Anda di halaman 1dari 56

META PARADIGMA KEPERAWATAN DARI BEBERAPA TEORI

IMPLEMENTASI PADA PEMINATAN JIWA

Disusun Untuk Memenuhi Penugasan Kelompok Mata Kuliah Sains


Keperawatan

Di susun Oleh Kelompok


Yuldensia Avelina

(146070300111002)

Zulian Efendi

(146070300111005)

I Nengah Darthayasa

(146070300111007)

Zidni N. Yuhbaba

(146070300111014)

Wenny Nugrahati C

(146070300111015)

Helena Pangaribuan

(146070300111016)

Athi Linda Yani

(146070300111017)

Indah Mukarromah

(146070300111018)

Fransisca E. Damayanti

(146070300111022)

PROGAM MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2014
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................
1
1.2 Tujuan..................................................................................................................
2
1.3 Manfaat................................................................................................................
2
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Metaparadigma..................................................................................
4
2.2 Perbedaan Pandangan Metaparadigma...............................................................
6
BAB III PEMBAHASAN
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan .........................................................................................................
52
4.2 Saran...................................................................................................................
52
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan
kesehatan yang bersifat komprehensif meliputi biopsikososiokultural dan spritual
yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik dalam
keadaan sehat maupun sakit dengan pendekatan proses keperawatan.
Pelayanan keperawatan yang berkualitas didukung oleh pengembangan
teori dan model konseptual keperawatan. Perlu diyakini bahwa penerapan suatu
teori keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan akan berdampak
pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Pelayanan keperawatan
sebagai pelayanan profesional akan berkembang bila di dukung oleh teori dan
model

keperawatan

serta

pengembangan

riset

keperawatan

dan

diimplementasikan di dalam praktek keperawatan.


Dunia keperawatan memiliki perkembangan yang cukup pesat hal ini
ditandai dengan munculnya berbagai teori dan konseptual keperawatan, dimana
masing-masing teori

dan konseptual tersebut muncul untuk menjawab

tantangan, fenomena dan permasalahan pada masanya. Kita tentu mengenal


Florence Nigtingale (1820-1910) yang dikenal dengan Lady with the lamp
dengan pendekatan teorinya pada aspek lingkungan, teori ini muncul untuk
menjawab permasalah yang dialami para korban perang Crime (Kozier, 2011).
Dalam keperawatan Jiwa model konseptual keperawatan dikembangkan oleh
para ahli keperawatan dengan harapan dapat menjadi kerangka berpikir perawat,
agar perawat memahami konsep ini sebagai kerangka konsepdalam memberikan
asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan.
Teori dan konseptual keperawatan yang mengarah kepada kejiwaan adalah
tentang konsep Interpersonal yang berasal dari Hildegrad Peplau, dia
mengenalkan konsep Interpersonal pada tahun 1592. Gagasan Peplau melalui
pengembangan kepribadian pada individu merupakan sebuah nilai tepat untuk
diaplikasikan dalam keperawatan jiwa. Keperawatan jiwa dalam praktiknya saat

ini memandang manusia secara utuh dalam segi bio-psiko-sosial-spiritual.


Penerapan hubungan interpersonal dari Peplau dapat dikatakan merupakan
terapan aspek yang mencakup keseluruhan dari dimensi manusia (Alliood,
2014). Dimana titik tolaknya pada hubungan perawat dan pasien. Peplau
merumuskan beberapa hal terkait dengan komunikasi terapiutik, sehingga dapat
menjawab permasalahan bagi pasien, khususnya pasien yang memiliki masalah
psikosis (Kozier, 2011). Pengembangan teori yang mengacu pada model konsep
teori Peplau dilanjutkan oleh Phil Barker melalui penerapan teori Tidal model
untuk pemulihan kesehatan jiwa. Tidal model berfokus pada proses perubahan
yang ada pada semua orang. Model ini berusaha untuk mengungkapkan arti dari
pengalaman seseorang dan bertujuan untuk memberdayakan seseorang untuk
memimpin pemulihannya sendiri. Pengembangan teori tidal model dari Barker ini
mengadopsi pada 3 hal yaitu konsep hubungan interpersonal oleh Peplau, teori
kesehatan mental dan pemberdayaan dalam hubungan interpersonal.
Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan
dengan harapan dapat menjadi kerangka berpikir perawat, sehingga perawat
dapat melakukan pendekatan penanganan masalah keperawtan secara tepat
yang diaplikasikan dalam pemberian asuhan keperawatan, terlebih pasien
dengan gangguan Kejiwaan
1.2 Tujuan
1.2.1 Menjelaskan teori yang dikemukakan oleh Hildegrad Peplau dan Phil
Barker
1.2.2 Menganalisis teori yang dikemukakan oleh Hildegrad Peplau dan Phil
Barker.
1.2.3 Mengaplikasikan teori Peplau dan Phil Barker ke dalam asuhan
keperawatan jiwa
1.3 Manfaat
1.3.1 Praktis
Pembelajaran ini diharapkan dapat digunakan dalam mengembangkan
keperawatan

secara

klinis,

dengan

mengadopsi

pendekatan

dari

teori

keperawatan yang ada dan memiliki dasar Evidence Based Praktis (EBP),
sehingga setiap tindakan keperawatan yang dilakukan perawat memiliki dasar

yang jelas, dan akan semakin mempercepat kesembuhan pasien juga dilindungi
oleh hukum
1.3.2 Akademis
Sebagai dasar institusi pendidikan dalam memberikan materi kepada para
peserta didiknya, sehingga dalam tantanan praktik, mereka lebih percaya diri
dalam melakukan tindakan, bahkan ketika disandingkan dengan disiplin lain,
profesi
sendiri.

keperawatan akan mampu berpijak pada aturan dan keilmuannya

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Metaparadigma
Paradigma diartikan sebagai cara pandang terhadap suatu fenomena
dalam suatu objek material. Sedangkan metaparadigma merupakan sebuah
pandangan yang umum dari suatu disiplin ilmu yang dijadikan sebagai
pedoman untuk mengidentifikasi fenomena dengan cara yang unik (McEwen
& Wills, 2011). Dalam (Masters, 2014) disebutkan bahwa metaparadigma
dalam keperawatan terdiri dari manusia, lingkungan, kesehatan, dan
keperawatan yang kemudian menjadi acuan dalam perumusan suatu model
konseptual.
Konseptual model merupakan kerangka kerja yang menjadi panduan
untuk menggambarkan suatu fenomena dan realita dalam disiplin ilmu
keperawatan. Konseptual model terdiri dari kerangka yang berbeda yang
dibuat oleh berbagai pengikut pelopor dalam keperawatan untuk mengamati
dan menafsirkan suatu fenomena. (Alligood, 2014).
Berbeda dengan konseptual model yang masih bersifat abstrak, teori
keperawatan lebih bersifat konkrit dengan menggunakan konsep untuk
menjelaskan suatu realita atau fenomena. Teori keperawatan merupakan
kesatuan konsep-konsep, definisi- definisi, dan asumsi yang tersusun secara
sistematis

yang

menjelaskan

fenomena

asuhan

keperawatan.

Teori

keperawatan terdiri dari hasil karya yang berasal dari filosofi keperawatan,
konseptual model, maupun karya disiplin lain yang diklasifikasikan untuk
dikembangkan

(Alligood,

2014).

Teori-teori

keperawatan

umumnya

diklasifikasikan tergantung pada tingkat abstraksinya (Alligood, 2014).


Beberapa tokoh filsafat keperawatan membuat teori yang masih bersifat
umum dalam keperawatan. Teori tersebut masih abstrak untuk dapat
diaplikasikan, sehingga menjadi dasar untuk perkembangan teori selanjutnya
(Masters, 2014). Teori teori tersebut dibedakan dalam beberapa tingkatan
sesuai dengan cakupannya sebagai berikut; grand teory menjelaskan teori
yang masih bersifat kompleks dan luas cakupannya sehingga biasanya

penerapannya masih bersifat umum (McEwen & Wills, 2011). Middle range
theory menjelaskan teori yang bersifat konkrit, fokus pada masalah tertentu,
serta spesifik dalam mengatasi fenomena keperawatan (Alligood, 2014). Dan
micro theory (practice theory) menjelaskan teori yang lebih spesifik dan
sempit cakupannya (terbatas), sehingga lebih mudah didefinisikan pada
suatu fenomena dan bersifat aplikatif (McEwen & Wills, 2011).
Beberapa tokoh dalam teori keperawatan memiliki perbedaan pandangan
dalam mendefinisikan metaparadigma keperawatan. Penjelasan masingmasing

tokoh

mengenai

metaparadigma

keperawatan

klasifikasi/tingkatan teori akan dijelaskan sebagai berikut.

berdasarkan

2.2 Perbedaan Pandangan Metaparadigma

Filsafat Keperawatan (Nursing Philosophies)


N Tahu
Nama
o.
n
Tokoh
1. 1860 Florence
Nightingal
e

Penekanan
Teori
Berfokus pada
Lingkungan

Manusia
Pasien dalam
kontek lingkungan
keseluruhan :
Lingkungan fisik,
Psikologis, dan
Sosial.
pasien adalah
individu yang
memiliki kekuatan
vital alamiah yang
dibutuhkan proses
perbaikan Pasien
dihargai atas latar
belakangkehidupan
nya masingmasing.

Metaparadigma
Kesehatan
Lingkungan
Keperawatan
Ketika seseeorang
Lingkungan
1.Perawat adalah
mampu melakukan
yangdidefinisikan
orang yang
aktifitas dalam
oleh
membantu proses
kehidupan sehariNightingaledigamb penyembuhan
hari. Penyakit dan
arkan sebagai
pasien, dimana
sakit adalah proses
elemen-elemen
perawat lebih
perbaikan secara
eksternal yang
dituntut harus bisa
alamiah pada saat
mempengaruhi
membuat
manusia tidak pada
kesehatan orang
lingkungan fisik,
kondisi sehat.
yang sehat dan
psikologis, dan
Penyakit tidak selalu sakit dan meliputi
sosial pasien selalu
membuat orang
semua yang
nyaman dengan
menderita.
berkaitan dengan
lingkungan yang
Penyebab
makanan dan
bersih.
penderitaan lebih
hubungan pasien
2.Perawat dapat
banyak dikarenakan sampai dengan
menciptakan dan

Intervensi
Keperawatan

Ketera
ngan

kondisi lingkungan
buruk, makanan
yang buruk atau
kelemahan spiritual.
Upaya
mempertahankan
kesehatan dilakukan
dengan cara
mencegah penyakit
melalui kontrol
lingkungan dan dan
tanggung jawab
sosi

interaksi verbal dan


non verbal pasien
Nightingale tidak
secara khusus
membedakan
lingkungan pasien
dalam aspek fisik,
psikologis dan
social, tetapi dari
tulisan-tulisan yang
dibuatnya dapat
teridentifikasi
bahwa ia
memberikan
penekanan pada
lingkungan fisik.
Lingkungan sehat
dilihat dalam
situasi rumah sakit,
rumah tinggal dan
kondisi fisik
pemukiman
kumuh.
Menurutnya,
lingkungan yang
sehat penting bagi
pemberian asuhan
keperawatan yang
tepat. Lima
komponen penting
lingkungan yang

mempertahankan
lingkungan
terapeutik yang
akanmeningkatkan
kenyamanan dan
prosespenyembuh
an pasien. bahwa
orang sakit yang
miskin akan
merasakan
manfaat dari
perbaikan
lingkungan yang
mempengaruhi
tubuh dan pikiran
mereka. Perawat
dapat merubah
status sosial orang
miskin dengan
memperbaiki
kondisi lingkungan
fisik dan psikologis
mereka.

