Anda di halaman 1dari 44

BAB IV

SISTEM TRANSMISI

4.1 Umum
Pengolahan air bersih dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas air baku
sehingga aman untuk digunakan sebagai air bersih. Perencanaan unit-unit perhitungan
berdasarkan kriteria desain yang berlaku. Dalam rancangan yang dibuat harus
mendapatkan hasil yang optimal. Secara umum dalam mendesain sebuah instalasi
pengolahan air, diperlukan tahap - tahap :

Karakteristik air baku

Hasil akhir kualitas yang diinginkan

Pengumpulan data sumber air baku yang terpilih yang meliputi debit air
baku, tinggi muka air dan kualitas air baku.

Perencanaan instalasi pengolahan yang meliputi tata letak instalasi, proses


pengolahan, perhitungan dimensi unit unit pengolahan, kebutuhan
peralatan dan dosis bahan kimia yang digunakan.

Perencanaan bangunan penunjang yang terdiri dari perhitungan dimensi


bangunan penunjang dan tata letak bangunan.

Karena penggunaan air bersih yang cukup luas dalam segala segi kehidupan
dan aktivitas manusia, maka sistem penyediaan air bersih untuk penduduk haruslah
memenuhi syarat antara lain :

Aman dari segi kesehatan

Tersedia dalam jumlah yang cukup

Ekonomis

IV-1

IV-2

Mengingat adanya syarat syarat diatas , maka dasarnya ada 3 hal yang harus
diperhatikan untuk dipenuhi oleh suatu sistem penyediaan air minum, yaitu :

Segi kualitas
Terpenuhinya syarat syarat kualitas air yang sesuai dengan standar yang
berlaku dan menjamin bahwa air yang tersedia aman untuk dikomsumsi
penduduk tanpa ada resiko terinfeksi oleh kuman kuman penyakit.

Segi kuantitas
Tersedia dalam jumlah yang cukup sehingga dapat dipergunakan setiap waktu.

Segi kontinuitas
Terpenuhinya kebutuhan air bersih dengan supply air secara terus menerus.
Sistem transmisi adalah suatu sistem transportasi air baku atau air minum dari
sumber menuju reservoir untuk selanjutnya diteruskan kedaerah pelayanan melalui
sistem distribusi.
Ruang lingkup permasalahan dalam sistem transmisi meliputi hal-hal berikut
ini :
4.1.1 Sistem Transportasi
Alternatif untuk sistem ini adalah open channel (saluran terbuka), pipe line
(perpipaan), atau aquaduct (saluran tertutup), yang pemilihannya didasarkan atas
berbagai pertimbangan teknis dan ekonomis.

A.

Open Channel (Saluran Terbuka)


Tekanan air sama dengan tekanan udara terbuka, beberapa hal yang berkaitan
dengan open channel yaitu :

Biasanya digunakan untuk penyaluran air baku, kalau air bakunya


memiliki kandungan suspended yang tinggi, maka perlu dilakukan
pengurasan untuk menghindari terjadinya sedimentasi yang dapat
mengurangi kapasitas.

IV-3

Biasanya biaya relatif murah, karena hanya memperhitungkan segi


konstruksi saluran, namun biaya investasi umumnya lebih besar karena
perencanaan untuk jangka panjang.

Dimensi saluran bebas, tidak perlu mengikuti dimensi pasaran.

Umumnya digunakan untuk kapasitas besar.

Harus mengikuti HGL, karena pengalirannya dilakukan secara gravitasi,


masalahnya dapat timbul bila permukaan tanah yang dilewati turun naik.

Kecepatan aimya tergantung pada slope muka tanah.

Kemungkinan kehilangan air lebih besar akibat penguapan, rembesan ke


da1am tanah (infiltrasi) ataupun pengambilan illegal oleh masyarakat.

Saluran ini sering kali bersilangan dengan berbagai fasilitas lain misalnya
sungai, irigasi, saluran drainase, jalan kereta api, dll. Sehingga membutuhkan
konstruksi khusus.

Gambar 4.1 Open Channel (Saluran Terbuka)

IV-4

B. Aquaduct (Saluran Tertutup)


Air dialirkan melalui saluran tetutup baik under preasure (dibawah HGL) maupun
pada tekanan udara luas (pada HGL) ada dua macam aquaduct yaitu cut dan cover
dari tunel beberapa hal tentang aquaduct antara lain :

Biasanya dibuat di tempat (on site construction) sehingga memungkinkan


pemanfaatan material local dan memperkerjakan penduduk setempat

Umur konstruksi sangat panjang, hal ini ditentukan oleh kaitan pengalirannya.

Kehilangan air lebih mudah dibanding umurn konstuksi itu sendiri

Biaya relative rendah baik dalam investasi maupun pemeliharaanya.

Dibuat untuk jangka panjang.

Perletakannya tergantung pada HGL atau profil tanah yang dilalui

Adanya masalah bila bersilangannya dengan fasilitas lain, seperti : jalan raya,
rel kereta api, dan lain-lain

Gambar 4.2 Pipa Saluran Tertutup

IV-5

C. Pipe Line (Perpipaan)


Air dialirkan melaui sistem perpipaan dengan tekanan lebih besar dari pada
tekanan udara luar (under pressure) beberapa hal penting antara lain :

Biaya pemeliharaan dan perawatan relative lebih myrah dan mudah

Pengalirannya tidak tergantung pada profil muka tanah

Kemungkinan gangguan dari luar lebih kecil

Harga pipa dan perlengkapannya relatife mahal

Biayanya digunakan untuk mengalirkan air minum

Dari semua sistem-sistem transportasi diatas pada dasarnya digunakan untuk :

Membawa air baku dari sumber (bangunan pengumpul) ke bangunan


pengolah air minum, untuk keperluan ini dapat digunakan open chanel atau
dapat pula digunakan pipe line.

