Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
Varikokel merupakan dilatasi abnormal pleksus pampiniformis, terjadi kira-
kira !" pria# Beberapa pasien men$alami n%eri skrotal dan pemben$kakan, dan
menjadi suatu pen%ebab potensial infertilitas pada pria#
,&

Pada 'arikokel didapatkan kelainan dilatasi 'ena dalam spermatic cord dan
%an$ diklasifikasi menjadi klinis dan subklinis# Varikokel klinis didia$nosis melalui
pemeriksaan fisik dan di$olon$kan berdasarkan temuan fisik# Varikokel subklinis
pada pemeriksaan fisik tidak teraba dan memerlukan pen(itraan radiolo$i untuk
dia$nosis# )elain itu, 'arikokel terba$i atas 'arikokel ekstratestikuler dan 'arikokel
intratestikuler#
*,+

Varikokel lebi, serin$ terdeteksi pada populasi pria infertil dibandin$kan
den$an pria fertil# Adan%a 'arikokel tela, dikaitkan den$an ke$a$alan fun$si testis,
serin$ men%ebabkan kelainan pada parameter semen# Varikokel umum dijumpai pada
anak remaja dan pria de-asa, terdia$nosis pada &.-+." pasien infertil# Pene$akan
dia$nosis (epat dan tepat dari kelainan ini san$at pentin$ karena pada seba$ian besar
kasus, penatalaksanaan tepat -aktu, biasan%a dilakukan percutaneous sclerotherapy,
bisa men$,asilkan penin$katan kualitas semen#
*,!

Pemeriksaan Utrasono$rafi merupakan pili,an pertama, non in'asif, relatif
muda, dan akurat dalam mendeteksi 'arikokel# Pemeriksaan ultrasono$rafi Color
Doppler /0DU)1 tela, menjadi modalitas %an$ tela, diterima se(ara luas dan serin$
di$unakan untuk men$e'aluasi 'arikokel#
&,*,2
1
Alasan penulisan referat ini adala, karena pentin$n%a pema,aman te,nik dan
mema,ami $ambaran ultrasono$rafi 'arikokel se,in$$a dapat men%in$kirkan
dia$nosis bandin$n%a, dan ju$a pentin$n%a modalitas ini dalam pene$akkan
dia$nosis kelainan pada skrotum, k,ususn%a 'arikokel dimana pada saat ini
merupakan pemeriksaan baku emas 'arikokel# Den$an penulisan referat ini
di,arapkan kita dapat menamba, pen$eta,uan serta mema,ami $ambaran
ultrasono$rafi 'arikokel, se,in$$a dapat diterapkan dalam membantu pene$akkan
dia$nosis $una mendapatkan dia$nosis dan tatalaksana %an$ (epat, tepat untuk
pasien#
2
BAB II
3IN4AUAN PU)3A5A
A. Definisi
Varikokel merupakan suatu dilatasi abnormal dan tortuous dari 'ena pada
pleksus pampiniformis den$an ukuran diameter melebi,i & mm# Dilatasi abnormal
'ena-'ena dari spermatic cord biasan%a disebabkan ole, ketidakmampuan katup pada
'ena spermatik internal#
+,!,6,7,8

B. Anatomi
Pada pria de-asa, masin$-masin$ testis merupakan suatu or$an berbentuk
o'al %an$ terletak didalam skrotum# Beratn%a masin$-masin$ kira-kira .-& $ram,
dan menunjukkan ukuran panjan$ rata-rata + sentimeter /(m1, lebar & (m, dan ukuran
anteroposterior &,! (m# 3estis memproduksi sperma dan andro$en /,ormon seks
pria1#
.
3iap testis pada ba$ian anterior dan lateral diliputi ole, membran serosa,
tunika 'a$inalis# 9embran ini berasal dari peritoneum (a'um abdominal# Pada tunika
'a$inalis terdapat lapisan parietal /ba$ian luar1 dan lapisan 'is(eral /ba$ian dalam1
%an$ dipisa,kan ole, (airan serosa# 5apsul fibrosa %an$ tebal, keputi,an disebut
den$an tunika albu$inea %an$ membun$kus testis dan terletak pada sebela, dalam
lapisan 'is(eral dari tunika 'a$inalis# Pada batas posterior testis, tunika albu$inea
menebal dan berlanjut ke dalam or$an seba$ai mediastinum testis#
.
3
3unika albu$inea berlanjut ke dalam testis dan membentuk septum jarin$an
konektif ,alus, %an$ memba$i ka'um internal menjadi &!. lobulus terpisa,# 3iap-tiap
lobulus men$andun$ sampai empat tubulus seminiferus %an$ san$at rumit, tipis dan
elon$asi# 3ubulus seminiferus men$andun$ dua tipe sel: /1 kelompok nondividing
support cells disebut sel-sel sustenta(ular dan kelompok dividing germ cells %an$
terus menerus memproduksi sperma pada a-al pubertas#
.
0a'um %an$ men$elilin$i tubulus seminiferus disebut ka'um intersisial#
Dalam (a'um intersisial ini terdapat sel-sel intersisial /sel le%di$1# Luteinizing
hormone menstimulasi sel-sel intersisial untuk memproduksi ,ormon disebut
andro$en# 3erdapat beberapa tipe andro$en, %an$ palin$ umum iala, testosteron#
9eskipun korteks adrenal mensekresi sejumla, ke(il andro$en, seba$ian besar
andro$en dilepaskan melalui sel-sel intersisial di testis, dimulai pada masa pubertas#
.
Duktus dalam testis; rete testis merupakan suatu jarin$an berkelok-kelok
salin$ ter,ubun$ di mediastinum testis %an$ menerima sperma dari tubulus
seminiferus# )aluran-saluran rete testis ber$abun$ membentuk du(tulus eferen# 5ira-
kira &-! du(tulus eferen men$,ubun$kan rete testis den$an epididimis# Epididimis
merupakan suatu struktur berbentuk koma terdiri dari suatu duktus internal dan
duktus eksternal melin$kupi jarin$an konektif# Head epididimis terletak pada
permukaan superior testis, dimana body dan tail epididimis pada permukaan posterior
testis# Pada ba$ian dalam epididimis berisi duktus epididimis panjan$, berkelok %an$
panjan$n%a kira-kira + sampai ! meter dan dilapisi ole, epitel berlapis silindris %an$
memuat stereo(ilia /mi(ro'illi panjan$1#
.
Duktus deferens ju$a disebut 'as deferens, saluran ini meluas dari tail
epididimis mele-ati skrotum, kanalis in$uinalis dan pel'is ber$abun$ den$an duktus
dari 'esi(a seminalis membentuk duktus ejakulatorius pada $landula prostat#

