Anda di halaman 1dari 4

Nama : Henggar Wahyu Siswanti Kelas : Kimia 4B NIM : 1112096000038 PERCOBAAN II SINTESIS K2Cr2O7 I. TUJUAN a.

Mensintesis senyawa kalium dikromat (K2Cr2O7). b. Memurnikan dan menganalisa kalium dikromat. II. PENDAHULUAN Kalium dikromat (K2Cr2O7) merupakan suatu senyawa yang berbentuk kristal dan berwarna jingga kemerahan. Kristal Kalium dikromat berbentuk prisma dan tidak bersifat higroskopis. Titik lelehnya 397oC dan kelarutannya dalam air 5 gram per 100 mL. Kalium dikromat dapat digunakan sebagai oksidator kuat dalam suatu reaksi kimia dengan adanya asam. Dikromat dapat dibuat dari Cr2O3 yang direaksikan dengan KOH dan KNO3. Pembuatan kalium dikromat dengan cara ini meliputi tiga tahap reaksi, yaitu: 1. Cr2O3 + 2OH- 2CrO2- + H2O 2. CrO2 + 4OH- CrO42- + 2H2O +3e 2NO3- + 6H2O + 10e N2 + 12OH3. 2CrO4- + 2H+ Cr2O72- + H2O Pemurnian produk yang diperoleh dikerjakan dengan cara rekristalisasi dan pengeringan. Kalium dikromat adalah suatu senyawa yang mempunyai kegunaan luas bagi kehidupan kita sekarang ini. Contoh dari penggunaaan kalium bikromat yang umum kita jumpai yaitu pada industri penyamakan kulit, bahan celup untuk lukisan, hiasan pada porselin, percetakan, photolithography, warna print, bahan untuk petasan, bahan pembuatan korek api, penjernihan minyak kelapa, jalan, spon, dan untuk baterai serta depolarisator pada sel kering.

III. ALAT DAN BAHAN

a. Alat: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Cawan penguap Gelas kimia 100 mL Penyaring buchner Labu ukur 100 mL Labu erlenmeyer Kaca arloji Krus pijar Gelas ukur 50 mL Pipet gondok

10. Batang pengaduk b. Bahan: 1. Cr2O3 2. KOH 3. KNO3 4. CH3COOH 5. KI 6. HCl 6N 7. Na2S2O3 8. Amilum 9. Kertas saring 10. Es batu IV. CARA KERJA a. Pembuatan kalium dikromat 1. 2. 3. 4. Ditimbang 7 gram KOH kemudian dipanaskan dalam krus pijar sampai semuanya meleleh. Disingkirkan dari api, sambil diaduk ditambahkan 4 gram Cr2O3, kemudian ditambahkan 8 gram KNO3. Dipanaskan lagi dengan nyala kecil dan diaduk (hati-hati: jangan sampai terkena tangan) Bila campurannya sudah menjadi pasta kental yang homogen dan tidak memercik, dinyalakan pembakar lebih besar selama 20 menit.

5. 6. 7.

Didinginkan, kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi 60 mL air hangat. Dipanaskan sampai semua zat larut. Diangkat krus dari bejana gelas, disaring larutan yang panas dengan penyaring buchner. Ditampung filtrat dalam cawan penguap. Diuapkan larutan yang berwarna kuning tersebut di atas nyala sampai jenuh. Ditambahkan tetes demi tetes asam asetat glacial sambil diaduk sampai larutan berwarna merah jingga dan tidak berubah lagi jika diaduk.

8. 9.

Dibiarkan larutan menjadi dingin pada suhu kamar, lalu dimasukkan cawan tersebut ke dalam air es. Disaring kristal yang terbentuk lalu dicuci dengan aquadest. mendidih dan didinginkan.

