimikron
sama dengan susu sapi. Namun, jumlah butiran lemal<
yang berdiameter kecil dan homogen lebih bitttyitl<
Khasiat susu kambing antara lain untuk terapi penyakit
TBC, membantu memulihkan kondisi orang yang baru
terdapat pada susu kambing, sehingga sttstt k,ttnlrinl3
sembuh dari suatu penyakit, dan mampu mengontrol
lcbih mudah diccrna alat penc:cnririrlr nr,ulusi,t, r,t'tl,r lrrl,rl'
rttt'nirrtlrull<.rrr rli;trr. 1l;r<lir rlr,trtl-1 y,lrll nr(,nl,i()n\unr,'rry,r,
l<adar l<olesterol dalam darah. Dokter Ceorge Dermitt
rl,rri ()lrio, Amcril<a Seril<at, memal<ai susu kambing

l(["M,{SAN [-lNl l-]K Ulit-JAL- Sa;rt ini susu karnliing sudah bany,ak dijual clalanr bentul<. kern;rs;rrr ire:l<rr

20 t,"n,,rgkatkan Produlcsi Strsrr Knnrhirrg l)*rnrlrkirrr lrlrrur,r Meningkarkan ProcJuksi Susu Kanrbirrg
20 t,"n,,rgkatkan Produlcsi Strsrr Knnrhirrg l)*rnrlrkirrr lrlrrur,r
Meningkarkan ProcJuksi Susu Kanrbirrg Frerarrakan Fi.*r jtl
21
f,f
untuk anak-anak yang menderita penyakit
Tabel 1. Perbandingan komposisi kimia antara susu sapi, susu kambing,'
eksim (gatal di kulit) dan hasilnya cukup
dan air susu ibu (ASl)
memuaskan.
Komposisi Kimia
Susu Sapi
Susu Kambing
Air Susu lbu
Beberapa
pakar penyakit kulit di New
Zealand juga
menganjurl(an pasiennya
Protein (g)
3,3
3,6
1,O
agar mengonsumsi susu kambing untuk
Lemak (g)
3,3
4,2
4,4
meningkatkan kesehatan kulit, terutama
Karbohidrat (g)
4,7
4,5
6,9
bagian wajah. Kandungan gizi dalam susu
Kalori (kal)
61
69
70
kambing dapat meningkatkan pertumbuhan
Fosfor (g)
93
111
14
bayi dan anak-anak serta membantu menjaga
Kalsium (g)
19
134
32
keseimbangan proses metabolisme, men-
Magnesium (g)
13
14
3
dukung pertumbuhan tulang dan gigi, serta
membantu pembentukan sel-sel darah dan
Besi (g)
0,05
0,05
0,03
Natrium (g)
49
50
17
jaringan tubuh. Susu kambing juga baik
Kalium (g)
152
204
51
diberikan kepada wanita dewasa untuk me-
Vitamin A (lU)
Thiamin (mg)
126
185
241
0,05
o,o14
ngembalikan zat besi setelah haid, kekurangan
o,04
darah (anemia), kehamilan, serta perdarahan
setelah melahirkan (perdarahan postpartum).
Riboflavin (mg)
O,16
o,14
0,04
MENAMBAH CITA RASA. Susu
kambing men jadi lebih enak
dengan menambahkan pencita
rasa atau sari buah segar
Niacin (mg)
Vitamin 86 (mg)
0,08
0,28
0,18
Selain itu, kandungan berbagai mineral dalam
O,O4
0,05
0,01
susu kambing memperlambat osteoporosis
Sumber: USDA, 1976
atau kerapuhan tulang.
Penelitian lain yang dilakukan di lndonesia menunjukkan kandungan
b. Kandungan Susu Kambing
lemak dan protein yang lebih variatif dalam susu kambing (Tabel 2).
Di
lndonesia, susu kambing biasanya
dikonsumsi dalam bentuk susu segar. Di
Tabel 2. Komposisi kimia susu kambing
beberapa negara, susu kambing sudah dijual
dalam berbagai bentuk makanan olahan,
Komposisi Kimia
Susu Kambing
seperti yoghurt dan keju,. Sgmental,a .itu, di
New Zealand sudah dipasarkan susu kambing
dalam kemasan kapsul. Hasil penelitian
Air (g)
83-87,5
Protein (g)
3,3-4,9
United States Department of Agriculture
(USDA) tentang perbandingan komposisi
4-7,3
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
4,6
kimia antara susu sapi, kambing/ dan air susu
ibu (ASl) dapat dilihat dalam Tabel 1,
Kalori (kal)
67
Fosfor (g)
106

t fiil

t\4eningkatkan Produksi Susu Kanrbing Peranakan litawa

Kalsium

Besi (g)

(g)

VitaminA(lU)

(mg)

Niacin

Vitamin 81

Vitamin 82 (mg)

Vitamin 812

(mg)

(mg)

|

|

I

I

|

|

|

129

0,05

tAS

0,3

0,04

O,O+

O,O7

Sumber: Balitnak Bogor, dikutip dari Kompas

Secara rinci, zaI-zat yang terkandung dalam susu kambing

(yang dihitung per 100 gram) dapat dilihat di Tabel 3.

Tabel 3. Kandungan susu kambing (per 100 gram)

Unsur

Komposisi

f umlah

Nutrisi

Air

87B

Energi

68 kkal

Energi

2BB kj

Protein

3,5 I

Total lemak

4,1 8

Karbohidrat

4,4 g

Serat

0

Ampas

0,8I

Mineral

Kalsium (Ca)

133

mg

Besi (Fe)

0,05 mg

Magnesium (Mg)

'13,97 mg

Fosfor (P)

110 mg

Kalium (K)

2O4 mg

Natrium (Na)

49 mg

Seng (Zn)

0,3 mg

Tembaga (Cu)

0,046 mg

Mangan (Mn)

0,018 rng

Selenium (Se)

1

Merring,kall<arr

Procluksi Susu Kanrbing Per;rrrakan *t*"

!j

23

Vitamin

Vitamin C, asam

1,29 mg

ascorbic Thiamin

0,048 mg

Riboflavin

0,138 mg

Niacin

0,277 mg

Asam pantothenic

0,310 mg

Vitamin 86

0,046 mg

Folat

0,6 mcg

Vitamin 812

0,065 mcg

Vitamin A

85

IU

Vitamin A, RE,

56

mcg-RE

Vitamin D

12lU

Vitamin E

0,09 mg-ATE

Lemak

Asam lemak jenuh

2,66 g

Asam lemak tak jenuh, tunggal

1,109 g

Asam lemak

o,149 g

tak jenuh, tak tunggal Kolesterol

11,4 mg

Asam amino

Tryptophan

0,044 g

Threonine

o,163 g

lsoleucine

0,287 g

Leucine

o,314 g

Lysine

0,29 g

Methionine

0,08 g

Cystine

o,046 g

Phenylalanine

0,155 g

Tyrosine

0,179 g

Valine

o,24 g

Arginine

0,119 g

Histidine

0,089 g

Alanine

0,1 1B g

Asam aspartic

0,21 g

Merningkatkan Prodirksi Susu Kambing Petattal<an ,t"*, 25 t *"'"gkatl<an Procjuksi Susu
Merningkatkan
Prodirksi Susu Kambing Petattal<an ,t"*,
25
t *"'"gkatl<an Procjuksi Susu Kanrbing F'eranakan Etawa
fi
24 ffi
Asam glutamic
Clycine
|
|
0,626 g
c. Faktor Genetik
0,05 g
Proline
0,368 g
Faktor genetik adalah faktor yang diturunkan oleh
nenek moyang kepada keturunannya dan memiliki
Serine
|
|
0,181 g
sifat kebakaan. Setiap nenek moyang (induk betina dan
Sumber: www.asiamaya.com,
diolah
pejantan) memiliki sumbangan yang sama terhadap
penampilan produksi keturunannya. Sampai saat ini
belum dapat diungkapkan berapa banyak gen yang
bekerja mengontrol tingkat produksi susu.
D. Faktor yang Membedakan Kuantitas
dan Kodrpo;isi Susu Kambing
Hampir bisa dipastikan, jika seekor kambing memiliki
Adanya beberapa perbedaan komposisi kimia tidak hanya
terdapat pada ketiga jenis susu tersebut, tetapi juga terjadi
pada susu kambing yang dihasilkan oleh kambing yang
berbeda. Hal ini bisa dimengerti karena begitu banyak
faktor pengontrol produksi susu, baik kualitas maupun
produksi susu yang tinggi kemudian dikawinkan dengan
pejantan yang memiliki nenek moyang betina yang juga
tinggi produksinya, kemungkinan besar keturunan yang
berkelamin betina akan memiliki tingkat produksi yang
tinggi pula. Namun, ilmu genetika tidak sesederhana
kuantitasnya.
itu. Selalu ada penyimpangan yang terjadi dan apa yang
diinginkan tidak pasti selamanya terjadi.
a. Variasi Antarjenis Kambing
Di dunia ini, berkembang aneka jenis atau bangsa kambing
d. Musim
dengan karakteristik yang berbeda. Misalnya, kimbing
Hasil penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa
kacang sebagai kambing potong, kambing etawa sebagai
kambing-kambing yang beranak pada musim Sugur
kambing tipe dwiguna, kambing toggenburg sebagai
memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi dibandingkan
penghasil susu yang baik, atau kambing anSora sebagai
dengan
kambing-kambing yang beranak pada musim
penghasil kulit bulu berkualitas tinggi. Di antara jenis
kambing tipe perah pun terdapat variasi dalam jumlah
panas.
Untuk kondisi di lndonesia, belum banyak
penelitian dilakukan, karena perkembangan usaha
produksi susunya.
peternakan kambing perah belum begitu bergairah.
b. Variasi lnterjenis Kambing
e. Umur
Setiap individu dari jenis atau bangsa kambing yang sama
memiliki variasi dalam jumlah sdsu yang dihasilkan. Jenis
Produksi susu kambing umumnya meningkat seiring
atau bangsa yang sama, pada umur dan masa laktasi
dengan bertambahnya umur. Produktivitas mencapai
puncaknya ketika kambing berumur 5-7 tahun, yakni
yang berbeda akan memiliki jumlah produksi susu yang
pada masa laktasi ke-3 atau ke-5. Selanjutnya, produksi
berbeda.
susu menurun. Untuk kambing-kambing perah yang
hidup di daerah subtropis, tingkat produksi susu akan
mencapai puncak setahun lebih dahulu, dan dapat terus

26 frf,l tt"n'"glcatk;rn Prorlrrksi Strsu l(arr-rbir.rg Peranak:rn Itaui;r

dipertahankan tanpa ada perubahan yang mencolok

selama 2 arau 3 kali masa laktasi.

f. Lama Masa Laktasi

Dalam satu jenis atau bangsa kambing, perbedaan lama masa laktasi akan menyebabkan perbedaan jumlah total

produksi susu selama masa laktasi tersebut. Semakin lama masa laktasi, akan semakin banyaktotal produksisusu yang

dihasilkan. Korelasi ini tidak berarti akan semakin tinggi

keuntungan yang akan diraih peternak, karena belum tentu produksi hariannya mampu menutupi biaya produksi.

