Anda di halaman 1dari 5

Laporan Modul 6, MG3017

Humphrey Spiral
Rahmi Putri Utami (12112048) / Kelompok 12 / Hari Jumat, 6 Maret 2015
Asisten : Tomy Prasetya (12511031)
Abstrak praktikum modul 6 Pada modul humphrey
spiral ini, akan dilakukan pemisahan mineral dengan
menggunakan alat humphrey spiral yang bekerja
berdasarkan perbedaan specific gravity mineral. Akan
dilakukan percobaan dengan menggunakan bijih yang
akan dipisahkan dari silika. Tujuan dari modul ini adalah
untuk mempelajari prinsip kerja alat humphrey spiral dan
juga mekanisme pemisahannya, serta mempelajari
operating variable alat serta pengaruhnya pada hasil
pemisahan. Pada proses pemisahan dengan menggunakan
humphrey spiral, mineral yang akan dipisahkan dijadikan
pulp terlebih dahulu. Humphrey spiral itu sendiri adalah
alat yang digunakan untuk proses konsentrasi, yang
memisahkan mineral berdasarkan specific gravity atau
densitasnya. Pada alat humphrey spiral, hasil dari
pemisahan terdiri dari konsentrat, middling, dan tailing.
A. Tinjauan Pustaka
Humphrey Spiral merupakan alat yang digunakan
untuk proses pemisahan mineral berdasarkan prinsip
perbedaan berat jenisnya. Media konsentrasi yang
digunakan adalah air, karena itu sebelum umpan
dimasukkan dalam feeder, umpan harus dijadikan
bentuk pulp terlebih dahulu. Dalam pemisahan
menggunakan humphrey spiral ini, pulp harus tetap
dipertahankan agar persen solid memiliki range
besaran yang tetap di antara 20% - 30%. Metode
pemisahan ini teramasuk ke dalam gravity
concentration.
Prinsip kerja dari alat ini adalah umpan dimasukkan
ke dalam kotak penampung umpan. Kemudian dengan
menggunakan pompa air, pulp umpan dipompa ke atas
spiral. Pulp umpan akan terlebih dahulu melewati
Hydrocyclone. Pada Hydrocyclone umpan dipisahkan
menjadi mineral berat dan mineral ringan. Mineral
berat akan keluar dari Hydrocylone melalui pipa
bagian bawah, sedangkan mineral ringan keluar dari
pipa bagian atas. Umpan memasuki saluran spiral
dalam bentuk campuran yang hampir homogen.
Ketika larutan air beserta umpan mengalir
mengelilingi jalur spiral, pemisahan terjadi pada
bidang vertikal. Pemisahan biasanya terjadi sebagai
hasil perpaduan dari Hindered Settling dan Interstitial
Trickling. Gaya Bagnol juga memberikan kontribusi
yang besar. Hasilnya adalah partikel-partikel yang
berat akan mengalir pada daerah dengan kecepatan
rendah, pada sisi dalam dari bidang spiral, sedangkan
partikel-partikel yang ringan akan mengalir pada
daerah dengan kecepatan tinggi, pada sisi luar bidang
spiral.

Pada daerah berkecepatan rendah diletakkan splitter,


yaitu lubang yang didesain dan berfungsi untuk
menampung mineral berat atau dalam hal ini adalah
mineral berharga. Konfigurasi dan letak (posisi) dari
splitter dapat diatur sesuai dengan konsentrat yang
akan dihasilkan. Hasil akhir yang didapat pada
pemisahan dengan menggunakan metode Humphrey
spiral adalah konsentrat, midling dan tailing.

Gambar pemisahan pada Humphrey Spiral


Gaya-gaya yang bekerja pada alat Humphrey Spiral
yaitu:
Gaya gravitasi
Gaya gesek
Gaya Sentrifugal
Gaya dorong air
Proses pemisahan pada alat Humphrey Spiral dapat
terjadi karena partikel yang berat akan mendekati
pusat spiral atau berada di bagian bawah, sedangkan
partikel yang ringan dan halus akan berada di atas.
Hal ini terjadi karena adanya gaya-gaya tersebut.
Variabel alat Humphrey Spiral yaitu:
Tipe spiral
Jumlah lingkaran spiral
Penampang melintang helix (kemiringan)
Diameter spiral
Posisi spliter
Ketinggian spiral
Bahan spiral
Permukaan spiral
Variabel operasi pada alat Humphrey Spiral yaitu:
Jumlah lingkaran spiral
Konfigurasi spiral
Kecepatan aliran air

Bentuk partikel
Ukuran butir partikel
Perbedaan densitas partikel
Laju pengumpanan

Masukkan umpan ke dalam tangki. Atur


posisi splitter pada alat sehingga terjadi
pemisahan yang baik.