Membawa air yang bersih yang memenuhi pengolahan air minum reservoir
dan kemudian didistribusikan untuk mencegah terjadinya konstaminasi,
digunakan sistem perpipaan (pipe line)

4.1.2 Cara Pengangkutan


Terdapat dua alternatif cara pengangkutan yaitu secara gravitasi atau dengan
pemompaan, dari segi ekonomi cara gravitasi merupakan alternatif yang paling
uatama, sedangkan pemompaan hanya digunakan bila keadaan topografi nya di
lapangan benar-benar sudah tidak memungkinkan sistem gravitasi.
4.1.3 Kapasitas Yang Akan Diangkut
Dalam sistem penyediaan air minum yang perlu diperhatikan bukan saja dari
segi kualitas tapi juga segi kuantitas dalam arti, air minum harus cukup tersedia untuk
memenuhi kebutuhan konsumen., hal ini yang mendasari perlunya transmisi. Kualitas
air yang diangkut dalam sistem transmisi ialah sesuai dengan kapasitas hari

IV-6

maksimum (Qmax day) sehingga pada saat terjadi kebutuhan maxsimum sistem
transmisi dapat memenuhinya.
4.1.4 Perletakan dan Penempatan
Dalam masalah perletakan dan penenpatan ini sangat berpengaruh terhadap
bahan, diameter, peralatan dan perlengkapan pada sistem yang selanjutnya
berpengaruh pada masalah biaya yang perlu diperhatikan adalah :

Kondisi air yang dibawa

Kondisi lingkungan yang dilewati ada tidaknya dampak bagi sistem transmisi.

Kondisi geologis yang dihadapi dengan prinsip menghindari medan yang


sulit.

Pemilihan jalur transmisi yang paling pendek.

Pemilihan konstuksi yang paling ekonomis dan efisien.

Terletak pada lokasi yang mudah dikontrol misalnya pada tanah milik
umum,dan lain-lain.

Biasanya sedikit mungkin diusahakan menggunakan perlengkapan pipa


sistem.

Perletakan dan Peralatan


Pemilihan peralatan dan perlengkapan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang
diperlukan secara teknis dengan memperhatikan segi ekonomis.
4.2 Bangunan dan Perlengkapan
4.2.1 Bangunan Pada sistem Transmisi
A. Bangunan penangkap air (Intake)
Intake adalah suatu bangunan yang berguna untuk menyadap air dari
sumbernya. Pada dasarnya intake terdiri kasa atau saringan (Screen) dimana air baku
masih dapat melewatinya. Selanjutnya dengan pipa air tersebut dapat di tampung di
sumur pengumpul. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah :

IV-7

Ketinggian air, maka air lebih rendah atau maxsimum sama dengan ketinggian
semula, ketinggian air dipengaruhi oleh tekanan air dalam baik yang sama
dengan tekanan luar, dengan demikian diharapkan ketinggian muka air
maxsimum dalam bak sama dengan ketinggian air semula.

Intake sebaiknya dibuat tertutup untuk mencegah masuknya sinar matahari


yang memungkinkan tumbuhan atau mikroorganisme hidup serta mencegah
kontaminasi.

Tanah lokasi intake harus stabil.

Intake dibangun dengan pertimbangan kemungkinan peningkatan kapasitas air


dimasa yang akan datang.

Dibangun sedemikian rupa, sehingga dalam kondisi terburuk masih dapat


dipakai.

Gambar 4.3 Intake


B. Bak Pelepas Tekan (BPT)
Bak pelepas tekan adalah suatu bangunan yang berfungsi mengembalikan
tekanan ke tekanan atmosfir dengan maksud membatasi tekanan dalam sistem
terbatas sesuai dengan kemampuan pipa penahan tekanan dalam keadaan diam atau
bekerja, dengan demikian pecahnya pipa karena tekanan dalam sistem berlebihan
dapai dihindari.

IV-8

Bak pelepas tekanan penguapan juga dalam sistem apabila bagi dari pipa
tersebut terletak diatas garis tekan (HGL), sehingga terdapat negative pressure yang
dapat menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan penempatan BPT sistem terbagi
masing-masing bagian sepenuhnya berada pada keadaan pas.

Gambar 4.4 Bak Pelepas Tekan


4.2.2 Perlengkapan Pada Sistem Transmisi
Berbagai jenis perlengkapan pipa yang ada seperti gate valve, air valve, check
valve, anchor block, bend, reduce atau increaser di pasar pada percabangan pipa
untuk menjaga kerja sistem transmisi dan memudahkan pengecekan.
A. Gate Valve
Berfungsi sebagai pengatur debit aliran dan memungkinkan untuk pemeriksaan
pemeliharaan serta perbaikan, di pasang pada percabangan pipa, awal atau akhir
saluran dan tiap jarak 1 Km.pada pipa.

IV-9

Gambar 4.5. Gate Valve


B.

