Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

PERCOBAAN IV SIFAT-SIFAT UNSUR

NAMA NIM GOL/KLP HARI/TGL ASSISTEN

: : : : :

ADJI PERMATASARI H H31113508 H5 / 16 SELASA/26 OKTOBER 2013 HAFILUDIN ULI

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga unsur-

unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia.Beberapa usur logam dan nonlogam, dalam bentuk unsur maupun senyawa, banyak dimanfaatkan didalam kehidupan sehari-hari. Unsur Logam yang sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari diantaranya adalah, besi, tembaga, atau perak. Ternyata unsur natrium pun bersifat logam. Namun, karena tak stabil dalam keadaan unsurnya, ia lebih banyak kita temui dalam bentuk senyawanya. Keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melipah. Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam dalam bentuk unsur bebasnya (tidak bersenyawa dengan unsur lainnya), diantaranya logam platina (Pt), emas (Au), karbon (C), gas nitrogen (N2), oksigen (O2), dan gas-gas mulia. Adapun unsur-unsur lainnya ditemukan dalam bentuk bijih logam. Mineral-mineral tersebut berbentuk senyawa oksida, halida, fosfat, silikat, karbonat, sulfat, dan sulfida. Logam platina (Pt) dan emas (Au) disebut logam mulia. Sumber logam mulia dan mineral-mineral dapat ditemukan di kerak bumi, sedangkan sumber gas oksigen, nitrogen, dan gas mulia (kecuali He) terdapat di lapisan atmosfer.

1.2

Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan sifat-sifat unsur kimia adalah untuk mengetahui dan mempelajari beberapa sifat unsur golongan alkali(IA) dan alkali tanah(IIA)

1.2.2 Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini yaitu sebagai berikut: 1. Mempelajari reaktifitas unsur golongan alkali(IA) dan golongan alkali tanah (IIA) dengan air. 2. Mempelajari kelarutan golongan alkali (IA) dan golongan alkali tanah (IIA) dalam garam sulfat (H2SO4). 3. Mempelajari kelarutan golongan alkali (IA) dan golongan alkali tanah (IIA) dalam garam hidroksida (NaOH).

1.3 Prinsip Percobaan Prinsip pada percobaan ini adalah mereaksikan logam alkali dan alkali tanah dengan air dingin, pemanasan dan penambahan indikator PP

(phenolptalein). Mereaksikan larutan alkali tanah dengan asam sulfat(H2SO4) dan natrium hidroksida (NaOH), kemudian diperhatikan reaksi yang terjadi. .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Golongan logam alkali merupakan golongan dari logam yang aktif (paling aktif). Logam tersebut menunjukkan energi ionisasi yang rendah, potensi elektrodenya besar dan negatif.. Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan energy ionisasi yang kecil. Berarti unsure-unsur logam alkali tanah mudah melepaskan electron. Mudah melepaskan electron artinya mudah mengalami oksidasi sehingga unsure ini bersifat pereduksi kuat akan tetapi karena electron valensinya terdiri dari dua electron, sifat pereduksinya tidak sekuat golongan alkali yang memiliki satu electron valensi. Hal ini dapat dilihat dari gejala reaksinya dengan air yang tidak sehebat unsur golongan alkali (Sutresna, 2006). Unsur-unsur yang terdapat pada golongan IA disebut juga unsur alkali karena sifat logam ini membentuk basa-basa yang kuat. Dalam sistem periodik terletak pada lajur paling kiri. Unsur-unsur alkali merupakan unsur-unsur logam dengan satu elektron pada elektron terluarnya sehingga merupakan reduktor kuat. Unsur-unsur yang terletak dalam logam alkali adalah Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), dan Fransium (Fr). Reaktivitas unsurunsur tersebut bertambah dari atas ke bawah, hal ini dapat pada reaksinya dengan air (H2O). Litium (Li) dalam golongan IA terletak paling atas bereaksi lambat dengan air (H2O), sedangkan logam alkali lainnya bereaksi sangat cepat dan eksoterm (Basir,2013)

