Anda di halaman 1dari 36

REFERAT

MORBUS HANSEN

Pembimbing: Dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK, MM

Disusun Oleh : Zahidah binti Abdul Rahman 0 0.0!. 0!

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM KARDINAH KOTA TEGAL PERIODE 4 NOVEMBER- 7 DESEMBER 201

PENGESAHAN
1

Dengan "#rmat,

Re$erat %M#rbus "ansen% , dalam rang&a memenuhi &ewa'iban di &epaniteraan &lini& &ulit di RS( Kardinah )egal telah dila&sana&an #leh: *ama *IM +a&ultas : Zahidah binti Abdul Rahman : 0 0.0!. 0! : Ked#&teran (ni,ersitas )risa&ti

Peri#de Kepaniteraan : - *#,ember. / Desember 001 Dan hasiln2a telah disetu'ui dan di&#re&si pembuatann2a #leh:

Pembimbing: 3a&arta, *#,ember 001

4dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK.MM 5

KATA PENGANTAR Pu'i s2u&ur &epada )uhan 6ang maha 7sa &arena atas rahmat dan &arunia.*2a, pen2usun dapat men2elesai&an re$erat tentang %M#rbus "ansen8 ini tepat pada wa&tun2a. Re$erat ini disusun dalam rang&a memenuhi salah satu tugas &epanitraan &lini& bagian Ilmu pen2a&it Kulit dan Kelamin +a&ultas Ked#&teran (ni,ersitas )risa&ti di RS( Kardinah )egal peri#de - *#,ember 9 / Desember 001 . Sa2a ingin mengu:ap&an terima &asih &epada dr. S. Primawati Indraswari sp.KK,MM atas bimbingann2a dalam men2usun re$erat ini serta teman.teman dan semua piha& 2ang i&ut membantu dalam men2elesai&an re$erat ini sehingga dapat selesai pada wa&tun2a. Sa2a men2adari bahwa re$erat ini masih 'auh dari sempurna, dan atas segala &eterbatasan 2ang sa2a mili&i, ma&a semua saran dan &riti& 2ang membangun a&an sa2a terima. ;esar harapan sa2a sem#ga re$erat 2ang sa2a susun ini dapat memberi&an man$aat 2ang besar bagi teman.teman &lini&, pemba:a dan sa2a sendiri.

)egal, *#,ember 001

Penulis

DAFTAR ISI

<7M;AR P7*=7SA"A*...........................................................................................i KA)A P7*=A*)AR...................................................................................................ii DA+)AR ISI................................................................................................................iii ;A; I P7*DA"(<(A*>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>.1 ;A; II. K(S)A...........................................................................................................0 ;A; III K7SIMP(<A*>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>................ 0 DA+)AR P(S)AKA>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>... 1

BAB 1 PENDAHULUAN Kusta termasu& pen2a&it tertua. Kata &usta berasal dari bahasa India kustha, di&enal se'a& 1-00 tahun sebelum Masehi. Kata <epra disebut dalam &itab In'il, ter'emahan dari bahasa "ebrew zaraath, 2ang sebenarn2a men:a&up beberapa pen2a&it &ulit lainn2a. )ern2ata terdapat pelbagai des&ripsi mengenai pen2a&it ini sangat &abur, apabila dibanding dengan &usta 2ang &ita &enal se&arang. Kata &usta 'uga di&enal dengan <epra atau M#rbus "ansen. Pen2a&it ini adalah suatu pen2a&it in$e&si &r#nis 2ang disebab&an Mycobacterium Leprae, mi&r##rganisma 2ang mempun2ai predile&si pada &ulit dan sara$. Kare&teristi& pen2a&it ini se:ara &linis terdiri atas tiga tanda :ardinal ? lesi &ulit hip#pigmentasi ata eritemat#sa 2ang disertai hilang2a sensasi sens#ris@ anestesia, penebalan sara$ peri$er dan ;)A p#siti$ pada apusan &ulit atau material bi#ps2. Kusta adalah pen2a&it &r#ni& granul#mat#sa 2ang terutama mengenai &ulit, saluran pernapasan atas dan sistem sara$ peri$er. Pen2ebab &usta adalah Mycobacterium leprae 2ang bersi$at intraseluler #bligat, dan pada tahun 000A telah ditemu&an pen2ebab baru 2aitu Mycobacterium lepramatosis. Kusta dahulu di&enal dengan pen2a&it 2ang tida& dapat sembuh dan di#bati, namun se'a& tahun 1A!0, dimana pr#gram Multi Drug Treamtment 4MD)5 mulai diper&enal&an, &usta dapat didiagn#sis dan diterapi se:ara ade&uat, tetapi sa2angn2a mes&ipun telah dila&u&an terapi MD) se:ara ade&uat, risi&# untu& ter'adi &erusa&an sens#ri& dan m#t#ri& 2aitu disabilitas dan de$#rmitas masih dapat ter'adi sehingga ge'ala tangan lunglai, mutilasi 'ari. Keadaan tersebut 2ang membuat timbuln2a stigma terhadap pen2a&it &usta Mes&ipun 0B tahun tera&hir ban2a& 2ang telah di&embang&an mengenai &usta, pengetahuan mengenai pat#genesis, pen2ebab, peng#batan, dan pen:egahan lepra masih terus diteliti.4 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Def ! " #1$ Kusta merupa&an pen2a&it in$e&si 2ang &r#ni&, dan pen2ebabn2a ialah Mycobacterium leprae 2ang bersi$at intraselular #bligat. Sara$ peri$er sebagai a$initas pertama, lalu &ulit dan mu&#sa tra&tus respirat#rius bagian atas, &emudian dapat &e #rgan lain &e:uali susunan sara$ pusat. 2.2 E% &e' ()(*
#1$#+$

Pen2ebaran pen2a&it &usta dari suatu tempat &e tempat lain sampai tersebar &e seluruh dunia tampa&n2a disebab&an #leh perpindahan pendudu& 2ang terin$e&si pen2a&it tersebut. Masu&n2a &usta &e pulau.pulau Melanesia termasu& Ind#nesia diper&ira&an terbawa #leh #rang.#rang :ina. Distribusi pen2a&it ini tiap.tiap negara maupun dalam negara sendiri tern2ata berbeda.beda. +a&t#r.$a&t#r 2ang perlu dipertimbang&an adalah pat#genesis &uman pen2ebab, :ara penularan, &eadaan s#sial e&#n#mi dan ling&ungan, ,arian geneti& 2ang berhubungan dengan &erentanan, perubahan imunitas, dan &emung&inan adan2a reser,#ir diluar manusia. ;elum ditemu&an medium arti$i:ial, mempersulit dalam mempela'ari si$at.si$at M. Leprae . Sebagai sumber in$e&si han2alah manusia mes&ipun masih dipi&ir&an adan2a &emung&inan di luar manusia. Penderita 2ang mengandng M. Leprae sampai 10 per gram 'aringan, penularann2a tiga sampai sepuluh &ali lebih besar dibanding dengan penderita 2ang mengandung 10 / basil per gram 'aringan. Kusta bu&an pen2a&it &eturunan. Kuman dapat ditemu&an di $#li&el rambut, &elen'ar &eringat, air susu dan 'arang di dapat di dalam urin. Sputum dapat mengandung ban2a& M.leprae 2ang berasal dari mu&#sa tra&tus respirat#rius bagian atas. )empat implantasi tida& selalu men'adi tempat lesi pertama. Dapat men2erang semua umur, ana&.ana& lebih rentan daripada #rang dewasa. Di Ind#nesia penderita ana&.ana& dibawah umur 1- tahun didapat&an tahun.
6

1 C tetapi ana& dibawah umur 1

tahun 'arang se&ali. +re&uensi tertinggi terdapat pada &el#mp#& umur antara 0B. B