Air Valve
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang berakumulasi dalam pipa dipasang
pada tekanan tertinggi dan jaringan pipa

IV-10

Gambar 4.6. Air Valve


C.

Blow Off
Berfungsi mengeluarkan sediment atau endapan kotoran yang terjadi selama
pengaliran atau untuk mengeluarkan air dalam keadaan darurat dipasang pada tempat
dengan tekanan terendah dari jaringan pipa.

Gambar 4.7. Blow Off


D.

Anchor Block
Berfungsi menahan beban pengaliran yang paling besar, yang mungkin dapat
menyebabkan perubahan bentuk pipa dan agar sambungan pipa tetap kaku.

IV-11

Gambar 4.8. Anchor Block


E.

Bend
Berfungsi sebagai sambungan pipa untuk belokan.

Gambar 4.9. Bend


F.

Reducer atau Increaser

IV-12

Berfungsi untuk menghubungkan pipa dengan pipa yang diameternya berbeda.

Gambar 4.10. Reducer atau Increaser

4.2.3 Bahan Pipa

IV-13

Sebagian besar biaya dalam pelaksanaan di alokasikan untuk perpipaan oleh


karena itu ukuran pipa dan jenis-jenis pipa harus ditentukan untuk memperoleh hasil
yang maksimal dan efisien, jenis-jenis pipa yang biasa digunakan antara lain :
A. Absestos Coment Pipe (Pipa Asbes)

Kentungan
-

Mudah didapat

Diproduksi di dalam negeri

Berat satuan relative lebih ringan bila dibandingkan dengan pipa lainnya.

Panjang saluran pipa lebih besar (6 M)

Kelemahan
-

Mudah retak

Tidak tahan benturan

Gambar 4.11. Absestos Cement Pipe

IV-14

B.

Pipa PVC

Keuntungan

Berat satuan paling ringan

Tahan korosi dan asam

Diproduksi di dalam negeri

Mudah pemasangan dan penyambungan

Kedap air

Kelemahan

Tidak tahan terhadap gaya luar yang cukup besar

Umumnya hanya berdiameter

Gambar 4.12. Pipa PVC


C. Pipa Beton

Keuntungan

Cukup kuat menahan gaya luar

Tahan korosi

Mudah diperoleh untuk berbagai ukuran

Tidak mudah pecah

IV-15

Kelemahan

Bobotnya cukup berat

Gambar 4.13. Pipa beton


D. Pipa Besi

Kentungan

Tahan terhadap getaran-getaran

Kedap air

Panjang saluran sampai 6 meter

Cukup licin

Kelemahan

Tidak tahan korosi

Harga relative mahal

Pengguanaan terbatas (di bawah jalan, rel kereta api, dll)

IV-16

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di lembar berikutnya.

Gambar 4.14. Pipa Besi


E. Pipa Tanah Liat

Kentungan

Tahan korosi

Diproduksi di dalam negeri

Mudah didapat

Berat datuan ringan

Kelemahan
-

Harga relative mahal

IV-17

F. Pipa Baja

Kentungan

Kedap air

Tahan korosi

Cukup licin

Kelemahan

Harga relative mahal

Gambar 4.15. Pipa Baja


G. Fiber Glass

Kentungan

Ringan

Diproduksi di dalam negeri

Tahan korosi

Kedap air

Tahan terhadap gaya luar dan pembebanan

Tipe sambungan yang fleksibel

Panjang satuan mencapai 12 meter

IV-18

Kerugian

Harga relative mahal

Gambar 4.16. Fiber Glass


Untuk memilihan bahan penyaluran (bahan pipa) didasarkan atas faktor-faktor
seperti berikut ini :

Umur

Kapasitas air dapat di alirkan

Daya tahan yang cukup baik dari gaya dan pembebanan luar.

Kemudahan dalam pelaksanaan (pemasangan dan penyambungan)

Ukuran yang ada di pasaran

Kedap air atau kerapatan tinggi

Suku cadang dan perlengkapan mudah diperoleh di pasaran.

Perletakan pipa tergantung pada :

Jaringan jalan yang ada

Jenis, kondisi, dan topgrafi tanah yang dilalui

IV-19

Sistem perpipaan yang lain (air buangan, listrik, telepon, dll)

4.3 Kriteria Perencanaan Sistem Transmisi


Dalam kriteria perencanaan sistem transmisi ini dapat dilihat dari beberapa
kriteria diantaranya :
1. Saringan Slinder (Filter)

Diletakan 0.6-1 m di bawah muka air


2. Pipa saluran air baku
3

Kecepatan 0.6-1.5 m /detik

Pada saat paling rendah, kecepatan > 0.6 m /detik dan pada saat tertinggi

kecepatan > 1.5 m /detik


3. Sumur Intake

Waktu dimensi 20 menit, tertekan 1 m dari dasar sungai

Dinding sumur tebalnya 20 cm dan kedap air

Berat sumuran cukup, sehingga tidak terjadi gangguan pada sumur

4. Pipa hisap
3

Kecepatan 1-5 m /detik

Perbedaan antara bebas terendah dengan pusat pompa tidak boleh lebih dari
3

3.7 m /detik
5. Strainer
3

Back wash, kecepatan > 3 m /detik

Jumlah back wash sama dengan 1/3 dari aliran dalam pompa

6. Saringan bell month


3

Kecepatan melewati lubang saringan 0.5-0.30 m /detik

Bukan lubang saringan 6-12 m atau -1/2 diameter

Luas total area saringan biasanya 2 kali area efektif dari jumlah total area
lubang.

