Anda di halaman 1dari 32

PERMENKES NO.

14/2014, 27 Maret 2014 TENTANG : PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN


(Diundangkan tanggal 1 April 2014)
OLEH : INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN

JAKARTA, APRIL 2014 INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN RI

LATAR BELAKANG
1 Kamis, 3 April 2014 dilaksanakan penandatanganan Komitmen
Bersama Menteri Kesehatan dengan Stakeholder tentang Pengendalian Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi disaksikan oleh Pimpinan KPK.

2 Guna mendukung implementasi komitmen tersebut, telah ditetapkan


Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2014 merupakan pedoman bagi Aparatur Kementerian Kesehatan dalam menentukan tindakan-tindakan yang berpotensi atau mengarah pada gratifikasi.
2

HAL-HAL YANG DIATUR DALAM PERMENKES NOMOR : 14 TAHUN 2014


1

Kategori Gratifikasi

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)

3 Mekanisme pelaporan Gratifikasi

PENGERTIAN GRATIFIKASI

Gratifikasi
Pasal 1 Permenkes No.14/2014

Gratifikasi adalah : Pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik yang berhubungan dengan jabatan atau kewenangan

KATEGORI GRATIFIKASI
Gratifikasi

Tidak Dianggap Suap

Dianggap Suap

Terkait Kedinasan

Tidak Terkait Kedinasan


5

...Lanjutan Kategori Gratifikasi


Gratifikasi yang dianggap suap adalah gratifikasi yang diterima oleh Aparatur Kementerian Kesehatan yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban dan tugas penerima Gratifikasi yang tidak dianggap suap adalah gratifikasi yang diterima oleh Aparatur Kementerian Kesehatan yang tidak berhubungan dengan jabatan dan tidak berlawanan dengan kewajiban dan tugas penerima
6

GRATIFIKASI DIANGGAP SUAP

Meliputi penerimaan namun tidak terbatas pada: 1. Marketing fee atau imbalan terkait pemasaran produk; 2. Cash back yang diterima instansi digunakan untuk kepentingan pribadi ; 3. Gratifikasi terkait pengadaan barang/jasa, pelayanan publik atau proses lainnya; 4. Sponsorship terkait pemasaran atau penelitian suatu produk.

GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP


1. Gratifikasi Tidak dianggap suap Terkait Kedinasan: Meliputi gratifikasi yang diperoleh namun tidak terbatas pada: Cinderamata dalam kegiatan resmi kedinasan (rapat, seminar, workshop, konfrensi pelatihan dll) Kompensasi diterima terkait kegiatan kedinasan seperti honor, transport akomodasi sesuai standar biaya yang berlaku di instansi pemberi sepanjang tidak terdapat pembiayaan ganda, nilai wajar, tidak terdapat konflik kepentingan dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku di instansi penerima. Sponsorship diberikan pada organisasi terkait pengembangan institusi, perayaan tertentu ysng dimanfaatkan secara transparan dan akuntabel Kompensasi/pengahasilan/jasa profesi saat jam kerja yg mendapat ijin tertulis atasan.

.LANJUTAN GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP

2. Gratifikasi Yang Tidak Dianggap Suap Tidak Terkait Kedinasan : a. Diberikan orang lain yang memiliki hubungan keluarga (kakek/nenek, bapak/ibu/mertua, suami/isteri, anak/menantu, cucu, besan, paman/bibi, kakak/adik/ipar, sepupu, dan keponakan, sepanjang tidak mempunyai konflik kepentingan dg penerima gratifikasi. b. Diberikan orang lain dalam acara pernikahan, keagamaan, adat yang tidak ada konflik kepentingan yang dilaporkan ke KPK dan setelah diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap suap. c. Pemberian instansi berasal dari sumbangan bersama kepada Aparatur Kemenkes selain upacara sebagaimana dimaksud pada huruf b yang dilaporkan ke KPK dan setelah diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap suap; d. Pemberian dari atasan kepada bawahan sepanjang tdk menggunakan anggaran negara;
9

.LANJUTAN GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP

e.

f.

g. h. i.

j. k.

