Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KELOMPOK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

KELAS VII B STAR BPKP BATCH II

Anggota Kelompok:
Adhitya Yudhatama (1)
Adi Ismail Muztaba (2)
Aditya Sri Yanto (3)
Fatahar Rizky (14)
Fedrie Yammar (15)
Wisnu Ryan H. S. (27)

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN


2015

Revenue Cycle
Soal No. 24 (Hal 574-576)
a. Flowchart of Plainsman Industries System

b. Kritik atas alur dokumen


1) Urutan dan Waktu Kejadian
- Schedule Log seharusnya diupdate pada saat barang telah diangkut oleh carrier bukan
pada saat barang sampai di shipping dock
- Seharusnya final quality check yang dilakukan oleh shipping department dilakukan
sebelum costumer copy dari invoice dikirim ke war room, untuk memastikan data
yang ada pada invoice telah benar
2) Pengendalian
- Tidak adanya pengecekan saldo piutang dari costumer, hal ini berpotensi adanya
costumer gagal bayar
- Atas perakitan barang seharunya dapat memperhatikan kebutuhan waktu
penyelesaian perakitan dengan tanggal pengiriman agar barang tidak perlu masuk
gudang terlebih dahulu karena rentang barang selesai dan jadwal pengiriman barang
terlalu lama
- Penggunaan carrier belum disertai dengan penggunaan asuransi atas barang
c. Sistem yang efisien utuk masa depan
-

Dibutuhkan pembagian tanggungjawab dengan membagi operasi perusahaan pada Sales


Department, Credit Department, Billing Department, Warehouse, dan Shipping
Department
Adanya pengecekan piutang atas konsumen
Perusahaan memiliki daftar harga barang yang direviu sesuai kebutuhan agar setiap
invoice tidak perlu dibahas di war room untuk penentuan harga

Revenue Cycle
Soal No. 14 (Hal 597-599)
No

Kelemahan

Akibat

a.

Order langsung diteruskan ke Klerk


piutang dan Invoice dibuat oleh klerk
piutang, tidak adanya pengecekan saldo
piutang yang dilakukan klerk piutang agar
order disetujui yang selanjutnya baru
diproses.

Adanya kemungkinan gagal bayar oleh


customer.

b.

Tidak adanya back order akan


membingungkan customer karena tidak
adanya pemberitahuan order tersebut
batal.

Menurunkan kepercayaan customer karena


pesanan dibatalkan tanpa adanya
pemberitahuan

c.

Klerk piutang tidak menerima stock


release dari storeroom sehingga tidak
dapat dilakukan rekonsiliasi atas jumlah
barang yang dikeluarkan storeroom
dengan yang yang tercantum di bill of
lading

Hal ini dapat menyebabkan adanya selisih


atas jumlah barang yang dikeluarkan
storeroom dengan yang dicatat di bill of
lading

d.

Penyimpanan sales register berdasarkan


numerik bukan berdasarkan tanggal jatuh
tempo

Kesulitan untuk mencari piutang yang jatuh


tempo

e.

Pengecekan check dan remittance advice


Fungsi dari receptionist menjadi tidak efektif
dilakukan tidak dilakukan oleh receptionist karena hanya berperan meneruskan email ke
klerk piutang.

f.

Cash receipt register seharunya diposting


oleh cashier. Credit memo juga
seharusnya dibuat oleh cashier

Kemungkinan penyalahgunaan oleh klerk


piutang

Expenditure Cycle (22)


No

Strength(s)
or Weakness
(es)

Strengths

Explanation of Why Finding Is

Recommendation

a Strength or Weakness

to Correct Weakness

Otorisasi dari pengguna sehingga material


dan kuantitas telah sesuai dengan yang
dibutuhkan pengguna.
Penggunaan pre-numbered purchase
orders sehingga semua PO dapat dilacak
apabila terdapat PO yang masih beredar di
pengguna.

Weakness

Salinan PO tidak boleh digunakan sebagai


laporan penerimaan (receiving report)
kecuali jumlah material telah dihapus atau
dihitamkan.

Laporan penerimaan disiapkan


setelah dilakukan penghitungan
material dan identifikasi material
yang diterima.

Weaknesses

Departemen pengguna mungkin tidak


terlatih dalam teknik pembelian. Hal ini
dapat menyebabkan kemahalan harga
dalam pembelian.