Kusta terdapat dimana.mana terutama di Asia, A$ri&a, Ameri&a <atin , daerah tr#pis dan subtr#pis, serta mas2ara&at 2ang s#sial e&#n#min2a rendah. Ma&in rendah s#sial e&#n#mi ma&in berat pen2a&itn2a, sebali&n2a $a&t#r s#sial e&#n#mi tinggi sangat membantu pen2embuhan. Ada ,ariasi rea&si terhadap in$e&si M. Leprae 2ang menga&ibat&an ,arian gambaran &linis 4spe&trum dan lain.lain5 di pelbagai su&u bangsa. "al ini diduga disebab&an #leh $a&t#r geneti& 2ang berbeda. Menurut lap#ran resmi 2ang diterima dari 11B negara dan wila2ah, pre,alensi terda$tar se:ara gl#bal pada a&hir &uartal pertama tahun 001 men:apai 1!A.01! &asus, sementara 'umlah &asus baru terdete&si selama 0010 adalah 0 0.!B/ 4tida& termasu& 'umlah &e:il &asus di 7r#pa5. Mes&ipun pre,alensi terda$tar adalah indi&at#r 2ang berguna untu& men:apai t#ngga& eliminasi &usta, bu&an merupa&an indi&at#r 2ang memadai untu& men:ermin&an perubahan dalam tren epidemi#l#gi &usta. 4D"O 001 5 Sedang&an di Ind#nesia, pada tahun 000A ter:atat 1/.0E0 &asus baru &usta dan 'umlah &asus terda$tar seban2a& 01.00E #rang dengan ang&a pre,alensi: 0,A1 per 10.000 pendudu&. Sedang&an tahun 0010, 'umlah &asus baru ter:atat 10./0E dan 'umlah &asus terda$tar seban2a& 00. 0A #rang dengan pre,alensi: 0.!E per 10.000 pendudu&. 4Dep&es, 00105 Selain itu ind#nesia 'uga mampu mengeliminasi&an &usta pada tahun 0000 di 1A pr#pinsi dan se&itar 00 &ab@&#ta. 7liminasi 2aitu menurun&an ang&a &esa&itan lebih &e:il dari 1 per 10.000 pendudu&. <ebih dari 10 'uta penderita telah disembuh&an dan lebih 1 'uta penderita diselamat&an dari &e:a:atan. 4D7PK7S RI, 00115 Pre,alensi 'uga menurun sebesar !1C dari 10/.0/1 penderita pada tahun 1AA0 men'adi 01.00E penderita tahun 000A.4D"O 000E5. Pr#,insi 3awa )engah sudah eliminasi &usta 47K)5 se'a& tahun 1AA-, tetapi ter'adi pening&atan 'umlah penderita baru dan terda$tar dari tahun &e.tahun sampai dengan tahun 000B. )ransmisi penularan :u&up tinggi 2aitu 10,/C demi&ian 'uga ang&a :a:at 2aitu 11,-C 4DI*K7S 3A)7*=, 000E5. Dari data re&am medis, insidens pen2a&it &usta di RS( Kardinah peri#de *#,ember 0010 sampai dengan O&t#ber 001 ter:atat seban2a& B &asus baru dengan &asus pada 'enis &elamin la&i.la&i dan 00 &asus pada 'enis &elamin wanita. 2., E- ()(* #1$#4$
7

Kuman pen2ebab adalah Myocobacterium leprae 2ang ditemu&an #leh =.A "A*S7* pada tahun 1!/- di *#rwegia, 2ang sampai se&arang belum 'uga dibia&&an dalam media arti$isial . M. Leprae berbentu& basil dengan u&uran .!(m F 0.B (m, tahan asam dan al&#h#l serta =ram.p#siti$.

G.'/.0 1M23(/.3-e0 4' Le%0.e %.&. %e5.0!..! 6 e7)-Nee)"e! 2.4 P.-(*e!e" "#1$#2$#,$ Sebenarn2a M.leprae mempun2ai pat#genitas dan da2a in,asi 2ang rendah, sebab penderita 2ang mengandung &uman lebih ban2a& belum tentu memberi&an ge'ala 2ang lebih berat, bah&an dapat sebali&n2a. Ketida&seimbangan antara dera'at in$e&si dengan dera'at pen2a&it, tida& lain disebab&an #leh resp#n imun 2ang berbeda 2ang memi:u timbuln2a rea&si granul#ma setempat atau men2eluruh 2ang dapat sembuh sendiri atau pr#gresi$. Oleh &arena itu pen2a&it &usta dapat disebut pen2a&it imun#l#gi&. Mes&ipun :ara masu& M. Leprae &e dalam tubuh masih belum di&etahui dengan pasti, beberapa penelitian telah memperlihat&an bahwa 2ang tersering adalah melalui &ulit 2ang le:et pada bagian tubuh 2ang bersuhu dingin. Penularan melalui &#nta& langsung antar &ulit 2ang erat dan lama merupa&an anggapan &lasi&. Anggapan &edua ialah se:ara inhalasi dan melalui mu&#sa nasal, sebab M. Leprae masih dapat hidup beberapa hari dalam dr#plet. Pengaruh M. Leprae terhadap &ulit bergantung pada $a&t#r imunitas sese#rang. ;ila basil M. Leprae masu& &e dalam tubuh sese#rang, dapat timbul ge'ala &linis sesuai dengan &erentanan #rang tersebut. ;entu& tipe &linis bergantung &epada

sistem imunitas seluler 4SIS5 penderita. SIS 2ang bai& a&an tampa& gambaran &linis &earah tuber&ul#id, sebali&n2a SIS rendah memberi&an gambaran lepr#mat#sa. Ma&r#$ag dalam 'aringan 2ang berasal dari m#n#sit di dalam darah ada 2ang mempun2ai nama lain sel Kup$$er di hati, sel al,e#lar di paru , sel glia dari #ta&, dan 2ang dari &ulit disebut histi#sit. Salah satu tugas ma&r#$ag adalah mela&u&an $ag#sit#sis. Kalau ada &uman masu&, a&ibatn2a a&an bergantung pada SIS. Apabila SIS.n2a tinggi, ma&r#$ag a&an mampu mem$ag#sit M. Leprae. Datangn2a histi#sit &e tempat &uman disebab&an &arena pr#ses imun#l#gi& dengan adan2a $a&t#r &em#ta&ti&. Kalau datangn2a berlebihan dan tida& ada lagi 2ang harus di $ag#sit, ma&r#$ag a&an berubah bentu& men'adi sel epiteli#d 2ang berlebihan di&elilingi #leh lim$#sit 2ang disebut tuber&el. Apabila SIS rendah atau lumpuh, histi#sit tida& dapat menghan:ur&an M. Leprae 2ang sudah ada didalamn2a, bah&an di'adi&an tempat ber&embang bia& dan disebut sel Gir:h#w atau sel lepra atau sel busa dan sebagai alat pengang&ut pen2ebarluasan. Sebagai pr#te&si awal sebelum ba&teri masu& &e dalam &ulit, terutama &#mpartemen imun#l#gi& ba&teri tersebut harus melewati beberapa sawar, salah satun2a adalah berbagai me&anisme n#n.spesi$i& seperti sistem $ag#sit#sis 2ang diperan&an terutama #leh sel ma&r#$ag. ;a&teri 2ang ditang&ap #leh a&an melalui beberapa pr#ses 2ang bertu'uan untu& mengeliminasi ba&teri, sehingga pada ABC indi,idu 2ang terin$e&si #leh M. <eprae tida& menimbul&an ge'ala &linis atau minimal han2a sub&linis sa'a. Setelah berbagai sawar n#nspesi$i& tersebut gagal, ma&a barulah a&an be&er'a me&anisme imunitas spesi$i&, melalui a&ti,asi sel.sel imun#&#mpeten #leh stimulasi antigan M. <eprae. Pada &usta tipe << ter'adi &elumpuhan sistem imunitas selular, dengan demi&ian ma&r#$ag tida& mampu menghan:ur&an &uman sehingga &uman dapat bermultipli&asi dengan bebas 2ang &emudian dapat merusa& 'aringan. Kelainan &ulit 2ang ter'adi lebih e&stensi$. <esi &ulit terdiri dari n#dus 2ang in$iltratis dan pla&. Kelainan sara$ dapat simetris.

Pada &usta tipe )) &emampuan $ungsi sistem imunitas selular tinggi, sehingga ma&r#$ag sanggup menghan:ur&an &uman. Sa2angn2a setelah semua &uman di$ag#sit#sis, ma&r#$ag a&an berubah men'adi sel epitel#id 2ang tida& bergera& a&ti$ dan &adang.&adang bersatu membentu& sel datia <anghans. ;ila in$e&si ini tida& segera diatasi a&an ter'adi rea&si berlebihan dan masa epitel#id a&an menimbul&an &erusa&an sara$ dan 'aringan se&itarn2a. )ipe ini biasan2a men2erang &ulit dan sara$ peri$er. 3umlah lesi &ulit terbatas dengan &ulit &ering dan hip#anestesia. Kelainan sara$ biasan2a asimetris.

