Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRATIKUM BOTANI EKONOMI

OBSERVASI SERAT , GULA DAN VITAMIN DALAM SAYURAN DAN BUAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Pratikum Botani Ekonomi
Yang Dibimbing Oleh Ibu Dr. Murni Saptasari, M.Si

OLEH:
KELOMPOK 2
ANIS ROCHANI
HESTI NUR CHOIRUNNISA
MIRZA YANUAR RIZKY
SITI AMINAHTUL M.

(130342615317)
(130342615321)
(130342615308)
(130342615337)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGAM STUDI BIOLOGI
September 2015

A. TOPIK
OBSERVASI SERAT, GULA DAN VITAMIN DALAM SAYURAN DAN BUAH
B. TUJUAN
a. Mengetahui kandungan serat dalam sayuran dan buah
b. Mengidentifikasi adanya gula dan vitamin dalam sayuran dan buah
C. ALAT DAN BAHAN
1. Observasi serat dalam sayuran dan buah
Alat
1.
2.
3.
4.

Mortar dan pistil


Beaker glass 100 ml
Pisau
Lampu spiritus, kaki tiga, dan kasa

Bahan
1. Daun

bayam,

daun

singkong,

wortel, kentang, kacang panjang


2. Floroglusin dan HCL 25%

asbes
5. Lup
6. Korek api
2. Observasi gula dan vitamin dalam sayuran dan buah
Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tabung reaksi
Mortar dan pistil
Kaca benda dan kaca penutup
Mikroskop cahaya
Pipet tetes
Lampu spiritus
Penjepit tabung reaksi
Korek api
Rak tabung reaksi

Bahan
1. Sayuran : Daun singkong, daun
bayam, wortel, kentang, kacang
panjang, manisah. Buah : Apel
2. Larutan Fehling A dan Fehling B
3. Asan Pikrat
4. Kertas label

D. CARA KERJA
1. Observasi serat dalam sayuran dan buah
Sediakan sepotong daun singkong, daun bayam, wortel, kentang, kacang panjang.
Rebuslah masing-masing potongan hingga lunak dan geruslah dengan mortar dan
pistil.
Amatilah dengan mata telanjang dan lup, apa yang tambak? Catatlah.
Amatilah sedikit hasil gerusan kemudian letakkan pada kaca penutup. Tetesilah masingmasing gerusan dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, apa yang tempak? Catatlah!
Amatilah preparat dengan mikroskop cahaya untuk memastikan adanya serat.
2. Observasi gula dan vitamin dalam sayuran dan buah
Ambillah beberapa tabung reaksi dan berilah label pada tabung sesuai dengan bahan
pada cara kerja 2.

Masukkan Fehling A dan Fehling B dalam volume yang sama ke dalam masingmasing tabung, kemudian kocoklah hingga homogen..
Masukkan seujung spatula hasil gerusan. Langkah 2b pada masing-masing tabung.
1. Untuk observasi gula : panaskan masing-masing tabung yang telah diisi fehling A dab
B dan bahan pada lampu spiritus hingga mendidih, jaga agar larutan tidak tumpah
selama pemanasan dengan cara tabung reaksi digerak-gerakkan. Amatilah perubahan
yang terjadi, simpulkan !
2. Untuk observasi vitamin B : ambillah sayur dan buah yang masih segar. Geruslah
dengan air, saringlah , ambilah 1-2 tetes filter tetesan dengan larutan asam pikrat,
tunggu beberapa saat ; apakah terbentuk kristal? Untuk memastikan, amatilah dengan
mikroskop cahaya, kemudian gambarlah bentuk kristalnya !
3. Untuk observasi Vitamin C : Ambilah sayur dan buah yang masih segar , Geruslah
dengan air , saringlah. Catatlah warna awal dari larutan, tambahkan pada campuran
fehling A dan B ynag sudah dikocok homogen! Amatilah perubahan warna yang
terjadi! Reaksi apakah itu, Jelaskan ?