3estis diperdara,i ole, arteri testi(ular, arteri %an$ ber(aban$ dari aorta
setin$$i arteri renal# Ban%ak pembulu, 'ena dari testis pada mediastinum den$an
4
suatu kompleks pleksus 'ena disebut pleksus 'ena pampiniformis, %an$ terletak
superior# Epididimis dan skrotum diperdara,i ole, pleksus 'ena kremaster# 5edua
pleksus beranastomose dan berjalan superior, berjalan den$an 'as de'erens pada
spermatic cord# Spermatic cord dan epididimis diperdara,i ole, (aban$ arteri 'esi(al
inferior dan arteri epi$astrik inferior /arteri kremaster1# )krotum diperdara,i (aban$
dari arteri pudendal internal /arteri s(rotal posterior1, arteri pudendal eksternal (aban$
dari arteri femoral, dan (aban$ dari arteri epi$astrik inferior /kremaster1# Aliran 'ena
testis melalui pleksus 'ena pampiniformis, terbentuk pada ba$ian atas epididimis dan
berlanjut ke 'ena testikularis melalui (in(in in$uinal# Vena testikularis kanan
bermuara ke 'ena ka'a inferior den$an suatu acute angle, dimana 'ena testikularis
sinistra men$alir ke 'ena renalis sinistra den$an suatu right angle#
,&,*

C. Epidemiolo$i
Varikokel terdeteksi lebi, serin$ pada populasi pria infertil dibandin$ pada
pria fertil# )eba$ian besar 'arikokel terdeteksi setela, pubertas dan pre'alensi pada
pria de-asa sekitar -!"# Pada 7.-8." kasus, 'arikokel ,an%a terdapat pada
sebela, kiri; 'arikokel bisa bilateral ,in$$a &." kasus, meskipun dilatasi sebela,
kanan biasan%a lebi, ke(il# Varikokel unilateral sebela, kanan san$at jaran$ terjadi#
*,7,+
Varikokel pada remaja pria perna, dilaporkan sekitar !" kasus# Varikokel
biasan%a terdia$nosis pada &.-+." pria infertil# Insidensi 'arikokel %an$ teraba
diperkirakan !" pada populasi umum pria dan &-*8" pria subfertil# 9eskipun
'arikokel perna, dilaporkan pada pria sebelum remaja, 'arikokel jaran$ pada
kelompok usia ini# Pada suatu penelitian ole, <ster /861 pada .6& anak sekola,
laki laki di Denmark, tidak ditemui adan%a 'arikokel pada 77 anak laki-laki %an$
berusia antara 2 sampai 8 ta,un# Insidensi 'arikokel pada anak %an$ lebi, tua /usia
.-&! ta,un1, ber'ariasi antara 8" sampai &!,7" den$an suatu rerata 2,*"#
!,!,2
5
Varikokel ekstratestikular merupakan kelainan %an$ diketa,ui umum terjadi,
dimana terdapat pada !" sampai &." pria# Varikokel intratestikular sebalikn%a
suatu kelainan %an$ jaran$ dan sesuatu %an$ relatif baru dimana dilaporkan kuran$
dari &" pada pria %an$ menjalani sono$rafi testis den$an $ejala#
6,7

D. Etiolo$i
3erdapat beberapa etiolo$i 'arikokel ekstratestikular seperti refluks
renospermatik, insufisiensi katup 'ena spermatika interna, refluks ileospermatik,
neoplastik, atau pen%akit retroperitoneal lainn%a, sindrom malposisi 'is(eral, dan
pembeda,an sebelumn%a pada re$io in$uinal dan skrotum# Varikokel intratestikular
serin$ di,ubun$kan den$an atrofi testikular ipsilateral terkait kelainan parenk,imal,
tetapi apaka, 'arikokel intratestikular merupakan suatu pen%ebab atau akibat dari
atrofi testikular tetap belum jelas# Varikokel intratestikular biasan%a, tetapi tak selalu,
terjadi berkaitan den$an suatu 'arikokel ekstratestikular ipsilateral#
+,6
E. Patofisiolo$i
Varikokel terjadi akibat penin$katan tekanan 'ena dan ketidakmampuan 'ena
spermatika interna# Aliran retrograde 'ena spermatika interna merupakan mekanisme
pada perkemban$an 'arikokel# Varikokel ekstratestikular merupakan suatu kelainan
%an$ umum terjadi# )eba$ian besar kasus asimptomatik atau ber,ubun$an den$an
ri-a%at or(,itis, infertilitas, pemben$kakan skrotum den$an n%eri# Varikokel
intratestikular merupakan suatu keadaan %an$ jaran$, ditandai ole, dilatasi 'ena
intratestikular#
2

6
Varikokel lebi, serin$ ditemukan pada sebela, kiri karena beberapa alasan
berikut ini: /a1 'ena testikular kiri lebi, panjan$; /b1 'ena testikular sinistra
memasuki 'ena renal sinistra pada suatu right angle; /(1 arteri testikular sinistra pada
beberapa pria melen$kun$ diatas 'ena renal sinistra, dan menekan 'ena renal sinistra;
dan /d1 distensi (olon des(endens karena feses dapat men$kompresi 'ena testikular
sinistra#
8