Dalam sistem periodik panjang unsur-unsur alkali tanah terletak pada golongan II A, yaitu satu lajur disebelah kanan golongan logam alkali. Unsur golongan II A berisi Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba) dan Radium. Unsur ini bersifat logam karena cenderung melepaskan elektron. Unsur ini disebut logam alkali tanah karena oksidasinya bersifat biasa (alkalis) dan senyawa banyak terdapat pada kerak bumi. Seperti halnya dengan unsur alkali, unsur alkali tanah sangat reaktif walaupun tidak sereaktif unsur alkali. Unsur alkali tanah dengan dua elektron valensinya yang sangat mudah dilepaskan menandakan bahwa unsur alkali tanah sangat bersifat elektropositif, karena unsur golongan ini mudah melepaskan elektron valensinya. Maka unsur alkali tanah merupakan pereduksi yang baik, walaupun tidak sebaik sifat pereduksi unsur alkali yang seperiode. Sesuai dengan sifat keperiodikan unsur-unsur dalam golongannya maka unsur-unsur alkali tanah makin ke bawah letaknya dalam susuan berkala makin elektropositif. Karena makin ke bawah letaknya makin banyak pula jumlah lintasannya sehingga jari-jarinya makin besar pula. Sifat pereduksi logam alkali tanah lebih kecil dari logam alkali dan jari-jari ion logam tanah lebih kecil dari alkali (Surakkiti, 1989).

Energi hidrasi ion alkali tanah lebih besar dari alkali. Karena energi itu bergantung pada jari-jari ion dan besarnya muatan. Muatan ion alkali tanah lebih besar dari ion alkali, maka daya tarik tersebut lebih kuat pada logam alkali tanah dibandingkan dengan logam alkali (Syukri, 1999). Unsur-unsur golongan alkali hanya mempunyai satu elektron valensi yang terlibat dalam pembentukan ikatan logam.Oleh karena itu, logam ini mempunyai energi kohesi yang kecil yang menjadikan logam golongan ini lunak.Contohnya

logam natrium yang lunak sehingga dapat diiris dengan pisau. Hal ini juga mengakibatkan makin berkurangnya titik leleh dan titik didih unsur-unsur alkali. Unsur-unsur alkali adalah reduktor kuat.Kekuatan reduktor dapat dilihat dari potensial elektrode.Unsur-unsur alkali dapat melarut dalam cairan amonia.Larutan encer logam alkali dalam amonia cair berwarna biru.Larutan ini adalah penghantar listrik yang lebih baik daripada larutan garam. Daya hantarnya hampir sama dengan daya hantar logam murni(Sri, 2010). Pada saat unsur-unsur alkali di panaskan (diberi energy), electron dalam atom alkali dan alkali tanah akan mengalami eksitasi, dan pada saat kembali ke keadaan stabil, setiap electron akan melepas energy radiasi elektromagnetik berupa pancaran cahaya. Nyala setiap atom berbeda-beda dan sangat khas pada setiap unsur (James, 2002). Logam alkali tanah terdiri atas berilium, magnesium, kalsium, stronsium, barium, dan radium.Unsur-unsur dalam golongan alkali tanah mempunyai banyak kemiripan sifat dengan golongan alkali, yaitu sama-sama dapat membentuk basa.Namun, basa yang dihasilkan oleh logam alkali tanah lebih lemah dibandingkan dengan basa dari logam alkali (Rufaidah, 2010). Anggota unsur alkali tanah yang terdiri dari berelium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan unsur radioaktif radium (Ra). Di antara unsur-unsur ini Mg dan Ca yang terbanyak terdapat di kerak bumi. Atom-atom golongan ini memiliki konfigurasi elektron np6(n + 1)s2 kecuali Be. Kerapatan unsur-unsur golongan ini lebih besar dari unsur alkali dalam satu periode.Unsur-unsur ini mempunyai dua elektron valensi yang terlibat dalam ikatan logam. Oleh karena itu dibandingkan dengan unsur golongan IA,

unsurunsur ini lebih keras, energi kohesinya lebih besar, dan titik lelehnya lebih tinggi.Titik leleh unsur-unsur alkali tanah tidak berubah secara teratur karena mempunyai struktur kristal yang berbeda. Misal unsur Be dan Mg memiliki struktur kristal heksagonal terjejal, sedangkan struktur kristal unsur Sr berbentuk kubus berpusat muka dan struktur kristal unsur Ba berbentuk kubus berpusat badan(Sri, 2010). Kecenderungan tiap unsur dalam menarik electron berbeda-beda.Besarnya kecenderungan suatu atom untuk menarik electron disebut dengan

keelektronegatifan. Nilai keelektronegatifan berkaitan dengan afinitas electron dan energy ionisasi (Charles, 2009).