G.'/.0 1 P0 !" % 'e8.! "'e '4! -." !(! "%e" f 8 &.! "%e" f 8

G.'/.0 1 I'4! -." "e)4).0 &.! 74'(0.) %.&. 0e"%(! '4! "%e" f 8

10

Sel S:hwann 4SS5 merupa&an target utama untu& in$e&si #leh M. leprae sehingga men2ebab&an :edera pada sara$, demielinasi, dan a&ibatn2a, :a:at. Pengi&atan M. leprae &e SS men2ebab&an demielinasi dan hilangn2a &#ndu&tansi a&s#nal. )elah ditun'u&&an bahwa M. leprae dapat men2erang SS melalui i&atan spesi$i& pr#tein laminin dari 01 &Da P=<.1. P=<.1, sebuah gl2:#:#n'ugate &has utama pada permu&aan M.leprae., mengi&at laminin.0, 2ang men'elas&an &e:enderungan ba&teri untu& sara$ peri$er . Identi$i&asi M. leprae. SH resept#r 2ang ditarget, iaitu d2str#gl2:an 4D=5, menun'u&&an peran m#le&ul ini dalam degenerasi sara$ awal. Mycobacterium leprae induced demyelination adalah hasil dari ligasi ba&teri langsung &e resept#r neuregulin, erb;0 dan 7r&1 @ 0 a&ti,asi, dan sin2al MAP &inase beri&utn2a dan pr#li$erasi.

G.'/.0 1 P.-(f " ()(* K4"-.

11

2.+ K)." f 8." #1$#,$#+$ Ridle2 dan 3#pling memper&enal&an istilah spe&trum determinate pada pen2a&it lepra 2ang terdiri atas berbagai tipe, 2aitu: )): tuber&ul#id p#lar, bentu& 2ang stabil )i: tuber&ul#id indefinite ;): borderline tuberculoid ;;: mid borderline ;<: borderline lepromatous <i: lepr#mat#sa indefinite <<: lepr#mat#sa p#lar, bentu& 2ang stabil )ipe 1 4indeterminate5 tida& termasu& dalam spe&trum. )) adalah tipe tuber&ul#id p#lar, 2a&ni tuber&ul#id 100C, tipe 2ang stabil. 3adi tida& mung&in berubah tipe. ;egitu 'uga << adalah tipe lepr#mat#sa p#lar, 2a&ni lepr#mat#sa 100C. Sedang&an tipe antara )i dan <i disebut tipe b#rderline atau :ampuran, berarti :ampuran antara tuber&ul#id dan lepr#mat#sa. ;; adalah tipe :ampuran B0C tuber&ul#id dan B0C lepr#mat#sa. ;) dan )i lebih ban2a& tuber&ul#idn2a, sedang ;< dan <i lebih ban2a& lepr#mat#san2a. )ipe.tipe :ampuran ini adalah tipe 2ang labil, berarti dapat beralih tipe, bai& &e arah )) maupun <<. Z#na spe&trum &usta menurut berbagai &lasi$i&asi dapat dilihat dibawah. Klasi$i&asi Ridle2 I 3#pling Madrid D"O Pus&esmas Z#na Spe&trum Kusta )) ;) ;; ;< << )uber&ul#id ;#rderline <epr#mat#sa Pausibasilar 4P;5 Multibasilar 4M;5 P; M; bentu& 2ang labil

T./e) 1 6(!. "%e8-04' 84"-. 'e!404- '.3.' 8)." f 8."

12

Menurut D"O 41A!15, lepra dibagi men'adi multibasilar 4M;5 dan pausibasilar 4P;5. 6ang termasu& multibasilar adalah tipe <<, ;< dan ;; pada &lasi$i&asi Ridle2.3#pling dengan inde&s ba&teri 4I;5 lebih dari 0J, sedang&an pausibasilar adalah tipe I, )) dan ;) dengan I; &urang dari 0J. (ntu& &epentingan peng#batan, pada tahun 1A!/ telah ter'adi perubahan. 6ang dima&sud dengan &usta P; adalah &usta dengan ;)A negati$ pada pemeri&saan &er#&an &ulit, 2aitu tipe I, ;) dan )) menurut &lasi$i&asi Ridle2. 3#pling. Sedang&an &usta M; adalah semua penderita &usta tipe ;;, ;< dan << atau apapun &lasi$i&asi &linisn2a degan ;)A p#siti$ , harus di#bati dengan re'imen MD).M;. Kusta dapat di&lasi$i&asi&an berdasar&an mani$estasi &linis dan hasil &ulit hapusan. Dalam &lasi$i&asi berdasar&an apusan &ulit, pasien menun'u&&an apusan negati$ 2ang di&el#mp#&&an sebagai pausibasilar &usta 4P;5, sementara mere&a 2ang menun'u&&an apusan p#siti$ di situs manapun di&el#mp#&&an sebagai memili&i &usta multibasiler 4M;5. *amun, dalam pra&ti&n2a, sebagian besar pr#gram mengguna&an &riteria &linis untu& meng&lasi$i&asi&an dan menentu&an re'imen peng#batan 2ang tepat untu& setiap pasien, terutama mengingat tida&.tersedian2a la2anan apusan &ulit. Sistem &lasi$i&asi &linis untu& tu'uan peng#batan meliputi penggunaan 'umlah lesi &ulit dan sara$ 2ang terlibat sebagai dasar untu& pengel#mp#&an pasien &usta multibasiler &e 4M;5 dan pausibasilar 4P;5 &usta.

<esi &ulit datar,

P; 4 ma&ula 1.B lesi 2ang "ip#pigmentasi@ eritema Distribusi simetris "ilangn2a sensasi 2ang 'elas sara$ "an2a satu :abang sara$ men2ebab&an 2ang

M; KB lesi Distribusi 2ang simetris sensasi &urang 'elas tida& "ilangn2a

papul

meninggi, n#dus5

Kerusa&an 4

;an2a& :abang sara$

13

hilangn2a sensasi@&elemahan #t#t 2ang dipersara$i #leh Bagan diagnosis klinis menurut WHO (1995) 2.9. G.'/.0.! K) ! "#1$#9$ 2.9.1 Ge:.). K) ! " Masa in&ubasin2a -0 hari9 -0 tahun 4rata.rata 9 B tahun5. Onset ter'adin2a sara$ 2ang ter&ena5

perlahan.lahan dan tida& ada rasa n2eri. Pertama &ali mengenai sistem sara$ peri$er dengan parestesi dan baal 2ang persisten atau re&uren tanpa terlihat adan2a ge'ala &linis. Pada stadium ini mung&in terdapat erupsi &ulit berupa ma&ula dan bula 2ang bersi$at sementara. Keterlibatan sistem sara$ men2ebab&an &elemahan #t#t, atr#$i #t#t, n2eri neuriti& 2ang berat, dan &#ntra&tur tangan dan &a&i. =e'ala pr#dr#mal 2ang dapat timbul &adang tida& di&enali sampai lesi erupsi &e &utan ter'adi. A0C psien biasan2a mengalami &eluhan pada pertama &alin2a adalah rasa baal, hilangn2a sens#ri suhu sehingga tida& dapat membeda&an panas dengan dingin. Selan'utn2a, sensasi raba dan n2eri, terutama dialami pada tangan dan &a&i, sehingga dapat ter'adi &#mpli&si ul&us atau terba&ar pada e&stremitas 2ang baal tersebut. ;agian tubuh lain 2ang dapat ter&ena &usta adalah daerah 2ang dingin, 2aitu daerah mata, testis, dagu, :uping hidung, daun telinga, dan lutut. Perubahan sara$ tepi 2ang ter'adi dapat berupa 415 pembesaran sara$ tepi 2ang asimetris pada daun telinga, ulnar, tibia p#steri#r, radial &utaneus, 405 Kerusa&an sens#ri& pada lesi &ulit 4 5 Kelumpuhan ner,us trun&us tanpa tanda in$lamasi berupa neur#pati, &erusa&an sens#ri& dan m#t#ri&, serta &#ntra&tur 4-5 &erusa&an sens#ri& dengan p#la St#:&ing.gl#,e 4-5 Acral distal symmethric anesthesia 4hilangn2a sensasi panas dan dingin, serta n2eri dan raba5. Kelainan &ulit pada pen2a&it &usta tanpa &#mpli&asi dapat han2a berbentu& ma&ula sa'a, in$iltrate sa'a, atau &eduan2a. Kalau se:ara inspe&si mirip pen2a&it lain, ada tida&n2a anestesi sangat membantu penentuan diagn#sis, mes&ipun tida& selalu 'elas. "al ini mudah dila&u&an dengan mengguna&an 'arum terhadap rasa n2eri, &apas terhadap rasa raba dan &alau masih belum 'elas dengan &edua :ara tersebut barulah pengu'ian terhadap rasa suhu, 2aitu panas dan dingin dengan mengguna&an 0 tabung
14

rea&si. Dehidrasi diperhati&an di daerah lesi 2ang dapat 'elas dan dapat pula tida&, dipertegas dengan mengguna&an pensil tinta 4tanda =unawan5. Hara meng#resn2a mulai dari tengah lesi &earah &ulit n#rmal. Diperhati&an 'uga ada atau tida& al#pesia di daerah lesi. Pada pemeri&saan sara$ peri$er diperhati&an apa&ah ada pembesaran, &#nsistensi, dan n2eri atau tida&. "an2a beberapa sara$ super$i:ial 2ang dapat dan perlu diperi&sa 2aitu, *. +asialis, *. Ari&ulus magnus, *. (lnaris, *. Medianus, *. Radialis, *. )ibialis p#steri#r dan * P#plitea lateralis. ;agi tipe lepr#matas#, &elainan sara$ biasan2a bilateral dan men2eluruh sedang&an bagi tipe tuber&ul#id, &elainan sara$n2a lebih terl#&alisasi mengi&ut tempat lesin2a. Pada &usta, didapat&an tanda &ardinal, dimana 'i&a salah satun2a ada, sudah

:u&up untu& menetap&an diagn#sis dari pen2a&it &usta, 2a&ni : a5 <esi &ulit 2ang anestesi , b5 Penebalan sara$ peri$er, :5 Ditemu&ann2a M. <eprae sebagai ba&teri#l#gis p#siti$.