E. DATA PENGAMATAN
1. Tabel Hasil Observasi Serat dalam Sayuran dan Buah
NO
1

Nama Bahan
Daun singkong

Daun bayam

Wortel

Gambar

Kentang

Kacang panjang

2. Tabel Hasil Observasi Gulan dan Vitamin dalam Sayuran dan Buah
Pengamatan Gula
Foto

Keterangan
Bayam negatif

Wortel positif

Kentang negatif

Daun singkong negatif

*Hasil Positif bila perubahan yang dihasilakan warna merah bata


Pengamatan vitamin C
Foto

Keterangan
Wortel negatif
Belimbing positif
Markisa positif
Apel negatif

* Hasil Positif bila perubahan yang dihasilakan warna hijau


Kristal Vitamin B
Foto

Keterangan

Apel 10X10

Belimbing Waluh 10x10


Apel version 2 10x10
Daun singkong 10x10
Ini di Bayam, tapi kayaknya
bukan Kristal vitamin B :p
F. ANALISIS DATA
1. Observasi serat dalam sayuran dan buah
Berdasarkan hasil Observasi serat dalam sayuran dan buah, sayuran yang digunakan
adalah daun singkong, daun bayam, wortel, kentang, dan kacang panjang. Pada pengamatan
daun bayam secara mata telanjang dan lup terlihat serat-serat pada ekstrak daun bayam.
Kemudian dilanjutkan pengamatan menggunkan mikroskop cahaya dengan mengambil
sedikit ekstrak daun bayam dan ditaruh dikaca bendan dan ditutup kemudian ditambah
dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, maka terlihat serat pada daun bayam yang begitu
jelas dan serat terlihat lebih besar.
Pada pengamatan daun singkong secara mata telanjang dan lup terlihat sedikit serat pada
ekstrak daun singkong. Kemudian dilanjutkan pengamatan menggunkan mikroskop cahaya
dengan mengambil sedikit ekstrak daun singkong dan ditaruh dikaca bendan dan ditutup
kemudian ditambah dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, maka terlihat serat pada daun
singkong tidak terlalu jelas.
Pada pengamatan wortel secara mata telanjang dan lup terlihat serat-serat pada ekstrak
wortel. Kemudian dilanjutkan pengamatan menggunkan mikroskop cahaya dengan
mengambil sedikit ekstrak wortel dan ditaruh dikaca bendan dan ditutup kemudian ditambah
dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, maka terlihat serat pada wortel jelas dan seratnya
lembut.
Pada pengamatan kentang secara mata telanjang dan lup terlihat banyak serat pada
ekstrak kentang. Kemudian dilanjutkan pengamatan menggunkan mikroskop cahaya dengan
mengambil sedikit ekstrak kentang dan ditaruh dikaca bendan dan ditutup kemudian

ditambah dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, maka terlihat jelas dan banyak serat
pada kentang.
Pada pengamatan kacang panjang secara mata telanjang dan lup terlihat serat pada ekstrak
kacang panjang. Kemudian dilanjutkan pengamatan menggunkan mikroskop cahaya dengan
mengambil sedikit ekstrak kacang panjang dan ditaruh dikaca bendan dan ditutup kemudian
ditambah dengan Reagen Floroglusin dan HCL 25%, maka terlihat serat pada kacang panjang
yang sangat jelas.
2.

Observasi gula dan vitamin dalam sayuran dan buah

G. PEMBAHASAN
1. Observasi serat dalam sayuran dan buah
Serat adalah zat dari makanan yang penting bagi kesehatan, dan yang akan
menghindarkan kita dari masalah kesehatan seperti, jantung, sembelit, kanker, diabetes,
obesitas dan racun. Serat terutama berperan penting dalam proses pencernaan manusia. Salah
satu fungsi serat dalam pencernaan adalah membantu penyerapan glukosa sehingga gula yang
masuk ke sel-sel darah akan melambat, dan bahkan menjaga tingkat gula darah yang normal.
Serat akan menghasilkan asam organik penting yang berguna untuk memelihara lapisan usus.
(Deddy, 2001)
Serat merupakan zat yang dicerna tanaman dan merupakan bentuk dari karbohidrat yang
tidak dapat dipecah menjadi nutrisi. Dengan demikian serat dapat melewati saluran
pencernaan manusia tanpa mengalami perubahan apapun. Zat serat akan memperlambat
proses makan didalam sistem pencernaan, dan juga akan mencegah kita selalu merasa lapar.
Ada dua jenis serat:
1.