10. Dimasukkan kristal ke dalam cawan penguap lalu ditambahkan sedikit air 11. Diletakkan cawan dalam air es ( 15 menit), kemudian disaring. 12. Dikeringkan preparat dalam oven. 13. Ditimbang K2Cr2O7 yang diperoleh dan dihitung rendemennya. b. Penentuan kadar kalium dikromat 1. Ditimbang kira-kira 0,6 gram preparat, dilarutkan dalam labu ukur 100 mL. 2. Dipipet 10 mL ke dalam erlenmeyer, ditambahkan 8 mL HCl 6 N dan 1 gram KI. 3. Dititrasi dengan tiosulfat 0,1 N sampai larutan berwarna kuning dalam warna hijau tua Cr3+, ditambahkan 1 mL amilum dan dilanjutkan titrasi sampai warna berubah menjadi hijau. 4. Dihitung kadar K2Cr2O7. V. Hasil dan Pembahasan Percobaan ini dilakukan untuk mensintesis senyawa kalium dikromat. Senyawa kalium dikromat (K2Cr2O7) dibuat dengan cara mereaksikan KOH dengan Cr2O3. Padatan KOH mula-mula dipanaskan hingga melelh, dengan tujuan agar kandungan air di dalam KOH yang bersifat higroskopis hilang. Setelah itu, ditambahkan padatan Cr2O3 yang berwarna hijau, dan KNO3 sambil terus diaduk perlahan sampai membentuk pasta hijau dan campuran menjadi homogen. Pasta yang telah terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam aquades hangat yang bertujuan untuk membantu reaksi oksidasi. Penambahan KNO3 berfungsi untuk mengoksidasikan Cr2O3 (biloks 3) menjadi CrO4 (biloks VI). Jika oksidasi telah selesai,

maka larutan akan berubah menjadi kuning. Setelah menjadi kuning, endapan disaring, dan filtrat yang berwarna kuning tersebut dipindahkan ke cawan penguap kemudian dipanaskan sampai menjadi jenuh. Dengan penambahan asam asetat (H +), Kalium dikromat akan terbentuk. Asam asetat ditambahkan ke dalam cawan tetes demi tetes hingga filtrat yang berwarna kuning tersebut berubah warna menjadi orange (jingga). Hal ini menandakan bahwa CrO4 telah berubah menjadi Cr2O7, karena pembuatannya harus dalam suasana asam. Cr2O7 yang telah terbentuk ini kemudian dibiarkan dingin pada suhu kamar, setelah itu didinginkan di dalam air es. Endapan yang terbentuk kemudian disaring (dipisahkan dari cairannya) dan dicuci dengan aquades. Endapannya kemudian dipindahkan ke dalam cawan kembali dan ditambahkan sedikit aquades mendidih lalu didinginkan. Kristal yang terbentuk disaring dan ditimbang rendemen K2Cr2O7 yang diperoleh. Pada percobaan ini, terjadi kesalahan, pada saat penambahan asam asetat ke dalam larutan CrO4 tidak berubah menjadi jingga, hal ini disebabkan karena pada saat proses pemanasan, larutan sudah lewat jenuh hingga membentuk endapan putih. Selain itu, pada proses pencampuran pasta yang terlalu lama dipanaskan sehingga kristal Cr2O7 yang diinginkan tidak didapat. VI. Kesimpulan Pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa K2Cr2O7 dapat dibuat dengan cara mengoksidasikan Cr2O3 menjadi CrO4. CrO4 dalam suasana asam akan berubah menjadi Cr2O7 ditujukan dengan perubahan warna darinkuning menjadi orange (jingga). VII. Daftar Pustaka Clark, Jim. 2007. Krom. http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia_anorganik1/logam_transisi/krom-anorganik/ diakses pada 25 Maret 2014 Mairizki, Fitri. 2009. Pembuatan Kalium Bikromat. http://www.scribd.com/doc/116239965/PEMBUATAN-KALIUM-BIKROMAT diakses pada 25 Maret 2014 Vogel. 1995. Analisa Anorganik Kualitatif. Jakarta: Erlangga