Anda di halaman 1dari 17

SAMONELLA

Makalah ini diajukan untuk memenuhi matakuliah SUMBERDAYA ALAM HAYATI BAHAN OBAT Yang dibina oleh Yulianita, S.Fram.

DISUSUN OLEH : Arnold Amba (0661 12 063) Dede Mardiyana (0661 12 069) Desta Rissani (0661 12 065) Dini Damayanti (0661 12 067) Indra Surya (0661 12 066) Pungky Umi .S. (0661 12 070) Putri Siti Sahara (0661 12 071) Rismayanti (0661 12 064) Syarah D.A.B. (0661 12 068) Vina Ramdiani (0661 12 072)

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2012/2013

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur yang tiada terhingga selalu kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hanya atas Rahmat dan Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun dengan sangat sederhana. Namun, dibalik ini semua menyimpan makna bagi kami, terutama dalam hal pembelajaran, dan makalah ini tidak hanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh yakni Ibu Yulianita, S.Farm. Tapi juga, untuk sumber ilmu pengetahuan bagi banyak pihak terutama para mahasiswa. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Tak Lupa kami sampaikan terimakasih kepada ibu Yulianita, S.Farm, atas bimbingan dan pembelajarannya.

Bogor, 03 November 2012

TIM PENYUSUN

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI ........................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... A. Latar Belakang ............................................................................ B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan ......................................................................................... D. Manfaat ...................................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................. BAB III PEMBAHASAN ....................................................................... A. Pengertian Samonella .................................................................. B. Klasifikasi dan Morfologi Samonella ......................................... C. Sifat dan Jenis Samonella............................................................ D. Media Tumbuh Samonella .......................................................... E. Penyakit Samonella ..................................................................... F. Pengobatan Samonella ................................................................ G. Pencegahan Samonella ................................................................ H. Jurnal Penelitian .......................................................................... BAB IV PENUTUPAN .......................................................................... A. KESIMPULAN ........................................................................... B. SARAN ....................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon,ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith(yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun1885 pada tubuh babi. Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotype Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Gejala lainnya adalah demam,sakit kepala,mual dan muntah-muntah.Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhi, S.typhimurium dan S. enteritidis. S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis,yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian. tongkat yang menyebabkan tifus, paratifus dan penyakit

S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang lain.Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang maka rumusan masalah makalah kami adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan samonella ? 2. Bagaimana klasifikasi dan morfologi salmonella ? 3. Sebutkan sifat dan jenis-jenis salmonella ? 4. Bagaimana media tumbuh salmonella? 5. Sebutkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella ? 6. Bagaimana cara pengobatan salmonella ? 7. Bagaimana cara pencegahan salmonella ? 8. Sebutkan jurnal penelitian pendukung salmonella ?

C. TUJUAN Dari rumusan masalah yang kami buat memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian salmonella. 2. Untuk mengetahui klasifikasi dan morfologi salmonella. 3. Untuk mengetahui sifat dan jenis-jenis salmonella. 4. Untuk mengetahui media tumbuh salmonella. 5. Untuk mengetahui penyakit yang disebabkan oleh baktrei salmonella. 6. Untuk mengetahui cara pengobatan salmonella. 7. Untuk mengetahui cara pencegahan salmonella. 8. Untuk mengetahui jurnal penelitian penduduk salmonella.

