Anda di halaman 1dari 32

Makalah Teknik Reaksi Kimia

Katalis Heterogen

Disusun oleh: Kelompok 2


Dosen Pembimbing: 1. Dr. Ir. Hj. Rusdianasari, M.Si.
Kelas: 3.KA
Jurusan : Teknik Kimia
Nama Anggota: 1. Anggik Pratama (061330400289)
2. Putri Utami (061330400307)
3. R.A. Rifka Fadillah (061330400308)
4. Ridho Tri Julian (061330400311)

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 Telpon : +620711353414
Fax: +62711355918 Web : http :// www.polsri.ac.id atau http://www.polisriwijaya.ac.id
Email : info@polsri.ac.id

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan penulisan Makalah Teknik Reaksi Kimia tentang Katalis sesuai waktunya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu
menjadi motivasi untuk keinginan selalu bekerja keras. Penulisan makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas presentasi dan diskusi kelompok.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. Ir. Hj. Rusdianasari, M.Si. sebagai dosen pembimbing,
2. Kedua orangtua penulis, terima kasih atas segala doa dan dorongan semangat dari
kalian,
3. Teman-teman Mahasiswa POLSRI kelas 3KA, terima kasih atas support kalian.
Tim penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan Makalah ini, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari segenap pembaca demi kebaikan dan kesempurnaan makalah ini.

Palembang, Oktober 2014

Tim Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
1.3 Tujuan dan Manfaat ..................................................................................................... 3
1.4 Metode Penulisan ........................................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Katalis ......................................................................................................................... 4
2.1.1 Pengertian Katalis ............................................................................................... 4
2.1.2 Hubungan Energi Aktivasi Dengan Katalis........................................................ 4
2.1.3 Sifat-sifat dari reaksi katalitis ............................................................................. 5
2.1.4 Komponen inti katalis......................................................................................... 6
2.2. Jenis-jenis Katalis ....................................................................................................... 6
2.2.1 Katalis Homogen ................................................................................................ 6
2.2.2 Katalis Heterogen ............................................................................................... 7
2.2.3 Biokatalis ............................................................................................................ 8
2.3. Katalis Heterogen ........................................................................................................ 8
2.3.1 Pengertian Katalis Heterogen ............................................................................ 8
2.3.2 Prinsip Kerja Katalis Heterogen ......................................................................... 9
2.3.3 Mekanisme Katalis Heterogen ........................................................................... 10
2.3.4 Mekanisme Katalis menurut Langmuir Hinshelwood ..................................... 11
2.3.5 Isoterm Langmuir ............................................................................................... 13
2.3.6 Mekanisme katalis menurut Eley-Rideal ............................................................ 15
2.4. Katalis Pendukung ....................................................................................................... 16
2.5 Contoh Katalis Pendukung ........................................................................................... 17
2.6 Peranan Katalis Heterogen ........................................................................................... 19
2.6.1 Pembuatan Asam Nitrat ....................................................................................... 19
2.6.2 Konverter Katalitik .............................................................................................. 20
2.7 Keuntungan Katalis Heterogen ..................................................................................... 22
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 23
3.2 Saran ............................................................................................................................ 23
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 24

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Katalis dapat digunakan dalam pengaktifan reaksi yang akan mempercepat laju
reaksi dengan menurunkan energi aktifasi. Jika energi pengaktifan reaksi tinggi, maka
untuk temperatur normal, hanya akan terjadi sebagian kecil pertemuan molekul yang
nantinya dapat menghasilkan reaksi yang efektif. Katalis dapat menurunkan energi
pengaktifan dengan menghindari tahap penentu laju yang lambat dari reaksi yang
tidak dapat dikatalisa. Dengan menurunnya energi aktifasi maka pada temperatur yang
sama didapatkan laju reaksi dengan konstanta laju yang besar yang artinya reaksi
efektifnya dapat terjadi secara cepat.
Fungsi utama dari katalis ini adalah menyediakan reaksi alternatif dalam suatu
reaksi kimia. Katalis memegang peranan penting dalam perkembangan industri kimia.
Dewasa ini, hampir semua produk industri dihasilkan melalui proses yang
memanfaatkan jasa katalis, baik satu atau beberapa proses. Katalis tidak terbatas pada
bagian proses konveksi, bahkan juga untuk bagian proses pemisahan. Penggunaan
katalis di industri sekitar 50% (Levenspiel,1999). Katalis berdasarkan fase reaksinya
dapat digolongkan menjadi katalis homogen dan heterogen. Katalis heterogen adalah
katalis yang berbeda fase dengan fase reaktan dan produknya.
Proses katalitik menggunakan katalis heterogen dalam Industri,
pertama kali dilakukan pada tahun 1857, menggunakan Pt untuk mengoksidasi
SO2 menjadi SO3 dalam larutan asam. Penggunaan katalis heterogen biasanya pada
suhu dan tekanan tinggi. Umumnya katalis heterogen berupa zat padat yang terdiri
dari logam atau oksida logam. Keuntungan penggunaan katalis heterogen adalah
katalisnya dapat dipisahkan dengan penyaringan dari produk bila reaksi telah selesai.
Banyak proses industri yang menggunakan katalis heterogen, sehingga proses dapat
berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi. Dalam makalah ini, akan

dibahas mengenai katalis heterogen khususnya tentang cara kerja dan mekanisme
reaksi dari katalis heterogen.