IV-20

4.4 Penjelasan Garis Besar Perencanaan Intake


Adapun tipe intake yang dapat digunakan untuk sumber air baku yang berasal
dari danau adalah intake tower. Dalam perencanaan instalasi pengolahan air minum
dengan sumber air baku berasal dari Danau Bekas galian Pasir. maka
direkomendasikan atas beberapa pertimbangan pertimbangan, yaitu sebagai berikut :

Dari segi ekonomis, intake ini lebih murah daripada submerged intake.

Secara teknis, oprasional dan pemeliharaan intake lebih mudah serta


kemungkinan perubahan Lingkungan sekitar Danau misalnya pendangkalan
danau.
Intake merupakan unit bangunan yang berfungsi untuk menangkap air dari

sumber air baku yang akan diolah dengan debit yang sesuai dengan perencanaan
pengolahan.
Pada perencanaan intake perlu diperhatikan karakteristik air seperti fluktuasi
muka air maksimum dan minimum, materi tersuspensi dan banyaknya kotoran yang
mengapung. Kecepatan aliran perlu diperhatikan agar tidak terjadi pengendapan pasir.
Kecepatan aliran yang dianjurkan untuk saluran intake adalah 0.6-1.5 m/dtk dengan
waktu tinggal dalam intake 20 menit (Al-Layla,1978).
Intake (Bangunan Sadap), dapat dibagi menjdi dua yaitu :

Bangunan intake gravitasi

Bangunan Intake pompa

Adapun tipe bangunan intake yaitu

Intake tenggelam

Intake sumur basah, yaitu titik muka air sumuran sama dengan permukaan
badan air yang sadap

Intake sumuran kering yaitu sumur intake tidak berisi air

Reservoir

Sumuran intake diantaranya :

Jumlah sumuran dua

IV-21

Waktu detensi 20 menit (waktu air ada dalam sumuran/selang waktu antara
partikel air tersebut masuk keluar lagi)

Tebal dinding 20 cm dan kedap air

Berat sumuran cukup, sehingga tidak terjadi gangguan pada sumur.

Pemilihan Lokasi Intake, dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya:

Tersedianya air baku yang cukup kualitasnya

Kuantitas cukup dan mudah diambil (sampai akhir perencanaan)

Lokasi intake mudah dijangkau

Bila lokasi dekat dengan laut perhatikan instrusi air laut.

Pertumbuhan dalam perencanaan intake, diantaranya :

Faktor keselamatan

Intake mempunyai berat sendiri yang cukup (tdak hanyut)

Pada kanal navigasi (lalu lintas) ada tiang pancang sebagai proteksi

Dilengkapi dengan saringan benda dan ikan

Posisi inlet dapat menerima dalam kondisi minimum dan maximum.

Intake adalah bangunan yang berguna untuk menyadap air dari sumbernya
dimana air baku masih dapat melewatinya.
Sedangkan dengan pipa air tersebut dapat tertampung pada sumber pengumpul.
Beberapa kriteria penting yang harus diperhatikan :

Hal penting adalah ketinggian muka air dalam bak yang lebih rendah atau
maxsimum sama dengan ketinggian muka air semula. Ketinggian air
dalam bak dipengaruhi oleh tekanan air dengan bak, untuk itu diperlukan
vent agar tekanan muka air maksimum dalam bak sama dengan air
semula.

Intake sebaiknya dibuat tertutup untuk menghindari masuknya sinar


matahari yang memungkinkan tumbuh kembangnya mikroorganisme
hidup serta konstaminasi.

IV-22

Tanah dilokasi harus stabil

Intake dibangun tegak lurus terhadap aliran air untuk menghindari


masuknya air kedalam bangunan.

Dibangun dengan pertimbangan kemungkinan peningkatan kapasitas


dimasa yang akan datang

Dibangun sedemkian mungkin dalam kondisi terburuk masih dapat


digunakan.

4.5 Perencanaan Jalur Transmisi


Sistem transmisi adalah suatu sistem air baku atau air minum dari sumber
menuju reservoir untuk selanjutnya diteruskan ke daerah pelayanan melalui sistem
distribusi.
4.5.1 Penentuan Tiga Alternatif Jalur Transmisi
Pada penentuan jalur transmisi, terlebih dahulu menentukan jalur-jalurnya
pada peta kontur, dengan beberapa kriteria antara lain jalur yang digunakan
diusahakan sependek mungkin dan medannya tidak terlalu sulit.
Perhitungan dibuat untuk menentukan diameter pipa yang digunakan. Debit
(Q) yang digunakan adalah debit pada tahun 2028 dengan menggunakan debit
maksimum hari.
Pada setiap jalur dibuat beberapa segmen. Berikut adalah data panjang pipa
dari alternatif 1, alternatif 2, dan alternatif 3 dengan kontur yang berbeda.
Tabel 4.1 Perhitungan Panjang Pipa Alternatif 1
Segmen
B-1
1-2
2-R
Jumlah

Kontur
700 - 650
650 - 600
600 - 510

Sumber : Hasil Perhitungan

Panjang pipa (m)