sehat, meliputi:
1) udara bersih,
2) air bersih,
3)pembuangan air
yang efisien,
4) kebersihan, dan
5) pencahayaan.
2. 1979 Jean
Watson

Caring/perhati Manusia harus


an, empati dan dihargai untuk
peduli
dirawat, dihormati,
dipelihara dan
dibantu sebagai
diri yang dapat
melakukan fungsi
tubuh secara
maksimal
Interelasi
hubungan antara
manusia dan
lingkungan yang
dapat
meningkatkan

Kesehatan adalah
keseimbangan
antara fikiran, tubuh
dan jiwa, seseorang
yang telah telah
berhasil
mengharmonisasika
n fikiran, tubuh dan
jiwa akan memilki
derajat kesehatan
yang lebih tinggi
Jika fungsi fisik
optimal
kemampuan
beradaptasi akan
baik dan tidak ada
penyakit

Lingkungan sangat
mempengaruhi
untuk proses
penyembuhan
pasien dan
membantu
meningkatkan
kesadaran dan
kemauan manusia
sehingga ruangan
perawatan yang
tenang, dan
menyembuhkan
dan meningkatkan
kondisi sprituil klien

Keperawatan
Membangun
adalah seni untuk
lingkungan yang
membantu
carativ :
manusia mencapai 1. Sistem nilai
keharminisan
humanistik
fikiran, jiwa dan
dan altruistik
raga dengan
(mengutamak
mempromosikan
an
kesehatan,
kepentingan
mencegah
orang lain)
penyakit, merawat 2. Kejujuran dan
dan memulihkan
harapan
kesehatan dari
3. Senstif pada
kondisi sakit
pribadi dan
orang lain
4. percayaRasa
tolong
menolongSaling
percaya,
hubungan
antar sesama

3. 1984 Patricia
Benners

Teori From
Novice to

Adalah menjadi
sebuah self-

Kesehatan adalah
apa yang dapat

Menggunakan
istilah situasi

Merupakan
hubungan antar

manusia
5. Mengekspresi
kan perasaan
positif dan
negatif
6. Proses
pemecahan
masalah
keperawatan
yang kreatif
7. Proses belajar
mengajar
transpersonal.
8. Lingkungan
fisik, social,
spiritual dan
mental yang
supportif,
protektif, dan
korektif.
9. Pertolongan
dalam
memenuhi
kebutuhan
manusia.
10.
Kekuata
n spiritualfenomenologik
al-eksistensial
Filosofi
Penjela
keperawatan
san

(Kebijaka
n klinik
dalam
praktik
keperawa
tan)

Expert
menjelaskan 5
tingkat/ tahap
akuisisi peran &
perkembangan
profesi
meliputi :
1. Novice
2. Advance
Beginner
3. Competent
4. Proficient
5. Expert

4. 1952 Hildegard Hubungan


Peplau
Interpersonal

interpreting, yaitu,
orang tidak datang
ke dalam dunia
namun
mendapatkan
untuk ditetapkan,
didefinisikan dalam
perjalanan hidup
kehidupan.Orang
juga telahsebuah
usaha &
nonreflective
pemahaman diri di
dunia, dipandang
sebagai peserta
dalam arti umum
Individu dipandang
sebagai suatu
organisme yang
hidup dalam
keseimbangan
yang tidak stabil
yang berjuang
dengan caranya
sendiri untuk
megurangi
ketegangan yang
disebabkan oleh
kebutuhan. Tiap

dinilai, sedangkan
kesejahteraan
manusia pengalaman
kesehatan atau
keutuhan
Kesejahteraan dan
menjadi sakit yang
dipahami sebagai
cara yang berbeda di
dunia. Kesehatan
yang digambarkan
sebagai bukan hanya
tidak adanya
penyakit dan
penyakit

daripada
lingkungan, situasi
karena
menyampaikan
lingkungan sosial
dengan sosial dan
arti yang lebih
dalam dari
definisinya
Ini berarti bahwa
setiap orang, ada di
masa lalu, & masa
depan, yang
meliputi makna
dirinya sendiri,
kebiasaan, &
perspektif,
pengaruh situasi.
Suatu perkembangan Lingkungan
kepribadian dan
merupakan
proses kemanusiaan kekuatan yang
yang
berada di luar
berkesinambungan
organisme dimana
ke arah kehidupan
Budaya, adat
yang kreatif,
istiadat dan
konstruktif dan
kebiasaan serta
produktif.
keyakinan
merupakan faktor
yang perlu
dipertimbangkan
dalam menghadapi

manusia
Mengerti praktek
keperawatan
sebagai perawatan
dan studi tinggal
pengalaman dari
kesehatan,
penyakit, dan
penyakit dan
hubungan di antara
tiga elemen ini

Banners adalah
sebuah kondisi
yang dinamis,
praktek muncul
berasal dari
perspektif
holistik yang
memegang
filsafat, praktek,
penelitian, dan
teori yang saling
terkait dan
hermeneutik
Pemenuhan
kebutuhan
manusia

Suatu proses
interpersonal yang
bermakna, bersifat
terapeutik.
Keperawatan
diaplikasikan untuk
membantu klien
dalam memenuhi
kebutuhan dirinya
dan memulihkan
penyakitnya.
Tujuan
keperawatan

1. Fase Orientasi
; Perawat dan
pasien
melakukan
kontrak awal
untuk menjalin
trust, terjadi
proses
pengumpulan
data.
2. Fase
Identifikasi ;
Perawat

tentang
tingkat
an
profesi
perawa
t

individu merupakan
makhluk yang unik,
mempunyai
persepsi yang
dipelajari dan ide
yang telah
terbentuk dan
penting untuk
proses
interpersonal.

individu

adalah untuk
mendidik klien dan
keluarga dan untuk
membantu klien
mencapai
kemantapan
pengembangan
kepribadian

sebagai
fasilitator
untuk
memfasilitasi
ekspresi
perasaan
pasien,
melaksanakan
asuhan
keperawatan
3. Fase
Eksplorasi;
Perawat telah
membantu
pasien dalam
memberikan
gambaran
kondisi pasien
4. Fase
Resolusi;
Perawat
berusaha
secara
bertahap
untuk
membebaskan
pasien dari
ketergantunga
n terhadap
tenaga
kesahatan dan

5. 1961 Ida Jean


Orlando

Teori yang
dikembangkan
oleh Orlando
adalah The
Dynamic
Nurse Patient
Relationshipat
au Nursing
Process
Theory.
Orlando
menekankan
ada hubungan
timbal balik
antara pasien
dan perawat.
Perkataan dan
tindakan
keduanya
akan saling
mempengaruh
i, berbagai
elemen pada
proses
keperawatan,
serta

Manusia bertindak
atau berperilaku
secara verbal dan
nonverbal, kadangkadang dalam
situasi tertentu
manusia dalam
memenuhi
kebutuhannya
membutuhkan
pertolongan, dan
akan mengalami
distress jika
mereka tidak dapat
melakukannya. Hal
ini dijadikan dasar
pernyataan bahwa
perawat
profesional harus
berhubungan
dengan seseorang
yang tidak dapat
menolong dirinya
dalam memenuhi
kebutuhannya.

Sehat diasumsikan
sebagai bebas dari
ketidaknyamanan
fisik dan mental dan
merasa adekuat dan
sejahtera
berkontribusi
terhadap sehat.
Perasaan adekuat
dan sejahtera dalam
memenuhi
kebutuhannya
berkontribusi
terhadap sehat.

Lingkungan
merupakan situasi
keperawatan yang
terjadi ketika
perawat dan
pasien berinteraksi,
dan keduanya
mempersepsikan,
berfikir, dan
merasakan dan
bertindak dalam
situasi yang
bersifat segera.
Pasien dapat
mengalami distress
terhadap
lingkungan
therapeutik dalam
mencapai
tujuannya, perawat
perlu
mengobservasi
perilaku pasien
untuk mengetahui
tanda distress.

Perawat adalah
suatu profesi yang
mempunyai fungsi
autonomi yang
didefinisikan
sebagai fungsi
profesional
keperawatan.
Fungsi profesional
yaitu membantu
mengenali dan
menemukan
kebutuhan pasien
yang bersifat
segera. Itu
merupakan
tanggung jawab
perawat untuk
mengetahui
kebutuhan pasien
dan membantu
memenuhinya.
Dalam teorinya
tentang disiplin
proses
keperawatan
mengandung

menggunakan
kemampuan
yang
dimilikinya
Orlando
menyampaikan
3 kriteria untuk
memastikan
keberhasilan
perawat dalam
mengeksplor
dan bereaksi
dengan pasien,
yaitu ;
a. Perawat
harus
menemui
pasien,
menekankan
konsisten
terhadap apa
yang
dikatakan
pasien dan
mengatakan
perilaku
nonverbal
yang telah
diobservasi
kepada
pasien

1961 Virginia
Henders
on

pentingnya
partisipasi
pasien dalam
proses
keperawatan.
Orlando
menggambark
an model
keperawatan
melalui lima
konsep mayor
yang saling
berhubungan,
yaitu:Fungsi
perawat
professional,
adanya
perilaku
pasien, respon
segera/respon
internal
perawat,
disiplin proses
keperawatan
dan perbaikan
dan
peningkatan
The Activities
of Living

Individu sebagai
kesatuan yang
tidak dapat

Henderson
mendefinisikan
lingkungan sebagai

Sehat adalah
kualitas hidup
tertentu, yang oleh

elemen dasar, yaitu


perilaku pasien,
reaksi perawat dan
tindakan
perawatan yang
dirancang untuk
kebaikan pasien

b. Perawat
harus dapat
mengkomuni
kasikan
dengan jelas
terhadap apa
yang akan
diekspresika
nnya
(tindakan
perawat yang
akan
dilakukan).
c. Perawat
harus
menanyakan
kembali
kepada
pasien
langsung
untuk
perbaikan
atau
klarifikasi.

Handerson
memandang fungsi
keperawatan

Fokus intervensi
teori Henderson
adalah 14

Model ini
menjelaskan
bahwa tugas
perawat
adalah
membantu
individu dalam
meningkatkan
kemandirianny
a secepat
mungkin

dipisahkan: jiwa
dan raga adalah
satu kesatuan.
Handerson
memandang
individu dan
keluarganya
sebagai unit
tunggal. Setiap
manusia harus
berupaya untuk
memepertahankan
keseimbangan
fisiologis dan
emosionalnya

seluruh faktor
eksternal dan kondisi
yang mempengaruhi
kehidupan dan
perkembangan
manusia.