2.9.2 Pe'e0 8"..! f " 8 1. T4/e034)( & Le%0("2 #TT; BT$ Pada )), imunitas masih bai&,dapat sembuh sp#ntan dan masih mampu mel#&alisir sehingga didapat&an gambaran batas 2ang tegas. Mengenai &ulit maupun sara$. <esi &ulit bisa satu atau beberapa, dapat berupa ma&ula atau pla&, dan pada bagian tengah dapat ditemu&an lesi 2ang regresi atau :entral :learing. Permu&aan lesi dapat bersisi&, dengan tepi 2ang meninggi. Dapat disertai penebalan sara$ tepi 2ang biasan2a teraba. Kuman ;)A negati$ merupa&an tanda terdapatn2a resp#n imun 2ang ade&uat terhadap &uman &usta. Pada ;), tida& dapat sembuh sp#ntan, <esi men2erupai tipe )) namun dapat disertai lesi satelit di tepin2a. 3umlah lesi dapat satu atau beberapa,
15

tetapi gambaran hip#pigmentasi, &e&eringan &ulit atau s&uama tida& se'elas )). =angguan sara$ tida& berat dan asimetris.

G.'/.0 1 Le" T4/e034)( & )e%0("2; "() -e0; .!e"-7e- 3; .!!4).0

G.'/.0 1Le" K4) - %.&. Tuberculoid Leprosy

16

G.'/.0 1B(0&e0) !e T4/e034)( & Le%0("2; *.'/.0.! .!4).0 !8('%) - &e!*.! %.%4) ".-e) 2. B(0&e0) !e Le%0("2 Pada tipe ;; borderline,merupa&an tipe 2ang paling tida& stabil, disebut 'uga bentu& dim#r$i&. <esi &ulit berbentu& antara tuberculoid dan lepromatous. )erdiri dari ma:ula in$iltrati$, meng&ilap, batas lesi &urang tegas, 'umlah ban2a& melebihi tipe ;) dan :enderung simetris. <esi ber,ariasi, dapat perbentu& punch out 2ang &has.. Pada tipe ini ter'adi anestesia dan ber&urangn2a &eringat.

G.'/.0 1 Le" K4) - %.&. Borderline BB Leprosy

,. Le%0('.-(4" Le%0("2
17

)ipe ;<, se:ara &lasi& lesi dimulai dengan ma&ula, awaln2a sedi&it drngan :epat men2ebar &e seluruh badan. Ma&ula lebih ber,ariasi bentu&n2a. Distribusi lesi hampir seimetris. <esi inn$iltrat, dan pla& seperti pun:hed #ut. )anda.tanda &erusa&an sara$ berupa hilangn2a sensasi, hip#pigmentasi, ber&urangn2a &eringat dan hilangn2a rambut lebih :epat mun:ul. Penebalan sara$ tepi teraba pada tempat predile&si. )ipe <<, 'umlah lesi sangat ban2a&, n#dul men:apai u&uran 0 :m, simetris, permu&aan halus, lebih eritemat#us, ber&ilap, berbatas tida& tegas dan pada stadium dini tida& ditemu&an anestesi dan anhidr#sis. Ditemu&an 'uga lesi Demat#$ibr#ma.li&e multipel, batas tegas, n#dul eritem. Distribusi lesi &has pada wa'ah, mengenai dahi, pelipis, dagu, :uping telinga. Pada stadium lan'ut tampa& penebalan &ulit 2ang pr#gresi$ membentu& $a:ies le#nine. Kerusa&an sara$ men2ebab&an ge'alan stocking and glove anesthesia.

G.'/.01 Le" K4) - %.&. Lepromatous Leprosy Pada rea&si lepra tipe 1, ter'adi in$lamasi a&ut pada lesi &ulit, terdapat edema dan n2eri, bisa ulserasi. 7dema paling berat ter'adi di wa'ah, tangan, dan &a&i. Pada rea&si lepra tipe 0, terdapat n#dul 2ang n2eri dan berwarna merah, bisa abses atau ulserasi. Paling sering timbul di wa'ah dan e&stremitas bagian e&stens#r. Pada pemeri&saan $isi& dapat ditemu&an 15 e&stremitas: neur#pati sens#ris, ulserasi telapa& &a&i, in$e&si se&under, ulnar and peroneal palsies, sendi Charcot, 05 hidung: &#ngesti &r#ni&, epista&sis, destru&si &artilag# dengan de$#rmitas saddle nose, 5 mata: &elumpuhan ner,us &ranialis, lag#$talmus, insensiti,itas &#rnea. Pada <<, dapat ter'adi u,eitis, glau:#ma, pembentu&an &atara&. Kerusa&an &#rnea dapat
18

ter'adi se&under terhadap trichiasis dan neur#pati sens#ris, in$e&si se&under, dan paralisis #t#t, -5 testis: ter'adi hip#g#nadisme pada pasien <<, B5 amil#id#sis se&under &arena gangguan hepar@ gin'al.

19

T./e) 1 G.'/.0.! 8) ! "; B.8-e0 ()(* 8; I'4!()(* 8 K4"-. M4)- /." )e #MB$ SI+A) Le" ;entu& Ma&ula, In$iltrat Di$us, Papul, *#dul )ida& terhitung, 3umlah pra&tis tida& ada &ulit sehat Distribusi Permu&aan ;atas Anestesia BTA <esi &ulit Se&ret hidung Te" Le%0(' ! T./e) G.'/.0.! 8) ! "; B.8-e0 ()(* 8; I'4!()(* 8 K4"-. P.4" /." )e0 #PB$ SI+A) Le" ;entu& Ma&ula sa'a, ma&ula dibatasi in$iltrat 3umlah Distribusi Permu&aan ;atas Anestesia BTA <esi &ulit Se&ret hidung Te" *egati$ ;an2a& 4ada gl#bus5 P#siti$ &uat 4 J5 *egati$@p#siti$ 1 ;iasan2a *egati$ P#siti$ lemah ;iasan2a negati$ *egati$ P#siti lemah sampai Satu, dapat beberapa asimetris &ering bersisi& 3elas ;iasan2a )a& 3elas Ma&ula dibatasi in$iltrat ;eberapa, atau satu dengan satelit Masih asimetris Kering bersisi& 3elas )a& 3elas ,ariasi halus aga& ber&ilat 'elas@tida& tida& ada sampai tida& 'elas Satu atau beberapa "an2a ma&ula )) ;) I Simetris "alus ;er&ilat )ida& 3elas ;iasan2a )a& 3elas ;an2a& 4ada gl#bus5 ;an2a& 4ada gl#bus5 *egati$ Su&ar dihitung, masih ada &ulit sehat "ampir simetris "alus ;er&ilat Aga& 3elas )a& 3elas ;an2a& ;iasan2a *egati$ *egati$ Aga& ;an2a& *egati$ ;iasan2a negati,e Ma&ula, Pla&at, Papul Pla&at, D#me Shaped 4Kubah5, Pun:hed Out Dapat dihitung, &ulit sehat 'elas ada Asimetris Aga& Kasar@ber&ilat Aga& 3elas <ebih 3elas << ;< ;;

Le%0(' !