F. 9anifestasi 5linis
Beberapa pasien den$an 'arikokel dapat men$alami n%eri skrotal dan
pemben$kakan, namun %an$ lebi, pentin$, suatu 'arikokel dipertimban$kan menjadi
suatu pen%ebab potensial infertilitas pria# Hubun$an 'arikokel den$an fertilitas
menjadi kontro'ersi, namun tela, dilaporkan penin$katan fertilitas dan kualitas
sperma setela, terapi, termasuk terapi oklusif pada 'arikokel#
&

Varikokel pada remaja biasan%a asimptomatik dan untuk itu dia$nosis
k,ususn%a diperole, saat pemeriksaan fisik rutin# 5adan$ kadan$ pasien akan datan$
karena adan%a massa skrotum atau rasa tak n%aman di skrotum, seperti berat atau rasa
n%eri setela, berdiri sepanjan$ ,ari#
2

Varikokel ekstratestikular se(ara klinis berupa teraba benjolan asimptomatik,
den$an n%eri skrotal atau ,an%a men%ebabkan infertilitas den$an perjalanan
subklinis# )e(ara klinis 'arikokel intratestikular keban%akan ,adir den$an $ejala
seperti 'arikokel ekstratestikuler, meskipun serin$ 'arikokel intratestikuler tidak
ber,ubun$an den$an 'arikokel ekstratestikuler ipsilateral# 9anifestasi klinis palin$
umum pada 'arikokel intratestikular adala, n%eri testikular /*."1 dan
pemben$kakan /&2"1# N%eri testis diperkirakan ber,ubun$an den$an pere$an$an
tunika albu$inea# 9anifestasi klinis lain %an$ tela, dilaporkan men(akup infertilitas
/&&"1 dan epididimor(,itis /"1#
+,8
7
G. Dia$nosis
Dia$nosis 'arikokel dite$akkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan radiolo$i dan analisis semen# Pemeriksaan fisik ,arus dilakukan dalam
posisi berdiri# =efluks 'ena dapat die'aluasi den$an (ara manu'er 'alsa'a#
Pemeriksaan radiolo$i %an$ dapat di$unakan %aitu pemeriksaan ultrasono$rafi, 03
s(an, 9=I dan an$io$rafi# Pemeriksaan Utrasono$rafi merupakan pili,an pertama
dalam mendeteksi 'arikokel# Pemeriksaan ultrasono$rafi dan terutama Color Doppler
menjadi metode pemeriksaan palin$ terpe(a%a dan ber$una dalam mendia$nosis
'arikokel subklinis# >ambaran 'arikokel pada ultrasono$rafi tampak seba$ai stuktur
serpi$inosa predominan echo free den$an ukuran diameter lebi, dari & mm# Pada 03
s(an dapat menunjukkan $ambaran 'ena ? 'ena serpi$inosa berdilatasi men%an$at#
Pada 9=I 'arikokel tampak seba$ai suatu massa dari dilatasi, serpi$inosa pembulu,
dara,, biasan%a berdekatan den$an (aput epididimis# Spermatic canal melebar, dan
intrascrotal spermatic cord atau pleksus pampiniformis prominen# Spermatic cord
memiliki intensitas si$nal ,etero$en# Spermatic cord memuat struktur serpi$inosa
den$an intensitas si$nal tin$$i# Peranan 9=I dalam dia$nosis 'arikokel belum
terbukti karena tidak (ukupn%a jumla, pasien %an$ tela, diperiksa den$an 9=I#
Veno$rafi dapat menunjukkan dilatasi 'ena testikular, dapat menunjukkan aliran
retrograde ba,an kontras ke ara, skrotum#
&,2,!,&.,&
)eba$ian besar 'arikokel di$ambarkan seba$ai primer atau idiopatik dan
diperkirakan terjadi karena kelainan perkemban$an katup dan @ atau 'ena# Varikokel
primer jau, lebi, mun$kin pada sebela, kiri, dimana setidakn%a dijumpai 8!"#
)eba$ian ke(il terjadi akibat tidak lan$sun$ dari suatu lesi %an$ men$kompresi atau
men$oklusi 'ena testikular# Varikokel sekunder akibat dari penin$katan tekanan pada
'ena spermatik %an$ ditimbulkan ole, proses pen%akit seperti ,idronefrosis, sirosis,
atau tumor abdominal#
8,&.
8
Varikokel klinis didefinisikan seba$ai pembesaran pleksus pampiniformis
%an$ dapat diraba, dimana dapat diba$i menjadi derajat , &, * menurut klasifikasi
Dubin and Amelar# Varikokel subklinis didefinisikan seba$ai refluks melalui 'ena
spermatika interna, tanpa distensi %an$ dapat teraba dari pleksus pampiniformis#
+
Dubin and Amelar menemukan suatu sistem penilaian %an$ ber$una untuk
'arikokel %an$ dapat teraba# derajat : 'arikokel dapat diraba ,an%a pada -aktu
manu'er 'alsa'a; derajat &: 'arikokel dapat diraba tanpa manu'er 'alsa'a; derajat *:
'arikokel tampak pada pemeriksaan sebelum palpasi#
7,&&
5elainan analisis semen berupa oli$oAoospermia, ast,enoAoospermia dapat
disebabkan ole, 'arikokel# Mac Leod /82!1 pertama kali men$emukakan trias
oli$ospermia, penurunan motilitas sperma, dan penin$katan persentase sel-sel sperma
immatur merupakan karakteristik semen %an$ k,as pada pria infertil den$an
'arikokel# 5oreksi 'arikokel serin$ men$,asilkan penin$katan kualitas semen,
beberapa penelitian men$,ubun$kan ukuran den$an efekti'itas tatalaksana
pembeda,an 'arikokel#
&*
H. Dia$nosis Bandin$
Beberapa kelainan %an$ pada pemeriksaan ultrasono$rafi memberikan
$ambaran mirip den$an $ambaran 'arikokel dan menjadi dia$nosis bandin$ %aitu
spermatokel dan ektasia tubular#
+