1.2 Rumusan Masalah


Atas dasar latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya yaitu:
1. Apa pengertian dari katalis?
2. Apa saja jenis-jenis katalis?
3. Apa itu katalis heterogen dan bagaimanakah prinsip kerjanya?
4. Bagaimana mekanisme reaksi dari katalis heterogen?
5. Apa contoh dari katalis heterogen dan katalis pendukung?
6. Apa peranan dari katalis heterogen?
7. Apa keuntungan dari katalis heterogen?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Memberikan informasi mengenai peranan katalis kimia.
2. Memberitahukan kepada pembaca tentang jenis-jenis katalis kimia.
3. Menginformasikan kepada pembaca tentang hubungan katalis dengan energi
aktivasi.
4. Memberikan informasi mengenai katalis heterogen.
5. Memberikan informasi tentang mekanisme kerja katalis heterogen secara
umum.
6. Mengetahui perbedaan antara mekanisme Langmuir-Hinshelwood dengan
mekanisme dengan Eley-Rideal.
7. Mengetahui katalis pendukung katalis heterogen.
8. Mengetahui contoh katalis heterogen.

9. Mengetahui peranan katalis heterogen.


Selain dari tujuan di atas, terdapat pula manfaat dari penyusunan makalah, yaitu
sebagai berikut.
1. Sebagai media pembelajaran dan latihan dalam penyusunan makalah.
2. Sebagai bahan bacaan tambahan mengenai katalis heterogen.

1.4 Metode Penulisan


Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini yaitu metode studi
pustaka, yang merupakan metode mengumpulkan, menyaring, dan menyimpulkan
suatu bahan bacaan dari berbagai buku dan studi internet.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Katalis
2.1.1 Pengertian Katalis
Katalis pertama kali ditemukan oleh J.J. Berzelius pada tahun 1836 sebagai
komponen yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia. Katalis adalah zat yang
ditambahkan pada reaksi kimia dengan tujuan untuk mempercepat reaksi tersebut.
Katalis dapat mempercepat reaksi ke kanan atau ke kiri sehingga keadaan setimbang
lebih cepat tercapai, Katalis ini disebut dengan katalis positif. Penambahan katalis juga
dapat menghambat reaksi, katalis tersebut disebut katalis negatif atau anti katalis atau
inhibitor.
Penambahan katalis akan mempengaruhi laju reaksi. Pada teori tumbukan dan
distribusi energi molekular Maxwell Boltzman pada gas, tumbukan-tumbukan
menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup
untuk memulai suatu reaksi. Energi minimum yang diperlukan untuk memulai suatu
reaksi tersebut dinamakan energi aktifitas reaksi.
2.1.2 Hubungan Energi Aktivasi dengan Katalis

Gambar 1. Hubungan Energi Aktivasi dengan Katalis


4

Katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi berjalan lebih


cepat sehingga reaksi kimia dapat mencapai kesetimbangan, tanpa terlibat di dalam
reaksi secara permanen.Energi aktivasi adalah energi minimum yang dibutuhkan
campuran reaksi untuk menghasilkan produk.Katalis berfungsi mempercepat reaksi
dengan cara menurunkan energi aktivasi, namun tidak mempengaruhi letak
kesetimbangan. Katalisator yang biasa digunakan adalah asam, basa dan penukar ion.

Gambar 2. Grafik Hubungan Energy Aktivasi dengan dan tanpa Katalis

Secara umum reaksi kimia yang terjadi dengan menggunakan katalis adalah:
A + C > AC*
AC* + B > AB + AC
A + B + C > AB + C
dimana senyawa A yang bereaksi dengan katalis (C) akan membentuk intermediet
(AC*) kemudian bereaksi kembali dengan senyawa B sehingga membentuk senyawa
AB.
2.1.3 Sifat-sifat dari reaksi katalitis yaitu sebagai berikut:
1. Pada reaksi katalitis, katalis akan menurunkan energi aktivasi.
2. Katalis yang sedikit akan mempercepat reaksi dari zat reaktan dalam jumlah
banyak.
3. Katalis tidak mengubah letak kesetimbangan untuk reaksi reversibel.
5

2.1.4 Berdasarkan tingkat kepentingannya, komponen inti katalis dapat dibedakan


menjadi tiga bagian diantaranya:
1. Selektifitas adalah kemampuan katalis untuk memberikan produk reaksi
yang diinginkan (dalam jumlah tinggi) dari sejumlah produk yang mungkin
dihasilkan.
2. Aktifitas adalah kemampuan katalis untuk mengubah bahan baku menjadi
produk yang diinginkan.
3. Stabilitas adalah sebuah katalis untuk menjaga aktifitas, produktifitas dan
selektifitas dalam jangka waktu tertentu.