g. Faktor Perawatan dan Perlakuan

Kambing perah, seperti juga hewan ternak yang lain,

membutuhkan suasana kandang yang nyaman untuk dapat

berproduksi secara optimal. Kandang yang sejuk, tidak

gaduh, dan perlakuan yang tidak kasar merupakan syarat

agar produksi susu kambing optimal. Sebagai contoh,

dalam kandang yang gaduh, kambing yang sedang laktasi

akan mudah terkejut, dan saat terkejut itu tubuhnya mengeluarkan hormon adrenalin yang mengakibatkan

terhambat atau terhentinya sekresi hormon oxytocintyanB berfungsi dalam produksi susu di kelenjar ambing.

h. Pengaruh Masa Birahi dan Kebuntingan

Kambing-kambing yang dikawinkan kembali setelah tiga bulan beranak, tingkat produksi susunya akan lebih cepat-

menurun dibandingkan dengan kambing-kambing yang

sedang laktasi, tetapi tidak bunting. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya kuantitas dan kualitas

pakan yang dikonsumsi, serta tingginya kebutuhan

kambing akan zat-zat makanan untuk mendukung proses

fisiologis di dalam tubuhnya, misalnya untul< hidup

pokok, produksi susu, serta pertumbuhan janin,

Meningkalk;rrt F'rodul<si Susir Kat'rtbir.rg [:'eranak;ln tttnrr,o fi

27

Pada saat musim birahi (estrus), kambing perah yang sedang laktasi akan mengalami penurunan produksi susu

sebagai reaksi dari berbagai proses hormonal di dalam

tubuhnya, tetapi setelah masa birahi terlewati, produksi

susunya akan normal kembali.

i. Frekuensi Pemerahan

Berdasarkan beberapa hasil penelitian di luar negeri,

kambing perah yang diperah dua kali sehari, total produksi

susunya lebih tinggi daripada kambing perah yang

diperah sekali sehari. Meskipun demikian, tidak selalu

total produksi yang lebih tinggi tersebut memberikan

keuntungan yang lebih tinggi kepada peternak, karena untuk melakukan pemerahan dibutuhkan biaya, misalnya

untuk menggaji pemerah. Jadi, meskipun tingkat produksi susu meningkat dengan menambah frekuensi pemerahan,

perhitungan ekonomi harus dilakukan secara matang.

i. f umlah Anak dalam Sekali Melahirkan

Produksi susu kambing perah yang beranak dua ekor dalam satu kali melahirkan, biasanya 20-30% lebih

tinggi daripada kambing perah yang hanya beranak

satu ekor. Penyebabnya adalah rangsangan menyusui

dari cempe (anak kambing) yang dilahirkan. Dengan

demikian, tingkah laku cempe ketika menyusu bisa

dilakukan oleh pemerah, sehingga produksi susunya

meningkat, misalnya dengan mengusap-usap bagian atas ambing sambil memijatnya.

k. Pergantian Pemerah

Kambing perah termasuk hewan yang tidak terlalu mudah

beradaptasi pada kondisi lingkungan yang berubah secara

drastis. Pergantian pemerah akan menyebabkan kambing

perah mengalami stres, sehingga produksi susunya

28

f,f

Produksi Susu Kamhring Peranakan Etawa

".n,r,gkatkan

l. Lama Masa Kering

Untuk mendorong produksi cempe dan mencapai target

tiga kali beranak setiap dua tahun, biasanya kambing

perah dikawinkan kembali setelah beranak tiga bulan,

atau saat pertama kali birahinya muncul. Dalam kondisi demikian, kambing perah membutuhkan waktu untuk

menjalani masa kering selama dua bulan.

Dengan kondisi pakan yang jumlahnya cukup dan

berkualitas baik, organ-organ yang berfungsi untuk

memproduksi susu akan memiliki kesempatan yang

cukup untuk pulih kembali. Namun, jika kondisi pakan yang diberikan kurang baik, masa pemulihan akan lebih

lama. Jika kambing perah kembali beranak pada saat

kondisi organ-organ tubuh yang berfungsi memproduksi

susu belum pulih, bisa dipastikan produksi susunya akan

menurun.

m. Faktor Hormonal

Salah satu hormon yang berperan dalam produksi

susu adalah laktogen. Penyuntikan hormon ini

terhadap kambing yang sedang laktasi menyebabkan

produksi susunya sedikit meningkat. Demikian juga

pengaruh penyuntikan hormon tyroxine. Hormon yang

menghambat produksi susu adalah adrenalin. Adrenalin bisa menghambat hormon oxytocine, yang berpengaruh terhadap proses keluarnya susu saat pemerahan.

n. Faktor Pakan

Produksi susu kambing perah akan mencapai optimaljika

jumlah pakan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan

kambing dan kuaf itasnya baik. Komposisi hijauan

dan konsentrat pun harus seimbang, karena keduanya

memiliki fungsi yang berbeda. Hijauan adalah precurcor

onsentrat m!ruJPekan

Meningkarkap Produksi Susu Kanrbing Peranakan t"*.

!j

29

sumber protein, yang juga dibutuhkan sebagai komponen penyusun susu.

o. Pengaruh Penyakit

Produksi susu dari kambing perah yang sedang laktasi akan menurun jika terserang penyakit. Bahkan, produksi susu bisa langsung terhenti. Di samping itu, efek dari obat

yang diberikan kepada kambing perah akan berpengaruh terhadap kualitas susu. Biasanya, kambing-kambing yang

sedang sakit dan diberi obat antibiotika, susunya tidak

boleh dikonsumsi.

h,Xerrirrillr.rll,r,lr tl,trttrltil,:stsrrltl l{allthln5,,[)r:.t';tt-r;I[:;;tttHtrrn,,, !!| 3"{ 1 Melindungi
h,Xerrirrillr.rll,r,lr tl,trttrltil,:stsrrltl l{allthln5,,[)r:.t';tt-r;I[:;;tttHtrrn,,, !!|
3"{
1 Melindungi kambing dari hewan-hewan pemangsa
maupun hewan pengganggu.
2. Sebagai tindakan preventif agar kambing tidak me-
rusak tanaman dan fasilitas lain di lokasi peternakan,
serta menghindari terkonsumsinya pakan yang
ri
berbahaya bagi kehidupan kambing.
3.
Tempat berteduh dari panas matahari dan hujan,
serta sebagai tempat untuk beristirahat pada siang
I
ri
hari dan tidur pada malam hari.
J
I
4.
Mempermudah peternak melakukan kontrol atau
pengawasan terhadap kesehatan kambing.
5. Tempat makan, minum, dan melakukan aktivitas
lain bagi kambing.
6. Kotoran kambing lebih mudah dikumpulkan untuk
diolah lebih lanjut menjadi kompos.
7. Kambing-kambing tidak mudah hilang atau terpisah
dari kawanannya.
B. Membatasi gerak kambing yang banyak menyita
FLJt.l*C5[
KANI]AI\*C.
Sistem
energi, seperti aktivitas berlari. Dengan pembatasan
gerak ini, diharapkan seluruh energi yang dihasilkan
dari pakan yang dikonsumsi diubah menjadi susu.
Melinrlirrrgi
karnhing dari
trerbagai
9. Memberikan kondisi iklim mikro yang sesuai dengan
Perkandangan
gangguan i:ltrn
kebutuhan kambing, sehingga mampu mencapai
t€rnpat karnhing
melakukan
tingkat produksi yang optimal.
berbagai ;rlctiviias
A. Fungsi Kandang
Di habitat aslinya, kambing hidup di alam secara bebas.
Aktivitas makan, minum, dan beristirahat dilakukan tanpa
kontrol manusia. Dalam usaha peternakan kambing
perah, terlebih lagi jika dalam jumlah besar, kambing
memerlukan perhatian yang cukup serius, sehingga perlu
ditempatkan di dalam kandang. Dalam hal ini, kandang
memiliki fungsi sebagai berikut.
ir't*,, 3 3 32 ['rorlulq.ti 5ir"rstr l(;unhirig i:'er;rn;ll.r.nt hif,:rr,v,r
ir't*,,
3 3
32
['rorlulq.ti 5ir"rstr l(;unhirig i:'er;rn;ll.r.nt hif,:rr,v,r
i,"4t:'nirLi::,1:.;l.l';tn
I''irttl,t.t'l:::t !)rtt;,,.i 11,;rtr*tit'r1t,[tt.tr,i,i1,tl':;:Lt"r
!fi
ffi
'on*,n',0g,[i;rrl,:.an
B. Kriteria Kandang
Agar dapat berfungsi maksimal, kandang harus dibangun
dengan memerhatikan beberapa kriteria sebagai berikut'
a. Konstruksi Kandang
Ada dua macam konstruksi kandang yang dikenal
.,/
oleh peternak, yakni kandang panggunB dan kandang
; !
".
lemprakan. Kandang panggung lebih disul<ai oleh
peternak walaupun biaya pembuatannya sedikit lebih
mahal. Jika kandang berupa panggun8, lantai disarankan
dibuat dari papan atau potongan bambu dan diusahakan
agar Iubang antarpapan atau potongan bambu tidak lebih
besar daripada kaki kambing. Hal ini bertujuan untuk
menghindari kaki kambing terperosok yang bisa berakibat
fatal bagi kelangsungan hidup kambing. Fungsi lubang
tersebut adalah untuk tempat mengeluarkan kotoran,
I ANT,{l KA hl t)Al".l il PAN CC U i\l C B iasanva rnen gpqu nak;r rr p;1F}an
sehingga kandang tetap dalam keadaan bersih.
),arrg disusun agirk raprat sehingga kaki kanrhirrg tidak [erperosok
Jika kandang berbentuk lemprakan, Iantai sebaiknya
dibuat dari semen dan tidak licin. Hal ini dimaksudkan
agar lantai kandang mudah dibersihkan. Pekerjaan
membersihkan kandang merupakan pekerjaan rutin yang
harus dilakukan untuk kandang berbentuk lemprakan.
Selain itu, sebaiknya lantai dibuat sedikit miring ke satu
arah, untuk mencegah adanya Senangan air setelah
kandang dibersihkan.
Kandang harus kuat, meskipun menggunakan bahan yang
tidak seluruhnya baru. Tiang-tiang kandang harus dapat
menyangga keseluruhan bangunan kandang, sehingga
kandang dapat berfungsi baik dan tahan lama. Atap
disarankan terbuat dari bahan-bahan yang ringan.
,41'\n) ilfri:',l1ll!("" [,4flnlilil(i ti;ry.r ',t'r,r1'L [];ixl;rs \/tr]f rt-l hUr il
,41'\n) ilfri:',l1ll!("" [,4flnlilil(i
ti;ry.r ',t'r,r1'L [];ixl;rs \/tr]f rt-l hUr il serIrirl1ip1;r
rrur.nl< r.lIgtrrt;ll<lrr cIi 11;lrtraII p;rrr;.tr;
Untuk kandang yang berlokasi di daerah panas, bahan
atap disarankan terbuat dari bahan yang daya serap
panasnya kecil. Sementara itu, untuk lokasi yang bersuhu
dingin, atap disarankan terbuat dari bahan yang daya
serap panasnya tinggi. Penggunaan bahan seng sebaiknya
dihindari untuk kandang kambing yang sedang laktasi.
Hal ini untuk menghindariterjadinya penurunan produksi
akibat terkejut atau suara gaduh yang ditimbulkan oleh
seng karena terpaan angin dan air hujan.
D inding kandang sebaiknya dibangu n agak rapat di bagian
1-2 meter di atas lantai, tetapi tidak perlu terlalu rapat
di bagian 2 meter di atas lantai. Hal ini dilakukan untul<
menjaga sirkulasi udara, yakni menjaga agar angirr y'rrrg
bertiup kencang tidak langsunB menerpa lttlrrrlr l<,rttrlrirrli
dan memberi l<esempatan sinar nl;ttitll,tt'i ttttlttl' ttt't"ttl'
\,'lerringlt;ltltarr 1'rtttiul<Ei 5rlttr {',ailririilll, i'elan,rl<an [{u*,, ttl 35 secara
\,'lerringlt;ltltarr 1'rtttiul<Ei 5rlttr {',ailririilll, i'elan,rl<an [{u*,, ttl
35
secara langsung ke dalam kandang. Seperti diketahui,
sinar matahari dapat menBurangi mikroba penyebab
penyakit, membantu sintesis vitamin D, dan membantu
mempercepat proses penBerinBan kandang'
Kandang sebaiknya dilengkapi dengan beberapa pintu
yang berfungsi sebagai sarana keluar masuk kambing dan
petugas kandang. Pintu sebaiknya dibuat tidak terlalu
lebar, misalnya tinggi 200 cm dan lebar 75 cm'
BACIAN DINDINC K,ANDANC. Di bagiarr bawah diricling kandang sebaiknya
dibuat lubarrg untuk kelr-rur rrrasul< kepala kambing ketika mengambil pakan
Jika tempat pakan diletakkan di Iuar kandang, di beberapa
dinding kandang sebaiknya diberi beberapa lubang
berukuran 20x20 cm (cukup untuk keluar masuk kepala
<lan lehcr l<ambing) untuk tempat kambing mengambil
p,rl<irn.
i('l 'u" irrrrlil 'rrl rttI'trtrittl"'i 'rt"iil'rrirl lrr
i('l
'u" irrrrlil 'rrl rttI'trtrittl"'i 'rt"iil'rrirl lrr l'r'r"tit'rl rtr11r'r t
l',rl'trrrr1il,,rll,,r, l'r.rl'1,,',i (1lr,,r l\,rrl)rll,, l'r'r ,rrr,rl,,rrrIL*'r,,r
\7
f,f
tl
b. Desain Kandang
Pada umumnya kandang kambing didesain sebagai
hitungl<an potensi pengembangan, sehingga perlu dibuat
kandang yang lebih luas.
kandang koloni, misalnya untuk mengumpulkan cempe
sampai periode Iepas sapih. Dalam pemeliharaan kambing
perah, perlu ada kandang-kandang individual, yakni untuk
Pembuatan kandang memang membutuhkan biaya ekstra,
tetapi manfaatnya akan lebih terasa pada masa yang akan
kandang induk bunting, laktasi, atau pejantan. Kandang
individual berguna untuk menghindari terjadinya hal-
hal yang tidal< diinginkan, misalnya keguguran akibat
datang. Jika dipandang terlalu luas untuk jumlah kambing
yang ada, kandang bisa diberi sekat-sekat pemisah,
sehingga ruang gerak kambing menjadi terbatas. Perlu
kambing yang sedang bunting diserang oleh pejantan.
juga dipertimbangkan agar kandang dibuat tidak di lokasi
yang tergenang air, meskipun kandang didesain berupa
kandang panggung.
c. PerlengkapanKandang
Kandang harus dilengkapi dengan berbagai perlengkapan
TEMPAT PAKAN.
Bi.rsariya Lrerupa
kotak di bagian
yang diperlukan, dengan tujuan untuk memudahkan
luar yang langsr-rng
berbagai pekerjaan yang akan dilakukan. Perlengkapan
rnerrerripel
kandang yang dimaksud sebagai berikut.
ilengan konstrr-rl<si
l<.rndarrg
1. Tempat Pakan
Di peternakan rakyat, biasanya
pakan hijauan diberikan dengan cara
diikat dan digantungkan di suatu
tempat yang lebih tinggi daripada
lantai kandang, dan kambing-
kambing dibiarkan makan sesuka
hatinya. Jika jumlah kambing cukup
banyak, ikatan pakan bisa diletakkan
di beberapa tempat. Untuk efisiensi
KANtIAN{, KOI-f:ll\}" Llerfr.ingsi rrriluk nrr:ngunrprrlkan {-enrf)a s;irnlr;li
pr,rriorlc lepras sa 6ri l.r
pakan, cara ini sebaiknya tidak
Luas kandang sebaiknya disesuaikan dengan jumlah
kambing yang akan dipelihara. Standar luas untuk seel<or
kambing adalah 1 ,5 m2, sehingga untuk pemelihrraalr l0
dilakukan karena memungkinkan
pakan hijauan banyak yang tercecer
dan tidak termakan atau terinjak-
injak dan bercampur dengan kotoran
kambing.
ekor kambing sampai lepas sapih dibLrtrrhl<,rrr l<,rrrrl,rnr3
seluas 15 m2. Pembuatan l<antllng scl l,ril'n)/,r nr('nrl)( 'l