Baik dari departemen pengguna


maupun departemen pembelian
harus terlibat dalam negosiasi
dengan vendor.

Hal ini dapat meningkatkan potensi


perjanjian kolusif.

Departemen pembelian harus


menyetujui pembelian sebelum
dibuat faktur pembelian bukan
sebelum pembayaran dilakukan.

Daftar Pegawai yang memiliki otorisasi


pembelian sudah tidak relevan lagi dan
tidak dapat digunakan

Memperbarui daftar sesegera


mungkin sebelum otorisasi
pembelian terjadi.

Daftar Pegawai juga jarang digunakan

Payable clerk harus menggunakan


daftar tersebut dan selalu
memutakhirkan data setiap ada
perubahan.

Weakness

Strength

Proses penomoran dan perekaman


memberikan kontrol atas invoice dan
untuk memastikan perekaman dalam
pencatatan akuntansi.

Weakness

Tidak dilakukannya follow-up atas open


invoice pada departemen operasi yang
bersangkutan. Hal ini juga menunjukan
tidak adanya reviu berkala atas open
invoice tersebut.

Strength

Audit transaksi membantu meminimalkan


kesalahan dan memastikan bahwa hanya
transaksi yang diotorisasi yang dicatat.

Perlu adanya reviu secara periodik


dan follow-up terus menerus
terhadap open invoice.

Weaknesses

Penetapan pembayaran hanya pada


tanggal 5 dan 20 mencegah adanya
transaksi pada tanggal lain, padahal
tanggal jatuh tempo tidak selalu berada
pada tanggal tersebut.

Strength

Terdapat pemisahan fungsi yang tepat


antara yang membatalkan dokumen
dengan yang membuat dokumen

Tagihan yang belum dibayar harus


dibayar pada saat tanggal jatuh
tempo. Tagihan seharusnya juga di
file kan menurut tanggal, baru
selanjutnya secara alphabet.

Pembayaran hanya berdasarkan dokumen


asli dan dokumen tersebut dibatalkan
setelah pembayaran untuk menghindari
pembayaran ganda.
Namun seharusnya atas dokumen yang
sudah dibayar diberikan tanda paid
supaya tidak ada pembayaran ganda.
8

Strength

Cek kosong tersimpan aman dalam tempat


terkunci dan hanya yang mempunyai
otoritas yang dapat mengaksesnya.

Weakness

Akses yang tidak terbatas terhadap


dokumen pencairan tunai (selain cek
kosong) memungkinkan adanya
perubahan yang tidak sah dari dokumen
hutang. Hal ini dapat mengakibatkan
hilangnya kontrol, akuntabilitas, dan aset.
Hal ini juga dapat mengakibatkan
pencatatan akuntansi yang tidak akurat
atau bahkan terjadinya penghancuran
catatan.

Dibutuhkan aturan yang membatasi


akses dan pengamanan fisik
terhadap dokumen utang. Namun
melihat cost and benefit nya, untuk
dokumen utang tidak perlu adanya
pengamanan fisik.

Expenditure Cycle (32)


No

Weaknesses/Inefficiencies

Recommendations

Kuantitas material yang diterima


tidak diverifikasi oleh manajer
material.

Selain memeriksa kualitas semua material yang


diterima, manajer material harus memverifikasi
jumlah material yang diterima melalui perhitungan
fisik. Agar lebih menjadi efektif, perhitungan fisik
dapat dilakukan hanya terhadap vendor yang sering
bermasalah dan dibuat jadwal secara acak terhadap
vendor. Verifikasi dilakukan dengan menghitung
jumlah material dan dituangkan dalam Berita Acara
agar dapat dipertanggungjawabkan yang selanjutnya
Berita Acara tersebut diserahkan kepada
Departemen Pembelian untuk membandingkan
jumlah dengan Surat Pesanan Barang,

Dalam menyusun permintaan


pembelian, Manajer material
hanya mendasarkan pada jadwal
produksi setiap 4 bulan, tetapi
tidak berdasarkan permintaan
dari departemen produksi. Jadwal
produksi dapat menjadi tidak
relevan dengan kebutuhan
produksi sebenarnya. Produksi
akan selalu menyesuaikan level
produksi dengan tingkat
penjualanan saat itu.

