Anda di halaman 1dari 9

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

JURNAL PRAKTIKUM
FISIKA DASAR 2

LENSA

disusun oleh:
Isnaini

(13030224008)

Duwi Astuti Ningsih

(13030224010)

Bibi Maria Umma

(13030224016)

FISIKA REGULER D 2013


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2013
Diseminarkan pada 7 April 2014

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

LENSA
Oleh :
Isnaini
Duwi Astuti Ningsih
Bibi Maria Umma

(13030224008)
(13030224010)
(13030224016)

ABSTRAK

Percobaan Lensa bertujuan untuk menentukan jarak fokus lensa positif


dan lensa negatif. Dengan mengontrol jenis lensa yang digunakan dan
memanipulasi jarak benda, didapatkan respon yaitu jarak bayangan yang terjadi.
Melalui metode peletakan benda, lensa dan layar sesuai dengan rancangan
percobaan dengan berpedoman pada teori pemantulan dan pembiasan pada
muka lengkung oleh Snellius, didapatkan nilai jarak bayangan yang dapat
digunakan untuk menghitung jarak fokus lensa. Dari percobaan yang dilakukan,

didapatkan nilai jarak fokus lensa positif sebesar

negatif sebesar

dan nilai jarak fokus lensa

dengan taraf ketelitian masing-masing sebesar 93,3% dan

89,7%. Dalam percobaan ini, nilai jarak fokus kedua lensa berbeda di tiap
percobaan. Hal ini terjadi karena kurang lengkungnya lensa yang digunakan
sehingga bayangan yang dihasilkan pada layar menjadi kurang tajam dan cukup
sulit ditentukan titik fokusnya terutama pada percobaan lensa cekung (negatif).
Kata Kunci

: pemantulan dan pembiasan, hukum Snellius, lensa

I. PENDAHULUAN
Dalam perkembangan ilmu
pengetahuan dikenal adanya lensa
sebagai salah satu alat optik yang
sering digunakan. Lensa dapat
ditemukan pada kamera, kaca
pembesar,
teleskop,
teropong,
mikroskop, peralatan kedokteran dan
yang paling sering ditemui adalah
pada kacamata. Keutamaan lensa ialah
untuk membentuk bayangan benda.
Sering kita menyebutkan bahwa
lensa sebagai benda bening atau
tembus cahaya yang dibatasi oleh
bidang lengkung atau satu bidang
lengkung dan satu bidang datar.
Dalam perkembangannya, dikenal 2
Diseminarkan pada 7 April 2014

jenis lensa yaitu lensa cembug dan


lensa cekung. Selain itu dikenal pula
istilah titik fokus F, jarak fokus f, jarak
benda s dan jarak bayangan s`. Untuk
memahami tentang cara kerja lensa,
praktikan
melakukan
percobaan
dengan judul Lensa.
Adapun rumusan masalah yang
dapat diambil adalah berapa jarak
fokus lensa positif (cembung) dan
lensa negatif (cekung). Dengan tujuan
percobaan yaitu menentukan jarak
fokus lensa positif (cembung) dan
lensa negatif (cekung).
II. DASAR TEORI

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

Lensa adalah benda bening (tembus


cahaya) yang dibatasi dua bidang lengkung
atau satu bidang lengkung dan satu bidang
datar. Dari definisi tersebut dikenal lensa
cembung (bagian tengah tebal) dan lensa
cekung (bagian tengah tipis) seperti pada
gambar 1 dibawah ini.

Gambar 2a fokus lensa positif

Gambar 2b fokus lensa negatif


Hubungan antara jarak benda, jarak
bayangan dan jarak fokus adalah sbb :
A

Gambar 1. Macam macam lensa (A,B,C


lensa positif , D,E lensa negatif)

Titik fokus lensa


Pada gambar 2 berikut ini
menunjukkan berkas cahaya sejajar dari
benda yang terletak jauh tak terhingga
jatuh pada lensa tipis. Letak bayangannya
di suatu titik F, selanjutnya dinamakan titik
fokus lensa. Jarak dari lensa ke titik F
disebut jarak fokus, f. Karena sebuah lensa
mempunyai 2 permukaan maka selain
mempunyai 2 buah jari- jari kelengkungan
lensa R, juga mempunyai 2 buah titik
fokus. Titik fokus lainnya adalah F1, yakni
posisi benda agar bayangannya terletak di
jauh tak terhingga. Untuk lensa tipis, titik
api pertama F1 dan titik api kedua F2
terletak pada posisi yang berlawanan dan
berjarak sama dari lensa. Gambar 2a dan
gambar
2b ,
berturut

turut
menggambarkan fokus lensa positif dan
fokus lensa negatif.

