Anda di halaman 1dari 2

Dasar teori :

Menurut Campbell (2008), Lichen adalah asosiasi simbiotik antara mikroorganisme


fotosintetik dan fungi dengan jutaan sel fotosintetik yang disatukan oleh massa hifa fungi.
Lichen tumbuh pada permukaan batu, batang kayu membusuk, dan atap dalam berbagai
bentuk. Mitra fotosintetik nya adalah alga hijau atau sianobakteri uniselular atau berfilamen.
Komponen

fungi

yang

paling

umum

adalah Ascomycetes,

namun

satu

lichen

Glomeromycetes dan ada beberapa juga lichen yang Basidiomycetes. Fungi biasanya
memberikan lichen keseluruhan bentuk dan strukturnya, dan jaringan-jaringan yang dibentuk
oleh hifa bertanggung jawab untuk sebagian besar masa lichen.
Lichenes dikenal dengan lumut kerak, karena bentuknya menyerupai kerak yang
menempel di pohon-pohon, tebing atau batuan. Komponen jamur pada lichenes berfungsi
mengkokohkan tubuhnya dan menghisap air ataupun zat-zat makanan , sedangkan komponen
algae berfungsi untuk melakukan fotosintesis. Karena itu simbiosis antara kedua jenis
tumbuhan tersebut bersifat simbiosis mutualistis. Pada umumnya lichen hidup sebagai
epiphyta. Berkembang biak nya dengan fragmentasi atau soredium yaitu, potongannnya dapat
tumbuh dan membesar. (Suroso,1992)
Klasifikasi lichenes berdasarkan kepada hal-hal berikut, yaitu :
1. Jenis jamur yang bersimbiosis (Ascomycetes dan Basidiomycetes)
2. Tipe pembentukan tubuh buahnya (Ascocarpium, Basidiocarpium)
Tipe-tipe Ascocarpium (Askokarp) ada tiga macam, yaitu :
a. Apothechium, yaitu bentuk cawan terbuka; terdapat askus-askus jamur yang
menghasilkan askospora
b. Perithechium, yaitu bentuk priuk atau botol berlubang
c. Cleistotehcium/kleistitesium, yaitu bentuk bola yang didalamnya terdapat
askus-askus.
3. Tipe thallusnya ada tiga macam, yaitu :
a. Crustose, yaitu thallus pipih melekat dengan substratnya sehingga sulit dipisahkan
b. Foliose, yaitu thallus lembaran dan mudah dipisahkan dari substratnya
c. Fructicose, yaitu thallus tegak mirip perdu.

Pembahasan :
Lobaria sp.
Lobaria sp. merupakan salah satu jenis lichenes yang hijau terang dalam kondisi
lembab dan menjadi kecoklatan tipis ketika kering. Species lichen ini sering
membentuk lapisan rambut halus atau bulu pada permukaannya lebih rendah,

disebut tomentum, biasanya merupakan hasil dari pertumbuhan dangkal hifa


berwarna atau benang jamur. Tipe thallus nya foliose, bentuk thallus nya
lembaran, memiliki pertumbuhan thallus bebas, terdiri dari ascomycetes dan
Cyanophyta. Memiliki rhizine dan habitat nya pada kulit pohon. Tipe askokarp
nya Apothecium letak askokarp nya ditengah. Memiliki cirikhas yaitu thallus nya
lebar dan kemiripan nya seperti selada.
Lepraria sp.
Lepraria sp. memiliki tipe thallus Crustose, bentuk thallus nya pipih dan pertumbuhan
thallus nya melingkar. Warna nya hijau keabuan dan habitat nya berada pada kulit
pohon. Simbion nya terdiri dari Ascomycetes dan Chlorophyta. Tipe askokarp nya
Apothecium , dan letak askokarp nya ditengah. Cirikhas nya yaitu thallus nya
kasar dan kemiripan seperti bekas luka.
Lecanora sp.
Lecanora sp. adalah salah satu lichenes yang memiliki tipe thallus Crustose, bentuk
thallus nya pipih dan pertumbuhan thallusnya melingkar. Memiliki warna putih
kehijauan dan habitat na pada kulit pohon. Simbion nya berupa Ascomycetes dan
Chlorophyta. Tipe askokarp nya yaitu Apothecium, dan letak askokarp nya di
tengah. Cirikhas nya Apothecium jelas dan rapat, kemiripan nya seperti kerak
telur.
Daftar pustaka
Campel, A Neill.dkk. 2008. BIOLOGI Jilid 2 edisi kedelapan. Jakarta : Erlangga.
Yudianto, Suroso A. 1992. Pengantar Cryptogamae. Bandung : Tarsito.