negati$

2.7 Pe'e0 8"..! %e!4!:.!* .$ Pe'e0 8"...! /.8-e0 ("8(% 8 Sediaan dari &er#&an 'aringan &ulit atau usapan dan &er#&an mu&#sa hidung 2ang diwarnai dengan pewarnaan ;)A Ziehl *eelsen. Pertama 9 tama harus ditentu&an lesi di &ulit 2ang diharap&an paling padat #leh basil setelah terlebih dahulu menentu&an 'umlah tepat 2ang diambil. (ntu& riset dapat diperi&sa 10 tempat dan untu& rutin sebai&n2a minimal - 9 E tempat 2aitu &edua :uping telinga bagian bawah dan 0 .- lesi lain 2ang paling a&ti$ berarti 2ang paling eritemat#sa dan paling in$iltrati$. Pemilihan :uping telinga tanpa menghirau&an ada atau tida&n2a lesi di tempat tersebut &arena atas dasar pengalaman tempat tersebut diharap&an mengandung basil paling ban2a&. M.Leprae terg#l#ng ;)A, a&an tampa& merah pada sediaan. Dibeda&an bentu& batang utuh 4s#lid5, batang terputus 4$ragmented5, dan butiran4granular5. ;entu& s#lid adalah basil hidup, sedang&an $ragmented dan granular merupa&an bentu& mati. Kepadatan ;)A tanpa membeda&an s#lid dan n#ns#lid pada sebuah sediaan din2ata&an dengan inde&s ba&teri 4 I.;5 dengan nilai 0 sampai EJ menurut Ridle2. 0 bila tida& ada ;)A dalam 100 lapangan pandang 4<P5. 1 J ;ila 1 9 10 ;)A dalam 100 <P 0J;ila 1 9 10 ;)A dalam 10 <P J;ila 1 9 10 ;)A rata 9 rata dalam 1 <P -J;ila 11 9 100 ;)A rata 9 rata dalam 1 <P BJ;ila 101 9 1000;)A rata 9 rata dalam 1 <P EJ;ilaK 1000 ;)A rata 9 rata dalam 1 <P Pemeri&saan dengan mengguna&an mi&r#s&#p :aha2a dengan min2a& emersi pada pembesaran lensa #b2e&ti$ 100F. I; sese#rang adalah I; rata.rata semua lesi 2ang dibuat sediaan. Inde&s m#r$#l#gi adalah persentase bentu& s#lid dibanding&an dengan 'umlah s#lid dan n#n s#lid.

IML 3umlah s#lidF 100 C @ 3umlah s#lid J *#n s#lid S2arat perhitungan IM adalah 'umlah minimal &uman tiap lesi 100 ;)A, I.; 1J tida& perlu dibuat IM &aredna untu& mendapat&an 100 ;)A harus men:ari dalam 1.000 sampai 10.000 lapangan, mulai I.; J ma&simum harus di:ari 100 lapangan. Ada pendapat , bahwa 'i&a 'umlah ;)A &urang dari 100, dapat pula dihitung IM.n2a tetapi tida& din2ata&an dalam C, tetap dalam pe:ahan 2ang tida& b#leh diperbesar atau diper&e:il. /$ Pe'e0 8"..! 7 "-(%.-()(* =ambaran hist#pat#l#gi tipe tuber&#l#id adalah tuber&el dan &erusa&an sara$ 2ang lebih n2ata, tida& ada basil atau han2a sedi&it dan n#n s#lid. )ipe lepr#mat#sa terdapat &elim sun2i subepidermal 4 subepidermal clear zone 5 2aitu suatu daerah langsung di bawah epidermis 2ang 'aringann2a tida& pat#l#gi&. ;isa di'umpai sel Gir:h#w dengan ban2a& basil. Pada tipe b#rderline terdapat :ampuran unsur. unsur tersebut. Sel Gir:h#w adalah histi#sit 2ang di'adi&an M. Leprae sebagai tempat ber&embangbia& dan sebagai alat pengang&ut pen2ebarluasan. 3$ Pe'e0 8"..! "e0()(* 8 Didasar&an atas terbentu&n2a antib#di pada tubuh sese#rang 2ang terin$e&si #leh M.leprae. Antib#di 2ang terbentu& dapat bersi$at spesi$i& terhadap M. Leprae , 2aitu 00antib#d2 anti phenolic glycolipid ! 4P=<.15 dan 00antib#di antipr#tein 1E&D serta B &D. Sedang&an antib#d2 tida& spesi$i& antara lain antib#d2 anti. lip#arabin#manan 4<AM5, 2ang 'uga dihasil&an &uman M. )uber&ul#sis.Pemeri&saan ser#l#gi& &usta adalah M<PA 4Mycobacterium Leprae "article Aglutination5, u'i 7<ISA dan M< dipsti:&, PHR. )es lepr#min adalah tes n#n spesi$i& untu& &lasi$i&asi dan pr#gn#sis lepra tapi tida& untu& diagn#sis. )es ini berguna untu& menun'u&&an sistem imun penderita terhadap M. Leprae. 0,1 ml lepr#min dipersiap&an dari e&stra& basil #rganisme, disunti&&an intradermal. Kemudian diba:a setelah -! 'am@ 0hari 4rea&si +ernandeM5 atau 9 - minggu 4rea&si Mitsuda5. Rea&si +ernandeM p#siti$ bila terdapat indurasi dan eritema2ang menun'u&&an &alau penderita berea&si terhadap M. Leprae, 2aitu resp#n imun tipe lambat ini seperti mant#uF test 4PPD5 pada tuber&#l#sis.

2.7 Def(0' -." P.&. K4"-.#1$ De$#rmitas pada &usta, dibagi men'adi de$#rmitas primer dan se&under. De$#rmitas primer sebagai a&ibat langsung granul#ma 2ang terbentu& sebagai rea&si terhadap M. Leprae, 2ang mendesa& dan merusa& 'aringan se&itarn2a, 2aitu &ulit, mu&#sa respirat#rius bagian atas, tulang.tulang 'ari dan wa'ah. De$#rmitas se&under ter'adi sebagai a&ibat &erusa&an sara$, umun2a de$#rmitas dia&ibat&an &eduan2a, tetapi terutama &erana &erus&aan sara$. =e'ala &erusa&an sara$: *. ulnaris . anestesia pada u'ung 'ari anteri#r &eling&ing dan 'ari manis . :lawing &eling&ing dan 'ari manis . atr#$i hip#tenar dan #t#t inter#seus serta &edua #t#t *. medianus lumbri&alis medial . anestesia pada u'ung 'ari anteri#r ibu 'ari, telun'u& dan 'ari tengah . tida& masu& adu&si ibu 'ari . :lawing ibu 'ari, 'ari telun'u& dan 'ari tengah . ibu 'ari &#ntra&tur *. radialis . atr#$i #t#t tenar dan #t#t lumbri&alis lateral . anestesia d#rsum manus serta u'ung pr#&simal 'ari telun'u& . tangan gantung 4#rist drop5 *. p#plitea lateralis . ta& mampu e&stensi 'ari.'ari atau pergelangan tangan . anestesia tung&ai bawah, bagian lateral dan d#rsum pedis . &a&i gantung 4foot drop5 *. tibialis p#steri#r . &elemahan #t#t per#neus . anestesia telapa& &a&i . :law t#es *. +asialis . paralisis #t#t intrinsi& &a&i dan &#laps ar&us pedis . :abang Mig#mati& dan temp#ral men2ebab&an lag#$talmus . :abang bu&al, mandibular dan ser,i&al men2ebab&an *. )rigeminus &ehilangan e&spresi wa'ah dan &egagalan mengatup&an bibir . anestesia &ulit wa'ah, &#rnea dan &#n'ugti,a mata