Henderson
dihubungkan
dengan
kemandirian.Karakt
eristik utama dari
sakit, adalah
ketergantungan
dan berbagai
tingkat inkapasitas
individu (sekarang
pasien) untuk
memuaskan
kebutuhan
manusianya.Meng
anggap bahwa
sehat adalah
kemandirian dan
sakit adalah
ketergantungan
dapat dipandang
sebagai
simplifikasi.Dapat
juga dikatakan
bahwa sakit adalah
keterbatasan
kemandirian.

adalah unik, yaitu


untuk membantu
individu, baik
dalam kondisi
sakit atau sehat,
dalam peran
tambahan atau
peran pendukung.
Tujuan dari
keperawatan
adalah untuk
membantu individu
memperoleh
kembali
kemandiriannya
sesegera mungkin

kebutuhandasar
manusia, yaitu:
1. Bernafas
secara
normal
2. Tercukupinya
kebutuhan
makan dan
minum
3. Mengurangi
zat-zat yang
tidak
berguna bagi
tubuh
4. Mengubah
dan
memelihara
bentuk tubuh
yang
diinginkan
5. Tercukupinya
kebutuhan
tidur dan
istirahat
6. Memilih
pakaian yang
tepat/sesuai
7. Menjaga
suhu tubuh
dalam

rentang yang
normal
dengan
menyesuaika
n pakaian
dan memo
difikasi
terhadap
kondisi
lingkungan
8. Menjaga
kebersihan
tubuh dan
kerapihan
9. Menghindari
bahaya
terhadap
kondisi
lingkungan
dan
menghindari
jatuhnya
korban lain
10. Berkomunika
si dengan
orang lain
untuk
menyalurkan
emosi,
kebutuhan,
ketakutan,

dan
berpendapat
11. Beribadah
sesuai
dengan satu
kepercayaan
12. Bekerja
dengan
semangat
untuk
mencapai
keberhasilan
13. Berperan
atau
berpartisipasi
dalam
berbagai
bentuk
rekreasi
14. Belajar
menggunaka
n fasilitas
kesehatan
yang
tersedia
untuk
menemukan
atau
memuaskan
rasa ingin
tahu yang

akan
membantu
meningkatka
n kondisi
kesehatan.
Sumber : Aligood, 2014

Grand Theory
No. Tahun
1.

1970

Nama
Tokoh
Martha
Elizabeth
Rogers
(Science
of Unitary
Human
Beings)

Penekanan Teori
Manusia sebagai
satu kesatuan
dan lingkungan
sebagai bidang
energi yang
menyatu dengan
proses kehidupan

Metaparadigma
Intervensi
Keteran
Keperawatan
gan
Manusia
Kesehatan
Lingkungan
Keperawatan
Meleis (2012) :
Individu merupakan Kesehatan & keadaan Lingkungan sebagai Keperawatan
satu kesatuan yang
sakit adalah bagian
suatu medan energi
sebagai profesi
Faktor I. Interaksi
tidak bisa
dari satu kesatuan
empat dimensi yang
yang
A. Pertukaran
disederhanakan &
tidak dapat
menggabungkan
Rogers menggunakan
1. Makan &
merupakan
disederhanakan,
unsur ilmu
kata kesehatan positif
minum
manifestasi
yang dicirikan oleh
pengetahuan & seni
(positive health) untuk
2. Eliminasi
karakteristik yang
pola dan manifestasi Mencoba untuk
menunjukkan kondisi
3. Bernafas
melebihi & bahkan
karakter yang
bugar (wellness) dan
melakukan promosi
4. Memberi &
berbeda dari bagian- tidak adanya penyakit
berbeda dengan
interaksi antara
menerima
bagiannya
bagiaan-bagiannya.
& penyakit parah,
manusia dan dasar B. Komunikasi
Interaksi antara
Proses kehidupan
health digunakan
lingkungan, untuk
1. Verbal
manusia dan
adalah
dalam konteks nilai
memperkuat dasar
2. Nonverbal
lingkungan bersifat
homeodinamis yang
yang ditentukan oleh
integritas manusia, C. Berhubungan
kontinu, mutual, dan
bersifat probalistik.
budaya atau individu
dan untuk mengatur
1. Jarak
simultan
Sebagai sistem
Meleis (2012)
& mengalihkan pola
2. Sentuhan
Dasar lingkungan
terbuka di dalam
dari manusia &
Promosi kesehatan
3. Kontak mata
proses kontinu
tidak terbatas, &
dasar lingkungan
positif mengarah
4. Apa adanya
bersama sistem
perubahan adalah
untuk
dalam membantu
5. Referensi
terbuka lingkungan.
hal inovatif secara
merealisasikan
orang dengan untuk
6. Respon
terus menerus, tidak
potensial kesehatan
Manusia sebagai
peluang konsistensi
keluarga
dapat diprediksi, &
secara maksimal
sebuah kesatuan tak secara berirama
terhadap
digolongkan
Praktek
tersederhanakan,
(Alligood, 2014)
pasien sakit
berdasarkan
terpisahkan, bidang
keperawatan
Faktor II. Tindakan
perbedaan yang
energi
profesional
A. Penilaian
terus meningkat.
pandimensional
merupakan praktik
Filosofi
Dasar lingkungan
diidentifikasi oleh
yang bersifat kreatif,
kepercayaan
dan
manusia
dapat
pola dan
imajinatif, dan eksis

memanifestasikan
karakteristik yang
khusus untuk
seluruh (Alligood,
2014)

digolongkan
untuk melayani
tentang
berdasarkan
individu.
kesehatan,
perubahan pola
Praktik keperawatan
hubungan
gelombang yang
profesional tidak
manusia, &
menunjukkan saling
memiliki fungsi
spiritual
berkelanjutan
dependen,
B. Memilih
(Alligood, 2014)
melainkan bersifat
(kesadaran
kolaboratif
manusia
membuat
pilihan bijak, tdk
bijaksana, atau
mengganggu)
Mengenai
kapasitas pilihan
pendapat &
pengambilan
keputusan,
konsekuensi,
komitmen
C. Bergerak
Mobilitas (ritme
& pola)
Faktor III.
Kesadaran
A. Terjaga
(kebiasaan tidur,
pola, & kualitas)
B. Perasaan (yang
meraasakan &
yang

2.

1971

Dorothea
Orem

Befokus pada
kemampuan
seseorang dalam
memenuhi
perawatan untuk
dirinya sendiri
yang terdiri dari
kemampuan
memenuhi
kebutuhan dasar
(udara, air,
makanan,
eliminasi, aktivitas
dan istirahat,
privasi dan
interaksi social,
bebas ancaman,
dan
mengembangkan
diri)

Orem memberikan
pandangan tentang
human being yaitu
sebagai seorang
individu, agen,
pengguna beberapa
symbol tertentu,
organism, dan
sebagai obyek.
Sebagai seorang
individu, manusia
memliki hak untuk
dapat hidup
berdampingan
dengan manusia lain,
mempunyai privasi,
dan hak untuk
berubah tanpa harus
membahayakan
dirinya sendiri
maupun orang lain.
Sebagai agen,
individu dilihat
sebagai seseorang
yang dapat
membawa

Orem mengartikan
kesehatan sebagai
suatu keadaan fisik,
mental, dan social
seorang individu,
bukan hanya bebas
dari penyakit dan
ketidakmampuan.

Orem melihat
lingkungan dalam
dua dimensi: yang
pertama adalah
lingkungan fisik,
kimia, dan biologi;
dan yang kedua
adalah lingkungan
sosialekonomi.
Dimensi yang
pertama melihat
lingkungan lebih
kepada cuaca,
polutan, bakteri,
hewan peliharaan,
dan sebagainya.
Dimensi yang kedua
melihat lingkungan
lebih kepada
keluarga, komunitas,
gender, usia,
budaya, kebiasaan,
dan sebagainya.

menyatakan)
C. Pengetahuan
(pengetahuan
kesehatan,
abstraksi,
ketrampilan
motorik)
Keperawatan
Orem
sebagai suatu seni
memberikan
bagaimana seorang
identifikasi dalam
perawat memberikan sistem pelayanan
bantuan pada klien
keperawatandiant
dengan
aranya:
ketidakmampuan.
1. (Wholly
Keperawatan yang
Copensatory
ditujukan kepada
System ).
individu atau
Merupakan
kelompok dengan
suatu tindakan
tujuan
keperawatan
mempertahankan
dengan
atau merubah
memberikan
kondisi mereka
bantuan secara
maupun
penuh pada
lingkungannya.
pasien
dikarenakan
ketidamampuan
pasien dalam
memenuhi
tindakan
perawatan
secara mandiri
yang
memerlukan

perubahan kondisi
yang sebelumnya
belum pernah ada di
lingkungan. Sebagai
pengguna symbol,
individu dilihat
sebagai seseorang
yang menggunakan
symbol tertentu yang
dapat
menterjemahkan
kepada orang lain
tentang identitas
dirinya untuk dapat
menyampaikan ide,
dan
mengkomunikasikan
ide serta informasi
yang mereka punyai.
Sebagai organism,
individu dilihat
sebagai suatu unit
yang tumbuh dan
berkembang yang
mempunyai
karakteristik biologis
homo sapiens.
Sebagai obyek,
individu dilihat
sebagai seseorang
yang dapat menjadi
sasaran dari
kekuatan alam saat
diri mereka tidak

bantuan dalam
pergerakan,
pngontrolan,
dan ambulansi
serta adanya
manipulasi
gerakan.
2. (Partially
Compensatory
System).
Merupakan siste
dalam
pemberian
perawatan diri
sendiri secara
sebagian saja
dan ditujukan
kepada pasien
yang
memerlukan
bantuan secara
minimal.
3. 3)Sistem
Supportif
danEdukatif.
Merupakan
sistem bantuan
yang diberikan
pada pasien
yang
membutuhkan
dukungan
pendidikan
dengan harapan

dapat
mempertahankan diri
dari kekuatan
tersebut.
Kemampuan individu
untuk bertahan dari
kekuatan alam dapat
terjadi karena
individu itu sendiri
ataupun karena
kondisi lingkungan
(Parker, 2001)
3.

1974

Calista
Roy

Adaptation
Conceptual Model.
Asumsi dasar
model adaptasi
Roy adalah :
1. Manusia adalah
keseluruhan dari
biopsikologi dan
sosial yang terus
menerus
berinteraksi
dengan
lingkungan
2. Manusia
menggunakan
mekanisme
pertahanan
untuk mengatasi
perubahan
biopsikososial
3. Setiap orang

Manusia dipandang
sebagai makhluk
biopsikososial yang
merupakan satu
kesatuan yang utuh.
Manusia menurut
Roy merupakan
sebuah sistem
adaptif, manusia
dapat digambarkan
secara holistik
sebagai satu
kesatuan yang
mempunyai input,
control, output, dan
proses umpan balik
yang kemudian
disebut sebagai
mekanisme koping.
Secara spesifik
manusia di diarrikan

Kesehatan
didefinisikan sebagai
keadaan dan proses
menjadi manusia
secara utuh dan
terintegrasi yang
merupakan refleks
individu dan
lingkungan yang saling
menguntungkan.
Kesehatan diartikan
lebih dari tidak adanya
sakit tapi penekanan
pada kondisi sehat
sejahtera yang
dihubungkan dengan
konsep adaptasi.
Adaptasi menunjukkan
kondisi proses
kehidupan yang
menggambarkan tiga

Semua kondisi,
keadaan dan
pengaruh-pengaruh
disekitar individu
yang dapat
mempengaruhi
perkembangan dan
perilaku individu dan
kelompok.
Lingkungan
merupakan masukan
(input) bagi manusia
sebagai sistem yang
adaptif, berupa
stimulus eksternal
dan internal yang
dikelompokkan
menjadi tiga jenis
stimulus yaitu : fokal,
konstektual, dan
residual

pasien mampu
memerlukan
perawatan
secara mandiri.
Sistem ini
dilakukan agara
pasien mampu
melakukan
tindakan
keperawatan
setelah
dilakukan
pembelajaran.
Keperawatan
Intervensi berupa
dipandang sebagai
perencanaan
disiplin ilmu dan
dengan tujuan
praktek yang
merubah atau
memperluas
memanipulasi
kemampuan
stimulus fokal,
adaptasi dan
kontekstual, dan
mempertinggi
residual melalui
perubahan individu
proses adaptasi,
dan lingkungan.
berupa:
Tujuannya adalah
1. Focal stimulasi
meningkatkan
yaitu stimulus
adaptasi untuk
yang langsung
individu dan
beradaptasi
kelompok dalam
dengan
empat
seseorang dan
adaptasi model yang
akan
berkontribusi untuk
mempunyai
kesehatan, kualitas
pengaruh kuat
hidup dan kematian
terhadap
dengan bermartabat.
seseorang

mempunyai
batas
kemampuan
untuk
beradaptasi.
4. Kemampuan
adaptasi
manusia
berbeda-beda
5. Sehat dan sakit
merupakan
suatu hal yang
tidak dapat
dihindari dari
kehidupan
manusia.