D. MANFAAT Penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat baik kepada mahasiswa, dosen, dan penulis itu sendiri : 1. Bagi mahasiswa, sebagai bahan bacaan yang dapat memperluas wawasan pengetahuan. 2. Bagi dosen, sebagai bahan masukan terhadap materi terkait yang akan disampaikan didepan kelas. 3. Bagi penulis, mendapatkan pengetahuan tentang SALMONELLA.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Salmonella merupakan bakteri batang gram-negatif. Karena habitat aslinya yang berada di dalam usus manusia maupun binatang, bakteri ini dikelompokkan ke dalam enterobacteriaceae (Brooks, 2005). Isolasi dari mikroorganisme Salmonella pertama sekali dilaporkan pada tahun 1884 oleh Gaffky dengan nama spesies Bacterium thyposum. Kemudian, pada tahun 1886 perkembangan nomenklatur semakin kompleks karena peranan Salmon dan Smith serta sempat menjadi bahan pembicaraan yang rumit. Bahkan dalam perkembangannya, Salmonella menjadi bakteri yang paling kompleks dibandingkan enterobacteriacea lain, oleh karena bakteri ini memiliki lebih dari 2400 serotipe dari antigen bakteri ini (Winn, 2006). Salmonella terdapat di saluran intestinal burung/unggas, reptil, kura-kura, insekta, ternak, dan manusia (Hanes 2003; Bhunia 2008), namun paling banyak ditemukan pada unggas (Nrrung et al. 2009). Spesies ini juga tersebar di lingkungan alami seperti tanah dan air, yang mana Salmonella dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, namun tidak dapat memperbanyak diri secara signifikan seperti saat berada pada inangnya (Bell & Kyriakides 2002).

BAB III PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN SAMONELLA Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.

2. KLASIFIKASI SALMONELLA Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species : : : : : : : Bacteria, Proteobacteria, Gamma Proteobacteria, Enterobacteriales, Salmonella sp. Enterobacteriaceae, Salmonella e.g. S. enteric

3. MORFOLOGI SALMONELLA Salmonella sp. berukuran 2 sampai 4 0;6 , mempunyai flagel (kecuali S. gallinarum dan S. pullorum), dan tidak berspora (Julius, 1990).

Habitat Salmonella sp. adalah di saluran pencernaan (usus halus) manusia dan hewan. Suhu optimum pertumbuhan Salmonella sp. ialah 37oC dan pada pH 6-8 (Julius, 1990). Klasifikasi atau penggunaan tatanama yang sering dipakai pada Salmonella sp. berdasarkan epidemiologi, jenis inang, dan jenis struktur antigen (misalnya S.typhi, S .thipirium). Jenis atau spesies Salmonella sp. yang utama adalah S. typhi (satu serotipe), S. choleraesuis, dan S. enteritidis (lebih dari 1500 serotipe). Sedangkang spesies S. paratyphi A, S. paratyphi B, S. paratyphi C termasuk dalam S. enteritidis (Jawezt et al, 2004).

3. MEDIA TUMBUH SALMONELLA Untuk menumbuhkan Salmonella dapat digunakan berbagai macam media, salah satunya adalah media Hektoen Enteric Agar (HEA). Media lain yang dapat digunakan adalah SS agar, bismuth sulfite agar, brilliant green agar, dan xylose-lisine-deoxycholate (XLD) agar. HEA merupakan media selektif-diferensial. Media ini tergolong selektif karena terdiri dari bile salt yang berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan beberapa gram negatif, sehingga diharapkan bakteri yang tumbuh hanya Salmonella. Media ini digolongkan menjadi media diferensial karena dapat membedakan bakteri Salmonella dengan bakteri lainnya dengan cara memberikan tiga jenis karbohidrat pada media, yaitu laktosa, glukosa, dan salisin, dengan komposisi laktosa yang paling tinggi. Salmonella tidak dapat memfermentasi laktosa, sehingga asam yang dihasilkan hanya sedikit karena hanya berasal dari fermentasi glukosa saja. Hal ini menyebabkan koloni Salmonella akan berwarna hijau-kebiruan karena asam yang dihasilkannya bereaksi dengan indikator yang ada pada media HEA, yaitu fuksin asam dan bromtimol blue.

4. PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI SALMONELLA Penyebab penyakit Typus ( Hepatitis A atau dulu orang menyebutnya sebagai penyakit kuning karena seluruh tubuh si penderita berwarna kekuningan ) adalah bakteri bernama SALMONELLA TYPHI. Orang yang terkena penyakit typus sering disebut demam tifoid. demam ini memeliki gejala awalnya pusing seperti mau flu, demam disertai nyeri, mual dan lemas, panas, perut terasa mual dan sebah (penuh), badan terasa tidak enak dan lekas capek. Demam tifoid merupakan penyakit sistemik, bersifat endemik, dan masih merupakan problema kesehatan diberbagai Negara berkembang di dunia.

Ciri-ciri terkena demam typus. 1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi. 2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asamasam atau pedas. 3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut. 4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar). 5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut. 6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

Sumber penyebab hepatitis, terutama penyakit typus lebih banyak disebabkan kuman yang menempel di bekas cucian gelas, sendok, piring dan sebagainya dengan kondisi air cucian yang tak diganti, tangan yang kotor. Bakteri ini umumnya terdapat dalam makanan yang sudah basi, daging mentah, maupun kotoran.Penularan penyakit ini hampir selalu terjadi melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh kuman tifoid. Penularan penyakit ini terjadi karena makanan dan minuman, urin atau feases manusia yang tercemar kuman tifoid. Kuman masuk ke dalam tubuh bersama makanan atau minuman yang tercemar melalui lambung, kelenjar limfoid, usus halus dan kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Bakteri tersebut masuk ke dalam peredaran darah berlangsung singkat, terjadi 24 72 jam tetapi belum menimbulkan gejala. Setelah akhir masa inkubasi 120 216 jam bakteri tersebut melepaskan endotoksin, menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan gejala demam tifoid. Tifoid berasal dari bahasa Yunani yang berarti smoke, karena terjadi penguapan panas tubuh serta gangguan kesadaran disebabkan demam yang tinggi. Penyakit demam yang disebabkan oleh Salmonella typhi, yang merupakan bakteri penyebab diare yang disertai demam tifoid (tifoid fever) yang diawali demam lebih dari seminggu dan kondisi tubuh seseorang seperti akan menderita flu. Demam sukar turun walau sudah minum obat dan disertai nyeri kepala yang hebat. Habitat Inang bagi Salmonella adalah usus halus manusia dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok (daging, kerang dan sebagainya) akan berkembang biak mencapai dosis infekti.

5. CARA PENCEGAHAN SALMONELLA Vaksin tifus per-oral (ditelan) memberikan perlindungan sebesar 70%. Vaksin ini hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar oleh bakteri Salmonella typhi dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi (termasuk petugas laboratorium dan para pelancong). Adapun untuk mencegahnya adalah melakukan hal-hal berikut : Menyediakan tempat pembuangan yang sehat dan higienis. Mencuci tangan sebelum mengkonsumsi jajanan. Menghindari jajan di tempat yang kurang terjamis kebersihan dan kesehatannya. Menjaga agar sumber air yang digunakan tidak terkontaminasi oleh bakteri thypus. Jangan menggunakan air yang sudah tercemar. Masak air hingga 100C. Melakukan pengawasan terhadap rumah makan dan penjual

makanan/jajanan. Melakukan vaksinasi untuk memberi kekebalan tubuh yang kuat. Mencari informasi mengenai bahaya penyakit thypus. Jika memahami tentang penyakit ini, maka pelajar akan lebih mudah untuk menjaga diri dan lingkungannya agar selalu bersih dan sehat. Menemukan dan mengawasi pengidap kuman. Pengawasan diperlukan agar tidak lengah terhadap kuman yang dibawa. Sebab, jika lengan, sewaktu-waktu penyakitnya akan kambuh. Daya tahan tubuh ditingkatkan lagi. Jangan banyak jajan di luar rumah. Jangan banyak jajan di luar rumah.

