Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ELEKTRONIKA DASAR

DISUSUN OLEH :
PUTRI ASTUTI
NIM: 4143121042

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2015-2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas segala Rahmat dan
KaruniaNya, yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini.
Didalam pembuatan makalah ini saya menyadari, bahwa makalah yang saya buat ini
masih banyak kekurangan di segala sisi, baik dalam bentuk penyajian isi makalah maupun
tata bahasanya.
Saya berharap pembaca dapat menerima dan memahami makalah ini dan saya
berharap pembaca bisa memberi kritik dan saran yang sifatnya mendidik dan membangun.
Saya berdoa semoga Allah S.W.T memberikan Taufiq dan HidayahNya kepada kita.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Medan,

November 2015

Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar..........................................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan.................................................................................................................1
1.1.

Latar
Belakang.......................................................................................................1

1.2.
Rumusan Masalah..................................................................................................1
Bab II Pembahasan..................................................................................................................2
2.1 LED (Light Emitting Diode)..................................................................................2
2.1.1. Pengertian LED (Light Emitting Diode)................................................2
2.1.2. Simbol dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)..................................2
2.1.3. Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)................................................3
2.1.4. Cara Mengetahui Polaritas LED.............................................................4
2.1.5. Warna-warna LED (Light Emitting Diode)............................................4
2.1.6. Kegunaan LED dalam Kehidupan sehari-hari........................................5
2.2 FOTODIODA.........................................................................................................5
2.2.1. Pengertian Fotodioda..............................................................................5
2.2.2. Prinsip Kerja Photo Dioda......................................................................6
2.2.3. Sensor Warna Menggunakan Phot.odioda.............................................7
2.2.4. Perancangan dan Pembuatan Sensor......................................................7
2.2.5. Aplikasi Fotodioda.................................................................................9
Bab III Simpulan.....................................................................................................................10
Daftar Pustaka.........................................................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebuah produk elektronika tersusun dari beberapa komponen penting yang
ada di dalamnya. Komponen-komponen tersebut memiliki fungsi yang berbedabeda untuk dapat membuat produk menjadi berguna. Dioda, adalah piranti
elektronik yang hanya dapat melewatkan arus dalam satu arah saja. Karena itu,
dioda dapat dimanfaatkan sebagai penyearah arus listrik, yaitu piranti elektronik
yang mengubah arus atau tegangan bolak-balik (AC) menjadi arus tegangan
searah (DC). Sebuah dioda sambungan P-N hanya dapat mengalirkan arus listrik
dalam satu arah, maka dioda dapat dimanfaatkan sebagai penyearah (rectifier)
untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Aplikasi dioda
pada kendaraan banyak digunakan untuk penyearahan arus seperti pada sistem
pengisaian. Fungsi dioda adalah sebagai penyearah arus dari arus bolak-balik
menjadi arus searah agar dapat dimanfaatkan untuk mengisi baterai dan
menyuplai kebutuhan arus pada kendaraan. Fungsi lain dioda ini pada kendaraan
adalah sebagai anti shock tegangan.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan Masalah Atas dasar penentuan latar belakang serta
tujuan penulisan, maka penulis mengambil perumusan masalah sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apakah yang dimaksud dengan dioda LED?


Bagaimana prinsip kerja dari dioda LED?
Mengetahui aplikasi dari penggunaan dioda LED?
Apakah yang dimaksud dengan Fotodioda?
Bagaimana prinsip kerja dari Fotodioda?
Mengetahui aplikasi dari penggunaan Fotodioda?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

LED (Light Emitting Diode)

2.1.1

Pengertian LED (Light Emitting Diode)


Pengertian LED (Light Emitting Diode) dan Cara Kerjanya
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen
elektronika yang dapat memancarkan

cahaya monokromatik ketika

diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat


dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh
LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya.
LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh
mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun
Remote Control perangkat elektronik lainnya.
Bentuk LED mirip dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil
dan dapat dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai perangkat
elektronika. Berbeda dengan Lampu Pijar, LED tidak memerlukan
pembakaran

filamen

sehingga

tidak

menimbulkan

panas

dalam

menghasilkan cahaya. Oleh karena itu, saat ini LED (Light Emitting
Diode) yang bentuknya kecil telah banyak digunakan sebagai lampu
penerang dalam LCD TV yang mengganti lampu tube.
2.1.2 Simbol dan Bntuk LED (Light Emitting Diode)

2.1.3 Cara Kerja Led (Light Emitting Diode)

Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari


Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama
dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub
Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri
tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.
LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga
menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam
semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity)
pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan
yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari
Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan
berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang
bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan
melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satuwarna).

LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan
maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah Energi
Listrik menjadi Energi Cahaya.