Untuk meningkatkan 3ating3 anggaran atas


pengeluaran, Manager Material juga harus melihat
permintaan dari departemen produksi. Hal ini
berhubungan dengan perencanaan ke depan untuk
memastikan pembelian material tersebut sesuai
dengan proyeksi penjualan perusahaan.

Mayoritas kebutuhan bahan baku


penting Lecimore hanya
disediakan oleh satu vendor.

Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan


mencari sumber alternative lain untuk menyediakan
bahan baku penting. Ha ini untuk menghindari
terjadinya kekurangan material apabila vendor
tersebut mengalami masalah persediaan.

Permintaan material yang bersifat


mendesak yang dibuat oleh
departemen produksi langsung
dikirimkan ke departemen
pembelian tanpa berkonsultasi
pada manager material terlebih
dahulu.

Seharusnya permintaan ini harus ditinjau oleh


manager material untuk menentukan apabila
terdapat permintaan yang dapat dipenuhi dengan
persediaan yang ada.

Departemen Pembelian
bertanggung jawab atas biaya
pesanan khusus (special orders).
Hal ini dapat menimbulkan moral

Hubungan langsung antara biaya pesanan khusus


dengan departemen pemesan diperlukan agar
perusahaan dapat melakukan pengendalian yang
tepat. Maka dengan membebankan biaya tersebut

hazard dari departemen yang


memesan barang tersebut
apabila produksi batal
dilaksanakan.

ke departemen pemesan sementara material


tersebut batal digunakan, tentunya hal tersebut
akan memotivasi departemen tersebut agar lebih
berhati-hati dalam mengambil keputusan. Biaya
yang berlebihan dalam laporan pertanggungjawaban
biaya akan dapat disorot oleh perusahaan sehingga
dapat diambil tindakan korektif atas hal tersebut.

Perubahan mesin tidak


didiskusikan dengan departemen
lainnya.

Dibutuhkan SOP dalam melakukan perubahan mesin.


Perubahan mesin harus direviu oleh departemen
terkait produksi sebelum menerima pesanan.
Perusahaan juga harus meninjau apakah terdapat
biaya tambahan atau penghematan biaya yang
diharapkan dari perubahan ini.

Departemen Pembayaran tidak


diinformasikan oleh material
manager terkait penerimaan
barang parsial. Apabila tanda
terima dari penerimaan barang
ini tidak disampaikan ke
departemen pembayaran, vendor
tidak akan menerima
pembayaran dikarenakan
material dianggap belum
4datang.

Selain menginformasikan Departemen Pembelian,


manajer material juga harus menginformasikan
kepada departemen pembayaran agar faktur vendor
dapat diproses.

Adanya material advance


Adanya penekanan kepada vendor agar
shipment dapat menyebabkan
melaksanakan perjanjian sesuai kontrak
bertambahnya biaya
penyimpanan dikarenakan barang
belum digunakan dalam aktivitas
produksi

Perulangan kegiatan pencocokan


purchase order dengan invoice

Menyusun proses yang lebih efisien dengan


menghapuskan kegiatan-kegiatan yang berulang

Production Cycle
Soal No. 19 (Hal 493-494)
a. Timing error ini berakibat pada:
-

Nilai inventory lebih rendah dari seharusnya (understatement). Hal ini


dikarenakan belum dilakukan penjurnalan oleh Cost Accounting atas completed
work orders tersebut dan juga Inventory clerk belum mengupdate Inventory
Master Record.

Net Income dapat menjadi understatement ataupun overstatement. Jika


menganailis keterangan bahwa cost akan dirata-rata kembali sesuai dengan basis
data yang baru maka dimungkinkan apabila cost dari order ini lebih besar dari
rata-rata sebelumnya makan net income menjadi overstatement, sementara
apabila cost dari order ini lebih kecil dari rata-rata sebelumnya maka net income
menjadi understatement. Hal ini dapat berpengaruh signifikan terhadap cost
mengingat work orders ini sangat besar.