Kerusa&an mata pada &usta dapat 'uga primer dan se&under. Primer menga&ibat&an al#pesia pada alis mata dan bulu mata, 'uga dapat mendesa& 'aringan

mata lainn2a. Se&under disebab&an #leh rusa&n2a ner,us $asialis 2ang dapat membuat paralisis *. Orbi&ularis palpebrarum sebagian atau seluruhn2a, menga&ibat&an lag#$talmus 2ang selan'utn2a, men2ebab&an &erusa&an bagian.bagian mata lainn2a. Se:ara sendiri.sendiri atau bergabung a&hirn2a dapat men2ebab&an &ebutaan. In$iltrasi granul#ma &e dalam adne&sa &ulit 2ang terdiri atas &elen'ar &eringat, &elen'ar palit dan $#li&el rambut dapat menga&ibat&an &ulit &ering dan al#pesia. Pada tipe lepr#mat#sa dapat timbul gine&#mestia a&ibat gangguan &eseimbangan h#rm#nal dan #leh &arena in$iltrasi granul#ma pada tubulus semini$erus testis. 2.< Re.8" K4"-.#1$ Rea&si &usta adalah interupsi dengan epis#de a&ut pada per'alanan pen2a&it 2ang sebenarn2a sangat &r#ni&. Rea&si imun dapat menguntung&an, tetapi dapat pula merugi&an 2ang disebut rea&si imun pat#l#gi&, dan rea&si &usta ini terg#l#ng di dalamn2a. 7ritema n#dusum lepr#sum 47.*.<5 7*< timbul terutama pada tipe lepr#mat#sa p#lar dan ;<. Se:ara imun#pat#l#gis, 7*< termasu& resp#ns imun hum#ral, berupa $en#mena &#mple&s imun a&ibat rea&si antara antigen M. <eprae J antib#d2 4IgM, Ig=5 J &#mplemen &#mple&s imun. "al ini ter'adi &arena, pada tipe lepr#mat#sa, 'umlah basil 'auh lebih ban2a& daripada tipe tuber&ul#id . 7*< lebih ban2a& ter'adi pada tahun &edua peng#batan &arena ban2a& basil lepra 2ang mati dan han:ur, berarti ban2a& antigen 2ang dilepas&an dan berea&si dengan antib#d2, menga&ti$&an sistem &#mplemen. K#mple&s imun tersebut terus beredar dalam sir&ulasi darah 2ang a&hirn2a dapat melibat&an berbagai #rgan. Pada &ulit a&an timbul ge'ala &linis 2ang berupa n#dus eritema dan n2eri dengan tempat predile&si di lengan dan tung&ai. ;ila mengenai #rgan lain dapat men2ebab&an ge'ala seperti irid#si&litis, neuritis a&ut, lim$adenitis, arthritis , #r&itis dan ne$ritis a&ut dengan adan2a pr#teinuria . 7*< dapat disertai ge'ala &#nstitusi dari ringan sampai berat . Rea&si re,ersal atau rea&si upgrading

Rea&si ini dapat ter'adi pada tipe b#rderline 4<i, ;<, ;;, ;),)i5 sehingga disebut 'uga sebagai rea&si b#rderline. 6ang memegang peran utama dalam ter'adi hal ini adalah SIS. Rea&si peradangan ter'adi pada tempat.tempat basil M.leprae berada, 2aitu pada sara$ dan &ulit, umumn2a ter'adi pada peng#batan E bulan pertama. *euritis a&ut dapat men2ebab&an &erusa&an sara$ se:ara mendada&, #leh &arena itu memerlu&an peng#batan segera 2ang memadai. Pada rea&si re,ersal, dapat ter'adi perpindahan 0Begati, arah )) dengan disertai pening&atan SIS, han2a bedan2a dengan :ara mendada& dan :epat. =e'ala &linis rea&si re,ersal ialah umumn2a sebagian atau seluruh lesi 2ang telah ada bertambah a&ti$ atau timbul lesi baru dalam wa&tu relati,e sing&at. Artin2a lesi hip#pigmentasi men'adi eritema, lesi eritema men'adi lebih eritem#t#sa, lesi ma&ula men'adi 0Begati,e0Be, lesi 0Begati,e0Be men'adi lebih 0Begati,e0Be dan lesi lama bertambah luas. Adan2a ge'ala neuritis a&ut penting diperhati&an, &arena sangat menentu&an pemberian peng#batan &#rti&#ster#id. Fe!('e!. L43 ( +en#mena lu:i# merupa&an rea&si &usta 2ang sangat berat 2ang ter'adi pada &usta tipe lepr#mat#sa n#n n#dular di$us. =ambaran &linis berupa pla& atau in$iltrat di$us, bewarna merah muda, bentu& tida& teratur dan terasa n2eri. <esi terutama di e&stremitas, &emudian meluas &e seluruh tubuh. <esi 2ang berat tampa& lebih eritemat#us disertai purpura dan bula &emudian dengan :epat ter'adi ne&r#sis serta ulserasi 2ang n2eri. <esi lambat men2embuh dan a&hirn2a terbentu& 'aringan parut. =ambaran hist#pat#l#gi menun'u&&an ne&r#sis epidermal is&emi& dengan ne&r#sis pembuluh darah super$isial, edema, dan pr#li$erasi endh#telial pembuluh darah lebih dalam. Didapat&an ban2a& basil M.<eprae di end#tel &apiler. Dalaupun tida& ditemu&an in$iltrat PM* seperti pada 7*< namun dengan imun#$lu#resensi tampa& dep#sit imun#gl#bulin dan &#mplemen di dalam dinding pembuluh darah. 1 2.= Pe!*(/.-.!#1$#,$#+$#9$ Se'a& tahun 1AB1 peng#batan tuber&ul#sis dengan #bat &#mbinasi ditu'u&an untu& men:egah &emung&inan resistensi #bat, sedang&an multi drug treatment 4MD)5 untu& &usta baru dimlai pada tahun 1A/1. Adan2a MD) ini adalah sebagai usaha untu& , men:egah dan meng#bati resistensi, memerpende& masa peng#batan dan

memper:epat pemutusan mata rantai penularan. (ntu& men2usun &#mbinasi #bat perl diperhati&an antara lain: e$e& terapti& #bat, e$e& samping #bat, harga #bat dan &emung&inan penerapann2a. i. DDS atau Daps#ne Pengertian MD) pada saat ini ialah DDS sebagai #bat dasar ditambah dengan #bat.#bat lain. D#sis DDS ialah 1.0mg@&g berat badan setiap hari. Daps#n, diamin# di$enil sul$#n bersi$at ba&teri#stati& 2aitu mengahalangi atau menghambat pertumbuhan ba&teri. Daps#n merupa&an antag#nis &#mpetiti$ dari para aminobezoic acid 4PA;A5 dan men:egah penggunaan PA;A untu& sintesis $#lat #leh ba&teri. 7$e& samping dari daps#n adalah anemia hem#liti&,leu:#penia,ins#mnia, neur#patia peri$er, sindr#m DDS, ne&r#lisis epidermal t#&si&, hepatitis, hip#albuminemia, methem#gl#binemia, s&in rash, an#re&sia, nausea, muntah, sa&it &epala, dan ,ertig#. ii. <amprene atau Hl#$aMimin

Merupa&an ba&teri#stati& dan dapat mene&an rea&si &usta. Hl#$aMimin be&er'a dengan menghambat si&lus sel dan transp#r dari *A@K A)Pase.D#sis sebagai anti&usta ialah B0mg setiap hari atau 100mg selang sehari , atau F100mg setiap minggu. ;ersi$at antiin$lamasi dan dapat dipa&ai untu& peng#batan 7*< dengan d#sis 000. 00mg@hari, namun awitan &er'a timbul seteah 0. minggu. 7$e& sampingn2a adalah warna &e:#&latan pada &ulit dan warna &e&uningan pada s&lera sehingga mirip i&terus. "al ini disebab&an Mat warna &l#$aMimin 2ang didep#sit terutama pada sel s2stem reti&ul#end#telial, mu&#sa dan &ulit. 7$e& samping han2a ter'adi pada d#sis tinggi berupa gangguan gastr#intestinal 2aitu n2eri abd#men, nausea, diare, an#&resia dan ,#mitus. Perubahan warna mulai menghilang setelah iii. Ri$ampi:in Ri$ampi:in bersi$at ba&teri#sid 2aitu membunuh &uman. Ri$ampi:in be&er'a dengan :ara menghambat D$A dependent %$A polymerase pada sel ba&teri dengan beri&atan pada subunit beta. D#sisn2a ialah 10mg@&g berat badan? diberi&an setiap hari atau setiap bulan. 7$e& sampingn2a adalah hepat#t#&si&,ne$r#t#&si&, ge'ala gastr#intestinal, $lu.li&e s2ndr#me dan erupsi &ulit. i,. O$l#&sasin bulan #bat dihenti&an.