2.2 Jenis - jenis Katalis


Secara umum katalis dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu katalis homogen,
heterogen dan biokatalisis (katalis enzim):
2.2.1 Katalis Homogen
Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai fasa sama dengan reaktan
dan produk. Penggunaan katalis homogen ini mempunyai kelemahan yaitu: mencemari
lingkungan dan tidak dapat digunakan kembali. Selain itu katalis homogen juga
umumnya hanya digunakan pada skala laboratorium ataupun industri bahan kimia
tertentu, sulit dilakukan secara komersil, operasi pada fase cair dibatasi pada kondisi
suhu dan tekanan, sehingga peralatan lebih kompleks dan diperlukan pemisahan
antara produk dan katalis.Contoh dari katalis homogen yang biasanya banyak
digunakan dalam produksi biodiesel, seperti basa (NaOH, KOH), asam (HCl, H2SO4).
2.2.2 Katalis Heterogen
Katalis heterogen merupakan katalis yang fasanya tidak sama dengan reaktan
dan produk. Katalis heterogen secara umum berbentuk padat dan banyak digunakan
pada reaktan berwujud cair atau gas. Contoh-contoh dari katalis heterogen adalah

zeolit, CaO, MgO, dan resin penukar ion. Mekanisme katalis heterogen melalui lima
langkah, yaitu: Transport reaktan ke katalis, interaksi reaktan-raktan dengan katalis
(adsorpsi), reaksi dari spesi-spesi yang teradsorpsi menghasilkan prodduk-produk
reaksi, deadsorpsi produk dari katalis, transport produk menjauhi katalis. Keuntungan
dari katalis heterogen adalah ramah lingkungan, tidak bersifat korosif, mudah
dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi, serta dapat digunakan berulangkali dalam
jangka waktu yang lama. Selain itu, katalis heterogen meningkatkan kemurnian hasil
karena reaksi samping dapat dieliminasi. Contoh-contoh dari katalis heterogen adalah
zeolit, CaO, MgO, dan resin penukar ion.

Tabel 1. Perbedaan Katalis Homogen dan Katalis Heterogen.


2.2.3 Biokatalis
Biokatalis adalah katalis yang memiliki keunggulan sifat (aktivitas tinggi,
selektivitas dan spesifitas) sehingga dapat dapat membantu prosesproses kimia
kompleks pada kondisi lunak dan ramah lingkungan. Kelemahannya antara lain sangat

mahal, sering tidak stabil, mudah terhambat, tidak dapat diperoleh kembali setelah
dipakai. Salah satu Biokatalis yang telah dilaporkan penggunaanya adalah Enzim lipase
(Triacylglycerol Acllydrolases). Enzim lipase atau enzim pemecah lemak dipakai dalam
reaksi pembuatan biodiesel. Enzim itu dapat mengatalisis, menghidrolisis, serta
mensintesis bentuk ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang seperti halnya
minyak goreng dan jelantah. Pemilihan katalis atau pengembangan katalis perlu
dipertimbangkan

untuk

mendapatkan

efektivitas

dalam

pemakaian.

Dalam

pengembanganya katalis cair dapat digantikan dengan katalis padat seperti asam
padat seperti zeolit, clay, dan lain-lain. Keuntungannya adalah dapat di recovery,
recycle, dan digantikan kembali. Selain itu, Zeolit juga dapat digunakan sebagai katalis
heterogen untuk pembuatan biodiesel.

2.3 Katalis Heterogen


2.3.1 Pengertian Katalis Heterogen
Reaksi heterogen adalah reaksi yang berlangsung dalam suatu sistem yang
heterogen, yaitu sistem yang di dalamnya terdapat dua atau lebih fasa. Banyak
reaksi-reaksi

kimia fasa cair maupun gas yang hanya dapat berlangsung pada

permukaan padatan. Karena sifat reaksinya hanya bergantung pada fasa padat,
maka reaksi tersebut dikatakan berkatalisis dengan fasa padat sebagai katalisnya.
Katalisis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan
pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya. Contoh sederhana katalisis heterogen adalah
katalis menyediakan suatu permukaan dimana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk
sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sehingga memadai
terbentuknya produk baru. Ikatan antara produk baru dan katalis lebih lemah sehingga
akhirnya terlepas.

Gambar 3. Katalis Heterogen

2.3.2 Prinsip Kerja Katalis Heterogen


Katalis

dapat

bekerja

dengan

membentuk

senyawa

antara

atau

mengabsorpsi zat yang direaksikan. Sehingga katalis dapat meningkatkan laju reaksi,
sementara katalis itu sendiri tidak mengalami perubahan kimia secara permanen.
Cara kerjanya yaitu dengan menempel pada bagian substrat tertentu dan pada
akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi
berlangsung dengan cepat. Suatu reaksi yang menggunakan katalis disebut reaksi
katalis dan prosesnya disebut katalisme. misalnya :
2 KClO3 (g)

2KCl (s) + 3 O2 (g)

H2 (g) + Cl2 (g) arang 2 HCl(g)


Secara umum proses suatu reaksi kimia dengan penambahan katalis dapat dijelaskan
sebagai berikut. Zat A dan zat B yang direaksikan membentuk zat AB dimana zat C
sebagai katalis.