Pada ujung bidang spiral, jika partikel yang lewat


disana terlalu besar maka akan terjadi binding pada
ujung bidang yang terdapat bidang splitter tersebut.
Karena partikel yang bisa masuk splitter adalah
partikel berukuran 10-200 mesh jika lebih besar
partikel akan tertahan sebelum masuk splitter.

Ambil hasil pada splitter dan analisa


kadarnya.

Data percobaan:
1.

Feed (berat total = 25 g)


I
II

Gambar skematik Humphrey Spiral


3.

IV

11

11

II

6
2
4

11

III
2.

III

Konsentrat (berat total = 18,6g)


I
II
III

IV

II

III

Tailing (berat total = 4,7g)


I

II

III

IV

II

III

Digunakan mineral kasiterit (SnO2) atau H dan silika


(SiO2) atau P.
C. Pengolahan Data Percobaan
Diketahui:
Gambar Humphrey Spiral
B. Percobaan dan Data Percobaan
Prosedur percobaan yang dilakukan:
Campurkan 15g kasiterit dengan 10g
SiO2

Sn O =6.95 g /cm
2

Si O =2.648 g /cm 3
2

Untuk menghitung derajat liberasi, digunakan:


Derajat liberasi kasiterit:

Lakukan sampling sebelum mineral


dimasukkan ke alat
Isi tangki penuh dengan air, jalankan
pompa. Amati aliran air pada spiral.
Aliran air diatur kontinyu.

DL=

H x 100
H + P

Derajat liberasi silika:

DL=

P x 100
H + P

DL kasiterit =

23
x 100
23+33

DL kasiterit = 41,071%
Untuk menghitung kadar, digunakan:

DL silika=

Kadar kasiterit:

Kadar=

SnO H
2

Si O P+ Sn O H
2

100

DL silika = 58,929%

Kadar=
Kadar silika:

Kadar=

Si O P
2

Si O P+ Sn O H
2

100

33
x 100
23+33

6.95 98
100
2.648 166+6.95 98

Kadar kasiterit = 64,655%

Kadar=

2.648 166
100
2.648 166+6.95 98

Kadar silika = 35,345%

Feed:

DL kasiterit =

70
x 100
70+ 41

Recovery :

R=

Cxc
x 100
Fxf

R=

18,6 x 75,816
x 100
25 x 81,755

DL kasiterit = 63,063%

DL silika=

41
x 100
70+ 41

DL silika = 36,937%

Kadar=

6.95 70
100
2.648 41+6.95 70

Kadar kasiterit = 81,755%

Kadar=

2.648 41
100
2.648 41+6.95 70

Kadar silika = 18,245%

R = 68,9953%

RoC=

F
C

RoC=

25
18,6

RoC=

Konsentrat:

1,344

43
DL kasiterit =
x 100
43+36

DL kasiterit = 54,43%

DL silika=

Tailing+ Konsentrat
x 100
F eed

Efisiensi alat=

4,7+ 18,6
x 100
25

36
x 100
43+36

DL silika = 45,57%

Kadar=

Efisiensi alat=

6.95 166
100
2.648 48+6.95 166

Efisiensi alat=93,2

Kadar kasiterit = 75,816%

2.648 48
Kadar=
100
2.648 48+6.95 166
Kadar silika = 24,184%

Tailing:

D. Analisa Hasil Percobaan


Pada alat humphrey spiral, hasil akhir pemisahan
adalah konsentrat, middling, dan tailing. Setelah
dilakukan percobaan, hasil akhir ditampung dan
dilakukan grain counting. Setelah grain counting,
didapatkan hasil dan dilakukan perhitungan terhadap
derajat liberasi dan kadar. Setelah dilakukan

perhitungan, didapatkan derajat liberasi dan kadar dari


masing-masing mineral yang digunakan, yaitu
kasiterit (SnO2) dan silika (SiO2) pada konsentrat,
middling, dan tailing.