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Bahan Percobaaan. Bahan-bahan yang digunakandalam percobaan ini antara lain logamMg dan Ca, larutan MgCl2, CaCl2, SrCl2, BaCl2 masing-masing 0,5 M, 1 mL H2SO4, 1 mL NaOH dan indikator phenolptalein (PP). 3.2 Alat Percobaan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini, antara lain tabung reaksi, gelas kimia, cawan penguap, pipet tetes,pinset, penjepit gegep, rak tabung, sikat tabung, dan pemanas(bunsen dan kaki tiga). 3.3 Prosedur Percobaan 3.3.1 Reaktifitas Unsur Prosedur kerja dalam percobaan reaktifitas unsur yaitu dimasukkan masing-masing air sebanyak 2 mL ke dalam dua tabung reaksi, dimasukkan logam Ca pada tabung pertama dengan menggunakan sendok tandu, dan diberi label pada tabung, dimasukkan logam Mg pada tabung kedua dengan menggunakan sendok tandu, diamati reaksi yang terjadi diantara keduanya. Dimasukkan air ke dalam gelas reaksi, dan di masak dengan menggunakan kaki tiga dan bunsen. Dimasukkannya tabung reaksi yang berisi Ca dan Mg ke dala gelas reaksi yang berisi air panas, secara bersamaan, diamati reaksi yang terjadi(Hal ini ditandai dengan adanya gelembung-gelembung gas). Setelah itu diangkatnya tabung reaksi

yang sudah menunjukkan reaksi terhadap air panas, lalu dimasukkan pada masingmasing kedua tabung reaksi tersebut 2 mL phenolphthalein, diamati perubahan warna yangterjadi. Kemudian untuk logam Na diapungkan secarik kertas saring di atas permukaan air dalam cawan petridish dengan menggunakan pinset.Diletakkan sepotong logam Na di atas kertas.Dibiarkan hingga terjadi ledakan kecil-kecil (jangan terlalu dekat)Diteteskan indicator PP dan dicatat perubahan warna.

3.3.2

Kelarutan dalam garam sulfat Prosedur kerja dalam percobaan kelarutan garam sulfat yatu disiapkan

tabung reaksi sebanyak 4 buah, dimasukkan ke dalam tabung reaksi pertama dengan MgCl2, tabung reaksi kedua dengan CaCl2, tabung reaksi ketiga dengan SrCl2, tabung reaksi keempat dengan BaCl2, masing-masing sebanyak 1 mL dengan konsentrasi larutan 0,5 M. Ditambahkannya 1 mL H2SO40,5 M ke dalam masing-masing tabung reaksi. Diamati endapan yang terbentuk pada

keempattabung tersebut.

3.3.3

Kelarutan dalam garam Hidroksida Prosedur kerja dalam percobaan kelarutan dalam garam hidroksida yaitu

disiapkan tabung reaksi sebanyak 4 buah, dimasukkan ke dalam tabung reaksi pertama dengan MgCl2, tabung reaksi kedua dengan CaCl2, tabung reaksi ketiga dengan SrCl2, pada tabung reaksi keempat dengan BaCl2, masing-masing sebanyak 1 mL dengan konsentrasi larutan 0,5 M. Ditambahkannya 1 mL NaOH 0,5 M ke dalam masing-masing tabung reaksi. Diamati endapan yang terbentuk

pada keempat tabung tersebut.

BAB IV HASIL DAN PENGAMATAN

4.1 Hasil Pengamatan 4.1.1 Tabel pengamatan reaktivitas unsur Ditambah air Unsur Ditambah air dingin panas Lambat Mg Tidak bereaksi Menghasilkan gelembung H2 Lebih cepat Ca Tidak bereaksi Menghasilkan gelembung H2 Ungu muda Ungu phenolptalin (PP) Ditambah

4.1.2

Tabel pengamatan pengendapan garam sulfat Ditambah H2SO4 0,5 M Keterangan ++ +++ ++++

Larutan

MgCl2 0,5 Tida M Tidak mengendap CaCl2 0,5 M Terjadi sedikit pengendapan SrCl2 0,5 M Terjadi lebih banyak pengendapan BaCl2 0,5 M Paling banyak terjadi pengendapan

4.1.3

Tabel pengamatan pengendapan garam hidroksida Ditambah NaOH 0,5 M Terdapat endapan cukup banyak Terdapat endapan berjumlah sedang Terdapat sedikit pengendapan Paling banyak terjadi pengendapan Keterangan +++ ++ + ++++

