Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Elis Ferinawati Hia

Semester

: IX (Sembilan)

M.Kuliah

: Eksposisi PL-3

Dosen

: Ev. Edward Purba, SE, M.Div

Tugas

: Laporan bacaan

Kitab-Kitab Puisi
Dalam buku ini menjelaskan ada lima kitab-kitab yang dikenal sebagai puisi terdapat
pada bagaimana ketiga Alkitab Ibrani, yang disebut tulisan-tulisan atau kethubi. Istilah kitabkitab puisi menunjuk kepada ciri putis dari isinya, walaupun demikian kitab pengkhotbah
termasuk didalamnya dan ditulis dalam gaya prosaik tinggi yang hanya kadang-kadang saja
mempunyai pola yang berirama (mis ps.11:7-12:8). Menurut kaum Mazoret pada masa
pertengahan mengelompokkan kitab Ayub, Amsal, dan Mazmur menjadi satu kelompok karena
ketiga kitab ini mempunyai pola penekanan puitis tertentu. Dua kitab lainnya dari antara kelima
kitab itu antara lain kitab pengkhotbah dan kidung agung di kelompokkan khusus dari tulisantulisan yang disebut Lima Megilloth (kitab-kitab gulungan) yaitu Kidung agung, Rut, Ratapan,
Pengkhotbah, dan Ester. Tujuannya adalah bersifat liturgis, sebab masing-masing kitab dibaca
pada suatu upacara perayaan Yahudi yang penting, satu kebiasaan yang berlangsung sampai
sekarang.
Septuaginta Yunani menempatkan semua kitab puisi sesudah tulisan-tulisan sejarah dan
sebelum kitab para Nabi dengan urutan sebagai berikut: Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung
Agung, dan Ayub. Dalam salinan Vulgata menempatkan kitab Ayub pada urutan pertama dari
daftar itu bukan pada urutan terakhir, dimana urutan-urutan ini di pakai dalam bahasa Inggris.
Kitab harus ingat bahwa ketika kita melakukan pendekatan terhadap kitab ini, urutan kitab
Alkitab yang ada sekarang tidak mutlak mengandung otoritas pengilhaman ilahi. Kitab Ayub,
Amsal, Pengkhotbah merupakan sastra hikmat dari perjanjian lama.
Hikmat sebagai dinamika pribadi, Hikmat Allah adalah suatu dinamika pada masyarakat
Israel Kuno yang meliputi tiga dimensi:pribadi, universal, dan kesusastraan.
[1]

Dimensi pribadi ditandai dengan kategori teologis dan praktis.


Dimensi universal berhubungan dengan kategori tertinggi dari teologi yang menjelaskan

hikmat sebgaai sifat Allah sendiri.


Dimensi kesusastraan hanya merupakan wahana dari gerakan hikmat, yang mengatakan
berbagai rumusan dan ajaran dari hikmat bagi keturuan penerus.
Berbagai kecakapan pribadi, Dalam penyelidikan atas ayat-ayat dalam Perjanjian Lama

yang menggunakan kata benda hikmat dan kata sifat bijaksana, mengatakan bahwa kata-kata
itu bahkan dipakai untuk merunjuk berbagai keahlian dan kecakapan praktis. Dalam filsafat
pribadi adalah, pemakaian istilah-istilah hikmat dan bijaksana tidak menjurus kepada inti
dimensi pribadi dari hikmat. Hikmat sebagai dinamika universal, disamping menjadi dinamika
pribadi dan dinamika universal, dimana kedua dimensi ini dapat dilihat dalam Amsal 8:22-31.
beberapa pendapat dari para sarjana menganggap bagian ini menampilkan hikmat sebagai suatu
hypostasis, memiliki eksistensi yang berbeda dari Allah, yang mengekspresikan sifatNya sangat
mirip dengan hikmat dalam kitab apokrif yang berjudul.
Tujuan hikmat adalah

