Anda di halaman 1dari 4

ERVINA DIAN CAHYANI 10403244022 / Pendidikan Akuntansi B Tugas Pengauditan I

PENETAPAN RESIKO PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN PENGENDALIAN Penetapan Resiko Pengendalian Penetapan resiko pengendalian adalah proses penilaian tentang efektivitas rancangan dan pengoperasian kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan dalam mencegah dan mendeteksi salah saji material dalam laporan keuangan Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menetapkan resiko: 1. Mempertimbangkan pengetahuan mendapatkan pemahaman 2. Mengidentifikasi salah saji potensial 3. Mengidentifikasi pengendalian yang diperlukan 4. Melakukan pengujian pengendalian 5. Mengevaluasi bukti dan menetapkan resiko yang diperoleh dari prosedur-prosedur untuk

Pengaruh dari Strategi Audit Awal Perbedaan pendekatan dalam menetapkan resiko tergantung pada strategi audit yang dipilih, pendekatan tersebut antara lain: 1. Pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan maksimum Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman dilakukan bersamaan dgn pengujian pengendalian, maka penetapan awal risiko pengendalian berdasarkan efektivitas operasi (penetapan risiko pengendalian lebih rendah) Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman tidak dilakukan bersamaan dgn pengujian pengendalian, maka penetapan risiko pengendalian pada tingkat maksimum 2. Pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan lebih rendah Jika pemahaman komponen SPI mendukung strategi audit yang direncanakan, maka penetapan risiko pengendalian lebih rendah

Jika pemahaman komponen SPI tidak mendukung strategi audit yang direncanakan, maka lihat bagaimana prosedur utk mendapatkan pemahaman : Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman dilakukan bersamaan dgn pengujian pengendalian, maka penetapan awal risiko pengendalian berdasarkan efektivitas operasi (penetapan risiko pengendalian lebih rendah) Jika prosedur utk mendapatkan pemahaman tidak dilakukan bersamaan dgn pengujian pengendalian, maka penetapan risiko pengendalian pada tingkat maksimum

Pengujian Pengandalian Pengujian pengendalian adalah prosedur pengauditan yang dilakukan untuk menetapkan efektivitas perancangan dan/ pengoperasian kebijakan dan prosedur struktur pengendalian. Pengujian pengendalian berbarengan adalah pengujian pengendalian yang dilakukan auditor bersamaan dengan kegiatan untuk mendapatkan pemahaman. Pengujian pengendalian berbarengan terdiri dari prosedur untuk mendapatkan pemahaman yang sekaligus juga bisa menjadi bukti tentang keefektivan suatu kebijakan atau prosedur pengendalian. Bukti dari pengujian pengendalian berbarengan biasanya hanya akan mendukung penetapan tingkat resiko pengendalian sedikit dibawah maksimum atau tinggi. Pengujian pengendalian tambahan diperlukan apabila auditor akan mengubah pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan maksimum ke pendekatan tingkat resiko pengendalian yang lebih rendah. Hal ini dilakukan hanya apabila auditor berkeyakinan akan dapat diperoleh bukti tambahan untuk menurunkan penetapan resiko pengendalian awal dan manfaatnya diperkirakan akan lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan. Apabila pengujian ini dilakukan sebagai bagian dari strategi awal dengan pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan lebih rendah, maka pengujian ini disebut pengujian pengendalian direncanakan.

Perancangan Pengujian Pengendalian a. Jenis pengujian Berbagai jenis pengujian adalah pengajuan pertanyaan berkaitan dengan pelaksanaan tugas personil perusahaan, observasi pelaksanaan tugas personil, inspeksi atas dokumen

dan laporan yang menunjukkan pelaksanaan pengendalian, atau pengerjaan ulang pengendalian. b. Saat Pengujian Berhubungan dengan kapan auditor melakukan pengujian dan dengan bagian periode akuntansi mana pengujian itu bersangkutan. c. Luas Pengujian Luas pengujian pengendalian dipengaruhi langsung oleh tingkat resiko pengendalian yang direncanakan auditor. Pengujian yang lebih ekstensif diperlukan untuk tingkat resiko pengendalian rendah dibandingkan dengan tingkat resiko pengendalian moderat.

Penggunaan Auditor Intern dalam Pengujian Pengendalian Apabila klien mempunyai auditor intern, maka auditor dapat: 1. Mengkoordinasi audit dengan auditor intern Tujuannya adalah mengurangi jumlah lokasi perusahaan yang akan diperiksa. Akan lebih efisien apabila dilakukan dengan cara melakukan pertemuan periodik dengan auditor intern, mereview jadwal kegiatan auditor intern, mendapatkan akses kertas kerja auditor intern, dan mereview laporan auditor intern. 2. Auditor intern diperbantukan langsung Pertimbangan untuk memperbantukan auditor intern secara langsung adalah

pertimbangan kompentensi dan obyektivitas auditor intern, memberitahu tanggung jawab auditor intern, dan pemberitahuan kepada auditor mengenai semua masalah akuntansi dan auditing. Pengujian bertujuan ganda yaitu melakukan pengujian substantif selama periode interm bersamaan dengan pengujian pengendalian. Pengujian ini akan lebih menghemat biaya dan waktu.

Pertibangan-Pertimbangan Lain Dalam Penetapan Risiko Pengendalian 1. Penetapan resiko pengendalian untuk asersi saldo rekening yang hanya dipengaruhi oleh satu kelompok transaksi Ditentukan langsung oleh tingkat risiko asersi yang sama dari kelompok transaksi yang mempengaruhinya

2. Penetapan risiko pengendalian untuk asersi-asersi saldo rekening yang dipengaruhi oleh berbagai kelompok transaksi Harus mempertimbangkan risiko pengendalian yang relevan dari setiap kelompok

transaksi yang secara signifikan mempengaruhi saldo 3. Untuk suatu rekening yang saldonya dipengaruhi oleh lebih dari 1 kelompok transaksi, Penetapan risiko pengendalian untuk suatu asersi saldo rekening tersebut didasarkan pada penetapan risiko pengendalian untuk asersi yang sama yang berkaitan dengan masingmasing kelompok transaksi yg mempengaruhi saldo rekening dengan satu perkecualian. Perkecualian tersebut adalah penetapan risiko pengendalian utk asersi-asersi keberadaan keterjadian dan kelengkapan utk suatu kelompok transaksi yang menyebabkan berkurangnya suatu saldo rekening berhubungan dengan asersi sebaliknya untuk saldo rekening yang terpengaruh.

Pendokumentasian Penetapan Tingkat Risiko Pengendalian Pedomannya: Risiko pengendalian maksimum Risiko pengendalian di bawah maksimum Hanya kesimpulan yang perlu didokumentasikan

Dasar penetapan harus didokumentasikan

Komunikasi Masalah yang Berhubungan dengan SPI Auditor harus melaporkan kepada komite audit. Yang dilaporkan adalah kekurangan material dlm rancangan & pelaksanaan SPI yang berakibat buruk bagi perusahaan