Larutan MgCl2 0,5 M CaCl2 0,5 M SrCl2 0,5 M BaCl2 0,5 M

4.2 4.2.1

Reaksi Reaksi reaktivitas unsur (OH)2 + H2 (OH)2 + H2

1. Mg + H2OMg 2. Ca + H2O Ca

4.2.2 Reaksi dengan garam sulfat 1. MgCl2 + H2SO4 MgSO4 + 2 HCl 2. CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2 HCl 3. BaCl2 + H2SO4 BaSO4 + 2 HCl 4. SrCl2 + H2SO4 SrSO4 + 2 HCl

4.2.3 Reaksi dengan garam hidroksida 1. MgCl2 + 2NaOH Mg(OH)2 + 2NaCl 2. CaCl2 + 2NaOH Ca(OH)2 + 2NaCl 3. BaCl2 + 2NaOH Ba(OH)2 + 2NaCl 4. SrCl2 + 2NaOH Sr(OH)2 + 2NaCl

4.3

Pembahasan Logam alkali tanah (golongan IIA) bersifat pereduksi kuat. Semakin

kebawah, sifat pereduksi ini semakin kuat. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang semakin meningkat dari berilium ke barium. Selain dengan air, unsur logam alkali tanah juga dapat bereaksi dengan gas oksigen, hidrogen, nitrogen. Senyawa logam alkali tanah kelarutannya meningkat dari berilium ke barium. Logam alkali (golongan IA) merupakan unsur yang sangat reaktif dan mudah membentuk ion positif. Selain disebabkan oleh jumlah electron valensi yang sedikit dan ukuran jari-jari atom yang besar, sifat ini juga disebabkan oleh harga ionisasimnya lebih kecil dibandingkan unsure logam golongan lain. Kereaktifan logam alkali dibuktikan dengan kemudahannya bereaksi dengan air, unsure-unsur halogen, hydrogen oksigen dan belerang, kereaktifan ini dipengaruhi oleh electron valensi dari unsur-unsur dan energi ionisasinya. Sifat fisik logam alkali tanah berwujud padat pada suhu ruangan, kerapatan logam alkali tanah lebih besar dari kerapatan logam alkali sehingga logam alkali tanah bersifat lebih keras dari logam alkali. Apabila kita membandingkan kereaktifan antara golongan IA dan golongan IIA, maka akan diperoleh bahwa golongan IA yang lebih reaktif. Hal ini dikarenakan pada golongan IA memiliki jari-jari atom yang lebih besar dibandingkan dengan golongan IIA, selain itu, karena golongan Ia melepas elektron relatif lebih sedikit, sehingga daya reaktifnya semakin kuat, sednagkan golongan IIA melepas dua elektron valensinya. Karena memiliki kereaktifan yang kuat, maka tanpa dipanaskan logam kalium juga dapat bereaksi. Fungsi ditetesi

indikator PP yaitu untuk melihat perubahan warna larutan basa yang terbentuk mengindikasikan tingkat kebasaan larutan tersebut. Dimana fungsi indikator PP sendiri adalah untuk mengidentifikasi ion OH- pada larutan. Jika semakin tua larutan, maka semakin kuat tingkat kebasaan larutan tersebut. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan bahwa pada percobaan kelarutan garam sulfat, apabila BaCl2 ditambahkan H2SO4 didapatkan endapan yang banyak berwarna putih susu pekat, dan apabila CaCl2 ditambahkan H2SO4 didapatkan endapat yang sedikit berwarna putih susu. Apabila MgCl2 ditambahkan H2SO4maka tidak ada terjadi endapan karena H2SO4larut sempurna dalam MgCl2 . Apabila SrCl2 ditambahkanH2SO4maka akan terbentuk lumayan banyak endapan. Hal ini dikarenakan semakin kecil endapan, maka semakin besar kelarutan garam tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa garam sulfat dalam satu golongan semakin kebawah kelarutannya semakin kecil. Garam sulfat adalah hasil reaksi dari asam sulfat dengan larutan basa. Jadi, endapan larutan BaCl2> SrCl2 >CaCl2> MgCl2. Percobaan kelarutan garam hidroksida, apabila BaCl2 ditambah NaOH dihasilkan endapan yang banyak dan berwarna putih yang membentuk larutan koloid, dan apabila CaCl2 ditambahkan NaOH didapatkan endapan yang banyak berwarna putih susu yang membentuk larutan koloid. Apabila MgCl2 ditambah NaOh dihasilkan endapan cukup banyak. Apabila SrCl2 ditambah NaOH dihasilkan sedikit endapan. Jadi hasil kelarutannya, semakin besar dari atas kebawah dalam satu golongan, garam hidroksida adalah hasil reaksi dari natrium hidroksida dengan suatu asam lemah. Dengan kata lain, endapan larutan BaCl2 > MgCl2 > CaCl2 > SrCl2.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa : 1. Kereaktifan untuk unsur logam alkali dan alkali tanah semua sama, yaitu kereaktifan dari unsur-unsurnya bertambah dari atas ke bawah dan pada dasarnya kereaktifan lagam alkali dan alkali tanah berkaitan dengan energi ionisasinya yang rendah, sehingga mudah melepaskan elektron. 2. Kelarutan garam sulfat dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan kelarutan garam hidroksida, dalam satu golongan dari atas kebawah semakin besar. 3. Sifat unsur golongan alkali yaitu: konfigurasi elektron valensi adalah ns1, energi ionisasi relatif rendah, serta dalam satu golongan energi ionisasi, titik didih dan titik leleh, dari ats ke bawah semakin kecil. Sedangkan sifat unsur golongan alkali tanah yaitu: jari-jari atom lebih kecil dari golongan alkali, merupakan logam yang lunak dan dapat menghantarkan listrik dan panas yang baik serta konfigurasi elektron valensinya ns2.