1/s + 1/s = 1/f


Dengan :

s = jarak benda
s= jarak bayangan
f = jarak fokus
dimana bayangan lensa negatif dianggap
benda oleh lensa positif. Perhatikan bahwa
: s(-) = x dan s(+) = x+d , sehingga dari
rumus untuk lensa positif berlaku,
1/(x + d) + 1/s(+) = 1/f (+)

METODE PERCOBAAN
Gambar rancangan percobaan
IV.
V.

Diseminarkan pada 7 April 2014

(2)

Menentukan fokus lensa positif


Jika benda di depan lensa positif
maka bayangannya dapat diterima oleh
layar
(nyata).
Untuk
memperoleh
bayangan yang tajam di layar, lensa dan
atau layar dapat digeser geser
sedemikian hingga bayangan tersebut
diterima jelas di layar.
Dari persamaan 2, x dapat dihitung.
Untuk lensa negatif, karena bayangan yang
dibentuk selalu maya (tidak dapat diterima
layar), maka untuk menentukan jarak
fokusnya memakai pertolongan lensa
positif yang telah diketahui f nya.
Selanjutnya untuk lensa negatif berlaku,
1/x +1/s(-) = 1/f (-)

III.

(1)

(3)

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

Alat dan Bahan


1. Lensa positif
1 buah
2. Lensa negatif
1 buah
3. Layar
1 buah
4. Meteran
1 buah
5. Lilin
1 buah
6. Bangku optik
1 set
VI.
Variabel-variabel Percobaan
1. Variabel Kontrol: jenis lensa
2. Variabel Manipulasi: jarak benda
3. Variabel Respon: jarak bayangan
VII.
Langkah-langkah Percobaan
1. Menentukan Fokus Lensa Positif
VIII.
Meletakkan benda, lensa
positif dan layar sedemikian hingga
tersusun seperti gambar 3. Dengan jalan
menggeser-geser layar, maka di layar akan
tampak gambar yang tajam. Langkah
tersebut diulang-ulang dengan jarak benda
yang berbeda. Mengukur s dan s` untuk
setiap kondisi berbeda. Menentukan jarak
fokus lensa.
2. Menentukan Fokus Lensa Negatif
IX.
Meletakkan benda, lensa
negatif, lensa positif dan layar
sedemikian hingga tersusun seperti
gambar 4. Dengan jalan menggesergeser lensa positif sehingga tampak
bayangan yang tajam pada layar.
Langkah tersebut diulang-ulang
dengan jarak benda yang berbeda.
Diseminarkan pada 7 April 2014

Mengukur d dan s`(+) untuk setiap


kondisi berbeda.
X.
XI.
Dalam hal ini nilai f(+) telah
diperoleh
dari
percobaan
1.
Menentukan jarak fokus lensa
negatif.
XII.
XIII.
XIV. HASIL DAN PEMBAHASAN
XV.
XVI.
Dari percobaan yang
dilakukan
diperoleh
data
sebagai berikut ;
Jarak fokus lensa positif
XIX.
XX.
XVII. XVIII.
(s 0,1)
(s 0,1)
(f 0,1)
N
XXI. XXII.
1
21,0
XXV. XXVI.
2
22,0
XXIX. XXX.
3
23,0
XXXIII.XXXIV.
4
24,0
XXXVII.XXXVIII.
5
25,0
XLI. XLII.
6
26,0
XLV. XLVI.
7
27,0

XXIII.
77,0
XXVII.
69,0
XXXI.
68,0
XXXV.
63,0
XXXIX.
63,0
XLIII.
61,0
XLVII.
59,0

XXIV.
16,5
XXVIII.
16,7
XXXII.
17,2
XXXVI.
17,4
XL.
17,9
XLIV.
18,2
XLVIII.
18,5

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

XLIX. L.
8
28,0
LIII.
LIV.
9
29,0
LVII. LVIII.
1
30,0
LXI.

LI.
57,0
LV.
55,0
LIX.
50,0

LII.
18,8
LVI.
18,9
LX.
18,8

Rerata f = 18,0 cm

LXII.
LXIII.
LXIV.
LXV.
LXVI.
LXVII.
LXVIII.
LXIX.
LXX.

Diseminarkan pada 7 April 2014

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

No

Perc.