A + B

AB

(reaksi lambat)

Bila tanpa katalis diperlukan

energi pengaktifan yang tinggi dan terbentuknya

zat AB lambat. Namun, dengan adanya katalis C, maka terjadilah reaksi :


A + C

AC (reaksi cepat)

Energi pengaktifan diturunkan, maka AC terbentuk cepat dan seketika itu juga
AC bereaksi dengan B membentuk senyawa ABC.
AC + B

ABC

(reaksi cepat).

Energi pengaktifan reaksi ini rendah sehingga dengan cepat terbentuk ABC yang
kemudian mengurai menjadi AB dan C. Sesuai reaksi
ABC

AB + C

(reaksi cepat)

Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi
mempercepat reaksi, dan katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat
laju reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan, dan membuat
orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Akibatnya molekul gas yang
teradsorpsi pada permukaan logam ini menjadi lebih reaktif daripada molekul gas
yang tidak terabsorbsi. Prinsip ini adalah kerja dari katalis heterogen, yang
banyak dimanfaatkan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi gas.

2.3.3 Mekanisme Katalis Heterogen


Adapun mekanisme reaksi katalisis heterogen secara umum adalah sebagai berikut:
1. Difusi molekul reaktan ke permukaan katalis
2. Adsorpsi reaktan pada permukaan katalis.
3. Reaksi difusi reaktan pada permukaan katalis.
4. Reaksi dalam lapisan adsorpsi.
5. Desorpsi produk reaksi dari permukaan katalis.
6. Abfusi pada produk keluar dari permukaan katalis

2.3.4 Mekanisme Katalis menurut Langmuir Hinshelwood

10

Pada mekanisme menurut Langmuir-Hinshelwood, laju reaksi heterogen


dikendalikan oleh reaksi molekul teradsorpsi, dan bahwa semua adsorpsi dan tekanan
desorpsi berada dalam kesetimbangan. Mekanisme katalis menurut LangmuirHinshelwood:
1. Adsorpsi dari fase gas
2. Desorpsi ke fase gas
3. Disosiasi molekul di permukaan
4. Reaksi antara molekul teradsorpsi

11

Gambar 4. Mekanisme katalis menurut Langmuir-Hinshelwood

Gambar 5. Mekanisme C2H4 + H2 C2H6 Pada katalis tembaga

Contoh reaksi dengan mekanisme Langmuir-Henshelwood :

2 CO + O2 2 CO2 pada katalis Platina

12

CO + 2H2 CH3OH pada katalis ZnO.

C2H4 + H2 C2H6 Pada katalis tembaga

N2O + H2 N2 + H2O pada katalis Platina

C2H4 + O2 CH3CHO pada katalis Paladium

CO + OH CO2 + H+ + e- pada katalis Platina

2.3.5 Isoterm Langmuir


Isoterm adsorbsi adalah hubungan yang menunjukkan distribusi adsorben antara fase
teradsorbsi pada permukaan adsorben dengan fase ruah kesetimbangan pada
temperatur tertentu. Ada tiga jenis hubungan matematik yang umumnya digunakan
untuk menjelaskan isoterm adsorbsi (anonim, 2008). Isoterm Langmuir ini berdasarkan
asumsi bahwa :
a. Adsorben mempunyai permukaan yang homogen dan hanya

dapat

mengadsorbsi satu molekul untuk setiap molekul adsorbennya. Tidak ada


interaksi antara molekul-molekul yang terserap.
b. Semua proses adsorbsi dilakukan dengan mekanisme yang sama.
c. Hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorbsi maksimum.

Namun, biasanya asumsi-asumsi sulit diterapkan karena hal-hal berikut : selalu


ada ketidaksempurnaan pada permukaan, molekul teradsorbsi tidak inert dan
mekanisme adsorbsi pada molekul pertama asangat berbeda dengan mekanisme pada
molekul terakhir yang teradsorpsi.
Langmuir mengemukakan bahwa mekanisme adsorpsi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
Proses adsorbsi dapat dijelaskan melalui proses kimia. Jika adsorbatnya gas,
kesetimbangannya :
A(g) + S AS
A

= gas adsorbat

13

= sisi terbuka di permukaan

AS

= molekul terserap dari A atau sisi tertutup di permukaan

Konstanta kesetimbangannya :

x AS
xs P

dengan :
xAS

= fraksi mol tertutup di permukaan

xs

= fraksi mol sisi terbuka di permukaan

= tekanan gas

Namun xAS lebih umum digunakan , sehingga xs = (1-) dan persaman sebelumnya
menjadi:

Kp

Persamaan ini terkenal disebut isoterm Langmuir dengan K = konstanta kesetimbangan


untuk adsorpsi. Untuk mencari harga :

Kp
1 Kp

Jumlah substansi terserap, m akan sebanding dengan untuk adsorbent tetentu


sehingga m = b. Bila dikonversikan ke persamaan sebelumnya menjadi :