2.

Gaya-gaya yang bekerja pada partikel mineral


yang menyebabkan terjadinya pemisahan yaitu:
Gaya sentrifugal
Gaya sentrifugal ini bekerja memisahkan
mineral
berharga
dari
pengotornya
berdasarkan perbedaan densitas mineralnya,
dimana mineral dengan densitas lebih besar
akan terlempar mendekati sisi dalam bidang
spiral, sedangkan yang memiliki densitas
lebih kecil akan terlempar ke sisi luar bidang
spiral.
Gaya gesek
Gaya gesek dapat terjadi di antara partikel
mineral yang satu dengan yang lainnya, atau
pun antara partikel dengan permukaan spiral.
Gaya gesek yang terjadi dapat melenpar
mineral ke sisi dalam spiral jika gaya
geseknya lebih besar dibandingkan gaya
sentrifugal, sedangkan jika gaya geseknya
lebih kecil, maka partikel akan terlempar ke
sisi luar spiral.
Gaya gravitasi
Gaya gravitasi ini yang menyebabkan air
mengalir ke bawah dan juga menyebabkan
partikel bergerak ke bawah, selain dari gaya
dorong air.
Gaya dorong air
Gaya dorong air membawa partikel mengalir
mengikuti jalur dari spiral. Gaya dorong air
berasal dari aliran air itu sendiri yang berasal
dari pompa dan mengalir pada jalur spiral.

3.

Fungsi hydrocyclon yang ada pada alat dan


pengaruhnya adalah membawa material bersama
air naik ke atas pada puncak spiral dan menjaga
agar aliran air tidak turbulen pada waktu masuk
spiral. Dengan begitu, %solid dari pulp akan
terjaga, tidak berubah, dan mengalir secara
kontinyu. Pengaruh banyaknya spiral adalah
untuk mendapatkan keadaan steady state, di mana
aliran air tidak turbulen. Semakin banyak jumlah
spiral akan semakin baik untuk menciptakan
keadaan steady state agar pemisahan berlangsung
dengan baik. Dengan kata lain jika jumlah
lingkaran spiral semakin banyak, maka
pemisahan akan memiliki hasil yang lebih baik
dibandingkan dengan jumlah lingkaran spiral
yang lebih sedikit.

4.

Pengaruh faktor berikut terhadap efisiensi


pemisahan:
Laju pengumpanan
Jika laju pengumpanan terlalu besar, maka
pemisahan tidak akan berlangsung dengan
baik, karena mineral akan bertumpuk dan
gaya-gaya yang bekerja pada alat tidak akan
berlangsung dengan baik. Jika laju
pengumpanan terlalu besar tidak akan terjadi
stratifikasi pada permukaan spiral karena
terjadinya penumpukkan partikel mineral

