Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manusia yang muda menjadi tua merupakan proses penuaan secara alamiah yang tidak bisa kita hindari dan merupakan hukum alam. Akibat dari proses itu menimbulkan beberapa perubahan, meliputi perubahan fisik, mental, spiritual, psikososial adaptasi terhadap stres mulai menurun. Menurut Maramis (1995), pada lanjut usia permasalahan yang menarik adalah kurangnya kemampuan dalam beradaptasi secara psikologis terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. enurunan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan stres lingkungan sering menyebabkan gangguan psikososial pada lansia. Masalah kesehatan ji!a yang sering muncul pada lansia adalah gangguan proses pikir, demenntia, gangguan perasaan seperti depresi, harga diri rendah, gangguan fisik dan gangguaan perilaku. "epresi pada lanjut usia terus menjadi masalah kesehtan mental yang serius meskipun pemahaman kita tentang penyebab depresi dan perkembangan pengobatan farmakologis dan psikoterapeutik sudah sedemikian maju. #ejala $ gejala depresi ini sering berhubungan dengan penyesuaian yang terhambat terhadap kehilangan dalam hidup dan stressor. %tressor pencetus seperti pensiun yang terpaksa, kematian pasangan, kemunduran kemampuan atau kekuatan fisik dan kemunduran kesehatan serta penyakit fisik, kedudukan sosial, keuangan, penghasilan dan rumah tinggal sehingga mempengaruhi rasa aman lansia dan menyebabkan depresi (&riedman,199') . re(alensi depresi pada lansia tinggi sekali, sekitar 1) $ *+ , lansia yang menjalani ra!at jalan mengalami depresi. Angka ini meningkat menjadi *- $ 5- , pada lansia dengan penyakit kronis dan pera!atan lama yang mengalami depresi (Mangoenprasodjo, )--.). Menurut /aplan et all (1990), kira1kira )5 , komunitas lanjut usia dan pasien rumah pera!atan ditemukan adanya gejala

depresi pada lansia. "epresi menyerang 1-115 , lansia +5 tahun ke atas yang tinggal di keluarga dan angka depresi meningkat secara drastis pada lansia yang tinggal di institusi, dengan sekitar 5- $ 05 , penghuni pera!atan jangka panjang memiliki gejala deoresi ringan sampaia sedang (%tanley 2 3eare, )--0). 4esiko depresi meningkat pada !anita, terutama yang memiliki ri!ayat depresi, baru saja kehilangan hidup sendiri, lemahnya dukunagn sosial, tinggal di rumah pera!atan jangka panjang, penurunan kesehatan dan keterbatasan fungsional (#reen et al., 199)5 %choe(ers et al., )---5 %ada(oy et al., )--.) . resiko bunuh diri pada lansia !anita yang emnagalami depresi dua atau tiga kali lebih tinggi daripada lansia laki1laki (6ones,)--)) . 7ingginya angka depresi pada lansia !anita lebih berhubungan dengan transisi fungsi reproduksi dan hormonal atau menopouse (sado(y et al., )--.) . B. Rumusan Masalah a. Apakah pengertian lansia dan batasan lansia8 b. Apakah yang dimaksud dengan proses menua8 c. 3agaimana dengan teori1teori proses menua8 d. Apakah pengertian depresi8 e. Apakah faktor predisposisi dan pencetus8 f. Apakah tanda dan gejala depresi serta ciri1ciri depresi8 C. Tujuan a. 9ntuk mengetahui pengertian lansia dan batasan usia. b. 9ntuk mengetahui proses menua. c. 9ntuk mengetahui dan mengerti proses menua. d. 9ntuk mengetahui apa itu depresi. e. 9ntuk mengetahui faktor predisposisi dan faktor pencetus depresi. f. 9ntuk mengetahui tanda dan gejala depresi.

