Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH AKHLAK DAN

AKTUALISASINYA DALAM
KEHIDUPAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Akhlaq dan Aktualisasinya Dalam Kehidupan.
Penulisan makalah ini dibuat untuk memenuhi tuga mata kuliah
Pendidikan Agama Islam di Universitas Negeri Semarang.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua
pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu
dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami
yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Semarang,13 November 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR

DAFTAR
ISI

BAB I
PENDAHULUAN
.
1.

Latar
Belakang..

2.

Rumusan
Masalah.

3.

Tujuan
.
BAB II
PEMBAHASAN
..

1.

Pengertian
Akhlak

2.

Macam-Macam
Akhlak.

3.

Akhlak Terhadap Allah Swt. .

4.

Akhlak Terhadap Rasulullah Saw

5.

Akhlak
Pribadi

6.

Akhlak Terhadap Sesama


Manusia..

7.

Akhlak Kepada Lingkungan Hidup


BAB III
PENUTUP
.

1.

Kesimpulan
..

2.

Saran
..
DAFTAR
PUSTAKA.

BAB I
PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang

Islam menempatkan akhlak pada tempat yang sangat strategis, hal ini
terwujud dalam bebrapa hal diantaranya; Rassulullah SAW diutus
kepada umatnya untuk membawa risalah yang telah diwahyukan Allah
SWT melalui Malaikat Jibril AS, diantaranya yaitu untuk
menyempurnakan Akhlak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam
salah satu hadisnya; Sesungguhnya Aku diutus untuk
menyempurnakan keluluran Akhlak.(HR.Malik). mendefinisikan agama
sebagai akhlak yang baik. Dalam sabda Rasulullah SAW, ketika beliau
ditanya tentang makna agama, Beliu menjawab; bahwa agama
adalah akhlak yang baik. Rasulullah SAW juga bersabda Timbangan
yang berat pada hari perhitungannanti adalah Takwa kepad Allah dan
Akhlak yang mulia.

Cara-cara untuk membentuk akhlak yang baik:


1.

Mengetahui macam-macam akhlak yang baik dan akhlak yang


buruk

2.

Mengetahui dan menyadari akan pentingnya berakhlak

3.

Merealisasikan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari

4.

Memelihara Maani-maani akidah dalah diri

Sejarah Agama menunjukkan bahwa kebehagiaan yang ingin dicapai


dengan menjalankan syariah agama itu hanya dapat terlaksana
dengan adanya akhlak yang baik. Kepercayaan yang hanya berbentuk
pengetahuan tentang keesaan Tuhan, ibadah yang dilakukan hanya
sebagai formalitas belaka, muamalah yang hanya merupakan
peraturan yang tertuang dalam kitab saja, semua itu bukanlah
merupakan jaminan untuk tercapainya kebahagiaan tersebut.
Timbulnya kesadaran akhlak dan pendirian manusia terhadap-Nya
adalah pangkalan yang menetukan corak hidup manusia. Akhlak, atau
moral, atau susila adalah pola tindakan yang didasarkan atas nilai
mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah
jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak, sebaliknya hidup yang
tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang
kesadaran itu.

1.

Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi fokus permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.

Pengertian Akhlaq

2.

Macam-macam akhlaq dan aktualisasinya dalam kehidupan

1.

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.

Untuk mengetahui pengertian dan macam-macam dari Akhlak

2.

Untuk mengetahui aktualisasi dari macam-macam akhlaq dalam


kehidupan

3.

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam

BAB II
PEMBAHASAN

1.

Pengertian Ahlak
Kata akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Al-Khulk yang berarti
tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut
istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam diri seorang
manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah
tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan. Dalam KBBI,
akhlak berarti budi pekerti atau kelakuan. Sedangkan menurut para
ahli, pengertian akhlak adalah sebagai berikut:

Menurut Abu Hamid Al Ghazali : Akhlak ialah sifat yang


terpatri dalam jiwa manusia yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan

yang dilakukan dengan senang

dan mudah tanpa memikirkan

dirinya serta tanpa adanya renungan terlebih dahulu.

Menurut Ahmad bin Mushthafa : Akhlak merupakan sebuah


ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan, dimana
keutamaan itu ialah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan
yakni kekuatan berpikir, marah dan syahwat atau
Ciri-Ciri Perbuatan Akhlak:
1) Tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi
kepribadiannya.
2) Dilakukan dengan mudah tanpa pemikiran.
3) Timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa ada
paksaan atau tekanan dari
luar.
4) Dilakukan dengan sungguh-sungguh.
5) Dilakukan dengan ikhlas.