2640 m
3320 m
6200 m
12160 m

IV-23

Tabel 4.2 Perhitungan Panjang Pipa Alternatif 2


Segmen
cc
1-2
2-R
Jumlah

Kontur
700 - 630
630 - 570
570 - 510

Panjang pipa (m)


4400 m
2840 m
4200 m
11440 m

Sumber : Hasil Perhitungan

Tabel 4.3 Perhitungan Panjang Pipa Alternatif 3


Segmen
B-1
1-2
2-R
Jumlah

Kontur
700 - 645
645 - 585
585 - 510

Panjang pipa (m)


5360 m
3400 m
5640 m
14670 m

Sumber : Hasil Perhitungan

Setelah diketahui panjang pipa dari konturnya yang telah ditentukan, maka
dapat dihitung jalur pipa transmisi tersebut. Dalam perhitungan ini sisa tekn titik
distribusi diharapkan sebesar 5 m. Penggunaan BPT dan penempatan alat lainnya
merupkan alternatif yang dapat diterapkan pada sistem. Tekanan kerja pipa,
ditetapkan sebesar 80 m (80 atm) yang merupakan batas alternatif penempatan BPT.
Dari hasil pemilihan alternatif jalur transmisi penentuan berdasarkan kepada :

Dari segi ekonomis


Alternatif terpilih dilihat dari harga pipa terkecil dan panjang pipa pendek
serta alat atau perlengkapan yng digunakan untuk jalur transmisi.

Dari segi teknis


Alternatif terbaik dapat ditentukan dari dua hal yaitu minor losses dan residual
head. Minor losses akibat penggunaan peralatan pada pipa sekecil mungkin,

IV-24

cara lainnya dengan melihat residual head tiap alternatif terutama di titik
distribusi.

Dari segi topografi


Keadaan topografi medan jalur akan menurun dan menanjak mempengaruhi
cara pengalirannya apakah dengan gaya gravitasi atau dengan cara
pemompaan kemudian apakah jalur transmisi tersbut melewati beberapa
hambatan seperti jalan raya, sungai dan lain-lain. Untuk itu perlu goronggorong dan jembatan.

Peralatan transmisi
Jenis-jenis peralatan pipa dan erlengkapan pipa yang ada seperti gate valve,
blow off, reducer dipasang untuk menjaga keamanan sistem transmisi dan
memudahkan pengecekan.

Perhitungan jalur pipa transmisi

Perhitungan jalur pipa transmisi alernatif 1

L ekivalen = Lpipa (10% xLpipa)


= 12160 + (10%x 12160)
= 13376 m
Elevasi sumber : 700 m
Elevasi Reservoir : 510 m
Head Available (Hav) = 700 510 = 190 m
Sisa tekan minimum di reservoir = 5 m (sisa tekan titik distribusi yang
diharapkan)
H 190 5 = 185 m

H
Slope (s) = Lekiv
185
= 13376

IV-25

= 0.014 (m/m)
3

Qmaks hari 2030 = 1145.9 L/dt = 1.1459 m /dt

D
0 , 54
0,2785 xcxS

1
2 , 63

1.1459
D
0 , 54
0,2785 x100 x(0.014)

1
2 , 63

D = 0.714 m
= 28. 11 inchi ; D pasaran = 28 inchi
Cek.
D=28= 0.711

s
2 , 63
0,2785 xcxD

1
0 , 54

1.1459
s
2 , 63
0,2785 x100 x(0.711)

1
0 , 54

S = 0.014
Head Loss ( H ) = s x L ekivalen
= 0.014 x 13376
= 187.264 m
Sisa tekan di reservoir (RH) = Hav - H
= 190 187.264
= 2.736 m

IV-26

Kecepatan ( v )=

Q
Q
=
A 1
x xD
4

1.1459
1
x x (0.714)
4
= 2.863 m/s

Perhitungan Jalur Pipa Transmisi Alternatif 2

LEkivalen = LPipa + 10 % . LPipa


= 11440 + (10% . 11440)
= 11584 m
Elevasi sumber

: 700 m

Elevasi Reservoir

: 510 m

Head Available (Hav) : 700-510 = 190 m


Sisa tekan minimum di reservoir = 5 m (sisa tekan titik distribusi yang diharapkan)
H = 190 - 5 = 185 m
Slope ( s )=

H
L ekivalen

185
11584

= 0.016 (m/m)

IV-27

Qmaks hari 2030 = 1145.9 L/dt = 1.1459 m /dt


D=

Q
0,2785 x c x s0,54

1
2,63

1.1459

0,2785 x 100 x ( 0,016 )0,54

1
2,63

= 0,695
= 27.36 inchi; D pasaran = 28 inchi
Cek:
D = 28 = 0,711 m

[
[

S=

Q
0,2785 x c x D2,63

1
0,54

1.1459
0,2785 x 100 x ( 0.711 )2,63

1
0,54

= 0.014
Head Loss (H) = S x Lekivalen
= 0,014 x 11584
= 162.176 m
Sisa tekan di reservoir (RH) = Hav - H
= 190 172.425
= 17.575 m
Kecepatan ( v )=

Q
Q
=
A 1
x xD
4

1.1459
1
x x (0.711)
4

= 2.888 m/s

IV-28

o Perhitungan Jalur Pipa Transmisi Alternatif 3


LEkivalen = LPipa + 10 % . LPipa
= 14670 + (10% . 14670)
= 16137 m
Elevasi sumber

