Anda di halaman 1dari 4

L.I. 1. Memahami dan menjelaskan kapiler darah 1.1. 1.2.

Definisi Struktur dan Fungsi Struktur dinding kapiler tersusun atas sel endotel seperti yang ditemui di sebagian besar organ tubuh,khususnya di otot dan jaringan ikat. Dinding kapiler tersusun atas satu lapisan uniselular sel-sel endotel dan dikelilingi oleh suatu membrane basal yang sangat tipis di sisi luar kapiler. Kapiler memiliki ketebalan sekitar 0,5 mikrometer. Diameter interna kapiler besarnya 4-9 mikrometer.

Pori-pori didalam membrane kapiler: Didalam membrane kapiler juga ditemui celah antarsel yang merupakan celah tipis dan berbelok yang terletak di antara sel-sel endotel yang saling berdekatan, celah ini menghubungkan bagian dalam dan bagian luar dari kapiler, normalnya celah memiliki ruang yang seragam dengan lebar kira-kira 6 sampai 7 nanometer, meskipun sangat kecil kecepatan pergerakan termal molekul air dan sebagian besar ion larut air serta zat terlarut yang kecil begitu cepat sehingga dapat berdifusi dengan mudah. Diantara celah endotel juga terdapat vesikel plasmalemal yang kecil. Vesikel ini terbentuk pada salah satu permukaan sel dengan menyerap sejumlah kecil paket plasma atau cairan intrasel, vesikel ini dapat bergerak dan dapat bergabung dengan vesikel-vesikel lainnya dan membentuk kanal vesikel.

Tipe-tipe pori kapiler pada orgn tertentu: 1. Didalam otak, Celah antar sel dalam otak rapat, sehingga hanya molekul yang sangat kecil seperti air,oksigen,dan karbon dioksida, yang dapat melewatinya. 2. Didalam hati, justru celah begitu lebar sehingga hamper semua zat yang larut dalam plasma ,termasuk protein plasma dapat lewat dari darah dan masuk kedalam jaringan hati 3. Di membrane kapiler gastrointestinal ukuran celah diantara ukuran celah di otot dan hati 4. Didalam berkas glomerulus ginjal, ada jendela kecil yang berbentuk oval yang disebut fenestrae yang langsung menembus bagian tengah endotel sehingga sejumlah zat molekul dan ion yang berukuran kecil dapat lewat tanpa harus melalui celah antarsel.

1.3.

Hubungan terjadinya tekanan koloid osmotic dan hidrostatik Tekanan Hidrostatik dalam kapiler cenderung mendorong cairan dan zatzat terlarut melewati pori kapiler kedalam ruang interstitial. Sebaliknya tekanan osmotic koloid atau tekanan osmotic yang ditimbulkan oleh protein plasma,cenderung menggerakan cairan secara osmosis dari ruang interstitial kedalam darah. Tekanan osmotic koloid berguna untuk mencegah hilangnya volume cairan dari dalam darah. Empat daya osmotic koloid dan Hidrostatik utama dalam peregerakan cairan melalui membrane kapiler: Daya Sterling 1. Tekanan Kapiler (Pc) : cenderung mendorong cairan keliuar melalui membrane kapiler 2. Tekanan Cairan Interstitial (Pif) : Cenderung mendorong cairan ke dalam melalui membrane kapiler saat nilai Pif positif dan keluar saat Pif negative 3. Tekanan Osmotik koloid plasma kapiler : Cenderung menimbulkan osmosis cairan ke dalam melalui membrane kapiler 4. Tekanan Osmotik koloid cairan interstitial : Cenderung menimbulkan osmosis cairan keluar melalui membrane kapiler.

Jika jumlah keempat daya ini bernilai positif, filtrasi cairan netto melalui filtrasi akan terjadi,namun jika daya sterling bernilai negative , akan terjadi absorpsi cairan dari ruang interstitial kedalam kapiler. L.I. 2. Memahami aspek biokimia dan Fisiologis kelebihan cairan tubuh 2.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme air 2.2. Penyebab dan koreksi kelebihan air 2.3. Menjelaskan tenaga aliran darah berasal dari tekanan hidrostatik, tekanan koloid osmotic darah dan tekanan hidrostatik cairan interstitial 2.4. Menjelaskan terjadinya edema pada gangguan keseimbangan aliran darah di kapiler,arteri,vena dan limfa L.I.3. Memahami dan menjelaskan edema dan asites 3.1. Definisi Edema: adalah suatu keadaan dimana terdapat cairan berlebih di jaringan tubuh. Pada sebagian besar keadaan, edema terjadi di kompartemen ekstrasel, tapi juga dapat melibatkan kompartemen cairan intrasel. Asites : Efusi dan akumulasi cairan serosa secara abnormal di rongga abdomen tepatnya di dalam peritoneum,akibat banyak penyakit. 3.2. Mekanisme edema dan asites Mekanisme Edema : Volume Sirkulasi Efektif menurun RAAS meningkat Retensi Natrium di ginjal total natrium meningkat Edema Mekanisme Asites: 5sax3.3. Klasifikasi Berdasarkan letaknya: 1. Edema Intrasel: Terjadi pembengkakan di intrasel Edema: 1. Edema paru, pada gagal jantung kongestif, sindroma nefrotik, sirosis hati & gagal ginjal 2. Edema Perifer, di tungkai dan diiringi asites 3. Pitting Edema pada hipotiroid Asites : 1. Transudasi (pada sirosis hati dan hipertensi portal)

2. Eksudasi ( Karena Inflamasi/infeksi) 3.4.Gejala dan penyebab 3.5. Penatalaksanaan 3.6. Pemeriksaan Laboratorium