Anda di halaman 1dari 6

TERAPI SENAM DISMENORHEA A.

Tujuan
1. Melatih cara relaksasi saat nyeri haid 2. Melenturkan otot rahim 3. Memperkuat otot panggul.

4. Meningkatkan sirkulasi.
5. Mengontrol nyeri saat haid.

B. Ruang Lingkup Dilakukan untuk remaja atau dewasa dengan masalah nyeri saat haid. Kontra indikasi :
1. Tidak dalam nyeri haid yang hebat.

2. Tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu, atau kurang tidur dan baru sembuh dari sakit.
C. Acuan

Bobak, Lowdermilk, Jensen, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Edisi 4, EGC, Jakarta, 2000 http://reprocare.org/article/19944/dismenore-nyeri-haid-yang-menyiksa.html D. Definisi Dismenore adalah Nyeri waktu haid/menarce yang terasa di perut bawah, biasanya terasa sebelum & sesudah haid, nyeri bersifat kolik terus menerus, nyeri diduga karena spasme. E. Prosedur 1. Persiapan klien

Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan dan manfaatnya. Kontrak waktu lamanya latihan senam nyeri haid.

2. Prosedur tindakan 1. Posisi awal : Berbaring terlentang, kedua tangan disamping badan dan kedua lutut ditekuk (gam.5a) Kegiatan: Angkat panggul sampai badan dan kedua tungkai atas membentuk sudut dengan lantai dan di tahan oleh kedua kaki dan bahu. Turunkan pe rlahan lahan dan rileks(gambar. 5b)

2.Latihan ke 2 Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan, kedua tungkai lurus dan rileks. Kegiatan 1. panjangkan tungkai kanan dengan menarik tungkai kiri mendekati bahu kiri dan kembali ke posisi semula. Kedua lutut tidak bopleh ditekuk. Lakukan gerakan ini 2x berturut-turut. 2. Panjngkan yungkai kiri dengan menarik tungkai kanan mendekati bahu kanan dan kembali k posisi semula. Lakukan gerakan ini 2x berturut-turut. Gerakan tersebut diatas lakukan secara bergantian sehingga latihan ini berturut turutdilakukan sebanyak 8x.

3. Latihan ke 3. 1. putarkan panggul kekiri, pada saat menggerakan panggul kekiri, tekankan pinggang ke lantai sambil mengempiskan perut dan mengerutkan liang dubur. Lakukan gerakan ini sebanyak 4x.. 2. putarkan panggul kekanan, pada saat menggerakan panggul ke kanan, tekankan pinggang ke lantai sambil mengempiskan perut dan mengerutkan liang dubur. Lakukan gerakan ini sebanyak 4x.. 4. latihan pembentuka sikap tubuh Sikap awal: Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk kedua lengan disamping badan dan rileks. Kegiatan: Angkat pinggang sehingga badan membentuk lengkungan, tekankan pinggang ke lantai sambl mengempiskan perut dan kerutkan latihan ini sebanyak 8x. 5. latihan kontraksi dan relaksasi Sikap awal: berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping badan dan rileks Kegiatan: Tegangkan otot-otot muka dengan mengerutkan dahi, mengatupkan tulang rahang, dan tegangkan otot-otot leherl, beberapa detik kemudian dilemaskan. Selama melakukan latihan ini pusatkan perhatian pada aktifitas otot-otot muka dan rasakan benar-benar bketegangannya dan kelemasannya. Setelah melakukan relaksasi otot-otot muka beberapa saat, tegangkan kembali otot-otot muka dan leher tersebut dan seterusnya. Lakukan latihan ini sebanyak 8x otot-otot sekitar dubur sekaligus. Lakukan

6. latihan pernapasan untuk mengatasi nyeri Sikap awal: berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping badan dan rileks. Kegiatan: letakkan tangan kiri diatas perut (gambar 7a), lakukan pernafasan diafragma, yaitu tarik nafas melalui lubang hidung, tangan kiri bergerak keatas mengikuti dinding perut naik (gambar 7 b), kemudian tiup nafas melalui celah-celah bibir. Tangan kirir turun mengikuti dinding perut yang turun. Pernafasan ini dilakukan dengan frekuensi 12-14 kali permenit dan dinamakan pernafasan diafragma dalam. Lakukan latihan ini sebanyak 8x 7. Latihan ke 4 Sikap awal : sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai. Kegiatan : Tundukkan kepala, lihat vulva dan pinggang di angkat sambil mengempiskan perut atas dan mengerutka lubang dubur (gambar 1a). Kemudian turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasasr panggul (gambar 1b). Lakukan latihan ini sebanyak 8 kali

Gambar 1 8.Latihan kontraksi dan relaksasi Sikap awal : berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping badan, dan relaks. Kegiatan : Dalam keadaan relaksasi seluruh tubuh, kepalkan kedua tangan dan tegangkan selama beberapa detik. Rasakan ketegangan itu kemudian lemaskan kembali. Rasakan pula kelemasan kedua tangan tersebut. Lakukan latihan ini sebanyak 8 kali

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI SENAM DISMENORE

Disusun oleh: Yunestika Mardiana P17320109086 3A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN BANDUNG JURUSAN KEPERAWATAN BANDUNG


2012