Anda di halaman 1dari 8

BAB 7LAPISAN BATAS

7.1 Teori Lapisan Batas (Boundary Layer)


Konsep lapisan batas pertama kali dikemukakan pada tahun 1904 oleh LudwigPrandtl, seorang ahli
aerodinamika Jerman. Sebelumnya, analisa aliran fluida terbagimenjadi dua konsep dasar yaitu aliran
tanpa pengaruh gesekan yang dikemukakanoleh Leonhard Euler seorang ahli hidrodinamika pada tahu
1755. Analisa aliran tanpagesekan dinyatakan dalam persamaan Euler. Dengan banyaknya kontradiksi
pada hasileksperimen aliran fluida, persamaan Euler dijabarkan lebih rinci untuk kondisi
aliranbergesekan oleh Navier pada tahun 1827 dan oleh Stokes pada tahun 1845, yaitupersamaan
Navier-Stokes.Persamaan Navier-Stokes ini adalah persamaan matematis yang amat sulitdicari
penyelesaiannya. Dengan konsep yang diungkapkan Prandtl ini analisa gerak aliran fluida umumnya
dapat dibagi menjadi dua bagian yang pengaruh gesekannyabesar yaitu di daerah lapisan batas dan di
luarnya adalah aliran yang tanpa pengaruhgesekan.Pada aliran fluida bergesekan, pengaruh gesekan
akan menimbulkan lapisanbatas. Lapisan Batas adalah daerah yang melingkupi permukaan aliran,
dimana tepatdi bawah lapisan batas terdapat hambatan akibat pengaruh gesekan fluida dan tepat diatas
lapisan batas aliran fluida adalah tanpa hambatan, sehingga untuk menganalisapengaruh gesekan fluida,
penting untuk diketahui konsep tentang lapisan batastersebut.Lapisan batas pada aliran internal akan
berkembang terbatas sampai dapatmeliputi seluruh penampang aliran fluida dan hanya terjadi pada
daerah di sekitarlubang masuk aliran sehingga pada umumnya dapat diabaikan dan aliran
dianggapseragam. Namun pada aliran eksternal pertumbuhan lapisan batas tidak terbatassehingga
umumnya pembahasan perkembangan lapisan batas menjadi sangat penting. Pada Gbr.18 ditampilkan
perkembangan lapisan batas pada aliran internal dan aliraneksternal. Pada gambar tersebut skala
sumbu y jauh lebih besar dari sumbu x untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, karena lapisan
tersebut sangat tipis.Dari gambar terlihat bahwa untuk aliran internal, fluida pada saat
bergesekandengan permukaan solid, akan mulai membentuk lapisan batas. Lapisan batas ini akan

Gbr.17 Bnetuk Umum dari Profil Kecepatan
Eksperimen Reynolds menunjukkan bahwa dalam aliran turbulen, elemen-elemen fluida bergerak
sepanjang pipa secara sebarang. Bila suatu partikel fluidabergerak tegak lurus pada arah kecepatan rata-
rata (misalnya dari A ke B dalam
Gbr.17
), ia bergerak dari daerah yang momentum rata-ratanya dalam arah x yanglebih rendah ke daerah yang
momentum (dalam arah x) rata-ratanya lebih tinggi. Olehkarena itu partikel tersebut akan mengadakan
gaya tahanan pada fluida di sekitar B.Demikian pula, bila suatu partikel bergerak menjauhi sumbu pipa,
ia akanmempercepat fluida di sekitar tempat baru yang didudukinya. Gaya-gaya inimerupakan hasil dari
gerak lintang turbulen dari partikel-partikel fluida dan merupakansebab dari gaya-gaya geser dalam
fluida. Yang dimaksudkan dengan pipa licin adalah pipa-pipa dengan permukaanseperti gelas, plastik
atau logam yang dihaluskan. Pipa-pipa kasar mencakup pipa-pipalain seperti pipa-pipa baja, pipa-pipa
besi dan pipa-pipa beton.Korelasi tentang koefisien gesek dalam aliran turbulen pertama-tama
diajukanoleh Blasius (1911), dengan melakukan survei secara kritis pada data danmemformulasikan
persamaan empirik sebagai berikut:
f = 0,316/Re
1/4...................................................................... (59)
yang berlaku untuk pipa licin sampai bilangan Reynolds sebesar 10
3

. Dapat dilihatbahwa faktor gesek dalam aliran turbulen berubah pelan dengan bilangan
Reynoldsdibandingkan dengan pada aliran laminar.