Serat tidak larut dalam air : Terbuat dari sel-sel tanaman, dan tak larut dalam air,
meskipun tidak larut dalam air namun dapat menyerap air serta meningkatkan tekstur
dalam volume tinja dan serat ini banyak terdapat dalam sayuran hijau, gandum utuh, biji-

2.

bijian, buah-buahan (seperti tomat, kiwi dan alpukat).


Serat larut dalam air : Terbuat dari karbohidrat dan larut dalam air, akan membantu
untuk menjaga kolesterol dan kadar gula darah dalam tubuh manusia. Serat ini akan
membentuk gel saat melalui saluran pencernaan dengan menyerap air dan serat ini
banyak terdapat dalam kacang almond, sayuran (seperti brokoli dan wortel), buahbuahan (seperti apel, pisang, pir dan berry). (Feri, 2010)
Serat banyak ditemukan pada buah-buahan, sayur, kacang-kacangan, padi-padian, agar-

agar dan gandum. Serat makanan tidak bisa diserap di dalam usus halus. itulah sebabnya,

serat tak lagi memasuki saluran darah. Walau tidak gampang dicerna tubuh, serat nyatanya
mempunyai fungsi mutlak bagi tubuh manusia. Serat termasuk zat makanan yang tidak
menghasilkan energi. Serat ini terbawa melalui usus halus menuju usus besar dengan gerak
peristaltik usus. Keberadaan serat dalam usus besar dapat menolong sistem metabolisme di
usus besar. Serat ini sangat berfungsi untuk memperlancar pembuangan hasil dari metabolism
tubuh. Semua buah-buahan dan sayuran kaya akan serat meskipun dalam jumlah yang
berbeda menurut jenisnya. Serat sebagai penyusun sel tanaman. Sayuran serat yang baik
disebutkan pada sayuran buncis putih, kapri, bayam, biji wijen, kedelai, buah apricot, dan
kismis. Makanan ini kaya akan selulosa, hemiselulosa, lignin dan pectin.(Sutrisno, 2010)
Sayuran berdaun hijau adalah sumber makanan yang kaya nutrisi penting, seperti zat
besi, beta -karoten dan serat. Menurut para ahli gizi , sayuran hijau seperti bayam, lobak, dan
bit hijau, adalah sumber serat terbaik. Per porsi 1 cangkir sayuran ini bisa mengandung 4
sampai 5 g serat. (Anik, 2010)
Pengamatan pada daun bayam terlihat banyak serat dan ketika dilihat menggunakan
mikroskop cahaya seratnya sangat jelas. Pada daun bayam terhitung sayuran memiliki serat
tinggi dengan kandungan 2, 8 gram per 100 gram bahan. Bayam juga memiliki kandungan
provitamin a, vit. c, zat besi, kalium, serta magnesium. bayam berguna untuk menghindar
berlangsungnya anemia, melindungi kesehatan sistem pencernaan, turunkan risiko serangan
kanker, menghindar berlangsungnya diabetes millitus, turunkan berat badan, serta turunkan
berat badan, serta turunkan kolesterol darah. (Tensiska, 2008)
Pengamatan pada daun singkong terdapat serat yang sedikit, dan ketika dilihat dengan
mikroskop seratnya tidak begitu jelas. Hal ini sesuai dengan literatur bahwa kandungan serat
pada daun singkong memang sedikit. Pada daun singkong juga mengandung nutrisi yang
sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Kandungan serat pada daun singkong per 100 gram
bahan adalah 1,8 gram. Mengonsumsi daun singkong yang tinggi serat akan sangat
bermanfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar
kolesterol, dan membantu pencernaan. (Olwin,2005)
Pengamatan pada wortel terdapat serat yang banyak ketika dilihat dengan kasat mata dan
lup. Dan ketika diamati dengan mikroskop serat pada wortel bsangat banyak dan seratnya
terlihat kecil-kecil banyak dan lembut. Hal ini sesuai dengan literatur bahwa wortel
mengandung serat yang tinggi. Kandungan serat didalam wortel tergolong tinggi, yakni 4
gram per 100 gram bahan. wortel juga memiliki kandungan vit. a, b, serta c, betakaroten, dan
mineral kalium, magnesium, serta fosfor. wortel berguna untuk kurangi risiko kanker,

