Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Teknik Penyimpanan dan Penggudangan

Hari/Tanggal : Jumat, 24 Mei 2013 Dosen : Dr. Indah Yuliasih, S.TP, M.Si. Asisten Perktikum: 1. Handayani D (F34100090) 2. Gita Hapsari (F34100109)

PENDUGAAN UMUR SIMPAN

Disusun oleh : A Alfakhri Salas (F34110011) Yuke Agustina (F34100019) Muhammad Nurdiansyah (F34110022)

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

II. 2.1 Alat dan Bahan

METODOLOGI

Alat yang digunakan dalam praktikum pendugaan umur simpan yaitu oven, gegep, desikator, cawan dan timbangan. Sedangkan bahan yang dubutuhkan yaitu keripik singkong, mie kering, plastik PP, HDPE dan LDPE. 2.2 Metode

III. 3.1

PEMBAHASAN Pembahasan Mi instan atau mi kering adalah produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan berbentuk khas mi yang siap dihidangkan, dimasak atau diseduh dengan air mendidih paling lama 5 menit (Ubaidillah, 2000). Mi Instan telah dikonsumsi sebagai makanan pokok pengganti, oleh sebagian masyarakat dan merupakan jenis pangan yang luas penyebarannya (Haryadi,1992). Hal ini disebabkan karena harganya relatif murah, nilai kalori cukup tinggi dan dapat diproduksi dalam berbagai bentuk yang menarik dan daya tahan yang cukup tinggi (Harper et al, 1979). Serta tren gaya hidup masyarakat yang cenderung makin praktis. Mi ini dibuat dengan penambahan beberapa proses setelah diperoleh mi segar. Tahap-tahap tersebut yaitu pengukusan, pembentukan dan pengeringan. Berdasarkan proses pengeringan, mi dibedakan menjadi dua yaitu mi instan dan mi kering (mi telur). Pengeringan mi instan dengan mengunakan minyak goreng sebagai media pengeringan (instan atau fried noodle), sedangkan mi kering pengeringannya dengan menggunakan udara panas (dried noodle). Menurut Chandra (2011), mi kering instan mempunyai umur simpan hingga sekitar (612)% dengan kadar air 12%. Dapat dikatakan mi kering ini menjadi produk yang paling dapat bertahan lama. Sehingga produk tersebut sering dijadikan makanan cadangan dikala daerah terkena bencana, di saat daerah terjadi peperangan dan masih banyak lagi. Sebenarnya mi kering adalah merupakan produk yang dapat dikatakan mempunyai daya simpan yang relatif lama karena mi kering dibuat dengan cara dikeringkan memang berfungsi untuk memperpanjang umur simpan dari produk tersebut. Namun, dengan perkembangan zaman agar mi kering tersebut dapat lebih tahan lama ada beberapa rekomendasi yaitu dengan memberikan garam. Menurut Buckle (1987), garam dapat mengikat air sehingga dapat menjadi penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Garam juga memberi pengaruh aktifitas air (Aw) dari bahan, jadi mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme. Cara lainnya yaitu menurut Chandra (2011), tepung terigu pada mi kering dapat diganti dengan (5-10)% produk samping serealia atau yang disebut dengan oatbran. Oatbran disini akan mengurangi kadar air pada mi sehingga mi kering akan jauh lebih tahan lama. Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet and M. Wooton, 1987. Ilmu Pangan. Penerjemeh H. Purnomo dan Adiono. Jakarta: UI Press

Chandra, S. 2011. Potensi Oatbran Sebagai Pengganti Tepung Terigu Pada Mi Kering Instan Kaya Serat. Semarang: Universitas Katolik Sugijapranata Press Haryadi. 1992. Laporan Penelitian Mie Kering dari Berbagai Pati . Yogyakarta: UGM Press Harper, L. J., B. J. Deaton, J. A. Driskel, 1985. Pangan Gizi dan Pertanian. Penerjemah Suharjo. Jakarta: UI Press Ubaidillah, M. 2000. Penambahan Pengental pada Mie. Medan: USU Press Simpulan Pada produk mi kering sudah sangat dipastikan, bahwa produk tersebut diperuntukan sebagaio produk yang mempunyai daya umur simpan yang lama. Mi kering tersebut dilakukan pengeringan dengan cara udara agar kadar air dalam tepung dalam keluar. Berkurangnya kadar air dalam komoditas mencegah tumbuhnya mikroorganisme dalam produk dan membuat produk dapat tetap dalam kondisi kualitas baik. Untuk dapat menambah umur simpan dari produk mi dapat dilakukan beberapa cara yaitu dengan penambahan garam dan mengganti tepung terigu menjadi hasil samping dari serealia atau yang disebut dengan oatbran.