: 700 m

Elevasi Reservoir

: 510 m

Head Available (Hav) : 700-510 = 190 m


Sisa tekan minimum di reservoir = 5 m (sisa tekan titik distribusi yang diharapkan)
H = 190 - 5 = 185 m
Slope ( s )=

H
L ekivalen

185
16137

= 0,011 (m/m)
3

Qmaks hari 2030= 1145.9 L/dt = 1.1459 m /dt

Q
D=
0,2785 x c x s0,54

1
2,63

1.1459

0,54
0,2785 x 100 x ( 0.011 )

1
2,63

= 0.750
= 29.52 inchi; D pasaran = 30 inchi

IV-29

Cek:
D = 30 = 0,762 m

[
[

S=

Q
2,63
0,2785 x c x D

1
0,54

1.1459

0,2785 x 100 x ( 0,762 )2,63

1
0,54

= 0,010
Head Loss (H) = S x Lekivalen
= 0,010 x 16137
= 161.37 m
Sisa tekan di reservoir (RH) = Hav - H
= 190 161.37
= 28.63 m

Kecepatan ( v )=

Q
Q
=
A 1
x xD
4

1.1459
1
x x (0,762)
4

= 2.514 m/s

IV-30

Tabel 4.4 Penentuan Head Loss Jalur Alternatif 1


S
Segme
n
B-1
1-2
2-R
Jumlah

Panjang
Kontur
(m)
700 - 650
650 - 600
600 - 510

Pipa
(m)
2640
3320
6200
12160

L
AH
(m)
50
50
90

Ekivalen C
(m)
2904
100
3652
100
6820
100

Sumber : Hasil Perhitungan

Contoh Perhitungan:
H = 700-650 = 50 m
LEkivalen = LPipa + 10 % . LPipa
= 2640 + (10% . 2640)
= 2904 m
S teori=

H
L ekivalen

50
2904
= 0,017 (m/m)

DTeori=

Q
0,54
0,2785 x c x S

1
2,63

1.1459
0,54
0,2785 x 100 x ( 0,017)

= 0.686 m = 27.00 inchi


D pasar = 28 inchi = 0.711

1
2,63

Aktua

teori

Teori
(inchi)
27.00
28.11
32.40

Pasaran
(inchi)
28
32
28

0.017
0.014
0.013

0.014
0.014
0.012
0.040

HL
(m)
36.9
51.1
43.4
131.40

IV-31

Q
S aktual=
2,63
0,2785 x c x D

1
0,54

1.1459
0,2785 x 100 x (0,711)2,63

1
0,54

= 0.014
HL = S aktual x Lekivalen
= 0,014 x 2640
= 36.9 m
Tabel 4.5 Penentuan Head Loss Jalur Alternatif 2
Segme
n

Kontur
(m)

Panjan
g Pipa

AH
(m)

(m)
B -1

700 - 630

4400

1-2

630 - 570

2840

2-R

570 - 510

4200

Jumlah

Ekivalen

Pasara

Aktua

HL

(m)

(inchi)

n
(inchi)

teori

Teori

(m)
10
70

4840

0
10

0.014

28.11

28

0.014

67.7

60

3124

0
10

0.019

26.35

26

0.020

62.5

60

4620

0.013

28.55

28

0.014
0.048

64.7
194.9

11440

Sumber : Hasil Perhitungan

Contoh Perhitungan:
H = 700-630 = 70 m
LEkivalen = LPipa + 10 % . LPipa
= 4400+ (10% . 4400)
= 4840 m

IV-32

S teori=

H
L ekivalen
70
4840

= 0,014 (m/m)

Q
DTeori=
0,54
0,2785 x c x S

1
2,63

1.1459

0,54
0,2785 x 100 x (0,014)
= 0,714 m = 28.11 inchi
D pasar = 28 inchi = 0.711

S aktual=

Q
0,2785 x c x D2,63

1.1459
2,63
0,2785 x 100 x (0,711)
= 0,014

HL = S aktual x Lekivalen
= 0,014 x 4840
= 67.76 m

1
0,54

1
0,54

1
2,63

IV-33

Tabel 4.6 Penentuan Head Loss Jalur Alternatif 3


S
Segme

Panjan

Kontur
(m)

g Pipa
(m)

B-1

700 - 645

5360

1-2

645 - 585

3400

2-R

585 - 510

5640

Jumlah

AH Ekivalen
(m)
(m)

HL
(m)

0
10

0.009

30.55

30

0.010

58.9

60

3740

0
10

0.016

27.34

28

0.014

52.4

75

6204

0.012

28.97

30

0.010
0.034

62.0
173.3

H = 700-645 = 55 m
LEkivalen = LPipa + 10 % . LPipa
= 5360 + (10% . 5360 )
= 5895 m
H
L ekivalen

55
5896
= 0,009 (m/m)

Q
DTeori=
0,54
0,2785 x c x S

Teori Pasaran
(inchi) (inchi)

5896

Contoh Perhitungan:

[
[

teori

Aktua

55

11400

10

Sumber : Hasil Perhitungan

S teori=

1
2,63

1.1459
0,54
0,2785 x 100 x ( 0,008)