1.

Macam-Macam Akhlak

2.

Akhlak kepada Allah

3.

a) Beribadah kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah Allah


untuk menyembahNya sesuai dengan perintah-Nya.

4.

b) Berzikir kepada Allah, yaitu mengingat Allah dalam berbagai


situasi dan kondisi,baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati.
Berzikir kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.

5.

c) Berdoa kepada Allah, yaitu memohon apa saja kepada Allah.


Doa merupakan inti ibadah, karena ia merupakan pengakuan akan

keterbatasan dan ketidakmampuan manusia, sekaligus pengakuan


akan kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu
6.

d) Tawakal kepada Allah, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada


Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu
keadaan.

7.

e) Tawaduk kepada Allah, yaitu rendah hati di hadapan Allah.


Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha
Kuasa.
2, Akhlak Kepada Rasululullah Saw
Akhlak terhadap Rasulullah adalah cara kita berinteraksi secara tidak
langsung kepada Rasulullah SAW yang meliputi tata cara bersikap
kepada beliau dan tata cara berinteraksi dengan segala sesuat yang di
bawanya.
Contoh akhlak terhadap Rasulullah antara lain :

Mencintai dan memuliakannya . Mencintai Rasulullah juga berarti


mencintai orang-orang yang di cintai oleh beliau dan membenci orangorang yang di bencinya.Lebih khusus mencintai keluarga dan sahabatsahabatnya.

Menghormati dan memuliakan Rasulullah. Bentuk penghormatan


dan pemuliaan terhadap beliau adalah tidak boleh mendahului beliau
dalam mengambil keputusan atau menjawab pertanyaan. Bentuk lain
menghormati Rasulullah dapat di teruskan oleh umatnya yaitu dengan
tidak mengeraskan suara di hadapan para ulama pewaris nabi.

Mengikuti dan menaati segala yang di ajarkan kepada kita.


Mengikuti Rasuullah adalah bukti kecintaan seorang hamba terhadap
Allah SWT.

Mengucapkan sholawat dan salam untuk Rasulullah. Perintah


untuk bersholawat menunjukkan betapa mulia dan terhormatnya
kedudukan Rasulullah di sisi Allah. Di samping bukti penghormatan
kepada beliau juga untuk kebaikan kita sendiri.
3.Akhlak kepada diri sendiri
akhlak terhadap diri sendiri adalah sikap seseorang terhadap diri
pribadinya baik itu jasmani sifatnya atau ruhani. Kita harus adil dalam
memperlakukan diri kita, dan jangan pernah memaksa diri kita untuk
melakukan sesuatu yang tidak baik atau bahkan membahayakan
jiwa.Sesuatu yang dapat membahayakan diri kita itu bisa bersifat
psikis. Misalkan iri, dengki, munafik dan lain sebagainya. Itu semua
dapat membahayakan jiwa kita, semua itu merupakan penyakit hati
yang harus kita hindari.
Cara untuk memelihara akhlak terhadap diri sendiri :
A.Shidiq
Shidiq artinya benar atau jujur, lawan dari dusta atau bohong. Seorang
muslim dituntut selalu berada dalam keadaan benar lahir batin, benar
hati, benar perkataan dan benar perbuatan. Rasulullah memerintahkan
setiap muslim untuk selalu shidiq, karena sikap shidiq membawa
kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkannya ke
surga.Shidiq (benar) meliputi benar perkataan, benar pergaulan, benar
kemauan, benar janji dan benar kenyataan.
B,Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya, seakar dengan kata iman. Sifat
amanah lahir dari kekuatan iman. Semakin menipis keimanan

seseorang semakin pudar pula sifat amanah pada dirinya.Bentuk


amanah dapat berupa tidak menyalahgunakan jabatan untuk
kepentingan tertentu, menunaikan kewajiban dengan baik dan
memelihara semua nikmat yang diberikan Allah SWT.
C.Istiqamah
istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan
keislaman sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan godaan.
Seorang yang beriman haruslah istiqamah dalam ketiga dimensi
tersebut. Dia akan selalu menjaga kesucian hatinya, kebenaran
perkataan dan kesesuaian perbuatannya dengan ajaran Islam.
D,Iffah
Iffah yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik dan
memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan,
merusak dan menjatuhkannya. Untuk menjaga kehormatan diri
tersebut, dia harus dapat mengendalikan hawa nafsunya, tidak saja
dari hal-hal yang haram, bahkan kadang-kadang harus juga menjaga
dirinya dari hal-hal yang halal karena bertentangan dengan
kehormatan dirinya..
E.Tawadhu
Tawadhu artinya rendah hati, kebalikan dari sombong atau takabur.
Orang yang rendah hati tidak memandang dirinya lebih hebat dari
orang lain. Rendah hati berbeda dengan rendah diri.Sikap tawadhu
adalah sifat mulia yang lahir dari kesadaran akan Kemahakuasaan
Allah atas semua hamba-Nya.