Merupa&an turunan $lur#&uin#l#n 2ang paling a&ti$ terhadap Mycobacterium Leprae in ,itr#. D#sis #ptimal harian adalah -00mg. D#sis tunggal 2ang diberi&an dalam 00 d#sis a&an membunuh &uman Myocobacterium leprae hidup sebesar AA.AAC. 7$e& sampingn2a adalah mual, diare dan gangguan saluran :erna lainn2a, berbagai gangguan susunan sara$ pusat termasu& ims#nia, n2eri &epala , dizziness, nervousness dan halusinasi. Penggunaan pada ana&, rema'a, wanita hamil dan men2usui harus hati.hati, &arena pada hewan muda &uin#l#n men2ebab&an artr#pati. ,. Min#si&lin )ermasu& &el#mp#& tetrasi&lin. 7$e& ba&terisidaln2a lebih tinggi dari &laritr#misin, tetapi lebih rendah dari ri$ampisin. D#sis standar harian 100mg. 7$e& sampingn2a adalah pewarnaan gigi ba2i dan ana&.ana&, &adang.&adang men2ebab&an hiperpigmentasi &ulit dan membrane mu&#sa, berbagai simt#m saluran :erna dan susunan sara$ pusat termasu& dizziness dan unsteadiness. Oleh sebab itu tida& dian'ur&an untu& ana&.ana& atau selama &ehamilan. ,i. Klaritr#misin Merupa&an &el#mp#& antibi#ti: ma&r#lid dan mempun2ai a&ti,itas

ba&terisidal terhadap M2:#ba:terium <eprae pada ti&us dan manusia. Pada penderita &usta lepr#mat#sa, d#sis harian B00mg dapat membunuh AAC &uman hidup dalam 0! hari dan lebih dari AA.AC dalam BE hari. 7$e& sampingn2a adalah nausea, ,#itus dan diare 2ang terbu&ti sering ditemu&an bila #bat ini diberi&an dengan d#sis 0000mg. K#mbinasi #bat ini diberi&an 0 tahun sampai tahun dengan s2arat

ba&teri#s&#pis harus negati$. Apabila ba&teri#s&#pis masih p#siti$, peng#batan dilan'ut&an sampai ba&teri#s&#pis negati$. Selama peng#batan dila&u&an pemeri&saan se:ara &linis setiap bulan dan se:ara ba&teri#s&#pis minimal setiap bulan .

Penghentian pemberian #bat laMim disebut %elease &rom Treatment 4R+)5. Setelah R+) dilan'ut&an dengan tinda& lan'ut tanpa peng#batan se:ara &linis dan ba&teri#s&#pis minimal setiap tahun selama B tahun. Kalau ba&teri#s&#pis tetap 0/egati,e dan &linis tida& ada &ea&ti$an baru, ma&a din2ata&an %elease &rom Control 4R+H5.

;erdasar&an &lasi$i&asi D"O 41AA/5 untu& &epentingan peng#batan, penderita &usta dibagi men'adi grup, 2aitu pausibasilar dengan lesi tunggal, pausibasilar dengan lesi 0.B buah , dan penderita multibasilar dengan lesi lebih dari B buah. Sebagai standar peng#batan, D"O 7Fpert H#mmittee pada tahun 1AA! telah memperpende& masa peng#batan untu& &asus M; men'adi 10 d#sis dalam 10.1! bulan, sedang&an peng#batan untu& &asus P; dengan lesi &ulit 0.B buah tetap E d#sis dalam E.A bulan. ;agi &asus P; dengan lesi tunggal peng#batan adalah ri$ampisin E00 mg ditambah dengan #$l#&sasin -00 mg dan min#si&lin 100 mg 4ROM5 d#sis tunggal. Regimen peng#batan &usta disesuai&an dengan 2ang dire&#mendasi&an #leh D"O@D7PK7S RI 41A!15. (ntu& itu &lasi$i&asi &usta disederhana&an men'adi: 1. Pausi ;asiler 4P;5 0. Multi ;asiler 4M;5 Dengan mema&ai regimen peng#batan MD)@L Multi Drug Treatment. Kegunaan MD) untu& mengatasi resistensi Daps#n 2ang sema&in mening&at, mengatasi &etida&teraturan penderita dalam ber#bat, menurun&an ang&a putus #bat pada pema&aian m#n#terapi Daps#n, dan dapat mengeliminasi persistensi &uman &usta dalam 'aringan. Regimen Peng#batan Kusta tersebut 4D"O@D7PK7S RI5.P; dengan lesi tunggal diberi&an ROM 4Ri$ampi:in O$l#Fa:in Min#:2:lin5. Pemberian #bat se&ali sa'a langsung R+)@L%elease &rom Treatment. Obat diminum di depan petugas. Ana&. ana& Ibu hamil tida& di beri&an ROM. ;ila #bat ROM belum tersedia di Pus&esmas di#bati dengan regimen peng#batan P; lesi 40.B5.;ila lesi tunggal dgn pembesaran sara$ diberi&an: regimen peng#batan P; lesi 40.B5.

T./e) 1 Re* 'e! %e!*(/.-.! 84"-. &e!*.! )e" -4!**.) #ROM$ 'e!404>HO?DEPKES RI Ri$ampi:in Dewasa E00 mg O$l#Fa:in -00 mg Min#:2:lin 100 mg

4B0./0 &g5 Ana& 4B.1- th5 P; dengan lesi 0 9 B.<ama peng#batan E d#sis ini bisa diselesai&an selama 4E. A5 bulan. Setelah minum E d#sis ini din2ata&an R+) 4 %elease &rom Treatment5 2aitu berhenti minum #bat. T./e) 1 Re* 'e! MDT %.&. 84"-. P.4" /." )e0 #PB$ Ri$ampi:in Dewasa E00 mg@bulan Diminum Ana&.ana& 410.1- th5 di depan Daps#n 100 mg@hr diminum di rumah 00 mg 000 mg B0 mg

petugas &esehatan -B0 mg@bulan Diminum di depan B0 mg@hari diminum di rumah

petugas &esehatan M; 4;;, ;<, <<5 dengan lesi K B .<ama peng#batan 10 d#sis ini bisa diselesai&an selama 10.1! bulan. Setelah selesai minum 10 d#sis #bat ini, din2ata&an R+)@L%ealease &rom Treatment 2aitu berhenti minum #bat. Masa pengamatan setelah R+) dila&u&an se:ara pasi$ untu&tipe P; selama 0 tahun dan tipe M; selama B tahun T./e) 1Re* 'e! MDT %.&. 84"-. M4)- /." )e0 #MB$ Ri$ampi:in Dewasa E00 diminum Daps#n <amprene

mg@bulan100 mg@hari diminum 00 mg@bulan diminum di di depandi rumah depan petugas &esehatan dilan'ut&an dgn B0 mg@hari diminum di rumah

petugas &esehatan

Ana&.ana& 410.1- th5

-B0 diminum petugas

mg@bulanB0 mg@hari diminum1B0 mg@bulan diminum di di depandi rumah depan petugas &esehatan dilan'ut&an rumah dg B0 mg selang sehari diminum di

Kalau susunan MD) tida& dapat dila&sana&an &arena berbagai alas an, D"O 7Fpert H#mmittee pada tahun 1AA! mempun2ai re'imen untu& situasi &husus. Penderita M; 2ang resisten dengan ri$ampisin biasan2a a&an resisten dengan DDS sehingga han2a bisa mendapat&an &l#$aMimin. Dalam hal ini , re'imen peng#batan men'adi &l#$aMimin B0 mg, #$l#&sasin -00 mg, min#si&lin 100 mg setiap hari selama E bulan dan lagi selama ! bulan. Pe!*(/.-.! 0e.8" 84"-.. i Peng#batan 7*< Obat 2ang sering dipa&ai adalah tablet &#rti&#ster#id, 2aitu prednis#ne dengan d#sis 1B. 0 mg@ hari. D#sis dapat dinai&&an sesuai dengan berat pen2a&it dan pada pen2a&it 2ang ringan sebai&n2a tida& diberi&an &#rti&#ster#id. Apabila terdapat perbai&an, d#sis &#rti&#ster#id diturun&an se:ara tapering off. Selain itu dapat diberi&an analgesi:.antipireti& dan sedati,e, dan 'i&a perlu dirawat inap. )halid#mide merupa&an #bat pilihan pertama, namun mempun2ai e$e& terat#geni&. Pada saat ini , #bat ini sudah tida& dipr#du&si dan didapat di Ind#nesia. Kl#$aMimin dengan d#sis