J

CJ

||ff

'tt,tt,,,tllrrllKlllr

l ltrlllll{sl

Jtlt(l

l\rllllIJllll4

l-t lrlll{ll\illl

l-lrlw l

3. Sumber Air Tempat pakan sebaiknya didesain khusus berupa sebuah Peternakan kambing perah membutuhkan air
3. Sumber Air
Tempat pakan sebaiknya didesain khusus berupa sebuah
Peternakan kambing perah membutuhkan air dalam
kotak atau bak dan diberi ruang bagi kepala kambing
jumlah banyak yang digunakan untuk keperluan
untuk masuk dan mengambil pakan. Jika jumlah kambing
penyediaan air minum dan membersihkan kandang.
yang digemukkan cukup banyak, perlu dibuat tempat
pakan yang lebih dari satu dan ditempatkan di lokasi
yang agak berjauhan, untuk memberi kesempatan bagi
Karena itu, sumber air sebaiknya tidak terlalu jauh dari
kandang. Jika sumber air utama berasal dari sungai,
sebaiknya kandang dibuat di dekat sungai, dan didesain
semua kambing untuk makan.
agar sungai melintas di sisi kandang. Sebaiknya air sungai
hanya digunakan untuk membersihkan kandang dan
2. Tempat Minum
memandikan kambing. Sementara, air minum diusahakan
Secara alami, kambing dapat dikatakan takut air. Biasanya
berasal dari sumber yang lebih bersih, misalnya dari mata
air hanya digunakan untuk minum. Kebutuhan air minum
bagi kambing/ sama halnya dengan makhluk hidup lain,
yakni sangat vital, sehingga ketersediaan air minum
harus selalu terjamin sepanjang hari. Tempat air minum
air atau sumur pompa. Untuk penyediaan air bersih,
sebaiknya diletakkan beberapa keran air di sisi kandang.
4. Milking Stand
biasanya berupa_bakt yang juga diletakkan di tempat
Untuk membantu proses pemerahan, sebaiknya
yang lebih tinggi daripada lantai dan didesain agar tidak
disediakan sebuah alat yang disebut milking stand. Alat
mudah terinjak-injak kambing. Lebih baik lagi jika tempat
air diletakkan di luar kandang, tetapi kambing tetap dapat
menjangkaunya secara leluasa.
ini bisa dibuat dari kayu atau besi. Tujuan penggunaan
alat ini untuk menjaga kebersihan susu hasil perahan.
Selain milking stand, dibutuhkan juga beberapa buah
milk can (tempat susu) yang pada umumnya terbuat
dari aluminium. Bahan ini mudah dibersihkan dan tidak
berkarat, sehingga kualitas susu tetap terjaga. Sebelum
dilakukan pemerahan, ambing dibersihkan dengan lap
yang dibasahi dengan air hangat.
5. Peralatan Lain
Untuk menunjang kelancaran usaha, kandang harus
dilengkapi dengan berbagai peralatan lain, seperti selang
air, sabit, golok, cangkul, sapu lidi, palu, pisau pemotong
kuku, dan sikat.
TEMPAT MINUM. Bisa menggunakan wadah yang lrlrbunt dari plastik