6. CARA PENGOBATAN SALMONELLA Dengan antibiotik yang tepat, lebih dari 99% penderita dapat disembuhkan. Kadang makanan diberikan melalui infus sampai penderita dapat mencerna makanan. Jika terjadi perforasi usus, diberikan antibiotik berspektrum luas (karena berbagai jenis bakteri akan masuk ke dalam rongga perut) dan mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengangkat bagian usus yang mengalami perforasi. Anti biotika yang sering digunakan: Kloramfenikol : Dosis : 4 x 500mg/hari . Diberikan sampai dengan 7 hari bebas panas. Tiamfenikol: Dosis ; 4500 mg. Kotrimoksazol : Dosis : 2 x 2 tablet (1 tablet mengandung sulfametoksazol 400 mg dan 80 mg trimetoprim) diberikan selama 2 minggu.Ampisilin dan amoksisilin : dosis : 50-150 mg/kgBB dan digunakan selama 2 minggu. Sefalosporin generasi ketiga : dosis 3-4 gram dalam dektrosa 100 cc diberikan selama jam perinfus sekali sehari, diberikan selama 3 hingga 5 hari.

7. JURNAL PENELITIAN PENDUKUNG. Detail Hasil Pencarian Judul : Seleksi Fragmen DNA Spesifik Sebagai Pelacak Untuk Deteksi salmonella. Pengarang : Jurnal Tahun : : Ambar Pertiwiningrum, Ag. Yuswanto, Widya Asmara Buletin Peternakan 1999, XXIII(3) 1999 INTISARI

Summary :

Salmonella sp. merupakan organisme patogen pada bahan pangan. Penelitian irri dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan Fragmen DNA spesifik dari Salmonella typhimurium yang dapat digunakan sebagai pelacak dalam pengujian terhadap Salmonella sp. Salah satunya adalah teknologi hibridisasi dengan menggunakan pelacak berlabel non radioaktif yang mempunyai keuntungan yang lebih dibandingkan dengan pelacak berlabel radioaktif yang berbahaya. Dalam penelitian ini digunakan pelacak berlabel non radioaktif untuk deteksi terhadap Salmonella sp. Pelacak dibuat dan fragmen DNA spesifik dengan berdasarkan pada konstruksi pustaka genom Salmonella typhimurium, rnelalui strategi kloning dengan E coli DH5-a sebagai inang dan pUC19 sebagai vektor. Hasil klon yang positif diseleksi untuk dibuat pelacak. Seleksi terhadap fragmen DNA yang akan dibuat pelacak dengan cara melabel fragmen-fragmen DNA dan dihibridisasikan dengan beberapa isolat Salmonella sp. dan beberapa isolat patogen yang lain. Pelacak yang terpilih adalah pelacak yang melakukan hibridisasi terhadap Salmonella sp. saja dan tidak terhadap bakteri patogen yang lain. Metode hibridisasi yang digunakan adalah hibridisasi kotoni. Basil penelitian ini menunjukkan fragmen DNA yang melakukan hibridisasi dengan Salmonella sp. saja dan tidak dengan yang lainnya adalah fragmen dengan ukuran 580 bp. Fragmen DNA yang melakukan hibridisasi dengan Salmonella sp. dan E. coil yaitu fragmen DNA dengan ukuran 310 bp, 700 bp, 3020 by dan 3250 bp. (Kata Kunci: Salmonella, Pelacak, Fragmen DNA Spesifik).

GAMBAR SAMONELLA

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.

B. SARAN 1. Supaya selalu menjaga kebersihan lingkungan hidup kita agar terhindar dari kontaminasi dengan bakteri salmonella. 2. Agar mewaspadai sejak dini pencegahan dan pengobatan penyakit typhus. 3. Dan yang paling penting adalah Mencegah lebih baik daripada mengobati.

DAFTAR PUSTAKA

http://wanenoor.blogspot.com/2011/08/penyakit-typus-demam-tifoiddan.html#.UI9z1nkquZQ http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31283/3/Chapter%20II.pdf http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/49988/BAB%20II%20Tinj auan%20Pustaka_%20B11esw.pdf?sequence=5 http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/detail.php?dataId=6868