turunkan kolesterol darah, melindungi kesehatan mata, membuat lancar saluran pencernaan,
menghindar konstipasi, serta melindungi kesehatan hati. (Olwin,2005)
Pengamatan pada kentang terdapat serat ketika dilihat dengan lup, dan ketika dilihat
dengan mikroskop serat pada kentang telihat sangat jelas. Kentang adalah salah satu makanan
sumber pati, vitamin, mineral dan serat . 100 g kentang terdapat 70 kalori (namun hanya
mengandung lemak yang sedikit, sekitar 0.1 g per100 g), serat 2,5 g 7% dan kolesterol.
Kentang adalah sumber alam serat larut dan serta tidak larut yang baik. Serat makanan yang
terdapat pada kentang, membantu mencegah sembelit, mengurangi penyerapan kolesterol
makanan dan menurunkan kolesterol jahat LDL . Selain itu, serat juga akan membantu
melindungi dari penyakit polip usus dan kanker.
Pengamatan pada kacang panjang secara kasat mata serat yang ada sangat banyak dan
ketika dilihat menggunakan mikroskop serat pada kacang panjang sangat jelas dan banyak.
Hal ini sesuai dengan literar yang menyebutkan bahwa kacang panjang adalah sayuran yang
kaya serat. Dalam tiap 100 gram kacang panjang rebus, terdapat kandungan serat mencapai 4
gram atau memenuhi 15% kebutuhan serat harian kita. Serat dalam kacang panjang tersedia
dalam bentuk pektin, yang merupakan serat larut, sehingga sangat baik untuk membantu
menjaga kadar gula darah dalam level normal, juga untuk metabolisme lemak yang normal.
(Tensiska, 2008)
2. Observasi gula dan Vitamin pada sayuran dan buah
H. KESIMPULAN
I. Kandungan serat pada bahan amatan yang sudah dilakukan pengujian sangat bervariasi,
menurut literatur yang ada kandungan serat paling tinggi yaitu pada woterl dan kacang
panjang, dan paling rendah adalah daun singkong.

DAFTAR PUSTAKA

Anik Herminingsih, 2010. Manfaat Serat dalam Menu Makanan.Universitas


Mercu Buana, Jakarta.
Deddy Muchtadi, 2001. Sayuran Sebagai Sumber Serat Pangan untuk
Mencegah Timbulnya Penyakit Degeneratif. Jurnal Teknol. dan
Industri Pangan, Vol. XII, No. 1 Th 2001.
Feri Kusnandar, 2010.Mengenal Serat Pangan. http://itp.fateta.ipb.ac.id.
Olwin Nainggolan dan Cornelis Adimunca, 2005. Die Sehat Dengan Serat.
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005 Departemen Kesehatan RI,
Jakarta.
Sutrisno

Koswara,

2010.

Serat

Makanan

Membuat

Usus

Nyaman.

www.ebookpangan.com
Tensiska, 2008. Serat Makanan. Jurusan Teknologi Industri Pangan. Fakultas
Teknologi Industri Pertanian. Universitas Padjadjaran, Bandung