4.

1981 Betty
Neuman

The Neuman
Health Care

sabagai sebuah
sistem adaptif
dengan aktivitas
kognator dan
regulator untuk
mempertahankan
adaptasi dalam
empat cara adaptasi
yaitu : fungsi fisiologi,
konsep diri, fungsi
peran, dan
interdependensi

perbedaan level yaitu :


integrasi, kompensasi
dan kompromi. Manusia
diakatakan sehat
apabila mampu
beradaptasi dan
mengatasi stimulus
yang merangsangnya.

Neuman
memandang

Sehat adalah kondisi


dimana bagian dan sub

Semua faktor internal


dan eksternal yang

Proses keperawatan
individu.
menggambarkan
2. Kontekstual
pandangan Roy
stimulus,
tentang manusia
merupakan
sebagai sistem
stimulus lain
adaptif. Menurut Roy
yang dialami
ada 6 (enam) tahap
seseorang, dan
identifikasi dalam
baik stimulus
proses keperawatan
internal maupun
yaitu:
eksternal, yang
pengkajian perilaku,
dapat
pengkajian stimulus,
mempengaruhi,
penentuan diagnosa
kemudian dapat
keperawatan,
dilakukan
penentuan
observasi,
tujuan, intervensi, dan
diukur secara
evaluasi
subjektif.
3. Residual
stimulus,
merupakan
stimulus lain
yang
merupakan ciri
tambahan yang
ada atau sesuai
dengan situasi
dalam proses
penyesuaian
dengan
lingkungan yang
sukar dilakukan
observasi
Fokus utama
Intervensi yang
keperawatan adalah
dilakukan berupa

System
manusia secara
Aktifitas
holistic, terdiri dari
keperawatan
faktor fisiologis,
yang ditujukan
psikologis, sosial
kepada
budaya, faktor
penekanan
perkembangan, dan
penurunan stress faktor spiritual.
dengan
1. Fisiologis meliputi
memperkuat garis
struktur dan fungsi
pertahanan diri
tubuh
secara fleksibel
2. Psikologis terdiri
atau normal
dari proses dan
maupun resistan
hubungan mental
dengan sasaran
3. Sosial budaya
pelayanan adalah
meliputi fungsi
komunitas
sistem yang
menghubungkan
sosial dan
ekspektasi kultural
dan aktivasi.
4. Perkembangan
manusia
sepanjang hidup.
5. Spiritual meliputi
pengaruh
kepercayaan
spiritual.
Faktor-faktor ini
berhubungan secara
dinamis dan tidak
dapat dipisahkan.

bagian manusia yang


berjalan harmonis.
Kesehatan manusia
dinilai berdasarkan
rentang sehat sakit
yang dinilai dari lima
variable, yaitu fisiologi,
psikologi, sosiobudaya,
spiritual dan
perkembangan.
Rentang sehat-sakit
menempatkan kondisi
kesehatan seseorang
yang optimal pada titik
tertentu. Kesehatan
klien diartikan sebagai
kemampuan klien untuk
memelihara stabilitas
yang optimal yang
dilihat sebagai batasan
normal.

ada di sekitar klien


atau sistem klien.
Terdiri dari
1. Lingkungan
internal yaitu
lingkungan
intrapersonal yang
ada dalam sistem
klien.
2. Lingkungan
eksternal adalah
lingkungan yang
berada diluar
system klien.
Kekuatankekuatan dan
pengaruh interaksi
yang berada diluar
sistem klien
Lingkungan yang
diciptakan,
merupakan pertukaran
energi dalam system
terbuka dengan
lingkungan internal
dan eksternal yang
bersifat dinamis.
Lingkungan ini
tujuannya adalah
untuk memberikan
stimulus positif kearah
kesehatan klien.

manusia secara
tindakan-tindakan
utuh, dan berupaya
yang membantu
mempertahankan
untuk
semua variabel yang memperoleh,
mempengaruhi
meningkatkan
respon klien
dan memelihara
terhadap stressor
sistem
agar individu atau
keseimbangan,
kelompok mampu
terdiri dari
mencapai dan
pencegahan
mempertahankan
primer, sekunder
level kesehatan
dan tertier.
secara maksimum.
1. Pencegahan
Secara spesifik
primer, meliputi
keperawatan
berbagai
bertindak dalam
tindakan
upaya rekonstitusi.
keperawatan
Rekonstitusi
untuk
menggambarkan
mengidentifikasi
suatu upaya
adanya
perbaikan stabilitas
stressor,
sistem klien berupa
mencegah
tindakan terhadap
reaksi tubuh
reaksi stres klien.
akibat adanya
stressor.
2. Pencegahan
sekunder,
meliputi
berbagai
tindakan
perawatan yang
dapat
mengurangi
atau

5.

1977

Imogene
King

Pencapaian
Tujuan yang
berfokus pada
sistem
interpersonal

Manusia sebagai
suatu system terbuka
yang berinteraksi
dengan lingkungan
yang memungkinkan
benda, energi, dan
informasi dengan
leluasa
mempengaruhinya.
Dalam kerangka
konsepnya meliputi
tiga system interksi
yang dinamis sebagai
individu disebut
sebagai system

Kesehatan adalah suatu


pengalaman dinamis
pada kehidupan
manusia, dimana hal
tersebut merupakan
penyesuaian terhadap
adanya stressor
lingkungan baik internal
maupun eksternal
dengan menggunakan
sumber-sumber
optimum sehingga
dicapai potensi yang
maksimum dalam
menjalankan aktivitas

Lingkungan
merupakan
latarbelakang
interaksi manusia,
terdiri atas :
1. Lingkungan
Internal :
didalamnya
terdapat
transformasi
energi yang akan
memungkinkan
manusia untuk
mengatur
perubahan

menghilangkan
gejala penyakit
serta reaksi
tubuh lainnya
karena adanya
stressor.
3. Pencegahan
tersier, meliputi
pengobatan
secara rutin dan
teratur serta
pencegahan
terhadap
adanya
kerusakan lebih
lanjut dan
komplikasi
terhadap suatu
penyakit
Keperawatan
1. Persepsi dari
didefenisikan
perawat dan
sebagai proses aksi,
klien
reaksi dan interaksi
mempengarui
antara perawat dan
proses
klien yang saling
interaksi.
tukar menukar
2. Tujuan,
informasi tentang
kebutuhanpersepsi keduanya
kebutuhan dan
dan kondisi
nilai dari
keperawatan.
perawat dan
Proses interaksi
klien
perawat-klien
mempengarui
melibatkan
proses
komunikasi,
interaksi.

personal, ketika
sehari-hari.
individu ini bersatu
dalam kelompok
disebut system
interpersonal. System
social tercipta ketika
kelompok mempunyai
ketertarikan dan
tujuan yang sama
dalam satu komunitas
atau masyarakat.

lingkungan
menentukan tujuan, 3. Individu
eksternal.
eksplorasi dan
mempunyai hak
2. Lingkungan
menyetujui makna
untuk
Eksternal : meliputi dari tujuan.
mengetahui
organisasi formal
Aksi :
tentang dirinya
dan
sendiri.
didefenisikan
informal.Keperawa
4. Individu
sebagai perilaku
tan merupakan
mempunyai hak
mental dan fisik.
bagian dari
untuk
Reaksi : perilaku
lingkungan klien.
berpartisipasi
tidak spesifik, tapi
dalam
bergantung pada
pengambilan
perilaku aksi
keputusan dan
Tujuan
hal tersebut
keperawatan :
mempengarui
membantu individu
kehidupan dan
untuk
kesehatan
mempertahan
mereka serta
kesehatan agar
pelayanan
perannya dapat
masyarakat
berfungsi
5. Profesional
kesehatan
mempunyai
tanggung jawab
terhadap
pertukaran
informasi
sehingga
membantu
individu dalam
membuat
keputusan
tentang
pelayanan

6.

1980

Dorothy E. Stabilitas dan


Johnson
keseimbangan
dalam sistem
perilaku dapat
mempengaruhi
kesehatan
seseorang
(Alligood, 2014).

Seseorang sebagai
sistem perilaku yang
terdiri dari tujuh
subsistem
perilaku(Alligood,
2014).

Keseimbangan,
stabilitas, fungsi yang
efektif dan efisisen dari
sistem perilaku
(Alligood, 2014).

Faktor-faktor baik
internal maupun
eksternal yang dapat
mempengaruhi sistem
(Alligood, 2014).

kesehatannya
6. Individu
mempunyai hak
untuk
menerima atau
menolak
pelayanan
kesehatan.
7. Tujuan dari
profesional
kesehatan dan
tujuan dari
penerima
pelayanan
kesehatan
dapat berbeda.
Kekuatan eksternal
Proses
yang bertugas untuk
pengkajian
mengembalikan dan
berfokus untuk
memelihara
mendapatkan
integritas perilaku
informasi untuk
pasien untuk
mengevaluasi
mencapai kesehatan perilaku di masa
yang optimal dimana lalu (sebelum
penurunan
sakit),
kesehatan terjadi
menentukan
akibat
dampak dari
ketidakseimbangan
penyakit terhadap
sistem perilaku
perilaku, dan
(Alligood, 2014).
membangun
tingkat kesehatan
yang optimal
berdasarkan tujuh
subsistem

perilaku: afiliatif,
ketergantungan,
ingestif, eliminatif,
seksual, prestasi,
dan agresif
(Alligood, 2014).
Sedangkan
proses
keperawatan
meliputi
penentuan
adanya masalah,
diagnosis dan
klasifikasi
masalah,
manajemen
masalah, dan
evaluasi
keseimbangan
dan stabilitas
sistem perilaku

Sumber : (Parker: 2001), (Aligood; 2014)

Middle Range Theory


No. Tahun
1.

1981

Nama
Tokoh
Rosemary
parse

Penekanan Teori
Teori Menjadi
Manusia adalah
kombinasi dari
faktor biologis,
psikologis,
sosiologis, dan
spiritual, dan
menyatakan
bahwa seseorang
adalah makhluk
kesatuan dalam
interaksi terus
menerus dengan
lingkungannya. Ini
dikembangkan
sebagai midle
teori keperawatan
dan asumsiasumsi yang
mendasari teori
ini berasal dari
karya-karya
Heidegger, Sartre,
dan MerleauPonty, serta
Martha Rogers

Manusia
Setiap orang atau
keluarga yang peduli
dengan kualitas
situasi hidup mereka;
manusia dipandang
sebagai makhluk
hidup yang utuh,
yang dipengaruhi
oleh pengalaman
hidup masa lalu dan
sekarang, yang
berinteraksi dengan
lingkungan melalui
pilihan-pilihan dan
tanggung jawab
terhadap pilihan
tersebut.