)permatokel merupakan suatu lesi kistik jinak %an$ berisi sperma#
)permatokel umun%a ditemukan pada kaput epididimis# )permatokel ban%ak
ditemukan se(ara kebetulan pada saat skrinin$ ultrasono$rafi pada pasien usia
perten$a,an sampai usia tua# Ukuran spermatokel dapat ber'ariasi dari beberapa
millimeter sampai beberapa sentimeter# )eba$ian besar spermatokel tidak
men%ebabkan $ejala, dan pasien bisa datan$ den$an teraba massa lunak pada ba$ian
dalam skrotum# Pada beberapa kasus, dapat ju$a terdapat rasa tak n%aman karena
9
efek massa# Etiolo$i spermatokel masi, belum jelas# )eba$ian besar penulis
men$ara,kan ba,-a suatu obstruksi duktus eferen merupakan asal mula dari kelainan
ini#
&+,&!

Ektasia tubular ju$a dikenal seba$ai transformasi kistik rete testis merupakan
dilatasi rete testis seba$ai suatu akibat obliterasi parsial atau komplit duktus eferen#
Ektasia tubular serin$ bilateral dan asimetris, serin$ ber,ubun$an den$an
spermatokel# =erata usia pada dia$nosis iala, 2. ta,un dan se(ara umum pasien
berusia lebi, dari +! ta,un#
7,&2

I. 5omplikasi
Beberapa komplikasi dari 'arikokel diantaran%a kenaikan temperatur testis,
jumla, sperma renda, dan infertilitas pria# Hambatan aliran dara,, suatu 'arikokel
dapat membuat temperatur lokal terlalu tin$$i, mempen$aru,i pembentukan dan
motilitas sperma#
&6
3erdapat bukti %an$ baik dimana laman%a 'arikokel men%ebabkan efek
meru$ikan %an$ pro$resif pada testis# 0,e,'al dan Por(ell /88&1 melakukan analisis
semen pada * pria den$an 'arikokel dan kemudian men$e'aluasi kembali semen
pria tersebut 8 sampai 82 bulan kemudian# Hasiln%a menunjukkan suatu kemerosotan
pada follo- up analisis semen mereka#
2

Potensi komplikasi dari tatalaksana 'arikokel jaran$ terjadi dan komplikasi
biasan%a rin$an# )emua pendekatan pembeda,an 'arikokel berkaitan den$an suatu
resiko ke(il seperti infeksi luka, ,idrokel, 'arikokel berulan$ dan jaran$ terjadi %aitu
atrofi testis# Potensi komplikasi dari insisi in$uinal karena tatalaksana 'arikokel
men(akup mati rasa skrotal dan n%eri berkepanjan$an#
&6

10
J. Penatalaksanaan
3erdapat beberapa pedoman dimana suatu 'arikokel sebaikn%a dikoreksi
karena: 1 pembeda,an berpotensi men$uba, suatu keadaan patolo$is; &1
pembeda,an menin$katkan seba$ian besar parameter semen; *1 pembeda,an
memun$kinkan menin$katn%a fertilitas; +1 resiko terapi ke(il# )uatu 'arikokel
sebaikn%a dikoreksi ketika: 1 Varikokel se(ara klinis teraba; &1 pasan$an den$an
infertilitas; *1 istri fertil atau tela, dikoreksi infertilitasn%a; +1 palin$ tidak satu
parameter semen abnormal#
7

5eputusan penatalaksanaan sebaikn%a terutama berdasarkan pada apaka,
'arikokel simptomatik atau ber,ubun$an den$an subfertilitas, dan pili,an %aitu antara
terapi pembeda,an dan terapi radiolo$i# Dimana tersedia seoran$ a,li radiolo$i
terlati,, embolisasi perkutaneus ,arus menjadi penatalaksanaan lini pertama, den$an
pembeda,an dilakukan pada seba$ian ke(il pasien %an$ $a$al den$an kateterisasi#
&&

Pada pembeda,an terdapat ti$a te,nik %an$ umum dilakukan# 5eti$a te,nik
tersebut %aitu li$asi sub-in$uinal, li$asi in$uinal dan li$asi retroperitoneal# Li$asi
'arikokel laparoskopi belum membuktikan superior ter,adap operasi pembeda,an
dan mun$kin ber,ubun$an den$an komplikasi %an$ serius# Varikokel intratestikular
ber,asil diterapi den$an skleroterapi perkutaneus#
+,&&

Barbalies et al membandin$kan keti$a te,nik pembeda,an den$an embolisasi
perkutaneus pada suatu penelitian prospektif, a(ak# 3erdapat an$ka rekurensi %an$
sama den$an semua keempat te,nik# )eba$ai tamba,an, terdapat penin$katan
si$nifikan pada motilitas sperma pada semua kelompok, den$an li$asi in$uinal se(ara
$aris besar memperole, ,asil palin$ baik# )etela, prosedur untuk kembali ke akti'itas
normal, ba$aimanapun se(ara si$nifikan lebi, (epat setela, embolisasi dibandin$kan
den$an pembeda,an#
&&