rv Fnilrl{Kflil(&n rroQut{ir ;irHilLr Ndmorltl4 rsrfln0rxnn nrtlw{i

Ttl

+ I

C. Kegiatan di Sekitar Kandang Kuku yang panjang juga mudah patah yang bisa Seperti telah
C. Kegiatan di Sekitar Kandang
Kuku yang panjang juga mudah patah yang bisa
Seperti telah dikemukakan, salah satu fungsi kandang
menimbulkan luka dan infeksi. Dengan demikian, kuku
adalah untuk memudahkan pengawasan terhadap kondisi
kesehatan kambing. Beberapa kegiatan yang perlu
dilakukan untuk mengawasi dan menjaga kesehatan
kambing harus dipotong secara rutin, setidaknya setiap
dua bulan sekali, sekaligus kotoran yang ada di sela-sela
kukunya dibersihkan.
kambing sebagai berikut.
c. Mencukur Bulu
a. Memandikan Kambing
Di habitat qslinya, kambing kurang menyukai air dan
Kambing yang dipelihara di kandang lemprakan biasanya
akan memiliki bulu yang kotor dan menggumpal, sehingga
tidak pernah membersihkan badannya sendiri, sehingga
sulit dibersihkan. Hal ini merupakan sumber penyakit.
kondisi tubuhnya selalu kotor. Badan yang kotor
memungkinkan tumbuh dan berkembangnya berbagai
parasit dan mikroba bibit penyakit.
Karena itu, untuk menjaga kesehatannya, sebaiknya bulu
kambing dicukur secara berkala. Mencukur bulu kambing
bisa menggunakan gunting atau alat pencukur bulu.
Dalam usaha peternakan kambing perah, sebaiknya
d. Mencegah Pertumbuhan Tanduk
kambing selalu dimandikan, setidaknya setiap dua minggu
Pada beberapa jenis atau bangsa kambing, cempe jantan
sekali. Jika lantai kandang masih berupa tanah, kegiatan
memandikan kambing harus dilakukan lebih
sering,
atau betina lahir dalam keadaan belum tumbuh tanduk.
Pertumbuhan tanduk ini sebaiknya dicegah. Caranya
karena lantai kandang
hampir 'selalu dalam keadaan
dengan memanasi tempat tumbuh tanduk menggunakan
kotor. Kambing sebaiknya dimandikan pada pagi hari
saat cuaca cerah, sehingga tubuh kambing lebih cepat
alat yang disebut disbudding iron.
kering. Secara tidak langsung, kebersihan tubuh kambing
Untuk memudahkan penanganan, kambing dimasukkan
bisa meningkatkan produksi susu.
ke sebuah kotak yang ukurannya sesuai dan bagian
kepalanya berada di luar kotak. Bagian kepala dipanasi
b. Memotong Kuku
menggunakan disbudding iron selama 5-10 detik.
Pertumbuhan kuku kambing yang dipelihara di dalam
Pemakaian bahan kimia seperti caustic soda atau
kandang relatif lebih cepat dibandingkan dengan kambing
yang dipelihara di padang penggembalaan. Hal ini terjadi
sodium hidroksida juga bisa diterapkan untuk mencegah
pertumbuhan tanduk, tetapi cara ini tidak sepenuhnya
ruang gerak kambing di dalam kandang sangat terbatas.
aman.
Kuku yang panjang bisa berakibat buruk bagi kambing,
e. Memotong Tanduk
misalnya memungkinkan kambing terserang penyakit
Jika tanduk sudah tumbuh sejak kambing dilahirkan,
kuku busuk (foot root) yang berkembang di sela-sela kuku.
sebaiknya sejak kecil sudah dilakukan pemotongan
Selain itu, kuku yang panjang menyebabkan kambing
tanduk. Pemotongan tanduk sebaiknya dilakukan saat
sulit berjalan dan kdmbing jantan sulit untuk mengawini
kambing betina.
cempe berumur satu bulan. Tujuannya untuk mencegah
Muningkatkarr ltroi{ul<si Susu Kanrhirrg Peranakun *u*r ljj 43 f,f,l,*,n,,,gknrknn l'rtduksi lirrsu
Muningkatkarr ltroi{ul<si Susu Kanrhirrg Peranakun *u*r ljj
43
f,f,l,*,n,,,gknrknn l'rtduksi lirrsu K,:rrrrl:irr1g l)*rrnnkun,u****'*
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Tanduk kambing
karat. Tempat pakan sebaiknya dibersihkan setiap hari.
betina harus dipotong untuk memudahkan proses
pemerahan dan agar pemerah tidak ditanduk kambing.
Demikian pula tempat minum, harus dicuci bersih setiap
hari, sebelum digunakan kembali.
Sementara itu;. tanduk pejantan juga harus dipotong,
karena tanduk bagi kambing jantan adalah senjata untuk
Selain peralatan, kandang kambing juga sebaiknya
menyerang sesuatu yang tidak disukai.
dibersihkan setiap hari. Jika ketersediaan air cukup
melimpah, ada baiknya kandang dibersihkan meng-
Menghilangkan Kelenjar Bau
gunakan air. Jika ketersediaan air terbatas, kandang cukup
Proses menghilangkan kelenjar bau yang disebut
dibersihkan dengan mengangkat kotoran yang ada di
deodorizer ini bertujuan untuk mematikan kelenjar bau
lantai kandang. Dalam kondisi ini, pembersihan kandang
yang mengeluarkan bau prengus, yang bisa mencemari
susu atau daging. Kelenjar ini terdapat di daerah sekitar
tanduk. Menghilangkan kelenjar bau ini biasanya dilaku-
dengan air bisa dilakukan setiap satu bulan sekali.
Setidaknya setiap 6 bulan sekali kandang dikosongkan dan
kan sekaligus dengan proses mencegah pertumbuhan
disemprot dengan disinfektan dengan tujuan membunuh
mikroba penyebab penyakit.
tanduk. Caranya, dengan melakukan pemanasan di
daerah sekitar tanduk selama 5-10 detik.
g. Kastrasi
Selain kebersihan kandang, lingkungan sekitar kandang
juga perlu dibersihkan. Semak-semak yang tumbuh liar,
jika tidak dibersihkan, akan menjadi tempat yang nyaman
Untuk menghindari terjadinya perkawinan yang tidak
diinginkan, cempe jantan dan betina harus ditempatkan
di kandang terpisah. Kambing jantan yang tidak akan
bagi bibit penyakit maupun hewan pemangsa seperti
ular.
digunakan sebagai pejantan sebaiknya dikastrasi dengan
cara memotong testis sejak kecil. Selain itu, bisa juga
men$gunakan semacam karet penjepit yang ditempatkan
di bagian atas scrotum (kantong testis).
h.
Memberi Tanda
Di beberapa peternakan yang sudah maju, setiap kambing
memiliki tanda yang khas. Misalnya, diberi nomor telinga
dengan cara mentatonya atau memakaikan nomor tag.
i.
Membersihkan Peralatan dan Kandang
Setelah selesai digunakan, peralatan kandang, terutama
yang terbuat dari logam, sebaiknya dibersihkan
dengan
air bersih, kemudian dikeringkan untuk mencegah
,45 [,4cninpik;rti,;,1-r l]tr:tji-rl.;sl iittlrt l(airrllirtg []".'t;trtftl(,-tr1 f.f.,u,r,.r !fi yang cukup
,45
[,4cninpik;rti,;,1-r l]tr:tji-rl.;sl iittlrt l(airrllirtg []".'t;trtftl(,-tr1 f.f.,u,r,.r !fi
yang cukup lama hingga kambing beranak. Kebiasaan
peternak, kambing dikawinkan ketika berumur sekitar
16-18 bulan. Dengan masa kebuntingan 150 hari
(sekitar 5 bulan), kambing akan mulai berproduksi pada
umur 21-23 bulan. Jika diperhitungkan, pemeliharaan
sejak bakalan sampai masa produksi membutuhkan
waktu sekitar 1B bulan, suatu waktu yang sangat lama.
Belum lagi jika hasil produksinya tidak memenuhi
perkiraan. Secara teoritis, sebenarnya kambing bisa
dikawinkan setelah mengalami siklus birahi (estrus).
Biasanya terjadi saat berumur B-1 2 bulan, tergantung
dari status pemberian pakan dan beberapa faktor lainnya.
Jika kambing dikawinkan saat berumur B-12 bulan,
rentang waktu yang cukup lama dalam menunggu masa
produksi bisa dipercepat.
Memilih
Kambing Perah
A. Memulai Usaha Peternakan
Ada beberapa cara untuk memulai usaha peternakan
kambing perah. Berikut ini cara-cara yang dimaksud.
a. Memelihara Bakalan
Pemeliharaan bakalan biasanya dilakukan sejak kambing
betina lepas sapih atau umurnya mencapai 4-5 br-rlan.
Pemeliharaan sejak lepas sapih ini membutuhkan witl<ltt
*""'^gk.rlkan Prodirksi Sr-rsu Karnbing Peranakan [tawa Meningkalkan Produksi Susr-r Kambing
*""'^gk.rlkan Prodirksi Sr-rsu Karnbing Peranakan [tawa
Meningkalkan Produksi Susr-r Kambing ['er;]n:lkatr Eo-*" !f
47
46 frf
b.
Memelihara Kambing
d. Menciptakan Trah Kambing Perah Melalui
Kambing disebut dalam
Dara
periode dara jika sudah
mengalami siklus birahi (estrus). Sebenarnya saat
Program Seleksi dan Penerapan Sistem
Perkawinan
itu kambing sudah bisa dikawinkan, tetapi kondisi
Menciptakan trah kambing perah melalui program seleksi
tubuhnya belum sepenuhnya mampu menunjang proses
pertumbuhan janin di dalam kandungannya. Demikian
dan penerapan sistem perkawinan tergolong cara yang
paling baik, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama
juga proses pertumbuhan ambing untuk produksi susu.
Karena itu, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan (2 atau
dan biaya yang sangat besar. Namun, jika peternak sudah
3 periode estrus). Setelah mengalami 2 atau 3 kali estrus,
kambing bisa dikawinkan. Jika tidak terjadi kebuntingan,
perkawinan bisa diulangi pada periode estrus berikutnya.
Jika terjadi kebuntingan, kambing akan beranak setelah 5
berhasil menciptakan suatu trah kambing perah dengan
tingkat produksi yang tinggi, penghasilan akan semakin
tinggi.
bulan (sekitar'l 50 hari).
Sistem perkawinan yang dilakukan adalah perkawinan
inbreeding (silang dalam). Sistem ini sangat dihindari
oleh para peternak karena memunculkan dampak negatif
c. Memelihara Kambing yang Sedang Laktasi
terhadap hewan ternak akibat berkumpulnya gen-gen
Ada ka I anya beberapa peternakyangsedang membutu h kan
uang menjual kambing yang sedang dalam masa laktasi.
yang resesif dan berpengaruh buruk terhadap penampilan
ternak. Namun, dampak tersebut merupakan konsekuensi
Tidak semua kambing yang sedang dalam masa laktasi
yang harus dijalani untuk memperoleh bibit kambing
bisa dibeli. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi
jika peternak berminat untuk membeli kambing yang
bermutu tinggi, karena sebesar kemungkinan munculnya
kambing-kambing yang rendah produksinya, sebesar itu
sedang laktasi, antara lain ambingnya terlihat besar dan
pula kemungkinan munculnya bibit kambing bermutu
bentuknya simetris. lndikator lain yang sangat menentukan
tinggi.
tinggi rendahnya produksi susu kambing adalah kondisi
cempe yang ikut dibawa.
Jika ingin menciptakan trah seperti dimaksud, yang
)ika cempe cukup gemuk, berarti produksi susu induk
pertama kali harus dilakukan peternak adalah mencari
induk yang memiliki produksi tinggi dan pejantan yang
cukup tinggi dan induk tersebut bisa dibeli. Namun, jika
memiliki induk dengan tingkat produksi tinggi pula.
cempe kurus, berarti produksi susu induk kurang, dan
Lebih baik lagijika keduanya (induk betina dan pejantan)
sebaiknya induk tersebut tidak dibeli. Satu indikator lain
berasal dari induk dan pejantan yang sama (kelahiran
yang tidak berkaitan langsung dengan produksi susu,
kembar). Jika sudah cukup umur, induk dan pejantan
tetapi berpotensi meningkatkan pendapatan adalah
tersebut dikawinkan.
jumlah anak, sebaiknya induk tersebut beranak minimum
kembar dua.
Dengan manajemen yang baik, kambing bisa beranak
tiga kali dalam 2 tahun. Jika induk bisa menghasilkan dua