Metaparadigma
Kesehatan
Lingkungan
Proses dari
Tempat yang tidak di
pengalaman hidup,
definisikan, tetapi
yang di singkat, yang
setiap tempat yang
terus menerus
berkaitan dengan
merubah, termasuk
kesehatan
sintesis nilai-nilai dan
cara hidup.

Keperawatan
memandu individu
dan keluarga untuk
berbagi dan
menemukan makna
personal dari situasi
kehidupan kesehatan
mereka

Intervensi
Keperawatan
Teori tentang
manusia-hidupsehat berasal dari
3 prisip:
Prinsip 1:
menyusun makna
secara
multimensional
Prinsip 2:
manusia secara
continue memiliki
irama yang
terbentang dan
pola-pola yang
turut menyusun
interaksi dengan
dunia, yang
termasuk
mengungkapkanmenyembunyikan
(secara simultan
membuka
beberapa aspek
diri sementara
menyembunyikan
yang lain),
memungkinkan-

Keteran
gan

2.

1978

Madeleine
M.
Leininger

Perawatan
manusia yang
berdasarkan pada

Manusia sebagai
individu, keluarga
kelompok,

Keadaan sehat dan


sejahtera yang
didasarkan pada

Kondisi,
pengalaman, totalitas
lingkungan
(fisik,

Kepedulian untuk
memfasilitasi,
membantu individu,

membatasi (saat
manusia bergerak
pada satu arah,
manusia terbatas
pergerakannya
pada arah yang
lain),dan
menghubungkanmemisahkan
(saat manusia
berhubungan
dengan satu
fenomena yang
lain, yang
mengarah pada
kompleksitas
yang lebih besar).
Prinsip 3:
Transformasi
terjadi melaluI
organisasi dan
menguasai, suatu
proses pertukaran
menusialingkungan-energi
dengan
pengangkuan
terhadap
pembuktian diri
yang terus
menerus.
Tiga model
panduan
penilaian

keragaman dan
universal budaya

3.

1982

Nola J.
Pander

masyarakat, maupun
lembaga

Model Promosi
1. Manusia mencoba
Kesehatan adalah
menciptakan
suatu cara untuk
kondisi agar tetap
menggambarkan
hidup di mana
interaksi manusia
mereka dapat
dengan
mengekspresikan
lingkungan fisik
keunikannya.
dan
2. Manusia
interpersonalnya
mempunyai
dalam berbagai
kapasitas untuk
dimensi. HPM
merefleksikan
lahir dari
kesadaran dirinya,

budaya yang diyakini

geografis, dan sosial


budaya)
yang
memberikan makna
dan
interpretasi
untuk
memberikan
keputusan
pada
situasi tertentu

kesehatan lebih
diarahkan kepada
upaya pencegahan
terjadinya penyakit
dengan melakukan
upaya Promotif

Pengaruh
interpersonal
Pengaruh
interpersonal adalah
kognisi tentang
perilaku,
kepercayaan atau
sikap orang lain.
Sumber utama
interpersonal adalah
keluarga (familiy at
sibling)

keluarga, kelompok,
komunitas, maupun
lembaga untuk
meningkatkan
kesehatan yang
sesuai dengan nilainilai budaya, lifeways,
dan keyakinan dari
penerima perawatan

1. Profesional
kesehatan
merupakan bagian
dari lingkungan
interpersonal yang
berpengaruh
terhadap manusia
sepanjang
hidupnya.
2. Pembentukan
kembali konsep diri
manusia dengan

keperawatan,
keputusan, dan
tindakan untuk
memberikan
perawatan
budaya kongruen
yang bermanfaat,
memuaskan
dalam teori
Leininger meliputi
cagar budaya
perawatan atau
pemeliharaan,
akomodasi
perawatan
budaya atau
negotation, dan
repatterning
perawatan
budaya atau
restrukturisasi
Upaya
pendekatan
secara personal
kepada individu
1. Individu adalah
unik
2. Pendekatan
didasarkan
kepada
konsep
individu
terhadap

penelitian tentang
termasuk penilaian
7 faktor persepsi
terhadap
kognitif dan 5
kemampuannya.
faktor modifikasi 3. Manusia menilai
tingkah laku yang
perkembangan
mempengaruhi
sebagai suatu nilai
dan meramalkan
yang positif dan
tentang perilaku
mencoba mencapai
kesehatan. Model
keseimbangan
ini
antara perubahan
menggabungkan
dan stabilitas.
dua teori yaitu
4. Setiap individu
dari teori Nilai
secara aktif
Pengharapan
berusaha mengatur
(Expectancyperilakunya.
Value) dan Teori 5. Individu merupakan
Pembelajaran
makhluk bio-psikososial (Social
sosial yang
Cognitive Theory)
kompleks, berintera
dalam perspektif
ksi dengan
keperawatan
lingkungannya
manusia dilihat
secara terus
sebagai fungsi
menerus,
yang holistik
menjelmakan
lingkungan yang
diubah secara terus
menerus.
6. Manusia lebih suka
melakukan promosi
kesehatan ketika
model perilaku itu
menarik, perilaku
yang diharapkan
terjadi dan dapat

peer/kelompok dan
lingkungan adalah
pemberi pengaruh
penting untuk
pelayanan
perubahan perilaku
kesehatan. Pengaruh 3. Memandang bahwa
interpersonal terdiri
dengan
dari norma (harapan
pencegahan biaya
orang lain), social
bisa diminumalkan
support (instrumental
sehingga upaya
dan dorongan
promotif lebih
emosional) dan
ditingkatkan
model (belajar dari
pengalaman orang
lain.
Pengaruh situasional
Persepsi personal dan
kognisi dari situasi
dapat memfasilitasi
atau menghalangi
perilaku misalnya
pilihan yang tersedia,
karakteristik deman
dan ciri-ciri lingkungan
estetik seperti
situasi/lingkungan
yang cocok, aman,
tentram dari pada
yang tidak aman dan
terancam.

lingkungannya
sehingga
perubahan ke
arah
kesehatan
lebih mudah
3. Motivasi untuk
berubah dari
diri sendiri,
manusia akan
melakukan
sesuatu yang
menguntungka
n bagi dirinya

mendukung
perilaku yang
sudah ada
4.

1991,
1993

Kristen M.
Swanson

5 proses
caring
menjadi lebih
praktis, yaitu:
1. Komponen
Mempertahanka
n keyakinan,
mengaktualisasi
kan diri untuk
menolong orang
lain, mampu
menolong orang
lain dengan
tulus,
memberikan
ketenangan
kepada klien,
dan memiliki
sikap yang
positif.
2. Komponen
Pengetahuan,
memberikan
pemahaman
klinis tentang
kondisi dan
situasi klien,
Melakukan
setiap tindakan
berdasarkan

Memandang bahwa
setiap manusia
adalah unik, mereka
memiliki gagasan,
perasaan, dan
perilaku yang
berbeda, Swanson
juga menerima
bahwa pengalaman
hidup setiap individu
akan saling
mempengaruhi
dengan warisan yang
diturunkan,
sokongan, dan
kemauan untuk
belajar. Sehingga
orang akan dibentuk
dan membentuk
lingkungan dimana
dia berada

Menurut Swason, ada


banyak segi yang dapat
mempengaruhi
kesehatan individu
adalah: Kerohanian,
pemikiran, perasaan,
Kepandaian,
kreativitas, relasi, sisi
kelembutan, kekerasan,
jenis kelamin,

Lingkungan yang turut


membentuk pribadi
setiap orang , bantak
sekali pengaruh
ligkungan seperti
budaya, sosial,
biopsical, political, dan
ekonomi. Bukan
hanya itu ligkungan
juga akan
mempengaruhi
pembentukan organ
dan jaringan tubuh

Dipandang sebagai
suatu pemberian
perawatan, untuk
meningkatkan
kualitas hidup orang
lain, Swanson juga
menyampaikan,
bahwa dalam aturan
keperawatan tidak
hanya atas dasar
pengetahuan, tetapi
juga berdasarkan
pada etika, individu,
estetika, dan
berdasarkan
kemanusiaan ,
pengalaman klinik,
nilai dan harapan baik
secara individu,
maupun sosial

Proses Caring
Knowing
(Mengenal)
adalah Berjuang
untuk memahami
suatu kejadian
karena punya
makna dalam
kehidupan orang
lain.
Subdimensi ;
1. Menghindari
asumsi
2. Terpusat pada
orang yang
dirawat
3. Mengkaji
menyeluruh
4. Mencari kunci
5. Melibatkan diri
sendiri
Proses being with
(menemani)
merupakan
proses dimana
secara secara
emosional ada
bagi orang lain
Subdimensi :
1. menemani

aturan, dan
menghindari
terjadinya
komplikasi
3. Komponen
Kebersamaan,
hadir secara
emosional
dengan orang
lain, mampu
berbagi dengan
klien dengan
tulus, dan
membangun
kepercayaan
dengan klien
4. Komponen
tindakan yang
dilakukan,
tindakan
terapeutik
seperti
membuat
nyaman,
antisipasi
bahaya, dan
intervensi yang
kompeten
5. Komponen
memungkinkan,
memberikan
informed
consentpada
setiap tindakan,

2. menyampaikan
kemampuan
3. berbagi atau
curah perasaan
4. tidak
membebani
Proses doing for
(melakukan
untuk) merupakan
proses Melakukan
bagi orang lain
sebagai mana dia
kan melakukan
bagi dirinya
sendiri bila semua
itu mungkin
dilakukannya.
Subdimensi :
1. kenyamankan
2. mengantisipasi
3. melakukan
dengan terampil
4. memproteksi
5. menjaga
martabat dan
harta
Prose anableing
(memberdayakan)
merupakan
proses
Memfasilitasi
jalan orang lain
melalui transisi
kehidupan,

memberikan
respon yang
positif terhadap
keluhan klien

misalnya
kelahiran
kematian dan
kejadian asing.
Subdimensi :
1. memberi
informasi atau
menjelaskan
2. mendukung
atau
membolehkan
3. memfokuskan
4. pilihan umum
5. memfalidasi
atau membri
umpan balik
Proses caring
maintaining belief
(mempertahankan
keyakinan)
merupakan.
Melanjutkan
keyakinan pada
kapasitas orang
lain untuk
menjalani
kejadian atau
transisi dan
menghadapi
masa depan
dengan makna.
Subdimensi :
1. meyakini atau
percaya

5.

1997

Pamela G. Model teori


Reed
selftranscendence
mengusulkan tiga
macam
hubungan :
1. Peningkatan
vulnerability
dihubungkan
dengan
peningkatan self
transcendence.
2. Self
transcendence
berhubungan
secara positif
dengan
kesejahteraan
(well-being).
3. Faktor-faktor
personal dan
eksternal bisa
mempengaruhi
hubungan
antara
vulnerability
dengan self

Person dipahami
sebagai
perkembangan masa
kehidupannya dalam
berinteraksi dengan
orang lain dan
perubahan
lingkungan yang
kompleks yang dapat
berkontribusi secara
positif dan negative
terhadap kesehatan
dan keadaan baik.