F.Malu
Malu atau dalam bahasa Arab al-hayaa-uadalah sikap menahan segala
kecenderungan berbuat keburukan, kedzaliman, kekejian, kewenangwenangan dan tindak kemaksiatan lainnya. Orang yang memiliki rasa
malu akan mendapatkan banyak kebaikan. Perasaan malu juga
merupakan akhlak yang paling asli dan pokok pada Rasulullah SAW.
G.Sabar
Sabar bermakna menahan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai
karena mengharapkan ridho Allah. Sabar dalam hal ini berarti
menahan dan mengekang diri dari mempertuhankan hawa nafsu.

H.Pemaaf
Pemaaf adalah sikap suka memberi maaf terhadap kesalahan orang
lain tanpa harus menunggu orang yang bersalah meminta maaf
kepada, tetapi boleh jadi karena hambatan psikologis menyebabkan
seseorang tidak mau meminta maaf,
Kebalikan dari sifat pemaaf adalah dendam, yaitu menahan rasa
permusuhan di dalam hati dan menunggu kesempatan untuk
membalas.
4.

Akhlak kepada sesama manusia

Akhlak kepada Tetangga atau masyarakat

1.

Tidak Menyakiti Tetangga dan Murah Hati.

menyakiti tetangga adalah perbuatan yang diharamkan dan termasuk


di antara dosa-dosa besar yang wajib untuk dijauhi. Sedangkan Islam
mengajarkan umatnya agar senantiasa bersikap murah hati terhadap
para tetangga dan memuliakannya.
Di antara sikap memuliakan tetangga dan berbuat baik kepadanya
adalah: memberikannya hadiah walaupun tidak seberapa nilainya
2.

Memulai salam
Memulai salam adalah bagian dari tanda-tanda tawadhu (rendah hati)
seseorang dan tanda ketaatannya kepada Allah subhanahu wataala.
Sebagaimana Allah subhanahu wataala berfirman,Dan berendah
dirilah kamu terhadap o-rang-orang yang beriman. (QS. 15:88)

3.

Bermuka berseri-seri (ceria)


Berwajah berseri-seri dan selalu tersenyum saat bertemu dengan para
shahabatnya adalah merupakan kebiasaan Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda,Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. (HR. atTirmidzi. Dishahihkan oleh al-Albani).

4.

Memberikan Penghormatan yang Istimewa.


Seorang muslim yang baik adalah seorang yang memperhatikan tata
krama dalam bertetangga, tidak mencampuri urusan yang tidak
bermanfaat baginya, dan tidak menanyakan urusan-urusan orang lain
yang bersifat pribadi.Maka jika anda ingin mendapat cinta dan simpati
tetangga, janganlah pernah mencampuri urusan-urusan pribadi
mereka.

5.

Menerima Udzur (permohonan maaf).

Bersikap toleransi dengan tetangga, dan lemah lembut dalam


berinteraksi dengannya merupakan salah satu kiat untuk menarik
simpati tetangga. Contohnya: Dengan menerima permohonan maaf
darinya, dan menganggap seolah-olah ia tidak pernah melakukan
kesalahan tersebut. Karena tidak ada manusia yang tidak pernah
berbuat salah.
6.

Menasehati dengan lemah lembut.


Seorang muslim yang baik ketika ia tahu tetangganya berbuat maksiat
adalah menasehatinya dengan lemah lembut, dan mengajaknya
kembali ke jalan Allah shallallahu alaihi wasallam, memotivasinya agar
berbuat baik, dan memperingatkannya dari kejahatan, serta
mendoakannya tanpa sepengetahuannya

7.

Menutup Aib.
Seorang mumin adalah seorang yang mencintai saudara-saudaranya,
menutup aibnya, bersabar atas kesalahannya, dan menginginkan
saudaranya selalu mendapatkan kebaikan ,taufiq serta istiqamah
Seseorang hendaknya mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi
tetangganya. Tidak mendatanginya dengan tiba-tiba atau tanpa
mengabarinya terlebih dahulu atau meminta izin kepadanya. Dan
hendaklah tidak membuat tetangga merasa terbebani atau direpotkan
dengan kunjungannya.

9.

Bersikap Ramah Tamah.