5.2 Saran
Sebaiknya dalam melakukan percobaan harus lebih berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan laboratorium agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja yang dapat berdampak buruk bagi praktikan sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Basir,D.N., 2013, Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Makassar, UPT-MKU Universitas Hasanuddin Brady, E. J., 1998, Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta Barat, Binarupa Ak Surakkiti. 1989. Kimia 3. Jakarta : Penerbit Intan Pariwara Sutresna, N., 2006, Unsur Logam Alkali dan Alkali Tanah.(Online)http://www.anneahira.com/unsur-logam-alkali-dan-alkali tanah.htm.Diakses pada hari Rabu, 30 Oktober 2013, pukul 22.30 WITA S, Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung : Penerbit ITB Wardhani, S., 2010, Unsur-Unsur Golongan IA IIA.(Online)http://kyoshiro67.files.wordpress.com/2010/04/golia.pdf.Diakses pada tanggal 30 Oktober 2013 pukul 22:33 WITA dan

Wilcox, Charles F.,1995, Experimental Chemistry A Small- Scale Approach. New Jersey,Prentice- Hall A Simon & Schuster Company.

BAGAN KERJA

A. Reaktifitas Unsur

Logam alkali(Mg)

Dimasukkan dalam tabung reaksi yang berisi air 2 mL Dicatat dan diamati reaksi yang terjadi. Dipanaskan jika tidak terjadi reaksi(sampai terbentuk gelembung gas).

Hasil

Diteteskan indikator PP. Diamati dan dicatat perubahan warna yang terjadi.

BAGAN KERJA

Logam Alkali(Ca)

Dimasukkan dalam tabung reaksi yang berisi air 2 mL Dicatat dan diamati reaksi yang terjadi. Dipanaskan jika tidak terjadi reaksi(sampai terbentuk gelembung gas).

Hasil

Diteteskan indikator PP. Diamati dan dicatat perubahan warna yang terjadi.

BAGAN KERJA

Logam alkali(Na)

Diapungkan secarik kertas saring di atas permukaan air dalam cawan petridish dengan menggunakan pinset.

Diletakkan sepotong logam Na di atas kertas. Dibiarkan hingga terjadi ledakan kecil-kecil (jangan terlalu dekat) Diteteskan indicator PP Dicatat perubahan warna.

Hasil

BAGAN KERJA

B. Kelarutan dalam Garam Sulfat

MgCl2

Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan MgCl2 Ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

BaCl2

Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan BaCl2 Ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

SrCl2 Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan SrCl2 Ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

CaCl2 Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan CaCl2 Ditambahkan 1 mL H2SO4 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

C. Kelarutan dalam Garam Hidroksida

MgCl2 Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan MgCl2 Ditambahkan 1 mL NaOH 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

BaCl2

Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan BaCl2 Ditambahkan 1 mL NaOH 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

SrCl2 Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan SrCl2 Ditambahkan 1 mL NaOH0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

BAGAN KERJA

CaCl2 Disiapkan 1 tabung reaksi Diisi tabung dengan CaCl2 Ditambahkan 1 mLNaOH 0,5 M. Diperhatikan endapan yang terbentuk pada tabung.

Hasil

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 31 Oktober 2013 Asisten Praktikan

HAFILUDIN ULI H31110256

ADJI PERMATASARI H H31113508