11
BAB III
PE9BAHA)AN
Varikokel merupakan dilatasi abnormal dan turtous dari 'ena-'ena pada
pleksus pampiniformis den$an ukuran diameter melebi,i & mm# Varikokel terjadi
12
akibat dari ketidakmampuan atau tidak adan%a katup dari 'ena spermatik# Varikokel
lebi, serin$ terjadi pada sebela, kiri# 9anifestasi palin$ umum %aitu seperti massa
lunak atau pemben$kakan %an$ menjadi lebi, prominen den$an sikap tubu, berdiri
te$ak atau men$ejan# Varikokel se(ara si$nifikan lebi, serin$ pada kelompok pria
infertil /+."1 dibandin$ pada kelompok normal /!"1# Varikokel ekstratestiskuler
terjadi pada 7 ? &." pria de-asa, sedan$kan 'arikokel intratestikuler san$at jaran$,
dimana dilaporkan kuran$ dari &" pada pria simptomatik %an$ menjalani sono$rafi
testis# Varikokel merupakan sala, satu dari pen%ebab umum infertilitas pria#
Dia$nosis 'arikokel se(ara tepat dan (epat san$at pentin$, dimana seba$ian besar
kasus den$an tatalaksana tepat -aktu men$,asilkan penin$katan kualitas semen#
Pene$akan dia$nosis 'arikokel pentin$ karena merupakan pen%ebab infertilitas pria
%an$ palin$ serin$ dapat dikoreksi# Dia$nosis dapat den$an muda, dite$akkan saat
'arikokel teraba atau tampak pada saat pemeriksaan, namun dapat lebi, menantan$
saat kelainan ini subklinis#
+,!,2,*,&7,&8,*6
Varikokel merupakan suatu kelainan pentin$ %an$ men%ebabkan $ejala
si$nifikan pada beberapa pasien dan ber,ubun$an den$an subfertilitas pada pasien
lainn%a# Dia$nosis akurat pentin$ karena dia$nosis dan tatalaksana %an$ tepat dapat
men%ebabkan ,ilan$n%a $ejala dan penin$katan jumla, sperma pada pasien
subfertil#
&&

9ekanisme dimana 'arikokel mempen$aru,i fun$si testis tetap belum jelas#
Hipotesis palin$ umum diterima adala, 'arikokel men$akibatkan suatu penin$katan
temperatur testis %an$ memsupresi spermato$enesis# Pendapat lainn%a karena refluks
metabolit adrenal dan $injal, dan penurunan aliran dara, den$an stasis# )embilan
pulu, persen dari semua 'arikokel terjadi pada sebela, kiri, &!" 'arikokel terjadi
bilateral#
7,&7

Adan%a suatu 'arikokel klinis ditentukan ole, palpasi dan obser'asi pada
posisi berdiri sebelum dan selama manu'er 'alsa'a# 5lasifikasi menurut BH<: .
13
/tidak 'arikokel1, derajat I /teraba selama manu'er 'alsa'a1, derajat II /teraba tanpa
manu'er 'alsa'a1, dan derajat III /tampak melalui kulit skrotal1# Varikokel subklinis
diklasifikasikan seba$ai tidak teraba, tetapi den$an refluks retrograde pada manu'er
'alsa'a %an$ dapat ditunjukkan den$an 0DU#


Ultrasono$rafi dia$nostik merupakan te,nik pen(itraan %an$ palin$ serin$
di$unakan untuk melen$kapi pemeriksaan fisik skrotum dan ultrasono$rafi
merupakan suatu alat %an$ akurat dalam men$e'aluasi ban%ak kelainan skrotum#
9assa intraskrotal dapat terdeteksi den$an sensitifitas ,ampir .." den$an
pemeriksaan ultrasono$rafi# Ultrasono$rafi pentin$ pada e'aluasi massa skrotum
karena memiliki akurasi 87" sampai .." dalam membedakan kelainan
intratestikular dari ekstratestikular# Perbedaan ini pentin$ dalam tatalaksana pen%akit
karena massa ekstratestikular palin$ ban%ak jinak, tetapi lesi intratestikular seba$ian
besar $anas# Ultrasono$rafi color Doppler /0DU)1 merupakan metode pentin$ untuk
dia$nosis pen%akit skrotal karena kemampuann%a men$$ambarkan anatomi dan
perfusi pada -aktu %an$ sesun$$u,n%a#
*.,*

)ala, satu indikasi dari pemeriksaan ultrasono$rafi skrotum adala, untuk
mendeteksi 'arikokel# U)> skrotum dilakukan den$an pasien dalam posisi supine
dan skrotum disan$$a ole, sebua, kain@,anduk %and ditempatkan diantara pa,a#
Hasil optimal diperole, den$an suatu transduser linear den$an frekuensi tin$$i 6-.
9HA# 5edua testis ,arus diperiksa dalam poton$an tran'ersal dan sa$ital# Ukuran
dan ek,o$enisitas tiap testis dan epididimis dibandin$kan den$an testis sebela,n%a#
5etebalan kulit skrotum die'aluasi# Color Doppler dan parameter pulsed Doppler
dioptimalkan untuk memperli,atkan ke(epatan aliran renda,, menunjukkan aliran
dara, pada testis dan struktur sekelilin$ skrotum# U)> Power Doppler dapat ju$a
di$unakan untuk memperli,atkan aliran intratestikular pada pasien den$an suatu
kelainan skrotum akut, sisi asimptomatik ,arus diperiksa terlebi, da,ulu supa%a set
greyscale dan Color Doppler memperole, kondisi untuk memberi perbandin$an
den$an sisi %an$ sakit# >ambar tran'ersal den$an ba$ian masin$-masin$ testis pada
14
$ambar %an$ sama sebaikn%a diperole, dalam mode grey scale dan Color Doppler#
)truktur dalam kantun$ skrotum diperiksa untuk mendeteksi massa ekstratestikuler
atau abnormalitas lainn%a# 3e,nik tamba,an seperti pen$$unaan manu'er 'alsa'a
atau posisi berdiri dapat di$unakan jika diperlukan untuk e'aluasi 'ena# Pasien
den$an 'arikokel, pemeriksaan ultrasono$rafi ,arus dilakukan pada posisi supine dan
berdiri#
8,&