1
2,63

IV-34

= 0.776 m = 30.55 inchi


D pasar = 30 inchi = 0.762

S aktual=

Q
2,63
0,2785 x c x D

1
0,54

1.1459
0,2785 x 100 x ( 0,762)2,63

1
0,54

= 0,010
HL = S aktual x Lekivalen
= 0,010 x 5895
= 58.9 m
4.5.2 Penentuan Jalur Transmisi
Penentuan jalur pipa transmisi dapat ditentukan setelah mengetahui dan
mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
1. Dimeter pipa transmisi yang digunakan, karena semakin kecil diameter maka
biaya yang digunakan sedikit ( ekonomis )
2. Panjang pipa transmisi, semakin pendek pipa maka biaya yang dikeluarkan
semakin sedikit.
3. Sisa tekan di reservoir jalur transmisi diharapkan mendekati 5 m
4. Banyaknya perlengkapan yang digunakan semakin sedikit, maka biaya yang
dikeluarkan semakin rendah.
4.5.2.1 Perbandingan Jalur Pipa Transmisi
Adapun perbandingan daripada tiap alternatif dengan membandingkan jalur
pipa transmisi berdasarkan panjang pipa, sisa tekan, diameter dan kecepatan pada
setiap alternatif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel perbandingan jalur pipa

IV-35

transmisi berdasarkan panjang pipa, sisa tekan, slope, diameter dan kecepatan pada
setiap alternatif pada lembar selanjutnya.
Tabel 4.7. perbandingan jalur pipa transmisi berdasarkan panjang pipa, sisa
tekan, slope, diameter dan kecepatan pada setiap alternatif.
Alternatif
1
2
3

Panjang

Sisa Tekan

Pipa (m)
12160
11440
14400

(m)
187.26
188.76
193.64

Slope
0.014
0.015
0.012

Diameter

Kecepatan

(inchi)
28
28
28

(m/s)
3.12
2.90
2.42

Sumber : Hasil Perhitungan

F. Perlengkapan Pipa
Pada setiap alternatif, perlengkapan pada pipa sangat dibutuhkan agar laju air
pada pipa dapat berjalan lancer, setiap alat pun memiliki factor nilai koefisien untuk
menentukan Head Loss Minor pada perhitungan selanjutnya. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada tabel 4.8 di bawah ini.
Tabel 4.8 Faktor Nilai Koefisien Perlengkapan Pipa
No
1
2
3
4
5
6

Nama Alat
Gate Valve
Air Valve
Bend 90
Bend 45
Reduser
Blow Off

k
0,25
0,12
0,5
0,35
0,25
0,24

Sumber
Mekanika Fluida dan Hidraulika
Water and Wastewater Engineering
Mekanika Fluida dan Hidraulika
Mekanika Fluida dan Hidraulika
Intergrated Design of Water Treatment Facilities
Water and Wastewater Engineering

IV-36

4.5.3 Perhitungan Head Loss


Pada sistem penyaluran dengan menggunakan pipa kan terjadi kehilangan
energi (Head Loss) sepanjang pengalirn akibat fraksi dengan pipa, head loss ini
disebut Mayor Loses, besarannya tergantung pada :

Bahan dan jenis pipa

Kecepatan aliran

Dimensi pipa

Panjang saluran yang ditempuh


Selain kehilangan energi akibat pengaliran pada pipa, terdapat pula

kehilangan energi yaitu penggunaan perlatan pipa-pipa. Kehilngan energi ini disebut
minor loses yang ditentukan oleh kecepatan aliran dan koefisien yang tergantung
pada peralatannya, mayor loses dihitung dengan menggunakan rumus Hazen William
yaitu :

HL
2 , 63
0,2785 xcxD

1
0 , 54

xL

Dimana :
HL
Q

Kehilangan tekanan

Detik aliran maximum hari (m /detik)

Koefisien kekasaran pipa

Diameter pipa (m)

Panjang pipa (m)

IV-37

Sedangkan minor loses dihitung dengan menggunakan persamaan

v2

HL kx
2
.
g

Dimana :
HL

Kehilangan tekanan (Head Loss)

Koefisien tekanan hidraulik

Kecepatan (m/detik)

2
Kecepatan gravitasi (m / det )

Untuk perhitungan awal kehilangan energi akibat minor loses besarnya adalah
10% dari mayor loses sehingga dalam rumus Hazen william digunakan panjang pipa
Lek L (10%. L ) 1.1L

ekivalen (Lek) dan besarannya


Dalam perhitungan ini sisa tekan di titik distribusi diharapkan adalah 15-30
meter. Penggunaan BPT dan penempatan alat lainnya merupakan alternatif
penempatan alat terbaik.
Tekanan kerja pipa yaitu tekanan maximum yang dianjurkan dalam
pengoperasiaan pada ditetapkan sebesar 80 m (8 atm) yang merupakan batas bagi
alternatif penempatan BPT.

Jarak dari rumah pompa

Kemungkinan dari kerusakan oleh benda gerak.