BAB II TINJAUAN PUSTA A

A. Lans!a ". Pengert!an lans!a Menurut organisasi kesehatan adalah usia pertengahan (midlle age) kelompok usia .510- tahun usia lanjut (elders) antara +-10- tahun usia tua (old) antara 0519- tahun usia sangat tua ((ery old) diatas 9- tahun. Menurut rof /oesmoto %etyonegoro lanjut usia adalah orang yang berumur +5 tahun keatas. %ebenarnya lanjut usia adalah suatu proses alami yang tidak dapat ditentukan oleh 7uhan :ang Maha ;sa. (<ahyudi =ugroho, )---) #. Batasan$Batasan Lans!a 3atasan seseorang dikatakan lanjut usia masih diperdebatkan oleh para ahli karena banyak faktor fisik, psikis dan lingkungan yang saling mempengaruhi sebagai indikator dalam pengelompokan usia lanjut. roses penuaan berdasarkan teori psikologis ditekankan pada perkembangan. <orld >ealth ?rgani@ation (<>?) mengelompokkan usia lanjut sebagai berikut A a. Middle Aggge (.5159 tahun) b. ;rderly (+-10. tahun) c. ?ld (0519- tahun) d. Bery old (C 91 tahun) Menurut 3irren dan 4enner dalam 6ohanna ;. (19915 05) usia biologis dabat diberi batasan sebagai suatu estimasi posisi seseorang dalam hubungannya dengan potensi jangka hidupnya. Menurut ;isdoefer dan <ilkie dalam 6ohanna, ; (199*, 05) mengatakan bah!a usia biologis adalah proses genetik yang berhubungan !aktu, tetapi terlepas dari stres,

trauma dan penyakit. %eseorang dikatakan muda secara biologis apabila secara kronologis tua, tetapi organ1organ tubuhnya, seperti jantung, ginjal, hati, saluran pencernaan, tetap berfungsi seperti !aktu muda. 9sia psikologis adalah kapasitas indi(idu untuk adaptif dalam hal ingatan, belajar, intelegensi, keterampilan, perasaan, moti(asi dan emosi. Apabila hal ini masih baik dan stabil dapat dikatakan secara psikologis ia masih de!asa. 9sia sosial menekankan peran dan kebiasaan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain dan menjalankan perannya dengan penuh tanggung ja!ab di mayarakat. &aktor1faktor yang mempengaruhi tua adalah herediter, nutrisi, status kesehatan ,pengalaman hidup, lingkungan dan stres B. De%res! ". Pengert!an De%res! "epresi merupakan satu masa tergangguanya fungsimanusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyetanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya serta gagasan bunuh diri ( /aplan dan %adock, 199'). "epresi adalah suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan dapat berupa serangan yang ditujukan apada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam (=ugroho, )---) . Menurut >udak 2 #allo (199+), gangguan depresi merupakan keluhan umum pada lanjut usia dan merupakan penyebab tindakan bunuh diri. "epresi adalah gangguan alam perasaan yang ditandai oleh kesedihan, harga diri rendah, rasa bersalah, putus asa, perasaan kosong (/elliat,199+). %edangkan menurut >a!ari (199+), depresi adalah bentuk gangguan perasaan tidak berguna dan putus asa. "epresi adalah suatu kesedihan atau perasaan duka yang berkepanjangan (%tuart dan %undeen, 199').

#. &akt'r %re(!s%'s!s! (an )akt'r %en*etus Menurut %tuart dan %undeen (199'), faktor penyebab depresi adalah A &akt'r Pre(!s%'s!s!+ a. &aktor genetik dianggap mempengaruhi tranmisi gangguan afektif melalui ri!ayat keluarga atau keturunan. b. 7eori agresi menyerang kedalam,menunjukan bah!a depresi terjadi karena perasaan marah yang ditujukan kepada diri sendiri. c. 7eori kehilangan obyek merujuk kepada perpisahan traumatik indi(idu dengan benda atau yang sangat berarti. d. 7eori organisasi kepribadian menguraikan bagaimana konsep diri yang dengan mudah mempengaruhi sistem keyakinan dan penilaian seseorangg terhadap stresor. e. Model kognitif menyatakan bah!a depresi merupakan masalah kognitif yang didominisi oleh e(aluasi negatif seseorng tehadap diri seseorang, dunia seseorang dan masa depan seseorang. f. Model ketidakberdayaan yang dipelajari menunjukkan bah!a bukan semata1mata trauma menyebabkan depresi tetapi keyakinan bah!a seseorang tidak mempunyai kendali terhadap hasil yang penting dalam kehidupnya oleh karena itu ia mengulung respon yang adaptif. g. Modal perilaku berkembang dari kerangka teori belajar sosial yang mengasumsi penyebab depresi terletak pada kurangnya keinginan positif dalam berinteraksi dengan lingkungan. h. Modal biologi menguraikan perubahan kimia dalam tubuh terjadi selama masa depresi terrmasuk defisiensi ketokolamin, disfungsi endokrin, hipersekresi kortisol dan (ariasi periodik dalam irima biolgis.