Ditunjukkan kepada perorangan ketimbang kepada masyarakat secara kelompok


Mengarahkan orang ke kehidupan yang baik, hal mana pada akhirnya bermanfaat bagi

masyarakat yang baik dan sehat


Mendidik anak muda bagaimana mencapai kehidupan yang baik dan mengabdi kepada

masyarakat dengan baik


Menjelaskan bahwa masyarakat kalangan atas yaitu harta, benda dan kesengan lainnya
adalah merupakan kesenangan yang sia-sia walaupun dipergunakan secara pantas bias

memberikan kenikmatan hidup


Dan hikmat tidak terbatas untuk kalangan atas
Menyampaikan amsal-amsal rakyat dan didikan moral yang mencakup pengalaman dan
kprihatinan yang sama dialami orang-orang pada umumnya.
Konteks dari hikmat, dalam hal ini mengandung satu cara untuk memahami

kesusasteraan secara lebih baik dan melihat struktur sosiologis dari masyarakat melalui kacamata
sastra. Beberapa sarjana menganggap bahwa pada zaman kerajaan panitera (juru tulis) adalah
pegawai di lingkungan istana raja. Hikmat hukum taurat dan nubuat telah menjadi fenomena
keagaamaan, maka hikmat, bersama-sama dengan hukum taurat dan nubuat, termasuk dalam
[2]

pokok kehidupan keagamaan. Meskipun nubuat memiliki perbedaan yang menonjol dengan
hukum, pada dasarnya bukanlah untuk menandingi hukum taurat, tetapi ia membangkitkan
kesadaran Israel akan tuntutan perjanjian Allah terdapat dalam hukum taurat Musa.
Dalam puisi Ibrani, mempunyai ciri-ciri musik hakiki yang secara alamiah menopang
ungkapan yang bersifat puitis. Pada dasarnya bahasa ibrani terdiri atas kata kerja dan kata benda
yang menjadi fakto dalam penyusun puisi Ibrani.Dan mununjukkan sautu ciri paralelisme,
menurut Lowht paralelisme terbagi dalam tiga hal yaitu bersifat sinonim, antitetis, dan sintetis.
Dalam budaya Timur dekat kuno, mengakui bahwa terdapat kesamaan pengertian maupun aliran
sastra Israel dan kesusasteraan Timur kuno yang mempunyai kesamaan asal, dan hal ini tidak
menyebabkan menurunnya iman dalam PL. dalam ajaran-ajaranya mewujudkan masyarakat
supaya berkembang satu bentuk sastra yang disebut ajaran untuk memberikan tuntutan moral.
Hikmat dalam apokrif, diantara kitab-kitab yang karena berbagai alasan, tidak
dimasukkan dalam kitab kanon Yahudi, ada dua kitab yang sangat masyur mempunyai isi dan
gaya hikmat kanonikal. Teologi tentang hikmat, ciri-ciri secara komprehensif menimbulkan
kesulitan untuk merangkum teologi mereka hanya dalam beberapa halaman. Dalam kitab-kitab
hikmat berbagai ajaran yang mengagumkan tentang Allah, misalnya dalam kitab Ayub melalui
pengalaman tokoh tersebut (Ayub). Karena itu ajaran tentang Allah merupakan persoalan kunci
dalam hikmat sastra hikmat. Dalam sastra hikmat mengambil kesamaan umum paling dasar dari
tatanan msyarakat yaitu perorangan dan membicarakan bagaimana dia dapat memberikan
sumbangan kepada kemantapan masyarakat (stabilitas social).
Arti teologi hikmat pada masa kini, hal-hal terbaru dalam hikmat Alkitabias ialah
pembuktian kebenaran dari karya sastra yang berpengaruh, yang sangat diabaikan pada masa
lalu. Teologi injili tidak pernah kesulitan terhadap, apakah peranan yang tepat dari waktu itu
ataukah menerangkan maksudnya Alkitabiah pada waktu itu ataukah menerangkan maksudnya
pada masa kini. Teologi Alkitabiah dianggap sangat diperlukan jadi kelihatan mutlak dan tepat
arti penting hikmat bagi pria maupun wanita modern.

[3]