Ultrasono$rafi tela, mendapat pen$akuan dalam mendia$nosis 'arikokel,
karena a'aibilitasn%a, non in'asif, mura, dan k,ususn%a men$,asilkan temuan-
temuan den$an tanpa efek meru$ikan# Ultrasono$rafi tela, menunjukkan menjadi
suatu metode %an$ muda, dan akurat dalam mendia$nosis 'arikokel klinis dan
subklinis# Ultrasono$rafi Color Doppler merupakan suatu metode dia$nostik
terper(a%a dan non in'asif %an$ dapat di$unakan dalam e'aluasi 'arikokel testis
untuk memutuskan apaka, akan di operasi atau tidak# )eluru, prosedur men(akup
indentifikasi pembulu, dara,, ukuran diameter dan kalkulasi ke(epatan aliran dapat
diselesaikan dalam beberapa menit#
&8,*&,**

Perfusi testis dapat die'aluasi den$an Color Doppler! Power Doppler dan
spectral Doppler# Ultrasono$rafi Color Doppler dapat diandalkan men$$ambarkan
aliran intratestikular# Ultrasono$rafi Power Doppler men$$unakan da%a %an$
di$abun$kan dari si$nal untuk men$$ambarkan adan%a aliran dara,# Perole,an da%a
lebi, tin$$i lebi, mun$kin den$an ultrasono$rafi Power Doppler dibandin$ den$an
ultrasono$rafi Color Doppler standar, men$,asilkan penin$katan sensiti'itas ter,adap
deteksi aliran dara,#
8

Varikokel merupakan dilatasi abnormal 'ena-'ena pada spermatic cord dan
'arikokel biasan%a disebabkan ole, ketidakmampuan katup pada 'ena spermatika
interna# Hal ini men$akibatkan ke$a$alan drainase dara, ke 'ena-'ena spermatic
cord saat pasien men$ambil posisi berdiri atau selama manu'er 'alsa'a# Diameter
normal 'ena pleksus pampiniformis berkisar dari .,! sampai ,! mm, den$an
15
diameter main draining vein sebesar & mm# >ambaran ultrasono$rafi 'arikokel terdiri
dari struktur tubular, ane(,oi( /Clin$karan (a(in$D1, multipel, turtuos, ukuran
ber'ariasi den$an diameter lebi, dari & mm %an$ biasan%a palin$ baik tampak pada
superior dan @ lateral testis# 5etika besar, suatu 'arikokel dapat meluas se(ara
posterior dan inferior testis# 3erkadan$, internal ek,o le'el renda, dapat terdeteksi
pada 'ena-'ena %an$ berdilatasi ini, akibat tidak lan$sun$ dari aliran lambat# Vena-
'ena %an$ berdilatasi muda, terkompresi ole, transduser# Ukuran 'ena menin$kat
saat pasien berdiri atau melakukan manu'er 'alsa'a# Aliran tampak dapat terli,at
dalam 'arikokel besar pada ultrasono$rafi kon'ensional# Pada Color Doppler aliran
tampak den$an muda, dalam 'arikokel dan menin$kat den$an manu'er 'alsa'a#
Ultrasono$rafi Color Doppler akan memperli,atkan pembulu, dara, terisi den$an
aliran dara, balik dan se(ara k,as menin$kat pada manu'er 'alsa'a atau posisi
berdiri dalam -aktu lebi, dari dua detik# Ultrasono$rafi Color Doppler tela,
memperli,atkan penin$katan kemampuan dia$nostik dari deteksi aliran balik pada
'ena inkompeten# =efluks diukur permanen, intermiten atau sin$kat# =efluks
permanen si$nifikan untuk suatu 'arikokel# =efluks intermiten merupakan area
perdebatan dan biasan%a tidak si$nifikan jika tidak terdapat 'arikokel %an$ teraba#
9enurut )artes(,i, 'arikokel dapat diba$i kedalam lima derajat sesuai den$an
karakteristik refluks dan laman%a, dan peruba,an selama manu'er 'alsa'a#
5lasifikasi 0DU 'arikokel tersebut %aitu derajat : penemuan refluks memanjan$
/lebi, dari dua detik1 pada pembulu, dara, di saluran in$uinal ,an%a selama manu'er
'alsa'a, sedan$kan varicosity skrotal pada pemeriksaan greyscale sebelum%a tidak
terbukti; derajat &: ditandai ole, suatu varicosity posterior ke(il men(apai pole
superior testis dan diametern%a bertamba, setela, manu'er 'alsa'a# E'aluasi 0DU
den$an jelas menunjukkan adan%a suatu refluks 'ena pada re$io supratestikular
,an%a selama manu'er 'alsa'a; derajat *: ditandai ole, pembula, dara, %an$ tampak
melebar pada pole inferior testis saat pasien diperiksa dalam posisi berdiri, sementara
tidak ada e(tasia terdeteksi jika pemeriksaan dilakukan pada posisi supine# 0DU
menunjukkan suatu refluks %an$ jelas ,an%a pada manu'er 'alsa'a; derajat +:
16
didia$nosis jika pembulu, dara, tampak melebar, meskipun pasien diperiksa dalam
posisi supine; dilatasi menin$kat pada posisi berdiri dan selama manu'er 'alsa'a#
Penin$katan refluks 'ena setela, manu'er 'alsa'a merupakan kritera %an$ memenu,i
perbedaan antara derajat ini dari derajat sebelum dan berikutn%a# Hipotrofi testis
umum pada derajat ini; derajat !: ditandai ole, suatu ektasia 'ena %an$ jelas ba,kan
pada posisi berdiri# 0DU menunjukkan adan%a suatu refluks 'ena pentin$ %an$ tidak
menin$kat setela, manu'er 'alsa'a#
!,8,&,&.,&&,&*,&7