&akt'r Pen*etus Ada . sumber utama stressor yang dapat mencetuskan gangguan alam perasaan (depresi) menurut %tuart dan %undeen (199'), yaitu A a. /ehilangan keterikatan, yang nyata atau yang dibayangkan, termasuk kehilangan cinta, seseorang, fungsi fisik, kedudukan,atau harga diri karena elemen aktual dan simbolik melibatkan konsep kehilangan maka persepsi pasien merupakan hal yang sangat penting. b. eristi!a besar dalam kehidupan sering dilaporkan sebagai pendahulu episode depresi dan mempunyai dampak terhadap masalah1masalah yang dihadapi sekarang dan kemampuan menyelesaikan masalah. c. d. eran dan ketegangan peran telah dilaporkan mempengaruhi perkembangan depresi, terutama pada !anita. erubahan fisiologik diakibatkan oleh obat1obatan atau penyakit fisik dan gangguan keseimbangan metabolik, dapat mencetuskan gangguan alam perasaan. diantara obat1obatan tersebut terdapat obat antihipertensi dan penyalahgunaan @at yang menyebabkan kecanduan. /ebanyakan penyakit kronik yang melemahkan tubuh juga sering disertai dengan depresi. depresi yang terdapat pada usia lanjut biasnya bersifat kompleks karena untuk menegakkan diagnosis sering melibatakan e(aluasi dari kerusakan otak orgnik dan depresi klinik. Menurut 7o!nsed (199'), penyebab depresi adalah gabungan dari faktor predisposisi (teori biologis terdiri dari genetik dan biokimia) dan faktor pencetus (teori psikososial terdiri dari psikoanalistis, kognitif, teori pembelajaran, teori kehilangan obyek).

,. Tan(a Dan -ejala De%res! erialu yang berhubungan dengan depresi menurut /elliat (199+) meliputi beberapa aspek seperti 5 a. Afektif. /emarahan, ansietas, apatis, kekesalan, penyangkalan perasan, kemurungan, rasa bersalah, ketidakberdayaan, keputusasaan, kesepian, harga diri rendah, kesedihan. b. &isiologik. =yeri abdomen, anoreksia, sakit punggung, konstipasi, pusing, keletihan, gangguan pencernaan, insomnia, perubahan haid, makan berlebih D kurang, gangguan tidur dan perubahan berat badan. c. /ognitif. Ambi(alensi, kebingungan, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan minat dan moti(asi, menyalahkan diri sendiri, mencela diri sendiri, pikiran yang destruktif tentang diri sendiri, pesimis, ketidakpastian. d. erilaku. Agresif, agitasi, alkoholisme, perubahan tingkat akti(itas, kecanduan obat, intoleransi, mudah tersinggung, kurang spontanitas, sangat tergantung, kebersihan diri yang kurang, isolasi social, mudah menangis dan menarik diri. Menurut "#61EEE (Maslim,1990), tingkatan depresi ada * berdasarkan gejala1gejalanya yaitu A a. "epresi ringan. #ejala A 1) /ehilangan minat dan kegembiraan. lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya akti(itas. *) /onsentrasi dan perhatian yang kurang. .) >arga diri dan kepercayaan diri yang kurang.
7

)) 3erkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah

5) Famanya gejala tersebut berlangsung sekurang1kurangnya ) minggu. +) >anya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan social yang biasa dilakukannya. b. "epresi sedang. #ejala A 1) /ehilangan minat dan kegembiraan. lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya akti(itas. *) /onsentrasi dan perhatian yang kurang. .) >arga diri dan kepercayaan diri yang kurang. 5) #agasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna. +) andangan masa depan yang suram dan pesimitis. 0) Famanya gejala tersebut berlangsung minimum sekitar ) minggu. ') Menghadapi kesulitan untuk meneruskan kegiatan social pekerjaan dan urusan rumah tangga. c. "epresi berat. #ejala A 1) )) Mood depresif. /ehilangan minat dan kegembiraan. lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya akti(itas. .) /onsentrasi dan perhatian yang kurang. 5) #agasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna. +) 0) andangan masa depan yang suram dan pesimitis. erbuatan yang membahayakan dirinya sendiri atau bunuh diri. )) 3erkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah

*) 3erkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah

') 7idur terganggu. 9) "isertai !aham, halusinasi. 1-) Famanya gejala tersebut berlangsung selama ) minggu.
8

..

arakter!st!k De%res! %a(a Lanjut Us!a. Meskipun depresi banyak terjadi di kalangan lansia, depresi ini sering di diagnosis salah atau diabaikan. 4ata1rata +-10- , lanjut usia yang mengunjungi praktik dokter umum adalah mereka dengan depresi, tetapi acapkali tidak terdeteksi karena lansia lebih banyak memfokuskan pada keluhan badaniah yang sebetulnya adalah penyerta dari gangguan emosii (Mahajudin, )--0) . Menurut %tanley 2 3eare ()--0), sejumlah faktor yang menyebabkan keadaan ini, mencakup fakta bah!a depresi pada lansia dapat disamarkan atau tersamarkan oleh gangguan fisik lainnya (masked depression). %elain itu isolasi sosial, sikap orang tua, penyangkalan, pengabaian terhadap proses penuaan normal menyebabkan tidak terdeteksi dan tidak tertanganinya gangguan ini. "epresi pada orang lanjut usia dimanifestasikan dengan adanya keluhan merasa tidak berharga, sedih yang berlebihan, murung, tidak bersemangat, merasa kosong, tidak ada harapan, menuduh diri, ide1ide pikiran bunuh diri dan pemeliharaan diri yang kurang bahkan penelantaran diri (<ash,1990) . %aimun ()--+) menggambarkan gejala1gejala depresi pada lansiaA a. /ognitif. %ekurang1kurangnya ada + proses kognitif pada lansia yang menunjukkan gejala depresi. 1) Endi(idu yang mengalami depresi mengalami depresi memiliki self1esteem yang sangat rendah. Mereka berpikir tidak adekuat, tidak mampu, merasa dirinya tidak berarti, merasa rendah diri dan merasa bersalah terhadap kegagalan yang dialami. )) Fansia selalu pesimis dalam menghadapi masalah dan segala sesuatu yang dijalaninya menjadi buruk dan kepercayaan terhadap dirinya tidak adekuat. *) Memiliki moti(asi yang kurang dalam menjalani hidupnya, selalu meminta bantuan dan melihat semuanya gagal dan sia1sia sehingga merasa tidak ada gunanya berusaha.
9

.) Membesar1besarkan menghadapi masalah. 5)

masalah

dan

selalu

pesimistik

dalam

roses berpikirnya menjadi lambat, performance intelektualnya berkurang.

+) #eneralisasi dari gejala depresi, harga diri rendah, pesimisme dan kurangnya moti(asi. b. Afektif. Fansia yang mengalami depresi merasa tertekan, murung, sedih, putus asa, kehilangan semangat dan muram. %ering merasa terisolasi, ditolak dan tidak dicintai. Fansia yang mengalami deprsesi menggambarkan dirinya seperti berada dalam lubang gelap yang tidak dapat terjangkau dan tidak bisa keluar dari sana. c. %omatik. Masalah somatik yang sering dialami lansia yang mengalami depresi seperti pola tidur terganggu (insomnia), gangguan pola makan dan dorongan seksual berkurang. Fansia lebih rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya melemah, selain karena aging process juga karena orang yang mengalami depresi menghasilkan sel darah putih yang kurang (%chleifer et all, 19'.5 %aimun,)--+) . d. sikomotor. #ejala psikomotor pada lansia depresi yang dominan adalah tretardasi motor. %ering duduk dengan terkulai dan tatapan kosong tanpa ekspresi, berbicara sedikit dengan kalimat datar dan sering menghentikan pembicaraan karena tidak memiliki tenaga atau minat yang cukup untuk menyelesaikan kalimat itu. "alam pengkajian depresi pada lansia, menurut %ada(oy et all ()--.) gejala1gejala depresi dirangkum dalam %E#;GA % yaitu gangguan pola tidur (sleep) pada lansia yang dapat berupa keluhan sukar tidur, mimpi buruk dan bangun dini dan tidak bisa tidur lagi, penurunan minat dan akti(itas (interest), rasa bersalah dan menyalahkan diri (guilty), merasa cepat lelah dan tidak mempunyai tenaga (energy),
10