Di antara para tetangga adalah dengan bersikap ramah tamah
terhadap mereka dengan ungkapan dan ucapan yang baik dan lembut,
atau dengan memberikan hadiah istimewa kepadanya, atau dapat pula

dengan mengundang mereka untuk makan di rumah kita, dan lain


sebagainya.

Akhlak Terhadap Orang Tua (Ibu Dan Bapak)

Akhlak terhadap orang tua yang masih hidup


Orang tua (ibu dan bapak) adalah orang secara jasmani menjadi asal
keturunan anak. Itu pula sebabnya secara kudrati, setiap orang tua
menyayangi dan mencintai anaknya sebagai mana ia menyayangi dan
mencintai dirinya sendiri. Orang tua tidak mengharapkan balas jasa
dari anak atas semua pengorbanan yang diberikan kepada anak.
Harapan orang tua hanya satu yaitu kelak anaknya menjadi anak yang
saleh dan salehah, anak yang memberi kebahagiaan orang di dunia
dan mendoakan mereka setelah mereka meninggal dunia.Atas dasar
itu, antara lain yang menyebabkan seorang anak harus berbakti
kepada orang tua.

Akhlak terhadap orang tua yang Sudah Meninggal


Seorang ayah atau ibu yang sudah meninggal dunia masih memiliki
hak mendapatkan limpahan pahala dari doa yang disampaikan
anaknya. Hal ini juga mengandung arti bahwa anak memiliki kewjiban
mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal. Dalam ajaran
tasawuf, dikatakan, doa yang paling besar kemungkinan diterima Allah
adalah doa seorang anak untuk orang tuanya dan doa oaring fakir
untuk orang kaya.Kita sebagai anak, meskipun orang tua kita sudah
wafat, orang tua tetap sebagai orang tua yang wajib dihormati, oleh
sebab itu, kewajiban anak terhadap mereka berlanjut sampai mereka
wafat.

Akhlak terhadap Keluarga

Beberapa sikap yang harus dimunculkan oleh setiap anggota keluarga


tersebut diantaranya:
1.

Memimpin rumah tangga adalah sebuah tanggung jawab,


demikian juga memimpin bangsa. Tanggung jawab itu pun idealnya
harus ditunjang dengan kemampuan di berbagai bidang termasuk
kemampuan leadership (kepemimpinan)..

2.

Kerjasama
Dalam konteks yang lebih besar, kepemimpinan suatu bangsa
misalnya tidak mungkin mencapai sukses apabila langkah-langkah
pemimpin daerah tidak searah dengan kepemimpinan pusat.
Kepemimpinan di setiap daerah itu sendiri pun tidak akan berjalan
mulus jika bertentangan dengan kepemimpinan atau langkah-langkah
keluarga dan jelaslah pula bahwa keluarga merupakan tulang
punggung bagi tegaknya suatu bangsa.

3.

PerhitungandanKeseimbangan
Pengaturan dan keseimbangan dalam kehidupan keluarga dituntut oleh
ajaran Islam.Hal tersebut lahir dari rasa cinta terhadap anak dan
tanggung jawab terhadap generasi selanjutnya. Dalam al-Quran anak
disebut sebagai buah hati yang menyejukkan, serta Hiasan
kehidupan dunia.

4.

Disiplin
Dalam kehidupan berkeluarga, sikap kedisiplinan ini begitu penting.
Untuk mendapatkan kesejahteraan, seorang kepala keluarga perlu
memiliki sikap disiplin dalam mengatur waktu untuk bekerja, ibadah
dan istirahat, demikian juga seorang anak, untuk menggapai citacitanya dia harus rela mendisiplinkan diri dan waktunya untuk belajar,
bermain, ibadah dan istirahat. Tanpa kedisiplinan, keteraturan hidup
susah tercapai.

5.

Kasihsayang
keajaiban dari kekuatan besar yang dinamakan cinta yang merupakan
anugrah dari Allah SWT.Sejatinya, kekuatan besar tersebut melandasi
seluruh aspek kehidupan berkeluarga, karena dengan cinta sesuatu
yang berat akan terasa mudah.

6.

AKHLAK KEPADA LINGKUNGAN HIDUP


Alam adalah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi beserta
isinya, selain Allah. Allah melalui Al-Quran mewajibkan kepada
manusia untuk mengenal alam semesta beserta isinya. Manusia
sebagai khalifah diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola bumi
dan mengelola alam semesta ini. Manusia diturunkan ke bumi untuk
membawa rahmat dan cinta kasih kepada alam seisinya. Oleh karena
itu, manusia mempunyai tugas dan kewajiban terhadap alam
sekitarnya, yakni memakmurkan, mengelola, dan melestarikan alam,
sebagaimana firman-Nya: Dia menciptakan kalian dari bumi dan
menjadikan kalian sebagai pemakmurnya.(QS. Al-Anbiya 21:107)
Manusia mempunyai kewajiban untuk berakhlak kepada alam
sekitarnya. Ini didasarkan kepada hal-hal sebagai berikut:

Bahwa manusia hidup dan mati berada di alam, yaitu bumi.