PT PLN (Persero) JASDIKUNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHANSURALAYA
Mekanika Fluida

UNJ/16/04/2010
40
Bila dianggap bahwa pada Re = 2300 baik aliran laminar maupun turbulendapat terjadi, maka untuk
aliran laminar, f ~ 64/Re~0,0278, sedangkan untuk yangterakhir, f = 0,0447. Dalam kenyataannya, dalam
aliran turbulen Re harus samadengan 17.000 supaya faktor geseknya sama kecil dengan faktor
gesek aliran laminarpada Re = 2300. Jadi aliran turbulen menghasilkan kerugian-kerugian yang lebih
besardaripada aliran laminar pada bilangan Reynolds yang ekivalen.Untuk bilangan Reynolds lebih besar
dari 10
3
, persamaan Blasius tidak lagisesuai, karena faktor gesek yang diramalkannya lebih rendah. Selain faktor
gesek,distribusi kecepatan pada penampang pipa mempunyai arti yang penting.Eksperimen
menunjukkan bahwa distribusi kecepatan untuk aliran turbulenlebih datar daripada untuk aliran
laminar, akan tetapi gradien kecepatannya lebihcuram daripada aliran laminar.


PT PLN (Persero) JASDIKUNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHANSURALAYA
7.1 Teori Lapisan Batas (
Boundary Layer
)
Konsep lapisan batas pertama kali dikemukakan pada tahun 1904 oleh LudwigPrandtl, seorang ahli
aerodinamika Jerman. Sebelumnya, analisa aliran fluida terbagimenjadi dua konsep dasar yaitu aliran
tanpa pengaruh gesekan yang dikemukakanoleh Leonhard Euler seorang ahli hidrodinamika pada tahu
1755. Analisa aliran tanpagesekan dinyatakan dalam persamaan Euler. Dengan banyaknya kontradiksi
pada hasileksperimen aliran fluida, persamaan Euler dijabarkan lebih rinci untuk kondisi
aliranbergesekan oleh Navier pada tahun 1827 dan oleh Stokes pada tahun 1845, yaitupersamaan
Navier-Stokes.Persamaan Navier-Stokes ini adalah persamaan matematis yang amat sulitdicari
penyelesaiannya. Dengan konsep yang diungkapkan Prandtl ini analisa gerak aliran fluida umumnya
dapat dibagi menjadi dua bagian yang pengaruh gesekannyabesar yaitu di daerah lapisan batas dan di
luarnya adalah aliran yang tanpa pengaruhgesekan.Pada aliran fluida bergesekan, pengaruh gesekan
akan menimbulkan lapisanbatas. Lapisan Batas adalah daerah yang melingkupi permukaan aliran,
dimana tepatdi bawah lapisan batas terdapat hambatan akibat pengaruh gesekan fluida dan tepat diatas
lapisan batas aliran fluida adalah tanpa hambatan, sehingga untuk menganalisapengaruh gesekan fluida,
penting untuk diketahui konsep tentang lapisan batastersebut.Lapisan batas pada aliran internal akan
berkembang terbatas sampai dapatmeliputi seluruh penampang aliran fluida dan hanya terjadi pada
daerah di sekitarlubang masuk aliran sehingga pada umumnya dapat diabaikan dan aliran
dianggapseragam. Namun pada aliran eksternal pertumbuhan lapisan batas tidak terbatassehingga
umumnya pembahasan perkembangan lapisan batas menjadi sangat penting.Pada
Gbr.18
ditampilkan perkembangan lapisan batas pada aliran internal dan aliraneksternal. Pada gambar tersebut
skala sumbu y jauh lebih besar dari sumbu x untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, karena lapisan
tersebut sangat tipis.Dari gambar terlihat bahwa untuk aliran internal, fluida pada saat
bergesekandengan permukaan solid, akan mulai membentuk lapisan batas. Lapisan batas ini akan
berkembang terus sampai suatu panjang tertentu yang disebut sebagai panjangmasukan (entrance
length ) kemudian lapisan batas tidak dapat berkembang lagi (Fully developed flow).
Untuk aliran internal dan laminar yaitu dengan Re< 2300 makapanjang masukan, LE adalah fungsi angka
Reynold yaitu:
LE/D 0,06 v D/
LE 0,06 x Re x D 138D
Sedangkan untuk aliran internal turbulen, dari hasil percobaan, panjang masukannya adalah antara 25D
atau 40D.
Pada aliran eksternal, angka Reynold dihitung tidak dari diameter penampangnamun dari panjang
karakteristik masukan atau tebal lapisan batasnya. Kondisi aliran laminar, transisi dari laminar ke
turbulen dan aliran turbulen pada aliran eksternal tidak sejelas pada aliran internal.
Untuk aliran diatas plat datar seperti pada lambung kapal atau kapal selam,pada sayap pesawat udara
ataupun pada dataran, kondisi transisi aliran tercapai pada angka Reynold Re = 5 x 10
5
. Untuk kondisi
udara baku angka Re ini tercapai padakecepatan 30 m/s berkorelasi dengan jarak x 0,24 m. Sedangkan
perkembangan tebal lapisan batasnya, pada aliran laminar lebih lambat dibandingkan
denganperkembangan tebal lapisan batas pada aliran turbulen.
Ketebalan lapisan batas pada aliran laminar:
= 5x/Rex ............................................................................. (60)
dimana:
= tebal lapisan batas
x = jarak dari masukan ke lokasi tebal lapisan batas
Beberapa parameter lapisan batas yang penting adalah:
Tebal lapisan batas, yang didefinisikan sebagai jarak dari permukaan solid kelapisan di daerah
yang mengalami hambatan karena gesekan. Namunkenyataannya karena pengaruh gesekan
terjadi terus menerus, padaperhitungan, dipergunakan definisi tebal lapisan batas adalah jarak
daripermukaan penampang ke titik yang u = 0,99 U.
Tebal perpindahan * didefinisikan sebagai tebal aliran tanpa gesekan yang lajumassa alirannya
sama dengan pengurangan laju massa aliran fluidabergesekan. Sehingga perhitungan tebal
perpindahan ini didasarkan pada lajumassa aliran sebelum bergesekan dengan permukaan solid
dikurangi laju aliransetelah bergesekan