2.1.4 Cara Mengetahui Polaritas LED

Untuk mengetahui polaritas terminal Anoda (+) dan Katoda (-)


pada LED. Kita dapat melihatnya secara fisik berdasarkan gambar diatas.
Ciri-ciri Terminal Anoda pada LED adalah kaki yang lebih panjang dan
juga Lead Frame yang lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri Terminal Katoda
adalah Kaki yang lebih pendek dengan Lead Frame yang besar serta
terletak di sisi yang Flat.
2.1.5

Warna-warna LED (Light Emitting Diode)


Saat ini, LED telah memiliki beranekaragam warna, diantaranya
seperti warna merah, kuning, biru, putih, hijau, jingga dan infra merah.
Keanekaragaman Warna pada LED tersebut tergantung pada wavelength
(panjang gelombang) dan senyawa semikonduktor yang dipergunakannya.
Berikut ini adalah Tabel Senyawa Semikonduktor yang digunakan untuk
menghasilkan variasi warna pada LED :

Bahan Semikonduktor
Gallium Arsenide (GaAs)
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)
Gallium Arsenide Phosphide Nitride

Wavelength
850-940nm
630-660nm
605-620nm

Warna
Infra Merah
Merah
Jingga

585m-595nm Kuning

(GaAsP:N)
Aluminium Gallium Phosphide (AlGaP)
Silicon Carbide (SiC)

550-570nm
430-505nm

Hijau
Biru

Gallium Indium Nitride (GaInN)


2.1.6

450nm

Putih

Kegunaan LED dalam Kehidupan sehari-hari


Teknologi

LED

memiliki

berbagai

kelebihan

seperti

tidak

menimbulkan panas, tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya


seperti merkuri, dan hemat listrik serta bentuknya yang kecil ini semakin
popular dalam bidang teknologi pencahayaan. Berbagai produk yang
memerlukan cahaya pun mengadopsi teknologi Light Emitting Diode
(LED) ini. Berikut ini beberapa pengaplikasiannya LED dalam kehidupan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

sehari-hari.
Lampu Penerangan Rumah
Lampu Penerangan Jalan
Papan Iklan (Advertising)
Backlight LCD (TV, Display Handphone, Monitor)
Lampu Dekorasi Interior maupun Exterior
Lampu Indikator
Pemancar Infra Merah pada Remote Control (TV, AC, AV Player)

2.2 FOTODIODA
2.2.1 Pengertian Fotodioda
Photo dioda adalah jenis dioda yang berfungsi untuk mendeteksi
cahaya. Berbeda dengan dioda biasa.Komponen elektronik ini akan
mengubah cahaya menjadi arus listrik.Cahaya yang dapat di deteksi oleh
dioda ini,mulai dari infrared,sinar ultra violet,sampai dengan sinar X. Jenis
dioda seperti ini telah di aplikasikan pada alat penghitung kendaraan
otomatis di jalan-jalan umum.
2.2.2

Prinsip Kerja Photo Dioda


Photodioda dibuat dari semikonduktor dengan bahan yang populer
adalah silicon ( Si) atau galium arsenida ( GaAs), dan yang lain meliputi
InSb, InAs, PbSe. Material ini menyerap cahaya dengan karakteristik
panjang gelombang mencakup: 2500 - 11000 untuk silicon, 8000
20,000 untuk GaAs. Ketika sebuah photon (satu satuan energi dalam
cahaya) dari sumber cahaya diserap, hal tersebut membangkitkan suatu

elektron dan menghasilkan sepasang pembawa muatan tunggal, sebuah


elektron dan sebuah hole, di mana suatu hole adalah bagian dari kisi-kisi
semikonduktor yang kehilangan elektron. Arah Arus yang melalui sebuah
semikonduktor adalah kebalikan dengan gerak muatan pembawa. cara
tersebut didalam sebuah photodiode digunakan untuk mengumpulkan
photon - menyebabkan pembawa muatan (seperti arus atau tegangan)
mengalir/terbentuk di bagian-bagian elektroda.
Photodioda digunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang
dipancarkan oleh Infrared. Besarnya tegangan atau arus listrik yang
dihasilkan oleh photodioda tergantung besar kecilnya radiasi yang
dipancarkan oleh infrared.

2.2.3 Sensor Warna Menggunakan Photodioda


Setiap warna bisa disusun dari warna dasar. Untuk cahaya, warna
dasar penyusunnya adalah warna Merah, Hijau dan Biru, atau lebih
dikenal dengan istilah RGB (Red-Green-Blue). Gambar2 memperlihatkan
beberapa sampel warna dan komposisi RGB-nya terskala 8 bit.