Bahwa alam merupakan salah satu hal pokok yang dibicarakan


oleh Al-Quran.

Bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk melestarikan


alam.

Bahwa Allah memerintahkan manusia untuk mrngambil manfaat


yang sebesar-besarnya dari alam, agar kehidupannya menjadi
makmur.

Manusia berkewajiban mewujudkan kemakmuran dan


kebahagiaan di muka bumi.

Dalam Islam ada aturan untuk mengendalikan diri dalam berinteraksi


dengan alam, yaitu ketika sedang melakukan ihram, seseorang
dilarang mencabuti tumbuhan dan berburu binatang.Pada intinya,
etika Islam terhadap alam semesta hanya mengajarkan satu hal saja
yaitu perintah untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi.Akhlak
manusia terhadap alam bukan semata-mata untuk kepentingan alam,
tetapi jauh dari itu untuk memelihara, melestarikan dan
memakmurkan alam ini. Dengan memenuhi kebutuhannya sehingga
kemakmuran, kesejahteraan, dan keharmonisan hidup dapat terjaga.
Berakhlak dengan alam sekitar dapat kita lakukan dengan cara
melestarikan alam sekitar sebagai berikut :

Melarang penebangan pohon-pohon secara liar

Melarang perburuan binatang secara liar

Melakukan reboisasi

Membuat cagar alam dan suaka margasatwa

Mengendalikan erosi

Menetapkan tata guna lahan yang lebih sesuai

Memberikan pengertian yang baik tentang lingkungan kepada


seluruh lapisan masyarakat

Memberikan sanksi-sanksi tertentu bagi pelanggar-pelanggarnya


Kerusakan alam dan ekosistem di lautan dan di daratan terjadi akibat
manusia tidak sadar, sombong, egois, rakus dan angkuh dan hal itu
merupakan bentuk akhlak yang buruk dan sangat tidak terpuji.Musibah
yang menimpa manusia pada hakekatnya adalah natijah (peringatan)
dari perbuatannya sendiri. Ini sesuai dengan hukum kausal karena
manusia merusak lingkungannya sendiri, maka timbullah berbagai
kesulitan hidup dan malapetaka. Jadi, sebagai konsekuensi dari

perbuatan melakukan kerusakan itu, manusia harus


bertanggungjawab. Tanggungjawab di dunia berupa :

Kembali sadar dan tidak mengulangi perbuatannya yang


merugikan lingkungan itu

Memperbaiki lingkungan yang telah dirusaknya, sehingga dapat


berfungsi kembali sesuai tujuan penciptaannya, dan

Membayar ganti rugi, seorang yang merusak lingkungan harus


diberi sanksi, baik sanksi negara maupun sanksi agama.
Dengan demikian manusia bukan saja dituntut agar tidak alpa dan
tidak angkuh terhadap sumber daya yang dimiliknya, melainkan juga
dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh
pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar
manusia.firman Allah: Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta
yang berada di antara keduanya, kecuali dengan (tujuan) yang hak
dan pada waktu yang ditentukan. (QS. Al-Ahqaf 46:3)

BAB III
PENUTUP
1.

Kesimpulan
Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena
akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai,
karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya
dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk. Akhlak merupakan hal
yang paling penting dalam pembentukan akhlakul karimah seorang

manusia. Dan manusia yang paling baik budi pekertinya adalah


Rasulullah S.A.W. Akhlak baik terhadap Allah Swt.,terhadap Rasulullah
Saw,Pribadi, Sesama Manusia dan Lingkungan hidup perlu
diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
1.

Saran
Dan diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca
maupun penyusun dapat menerapkan akhlak yang baik dan sesuai
dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak
sesempurna Nabi Muhammad S.A.W, setidaknya kita termasuk
kedalam golongan kaumnya.

http://blog.unnes.ac.id/sitikhotimah/2015/11/19/makalah-akhlak-dan-aktualisasinyadalam-kehidupan/
http://wahyuwibowo165.blogspot.co.id/2011/12/aktualisasi-akhlak-dalamkehidupan.html
http://meliamelia3110.blogspot.co.id/2015/04/aktualisasi-akhlak-dalamkehidupan.html