Pemberian dari sesama aparatur terkait acara perayaan menyangkut kedudukan/jabatannya seperti pisah sambut, promosi jabatan, pensiun yang dilaporkan ke KPK dan setelah diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap suap; Pemberian dari sesama aparatur terkait musibah/bencana yang dialami penerima gratifikasi atau keluarganya sepanjang tidak mempunyai konflik kepentingan; Hadiah, hasil undian, diskon/rabat, voucher, point reward atau souvenir yang berlaku umum; Hidangan, sajian yang berlaku umum; Prestasi akademis/non akademis yang diikuti dengan menggunakan biaya sendiri seperti kejuaraan, perlombaan/kompetisi. Keuntungan/bunga dari penempatan dana, investasi, saham pribadi yang berlaku umum; Kompensasi/pengahasilan/jasa profesi saat jam kerja yg mendapat ijin tertulis atasan langsung/pihak lain yang berwenang. 10

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)


Unit Pengendalian Gratifikasi yang selanjutnya disebut UPG adalah Unit pelaksana program pengendalian gratifikasi
11

.Lanjutan UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI

UPG Kemenkes :
Analisa, pelaporan, monev ke KPK terkait Gratifikasi

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)

UPG Unit Utama :


Penerima laporan dari aparatur Kemenkes, klarifikasi dan mengumpulkan berkas terkait gratifikasi

UPG Unit Pelaksana Teknis :


Penerima laporan dari aparatur Kemenkes, klarifikasi dan mengumpulkan berkas terkait gratifikasi
12

MEKANISME PELAPORAN GRATIFIKASI


Aparatur Kemenkes wajib lapor gratifikasi ke KPK Untuk mempermudah koordinasi, pelaporan gratifikasi di lingkungan Kemenkes dapat dilakukan melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Dalam hal Aparatur Kemenkes melaporan gratifikasi kepada UPG Kemenkes, harus memberitahukan kepada UPG Unit Utama atau UPG UPT disertai bukti tanda terima dari UPG Kemenkes. Dalam hal Aparatur Kemenkes melaporan gratifikasi kepada KPK, harus memberitahukan kepada UPG Kemenkes disertai bukti tanda terima dari KPK. Ketentuan pelaporan gratifikasi dikecualikan bagi gratifikasi yang ditetapkan sebagai tindak pidana korupsi dan/atau sedang dalam proses hukum
13

Batasan Waktu Pelaporan GRATIFIKASI


KPK
15 hari

30 hari

5 hari

UPG Kemenkes

5 hari UPG Unit Utama 5 hari

UPG Unit Pelaksana Teknis


Aparatur Kemenkes

14

KETENTUAN LAIN
Setiap pihak ketiga yang bekerja atau menjadi mitra Kementerian Kesehatan wajib menandatangani pakta integritas

15

Komitmen Pengendalian Gratifikasi


Pada 12 Maret 2014 ditandatangani Komitmen Bersama Menkes dengan Stakeholder tentang Pengendalian Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
16

Mitra Kerja Kemenkes yang Menandatangani Komitmen


1. 2. 3. 4. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Gabungan Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab) 5. Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu). 6. Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) 7. PT. Kimia Farma (Persero) 8. PT. Indofarma (Persero) tbk 9. PT. Bio Farma (Persero) 10.PT. Rajawali Nusindo Indonesia (RNI) 11.PT. Phapros, Tbk
17

Isi Komitmen
Pernyataan komitmen bersama berisi komitmen untuk: Tidak memberi/menerima suap, gratifikasi, uang pelicin dan atau fasilitas yang dianggap suap; Tidak membiarkan adanya praktik suap; Melaporkan setiap penerimaan gratifikasi yang dianggap suap; Menjaga lingkungan pengendalian gratifikasi; Mendorong upaya pencegahan korupsi di lingkungan masing-masing; Mewajibkan semua angggota asosiasi untuk melakukan pakta integritas.
18

Terima kasih
website = www.itjen.kemkes.go.id email = itjen@kemkes.go.id