000. 00mg@ hari dapat dipa&ai untu& peng#batan 7*<. Kl#$aMimin dapat dipa&ai untu& lepas dari &etergantungan &#rti&#ster#id. ii Peng#batan rea&si re,ersal Kalau ada neuritis a&ut, #bat pilihan pertama adalah &#rti&#ster#id, 2ang d#sisn2a disesuai&an dengan berat ringan neuritis. ;iasan2a diberi&an prednis#ne -0. E0 mg per hari dan &emudian diturun&an perlahan.lahan. Angg#ta gera& 2ang ter&ena neuritis a&ut harus direhat&an . Analgeti& dan sedati,e &alau diperlu&an dapat diberi&an . Kl#$aMimin untu& rea&si re,ersal &urang e$e&ti$, #leh &arena itu 'arang atau tida& pernah dipa&ai, begitu 'uga talid#mid tida& e$e&ti$ terhadap rea&si re,ersal. ;ila rea&si tida& ditangani dengan :epat dan tepat ma&a dapat timbul &e:a:atan berupa &elumpuhan 2ang permanen seperticla# hand, drop foot, cla# toes, dan &#ntra&tur. (ntu& mengatasi hal.hal tersebut diatas dila&u&an peng#batan %Prinsip peng#batan Rea&si Kusta % 2aitu imm#bilisasi @ istirahat, pemberian analgesi& dan sedati$, pemberian #bat.#bat anti rea&si, MD) diterus&an dengan d#sis 2ang tida& diubah. Pada rea&si ringan, istirahat di rumah, ber#bat 'alan, pemberian analgeti& dan #bat.#bat penenang bila perlu, dapat diberi&an Hhl#r#Nuine 1B0 mg O1 selama .B hari, dan MD) 4#bat &usta5 diterus&an dengan d#sis 2ang tida& diubah. Rea&si berat, imm#bilisasi, rawat inap di rumah sa&it, pemberian analgesi& dan sedati,e, MD) 4#bat &usta5 diterus&an dengan d#sis tida& diubah, pemberian #bat.#bat anti rea&si dan pemberian #bat.#bat &#rti&#ster#id misaln2a prednis#n.Obat.#bat anti rea&si,Aspirin dengan d#sis E00.1000 mg setiap - 'am 4- 9 EF@hari 5 , Kl#r#&uin dengan d#sis F 1B0 mg@hari, Antim#n 2aitu stib#phen 4!,B mg antim#n per ml 5 2ang diberi&an 0. ml se:ara selang.seling dan d#sis t#tal tida& melebihi 0 ml. Antim#n 'arang dipa&ai #leh &arena t#&si&. )halid#mide 'uga 'arang dipa&ai,terutama padawanita 4terat#geni&5. D#sis -00 mg@hari &emudian diturun&an sampai men:apai B0 mg@hari. Pemberian K#rti&#ster#id,dimulai dengan d#sis tinggi atau sedang.Diguna&an prednis#n atau prednis#l#n.=una&an sebagai d#sis tunggal pada pagi hari lebih bai&

walaupun dapat 'uga diberi&an d#sis berbagi. D#sis diturun&an perlahan.lahan 4tapering off5 setelah ter'adi resp#n ma&simal.

G.'/.01 Re* 'e! MDT

Pe!3e*.7.! 3.3.Hara terbai& untu& mela&u&an pen:egahan :a:at atau prevention of disabilities 4POD5 adalah dengan mela&sana&an diagn#sis dini &usta dan peng#batan MD) 2ang :epat dan tepat. Selan'utn2a dengan mengenali ge'ala dan tanda rea&si &usta 2ang disertai gangguan sara$ serat memulai peng#batan &usta dengan &#rti&#ster#id sesegera mung&in. ;ila terdapat gangguan sensibilitas, penderita diberi petun'u& sederhana, misaln2a mema&ai sepatu untu& melindngi &a&i 2ang telah ter&ena , mema&ai sarung tangan bila be&er'a dengan benda 2ang ta'am atau panas, dan mema&ai &a:amata untu& melindungin2a. Perawatan &ulit sehari.hari 'uga dia'ar. "al ini dimulai dengan memeri&sa ada tida&n2a memar, lu&a atau ul&us. Setelah itu tangan dan &a&i direndam, disi&at dan dimin2a&i agar tida& &ering dan pe:ah. D"O 7Fpert H#mmittee #n <epr#s2 dalam lap#ran 2ang dimuat dalam D"O )e:hni:al Rep#rt Series *#.E0/ 41AA/5 telah membuat &lasi$i&asi :a:at bagi penderita &usta. Ha:at pada &a&i dan tangan )ing&at 0 )ida& ada gangguan sensibilitas, tida& ada de$#rmitas atau

)ing&at 1 )ing&at 0 Ha:at pada mata )ing&at 0 )ing&at 1

&e:a:atan 2ang terlihat. Ada gangguan sensibilitas, tanpa &e:a:atan ata de$#rmitas 2ang terlihat. )erdapat &erusa&an atau de$#rmitas )ida& ada gangguan pada mata a&ibat &usta, tida& ada gangguan penglihatan Ada gangguan pada mata a&ibat &usta, tida& ada gangguan 2ang berat pada penglihatan. Gisus E@E0 atau lebih bai& 4dapat menghitung 'ari pada 'ara& E meter5 =angguan penglihatan berat 4,isus &urang dari E@E0? tida& dapat menghitung 'ari pada 'ara& E meter5 T./e) 1 K)." f 8." @.3.-

)ing&at 0

2.10 P0(*!(" "#7$ ;ergantung pada seberapa luas lesi dan ting&at stadium pen2a&it. Kesembuhan bergantung pula pada &epatuhan pasien terhadap peng#batan. )er&adang pasien dapat mengalami &elumpuhan bah&an &ematian, serta &ualitas hidup pasien menurun.

BAB , KESIMPULAN Kusta adalah pen2a&it in$e&si granul#mat#us &r#ni& 2ang disebab&an #leh Mycobacterium leprae. Insidensi pun:a& pada usia 10.00 tahun dan 0.B0 tahun. ;erdasara&an Ridle2 aand 3#pling &usta dibagai men'adi )),)i,;),;;,;I,<i,<<, dan menurut D"O dibagi men'adi Multibasiler dan Pausibasiler. Diagn#sis Kusta dila&u&an berdasar&am pemeri&saan &linis, ba&teri#l#gis, dan hist#pat#l#gis. Penatala&sanaan &usta dengan terapi regimen Multi Drug Treatment mulai diterap&an untu& men:egah &emung&inan timbul resistensi. A&ses terhadap in$#rmasi, diagn#sis dan peng#batan dengan terapi multidrug 4MD)5 tetap men'adi elemen penting dalam strategi untu& mengeliminasi pen2a&it ini sebagai masalah &esehatan mas2ara&at, 2ang dide$inisi&an sebagai men:apai suatu pre,alensi &urang dari 1 &asus &usta per 10.000 pendudu&. Dalaupun &usta adalah pen2a&it tradisi#nal negara.negara ber&embang, m#bilitas mas2ara&at saat ini membuatn2a lebih mudah untu& mengimp#r M. leprae &e negara.negara ma'u. Dengan pela&sanaan MD), &usta se&arang 'auh lebih mudah untu& di&#ntr#l. Dete&si dini dan peng#batan pen2a&it, rea&si, dan &e&ambuhan

merupa&an &un:i untu& men:egah &e:a:atan dan memung&in&an pasien untu& men'alani &ehidupan 2ang relati$ n#rmal.

DAFTAR PUSTAKA 1. A. K#sasih, I Made Disnu, 7mm2 S'ams#e.Daili, Sri <inuwih Menaldi. 'usta. Dalam: D'uanda, Adhi d&&. 4ed.5. Ilmu Pen2a&it Kulit dan Kelamin 7disi B Heta&an Kedua. 3a&arta: ;alai Penerbit +K (I. 000/? / .!! 0. Sudigd#, Adi. (munologi "enyakit 'usta dalam (munodermatologi )agi "emula. 0000. ;andung: +a&ultas Ked#&teran (ni,ersitas Pad'a'aran. h E0.E/
3. Smith D.S. Leprosy. A,ailable at http:@@emedi:ine.meds:ape.:#m@arti:le@000-BB.

#,er,iewPa010-. A::essed #n 1/th *#,ember 001 .


4. Pra&ash Hhaitra dan ;hat R.M. <epr#s2: An #,er,iew #$ path#ph2si#l#g2. A,ailable

at http:@@www.hindawi.:#m@'#urnals@ipid@0010@1!10!A@. A::essed #n 1Eth *#,ember 001 .


5. D"O. <epr#s2 eliminati#n : :lassi$i:ati#n #$ lepr#s2. A,ailable at

http:@@www.wh#.int@lep@:lassi$i:ati#n@en@indeF.html. A::essed #n 1/th *#,ember 001 .

E.

Desim#ne 7.M et al . <epr#s2 : An new l##& at #ld disease. A,ailable at http:@@lega:2.uspharma:ist.:#m@indeF.aspQsh#wLarti:leIpageL!R1E-A.htm. A::essed #n 1Eth *#,ember 001 .

/. D#l$$ Klaus, D#ldsmith, Ste,ern, ;arbara. &itzpatrick*s Dermatology in +eneral Medicine ,th ed. (SA : M:=raw "ill 000!. P 1/!!A.1/AE !. D#l$$, Klaus, 3#hns#n, Ri:hard A, Suurm#nd, Di:&. &itzpatrick-s Color Atlas and .ynopsis of Clinical Dermatology /th ed. (SA: M:=raw."ill. 000/. P EEB.E/1