ekor cempe dalam sekali beranak, dalam 2 tahun bisa
48 [f Meninglcatkan Procluksi Susu Karnbing Peranakan ftawa fi 49 t*n','tgkatkan Produksisusu Kamhing
48
[f
Meninglcatkan Procluksi Susu Karnbing Peranakan ftawa fi
49
t*n','tgkatkan Produksisusu Kamhing Pc'ranakan Ftarva
dihasilkan 6 ekor cempe. Cempe-cempe jantan bisa dijual
Kondisi Gigi Seri
Perkiraan
Umur
sebagai kambing potong setela,h pemeliharaan 4-5 bulan.
Cigi seri susu sudah tumbuh semua
Sementara itu, cempe betina terus dipelihara sampai
2 gigi seri susu sudah berganti gigi tetap
Kurang dari 1 tahun
1-2 tahun
dewasa kelamin dan jika sudah cukup umur dikawinkan
4
dengan pejantan nenek moyangnya. Jika pejantan nenek
gigi seri susu sudah berganti gigi tetap
6 gigi seri susu sudah berganti gigi tetap
B gigi seri susu sudah berganti gigi tetap
2-3 tahun
3-4 tahun
4-5 tahun
moyangnya sgdah mati atau sudah tidak terlalu kuat, bisa
digantikan dengan pejantan lain yang masih sedarah.
Cigi seri tetap sudah mulai mengalami
keausan atau mulai tanggal
Lebih dari 5 tahun
Dari perkawinan-perkawinan' ini akan selalu dihasilkan
individu-i ndividu baru yang variasinya sangat lebar. Namun,
semakin lama variasi tersebut akan semakin mengecil dan
mendekati seragam. Kambing yang tingkat produksinya
U ntuk bakalan, sebaiknya dipilih kambing-kambing yang berumur
di bawah satu tahun. Sementara untuk induk atau pejantan dipilih
yang umurnya tidak terlalu tua, misalnya di bawah tiga tahun.
tinggi terus dipertahankan sebagai induk. Sementara
kambing yang tingkat produksinya rendah bisa disingkirkan
b. Membedakan fenis Kelamin
dari populasi atau terus dipertahankan jika secara ekonomis
produksi susunya masih menguntungkan. Keturunan yang
dihasilkan tidak dipertahankan, tetapi dijual.
Sangat mudah membedakan jenis kelamin kambing, meskipun
kambing baru lahir. Kambing jantan terlihat memiliki kantong
scrotum (kantong testis), sedangkan betina terlihat sudah memiliki
ambing, walaupun belum besar.
B. Memilih Kambing Bakalan, lnduk, atau
c. Melihat Bentuk Badan
Pejantan
Kambing perah yang ideal adalah berbentuk trapesium jika
Beberapa kriteria pem.ilihan kambing yang memiliki potensi
besar dalam memproduksi susu sebagai berikut.
dilihat dari sampinB, dan berbentuk segitiga dengan ujung lancip
di bagian kepala jika dilihat dari atas. Di lndonesia, kriteria ini
akarr sangat sulit diperoleh, tetapi bukan tidak mungkin diperqleh
a. Menentukan Umur Kambing
dengan cara seleksi dan penerapan sistem perkawinan.
Cara yang paling akurat untuk menentukan umur seekor
kambing adalah dengan melihat kartu catatan produksi atau
d. Melihat Bentuk Ambing
registrasi kambing yang bersangkutan. Di luar negeri, cara
ini sudah biasa dilakukan. Namun di lndonesia, kambing
tidak memiliki catatan sama sekali. Cara lain menentukan
Ambing yang besar dan simetris menandakan tingkat produksi
yang tinggi saat kambing sedang laktasi. Memilih kambing perah
yang berkualitas sebaiknya dilakukan pada periode laktasi.
umur kambing adalah dengan melihat kondisi giginya'
Kambing yang memiliki ambing yang tidak simetris, bentuknya
Cara ini tidak bisa menentukan umur kambing secara pasti/
kecil, atau mati sebelah, sebaiknya dihindari atau tidak dipilih,
karena hanya berdasarkan perkiraan.
karena tingkat produksinya rendah.
5l f"leninel(;ttl(ari []rcliuksi 5r-rsu (:trnilil-rg l"q:r-;inakari ta.,"o fil Berkaitan dengan alat
5l
f"leninel(;ttl(ari []rcliuksi 5r-rsu (:trnilil-rg l"q:r-;inakari ta.,"o fil
Berkaitan dengan alat pencernaannya, kambing tergolong
ruminansia, karena sistem pencernaannya tergantung dari
organ yang disebut rumen. Rumen adalah alat pencernaan
yang khas, terdiri atas empat segmen, yakni rumen,
reticulum, omasumt dan abomasum' Keempat segmen
ini memiliki aktivitas yang berbeda, tetapi bekerja dalam
satu kesatuan yang utuh dan saling menunjang.
Berbeda dengan ternak monogastrik (yang memiliki perut
tunggal), ruminansia tidak terlalu tergantung pada kadar
zal-zat gizi pakan yang dikonsumsinya, karena proses-
proses di dalam rumen mampu menghasilkan zaI-zaI
gizi yang mudah diserap tubuh. Ada kalanya pemberian
pakan berkadar protein tinggi tidak efisien, karena protein
tersebut mudah terurai dan terfermentasi oleh mikroba di
dalam rumen.
Ruminansia secara spesifik mampu menyintesis asam-
asam amino dari unsur-unsur yang dihasilkan oleh
berbagai proses yang terjadi di dalam rumen. Karenanya,
ruminansia mampu menSonsumsi urea (yang merupakan
Pemberian Pakan
nonprotein nitrogen) dalam jumlah terbatas, yang
di dalam rumen terurai menjadi amonia (NHr) dan
merupakan bahan utama pembentuk asam-asam amino.
Selain dari bahan pakan yang dikonsumsinya, kebutuhan
Berdasarkan jenis makanannya, kambing tergolong dalam
tubuh ruminansia terhadap protein dapat juga dipenuhi
dari mikroba rumen.
kelompok herbivora atau hewan pemakan tumbuhan'
Secara alamiah, karena kehidupan awalnya di daerah-
daerah pegunungan, kambing lebih menyukai rambanan
A. Bahan Pakan
(daun-daunan) daripada rumput. Keberhasilan hampir
Berbagai penelitian telah dilakukan oleh sejumlah
seluruh usaha peternakan ditentukan dari semakin
efisiennya penggunaan pakan, karena biaya tertinggi
peneliti, dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan
pakan ternak untuk diubah menjadi daging dan susu di
sebuah usaha peternakan adalah biaya pakan-
dalam tubuh ternak. Secara umum/ kebutuhan zaI-zal
rnitl<anan bagi kambing dikelompokkan menjadi dua
T 52 nr*",,,gk,rthan frnrilul,ni !irr,u l(;rrnhrng l)tri,lrt;rli;rr {:hnva r\,4errillglr"atl;.irr fnr*r.luht;i
T
52 nr*",,,gk,rthan frnrilul,ni !irr,u l(;rrnhrng l)tri,lrt;rli;rr {:hnva
r\,4errillglr"atl;.irr fnr*r.luht;i 5t-r:;lr F.arlbiilg fler;,rt;il.rrr f ro*,, ffi
53
ffi
golongan besar sumber bahan pakan, yakni bahan pakan
sumber energi dan bahan pakan sumber protein.
Walaupun secara alami kambing lebih menyukai
rambanan, pemberian pakan kambing yang hanya
berupa rambanan belum dapat memenuhi kebutuhan
Bahan pakan sumber energi umumnya terdiri dari biji-
bijian dan sisa serealia (tepung jagung dan dedak padi),
umbi-umbian (tepung singkong, onggok, dan ubijalar), dan
zaI-zat makanan sebagai sumber energi dan protein. Hal
ini disebabkan rambanan umumnya hanya merupakan
bahan pakan sumber energi. Karena itu, penambahan
hijauan (misalnya rumput setaria dan rumput lapangan).
Bahan pakan sumber protein bisa juga berupa biji-bijian,
misalnya tepung bungkil kedelai, ampas tahu, ampas
bahan pakan sebagai sumber protein merupakan suatu hal
yang mutlak diperlukan dalam usaha peternakan kambing
kecap, biji kapas, atau tepung-tepungan yang berasal
dari hewan atau bagian tubuh hewan, seperti tepung ikan
dan tepung darah. Ada pula beberapa jenis hijauan yang
perah. Penambahan bahan pakan sumber protein akan
mampu meningkatkan produksi susu dan dalam skala
yang lebih luas akan meningkatkan penghasilan yang
akan diterima peternak.
merupakan sumber protein, seperti daun gliricidae, luri,
lamtoro, centrocema, dan kacang gude.
Pakan berupa hijauan dalam keadaan segar, umumnya
lebih disukai kambing dibandingkan dengan pakan dalam
keadaan layu atau kering. Namun, ada beberapa jenis
hijauan yang dalam keadaan segar masih mengandung
racun yang bisa membahayakan kambing, misalnya daun
singkong dan gliricidae. Karena itu, sebaiknya hijauan
tersebut dilayukan dahulu selama 2-3 jam di bawah
terik matahari, atau diinapkan selama semalam sebelum
diberikan kepada kambing. Pemberian hijauan yang
bervariasi (campuran) akan memberi dampak yang lebih
baik daripada hijauan yang berbeda-beda setiap hari,
karena satu jenis hijauan akan memberikan efek substitusi
kepada hijauan lainnya.
P,AKAN KAMBINC.
Kebutuhan kambing akan bahan pakan sangat tergantung
Bisa Lrerupa tebon
jagung (atas) atau
rumpLrt (bar,vah)
dari kondisi fisiologis kambing tersebut. Secara umum,
kambing membutuhkan hijauan segar sebanyak 10%
dari berat badan atau berat hidupnya. Misalnya berat
kambing 25 kg, maka kambing tersebut membutuhkan
2,5 kg hijauan per hari. Perlu dipertimbangkan pula
bahwa tidal< semua bagian hijauan disukai kambing. Ada
lr,r11i,rrr lr,rgian trtrtcntu, scpcrti batang, daun yang sudah
fu4ening,kalkair flrotXulqr,i !itrstr f{anrlrirrg []'t-rrilttakfiil f:taiva !fi 55 54 *."',,glcarkan
fu4ening,kalkair
flrotXulqr,i !itrstr f{anrlrirrg []'t-rrilttakfiil f:taiva !fi
55
54 *."',,glcarkan procitrl<si susu Karrrblng ['eranak;li [r]larwa
ffi
rumen sedang tinggi-tingginya. Pemberian konsentrat
tua, dan daun yang kotor, yangtidakakan dikonsumsioleh
pada saat seperti ini bisa menghindari proses fermentasi
kambing, meskipun kambing masih lapar. Karenanya/
bahan pakan di dalam rumen, sehingga keberadaan zat-
perlu dipertimbangkan pemberian dalam jumlah yang
zat makanan dapat dipertahankan. Hal ini disebabkan
Iebih banyak dari 10% tersebut, misalnya sampai 15-
konsentrat tidak terlalu lama berada di dalam rumen.
2O"h. Cara terbaik adalah memberikan hijauan sedikit
demi sedikit, tiga atau empat kali dalam sehari.
Pemberian pakan tambahan berupa daun katuk segar atau
ekstraknya kepada kambing yang sedang laktasi, diduga
mampu menigrgkatkan produksi susu. Harus diperhatikan
adalah waktu pemberian, karena proses pencernaan di
dalam rumen dapat menyebabkan degradasi zat-zal
makanan yang terdapat di dalam daun katuk. Waktu
pemberian yanB baik adalah saat kapasitas rumen
hampir mendekati penuh, misalnya setelah kambing
mengonsumsi hijauan.
B. Konsentrat
Kambing yang sedang laktasi membutuhkan pakan
yang mengandung protein lebih tinggi, karena proses
pembentukan susu membutuhkan suplai protein yang
tinggi. Sistem pencernaan pada rumen sering menjadi
penyebab kurang efektifnya pemberian konsentrat dengan
kadar protein tinggi. Penyebabnya adalah konsentrat
{
tersebut akan diurai atau difermentasi oleh bakteri
dan mikroba lain di dalam rumen, sehingga protein
terdegradasi sebelum diserap tubuh.
Untuk tetap mempertahankan keberadaan zat makanan
yang terkandung di dalam konsentrat, pemberiannya
perlu disiasati. Waktu pemberian yang terbaik adalah
saat kambing sudah banyak mengonsumsi hijauan,
tetapi belum terlihat kenyang. Pada saat-saat seperti ini,
I'l N,1lll l{lAN l(()NS[rNll{r\[. tr]is.r lltrrup;r ;tttlpi'ls 1aIru valrgdit:atrrprut
rumen akan dipenuhi oleh hijauan, sehingga aklivitls
ilertll-',itl
I lri ii
ilrP;r rrr1l

