Anda di halaman 1dari 3

Tugas Diskusi Kasus

KOMPRES
Kompres merupakan salah satu pengobatan topikal yang menggunakan cairan berupa
solusio. Kompres dilakukan dengan cara membasahi kasa atau kain ke dalam obat berbentuk
larutan dan diletakkan diatas lesi yang basah, meradang, dan kulit yang mengeluarkan
darah.
1,2
Tujuan kompres yaitu Membersihkan kulit, menghilangkan kotoran, krusta, skuama,
bakteri dan sisa obat lokal yang dipakai sebelumnya, melindungi kulit dari pengaruh buruk
lingkungan, baik kimiawi maupun trauma, serta mempercepat proses epitelisasi dengan cara
menciptakan lingkungan yang relatif steril dan lembab.
Dikenal dua macam kompres, yaitu kompres terbuka dan kompres tertutup. Kompres
terbuka diberikan pada infeksi kulit dengan eritem yang mencolok misalnya, erisipelas, ulkus
kotor yang mengandung pus dan krusta, erosi, serta kondisi inflamasi akut.
1,2
Prinsip kompres
terbuka adalah penguapan larutan kompres disusul oleh absorbsi eksudat atau pus. Efek
samping kompres terbuka adalah kulit menjadi kering. Apabila kulit terlalu kering,
penggunaan kompres dapat dihentikan.
1

Pada kompres tertutup prinsipnya adalah oklusi yang berakhir dengan vasodilatasi.
Pada kompres tertutup justru dihindari adanya penguapan. Kompres tertutup tidak boleh
dilakukan pada kulit wajah dan kulit intertriginosa. Efek samping kompres tertutup adalah
dapat mengakibatkan maserasi kulit, meningkatkan perluasan infeksi, dan folikulitis
superfisial.
1
Pada infeksi kulit dengan penyebab bakteri sebaiknya diberikan kompres dengan
bahan aktif yang bersifat antiseptik. Larutan kompres yang mengandung zat antiseptik, antara
lain:
1. Alumunium asetat
Alumunium asetat atau Burow solution atau larutan Burowi mengandung 5%
alumunium asetat yang didilusikan atau diencerkan 1:10 sampai 1:40. Burow solution
ini mudah digunakan dan tidak menodai daerah sekitarnya. Burow solution diberikan
pada inflamasi kulit minor. Kerja obat Burow solution adalah sebagai astringen dan
efek melembutkan terjadi akibat pendinginan dan vasokonstriksi. Efek terapeutiknya
mengurangi nyeri inflamasi pada kulit. Kontraindikasi Burow solution adalah pada
hipersensitivitas dari bahan aktif yang ada di dalam larutan ini. Larutan ini diberikan
sebagai larutan kompres setiap 15-30 menit minimal selama 4-8 jam setiap harinya.
2

2. Kalium Permanganat (KMnO
4
)
Kalium permanganat (larutan PK) merupakan oksidator kuat yang digunakan sebagai
agen antiseptik. Kalium permanganat berupa kristal ungu dan mudah larut dalam air.
Efek kalium permanganat ialah antiseptic dan astringen. Pada dermatitis dipakai
pengenceran 1:10.000, sedangkan pada infeksi digunakan pengenceran 1:5000. Jika
konsentrasinya lebih kuat daripada 1:5000 dapat mengiritasi kulit. Kalium
permanganat, membantu penyembuhan luka yang tidak dalam, ulkus tropikum, tinea
pedis, pemfigus dan impetigo.
2

3. Etakridin laktat
Etakridin laktat adalah senyawa organik berkristal kuning kejinggaan bekerja sebagai
astringent dan antiseptik 0,5-1 % dalam larutan kompres. Penggunaannya sebagai
antiseptik dalam larutan 0,1% lebih dikenal dengan merk dagang rivanol. Meskipun
fungsi antiseptiknya tidak sekuat jenis lain, rivanol memiliki keunggulan tidak
mengiritasi jaringan sehingga banyak digunakan untuk mengompres luka atau ulkus.
Untuk luka kotor yang berpotensi infeksi lebih besar, penerapan jenis antiseptik lain
yang lebih kuat disarankan setelah luka dibersihkan.
1
4. Asam salisilat
Asam salisilat yang digunakan untuk kompres adalah 1%. Asam salisilat merupakan
antipruritus, keratolitik, dan antiseptik. Mekanisme kerja zat ini adalah pemecahan
struktur desmosom. Asam salisilat telah digunakan secara luas dalam terapi topikal
sebagai bahan keratolitik. Kompres dengan asam salisilat dapat mengurangi jumlah
mikroba dalam luka infeksi dan dapat digunakan sebagai terapi utama infeksi yang
melibatkan Pseudomonas auregenosa.
1
5. Perak nitrat
Perak nitrat berbentuk kristal putih mudah larut dalam air. Perak nitrat 0,1-0,5%
adalah germisid dan astringen yang sangat baik. Larutan perak nitrat dapat digunakan
untuk ulkus disertai pus yang disebabkan oleh kuman gram negatif. Perak nitrat dapat
memberi warna coklat kehitaman pada kulit tetapi akan menghilang perlahan-lahan.
Perak nitrat 1:1000 dapat digunakan untuk dermatosis eksudatif yang tidak
memberikan efek dengan larutan lain.
2
6. Asam Asetat
Larutan asam asetat 5% digunakan sebagai kompres dengan efek antiseptik yang
efektif terhadap Pseudomonas.
1

DAFTAR PUSTAKA
1. Hamza M, Aisah S. Dermatoterapi. Edisi ke-6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2010.
2. Kenneth AA, Jeffry TS. Manual of Dermatologic Therapeutics. 7
th
ed. Philadelphia:
Lippincot Williams and Wilkins; 2012.