penurunan konsentrasi dan proses pikir (concertation), nafsu makan menurun (appetite), gerakan lambat dan lebih sering duduk terkulai (psychomotor) dan penelantaran diri serta ide bunuh diri (suicidaly). /. C!r!$C!r! De%res! Giri1ciri tiga macam depresi (7umlahaye,199'). eh!langan semangat 0r!ngan1 Mental H 4agu1ragu H /emurkaan H /asihan diri sendiri &!s!k H /ehilangan Patah semangat 0ser!us1 H /ritik diri sendiri H /emarahan H enolakan diri sendiri H /epahitan Putus asa 02erat1

H/asihan diri sendiri /asihan diri sendiri H engungsian diri H /epasifan

nafsuH /elesuan H /ecemasan H Menangis

makan H 7idak dapat tidur H enampilan yang tidak

teratur em's!'na H /etidakpatuhan l H /esedihan H Mudah tersinggung H 4agu1ragu akan 7uhan H /eadaan yang sulit H 7iada harapan H kesepian enderitaanH %ki@ophegenia kematahan H /eadaan tertinggal H /emarahan akan

terhadap 7uhan

sabda1sabda 7uhan H S%!r!tual 7idak senang akanH Menolak akanH Acuh tak acuh akan nasihat 7idak percaya

7uhan

7uhan

H 7idak berterima kasihH Mengeluh terhadapH dan tidak percaya 7uhan

terhadap 7uhan

11

3. Skala Pengukuran De%res! %a(a Lanjut Us!a. "epresi dapat mempengaruhi perilaku dan akti(itas seseorang terhadap lingkungannya. #ejala pada lansia diukur menurut tingkatan sesuai dengan gejala yang termanifestasi. 6ika dicurigaiterjadi depresi, harus dilakukan pengkajian dengan alat pengkajian yang terstandarisasi dan dapat dipercayai serta (alid dan memang dirancang untuk diujikan kepada lansia. %alah satu yang mudah digunakan dan diintrepretasikan di berbagai tempat, baik oleh peneliti maupun praktisi klinis adalah #eriatric "epression %cale (#"%). Alat ini diperkenalkan oleh :esa(age pada tahun )9'* dengan indikasi utama pada lanjut usia, dan memiliki keunggulan mudah digunakan dan tidak memerlukan ketrampilan khusus dari pengguna. Enstrument #"% ini memiliki sensiti(itas '. , dan specificity 95 ,. 7es reliabilitas alat ini correlates significantly of -,'5 (3urns,1999). Alat ini terdiri dari *- poin pertanyaan dibuat sebagai alat penapisam depresi pada lansia. #"% menggunakan format laporan sederhana yang diisi dengan menja!ab IyaJ atau ItidakJ setiap pertanyaan, yang memerlukan !aktu sekitar 511- menit untuk menyelesaikannya. #"% merupakan alat psikomotorik dan tidak mencakup hal1hal somatic yang tidak berhubungan dengan pengukuran mood lainnya. %kor -11menunjukkan tidak ada depresi, nilai 111)- menunjukkan depresi rigan dan skor )11*- termasuk depresi sedang D berat yang membutuhkan rujukan guna mendapatkan e(aluasi psikiatrik terhadap depresi secara lebih rinci, karena #"% hanya merupakan alat penapisan. %pesifikasi rancangan pernyataan perasaan (mood) depresi seperti tabel berikutA