Sehat, didefinisikan
secara mutlak sebagai
proses kehidupan dari
dua hal yaitu
pengalaman negatif dan
positif, dimana individu
menciptakan lingkungan
dan nilai-nilai unik yang
mendukung
kesejahteraan
(wellbeing)

/mempertahank
an jati diri
2. mempertahanka
n sikap penuh
harapan
3. menawarkan
optimisme yang
realistik
Keluarga, jaringan
Peran keperawatan Menekankan dua
sosial, lingkungan fisik adalah untuk
hal dalam
dan komunitas adalah mendampingi orang- intervensi :
lingkungan yang
orang (persons)
1. Tindakan
secara signifikan
melalui proses
keperawatan yg
berkontribusi pada
interpersonal dan
langsung
proses kesehatan
manajemen
berfokus pd
dimana perawat
terapeutik pada
sumber-sumber
mempengaruhinya
lingkungannya
dari dalam diri
dengan mengatur
dengan
sendiri
interaksi yang
membutuhkan
2. Berfokus pada
terapeutik antara
keterampilan untuk
beberapa faktor
individu dan aktivitas
mendukung
dari luar atau
keperawatan
kesehatan (health)
lingkungan
dan kesejahteraan
(well-being).

6.

1991

transcendence
dan antara self
transcendence
dan well- being.
Katherine Theory of
Kolcaba Comfort (teori
tentang
kenyamanan).
Kolcaba menilai
kenyamanan
dengan membuat
struktur taksonomi
yang bersumber
pada 3 tipe
kenyamanan yaitu:
relief (bantuan),
ease
(kemudahan), dan
transedence.
Kolcaba
mengaitkan ketiga
tipe kenyamanan
tersebut dengan 4
pengalaman
kenyamanan yaitu:
fisik, psikospiritual,
sosialkultural dan
lingkungan. Di
dalam teori
kolcaba, mereka
yang menerima
tindakan
kenyamanan daat
disebut sebagai

Manusia disituasikan
dalam konteks
biografi dimana
kondisi fisik, interaksi
dengan orang lain
dan kemampuan
penerimaan terhadap
suatu kondisi dapat
mempengaruhi
konsep diri individu.

Kesehatan dianggap
fungsi optimal dari
pasien, keluarga,
dokter, atau komunitas

Lingkungan mencakup
segala aspek dari
pasien, keluarga, atau
pengaturan
kelembagaan yang
dapat dimanipulasi
oleh perawat, orang
yang dicintai, atau
lembaga untuk
meningkatkan
kenyamanan

Keperawatan adalah 1. Praktek:


penilaian kebutuhan
Kolcaba
akan kenyamanan,
menyatakan
perancangan
bahwa
kenyamanan
perawatan
digunakan untuk
untuk
mengukur suatu
kenyamanan
kebutuhan, dan
memerlukan
penilaian kembali
sekurangnya
digunakan untuk
tiga tipe
mengukur
intervensi
kenyamanan setelah
comfort yaitu :
dilakukan
a. Teknis
implementasi.
pengukuran
Pengkajian dan
kenyamanan,
evaluasi dapat dinilai
merupakan
secara subjektif,
intervensi yang
seperti ketika
dibuat untuk
perawat
mempertahanka
menanyakan
n homeostasis
kenyamanan pasien,
dan mengontrol
atau secara objektif,
nyeri yang ada,
misalnya observasi
seperti
terhadap
memantau
penyembuhan luka,
tanda-tanda
perubahan nilai
vital, hasil kimia
laboratorium, atau
darah, juga
perubahan perilaku.
termasuk
Penilaian juga dapat
pengobatan
dilakukan melalui
nyeri. Tehnis

penerima, pasien,
mahasiswa,
tahanan, pekerja,
orang dewasa
yang lebih tua,
masyarakat dan
lembaga.
4 konsep utama
dalam teori
kolcaba yakni:
health care needs,
comfort
interventions,
intervening
variables, comfort,
health seeking
behaviours,
institusional
integrity, best
practices dan best
policy.

rangkaian penilaian
skala (VAS) atau
daftar pertanyaan
(kuesioner), yang
mana keduanya
telah dikembangkan
oleh Kolcaba.

tindakan ini
didesain untuk
membantu
mempertahanka
n atau
mengembalikan
fungsi fisik dan
kenyamanan,
serta mencegah
komplikasi.
b. Coaching(meng
ajarkan)
meliputi
intervensi yang
didesain untuk
menurunkan
kecemasan,
memberikan
informasi,
harapan,
mendengarkan
dan membantu
perencanaan
pemulihan
(recovery) dan
integrasi secara
realistis atau
dalam
menghadapi
kematian
dengan cara
yang sesuai
dengan
budayanya.

Agar Coaching
ini efektif, perlu
dijadwalkan
untuk kesiapan
pasien dalam
menerima
pengajaran
baru.
c. Comfort food
untuk jiwa,
meliputi
intervensi yang
menjadikan
penguatan
dalam sesuatu
hal yang tidak
dapat
dirasakan.
Terapi untuk
kenyamanan
psikologis
meliputi
pemijatan,
adaptasi
lingkungan
yang
meningkatkan
kedamaian dan
ketenangan,
guided imagery,
terapi musik,
mengenang,
dan lain lain.
Saat ini perawat

umumnya tidak
memiliki waktu
untuk
memberikan
comfort food
untuk jiwa
(kenyamanan
jiwa/psikologis),
akan tetapi tipe
intervensi
comfort tersebut
difasilitasi oleh
sebuah
komitmen oleh
institusi
terhadap
perawatan
kenyamanan.
2. Pendidikan:
Teori ini sangat
mudah untuk
dipahami dan
diterapkan pada
mahasiswa
perawat yang
menyajikan
suatu metode
efektif untuk
menilai
kebutuhan
kenyamanan
holistik pada
orang tua yang
membutuhkan

perawatan akut.
Teori ini tidak
terbatas pada
gerontologikal
atau pendidikan
praktik lanjutan.
3. Riset
The
Encyclopedia of
Nursing
Research
menyebutkan
pentingnya
mengukur
kenyamanan
sebagai tujuan
keperawatan.
Perawat dapat
memberikan
bukti untuk
mempengaruhi
keputusan
institusi,
masyarakat,
dan tingkatan
legislatif yang
hanya sampai
pada studi
kenyamanan
yang
menunjukkan
efektivitas
keperawatan
yang holistik.

7.

1993

Carolyn
L.Wiener
dan
Marylin J.
Dodd

Trajectory illness
Theory
Pengalaman
tentang sakit
selalu
ditempatkan alam
konteks biografi
dimana terdapat 3
elemen kunci
yaitu: Identity
(Identitas),tempor
ality (hal
keduniawian) dan

Manusia disituasikan
dalam konteks
biografi dimana
kondisi fisik, interaksi
dengan orang lain
dan kemampuan
penerimaan terhadap
suatu kondisi dapat
mempengaruhi
konsep diri individu.

Pengalaman tentang
sakit selalu ditempatkan
dalam konteks biografi
dimana kondisi sakit
adalah pengalaman
yang masih berlanjut
berhubungan dengan
ketidakpastian yang
beragam melalui
persepsi tentang diri
dan interaksi dengan
orang lain.

Lingkungan sekitar
individu, keluarga dan
termasuk didalamnya
memperanguhi
pengalaman sehat
sakit seseorang.

Memahami
ketidakpastian pada
pasien agar pasien
mampu bertoleransi
terhadap
keadaannya.

Penggunaan
struktur
taxonomi dari
kenyamanan
(gambar)
sebagai
panduan yang
dapat
digunakan
untuk
mengembangka
n kuesioner
kenyamanan
secara umum
untuk mengukur
kenyamanan
secara holistic
dalam sampel
rumah sakit dan
partisipan
komunitas.
Peningkatan
kemampuan
toleransi pasien
terhadap kondisi
ketidakpastian
yang
memunculkan
kehilangan kontrol
pada individu.

8.

1998

Cornelia
M. Ruland
dan
Shirley M.
Moore

Tubuh.
Teori yang
mengungkapkan
tentang nyeri,
kenyamanan dan
kedamaian. The
peaceful End of
Life (EOL).
Teori ini
mengungkapkan
bagaimana
seseorang dapat
hidup dengan
nyaman pada
akhir hidupnya,
Fokusnya pada
aspek dan
perlengkapan
yang diperlukan
dalam mengambil
keputusan saat
menghadapi
pasien yang
mengalami
perlawanan
dalam
menghadapi
sulitnya terapi dan
keuntungan,
dimana mereka
memerlukan
bantuan dalam
memberikan
informasi untuk

Selalu melibatkan
peran kelurga dalam
tindakannya,
berdasarkan pada
pengalaman individu
dalam menghadapi
sakitnya

Dilihat bagaimana
seseorang individu dan
keluarga, membuat
keputusan terkait
dengan penderitaan
yang dialami oleh
keluarganya karena
penyakit kronis yang
dialami

Pada teori ini


lingkungan tidak
terlalu terlihat
perannya, hanya pada
bagaimana suatu
lingkungan dapat
membentuk
seseorang untuk kuat
menahan nyeri,
ataukah menginginkan
kenyamanan dan
kedamain

Secara dunia
Intervensi :
keperawatan, hal
1. Dilakukan pada
yang dapat
pasien pada
ditawarkan adalah
pasien yang
bagaimana hidup
mempunyai
manusia lebih
penyakit krinik,
dihargai martabatnya
butuh
dengan pemberian
perawatan lama
pengetahuaan yang 2. Pada pasien
dapat diambil tentang
yang
nyeri -kenyamanan
mengalami
permasalahan
menentukan
pilihan, terus
menghadapi
nyeri,
mendapatkan
kenyamanan
dan kedamaian
3. Disampaikan
kepada pasien
dan keluaga

9.

1999

10. 2008

Georgen
e Gaskill
Eakes,
Mary
Lermann
Burke,
dan
Margaret
A.
Hainswor
th

Phil
Barker

dapat
memeperoleh
nilai dan
keuntungan
Pilihan yang
benar dalam
menangani
penyakit yang
parah dan lama
perawatanya
Manajemen
strategi (internal
dan eksternal)
untuk
menghadapi
kesedihan kronis
(Alligood, 2014).

Pengalaman
seseorang,
menekankan
pentingnya suara
mereka sendiri
dan
kebijaksanaan
melalui kekuatan

Manusia memiliki
harapan dari proses
kehidupan dan
kesehatan. Manusia
membandingkan
harapan dengan
kondisi yang
dialaminya dan
kondisi yang terjadi
pada orang lain,
walaupun
pengalaman setiap
orang dengan pada
kondisi kehilangan
adalah berbeda-beda
(Alligood, 2014).
Manusia merupakan
orang yang
mengalami status
perubahan yang
menetap dan terjadi
secara terus
menerus. Mereka
hidup dalam dunianya

Kemampuan sesorang
untuk beradaptasi
dengan kesenjangan
antara harapan dan
kondisi yang terjadi
akibat
kehilangan/kerugian
(Alligood, 2014).

Interaksi yang terjadi


dalam keluarga,
pekerjaan, lingkungan
sosial dan perawatan
(Alligood, 2014).

Kemampuan untuk
mendiagnosis dan
memberikan
intervensi dalam
lingkup praktik
keperawatan serta
membimbing individu
yang beresiko
(Alligood, 2014).

Kesedihan kronis
menggambarkan
sebuah fenomena
yang luas dan
dapat diterima
dalam praktik
keperawatan,
yang dibuktikan
dengan
masuknya
kesedihan kronis
sebagai daignosa
keperawatan
dalam NANDA-I
(Alligood, 2014).

