Anda di halaman 1dari 6

UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH

1.Tujuan
a.Mempelajari sifat unsur alkali tanah
2.Landasan Teori
Logam alkali dan alkali tanah memberikan warna nyala yang khas, warna
nyala dari logam alkali tanah dapat digunakan sebagai salah satu cara
mengidentifikasi adanya unsur logam alkali dan alkali tanah dalam suatu bahan.
Dalam percobaan ini akan diselidiki warna nyala dari senyawa logam alkali dan
alkali tanah. Salah satu ciri khas dari suatu unsur ialah spektrum emisinya.
Spektrum emisi teramati sebagai pancaran cahaya dengan warna tertentu, tapi
sesungguhnya spektrum itu terdiri atas beberapa garis warna yg khas bagi stiap
unsur.
Alkali

Unsur Warna nyala
Litium Merah
Natrium Kuning
Kalium Ungu
Rubidium Merah
Sesium Biru

Alkali Tanah

Unsur Warna nyala
Magnesium Putih
Kalsium Jingga-Merah
Strontium Merah
Barium Hijau

Reaksi nyala digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam
dalam jumlah yang relatif kecil pada sebuah senyawa. Tidak semua ion logam
menghasilkan warna nyala. Untuk warna nyala unsur unsur logam alkali dan
alkali tanah, uji nyala merupakan cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi
logam mana yang terdapat dalam senyawa. Untuk logam-logam lain, biasanya ada
metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya meski demikian uji nyala bisa
memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai. .
Suatu unsur memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda seperti
halnya untuk logam-logam golongan alkali dan golongan alkali tanah yang
memberikan warna-warna yang khas bila dibakar karena salah satu hal yang
mempengaruhi adalah konfigurasi atom-atom tersebut sebab setiap atom memiliki
konfigurasi yang berbeda-beda serta karakteristik atau sifat-sifat khas dari
golongan tersebut. Warna nyala dihasilkan dari pergerakan elektron dalam ion-ion
logam yang terdapat dalam senyawa.

(Irfan , 1998)

Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi, seperti suhu, tekanan,
konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi
pelarutnya. Perubahan kelarutan dengan tekanan tak mempunyai arti penting
yang praktis dalam analisis anorganik kualitatif karena semua pekerjaan
dilakukan dalam bejana terbuka pada tekanan atmosfer; perubahan yang
sedikit dari tekanan atmosfer tak mempunyai pengaruh yang berarti atas
kelarutan. Terlebih penting adalah perubahan kelarutan dengan suhu.
Perubahan kelarutan dengan komposisi pelarut mempunyai sedikit arti penting
dalam analisis kualitatif anorganik. Meskipun kebanyakan pengujian
dilakukan dalam larutan air, dalam beberapa hal lebih menguntungkan bila
memakai zat lain sebagai pelarutnya.
(Svehla, 1985, hal: 72-73).
Logam-logam alkali tanah kurang reaktif atau kurang elektropositif
dibandingkan dengan logam alkali, namun lebih reaktif dari pada logam-
logam lainnya. Seperti halnya golongan alkali, logam-logam alkali tanah
semakin reaktif dengan naiknya nomor atom. Ion logam alkali tanah selalu
mempunyai tingkat oksidasi +2 dan senyawanya bersifat stabil, padatannya
bersifat ionik, tak berwarna kecuali jika anioniknya berwarna. Garam-garam
logam alkali tanah hamper semuanya terhidrat. Jumlah molekul hidrat dalam
kristal garam-garam ini bervariasi antara 2 -12 yang ditunjukkan dengan
adanya hubungan paralel antara besarnya rapatan muatan ion logam dengan
jumlah molekul hidrat pada logam alkali tanah tersebut.
(Sugiyarto, 2010)
Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan harga ionisasi yang
kecil. Dari Berilium ke Barium, nomor atom dan jari-jari atom semakin besar.
Selain itu semua logam alkali tanah juga mempunyai kecenderungan teratur
mengenai keelektronegatifan yang semakin kecil dan daya reduksi yang semakin
kuat dari Berilium ke Barium.
Beberapa Sifat Umum Logam Alkali Tanah
Sifat Umum Be Mg Ca Sr Ba
Nomor Atom 4 12 20 38 56
Konfigurasi Elektron [He] 2s
2
[Ne] 3s
2
[Ar] 4s
2
[Kr] 5s
2
[Xe] 6s
2

Titik Leleh 1553 923 1111 1041 987
Titik Didih 3043 1383 1713 1653 1913
Jari-jari Atom (Angstrom) 1.12 1.60 1.97 2.15 2.22
Jari-jari Ion (Angstrom) 0.31 0.65 0.99 1.13 1.35
Energi Ionisasi I (KJ mol
-1
) 900 740 590 550 500
Energi Ionisasi II (KJ mol
-1
) 1800 1450 1150 1060 970
Elektronegativitas 1.57 1.31 1.00 0.95 0.89
Potensial Elektrode (V)
M
2+
+ 2e M
-1.85 -2.37 -2.87 -2.89 -2.90
Massa Jenis (g mL
-1
) 1.86 1.75 1.55 2.6 3.6

(Sunardi,2006)
Jari-Jari Atom adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.
Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.
Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah
kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Jadi, dalam satu
golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar. Dalam satu
periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin
bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya
tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar, sehingga menyebabkan semakin
kecilnya jari-jari atom.
Jari-Jari Ion. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata jika
dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Ion bermuatan positif (kation)
mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion)
mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom
normalnya.
Energi Ionisasi (EI) adalah energi yang diperlukan atom dalam untuk melepaskan
satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1. Jika atom tersebut
melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar,
begitu juga pada pelepasan elektron yang ke-3 dan seterusnya. Maka EI 1<>
(Syukri,1999)

3.Prosedur Percobaan
3.1 Alat dan Bahan
Alat
Tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Penjepit tabung
Pipa penyalur gas
Corong
Kaca arloji
Spatula
Gelas ukur
Gelas kimia 400 ml
Bahan
Larutan indikator
Logam kalsium
Kalsium oksida
Magnesium karbonat
Barium karbonat
Kertas indikator
Pita magnesium
Magnesium oksida
Barium hidroksida
Kalsium karbonat
3.2 Skema Kerja
1.Reaksi dengan Air


dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air dingin
Logam kalsium




2.Sifat Asam-Basa



dimasukkan delam masing-masing tabung reaksi


ditambahkan ke masing-masing tabung reaksi

ditambahkan 2 tetes larutan indicator universal

diperiksa PH masing-masing


3.Hidrolisis Klorida




dimasukkan ke dalam tabung reaksi
di panaskan dalam kamar asam




Hasil pengamatan
0,01 gram mangnesium oksida ,
kalsium hidroksida
10 ml Air
Hasil pengamatan
Klorida hidrat dariMagnesium,
kalsium, dan barium
Hasil pengamatan
4.Kestabilan thermal karbonat




dimasukan kedalam masing-masing tabung reaksi
dipanaskan sampai beberapa menit
dicatat kecepatan timbulnya gas dan tingkatan
kekeruhan air kapur



5.Kelarutan beberapa senyawa unsur alkali tanah


dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda
ditambahkan volume yang sama ion hidroksida 0,1 M
kedalam tabung reaksi



CAT : lakukan percobaan yang sama tetapi menggunakan ion sulfat dan ion
karbonat


Garam karbonat dari
magnesium, kalsium, dan
barium
Hasil pengamatan
2 ml 0,1 M ion
Hasil pengamatan