1 1
1

m b bKp
Dengan memplotkan 1/m dengan 1/p harga k dan b bisa ditentukan dari nilai slope dan
interseptnya.
2.3.6 Mekanisme katalis menurut Eley-Rideal :
1. Adsorpsi dari fase gas

14

Difusi adalah peristiwa mengalirnya / berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi rendah. Proses difusi molekul
reaktan kepermukaan atau difusi pada produk desorpsi merupakan proses yang paling
lambat dan tidak dapat ditentukan kecuali pada penentuan proses teknik yang
melibatkan penyerapan katalis.
2. Desorpsi ke fase gas
3. Disosiasi molekul di permukaan
4. Reaksi antara molekul teradsorpsi
5. Reaksi antara gas dan molekul teradsorpsi
Contoh reaksinya :
A2 + 2B = 2AB
Mekanisme Eley-Rideal :
A 2 + * = A 2*
A2* + * = 2A*
A* + B = AB + *
where the last step is the direct reaction between the adsorbed molecule A* and the
gas-molecule B.
Contoh reaksi dengan mekanisme Eley-Rideal :
C2H4 + O2 (adsorbed) H2COCH2 .
Adsorpsi disosiatif oksigen kemungkinan akan terjadi, sehingga akan membentuk
produk sampingan karbon dioksida dan air.
CO2 + H2(ads.) H2O + CO
2NH3 + 1 O2 (ads.) N2 + 3H2O on a platinum catalyst
C2H2 + H2 (ads.) C2H4 on nickel or iron catalysts

15

Gambar 6. Grafik Mekanisme Eley-Rideal

Untuk mekanisme Langmuir-Hinshelwood:


Laju akan melalui maksimal dan berakhir di nol, ketika permukaan benar-benar
tertutup oleh A *.
Untuk mekanisme Eley-Rideal:
Laju akan meningkat dengan meningkatkan cakupan sampai permukaan benar-benar
tertutup oleh A *
Hal ini terjadi karena langkah

B+*=B*

tidak dapat melanjutkan bila A * blok semua situs.


Kuncinya adalah bahwa langkah B + * = B memerlukan situs gratis.

2.4 Katalis Pendukung


Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support), karena
pendukung katalis memiliki kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan
ruang yang optimal, dan kemampuan pelarutan fase aktif. Pendukung juga
meningkatkan luas permukaan, memiliki pori serta ukuran partikel yang optimal, dan

16

peningkatan fungsi kimiawi seperti perbaikan aktivitas. Pemilihan pendukung


didasarkan pada beberapa hal :
1. Keinertan
2. Sifat mekanik yang diinginkan, termasuk ketahanan terhadap kikisan, kekerasan
dan ketahanan terhadap tekanan.
3. Kestabilan pada kondisi reaksi dan regenerasi.
4. Luas permukaan, diutamakan yang memiliki luas permukaan besar agar semakin
banyak sisi aktif katalis yang terdistribusi.
5. Porositas, meliputi ukuran pori rata-rata dan distribusi ukuran pori
6. Sifat ekonomis bahan.

2.5

Contoh Katalis Heterogen


Umumnya katalis heterogen berupa zat padat yang terdiri dari logam atau

oksida logam. Contoh-contoh dari katalis heterogen adalah zeolit, CaO, MgO, dan resin
penukar ion. Proses katalitik menggunakan katalis heterogen dalam industri pertama
kali pada tahun 1857, menggunakan Pt untuk mengoksidasi SO2 menjadi SO3 dalam
larutan asam.
Reaksi

Katalis

C4H10 Butena dan C4H6 (butadiena)CH4 Cr2O3 - Al2O3Ni support


atau hidrokarbon lain + H2O CO + H2
Pd

dalam

Al2O3

atau

padatan

C2H2 + 2H2 C2H6

pendukung Ni-Sulfida.

Hidrocraking

Logam (seperti Pd) pada zeolit

CO + 2H2 CH3OH

Promotor ZnO dengan Cr2O3 atau


promoter Cu1 ZnO dengan Cr2O3
atau Al2O3.

17

Tabel 2. Beberapa contoh katalis heterogen dalam dunia industri


Contoh reaksi dari C2H2 + 2H2 > C2H6 dengan menggunakan katalis heterogen
Pd/Al2O3 telihat secara sederhana pada gambar

Sumber : Chemistry the Central of Science


Gambar 7. Contoh Reaksi menggunakan Katalis Heterogen
Katalis Ni
CH2 = CH2 + H2 CH3 - CH3
Molekul etena yang teradsorpsi pada permukaan nikel. Ikatan rangkap antara
atom karbon terputus dan elektron yang digunakan untuk obligasi ke permukaan
nikel.Molekul hidrogen juga teradsorpsi ke permukaan nikel.Ketika ini terjadi, molekul
hidrogen yang rusak menjadi atom.Ini dapat bergerak pada permukaan nikel.Jika atom
hidrogen berdifusi dekat dengan salah satu karbon terikat, ikatan antara karbon dan
nikel digantikan oleh satu antara karbon dan hidrogen.Itu akhir etena asli sekarang
istirahat bebas dari permukaan, dan akhirnya hal yang sama akan terjadi di ujung lain.
Seperti sebelumnya, salah satu atom hidrogen membentuk ikatan dengan atom
karbon, dan tujuan itu juga istirahat bebas. Saat ini sudah ada ruang di permukaan
nikel untuk molekul reaktan baru untuk pergi melalui seluruh proses lagi.
Beberapa reaksi dengan katalis heterogen:
1. Reaksi hydrolisis senyawa hidrokarbon tak jenuh:

18

Etylene dipanaskan pada temperatur 300oC dengan menggunakan katalis celite


akan menghasilkan etanol.
Reaksinya: C2H4 + H2O C2H5OH

2. Reaksi hidroklorinasi acetilen dengan HCl, menggunakan mercuri klorida akan


menghasilkan vynil klorida.
Reaksinya: CH=CH + HCl CH2=CHCH2 + 2H2

3. Hydrogenasi butana dengan menggunakan katalis Al2O3 dan CuO3 akan


menghasilkan 1,3 butadiena
Reaksinya: CH3CH2CH2CH3 CH2=CHCH2 + 2H2

4. Proses Haber dalam pembuatan ammonia.


5. Proses Kontak pada pembuatan H2SO4.
6. Oksidasi ammonia pada pembuatan asam nitrat.
7. Hidrogenasi hidrokarbon.
8. Pembuatan asam klorida.

2.6 Peranan Katalis Heterogen


Penggunaan katalis heterogen biasanya pada suhu dan tekanan tinggi.
Banyak proses industri yang menggunakan katalis heterogen, sehingga proses
dapat berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi.
2.6.1 Pembuatan Asam Nitrat
Asam nitarat ialah salah satu asam anorganik yang paling penting. Asam ini digunakan
dalam produksi pupuk, zat warna,obat-obatan dan bahan peledak. Metode industri
yang utama dalam memproduksi asam nitrat ialah proses Ostwalk. Bahan awalnya

19

yaitu ammonia dan molek l oksigen dipanaskan dengan tamba an adan a katalis
platina-rodi msampai sekitar

4NH3(g) +5O2(g) 4NO(g) +6H2O(g)


Nitrat oksida yang terbentuk mudah teroksidasi (tanpa katalis) menjadi nitrogen
dioksida:
2NO(g) + O2 2NO2(g)
Ketika dilarutkan di dalam air, NO2 membentuk asam nitrit dan asam nitrat:
2NO2(g) + H2O(l) HNO2(aq) + HNO3(aq)
Jika dipanaskan, asam nitrit berubah menjadi asam nitrat sebagai berikut:
3HNO2(aq) HNO3(aq) + H2O(l) + 2NO(g)
NO yang dihasilkan dapat didaur ulang untuk menghasilkan NO2 pada tahap kedua.
2.6.2 Konverter Katalitik
Pada suhu tinggi di dalam mesin mobil yang sedang berjalan gas nitrogen dan oksigen
bereaksi membentuk nitrat oksida:
N2(g) + O2(g) 2NO(g)
Ketika lepas ke atmosfer, NO segera bergabung dengan O2 membentuk NO2. Nitrogen
dioksida dan gas lain yang diemisikan oleh mobil, seperti karbon monoksida (CO) dan
berbagai hidrokarbon yang terbakar, menjadikan mobil sebagai sumber pencemar
udara yang utama. Sebagian besar mobil baru dilengkapi dengan converter katalitik.
Konverter katalitik yang efisien memiliki dua tujuan : mengoksidasi CO dan H 2O, dan
mereduksi NO dan NO2 menjadi N2 dan O2. Gas buang panas yang telah diinjeksi

20

dengan udara dilewatkan ke bilik pertama dari salah satu converter untuk
mempercepat pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan untuk menurunkan emisi
CO. Namun karena suhu tinggi meningkat produksi NO, diperlukan satu lagi bilik kedua
yang berisi katalis berbeda (logam transisi atau oksida logam transisi) dan bekerja pada
suhu yang lebih rendah untuk menguraikan NO menjadi N 2 dan O2 sebelum gas
dibuang lewat knalpot.
Mekanisme dari katalis padat dengan reaktan fasa gas, dimana terjadi pembentukan
kompleks reaktan dengan katalis setelah pembentukan produk adalah sebagai berikut :
1. Reaktan terbawa oleh aliran gas pembawa sampai kepermukaan luar partikel
katalis.
2. Difusi reaktan dari permukaan luar masuk melalui pori dalam partikel katalis.
3. Reaktan diadsorpsi pada sisi aktif katalis sehingga menimbulkan energi adsorpsi
4. Reaksi pembentukan produk antara permukaan sampai terjadinya produk.
5. Produk didesorpsi dari katalis keluar melalui pori bagian partikel katalis.
6. Difusi produk menuju permukaan luar partikel katalis.
7. Produk mengikuti aliran gas pembawa.
Persyaratan kunci dalam katalisis heterogen ialah bahwa pereaksi fase gas atau larutan
diadsorpsi kepermukaan katalis. Tidak semua atom atom permukaan sama efektifnya
sebagai katalis, bagian yang efektif tersebut disebut sisi aktif katalis. Pada dasarnya,
katalis heterogen mencakup :
1. adsorpsi pereaksi,
2. difusi pereaksi sepanjang permukaan,
3. reaksi pada sisi aktif membentuk hasil reaksi yang diadsorpsi, dan
4. lepasnya (desorpsi) hasil reaksi.