Tebal perpindahan ini dinyatakan dalam:
Tebal momentum , didefinisikan sebagai ketebalan dari lapisan batas dengankecepatan yang laju
perubahan momentumnya sama dengan kekurangan lajumomentum aliran bergesekan yang melalui
lapisan batas. Tebal momentum dinyatakandalam: U =
7.2 Lapisan Batas Konsep-konsep Umum
Kalau pada bab sebelumnya ditinjau aliran pada bagian pipa dimana telahdiperoleh profil kecepatan
yang tidak berubah dengan jarak, maka pada bab ini kitaakan meninjau bagian pipa dekat penampang
masuk, dimana profil kecepatannyamasih berkembang dengan jarak dari penampang masuk. Disini pola
alirannya bukanmerupakan pola aliran yang setimbang atau terkembang penuh. Sebagai contoh,
bilalubang masuk pipa terletak pada suatu tangki atau reservoir, profil kecepatan awalpada penampang
pipa akan terbentuk seragam, dan fluida mengalir ke arah hilir danmengalami perubahan profil
kecepatan sampai gaya-gaya gesekan telahmemperlambat fluida di dekat dinding dan profil kecepatan
akhir (yang terkembangpenuh) dicapai.
Gbr.19 Pola Aliran Terkembang Penuh Di dalam Pipa

Pada daerah masuk, fluida dekat tengah-tengah pipa tampaknya tidak dipengaruhi oleh gesekan,
sedangkan fluida dekat dinding telah dipengaruhi olehgesekan. Daerah dimana efek gesekan terlihat
dengan jelas disebut lapisan batas.Sewaktu fluida ke hilir, lapisan batas ini tumbuh dan akhirnya
memenuhi seluruh pipa.
Yang akan kita perhatikan selanjutnya adalah lapisan batas yang tumbuh, yangbelum terkembang
sempurna. Pada ujung depan (leading edge) dari pelat profilkecepatan fluida masih seragam, akan tetapi
mengalami perubahan dalam arah hilir.Mula-mula waktu lapisan batas masih tipis, aliran di dalam
lapisan ini bersifat laminar.Tetapi waktu lapisan batas ini telah tumbuh dan mencapai suatu tebal
tertentu, makaaliran dapat bersifat turbulen.
Kriteria transisi adalah bilangan Reynolds yang disini didasarkan atas jarak dariujung depan pelat dan
kecepatan aliran bebas u
o