2.2.4

Perancangan dan Pembuatan Sensor


Sistim sensor yang digunakan adalah sensor warna. Rangkaian
sensor terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pemancar cahaya dan penerima
cahaya. Rangkaian pemancar terdiri dari resistor sebagai pembatas arus
serta LED sebagai piranti yang memancarkan cahaya. Sedangkan
rangkaian penerima terdiri dari resistor sebagai pull-up tegangan dan
photodioda sebagai piranti yang akan menerima pantulan cahaya LED
obyek. Rangkaian komparator akan membandingkan tegangan input dari
sensor dengan tegangan referensi untuk menghasilkan logika '0' dan '1'
untuk membedakan warna merah dan warna hijau.

LED
akan

memancarkan
cahaya

ke

obyek

dan

photodioda
akan

menerima
cahaya

yang

dipantulkan
oleh

obyek
tersebut.

Intensitas cahaya yang diterima oleh photodioda akan mempengaruhi nilai


reistasinya. Obyek berupa Warna merah dan Warna biru akan

memantulkan cahaya dengan intensitas yang berbeda. Warna merah akan


memantulkan cahaya dengan intensitas yang lebih tinggi daripada Warna
hijau, sehingga nilai resistansinya akan berbeda. Semakin besar intensitas
cahaya yang diterima oleh photodioda, maka nilai 15 resistansinya akan
semakin kecil dan nilai tegangan outputnya akan Semakin kecil pula.
Perbedaan nilai tegangan output dari photodioda saat menerima cahaya
pantulan dari Warna merah atau Warna hijau akan dideteksi oleh rangkaian
komparator. Tegangan referensi dapat diatur dengan memutar variabel
resistor. untuk dapat membedakan Warna merah atau Warna hijau, nilai
tegangan referensi diatur sehingga memiliki nilai diantara nilai tegangan
output dari photodioda saat menerima pantulan cahaya dari obyek.
Untuk mendapatkan hasil yang baik maka pemasangan sensor
warna harus tertutup dan dipasang tegak lurus terhadap obyek serti pada
gambar 3.5 berikut :

Untuk mendeteksi warna merah maka digunakan sensor


photodioda yang disinari dengan LED superbright warna merah. Pada saat
photodioda menerima pantulan cahaya dari Warna merah, nilai tegangan
output pada photodioda akan lebih kecil dari tegangan referensi, sehingga
output dari komparator akan bernilai 0. Sedangkan saat photodioda
menerima pantulan cahaya dari Warna hijau, nilai tegangan outputnya
akan lebih besar dari tegangan referensi, sehingga output dari komparator
bernilai 1. Sebaliknya, Untuk mendeteksi warna hijau maka digunakan
sensor photodioda yang disinari dengan LED superbright warna hijau.

Pada saat photodioda menerima pantulan cahaya dari Warna hijau, nilai
tegangan output pada photodioda akan lebih kecil dari tegangan referensi,
sehingga output dari komparator akan bernilai 0. Sedangkan saat
photodioda menerima pantulan cahaya dari Warna merah, nilai tegangan
outputnya akan lebih besar dari tegangan referensi, sehingga output dari
komparator bernilai 1.
2.2.5

Aplikasi Fotodioda
Sebagai contoh aplikasi photo diode dapat digunakan sebagai
sensor api. Penggunaan sensor photo diode sebagai pendeteksi keberadaan
api didasarkan pada fakta bahwa pada nyala api juga terpancar cahaya
infra merah. Hal ini tidak dapat dibuktikan dengan mata telanjang karena
cahaya infra merah merupakan cahaya tidak tampak, namun keberadaan
cahaya infra merah dapat dirasakan yaitu ketika ada rasa hangat atau panas
dari nyala api yang sampai ke tubuh kita.

BAB III
SIMPULAN
Led adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan
cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. Led merupakan
keluarga dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna
cahaya yang dipancarkan oleh led tergantung pada jenis bahan
semikonduktor yang dipergunakannya. Led juga dapat memancarkan sinar
inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai
pada remote control tv ataupun remote control perangkat elektronik
lainnya.
Photo dioda adalah jenis dioda yang berfungsi untuk mendeteksi
cahaya. Berbeda dengan dioda biasa.komponen elektronik ini akan
mengubah cahaya menjadi arus listrik.cahaya yang dapat di deteksi oleh
dioda ini,mulai dari infrared,sinar ultra violet,sampai dengan sinar x. Jenis
dioda seperti ini telah di aplikasikan pada alat penghitung kendaraan
otomatis di jalan-jalan umum.

10

DAFTAR PUSTAKA
Muhaimin. 1991. Bahan-bahan Listrik untuk Politeknik. Jakarta: Andi Offset.
Martawijaya,M.A,dkk. 2008. Dasar-Dasar Elektronika. Makassar: Badan
Penerbit UNM.
Sumanto, Drs. 1996. Pengetahuan Bahan untuk Mesin dan Listrik. Jakarta:
Andi Offset.

11