I

56 t,"r,rrgkatl<;rn Procluksi Suscr Kalnbirrg Peranak;rrr l:rarvii Meningl<;rtkan Proqluksi Susu Kanrbing
56 t,"r,rrgkatl<;rn Procluksi Suscr Kalnbirrg Peranak;rrr l:rarvii
Meningl<;rtkan Proqluksi Susu Kanrbing Peranakan ntawa fi
57
ffi
Beberapa bahan konsentrat yang biasa diberikan adalah
bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa, atau
ember khusus yang digantung di dekat tempat hijauan,
setinggi 50-90 cm dari atas lantai.
campuran dari beberapa konsentrat tersebut. Misalnya
62"/"bekatul,2O"h ampas tahu, 15% bungkil kedelai, 1%
garam dapur, dan 2"/" tepung tulang. Jumlah pemberian
sebanyak0 ,5-O,6 kgperekordan diberikan dalam bentuk
bubur (dicampur dengan air). Sebaiknya diusahakan agar
konsentrat dikonsumsi habis dalam waktu singkat untuk
menghindari bercokolnya jamur yang bisa menimbulkan
penyakit.
D. Air
Sebanyak 7O"/"tubuh kambing berupa air. Jika kekurangan
air hingga mencapai 2O"/", kambing akan mengalami
dehidrasi yang bisa menyebabkan kematian. Karenanya,
ketersediaan air bersih di dalam kandang untuk minum
merupakan hal yang mutlak. Kebutuhan kambingterhadap
air tergantung dari banyak faktor, misalnya kondisi
I
fisiologis, kondisi hijauan, atau kondisi lingkungan.
C. Vitamin dan Mineral
Selain bahan pakan sumber energi dan protein, kambing
juga membutuhkan berbagai vitamin dan mineral, yang
Kambing yang masih muda membutuhkan air lebih
sebenarnya bisa tercukupi dengan pemberian bahan
banyak dibandingkan dengan kambing tua. Jika hijauan
yang diberikan dan dikonsumsi sudah tua, yang umumnya
pakan yang bervariasi. Jika bahan pakan yang diberikan
berkadar air rendah, kambing akan membutuhkan air
kurang bervariasi, ada baiknya diberi bahan tambahan
lebih banyak.
berupa zeolit, garam dapur, atau tepung tulang sebagai
sumber mineral dengan dosis tidak lebih dari 5 permil
(5/1.000) untuk setiap 1 kg berat badan.
Jika temperatur lingkungan cukup tinggi, kambing akan
membutuhkan air lebih banyak daripada biasanya. Secara
Seperti halnya mineral, vitamin juga dibutuhkan kambing
dalam jumlah sedikit, tetapi sangat berpengaruh terhadap
umum, seekor kambing membutuhkan air sebanyak 1,5-
2,5 liter per hari. Sebaiknya, air disediakan dalam jumlah
proses metabolisme dan daya tahan tubuh kambing.
yang tidak terbatas. Artinya jika air di dalam wadah
tinggal sedikit, segera ditambah kembali. Penempatan
Kebutuhan vitamin biasanya sudah tercukupi dari
konsumsi pakan dan tidak membutuhkan tambahan
berupa food supplement dari luar.
bak air di dekat bak hijauan adalah pilihan terbaik, tetapi
perlu juga dipertimbangkan agar isi bak air tidak terinjak
oleh kambing, sehingga kebersihan air tetap terjaga. Di
samping itu, bak air harus dibersihkan, paling sedikit
Pemberian garam dapur, selain untuk memenuhi
seminggu sekali.
kebutuhan mineral, dapat juga meningkatkan nafsu
makan kambing. Pemberiannya sebaiknya tidak dijadwal,
tetapi sudah dalam'keadaan tersedia setiap saat di dalam
E. Meningkatkan Efisiensi Pakan
kandang, sehingga kambing tinggal mengonsumsinya jika
Dalam usaha peternakan,
termasu k peternakan kambi ng,
sedang membutuhkan. Penempatannya bisa di dalam
biaya pakan merupakan
biaya terbesar dari total biaya
t u,'.l',rgkatk;rn Pmiltrksi Susu l(;rrnbinpl Peranaharr litaw;r Meningkatl<air Prtrcluksi Susu Karrbirrg
t u,'.l',rgkatk;rn Pmiltrksi Susu l(;rrnbinpl Peranaharr litaw;r
Meningkatl<air
Prtrcluksi Susu Karrbirrg Per.anak;rn r,r.irva !fi
59
5B ffi
prod u ks i, yakn i menc apai 60-7 0%. Ti dak menghera n kan,
upaya meningkatkan efisiensi usaha peternakan selalu
diarahkan untuk mengefisienkan penBgunaan bahan
pakan, sehingga secara nyata menurunkan biaya produksi
secara keseluruhan.
Berbagai upaya yang dilakukan antara lain penggunaan
berbagai bahan yang sebelumnya dikenal sebagai limbah,
seperti ampas tahu atau proses amoniasi pakan yang bisa
mempercepat proses pencernaan bahan pakan di dalam
rumen. Beberapa upaya efisiensi penBBUnaan bahan
pakan sebagai berikut. -
a. Mencincang Hijauan
Seperti telah dikemukakan, tidak semua bagian hijauan
disukai kambing. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa hijauan yang dicincang sekitar 5-10 cm akan
Iebih efisien dikonsumsi kambing, karena bentuknya yang
kec il-kecil. Batang-batang m uda yang jika d iberikan secara
utuh kurang disukai kambing, dengan pencincangan bisa
dikonsumsi kambing. Dengan pencincangan, kambing
akan mengambil cincangan hijauan tersebut sesuai
dengan kapasitas mulutnya.
Berbeda halnya dengan hijauan yang masih utuh, kambing
mengambilnya dalam jumlah yang lebih banyak dan
Pi\KAN YANC DlClNCl,{NCl. Penggunaannya akan lebih efisien,
karerta pakan tidak banyal< 1'ang terbuang
sesekali berebut dengan kambing lainnya. Ada kalanya
hijauan tersebut terlepas dan jatuh ke lantai kandang
yang kotor. Akibatnya, hijauan tidak terkonsumsi.
b. Menggunakan LJrea Molasses Block (UMB)
Pencincangan hijauan membutuhkan beberapa langkah
tJrea molasses block (UMB) mengandung nonprotein
lain agar tujuan efisiensi pemberian pakan tercapai,
nitrogen (NPN), yang di dalam rumen akan mengaktifkan
misalnya dengan merapatkan bak atau tempat pakan.
mikroba rumen dan disintesis menjadi asam-asam amino
yang dibutuhkan tubuh kambing. Selain urea, UMB juga
terdiri dari berbagai bahan penyusun lainnya, seperti
nlolirs.sr'.s, deda k pa d i, da n tepu ng tap ioka (sebagai su mber

I

i'i

iin

I

ll

I

Meningl<arkan [,rodr-iksi Susr.r Karnlring Peranakan f,,.*. fi 61 t*-","gkatkan Procluksisusu Kambing
Meningl<arkan [,rodr-iksi Susr.r Karnlring Peranakan f,,.*. fi
61
t*-","gkatkan Procluksisusu Kambing F'eranakan Etawa
60 frf
ketersediaan pakan, terutama pada musim kemarau.
energi), bungkil kedelai (sebagai sumber protein), serta
Pola LEISA (Low Eksternal lnput Sustainable Agriculture)
garam dapur, tepung tulang, dan kapur (sebagai sumber
mineral).
merupakan pola pengelolaan usaha agrobisnis yang
dikembangkan untuk meningkatkan daya saing serta
tingkat kemampuan untuk bertahan hidup menjadi lebih
Pemberian UMB sebanyak + gram per hari per kilogram
tinggi.
berat badan kambing dilaporkan mampu meningkatkan
pertambahan berat badan harian kambing dan
Pemarifaatan sumber daya lokal menjadi dasar utama
meningkatkan akseptabilitas kambing terhadap limbah
pertanian dengan serat kasar cukup tinggi, seperti kulit
konsep ini. Sumber daya lokal lndonesia masih
menyimpan plasma nutfah yang berpotensi untuk
dan tongkol jagung.
menanggulangi berbagai kendala ketersediaan bahan
pakan dan diharapkan dapat menjadi andalan masa
c. Menggunakan Urea secara lndividual
depan yang berjangka panjang.
Urea merupakan bahan potensial yang dapat memacu
pertumbuhan kambing, karena mengandung nonprotein
Su mber daya loka I potensi al yang dapat d igu nakan sebagai
nitrogen. Kebutuhan kambing dan ternak ruminansia
bahan pakan ternak ruminansia adalah pemanfaatan hasil
lainnya terhadap protein, selain dipasok dari pakan yang
dikonsumsinya, juga berasal dari mikroba rumen, baik
samping budi daya tanaman pangan dan perkebunan.
Bahan-bahan tersebut masih mudah didapat dalam
secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung,
jumlah banyak di suatu lokasi pertanian, perkebunan,
berasal dari mikroba yang sudah mati, dan secara tidak
atau kehutanan.
langsung, mikroba rumen menyintesis protein dari bahan-
bahan nonprotein yang dikonsumsi kambing.
Kelemahannya adalah bahan tersebut belum lazim
digunakan sebagai bahan pakan ternak (ruminansia)
Di dalam rumen, nonprotein nitrogen (NPN) akan
didegradasi menjadi amonia (NH3), yang merupakan
bahan pembentuk protein. Pemakaian urea sebagai
dan biasanya berkualitas rendah (protein dan energi)
serta kurang palatable (tidak ramah lidah). Jerami padi,
tongkol jagung, tebon jagung (batang dan daun jagung
bahan pakan harus dibatasi, yakni tidak lebih dari 1"/" dari
sisa panen), jerami kacang tanah, kulit buah dan biji
bahan kering hijauan atau tidak lebih dari 27o konsentrat.
Pemakaian urea juga harus diimbangi dengan pemberian
bahan pakan sumber energi.
cokelat, serat dan lumpur sawit, bungkil inti sawit dan
ampas sagu merupakan beberapa sumber daya lokal
yang dapat digunakan sebagai sumber penyedia bahan
pakan berkualitas bagi ternak ruminansia. Melalui proses
d. Teknologi Pakan Lengkap (Complete FeeA
bioteknologi praktis dan sederhana akan dapat diciptakan
untuk Pengembangan Ternak Ruminansia
Kecil
pola pengembangan usaha ternak ruminansia berbasis
sumber daya lokal yang bernilai ekonomis tinggi.
Permasalahan utama dalam
ruminansia kecil (kambing dan
pengembangan
ternak
domba) adalah
masalah