21

2.7 Keuntungan Katalis Heterogen


Keuntungan dari katalis heterogen adalah ramah lingkungan, tidak bersifat korosif,
mudah dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi, serta dapat digunakan berulangkali
dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, katalis heterogen meningkatkan kemurnian
hasil karena reaksi samping dapat dieliminasi.
Keuntungan lain penggunaan katalis heterogen adalah katalisnya dapat dipisahkan
dengan penyaringan dari produk bila reaksi telah selesai. Banyak proses industri
yang menggunakan katalis heterogen, sehingga proses dapat berlangsung lebih
cepat dan biaya produksi dapat dikurangi. Beberapa logam ada yang dapat mengikat
cukup banyak molekul-molekul gas pada permukannya, misalnya Ni, Pt, Pd dan V.
Gaya tarik menarik antara atom logam dengan molekul gas dapat memperlemah
ikatan kovalen pada molekul gas, dan bahkan dapat memutuskan ikatan itu.

22

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Katalis merupakan suatu zat yang sangat di perlukan dalam kehidupan
manusia. Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, heterogen dan
homogen. Katalis heterogen merupakan katalis yang fasanya tidak sama
dengan reaktan dan produk. Katalis heterogen dapat berupa zat padat yang
terdiri dari logam atau oksida logam misalnya zeolit, CaO, MgO, dan resin
penukar ion.
2. Pada dasarnya, katalis heterogen mencakup : adsorpsi pereaksi, difusi pereaksi
sepanjang permukaan, reaksi pada sisi aktif membentuk hasil reaksi yang
diadsorpsi, dan lepasnya (desorpsi) hasil reaksi.
3. Cara kerjanya dengan menempel pada bagian substrat tertentu dan pada
akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi
berlangsung dengan cepat.
4. Keuntungan katalis heterogen adalah ramah lingkungan, tidak bersifat korosif,
mudah dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi, serta dapat digunakan
berulangkali dalam jangka waktu yang lama.
3.2 Saran
Kekurangan dari katalis heterogen adalah akan mempercepat oksidasi SO2
menjadi SO3 yang akan bereaksi dengan uap air membentuk uap asam sulfat. Oleh
karena SO2 dihasilkan dari pembakaran bensin yang mengandung kadar sulfur
yang tinggi, maka hal ini menjadi persoalan serius. Jadi, dampak dalam
penggunaanya harus lebih diperhatikan lagi.

23

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun. 2014. Modul Teknik Reaksi Kimia. Palembang: Politeknik Negeri
Sriwijaya.

http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0706704/mekanisme%20kat
alis.html
diakses tanggal 20 Oktober 2014
http://budisma.web.id/materi/sma/kimia-kelas-xi/aplikasi-penerapan-kecepatanreaksi/
diakses tanggal 20 Oktober 2014
http://duniakimianana.wordpress.com/2013/04/21/katalis/
diakses tanggal 20 Oktober 2014
http://id.prmob.net/katalisis/enzim/reaksi-kimia-2624987.html
diakses tanggal 20 Oktober 2014
http://tekim.undip.ac.id/staf/istadi/files/2010/03/katalis2.pdf
diakses tanggal 20 Oktober 2014

24

Notulen Diskusi
Notulen hasil diskusi
Tanggal
:
Waktu
:
Tempat
:
Tema
:
Tujuan
:
Pembicara
:
Moderator
Notulis
Jumlah Peserta
Susunan acara

Hasil diskusi

10 November
07.15 s.d 08.30 WIB
Ruang 4 Gedung Teknik Kimia Polsri
"Katalis Heterogen"
Memberikan informasi mengenai Katalis Heterogen.
Anggik Pratama, Putri Utami, RA. Rifka Fadillah, Ridho Tri
Julian
: Ridho Tri Julian
: Anggik Pratama
: 17 rang
:
1. Pembukaan
2. Penyajian materi
3. Tanya jawab (terdiri dari 2 sesi)
4. Penutup
:

Tanya jawab sesi pertama :


Pertanyaan:
1. Bella
a. Katalis apa yang digunakan pada pembuatan asam sulfat?
b. Fungsi padatan pendukung?
c. Peranan katalis heterogen pada katalitik konventer, selain platinum dan
radium pada pembuatan asam sulfat, bisakah menggunakan katalis yang
lain?
2. Dorie
a. Perbedaan katalis heterogen dan katalis homogen dari segi selektifiasnya,
katalis heterogen lebih tinggi pada katalis homogen, mengapa?
b. Apa penyebab katalis heterogen hidup lebih lama dibanding katalis
homogen, mengapa?
3. Deka
a. Potensi kehilangan aktifitas selain pada katalis logam, bisakah terjadi pada
katalis heterogen non logam lainnya?
b. Pengertian migrasi uap?
c. Contoh reaksi Hidrocracking!
4. Eka
25

a. Mengapa pusat aktif katalis heterogen dan homogen berbeda?


b. Contoh reaksi yang melibatkan katalis heterogen?