>ambaran sono$rafi 'arikokel intratestikuler sama den$an $ambaran
'arikokel ektratestikuler# )ono$rafi grayscale menunjukkan struktur tubular atau
o'al, lurus atau berkelok, ane(,oi(, %an$ men%ebar dari mediastinum testis ke
parenk,im testikuler den$an diameter lebi, dari & mm dan manu'er 'alsa'a positif,
memastikan berasal dari 'ena# Varikokel intratestikuler dapat subkapsuler atau
mediastinal# Color flow Doppler ju$a memuda,kan 'isualisasi 'arikokel
intratestikuler# 9anu'er 'alsa'a san$at pentin$ seperti pembulu, dara, %an$ tidak
dapat memperli,atkan aliran spontan# U)> Color Doppler memperli,atkan suatu
pola aliran 'ena den$an suatu $elomban$ spektral 'ena k,as, %an$ menin$kat
den$an manu'er 'alsa'a#
2,6,7,

8,*+
5riteria dia$nosis 'arikokel %aitu /a1 pada U)> grayscale diameter 'ena
berukuran lebi, dari & mm pada posisi supine atau diameter berukuran lebi, dari *
mm pada posisi berdiri; /b1 ukuran bertamba, lebi, dari mm pada maneu'er
'alsa'a; /(1 pada U)> color Doppler refluks lebi, dari & detik pada manu'er 'alsa'a#
5ombinasi /a1 dan /b1 atau /(1 merupakan kriteria %an$ dipakai# Penilaian 'arikokel
berdasarkan refluks doppler pada 'alsa'a: tin$kat : refluks statis /E & detik1; tin$kat
&: refluks intermittent /F& detik1; dan tin$kat *: refluks terus menerus atau refluks
selama respirasi normal#
*!

)istem penilaian 0DU pada dia$nosis 'arikokel men(akup diameter 'ena
maksimum /mm1, pleksus @ jumla, diameter 'ena, dan peruba,an ke(epatan aliran
17
pada manu'er 'alsa'a /tabel 1# 3otal nilai .-8, dimana total nilai empat atau lebi,
menetapkan adan%a 'arikokel den$an 0DU#
*2

Balaupun aliran spontan tidak dapat ditunjukkan ju$a pada kondisi aliran
renda, 0olor atau Power Doppler, meminta pasien untuk batuk, menarik nafas
den$an (epat atau melakukan manu'er 'alsa'a %an$ kesemuan%a efektif dalam
men$,asilkan deteksi aliran# Pasien den$an posisi berdiri menamba, pembulu,
dara, tampak prominen#
*6

>ambaran ultrasono$rafi %an$ memberikan $ambaran mirip den$an 'arikokel
dan menjadi dia$nosis bandin$ %aitu spermatokel dan ektasia tubular dimana
$ambaran ektasia tubular memberikan $ambaran ultrasono$rafi %an$ mirip den$an
$ambaran 'arikokel intratestikular# )permatokel merupakan suatu jenis umum dari
kista ekstratestikuler dan men$$ambarkan dilatasi kistik tubulus dari du(tulus eferen
pada (aput epididimis# )permatokel biasan%a unilokular tetapi bisa ju$a multilikolar
dan bisa berkaitan den$an 'asektomi sebelumn%a# )permatokel umumn%a ditemukan
pada kaput epididimis# Ukuran spermatokel bisa ber'ariasi dari beberapa millimeter
,in$$a beberapa sentimeter# )permatokel akibat dari dilatasi tubulus epididimis# 5ista
berisi (airan serosa jerni, dimana spermatokel terisi den$an spermatoAoa, debris
selular# >ambaran k,as ultrasono$rafi spermatokel adala, struktur anek,oik
berdindin$ tipis, batas te$as, unilokuler atau multilokuler, ukuran ber'ariasi dalam
kaput epididimis %an$ mende'iasi testis ipsilateral# )e(ara k,as, struktur tersebut
berisi internal echoes# Lesi kistik ini terkadan$ den$an septasi# )permatokel dapat
,iperek,oik dan tampak solid karena produk protein %an$ membentuk kristal# Pada
U)> Color Doppler tanda Cturun saljuD dapat di$unakan untuk memperkuat dia$nosis
suspek spermatokel# 3anda ini dapat didefinisikan seba$ai per$erakan internal
echoes, men$$ambarkan partikel ? partikel solid, dalam suatu lesi kistik superfisial
%an$ ara,n%a menjau,i transduser setela, aplikasi ultrasono$rafi Power atau Color
Doppler# )permatokel intratestikuler merupakan suatu lesi kistik intraparenk,im %an$
melekat den$an mediastinum pada daera, rete testis#
&+,&!,*+,*7

18
>ambaran ultrasono$rafi ektasia tubular atau ju$a dikenal seba$ai
transformasi kistik rete testis %aitu tampak seba$ai lesi anek,oik, multipel, struktur
a'askular dalam mediastinum dan serin$ ber,ubun$an den$an spermatokel
ipsilateral# Ektasia tubular serin$ bilateral dan asimetris, dan serin$ teridentifikasi
ole, lokasin%a %an$ k,as pada atau sekitar mediastinum testis# 3emuan dilatasi kistik
pada atau sekitar mediastinum testis dan adan%a kista epidid%mal merupakan
karakteristik dari ektasia tubular# Pada pemeriksaan Doppler tidak menunjukkan
aliran 'askuler dalam mediastinum testis %an$ membedakaan%a dari suatu 'arikokel
intratestikuker#
8,7
)permatokel memiliki $ambaran ultrasono$rafi berupa struktur anek,oik
berdindin$ tipis, batas te$as, unilokuler atau multilokuler, ukuran ber'ariasi dalam
kaput epididimis %an$ mende'iasi testis ipsilateral, berisi internal echoes, terkadan$
den$an septasi# )permatokel dapat ,iperek,oik dan tampak solid# Pada U)> color
doppler tanda turun salju dapat di$unakan untuk memperkuat dia$nosis suspek
spermatokel# )permatokel intratestikuler merupakan lesi kistik intraparenk,im %an$
melekat den$an mediastinum pada daera, rete testis# Perbedaann%a den$an 'arikokel
%aitu ukuran diameter lebi, dari dua millimeter, bentuk lin$karan (a(in$, tidak ada
septasi, ukuran menin$kat pada manu'er 'alsa'a, pada pemeriksaan 0DU akan
tampak refluks aliran dara,#
&!,*+,*7
Ektasia tubular memiliki $ambaran ultrasono$rafi seba$ai lesi anek,oik,
multipel, struktur a'askular pada atau sekitar mediastinum testis, serin$ bilateral dan
asimetris, adan%a kista epididimal# )erin$ ber,ubun$an den$an spermatokel
ipsilateral# Pada pemeriksaan doppler tidak menunjukkan aliran 'askuler dalam
mediastinum testis# Perbedaan%a den$an 'arikokel ekstratestikular dan 'arikokel
intratestikular %aitu pada pemeriksaan Doppler menunjukkan aliran 'askuler, tidak
ber,ubun$an den$an spermatokel#
8,7

