Anda di halaman 1dari 3

PENENTUAN SERAT KASAR

Didalam analisa penentuan serat kasar diperhitungkan banyaknya zat-zat yang tidak larut dalam
asam encer atau basa encer dengan kondisi tertentu. Langkah-langkah dalam analisa :

Deffating yaitu menghilangkan lemak yang terkandung dalam sampel menggunakan pelarut
lemak
Digestion terdiri dari dua tahap yaitu pelarutan dengan asam dan pelarutan dengan basa. Kedua
macam proses digesti ini dilakukan dalam keadaan tertutup pada suhu terkontrol (mendidih) dan
sedapat mungkin dihilangkan dari pengaruh luar.penyaringan harus segera dilakukan setelah
digestion selesai,karena penundaan penyaringan dapt mengakibatkan rendahnya hasil analisa
karena terjadi perusakan serat lebih lanjut oleh bahan kimia yang dipakai. Untuk bahan yang
banyak mengandung protein sering mengalami kesulitan dalam penyaringan , maka sebaiknya
dilakukan digesti pendahuluan dengan menggunakan enzim proteolitik. Residu yang diperoleh
dalam pelarutan menggunakan asam dan basa merupakanserat kasar yang mengandung 97 %
selulosa dan lignin. Serat kasar sangat penting dalam penilaian kualitas bahan makanan karena
angka ini merupakan indeks dan menentukan nilai gizi bahan makanan. Selain itu kandungan
serta kasar dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu proses pengolahan,misalnya proses
penggilingan atau proses pemisahan antara kulit dan kotiledon dengan demikian persentase serat
kasar dapat dipakai untuk menentukan kemurnian bahan atau efisiensi suatu proses.

LEMBAR KERJA II
PENENTUAN SERAT KASAR
Metode : SNI 01-2891 1992 butir 7.1, Cara uji makanan dan minuman
Prinsip : Ekstraksi contoh dengan asam dan basa untuk memisahkan serat
Kasar dan bahan lainnya
Alat : 1. Neraca analitik
2. spatula
3. Labu ukur 100 mL
4. Corong Buchner
5. Pipet tetes
6. Gelas ukur
7. Erlenmeyer
8. Kondensor
9. Oven
10. Hotplate
11. Pompa vakum
12. Desikator
Bahan : 1. H
2
SO
4
1,25 %
2. NaOH 3,25 %
3. kertas saring Whatman
4. Aquadest
5. Etanol 96 %

Cara Kerja :
1. Timbang dengan seksama 2-4 gram cuplikan, bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi
dengan cara soxlet atau dengan cara mengaduk,mengenaptuangkan contoh dalam pelarut organic
sebanyak 3 kali. Keringkan contoh dan masukkan ke dalam Erlenmeyer 500 mL.
2. Tambahkan 50 mL larutan H
2
SO
4
1,25 %, kemudian didihkan selama 30 menit dengan
menggunakan pendingin tegak.
3. Tambahkan 50 mL NaOH 3,25 % dan didihkan lagi selama 30 menit
4. Dalam keadaan panas saring dengan corong Buchner yang berisi kertas saring tak berabu
Whatman 54, 41, atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya.
5. Cuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan H2SO4 1,25 % panas, air
panas dan etanol 96 %
6. Angkat kertas saring beserta isinya, masukkan kedalam kotak timbang yang telah diketahui
bobotnya, keringkan pada suhu 105C dinginkan dan timbang sampai bobot tetap.
7. Bila ternyata serat kasar lebih besar 1 % , abukan kertas saring beserta isinya, timbang sampai
bobot tetap.

Berat residu = berat serat kasar

Wi - Wo
% Serat kasar = X 100 %
Ws
Wo : berat kertas saring
Wi : berat kertas saring + residu setelah dikeringkan
Ws : berat contoh