4. U%a5a Penanggulangan De%res! %a(a Lans!a. "alam pendekatan pelayanan kesehatan pada kelompok lanjut usia sangat perlu ditekankan pendekatan yang mencakup fisik, psikologis, spiritual dan social. >al tersebut karena pendekatan dari satu aspek saja
12

tidak akan menunjang pelayanan kesehatan pada lanjut usia yang membutuhkan suatu pelayanan yang komperhensif. endekatan inilah yang dalam bidang kesehatan ji!a (mental health) disebut pendekatan eclectic holistic, yaitu suatu pendekatan yang tidak tertuju pada kondisi fisik saja, akan tetapi juga mencakup aspek psychological, psikososial, spiritual dan lingkunagn yang menyertainya. endekatan holistic adalah pendekatan yang menggunakan semua upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia, secara utuh dan menyeluruh (>a!ari,199+). Ada beberapa penanggulangan depresi dengan eclectic holistic approach, diantaranya A a. endekatan psikodinamik. &ocus pendekatan psikodinamik adalah penangan terhadap konflik1 konflik yang berhubungan dengan kehilangan dan stress. 9paya penangan depresi dengan mengidentifikasi kehilangan dan stress yang menyebabkan depresi, mengatasi dan mengembangkan cara1cara menghadapi kehilangan dan stressor dengan psikoterapi yang bertujuan untuk memulihkan kepercayaan diri (self confidence) dan memperkuat ego. Menurut /aplan et all (1990) pendekatan ini tidak hanya untuk menghilangkan gejala, tetapi juga untuk menndapatkan perubahan struktur dan karakter kepribadian yang bertujuan untuk perbaikan kepercayaan pribadi, keintiman, mekanisme mengatasi stressor dan kemampuan untuk mengalami berbagai macam emosi. b. endekatan erilaku 3elajar. enghargaan atas diri yang kurang akibat dari kurangnya hadiah dan berlebihnya hukuman atas diri dapat diatasi dengan pendekatan perilaku belajar. Garanya dengan identifikasi aspek1aspek lingkungan yang merupakan sumber hadiah dan hukuman. /emudian diajarkan ketrampilan dan strategi baru untuk mengatasi, menghindari atau mengurangi pengalaman yang menghukum seperti asserti(e training, latihan ketrampilan social, latihan relaksasi dan latihan manajemen !aktu. 9saha berikutnya adalah peningkatan hadiah dalam hidup
13

dengan self1reinforcement yang diberikan segera setelah tugas dapat diselesaikan. Menurut %aimun, )--+ ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian hadiah dan hukuman, yaitu tugas dan teknik yang diberikan terperinci dan spesifik untuk aspek hadiah dan hukuman dari kehidupan tertentu dari indi(idu. 7eknik ini dapat untuk mengubah tingkah laku supaya meningkatkan hadiah dan mengurangi hukuman, serta indi(idu harus diajarkan ketrampilan yang diperlukan untuk meningkatkan hadiah dan mengurangi hukuman. c. endekatan /ognitif. endekatan ini bertujuan untuk mengubah pandangan dan pola piker tentang keberhasilan masa lalu dan sekarang dengan cara mengidentifikasi pemikiran negati(e yang mempengaruhi suasana hati dan tingkah laku, menguji indi(idu untuk menentukan aapakah pemikirannya benar dan menggantikan pikiran yang tidak tepat dengan yang lebih baik (3eck,et al, 19095 %aimun, )--+). "asar dari pendekatan ini adalah kepercayaan (belief) indi(idu yang terbentuk dari rangkaian (erbalisasi diri (self1talk) terhadap peristi!a D pengalaman yang dialami yang menentukan emosi dan tingkah laku diri. Menurut /aplan et all (1990), upaya pendekatan ini adalah menghilanhkan episode depresi dan mencegah rekuren dengan membantu mengidentifikasi dan uji kognisi negati(e, mengembangkan cara berpikir alternati(e, fleksibel dan positif, serta melatih kembali respon kognitif dan perilkau yang baru dan penguatan perilaku dan pemikiran yang positif. d. endekatan >umanistik ;ksistensial. 7ugas utama pendekatan ini adalah membantu indi(idu menyadari keberadaannya di dunia ini dengan memperluas kesadaran diri, menemukan dirinya kembali dan bertanggungja!ab terhadap arah hidupnya. "alam pendekatan ini, indi(idu yang harus berusaha
14

membuka pintu menuju dirinya sendiri, melonggarkan belenggu deterministic yang menyebabkan terpenjara secara psikologis (Gorey 199*, %aimun,)--+). "engan mengeksplorasi alternati(e ini membuat pandangan menjadi real, indi(idu menjadi sadar siapa dia sebelumnya, sekarang dan lebih mampu menetapkan masa depan. e. endekatan &armakologis. "ari berbagai jenis upaya untuk gangguan depresi ini, maka terapi psikofarmaka (farmakoterapi) dengan obat anti depresan merupakan pilihan alternati(e. >asil terapi dengan obat anti depresan adalah baik denagn dikombinasikan dengan upaya psikoterapi. C. Asuhan e%era6atan Lans!a (engan De%res!