)t)

lt

li

**,,'"gkalkarr fi.,rorfurksi Susu Karntrirrp, f,erran*l<an [:tawa 63 /t'h,:lrirrp,,k*llcilrt Prr.,dnlEsi
**,,'"gkalkarr fi.,rorfurksi Susu Karntrirrp, f,erran*l<an [:tawa
63
/t'h,:lrirrp,,k*llcilrt Prr.,dnlEsi Susil Kanririrlg llr.:t;irralqatl f-tnro',.
62 ffi
!i
Gambar 1. Konsep LEISA (Low Eksternal lnput sustainable Agriculture)
l-lMBAl-l PERKFiJUNAN. C;ingkang Lruah kalcao bisa ciinianfaatl<an
sebagai pakan tern;lk setelah melalui piosers fernrentasi
Penerapan pola LEISA akan memberi keuntungan sebagai
Hasil penelitian Suprio Guntoro menunjukkan pemberian
limbah kopi dan kakao terfermentasi pada kambing bisa
meningkatkan pertumbuhan kambing dan produksi susu
kambing secara nyata. Produksi susu dari kambing yang
berikut.
Mengoptimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal.
Memaksimalkan proses daur ulang(zero waste).
Meminimalkan kerusakan Iingkungan (ramah
hanya diberi pakan hi,jauan relatif sedikit, 180-200
lingkungan).
ml/induk/hari. Sementara produksi susu dari kambing
Diversifikasi usaha.
yang diberi pakan tambahan berupa tepung limbah kopi
atau tepung limbah kakao meningkat drastis, mencapai
Pencapaian tingkat produksi yang stabil dan memadai
dalam jangka panjang.
900 ml/induk/hari. Melihat data ini, sudah selayaknya
kita mempertimbangkan untuk memanfaatkan Iimbah
Menciptakan kemandi rian.
perkebunan untuk pakan ternak.
*, 64 on,.u,rrfll'.4{l'r;:rn ['ior]Lrksi Susu Kairrbiirg frnranak,rn hrta,,r,ir ,Vlr,:n i riElkat ka'
*,
64
on,.u,rrfll'.4{l'r;:rn
['ior]Lrksi Susu Kairrbiirg frnranak,rn hrta,,r,ir
,Vlr,:n i riElkat ka' Pr'tltt lr si Sustr l(.r i rll-ri rttr1 ['er "ertakarl f ,
€] 5
ffi
fl
Bio-complete feed akan membantu pemecahan masalah
nasional yaitu penyediaan pakan bermutu setiap saat
(tidak tergantung musim) dengan harga terjangkau,
mudah pemberiannya, dan sudah dalam awetan
sehingga tahan lama disimpan. Dengan pemakaian bio-
complete feed diharapkan populasi ternak ruminansia
dapat ditingkatkan. Seperti kita ketahui, petani dengan
pemilikan ternak ruminansia lebih dari dua ekor, sudah
kesulitan mendapatkan rumput terutama pada musim
kemarau. Dengan bio-complete feed, mereka dapat
meningkatkan jumlah ternak ruminansia yang dipelihara
tanpa kesulitan mencari rumput atau bahan pakan lain
dan waktu senggang bisa digunakan untuk kegiatan lain
yang lebih produktif.
CLIOt'f'ER. t3r:rfungsi untul< rnencacalr bahan baku <-ornplete fet'd
lnovasi teknologi terapan telah dilakukan oleh
Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
bekerjasama dengan Program IPTEKDA-LlPl (buttom-
up) untuk mentransformasikan teknologi guna perbaikan
produktivitas kambing peranakan etawa melalui aplikasi
teknologi pakan komplit (Complete Feed) di Kabupaten
Banyumas.
Penerapan teknologi pakan lengkap menjadi alternatip
untuk mengembangkan
usaha mikro kecil menengah
(MKM) peternakan
kambing PE' Terjaminnya
ketersediaannya pakan sangat dirasakan oleh para
peternak. Dengan terjaminnya pakan, peternak kambing
bisa mengoptimalkan produksi (produksi susu dan
hasil cempe) serta meningkatkan populasi. Penerapan
teknologi pakan lengkap ini secara tidak langsung akan
men i ngkatkan pendapatan peternak.
MEMBU,{T COMPIETE f [ED. Canrpuran lrah;rn pakarr vangl
sudah dicinc.rng serla dicampur riengan nrolasers dan gararn, llrrr r,;
rlil'errrrenlasi cJi dalarn war.lal'r tertrrtr-r;t selarrra rl rrringgrr

66 *".'"gk;'rtkan Prodr-rksi sr-rsu Kambing Peranakan [tawa

ffi

Pengalaman kelompok tani ternak kambing PEGUMAS di daerah Cumelar, Banyumas, Jawa Tengah, membuktikan

penggunaan pakan lengkap mampu mengatasi faktor

pembatas pengembangan usaha yang selama ini dihadapi peternak ruminansia pada umumnya, yakni

kemampuan dalam menyediakan hijauan setiap hari.

Sebelum menerapkan complete feed seorang peternak hanya mampu memelihara kambing 6-7 ekor kambing.

Namun, dengan menerapkan complete feed, peternak

mampu memelihara kambing hingga 40-80 ekor.

Proses Pembuatan Complete Feed

Penggunaan teknologi aplikatif disesuaikan dengan agro-

ekosistem. ldentifikasi potensi, kendala, dan sumber daya

yang ada untuk mengembangkan usaha ke arah integrated

farming system perlu dilakukan. Berikut ini contoh pembuatan pakan lengkap untuk ternak ruminansia

kecil.

;l

ill

I

I

I

I

I

I

Bahan

Bahan berasal dari sumber daya lokal yang tersedia,

terdiri atas limbah pertanian (seperti tebon jagung beserta batangdan daun), dan limbah agroindustri (seperti onggok dan dedak padi). Formulasi pakan lengkap (berdasarkan

bahan kering) dari TIM IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan,

Universitas Jenderal Sudirman sebagai berikut.

Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kB, onggok

kering (ampas industri tapioka) 1 5 kg, padi halus 10 kg,

molases (dapat diganti air gula kelapa) 1 ,5"/o, serta garam

2%.

Alat

Meningkatkan Produksi Susr-r Kanrbing Peranakan t"*r

fi

67

Drum plastik (fermentor) dan alat pencacah (chopper).

Cara Membuat

1. Cacah tebon jagung menggunakan chopper atau

secara manual dengan ukuran O,5-2 cm.

2. Campur cacahan tebon jagung dengan onggok, dedak padi, molases, dan garam.

3. Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum plastik(fermentor), lalu tutup rapat.

4. Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran

matang. Hasil fermentasi siap diberikan kepada

kambing. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.

5. Pakan yang sudah difermentasi ini akan tahan lama disimpan.

6B ffi

t"nillgkatkan ProduksiSusu Karnbing Peranakan Ftarva

Biologi laktasi

A. Perkembangan Ambing

Biologi laktasi pada hakikatnya adalah pengenalan

proses-proses fisiologi yang terjadi di dalam tubuh, dalam hal ini tubuh kambing, saat periode laktasi. Proses-proses

fisiologi ini terkait juga dengan aneka fungsi berbagai

organ tubuh yang terlibat dalam proses tersebut, baik

secara langsung maupun tidak langsung.

I

)

I

I

I

I

I

Organ utama yang sangat berperan dalam proses laktasi

adalah ambing, sehingga perkembangan ambing dari

waktu ke waktu, sejak masa janin (foetus), dilahirkan,

masa pertumbuhan, masa pubertas, masa bunting, masa

laktasi, atau masa kering, harus diperhatikan secara

saksama. Perkembangan ambing yang terjadi sebagai

berikut.

a. Masa fanin (Foefus)

Bakal ambing terlihat sebagai dua garis lurus di daerah perut yang secara anatomi disebut pila mammary. Pada foetus betina, pita mammary ini berkembang menjadi

tonjolan-tonjolan yang dikenal sebagai puting. Dalam

fase ini, alveolus sudah banyak ditemukan. Demikian

pula canal dan gland cistern sudah mulai terbentuk.

Meninglcatkan prorluksi Sr.rsu Kanrbirrg peranakarr n.*r

b. Pada Waktu Dilahirkan

!j

69

Saat dilahirkan, cempe sudah memiliki ambing yang

terdiri dari puting, rongga puting, dan sistem ductus atau

saluran, yang akan semakin berkembang, tetapi tidak terlalu pesat.

c. Masa Pertumbuhan

Pada masa ini pun perkembangan ambing tidak terlalu

pesat.

d. Masa Pubertas

Terjadinya pertumbuhan sistem ductus yang begitu

pesat pada awal pubertas. Adanya pengaruh hormonal menyebabkan ukuran ambing bertambah besar.

e. Masa Bunting

Ambing akan semakin membesar seiring dengan

pertambahan umur kebuntingan. Hal ini disebabkan pembentukan alveolus yang sangat pesat. Jaringan lemak akan digantikan dengan sel-sel sekresi yang

mulai menghasilkan cairan. Jika diperah perlahan-lahan,

pada umur kebuntingan 1-3 bulan, akan keluar cairan

bening yang agak kental. Semakin tua umur kebuntingan, cairan akan menjadi kuning transparan. Pada akhir masa kebuntingan akan terbentuk colostrum sampai umur 1-7

hari setelah beranak.

f. Masa Laktasi

Ukuran ambing sudah tidak bertambah, tetapi sudah

dapat menghasilkan susu setiap hari sepanjang masa laktasi. Pada beberapa tipe kambing perah, susu yang dihasilkan tidak hanya cukup untuk kebutuhan cempe

yang dilahirkan, tetapi juga bisa diperah dan susunya dikonsumsi manusia. Jumlah sel sekresi akan terus

I

!

I

i

t,ot,'|,ng^l<alknn f'tndrrl'si ,$r.rotr h.artrhirrg F'eran;rl<art [it;lv;a l,4r,llingl,r,lll,:;lr
t,ot,'|,ng^l<alknn f'tndrrl'si ,$r.rotr h.artrhirrg F'eran;rl<art [it;lv;a
l,4r,llingl,r,lll,:;lr t F'ttttlr,ilqtt lttt,,u N.,ltrtltinl:r[txr-:r;:untk;::rt
7A ffi
meningkat sampai masa puncak laktasi. Selanjutnya,
B. Masa Kering
akan menurun karena sel sekresi mengalami kerusakan
Pada masa kering, akan terjadi proses pemulihan kondisi
secara alami akibat proses pemerahan. Cara pemerahan
yang baik akan mampu memperpanjang masa puncak
laktasi karena mampu menunda kerusakan sel sekresi.
ambing dan organ-organ di dalamnya. Sel-sel sekresi yang
rusak akan diperbaiki dan jaringan-jaringan yang bersifat
elastis akan kembali ke bentuk asalnya. Dengan pakan
yang baik, dua bulan masa kering sampai proses beranak
merupakan waktu yang cukup untuk proses pemulihan
tersebut.
AMBINC
PAIIA MASA KEltll'{C. Akan rnengecil cJan tidak
mengeluarl<an susr-r
Pada umumnya kambing memiliki dua buah ambing yang
terletak di antara perut dan dua kaki belakang. Dengan
AMBINC frADA MASA.LAK-|AS|. Akan tc-.rlilrat besar dan perrul'r
de'ngan srrsu
perantaraan jaringan ikat, ambing menempel di canalis
inl4uinalis, yang memiliki saluran arleri, vena, pembuluh
g<.lirlr lrt'rrirrg, dan sistcm syaraf. Ambing hiasanya