Setelah dilakukan perhitungan, didapatkan berat awal


umpan adalah 300 gram. Sedangkan total dari hasil
akhir, yaitu total dari konsentrat, middling, dan tailing
hanya mencapai 284 gram. Terdapat loss pada alat.
Hal ini dapat terjadi karena mungkin terdapat sebagian
mineral yang masih tertinggal pada wadah baik wadah
umpan atau wadah hasil akhir, adanya kesalahan
dalam penimbangan, atau juga terdapat mineral yang
masih tertinggal di spiral. Jika laju alir air terlalu
kecil, umpan dapat saja tertinggal di spiral dan tidak
terbawa oleh aliran air.
Didapatkan recovery dari kasiterit adalah 66.4418 %.
Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari proses
konsentrasi alat Humphrey Spiral ini kurang baik.
Recovery -nya hanya mencapai 66.4418%, walaupun
efisiensi alat mencapai 94.6667 %. Recovery yang
kecil pada efisiensi alat yang besar menunjukkan
bahwa pemisahan partikel mineral tidak berlangsung
dengan baik, walaupun hampir semua mineral masih
dapat melewati proses dengan baik seperti yang
ditunjukkan oleh efisiensi alat.
Adapun gaya-gaya yang bekerja pada alat humphrey
spiral yang menyebabkan mineral berharga terpisah
dari pengotornya adalah gaya gravitasi, gaya gesek,
gaya sentrifugal, dan juga gaya dorong air. Sedangkan
variable-variable operasi dan alat yang dapat
menyebabkan perbedaan yaitu:
Tipe spiral
Jumlah lingkaran spiral
Penampang melintang helix (kemiringan)
Diameter spiral
Posisi spliter
Ketinggian spiral
Bahan spiral
Permukaan spiral
Variabel Operasi:
Jumlah lingkaran spiral
Konfigurasi spiral
Kecepatan aliran air
Bentuk partikel
Ukuran butir partikel
Perbedaan densitas partikel
Laju pengumpanan
E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
1. bijih yang umum diolah dengan humphrey spiral
adalah bijih yang memiliki perbedaan densitas
yang cukup besar antara mineral yang berharga
dengan mineral pengotornya. Contohnya adalah
bijih besi, kromit, kasiterit, zircon, rutile,
monazite, dan batubara.

yang tidak sempat terpisahkan oleh aliran air.


Tetapi jika laju pengumpanan terlalu kecil,
walaupun pemisahan akan berlangsung
dengan baik, tidak akan efisien karena
banyak air yang terbuang.
Selang ukuran umpan
Selang ukuran umpan yang ideal adalah -35#
+48# (0,015 mm - 0,8 mm). Jika terlalu kecil
dapat menyulitkan proses pemisahan, karena
tidak terjadi stratifikasi pada lapisan di atas
fluida. Jika terlalu besar juga akan
menyulitkan pemompaan dan aliran air tidak
cukup untuk melakukan pemisahan. Selain
itu, jika selang ukuran umpan terlalu jauh
berbeda, sehingga ukuran partikel tidak
homogen, pemisahan tidak akan berlangsung
dengan baik.
%solid umpan
Idealnya persen solid pada umpan adalah
15%.
Pengaruhnya
adalah
terhadap
penciptaan kondisi hindered settling. Persen
solid yang terlalu besar akan menyulitkan
pemompaan, sedangkan jika terlalu kecil jadi
tidak ekonomis.

F. Kesimpulan
Humphrey Spiral merupakan alat yang digunakan
untuk proses pemisahan mineral berdasarkan prinsip
perbedaan berat jenisnya. Media konsentrasi yang
digunakan adalah air. Prinsip kerja dari alat Humphrey
Spiral ini adalah pulp umpan dengan %solid tertentu
dialirkan pada alat, lalu akan terbawa oleh aliran air
pada spiral. Berdasarkan gaya sentrifugal, gaya gesek,
gaya gravitasi, dan gaya dorong air yang bekerja pada
alat, maka mineral yang berat akan terpisahkan dari
mineral yang ringan. Mineral berat akan berada pada
bagian dalam spiral, sedangkan mineral yang ringan

akan berada pada sisi luar spiral. Pada bagian bawah


spiral, terdapat splitter yang akan memisahkan mineral
menjadi konsentrat, middling, dan tailing.
Adapun variabel alat Humphrey Spiral yaitu:
Tipe spiral
Jumlah lingkaran spiral
Penampang melintang helix (kemiringan)
Diameter spiral
Posisi spliter
Ketinggian spiral
Bahan spiral
Permukaan spiral
Dan variabel operasi pada alat Humphrey Spiral yaitu:
Jumlah lingkaran spiral
Konfigurasi spiral
Kecepatan aliran air
Bentuk partikel
Ukuran butir partikel
Perbedaan densitas partikel
Laju pengumpanan
G. Daftar Pustaka
Wills, Barry A.1992. Mineral Processing
Technology 5th edition.Pergamon Press : Canada.
Kelly, Errol G..1982.Introduction to Mineral
Processing.AWiley-Interscience
Publication:Canada.
http://www.outotec.com/files/Technology/Docum
ents/Physical%20Separation/Technical
%20Papers/HINDSETIMPROVEGRAVITY.pdf
H. Lampiran
Foto Alat Humprey Spiral di Laboratorium Pengolahan
Bahan Galian