". Pengkaj!an a. Edentitas diri klien b. %truktur keluarga A #enogram c. 4i!ayat /eluarga d. 4i!ayat enyakit /lien /aji ulang ri!ayat klien dan pemeriksaan fisik untuk adanya tanda dan gejala karakteristik yang berkaitan dengan gangguan tertentu yang didiagnosis. e. /aji adanya depresi. f. %ingkirkan kemungkinan adanya depresi dengan scrining yang tepat, seperti geriatric depresion scale. g. Ajukan pertanyaan1pertanyaan pengkajian kepera!atan h. <a!ancarai klien, pemberi asuhan atau keluarga. i. Fakukan obser(asi langsung terhadap A 1) erilaku. a) Apakah klien menunjukkan perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial8

15

b) Apakah klien sering mengluyur dan mondar 1 mandir8 c) Apakah dia menunjukkan sundo!n syndrom atau

perse(eration phenomena8

)) Afek a) Apakah klien menunjukkan ansietas8 b) Fabilitas emosi8 c) "epresi atau apatis8 d) lritabilitas8 e) Guriga8 f) 7idak berdaya8 g) &rustasi8 *) 4espon kognitif a) 3agaimana tingkat orientasi klien8 b) Apakah klien mengalami kehilangan ingatan tentang hal 1 hal yang baru saja atau yang sudah lama terjadi8 c) %ulit mengatasi masalah, mengorganisasikan atau mengabstrakan8 d) /urang mampu membuat penilaian8 e) 7erbukti mengalami afasia, agnosia, atau,apraksia8 .) Fuangkan !aktu bersama pemberi asuhan atau keluarga

16

a) Edentifikasi pemberian asuhan primer dan tentukan berapa lama ia sudah menjadi pemberi asuhan dikeluarga tersebut. b) ldentifikasi sistem pendukung yang ada bagi pemberi asuhan dan anggota keluarga yang lain. c) Edentifikasi pengetahuan dasar tentang pera!atan klien dan sumber daya komunitas (catat hal1hal yang perlu diajarkan). d) Edentifikasi sistem pendukung spiritual bagi keluarga. e) Edentilikasi kekha!atiran tertentu tentang klien dan kekha!atiran pemberiasuhan tentang dirinya sendiri.

las!)!kas! Data a. Data Su25ekt!) Fansia tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas berbicara. %ering mengemukakan keluhan somatic seperti 5 nyeri abdomen dan dada, anoreksia, sakit punggung,pusing. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung bunuh diri. asien mudah tersinggung dan ketidakmampuan untuk konsentrasi. 2. Data 725ekt!) #erakan tubuh yang terhambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi !ajah murung, gaya jalan yang lambat dengan langkah yang diseret, kadang1kadang dapat terjadi stupor. asien tampak malas, lelah, tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering menangis. roses berpikir terlambat, seolah1olah pikirannya kosong, konsentrasi terganggu, tidak mempunyai minat, tidak dapat berpikir, tidak
17

mempunyai daya khayal.

ada pasien psikosa depresif terdapat

perasaan bersalah yang mendalam, tidak masuk akal (irasional), !aham dosa, depersonalisasi dan halusinasi. /adang1kadang pasien suka menunjukkan sikap bermusuhan (hostility), mudah tersinggung (irritable) dan tidak suka diganggu. depresi juga mengalami kebersihan diri keterbelakangan psikomotor. #. D!agn'sa e%era6atan ada pasien kurang dan

a. Mencederai diri berhubungan dengan depresi. b. #angguan alam perasaanA depresi berhubungan dengan koping maladaptif.