Untuk mencari dimensi perpipaan dapat dihitung dengan menggunakan


perasamaan Hazen Williams:
D=

Dimana:
Q

= Debit aliran (m3/detik)

= Koefisien kekasaran pipa

= Diameter pipa (m)

Q
0,2785 x c x S0,54

1/2.63

IV-38

= Slope (m/m)

Dengan :
S=

H
L ekivalen

Dalam hal ini yang dipilih adalah jalur yang memiliki HL minor yang terkecil
dan yang membutuhkan alat yang paling sedikit.
Untuk membuktikan dan mengetahui alternatif mana yang memiliki Head
Loss Minor terkecil, dapat dilihat pada setiap tabel alternatif di bawah ini.
Tabel 4.9 Perletakan Perlengkapan Pipa dan Perhitungan HL Minor Alternatif I

Segme

Perlengkapa

Jumlah

Alat

3
1
3
2
2
4
4
1
1
1

0.25
0.12
0.5
0.35
0.25
0.5
0.35
0.25
0.24
0.12

B-1

1-2

2-R

gate valve
air valve
bend 90
bend 45
gate valve
bend 90
bend 45
gate valve
blow off
air valve

V
(m/s)
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12
3.12

HL

HL

Keteranga

Minor
(m)
0.3725
0.0596
0.7450
0.3477
0.2483
0.9933
0.6953
0.1242
0.1192
0.0596

Total
(m)
1.5247

n
Jembatan
pipa

1.9369

Jembatan
pipa

0.3030

Jumla
h

22

3.7646

Sumber : Hasil Perhitungan

Tabel 4.10 Perletakan Perlengkapan Pipa dan Perhitungan HL Minor Alternatif II

Segme

Perlengkapa

Jumlah

HL

HL

Keteranga

IV-39

n
B-1

1-2

2-R

Alat

gate valve
air valve
bend 90
bend 45
gate valve
bend 90
bend 45
gate valve
blow off
air valve

4
1
5
4
1
2
2
1
1
1

0.25
0.12
0.5
0.35
0.25
0.5
0.35
0.25
0.24
0.12

(m/s)
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90
2.90

Minor
(m)
0.4291
0.0515
1.0727
0.6007
0.1073
0.4291
0.3004
0.1073
0.1030
0.0515

Total
(m)
2.1540

n
Jembatan
pipa

0.8367

Jembatan
pipa

0.2617

Jumla
h
Sumber : Hasil Perhitungan

22

3.2524

Tabel 4.11 Perletakan Perlengkapan Pipa dan Perhitungan HL Minor Alternatif III

Segme

Perlengkapa

Jumlah

Alat

3
1
3
2
5
10
1
1
1

0.25
0.12
0.5
0.35
0.25
0.35
0.25
0.24
0.12

B-1

1-2
2-R

gate valve
air valve
bend 90
bend 45
gate valve
bend 45
gate valve
blow off
air valve

V
(m/s)
2.42
2.42
2.42
2.42
2.42
2.42
2.42
2.42
2.42

HL

HL

Keteranga

Minor
(m)
0.2241
0.0359
0.4482
0.2092
0.3735
1.0458
0.0747
0.0717
0.0359

Total
(m)
0.9173

n
Jembatan
pipa

1.4193
0.1823

Jumla
h
Sumber : Hasil Perhitungan

27

Dari tabel perletakan perlengkapan diatas maka dapat dilihat:


1. Segi ekonomis

2.5188

Jembatan

IV-40

Alternatif ke-1 memiliki panjang pipa paling pendek dibandingkan dengan


altenatif 2 dan 3 dan alternatif ke-1 perlengkapan pipanya paling sedikit. Hal ini
sangat membantu karena dapat mengurangi biaya dibandingkan dengan alternatif
2 dan 3.
2. Segi teknis
Salah satu keuntungan dari alternatif ke-1 yaitu memiliki nilai HL minor yang
terkecil. Sistem pengaliran dapat dilakukan dengan cara gravitasi walaupun ada
kontur yang sedikit naik.
Maka dilihat dari segi ekonomis dan teknis 3 alternatif di atas, dapat ditentukan
jalur alternatif ke-1 yang terpilih sebagai jalur transmisi.

4.5.4 Perhitungan HGL dan EGL


Perhitungan HGL dan EGL menggunakan persamaan Bernoulli yaitu:
P 1 V 12
P 1 V 2
+
+ Z=
+
+Z + H
g
2g
g
2g
HGL=

( Pg1 )+ Z

EGL=HGL+

V
2g

H = S x L
Dimana:
P/g

= Tinggi tekan atau energi

IV-41

V/2g

= Tinggi kecepatan atau energi kecepatan

= Tinggi potensi

= Head Loss

= Slope atau kemiringan pipa

= Panjang pipa

Setelah mengetahui rumus Pers. Bernoulli di atas, maka dapat dilakukan


perhitungan untuk menentukan HGL dan EGL terhadap alternatif yang terpilih, yakni
alternatif 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel 4.12 Perhitungan HGL dan EGL Alternatif 1
HGL

EGL

Titik
B

Q(m3/s)
1.1459

D(inchi)
28

P/g
0
14.039

z(m)
700

v2/2g
0

H(m)
0

(m)
700

(m)
700

1.24982

28

3
24.889

650

0.0032

35.96

664.04

664.04

2
R

1.24982
1.24982

28
28

3
76.534

600
510

0.0032
0.0032

39.15
38.35

624.89
586.53

624.89
586.54

IV-42

7
Sumber : Hasil Perhitungan
Setelah dilakukan perhitungan HGL dan EGL pada alternatif terpilih (alternatif 1),
maka jarak antara HGL dan EGL tidak jauh beda, hal ini dapat kita lihat dalam bentuk grafik
4.1 pada lembar selanjutnya.

IV-43

IV-44

PERBANDINGAN EGL & HGL


750

700

650
HGL

EGL & HGL

EGL

600

550

500
0

3
SEGMEN

Grafik 4.1 Perbandingan EGL dan HGL