Jarak fokus lensa negatif


f

+
( 0,1) cm

18,0

Dari data hasil percobaan,


dapat digunakan untuk menentukan
nilai x dan f(-) yaitu dengan
menggunakan persamaan (2) dan (3)
untuk lensa cekung (negatif)
Diseminarkan pada 7 April 2014

+
( 0,1)
s

(d 0,1)

( 0,1)
s

11,0

13,0

14,0

15,0

16,0

17,0

18,6

19,5

21,0

22,0

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

s
1
1
+
( x+ d)

(2)

9,

8,

s
1 1
+
x

7,

7,
(3)

Sehingga
didapatkan
data
nilai jarak fokus
lensa negatif sebagai
berikut:

( 0,1) cm

Diseminarkan pada 7 April 2014

Dengan
menggunakan
standar
deviasi
diperoleh nilai jarak
fokus lensa negatif
(cekung)
sebesar
11,6 1,2cm

Lensa Cembung (+)

Dengan mengetahui
nilai s dan s` melalui
percobaan sebanyak 10 kali
dengan manipulasi nilai s,
diperoleh

nilai f(+) melalui persamaan 1/s +


1/s = 1/f. Dari data nilai f(+) yang telah
dihitung
untuk
tiap
percobaan
menghasilkan nilai yang berbeda satu
sama lain. Hal ini berbeda dengan teori
yang menyatakan bahwa nilai f(+)
bergantung pada kelengkungan lensa
bukan pada jarak benda maupun
bayangan. Sehingga jika lensa yang
dipakai sama atau satu macam dalam
percobaan tersebut, maka nilai f akan

Kelompok 5 Fisika Reguler 2013

sama. Dalam percobaan ini nilai f(+)


yang didapat sebesar 18,0 1,2 cm .
Lensa Cekung (-)

Dengan bantuan
lensa cembung untuk menampilkan
bayangan agar diterima layar, maka
didapatkan data nilai d (jarak antar
lensa), s`(+) (jarak antara lensa
cembung dan layar), s(-) (jarak
benda dengan lensa cekung), x
(jarak bayangan pada lensa
cekung / s`(-)) dan f(-) (jarak fokus
lensa cekung). Melalui persamaan
+

f
didapatkan nilai x

s
1
1
+
( x+ d)
untuk

tiap

perumusan

percobaan
dan

f
didapatkan

s
1 1
+
x

nilai f(-) untuk tiap percobaan. Dari


data nilai f(-) yang telah diperoleh,
dihasilkan nilai f(-) yang berbeda di
tiap percobaan. Dalam percobaan
ini diperoleh nilai f(-) sebesar
11,6 1,2cm .

LXXI. DISKUSI

Dari hasil percobaan yang


dilakukan diperoleh nilai jarak fokus

Diseminarkan pada 7 April 2014

lensa positif
18,0 1,2 cm

sebesar
dengan

f(+)

=
taraf

ketelitian 93,3% dan nilai jarak fokus


lensa negatif f = 11,6 1,2cm
(-)

dengan taraf ketelitian 89,7%.


Berdasarkan
hasil
percobaan
tersebut, nilai f di setiap percobaan
berbeda baik pada lensa positif
maupun negatif. Hal ini bertentangan
dengan teori yang ada bahwa
seharusnya nilai jarak fokus selalu
sama berapapun besarnya jarak
benda dan bayangannya selama lensa
yang digunakan tetap. Selain itu,
dalam percobaan ini digunakan lensa
yang
kelengkungannya
kurang
cembung
sehingga
dalam
menentukan bayangannya yang tajam
cukup sulit terutama pada percobaan
lensa negatif.

LXXII. KESIMPULAN

Dari
rumusan masalah
yang ada dan hasil
percobaan yang
diperoleh,
didapatkan
kesimpulan yaitu
nilai jarak fokus
lensa cembung
sebesar f(+) =
18,0 1,2 cm dan
nilai jarak fokus
lensa cekung
sebesar f(-) =
11,6 1,2cm .

DAFTAR PUSTAKA

Douglas, C.Giancoli.2001.Fisika jilid 2. Jakarta:Erlangga

Tim Dosen Fisika Dasar.2013.Panduan Praktikum Fisika Dasar


II.Surabaya:Unesa