,. Ren*ana T!n(akan Tujuan :

e%era6atan

%etelah dilakukan tindakan kepera!atan selama 1K). jam lansia tidak mencederai diri. Kriteria Hasil: a. Fansia dapat mengungkapkan perasaanya. b. Fansia tampak lebih bahagia. c. Fansia sudah bisa tersenyum ikhlas. Intervensi: 1) 3ina hubungan saling percaya dengan lansia. 4asional A hubungan saling percaya dapat mempermudah dalam mencari data1data tentang lansia. )) Fakukan interaksi dengan pasien sesering mungkin dengan sikap empati dan dengarkan pernyataan pasien dengan sikap sabar empati dan lebih banyak memakai bahasa non (erbal. MisalnyaA memberikan sentuhan, anggukan.
18

4asional A dengan sikap sabar dan empati lansia akan merasa lebih diperhatikan dan berguna. *) antau dengan seksama resiko bunuh diri atau melukai diri sendiri. 6auhkan dan simpan alat1alat yang dapat digunakan olch pasien untuk mencederai dirinyaDorang lain, ditempat yang aman dan terkunci. .) /lien dapat meningkatkan harga diri Tindakan: a. 3antu untuk memahami bah!a klien dapat mengatasi keputusasaannya. b. /aji dan kerahkan sumber1sumber internal indi(idu. c. 3antu mengidentifikasi sumber1sumber harapan (misalnyaA hubungan antar sesama, keyakinan, hal1hal untuk diselesaikan). 5) /lien dapat menggunakan dukungan social Tindakan: a. /aji dan manfaatkan sumber1sumber eksternal indi(idu (orang1 orang terdekat, tim pelayanan kesehatan, kelompok pendukung, agama yang dianut). b. /aji sistem pendukung keyakinan (nilai, pengalaman masa lalu, akti(itas keagamaan, kepercayaan agama). c. Fakukan rujukan sesuai indikasi (misal A konseling pemuka agama). +) /lien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat Tindakan: a. "iskusikan tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat). b. 3antu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, cara, !aktu). c. Anjurkan membicarakan efek dan efek samping yang dirasakan. d. 3eri reinforcement positif bila menggunakan obat dengan benar.

19

BAB III PENUTUP

A.

es!m%ulan Menurut organisasi kesehatan adalah usia pertengahan (midlle age) kelompok usia.510- tahun usia lanjut (elders) antara +-10- tahun usia tua (old) antara 0519- tahun usia sangat tua((ery old) diatas 9- tahun. Menurut prof koesmoto setyonegoro lanjut usia adalah orang yang berumur +5 tahun keatas. "epresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik A rasa susah, murung, sedih, putus asa 1dan tidak bahagia, serta komponen somatikA anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. %ecara umum tidak pernah merasa senang dalam hidup ini. 7antangan yang ada, proyek, hobi, atau rekreasi tidak memberikan kesenangan. "istorsi dalam perilaku makan. ?rang yang mengalami
20

depresi tingkat sedang cenderung untuk makan secara berlebihan, namun berbeda jika kondisinya telah parah seseorang cenderung akan kehilangan gairah makan. B. Saran 3erdasarkan kesimpulan di atas maka kami selaku penulis berpesan kepada semua khusunya bagi tenaga kesehatan agar di dalam setiap tindakan kepera!atan selalu mendahulukan kebutuhan klien sebagaimana mestinya. 3agi seorang mahasis!a pera!at hendaknya dapat mempelajari lebih dalam tentang asuhan kepera!atan pda lansia dengan depresi pada kepera!atan gerontik secara teoritis. Agar ter!ujud suatu lembaga kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai maka penulis menyarankan kepada lembaga kesehatan hendaknya lebih mengutamakan fasilitas kebutuhan pada lansia. DA&TAR PUSTA A

A@i@ah,

Filik

MaLarifatul.

)-11.

Keperawatan

lanjut

usia.

#raha

ElmuA:ogyakarta. =ugroho, <ahyudi. )---. perawatan lanjut usia. edisi ). ;#GA 6akarta. %79A4 and %undeer. 199*. buku saku keperawatan jiwa. ;#GA 6akarta. 7im kepera!atan ji!a.1999.kumpulan proses keperawatan jiwa. &/9EA 6akarta. httpADD!!!.depsos.go.idDmodules.php8nameM=e!s2fileMarticle2sidM)-' httpADDfifinnuraini.blogspot.comD)--9D11Daskep1lansia1depresi.html httpADDrusari.comDaskepNdepresi.html
21

22