Setelah transisi berlangsung, aliranpada sebagian besar lapisan batas bersifat turbulen, akan tetapi
harus ada sesuatu sublapisan laminar dekat dinding. Analisa lapisan batas pada dasarnyadapat berhasil
bilalapisan tersebut tipis dibandingkan dengan dimensi-dimensi yang penting sepertimisalnya jarak dari
ujung depan pelat. Syarat ini umumnya dipenuhi bila bilanganReynolds melebihi angka 10
4

Di luar lapisan batas, aliran dapat dianggap tidak viskosdan dapat dianalisa berdasarkan
anggapan tersebut.
7.3 Lapisan Batas Laminar Penyelesaian Eksak Untuk Aliran Dua Dimensi
Suatu kontribusi pada ilmu pengetahuan tentang gerak fluida dilakukan olehLudwig Prandtl dalam tahun
1904, sewaktu ia menjelaskan tentang pengaruhviskositas yang penting pada bilangan Reynolds yang
tinggi dan menunjukkan bahwapersamaan Navier-Stokes dapat disederhanakan untuk memperoleh
penyelesaianpendekatan.Lebih dahulu kita tinjau aliran dua dimensi dari fluida dengan viskositas
rendahmelalui suatu benda silindris yang langsing, seperti tergambar (Gbr.21)


Dengan mengecualikan daerah yang sangat dekat dengan permukaan,kecepatan fluida mempunyai
derajat kecepatan yang sama dengan kecepatan aliranbebas Uo, dan pola dari garis-garis arus dan
distribusi kecepatan hanya berbeda sedikitdengan aliran potensial (tak bergesekan). Perubahan dari
kecepatan nol pada dindinghingga kecepatan yang penuh pada suatu jarak tertentu dari dinding terjadi
padasuatu lapisan tipis yang di atas telah disebut lapisan batas.Karena pada batas antara lapisan dan
aliran potensial gaya-gaya gesekan iniharus mempunyai orde yang sama dengan gaya-gaya inersia,
maka:
7.4 Pemecahan Pendekatan Untuk Lapisan Batas
Untuk mempelajari metoda pendekatan untuk menghitung pertumbuhanlapisan batas melalui pelat
datar dan tegangan gesernya pada permukaan, digunakansuatu model sederhana, yaitu dimana kita
anggap bahwa kecepatan mencapai hargaaliran bebas yang tepat pada jarak dari pelat. Tebal lapisan
batas ini berubahsepanjang pelat, jadi = (x).
Di luar garis batas yang menyatakan tebal lapisan batas, kecepatan fluidadianggap sama dengan
kecepatan aliran bebas U
o
, dan dalam lapisan bataskecepatannya perlahan-lahan turun dari U
o
pada y =
sampai nol pada dinding.Selanjutnya kita tinjau suatu elemen volume atur yang dibatasi oleh pelat,
garis batasdan dua garis vertikal sejajar dx. Lebar volume dapat diambil satu satuan.
Hukum momentum untuk aliran stasioner menyatakan bahwa jumlah semuagaya yang bekerja pada
volume atur pada arah tertentu harus sama dengan jumlahaljabar flux momentum keluar dari volume
ini dalam arah yang sama. Jadi:
7.5 Lapisan Batas Laminar
Untuk aliran laminar yang sejajar pelat, tegangan gesernya adalah:
= u/y
Dengan memilih profil kecepatan yang sesuai maka persamaan di atas dapatdiselesaikan dan hasilnya
dapat dibandingkan dengan penyelesaian eksak. Hasil-hasilmetoda pendekatan di atas untuk aliran
laminar menunjukkan jawaban yangmemenuhi persyaratan teknik.
7.6 Lapisan Batas Turbulen
Dalam menghitung karakteristik lapisan batas turbulen kita dapat menggunakanprosedur yang serupa
untuk aliran laminar. Untuk aliran laminar, kita hitung tegangangeser fluida permukaan dan gradien
kecepatan du/dy, dan untuk itu kita gunakansuatu profil kecepatan yang kita misalkan. Untuk aliran
turbulen dijumpai kesukaran,salah satu sebabnya adalah karena adanya sub-lapisan laminar dan transisi