Jawaban:
1. a. Pembuatan H2SO4 dengan proses kontak
Pada tahun 1831 seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris, Philips telah
berhasil mensintesiskan belerang menjadi H2SO4 sebagai katalis digunakan
V2O5 (Vanadium Pentoksida)
Reaksi yang terjadi :
S(s) + O2(g) SO2(g)
2 SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) H = - 98,3 KJ
Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi Oleum (H2S2O7),
juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Oleum kemudian diencerkan ke
dalam air menjadi asam sulfat pekat.
H2SO4 (l) + SO3(g) H2S2O7 (l)
H2S2O7 (l) + H2O (l) 2H2SO4 (l)
Sumber: http://setyo225.blogspot.com/2013/02/pembuatan-asam-sulfat.html
b. Fungsi padatan (katalis) pendukung
Karena katalis pendukung dapat memperluas luas permukaan sehingga reaksi
akan berlangsung lebih cepat, selain itu karena pendukung katalis memiliki
kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai kerapatan ruang yang optimal,
dan kemampuan pelarutan fase aktif.
c. Terdapat kekeliruan, pembuatan asam sulfat tidak menggunakan katalis
platinum-rhodium, tetapi katalis tersebut digunakan di katalitik konverter
pada gas buang.
2. a. Perbedaan katalis heterogen dan katalis homogen dari segi selektifitasnya
Karena katalis heterogen itu bisa memilih untuk mempercepat reaksi
direaktan atau diproduk dengan tujuan agar produk yang dihasilkan sesuai
dengan yang diinginkan atau produk yang dihasilkan iu lebih banyak.
b. Karena pada katalis heterogen yang merupakan fase padat hanya kulit
terluarnya saja yang mengalami kontak langsung dengan reaktan, sehingga
apabila katalis tersebut diregenerasi masih memiliki kualitas yang bagus,
berbeda dengan katalis homogen yang fase katalis dan reaktannya sama,
26

semua partikelnya langsung mengalami kontak dengan reaktan sehingga


walaupun diregenerasi kualitas dari katalis akan berkurang

3. a. Kehilangan aktifitas pada katalis heterogen juga dapat terjadi pada jenis
katalis
heterogen non logam, namun sangat sedikit karena katalis heterogen
umumnya
berupa logam.
b. Migrasi uap adalah perubahan fisik yang sangat prinsipal yang mempunyai
efek terhadap sisfat-sifat kimia dan biokimia reaktan.
c. Contoh reaksi Hidrocracking

4. a. Pusat aktif katalis Heterogen dan Homogen

27

Karena pusat aktif bergantung pada partikel yang bersentuhan langsung


dengan reaktan. Untuk katalis homogen, pusat aktifnya terletak di semua
atom yang memiliki reaktifitas, sedangkan pada katalis heterogen, pusat
aktifnya hanya terdapat pada atom-atom yang ada dipermukaan padatannya
saja.

b. Contoh reaksi dari C2H2 + 2H2 > C2H6 dengan menggunakan katalis
heterogen Pd/Al2O3 terlihat secara sederhana pada gambar

Sumber : Chemistry the Central of Science


Contoh reaksi menggunakan Katalis Ni
CH2 = CH2 + H2 CH3 - CH3

Tanya jawab sesi kedua:


Pertanyaan:

28

1. Renny
Mengapa umur katalis heterogen lebih panjang daripada katalis homogen,
sementara katalis heterogen memiliki potensi kehilangan aktivitas lebih tinggi
dari dari homogen?
2. Intan
a. Apa maksud sifat katalis Tidak mengubah letak reaksi reversibel?
b. Mengapa Katalis heterogen tidak bersifat korosif?
Jawaban :
1. Jawabannya hampir sama seperti pertanyaan Dorie Kartika tadi, karena pada
katalis heterogen yang merupakan fase padat hanya kulit terluarnya saja yang
mengalami kontak langsung dengan reaktan, sehingga apabila katalis tersebut
diregenerasi masih memiliki kualitas yang bagus, berbeda dengan katalis
homogen yang fase katalis dan reaktannya sama, semua partikelnya langsung
mengalami kontak dengan reaktan sehingga walaupun diregenerasi kualitas dari
katalis akan berkurang
2. a. Karena katalis hanya mempengaruhi laju pencapaian kesetimbangannya saja,
bukan
posisi kesetimbangan (membalikkan reaksi). Katalis tidak mengganggu gugat
hasil
suatu reaksi kesetimbangan, konsentrasi serta massa setelah setelah dan
sesudah
reaksi
b. Walaupun katalis heterogen kebanyakan merupakan logam, katalis heterogen
sendiri tidak memiliki sifat korosif karena logam yang digunakan sebagai
katalis merupakan logam-logam yang memiliki sifat anti korosif

29