Kesehatan merupakan
sesuatu yang
dikejar,diperoleh dan
dirawat.Ini merupakan
bagian dari kehidupan
social, ekonomi,cultural
dan spiritual. Pada
pandangan yang holistic

Lingkungan adalah
social yang luas di
alam, konteksnya dari
perjalanan hidup
seseorang dalam
samudra pengalaman,
perawat menciptakan
tempat untuk bisa

Perawatan adalah
kegiatan antarpribadi
berupa abadi
manusia melibatkan
fokus pada promosi
pertumbuhan dan
perkembangan

1. Value the voice


(menghargai
suara)
2. Respect the
language
(hormati
bahasa)
3. Develop

metafora

dan mengalami 3
dimensi yaitu ;
dunia,diri sendiri dan
orang lain. Model
pasang surut
memegang sedikit
asumsi tentang
latihan hidup yang
sesuai sepanjang
hidup manusia.
Manusia
didefenisikan dalam
hubungan/relasi
sebagai contoh
dengan ayah,ibu,
anak. Saudara dan
juga dengan perawat.

orang-orang
menganggap bahwa
kesehatan dan sakit
adalah sesuatu yang
bernilai.

tumbuh dan
berkembang.
Hubungan teraupetik
digunakan sebagai
jalan dalam membina
relasi seseorang
dengan
lingkungannya.
Masalah manusia
mungkin berasal dari
interaksi yang
kompleks antara
seseorang dang
lingkungan. Orangorang yang tinggal di
lingkungan social
mempunyai interaksi
dengan orang lain,
kelompok dan
organisasi, keluarga,
kultur. Lingkungan
yang disiapkan secara
aman dan nyaman
untuk ditempati
membuat kondisi
orang-orang yang
mengalami gangguan
mental merasa seperti
tinggal di rumah
mereka sendiri.

Keperawatan siap
saat kondisi yang
diperlukan untuk
promosi
pertumbuhan dan
perkembangan.
Keperawatan adalah
aktivitas manusia
interpersonal dan
berfokus pada
promosi dari
pertumbuhan dan
perkembangan.

genuine
curiosity
(mengembangk
an rasa ingin
tahu)
4. Become the
apprentice
(menjadi
apprentice)
5. Reveal
personal
wisdom
(mengungkapka
n
Praktek keperawatan
kebijaksanaan)
berfokus pada
6. Be transparent
identifikasi
(jadilah
kebutuhan pasien
transparan atau
saat ini, melakukan
terbuka)
kolaborasi dan
7. Use the
mengembangan
available toolkit
system pada human
(gunakan
care. Focus yang
sumberdaya
tepat dari
yang ada)
keperawatan adalah 8. Craft the step
kebutuhan akan
beyond
perasaan oleh orang
(menentukan
yang dirawat,yang
langkah)
didefenisikan sebagai 9. Give the gift of
fungsi hubungan
time (berikan
antara orang dengan
waktu)
kebutuhan perawatan 10.
dan orang yang
Know that change
mencari kebutuhan
is constant

11. 2008

Merle H.
Mishel

Uncertainty
in
Illness
Theory
dimana keraguan
dapat
mempengaruhi
kemampuan
pasien
untuk
beradaptasi pada
suatu penyakit.

Keraguan masingmasing pasien harus


dipahami sebagai
karakteristik masalah
dari pengalaman
penyakit individu
terlepas dari sifat akut
atau kronis berbagai
penyakit

Keraguan terhadap
suatu penyakit
dianggap sebagai
stressor kognitif dan
mempengaruhi kontrol
dari individu. Selain itu
keraguan tersebut
berkaitan koping
maladaptif, distress
psikologis yang lebih
tinggi, dan penurunan
kualitas hidup.

Dukungan sosial
mempengaruhi
kemampuan individu
dalam melihat suatu
kejadian atau keadaan
pada dirinya.

itu.

(ketahuilah bahwa
perubahan adalah
konstan)

Keperawatan
membantu pasien
beradaptasi dan
mengatasi keraguan
secara produktif, dan
mengintegrasikannya
ke dalam kehidupan
mereka dan
meningkatkan
kualitas hidup

Intervensi
keperawatan
harus membantu
pasien
beradaptasi dan
mengatasi
keraguan secara
produktif,
mengintegrasikan
nya ke dalam
kehidupan
mereka dan
meningkatkan
kualitas hidup

Sumber : (Aligood, 2014)

BAB III
PEMBAHASAN
Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang
bersifat komprehensif meliputi bio, psiko, sosio, kultural dan spiritual yang ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit dengan
menggunakan pendekatan proses keperawatan. Perlu diyakini bahwa penerapan suatu teori
keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan akan berdampak pada peningkatan
asuhan keperawatan. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional akan
berkembang bila salah satunya di dukung oleh teori dan model keperawatan dalam
pelaksanaan praktek keperawatan.
Menurut De Laune dan Ladner (2002)nursing is an art and a science by which people
are assisted in learning to care for themselves whenever possible and cared for by others
when they are unable to meet their own needs. Dalam pengertiantersebut, keperawatan
bukan hanya dipahami sebagai merawat dan memeliharatetapi juga memandirikan.
Paradigma keperawatan berfungsi sebagai acuan atau dasar dalammelaksanakan praktek
keperawatan yang bersifat professional.Dengan dasar tersebut, sesuatu yang mungkin
terjadi di mana dua orangdengan paradigma yang berbeda akan memandang suatu
fenomena dengan caraberbeda sehingga menimbulkan penarikan kesimpulan yang berbeda
pula. Hal inijuga berlaku dalam keperawatan, dengan objek observasi yang sama
perawatdengan latar belakang atau bidang yang berbeda mungkin akan melihat
masalahyang

timbul

berbeda

dan

menuntun

pada

perbedaan

diagnosa

serta

perencanaankeperawatan.

Paradigma keperawatan merupakan abstrak dari cara memandang dan keyakinan


yang mendasari suatu disiplin ilmu keperawatan dalam lingkup ilmu keperawatan,
sehinngga pelayanan keperawatan mempunyai norma, memilki standar yang jelas dan
bisa dipertanggung jawabkan. Fenomena ini mencakup manusia, lingkungan, sehat dan
keperawatan. Fenomena keperawatan merupakan obyek layanan keperawatan yang
didasari komponen keperawatan manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan.
Kesimpulannya bahwa paradigma sains keperawatan adalah cara memandang
fenomena keperawatan yang terjadi berdasarkan keilmuan yang berkembang.
Komponen dari paradigma keperawatan sendiri pada dasarnya ada empat seperti yang
disebutkan di atas, akan tetapi perkembangannya dalam teori sangat tergantung oleh
sudut pandang masing-masing teoris. Dengan begitu, pemaknaan masing-masing
komponen paradigma tersebut bisa jadi berbeda sehingga penjelasan yang bisa
diberikan secara umum adalah arti komponen secara lebih superfisial.

Profesi keperawatan mengenal empat tingkatan teori keperawatan yakni meta theory,
grand theory, middle range theory, dan practical theory. Teori-teori tersebut diklasifikasikan
berdasarkan tingkatan keabstrakannya, yang dimulai dengan meta theory yang paling
abstrak hingga practical theory yang paling konkret. Model konseptual keperawatan
dikembangkan oleh para ahli keperawatan dengan harapan dapat menjadi kerangka berpikir
perawat, sehingga perawat perlu memahami konsep ini sebagai kerangka konsep dalam
memberikan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Model konseptual yang
dikembangkan oleh para ahli tersebut mencakup seluruh bagian dalam ilmu keperawatan,
salah satunya pengembangan dalam ilmu keperawatan jiwa.
Model konseptual yang dikembangkan dalam bidang keperawatan jiwa dan menjadi
dasar perkembangan ilmu keperawatan jiwa adalah model interpersonal dari Hildegard
Peplau (1952), model konseptual tersebut merupakan bagian dari grand theory yang masih
abstrak. Sedikit ulasan tentang Peplau, dimana ia merupakan seorang perawat psikiatri
yang memperkenalkan konsep model hubungan interpersonal yang berlandaskan pada teori
psikoanalisa, teori belajar sosial, teori motivasi, dan teori perkembangan kepribadian. Teori
peplau berfokus pada individu, perawat dan prose interaktif sehingga dapat membentuk
hubungan perawat-klien. Konsep Peplau ini mendasari praktek komunikasi terapeutik. Oleh
karena itu, perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat-klien, dimana perawat
bertugas sebagai nara sumber, konselor, guru, penasihat, wali, pemimpin. Tujuan penerapan
teori Peplau adalah demi kelangsungan hidup organisme dan memahami masalah klien
serta belajar dari pengalaman mereka.Peplau secara terperinci menguraikan beberapa
peran perawat yaitu:
1. Stranger : menerima pasien secara baik-baik untuk dapat beradaptasi dengan situasi
kehidupan yang berbeda, sehingga tercipta hubungan saling percaya;
2. Teacher: sebagai guru dalam memberi pengetahuan sesuai kebutuhan;
3. Resource Person: Sebagai narasumber atau pemberi informasi yang spesifik dalam
memahami masalah atau situasi yang baru;
4. Counselors: Membantu individu untuk memahami dan mengintegrasikan makna
kehidupan saat ini sambil memberikan bimbingan dan dorongan untuk melakukan
perubahan;
5. Surrogate:bertindak sebagai advokasi, yaitu atas nama pasien untuk membantu
memperjelas domain saling ketergantungan dan kemandirian;
6. Leader ; memimpin pertemuan dengan cara yang saling memuaskan.
Pandangan teoritis tentang model keperawatan hubungan interpersonal adalah
kemampuan dalam memahami diri sendiri & orang lain dengan menggunakan dasar
hubungan antar manusia (HAM).Peplau membagi fase-fase hubungan Interpersonal
menjadi 4 fase yaitu: 1) Fase Orientasi : Perawat dan pasien melakukan kontrak awal untuk
menjalin trust, terjadi proses pengumpulan data; 2) Fase Identifikasi : Perawat sebagai

fasilitator

untuk

memfasilitasi

expresi

perasaan

pasien,

melaksanakan

asuhan

keperawatan; 3) Fase Eksplorasi : Perawat telah membantu pasien dalam memberikan


gambaran kondisi pasien; 4) Fase Resolusi : Perawat berusaha secara bertahap untuk
membebaskan pasien dari ketergantungan terhadap tenaga kesehatan & menggunakan
kemampuan yang dimilikinya.
Penelitian tentang penerapan terapi latihan ketrampilan sosial padaklien isolasi sosial
dan harga diri rendah denganpendekatan model hubungan interpersonal peplaudi RS Dr.
Marzoeki Mahdi Bogordirasakan tepatditerapkan pada klien dengan masalahisolasi sosial
dan harga diri rendah karena tahapan-tahapan pemberianasuhan keperawatan dalam
modelhubungan interpersonal Peplau yangterdiri dari tahap orientasi, identifikasi,eksploitasi
dan resolusi dapatditerapkan sesuai dengan karakteristik klien (Wakhid, 2013). Latihan
ketrampilan sosial dapatmenurunkan tanda dan gejala padaklien yang mengalami isolasi
sosial danharga diri rendah. Rata-rata responsecara keseluruhan pada masalahisolasi sosial
sebelum diberikan terapilatihan ketrampilan sosial sebesar93,11 dan sesudah diberikan
terapilatihan ketrampilan sosial sebesar60,56. Dan rata-rata respon secarakeseluruhan
pada masalah harga dirirendah sebelum diberikan latihanketrampilan sosial sebesar 60,92
dansesudah diberikan terapi latihanketrampilan sosial sebesar 40,17.
Tokoh keperawatan berikutnya dalam level middle range theory adalah Phil Barker.
Beliau mendasarkan teorinya Tidal Theory pada grand theorynya Peplau. Peplau menjadi
mentor bagi Phil Barker. Barker mambahas gagasannya pertama kali adalah bersama
Peplau pada tahun 1994, dimana Peplau menyetujui gagasan Barker bahwa seseorang
akan menunjukkan diri mereka ketika mereka berbicara. Barker, menyatakan bahwa Peplau
merupakan ibu dari keperawatan psikiatri. Beberapa bukti yang menegaskan bahwa Barker
menggunakan interpersonal theory dari peplau sebagai landasan pengembangan tidal
theory miliknya, diantaranya ciri khas dari model tidal adalah penekanan pada pengalaman
yang diceritakan oleh pasien sendiri, dimana konsep ini merupakan penekanan nilai dari
Peplau yang memperkenalkan paradigma antarpribadi untuk studi dan praktek keperawatan
sebagai "terapi, proses interpersonal yang signifikan" (Alligood, 2014).
Profesor