Nilai Inventory pada balance sheet menjadi lebih rendah dari seharusnya
(understatement).

b. Koreksi atas eror ini harus dibuat retroaktif. Laporan Keuangan formal masih belum
dipublikasikan sehingga langkah korektif masih dapat diambil agar laporan keuangan
dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Beccan Company
Inventory System Design

Human Resources Cycle


Soal No. 15 (Hal 526-527)
Saran untuk meningkatkan Sistem Pengendalian Internal Kowal Manufacturing Company
adalah sebagai berikut:
a. Praktek memperkerjakan pegawai pabrik
-

Selain dengan interview, seharusnya prosedur dapat ditambah dengan mengecek


latar belakang pelamar dengan menggunakan referesi dokumen pengalaman
kerja, catatan kepolisan dan dokumen laiinnya yang menggabarkan track record
pelamar.

Terhadap

pelamar

yang

dipekerjakan,

pengawas

pabrik

memberikan

pemberitahuan secara tertulis nama lengkap, tingkat gaji kepada departemen


penggajian.
b. Prosedur penggajian
-

Persediaan dari time card kosong harus ditiadakan. Pada setiap senin pagi.
Departemen penggajian harus memberikan time card yang sudah diketik nama
pekerja kepada pekerja yang bersangkutan dan dibuat tanda terimanya.

Time card dikumpulkan setiap pekerja ke supervisor di akhir minggu. Mandor


harus membuat persetujuan atas time card yang telah diisi pekerja yang
selajutnya diserahkan kepada petugas penggajian.

Apabila terdapat time card yang tidak kembali ke departemen penggajian maka
harus dipertanggungjawabkan.

Dibutuhkan prosedur lain apabila dikemudian hari diketahui terdapat time card
pegawai yang hilang dalam hal pembayaran gaji sebagai dasar pembayaran.
Misalnya seperti Surat Keterangan dari Supervisor bahwa pekerja yang
bersangkutan benar hadir pada minggu tersebut. Namun atas kejadian ini
pekerja harus mendapatkan sanksi agar lebih bertanggungjawab.

Pendistribusian payroll check seharusnya dilakukan oleh pihak lain yang lebih
independen selain supervisor.

Payroll Check yang diberikan kepada pekerja harus dibuat bernomor agar mudah
dalam melakukan control, selain itu juga harus dilengkapi dengan tanda terima
yang ditandatangani pekerja.

Soal No. 17 (Hal 530-532)


Identifikasi kelemahan dari pengendalian dan rekomendasi yang dibutuhkan dalam
prosedur penggajian dan proses komputerisasi Vane Corporation.
No

Kelemahan Pengendalian
Prosedur Penggajian

Rekomendasi

Time card tidak memadai

Time card seharusnya sudah tercetak nama


pegawai dan diberi nomor (prenumbered)

Lemahnya kontrol atas pengisian waktu


pada time card dan job time ticket
pekerja

Mandor harus menyetujui pengisian tersebut


dengan menandatangani time card dan job time
ticket

Pendistribusian gaji pekerja oleh


supervisor rentan atas penyalahgunaan

Check gaji dilakukan oleh petugas yang lebih


independen selain supervisor, misalnya staf
internal audit.

Dapat terjadi perbedaan antara pengisian


pada time card dengan job time ticket

Dilakukan rekonsiliasi setiap hari antara bagian


akuntansi biaya dengan sistem penggajian.

Check gaji dibuat pada rekening regular

Dibuat rekening khusus untuk pembayaran gaji.


Hal ini agar dapat memudahkan dalam hal
melakukan rekonsiliasi dan meminimalkan
kemungkinan adanya kecurangan.

Kelemahan Pengendalian berdasarkan eror dan inkonsistensi yang ditemukan:


No

Kelemahan Pengendalian
Prosedur Komputerisasi

Rekomendasi

Check tidak diproses secara benar saat


adanya pengalihan nomor pekerja.

Time card sudah diberikan nomor dan nama


pekerja tercetak yang dikeluarkan oleh sistem.

Tidak adanya prosedur pengujian batas


maksimal dari proses penggajian dari
upah kotor pekerja.

Dibutuhkan prosedur pengujian batas maksimal


upah pekerja ke dalam program penggajian agar
apabila terdapat upah kotor yang melebihi $800
prosesnya akan dihentikan dan perlu dilakukan
verifikasi. Prosedur pengecualian atas hal ini juga
dibutuhkan untuk menentukan apakah nilai sudah
akurat dan benar.