ttru*ru

lf!|

7 X

**,",,rgka1kan Prr:t'luksi Susu Karnbinp; F'eranakan Fltar,va Merningk;rtkarr Procltrksi Susu Kanrlrirrg
**,",,rgka1kan Prr:t'luksi Susu Karnbinp; F'eranakan Fltar,va
Merningk;rtkarr Procltrksi Susu Kanrlrirrg Perarrakien ftawa ftt
73
72 ffi
berbentuk seperti gelas anggur (bulat memanjang) dan
dilengkapi puting tempat keluarnya susu saat diisap oleh
cempe atau saat diperah.
sualu lobulus. Beberapa lobulus kembali bergabung dan
dibungkus oleh satu jaringan ikat dan disebut /obus. Setiap
bagian ambing memiliki suatu sistem ductus (saluran)
Panjang ambing berbeda-beda, biasanya berkisar 10-2O
yang berfungsi untuk menyalurkan susu yang diproduksi
oleh alveolus ke tempat pengeluaran (puting).
cm, dan panjang puting berkisar 5-10 cm. Biasanya
jumlah puting sama dengan jumlah ambing, tetapi ada
kalanya jumlah puting lebih banyak daripada jumlah
Sebagai organ produsen susu, a/veolus bekerja tanpa
ambing. Dalam kasus seperti ini, jika ambing tidak normal
(tanpa lubang puting), iidak akan berpengaruh. Jika ada,
lubang puting harus dibuang.
henti. Jadi, setiap saat, selama masa laktasi, susu akan
terus diproduksi. Susu yang dihasilkan oleh alveolus akan
disalurkan oleh sistem ductus ke srnus lactiferus dan
gland cistern sebagai tempat pengumpulan susu sebelum
disekresikan melalui puting. Secara alamiah, puting tidak
memiliki kelenjar keringat dan tidak ditumbuhi bulu.
B. faringan Penopang Ambing
Ambing dapat bertahan pada posisinya karena ditopang
oleh tiga jaringan penopang sebagai berikut.
1. Kulit sebagai pembungkus seluruh bagian ambing.
Panjang puting kambing perah yang sedang laktasi
berkisar 5-10 cm. Di ujung puting terdapat lubang
puting yang disebut streak canal atau teat meatus,
2. Jaringan ikatyang non-elastis yang disebutfia mentum
berdiameter 2-5 mm. Di lubang puting terdapat lapisan
suspensori u m laterali s.
sel yang saling melipat dan berfungsi menahan susu
3. Jaringan ikat elastis yang disebut ligamentum
suspensorium medialis, yang berfungsi dalam menjaga
elastisitas, baik pada waktu bentuk ambing besar
agar tidak keluar tanpa diperah atau diisap oleh cempe.
Lapisan sel ini juga menghasilkan semacam cairan yang
bersifat antibakteri yang penting dalam mencegah infeksi
(pada waktu laktasi) maupun pada waktu mengecil
mikroba yang bisa menyebabkan penyakit, misalnya
(masa kering).
penyakit mastitis. Di samping itu, terdapat urat daging
yang berbentuk sirkuler dan berfungsi sebagai klep
Meskipun ligamentum suspensorium medialis bersifat
untuk pengeluaran susu. Kekuatan urat daging ini akan
elastis, jika terjadi peregangan yang terus-menerus
berpengaruh terhadap kecepatan pemerahan dan mudah
(misalnya jika ambing sudah penuh oleh susu, tetapi susu
tidaknya susu dikeluarkan dari ambing.
tidak dikeluarkan dengan cara diperah atau diisap oleh
cempe), ligamentum suspensorium medialis kehilangan
Kadang-kadang, terlihat ambing yang selalu mengeluar-
elastisitasnya.
kan susu walaupun tidak diperah. Hal ini disebabkan klep
alau spinchter-nya sudah tidak berfungsi normal. Ambing
Organ terkecil yang sangat berperan dalam produksi
seperti ini sangat mudah diserang mikroba penyebab
susu adalah alveolus, yang tersusun atas beberapa sel
mastitis, karena lubang putingnya selalu dalam keadaan
sekresi. Beberapa alveolus bergabung dan membentuk
terbuka.
*" Meningkalkan Produksi Susu Karnbing Peranakan 0 *.n',t54k;rtkan Produksi Susu Karnbing Peran;'rl<an
*"
Meningkalkan Produksi Susu Karnbing Peranakan 0
*.n',t54k;rtkan Produksi Susu Karnbing Peran;'rl<an Etawa
fi
74 ffi
Pituitary posterior
Oxytocyn
Kontraksi uterus,
C. Sistem Hormonal
turunnya susu dari
Optimalisasi produksi susu tergantung dari kerja optimal sistem
alveolus ke ductus.
hormonal di dalam tubuh. Seperti diketahui, banyak hormon yang
bekerja dalam proses laktasi. Secara sederhana, beberapa kelenjar,
Antidiuretic
Keseimbangan
hormon yang dihasilkan, dan fungsi hormon tersebut dijabarkan
hormone (ADH)
cairan tubuh.
dalam Tabel 4.
Hyphotalamus
Releasing hormone
Merangsang sekresi
Tabel 4. Kelenjar hormon, hormon, dan fungsi hormon
atau gonadothropin
LH dan FSH.
Kelenjar
Hormon yang
Fungsi
releasing hormone
(CnRH)
Dihasilkan
Hormon
Somatostatin
Menghambat
Anterior pituitary
Follicle stimulating
hormone (FSH)
Pertumbuhan
sekresi CH.
folikel pada
ovarium, sekresi
Prolactin inhibiting
Menghambat
hormon estrogen.
factor
sekresi prolactin.
Luteinizing hormone
(LH), FSH, dan
Sekresi (pengeluar-
Thyroid
Thyroxine
Konsumsi oksigen,
an) progesteron
sintesis protein, dan
LH prolactin
dan testosteron,
produksi susu.
ovulasi, pertum-
buhan kelenjar
Thyrocalcitonin
Metabolisme Ca
ambing, dan
dan P.
inisiasi laktasi.
Parathyroid
Parathyioid
Metabolisme Ca
Crowth hormone
Pertumbuhan
hormone
dan P.
tubuh dan
produksi susu.
Pancreas
lnsulin dan glucagon
Metabolisme
glukosa.
Thyroid stimulating
hormone (TSH)
Merangsang fungsi
kelenjar tiroid.
Adrenal cortex
Clucocorticoid
Metabolisme
glukosa, protein,
Adenocorticotropic
Merangsang
dan lemak.
hormone (ACTH)
kelenjar adrenal.

7l

*r.n',lgkatk;rn t'roduksiSirsu Kambing Feranakan Elawa Meningkarkan prorJuksisusu Kanrbing peranakan *"*. 77
*r.n',lgkatk;rn t'roduksiSirsu Kambing Feranakan Elawa
Meningkarkan prorJuksisusu Kanrbing peranakan *"*.
77
76 ffi
!j
Minerocorticoid
Metabolisme
gen yang mengandung materi genetik yang disebut DNA
mineral dan
(deocsi ribo nucleic acid).
elektrolit.
b. Sintesis'Lemak Susu
Adrenal medulla
Ephinephrine dan
neoroephinephrine
Respons stres.
Kadar lemak susu bervariasi, sekitar 4-7 gram/100 gram
susu. Sebagian besar lemak susu terdapat dalam bentuk
trigliserida yang disintesis dari bahan-bahan yang diserap
Ovary
Estradiol
Perkembangan
saluran reproduksi
betina, sifat, dan
dari darah, yakn i gl u kosa, asetat, asam beta h i droksi buti rat,
lipoprotein, asam palmitat, serta asam-asam lemak rantai
pendek.
tingkah laku
feminin, serta
Komposisi lemak susu akan semakin menurun akibat
pertumbuhan
pemberian pakan berbentuk konsentrat. Hal ini
sistem ductus di
dalam ambing.
disebabkan kandungan protein yang cukup tinggi dalam
konsentrat merupakan pemacu produksi asam propionat
di dalam rumen yang kemudian diserap darah. Pakan
berupa hijauan menghasilkan banyak asetat sebagai
D. Biosintesis Susu
bahan baku sintesis lemak susu.
Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi
dan komposisinya seimbang. Sel-sel sekresi di dalam alveolus
menghasilkan cairan susu yang kemudian dikumpulkan di sinus
lactiferus dan gland cistern melalui sistem ductus. Setelah itu,
dikeluarkan melalui proses pemerahan atau diisap oleh cempe.
c. Sintesis Laktosa
Laktosa pada susu sebagian besar berasal dari glukosa
dan galaktosa yang diserap sel sekresi dari dalam darah.
Rasa manis di dalam susu disebabkan kandungan laktosa
Sekresi susu dalam jumlah besar dan kualitas yang baik merupakan
ini. Kadar laktosa di dalam susu relatif stabil. Adanya
tujuan pemeliharaan kambing perah, sehingga pengetahuan dasar
mengenai biosintesis susu perlu diketahui.
perbedaan kandungan kedua bahan tersebut dapatterlihat
jelas dengan mengadakan analisis darah di pembuluh
arteri dan vena.
a. Sintesis Protein Susu
Setidaknya ada tiga unsur utama pembentuk protein susu, yakni
Clukosa merupakan faktor pembatas produksi susu,
polipeptida, protein plasma, dan asam-asam amino di dalam
darah. Ketiga unsur tersebut akan disintesis menjadi kasein,
sehingga keberadaannya harus selalu dalam kadar yang
tinggi di dalam darah. Untuk menunjang kadarnya tetap
laktoglobulin, dan alphalaktalbumin di dalam ambing. Beberapa
tinggi, dibutuhkan pakan dalam kuantitas dan kualitas
sumber protein lain secara langsung diserap oleh ambing tanpa
mengalami perubahan bentuk, yaitu albumin, imunoglobulin, dan
yang mencukupi. Kekurangan kandungan glukosa dalam
darah akan menurunkan jumlah susu yang dihasilkari sel
gamma kasein. Sintesis protein susu pada sel sekresi dikontrololeh
sekresi.

I

I

i

I

I

*.n'*,gkatkan l'rodtrksi Susu Karnbirrg Fr:r:rnalcatr [tawa 7B ffi d. Sintesis Mineral, Vitamin, dan Air Semua
*.n'*,gkatkan l'rodtrksi Susu Karnbirrg Fr:r:rnalcatr [tawa
7B ffi
d. Sintesis Mineral, Vitamin, dan Air
Semua mineral yang terkandung dalam susu, yakni Ca
(kalsium), K (kalium), Na (natrium), P (fosfor), dan Mg
(magnesium) diserap langsung oleh sel sekresi dari dalam
darah. Hingga kini, mekanisme penyerapannya belum
diketahui secara pasti, tetapi diduga ada suatu mekanisme
sistem transpor aktif yang mampu menyerap mineral pada
sel sekresi. Biasanya kadar natrium dan kalium dalam
susu relatif stabil. Natrium, kalium, dan laktosa berfungsi
menjaga tekanan osmosis dalam susu.
Sel-sel sekresi berfungsi sebagai filter (penyaring) bagi
penyerapan vitamin dari dalam darah untuk produksi
susu. Seperti halnya mineral, vitamin juga diserap oleh
sel sekresi tanpa mengalami perubahan. Demikian pula
untuk unsur air.
Pemeliharaan