19
4ika ,an%a memakai pemeriksaan fisik, ,an%a ,in$$a +." 'arikokel ke(il
dapat teridentifikasi# Varikokel subklinis %an$ tidak dapat terdia$nosa den$an
pemeriksaan fisik memiliki peranan besar pada infertilitas, ole, karena itu terapi
'arikokel berukuran ke(il dimana dapat terdeteksi ,an%a dari penilaian radiolo$is
bisa memiliki efek san$at besar pada spermato$enesis# <le, karena itu pen$$unaan
alat dia$nostik dan kriteria untuk mendeteksi 'arikokel subklinis sama pentin$n%a
den$an 'arikokel klinis# Balaupun ban%ak peneliti memakai 'eno$rafi seba$ai suatu
metode baku emas untuk mendia$nosis 'arikokel, 'eno$rafi merupakan metode %an$
in'asif dan ma,al, memerlukan peralatan k,usus dan ber,ubun$an den$an
morbiditas, karenan%a tidak tepat untuk skrinin$ rutin# Ultrasono$rafi dan terutama
sekali 0D) tampil menjadi metode palin$ terpe(a%a dan praktis untuk mendia$nosis
'arikokel# 5arena ketidakin'asifann%a, ultrasono$rafi Color Doppler men$$antikan
baku emas terda,ulu 'eno$rafi# Dalam penelitiaan%a >io'anni et al men$anjurkan
pemeriksaan fisik dan 0DU bisa menjadi baku emas dalam in'esti$asi 'arikokel
karena 0DU tidak in'asif dan ditolerir den$an baik ole, pasien#
,!,!

>onda et al melaporkan sensiti'itas 8!" den$an batas diameter 'ena & mm#
3etapi diameter 'ena sendirian tidak (ukup untuk menunjukkan 'arikokel# Dalam
penelitiann%a 0,io et al melaporkan sensitifitas 8*" dan spesifitas 7!" untuk 0D)
men$$unakan kriteria baru /kombinasi diameter 'ena, durasi dan amplitude
peruba,an aliran pada manu'er 'alsa'a1 dalam membandin$kan den$an pemeriksaan
fisik# Dalam penelitian ini disebutkan refluks terdeteksi pada beberapa pasien dan
suatu penun$katan 'elo(it% aliran pada pasien lainn%a dan peneliti men%atakan
pentin$n%a penin$katan ini untuk skorin$ 'arikokel# 9ereka menerima 'elo(it%
aliran lebi, dari & (m @ detik si$nifikan#
!

Dalam penelitian 5o(ako( et al menunjukkan suatu korelasi si$nifikan antara
'olume aliran dan diameter 'ena# 4adi, mereka mempertimban$kan suatu penin$katan
resiko kerusakan testis terkait den$an 'arikokel %an$ dapat lebi, umum dialami pada
pasien %an$ memiliki diameter 'ena lebi, besar#
!

20
21
BAB# IV
5E)I9PULAN
Varikokel merupakan suatu kelainan dilatasi dan tortuous dari 'ena pada
pleksus pampiniformis# Varikokel dipertimban$kan menjadi suatu pen%ebab potensial
infertilitas pria# Varikokel ekstratestikular merupakan kelainan %an$ umum terjadi,
sebalikn%a 'arikokel intratestikular merupakan kelainan %an$ jaran$#
Dia$nosis 'arikokel dite$akkan berdasarkan klinis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjan$ berupa pemeriksaan radiolo$i dan analisis semen#
Ultrasono$rafi dan terutama sekali Color Doppler tampil menjadi metode palin$
terper(a%a dan praktis untuk mendia$nosis 'arikokel# Dia$nosis 'arikokel se(ara
tepat dan (epat san$at pentin$, dimana pada seba$ian besar kasus den$an dia$nosis
dan tatalaksana %an$ tepat dapat men$,asilkan penin$katan kualitas semen#
>ambaran ultrasono$rafi 'arikokel terdiri dari struktur tubular, anek,oik
/Clin$karan (a(in$D1, multipel, turtuos! ukuran diameter lebi, dari & mm %an$
biasan%a palin$ baik tampak pada superior dan @ lateral testis, manu'er 'alsa'a
positif# >ambaran sono$rafi 'arikokel intratestikuler %aitu struktur %an$ men%ebar
dari mediastinum testis ke parenk,im testikuler# )istem penilaian 0DU pada
dia$nosis 'arikokel men(akup diameter 'ena maksimum, pleksus @ jumla, diameter
'ena, dan peruba,an ke(epatan aliran pada manu'er 'alsa'a# )edan$kan $ambaran
ultrasono$rafi spermatokel dan ektasia tubular menjadi dia$nosis bandin$ $ambaran
'arikokel# >ambaran %an$ dapat dibedakan den$an 'arikokel diantaran%a pada
spermatokel berdindin$ tipis, pada kaput epididimis, kadan$ den$an septasi, dapat
,iperek,oik dan tampak solid, U)> color doppler tampak tanda Cturun saljuD, dan
22
pada ektasia tubular %aitu struktur a'askular pada mediastinum, serin$ bilateral dan
asimetris, adan%a kista epididimal#
23