Tidak adanya control untuk memastikan


semua check telah diproses,

Melakukan control dengan menambahkan


prosedur pembandingan jumlah check dicetak
dengan jumlah pekerja.

a. Tidak adanya proteksi terhadap


kemungkinan rusaknya master file
b. Kecil kemungkinan untuk dapat

Setidaknya terdapat dua master file agar memiliki


data cadangan apabila terjadi hal yang tidak
disengaja.

merekonstruksi file kembali


5

Kurangnya verifikasi dari input jam kerja

Kesalahan dapat dihilangkan setelah dilakukannya


rekonsiliasi input antara time card dengan job time
ticket secara terintegrasi

Adanya record yang tidak direkam pada


master file mengindikasikan file tersebut
tidak valid

Menambahkan tampilan jumlah record yang


sudah direkam pada master file sehingga dapat
diketahui apabila terdapat data yang tidak
terekam.

Perubahan yang tidak tepat dilakukan


oleh operator komputer

Operator seharusnya tidak diperbolehkan untuk


melakukan perubahan data. Perubahan seperti
kenaikan tariff pajak seharusnya dilakukan oleh
bagian pemrograman.

Siklus Pelaporan dan Buku Besar


Soal No. 37 (hal 669-670)
Kelemahan Pengendalian Internal
1. Mail room tidak melakukan rekonsiliasi atas check dan remittance advice yang
diterimanya. Untuk general bookkeeper tidak perlu dikirim advice dan list karena
akan menerima deposit slip dan receipt record dari cashier dan account summary
dari account receiveable clerk
2. Cashier tidak melakukan penyimpanan atas receipt record
3. Billing clerk seharusnya dapat langsung memposting sales journal pada general
ledger sehingga bookkeeper tidak perlu menjurnal kembali
4. Account receiveable clerk tidak mengirimkan account summary ke general
bookkeeper
5. Account receiveable clerk tidak membandingkan remittance advice dengan
remittance list dalam memposting ke A/R subsidiary ledger

Soal No. 38 (hal 670-671)


a. Informasi yang dibutuhkan dalam :
(1) Akuisisi
Dalam akuisisi informasi yang dibutuhkan adalah terkait harga perolehan aset
serta biaya- biaya yang harus ditambahkan dalam nilai mesin tersebut. Berikut ini
adalah biaya-biaya tersebut :
(a) Harga Pembelian
(b) Biaya Pengiriman dan handling
(c) Asuransi saat pengiriman
(d) Biaya perakitan dan instalasi
(e) Biaya yang dibutuhkan dalam uji coba mesin
(2) Depresiasi
Dalam menentukan depresiasi mesin, informasi yang dibutuhkan adalah:
(a) Estimasi masa manfaat;
(b) Estimasi nilai sisa aset;
(c) Metode Depresiasi yang akan digunakan.
(3) Penghentian penggunaan aset
Aset yang dihentikan penggunaannya biasanya dilakukan dengan cara
(a) Dijual
(b) Pertukaran Aset
(c) Penghapusan

Pada saat tanggal penghentian penggunaan aset maka depresiasi harus dilakukan
sampai dengan tanggal tersebut.
b. Rekomendasi untuk control dan prosedur dalam sistem pengadaan aset yang kuat
(1) Pengadaan aset harus dilakukan oleh unit tertentu untuk menentukan vendor
yang berhak mengadakan aset
(2) Proses pengadaan aset dengan nilai yang besar dilakukan dengan mekanisme
lelang, sedangkan untuk aset yang nilainya kecil unit tersebut mempunyai
kewenangan untuk menentukan vendor berdasarkan kelayakan vendor.
(3) Proses lelang dilakukan dengan proses seleksi administrasi, teknis, harga secara
bertahap.
(4) Terhadap pemenang lelang dibuat kontrak pengadaan aset dan pembayaran
dilakukan berdasarkan progress pelaksanaan kontrak.
(5) Terdapat pejabat penerima barang yang bertugas menerima aset dan bertugas
mengecek aset sesuai dengan invoice.
(6) Untuk aset yang bersifat khusus secara teknis maka pengadaan aset dapat
dilakukan dengan mengikutsertakan user atau ahli atas barang tersebut dalam
menentukan aset yang akan dibeli.