Phil

Barker,

Poppy

Buchanan-Barker

dan

rekan-rekan

mereka

mengembangkan Tidal model sebagai sebuah model pemulihan untuk promosi kesehatan
mental.Tidal model berfokus pada proses perubahan yang ada pada semua orang. Model ini
berusaha untuk mengungkapkan arti dari pengalaman seseorang, menekankan pentingnya
suara mereka sendiri dan kebijaksanaan melalui kekuatan metafora. Ini bertujuan untuk
memberdayakan seseorang untuk memimpin pemulihannya sendiri bukannya diarahkan
oleh para profesional. Phil Barker sering disebut sebagai teoris kontemporer yang menonjol
dalam keperawatan kesehatan jiwa, hal tersebut mendasari model ini terinspirasi oleh

penelitian selama lima tahun tentang apa yang dibutuhkan untuk perawatan kesehatan jiwa
yang dilakukan.
Tidal model diaplikasikan melalui enam kunci asumsi filosofis yaitu:keyakinan tentang
keingintahuan dalam arti positif; pengakuan atas kekuatan sumberdaya, daripada berfokus
pada masalah, kekurangan atau kelemahan; menghormati keinginan seseorang, bukannya
paternalistik; penerimaan paradoks krisis sebagai peluang; mengakui bahwa semua tujuan
berfokus pada seseorang; keutamaan mengejar elegan dengan cara sederhana yang
mungkin harus dicari.Tidal model menggunakan metafora atau filosofi air dan menjelaskan
bagaimana orang-orang dalam kesusahan atau distres bisa menjadi rapuh secara
emosional, fisik dan spiritual (Alligood, 2014). Pada penelitiannya mitos keperawatan
kesehatan mental dan tantangannya terhadap pemulihan, dimana sebagai seorang perawat
jiwa dalam terminologiakan mencerminkan keinginanoleh perawatuntuk membangunprofesi
merekasebagai berbeda daridisiplinpsikiatri danjugauntuk menemukanidentitasyang lebih
positifsebagai

orang

yangdapat

membantuorang-orang

yangsakit

mentalmenjadi

sehatsecara mental. Dalam kaitan antara manusia dan pemulihan, dimana sebagian besar
perawat mengklaim tetap fokus pada perawatan atau manajemen pasien.

Setelah

menciptakan istilah 'perawat-pasien hubungan', dalam makalah utama terakhirnya, Peplau


(1995) mengalihkan perhatiannya dari pasien ke subjek orang. Barker menyatakan bahwa
peplau juga telah memfokuskan pada perhatian terhadap persons recovery, yang telah
ditermuat dalam ACMHN (2010) yakni mengakui pengalaman pribadi dan keahlian individu,
mendukung potensi mereka untuk pemulihan dan membantu mereka untuk mencapai
kualitas hidup yang optimal Ini berarti bahwa setidaknya, satu tujuan keperawatan adalah
untuk membantu individu menjalani hidup mereka dengan cara yang mereka inginkan.
Konsep ini dikembangkan lebih lanjut pada standar 3 yakni perawat mengembangkan terapi
relationship yang menghormati pilihan individu dan pengalamannya, sehingga akan
mendukung proses pemulihan pasien tersebut (Baker, 2011).
Tidal Theory dari Bakers, sesuai untuk digunakan dalam keperawatan jiwa saat ini,
dimana angka kejadian gangguan jiwa di Indonesia sangat tinggi baik yang telah
teridentifikasi maupun yang belum teridentifikasi di komunitas. Sebagai perawat jiwa, harus
memahami bahwa pengalaman sehat dan sakit seperti zat cair, bukanlah sebuah fenomena
yang stabil dan kehidupan sebagai sebuah pengalaman sedangkan krisis kejiwaan
merupakan satu dari sekian banyak hal yang dapat menenggelamkan mereka. Tujuan
asuhan keperawatan jiwa ialah untuk menyiapkan upaya pemulihan pasien sehingga
mereka dapat melanjutkan hidup. Perawat juga hendaknya membantu klien mengidentifikasi
bagaimana ia dapat lebih berperan dalam hidupnya dan mengontrol hidupnya serta
pengalaman yang didapatnya, dimana menurt Barker bahwa perawat dan klien adalah satu,
tidak dapat dipisahkan seperti penari dalam sebuah tarian.

Tidal model berawal dari empat poin penting, yaitu: 1) Fokus terapeutik yang utama
dalam kesehatan jiwa ialah dalam komunitas.Manusia hidup di lautan pengalaman dan
krisis kejiwaan hanyalah satu dari sekian banyak hal yang dapat menenggalamkan
mereka. Tujuan keperawatan atau asuhan kesehatan jiwa ialah untuk mengembalikan
mereka ke lautan pengalaman tersebut sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan
hidup mereka;

2) Perubahan merupakan proses yang terus berjalan dan konstan.

Manusia akan terus berubah, namun kadang mereka tidak menyadarinya. Salah satu tujuan
utama intervensi yang dilakukan ialah untuk membantu klien membangun kesadaran bahwa
sekecil apapun perubahan itu akan membawa dampak yang besar bagi hidupnya. 3)
Kekuatan terletak pada proses asuhan. Perawat membantu klien untuk mengidentifikasi
bagaimana ia dapat lebih berperan dalam hidupnya dan mengontrol hidupnya serta
pengalaman yang didapatnya; 4) Perawat dan klien adalah satu, tidak dapat dipisahkan
seperti penari dalam sebuah tarian (Meleis, 2012).
Dapat diambil kesimpulan bahwa kedua teori tersebut saling berkaiatan dimana
Peplau memandang individu/klien adalah manusia yang memiliki kebutuhan perasaan dan
perawatan hadir sebagai fasilitator baik bagi klien maupun keluarga. Dengan kapasitas

profesionalnya perawat harus mampu membangun proses yang sifatnya interpersonal


dan terapeutik sebagai gagasan utama teori Peplau, mendampingi asumsi bahwa setiap
individu memiliki kebutuhan perasaan. Sedangkan k eperawatan adalah proses
interpersonal karena melibatkan interaksi antara dua atau lebih individu dengan tujuan
bersama. Sedangkan Phil Barker menyatakan bahwa kesehatan jiwa, faktor yang terkait
dengan krisis kejiwaan, bisa beragam serta kumulatif. Perawat atau tenaga penolong
lainnya akan mendapatkan pemahaman yang lebih tentang situasi yang saat itu sedang
dihadapi seseorang dan perlunya suatu perubahan. Dengan ini, praktisi atau tenaga
penolong, seiring berjalannya waktu, akan dibimbing untuk merawat atau mengasuh
seseorang mulai dari awal perjalanan mereka hingga terdampar, tenggelam atau sebaliknya
dicampakkan oleh permasalahan hidup mereka. Eksplorasi kemudian dapat dilakukan untuk
mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan badai dan apa yang perlu dilakukan
segera untuk dapat berlayar lagi (Meleis, 2012)

BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Beberapa teori keperawatan di kembangkan dan di klasifikasikan berdasarkan
tingkat ke abstrakanya sehingga hal ini yang dapat memunculkan beberapa theori
diantaranya grand theory yang bersifat komplek dan luas, middle range theory bersifat fokus
dan konkrit pada masalah tertentu, micro theory lebih bersifat spesifik dan aplikatif. Dengan
berkembangnya ilmu keperawatan dengan cukup pesat sehingga melahirkan beberapa
paradigma yang bertujuan untuk menjawab dan mengatasi Fenomena keperawatan yang
merupakan obyek layanan keperawatan yang didasari komponen keperawatan manusia,
kesehatan, lingkungan . sedangkan untuk teori keperawatan yang mengarah pada masalah
kejiwaan yaitu berasal dari teorinya Hildegrad Peplau dan Phil Barker, tujuan dari penerapan
teori peplau yang menitik beratkan pada modal interpersonal yang mana pada konsep
peplau berfokus pada komunikasi terapeutik bahwa perawat berupaya mengembangkan
hubungan perawat-klien, dimana perawat bertugas sebagai nara sumber, konselor, guru,
penasihat, pemimpin dan bertujuan demi kelangsungan hidup organisme dan memahami
masalah klien serta belajar dari pengalaman mereka. Kemudian tokoh keperawatan
berikutnya dilanjutkan oleh phil barker yang mana peplau disini sebagai mentor dan
menyetujui gagasan Barker terkait keluarnya tidal theory sebagai landasan teori ini barker
menggunakan interpersonal theory dari peplau. Phil barker mengembangkan Tidal model
sebagai sebuah model pemulihan untuk promosi kesehatan mental, berusaha untuk
mengungkapkan dari perasaan seseorang yang bertujuan untuk memulihkan seseorang
agar dapat memimpin pemuihanya sendiri bukan hanya diarahkan oleh para profesional.
Tidal model menggunakan metafora atau filosofi air yang menjelaskan bagaimana orangorang dalam kesusahan atau distres bisa menjadi rapuh secara emosional, fisik dan
spiritual.

4.2 Saran
Diharapkan perawat dalam memberikan pelayanan dapat menggunakan pendekatan
teori yang sesuai dengan masalah yang muncul serta bersifat komprehensif meliputi
biopsikososiokultural dan spritual yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.

Daftar Pustaka
Alligood, R.M. (2014). History and philosophy of science Nursing theorists and
their work (8 ed.). Mosby: Elsevier
Barker. (2014). The tidal model: the lived-experience in person-centredmental
health nursing care. Nursing Philosophy,, 2, 213223.
DeLaune, Sue C., Ladner, & Patrcia, K. (2002). Fundamental of Nursing: Standard
and Practice (2 ed.). Delmar: New York.
Kozier. (2011). Buku Ajar Fundamentaal keperawatan, konsep Proses dan
Praktik. Jakarta: EGC.
Masters, K. (2014). Framework for professional nursing practice 47-87.
McEwen, M., & & Wills, E.M. . (2011). Theoretical basis for nursing (3 ed.).
Philadelphia: Wolters Kluwes Health.
Parker, Marilyn E. (2011). Nursing Theories and Nursing Practice (3 ed.).
Philadelphia: FA Davis Company.
Potter, Patricia A., & Perry, & Griffin, Anne. (2005). Buku Ajar Fundamental
Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik (4 ed. Vol. 1). Jakarta: EGC.
Wakhid, & Abdul. (2013). Penerapan Terapi Latihan Ketrampilan Sosial Pada Klien
Isolasi Sosial Dan Harga Diri Rendah Dengan Pendekatan Model Hubungan
Interpersonal Peplau Di RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor. Jurnal Keperawatan
Jiwa, 1(1), 34-48.